Anak-Anak Allah dan Anak-Anak Perempuan Manusia


Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Kejadian 6:1-2

Berfirmanlah TUHAN: “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja.” Kejadian 6:3

Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak perempuan manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purbakala, orang-orang yang kenamaan. Kejadian 6:4

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Kejadian 6:5-7

Anak-Anak Allah Adalah Keturunan Set

Di dalam bukunya Dede Wijaya mengajarkan:

Pada waktu Set berumur 105 tahun, ia mendapat anak laki-laki, namanya Enos. Setelah itu Set masih hidup 807 tahun lagi dan mendapat anak-anak lain. Kejadian 5:6-7

Adam dan istrinya mendapat seorang anak laki-laki lagi. Kata Hawa, “Allah telah memberi aku anak laki-laki sebagai ganti Habel, yang telah dibunuh oleh Kain.” Sebab itu Hawa menamakan anak itu Set. Set mempunyai anak laki-laki yang diberi nama Enos. Pada zaman itulah orang mulai menyebut nama TUHAN bila menyembah. Kejadian 4: 25-26

Jadi mulai zaman Enos, orang mulai menyebut nama TUHAN bila menyembah. Antara kejatuhan dan air bah keadaan moral manusia merosot sekali. Kej 3 menguraikan tentang kejatuhan manusia. Kej 4 tentang Kain dan semua keturunannya. –anak-anak manusia-. Kej 5 tentang Set dan semua keturunannya –anak-anak Allah-, Keturunan Set inilah yang disebut ”anak-anak Allah”. Sedangkan ”anak-anak manusia” adalah keturunan dari Kain dan beberapa anak Adam lainnya. Pesona Alkitab hal 82

Dalam pasal 6, kedua garis keturunan itu bertemu dan bercampur, dengan akibat-akibat moral yang menyedihkan. Ibid. hal 82-83

Pasal 7 tentang hukuman air bah yang dramatis dan mengesankan. Pemisahan kedua garis keturunan itu adalah mutlak; percampurannya merupakan bencana. Lalu Allah turun tangan dengan dahsyat; hukuman tak dapat dielakkan lagi, datanglah banjir besar, menghukum dosa dan menyelamatkan keturunan yang saleh. Inilah ajaran Alkitab pertama yang menyatakan betapa pentingnya orang Percaya memisahkan diri dari dosa dunia dan jangan berkompromi. Allah senantiaasa menghendaki supaya keturunan yang rohani itu ’keluar dan memisahkan diri’. Ibid. hal 83

Jadi yang dimaksud dengan ”anak-anak Allah” bukanlah para malaikat pemberontak yang mengikuti jejak Lusifer/Iblis, namun ”anak-anak Allah” ialah keturunan Set, -pengganti Habel yang mati dibunuh Kain-, anak dari Adam dan Hawa. Ibid. hal 83

Dede Wijaya menafsirkan bahwa: Anak-Anak Allah adalah keturunan Set dan Anak-Anak Manusia adalah keturunan Kain dan anak-anak Adam yang lain. Walaupun nampak cukup logis, namun tanpa mengurangi rasa hormat, nampak jelas sekali bahwa tafsirannya hanya tebak-tebak buah manggis. Di samping itu, kata yang tercatat di dalam Kejadian 6:1-7 adalah Anak-Anak Perempuan Manusia, bukan Anak-Anak Manusia. Untuk membaca tulisan Dede Wijaya secara lengkap, silahkan klik di sini.

Anak-Anak Allah Adalah Iblis dan Roh-Roh Jahatnya

Ada pengkotbah GENDENG yang mengajarkan bahwa ANAK-ANAK Allah di dalam Kejadian 6:1-6 adalah Iblis dan roh-roh jahatnya. Untuk membaca tulisan mereka, silahkan klik di sini dan di sini. mereka menggunakan ayat-ayat Alkitab ini untuk mendukung ajarannya:

1. Anak-anak Allah adalah Iblis dan roh-roh jahatnya. Ayub 1:6, Ayub 2:1, Ayub 38:7.
2. Malaikat mampu tampil dalam wujud manusia. Markus 16:5-6
3. Orang-orang Sodom dan Gomora ingin menyetubuhi malaikat. Kejadian 19:4-5
4. Hanya perzinahan dengan roh-roh jahat yang layak menerima hukuman banjir Nuh. Kejadian 6:6-7, Yudas 1:6-7

Bin Elohim dan Binti Adam

Ishak Bin Abraham artinya Ishak anak lelaki Abraham. Dina Binti Yakub artinya Dina anak perempuan Yakub. Kata “Anak-Anak Allah” diterjemahkan dari kata “Ben Elohiyim” atau “Bin Elohim” Sedangkan kata “Anak-Anak Perempuan Manusia” diterjemahkan dari kata “Bath Adam” atau “Binti Adam”.

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Kejadian 2:23

Adam adalah lelaki, dia diciptakan oleh Elohim, maka disebut “Bin Elohim” atau Anak Allah. Hawa adalah perempuan, dia dibuat dari Adam atau dari lelaki, maka disebut “Binti adam” atau “binti lelaki” atau “anak lelaki” atau “anak manusia”. Lelaki (Adam) adalah anak Allah, Perempuan (Hawa) adalah anak Adam (lelaki).

Siapa Yang Boleh Disebut Bin Elohim?

Siapakah yang boleh disebut Bin Elohim? Apakah malaikat boleh disebut Bin Elohim? Hawa dibentuk dari Adam, itu sebabnya dia disebut Binti Adam. Nafas hidup dari Allah masuk ke dalam tubuh Adam, itu sebabnya dia disebut Bin Elohim. Malaikat tidak dapat disebut Bin Elohim.

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Ayub 1:6

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN. Ayub 2:1

pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai? Ayub 38:7

Kata “anak-anak Allah” dalam Ayub 1:6, Ayub 2:1 dan Ayub 38:7 diterjemahkan dari kata “Ben Elohiyim”. Jelas yang dimaksudkan dengan anak-anak Allah dalam ayat-ayat tersebut adalah MANUSIA. Kalimat “Di antara mereka datanglah juga Iblis” menyatakan bahwa Iblis bukanlah bagian atau JENIS dari MEREKA (anak-anak Allah). Iblis bukan Bin Elohim, bukan anak Allah.

Malaikat Dalam Rupa Manusia

Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Markus 16:5-6

Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: “Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.” Kejadian 19:4-5

Malaikat memang dapat tampil dalam wujud manusia, namun Alkitab tidak pernah mencatat bahwa Iblis dan roh-roh jahatnya MAMPU tampil dalam wujud manusia. Orang-orang Sodom dan Gomora ingin menyetubuhi malaikat, namun apakah mereka tahu bahwa yang ingin mereka setubuhi adalah malaikat?

Malaikat Yang Dihukum Allah

Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang. Yudas 1:6-7

Ayat-ayat tersebut di atas dengan gamblang menyatakan bahwa malaikat dihukum Allah kerena tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka dan meninggalkan tempat kediaman mereka, sama sekali tidak menyatakan bahwa mereka dihukum karena mengawini anak-anak perempuan manusia. Ketika menjatuhkan hukuman air bah, Allah melakukannya karena manusia berdosa, bukan karena mereka mengawini Iblis dan roh-roh jahatnya. Tidak ada satu ayatpun yang dapat digunakan untuk memahami bahwa hanya perzinahan dengan Iblis yang layak dihukum dengan banjir bandang. Kenapa harus mengada-ada?

About these ads

4 thoughts on “Anak-Anak Allah dan Anak-Anak Perempuan Manusia

  1. Ko Hai,

    Apa ada pembahasan malaikat yang lebih dalam?
    Saya kira malaikat tidak punya kehendak bebas dan hanya melakukan perintah Tuhan., ternyata ada juga malaikat yang bandel.

  2. @Apple, saya belum menulis tentang malaikat secara khusus. Namun sudah sering saya mengungkapkan bahwa malaikat BUKAN makluk KHUSUS namun malaikat HANYA berarti UTUSAN.

  3. menurut saya malaikat itu tidak ada , hanya manusia yang selama ini di bahas. iblis dan malaikat adalah manusia jahat dan baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s