Bengcu Menggugat karena Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan Bukan Yesus


Lalu terdengarlah suara dari sorga (ouranon) yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:17

Lalu terdengarlah suara dari sorga (ouranon): “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Markus 1:11

dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit (ouranou): “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:21-22

Kerabatku sekalian, perhatikan ketiga ayat tersebut di atas dengan teliti dan hati-hati. Matius mencatat:

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Sedangkan Markus dan Lukas mencatat:

Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”.

INILAH bukan ENGKAULAH.

Kenapa Matius mencatat KATA yang berbeda dengan yang dicatat oleh Markus dan Lukas? Siapa yang BENAR dan siapakah yang MEMBUAL? Mustahilkah Matius dan Markus serta Lukas sama-sama mencatat hal yang BENAR? Mustahil! Apakah para sarjana teologi tidak tahu atau mereka berlagak pilon sehingga tidak pernah mengajarkan hal itu kepada jemaat? Apakah para pengkotbah tidak tahu atau mereka berlagak pilon sehingga tidak pernah memberitakan hal demikian dari atas mimbar? Kisanak, sudah waktunya kebenaran diungkapkan. Silahkan telepon pendeta anda dan mintalah pertanggungan jawabnya. Ha ha ha ha ….

Huitos Mustahil Su

Sebagian teolog mengajarkan bahwa Matius dan Markus serta Lukas mencatat HAL yang sama dengan KATA yang berbeda.

Kata “INILAH” dalam Matius 3:17 diterjemahkan dari kata Yunani HUITOS <3778> (Yang benar adalah: HOUTOS. Tidak diedit karena tahu salah tulis dari lawan debat: Deky Hidnas Yan Nggadas)

Kata “ENGKAULAH” dalam Markus 1:11 dan Lukas diterjemahkan dari kata Yunani SU <4771>

Kata Yesus diterjemahkan dari kata Yunani IESOUS <2424>.

Teolog: Baik kata HOUTOS maupun SU dan IESOUS, semuanya adalah kata berbentuk TUNGGAL dan JANTAN. Yang dimaksudkan dengan HOUTOS (inilah) oleh Matius maupun SU (engkaulah) oleh Markus dan Lukas adalah IESOUS (Yesus). Itu sebabnya HOUTOS = SU = IESOUS, karena ketiganya adalah kata berbentuk TUNGGAL JANTAN.

Anggap saja para teolog itu benar. Mari kita menerapkan kebenaran itu secara konsisten karena kebenaran yang tidak konsisten mustahil kebenaran sejati.

Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati,  dan penukar-penukar uang m  duduk di situ. Yohanes 2:13-14

Kata KAMBING dalam Yohanes 2:14 diterjemahkan dari kata Yunani ERIPHOS <2056>

Kata Yesus diterjemahkn dari kata IESOUS <2424>.

Karena IESOUS dan ERIPHOS dan HOUTOS dan SU sama-sama kata berbentuk TUNGGAL JANTAN dan para teolog itu benar, bukankah itu berarti IESOUS dan ERIPHOS memberikan Informasi yang sama yaitu TUNGGAL JANTAN? Bila demikian, bukankah itu berarti:

YESUS = ERIPHOS = KAMBING = TUNGGAL JANTAN?

Yesus = Kambing

Kerabatku sekalian,

HOUTOS artinya INILAH

SU artinya ENGKAULAH.

Keduanya  memang sama-sama kata berbentuk TUNGGAL JANTAN namun memiliki arti yang BERBEDA.

HOUTOS bukan SU.

INILAH bukan ENGKAULAH.

Yesus JANTAN Sejati

Sebagian teolog mengajarkan bahwa dalam bahasa Aram (Ibrani) ada DUA kata yang berarti ENGKAU. Yang pertama adalah ATH yang bentuknya TUNGGAL BETINA. Yang kedua adalah ATTAH <0859> yang bentuknya TUNGGAL JANTAN. Yesus adalah JANTAN (lelaki) itu sebabnya untuk berkata kepada Yesus, “ENGKAULAH” harus digunakan kata ATTAH yang bentuknya TUNGGAL JANTAN.

Di dalam bahasa Yunani hanya ada satu kata yang artinya ENGKAU yaitu SU. Kata SU bentuknya NETRAL alias JANTAN BETINA. Matius ingin memastikan agar para pembacanya tahu bahwa Yesus adalah JANTAN (lelaki). Itu sebabnya dia TIDAK mau menggunakan kata SU yang bentuknya NETRAL alias JANTAN BETINA dan memilih kata HOUTOS yang bentuknya JANTAN.

Markus dan Lukas bukannya tidak tahu bahwa Yesus itu JANTAN. Keduanya juga tahu bahwa memberitahu pembaca Yesus itu JANTAN sangat vital. Namun keduanya punya pertimbangan lain. Mereka menganggap, memberitakan bahwa Suara di langit berbicara kepada Yesus jauh lebih penting dari pada memberitakan Yesus adalah JANTAN. Itu sebabnya keduanya sama sekali tidak keberatan menggunakan kata SU yang bentuknya JANTAN BETINA.

Kerabatku sekalian, anggap saja para sarjana teologi itu benar. Pertanyaannya adalah: Karena Alkitab sama sekali tidak mengajarkannya, lalu dari mana para teolog itu TAHU Matius memilih kata HOUTOS dan Markus serta Lukas memilih kata SU dengan alasan tersebut di atas? Matius, Markus dan Lukas SMS ke mereka, BBM-an ke mereka, Chating ke mereka, email ke mereka, nge-tweet ke mereka? Atau Matius, Markus dan Lukas menulis di status FB mereka atau Tweeter mereka? Mustahil! Bila demikian dari mana mereka tahu kebenaran demikian? Dari kutak-katik biar ngait. Hasil jurus tafsir 1001 mimpi. Kisanak, para sarjana teologi itu SARJANA atau TUKANG tafsir? Ha ha ha ha ha …

Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau (SU) yang datang kepadaku?” Matius 3:14

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau (SU) adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Matius 16:16

Sanak saudara sekalian, kenapa di dalam kedua ayat di atas Matius merasa TIDAK perlu memberitahu dunia bahwa Yesus adalah JANTAN? Kenapa dalam kedua ayat tersebut di atas Matius memilih untuk menggunakan kata SU yang bentuknya JANTAN BETINA? Apakah saat itu Yesus tidak JANTAN lagi? KEBENARAN yang tidak KONSISTEN mustahil KEBENARAN SEJATI.

Kitab Markus Ditulis Untuk Paijo

Teolog yang lain mengajarkan bahwa kitab Matius ditulis untuk bangsa Yahudi sedangkan kitab Markus ditulis untuk orang Romawi. Matius menggunakan kata HOUTOS (INILAH) karena meyakini bahwa kata tersebut lebih TEGAS dalam MEYAKINKAN bangsa Yahudi yang menolak Yesus bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah. Markus dan Lukas yang menulis untuk orang Yunani menggunakan kata SU (Engkaulah) karena meyakini kata tersebut lebih GAMBLANG memberitakan Yesus adalah Anak Allah.

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. Lukas 1:1-4

Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama   aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, kisah Para Rasul 1:1

kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. 1 Korintus 1:2

Kitab Lukas ditulis untuk Teofilus. Dari mana kita tahu hal itu? Dari Lukas 1:1-4. Kisah Para Rasul ditulis untuk Teofilus. Dari mana kita tahu hal demikian? Dari kisah Para Rasul 1:1. Kitab 1 korintus ditulis untuk jemaat di Korintus. Dari mana kita tahu hal demikian? Dari 1 Korintus 1:2. Kitab-kitab itu menjelaskan dirinya sendiri. Sacra Scriptura Sui Ipsus interpres, artinya kitab suci menyatakan dirinya sendiri. Itulah salah satu prinsip KEBENARAN Alkitab.

Kitab Matius sama sekali Tidak menjelaskan dirinya ditulis untuk bangsa Yahudi. Kitab Markus pun sama sekali tidak menjelaskan dirinya ditulis untuk bangsa Romawi. Bahkan, tidak ada SATU ayat atau kalimat atau frasa atau kata pun di dalam Perjanjian Baru yang mengajarkan bahwa kitab Matius ditulis untuk orang Yahudi dan kitab Markus ditulis untuk orang Romawi.

Bila demikian, atas dasar apa para sarjana teologi mendapat pengetahuan bahwa kitab Matius ditulis untuk orang Yahudi dan kitab Markus ditulis untuk orang Romawi? Mereka tahu karena tebaK-tebak buah manggis alias tafsir 1001 mimpi. Para teolog bilang: kitab Matius ditulis untuk orang Yahudi karena kebudayaan Yahudi dalam kitab tersebut kental sekali.

Karena para sarjana teologi sudah tebak-tebak buah manggis dengan jurus tafsir 1001 mimpi,  bagaimana bila “hai hai’s Bible Commentary” mengajarkan:  Kitab Matius ditulis untuk bangsa Tionghoa yang nggak kenal KEBUDAYAAN Yahudi sama sekali itu sebabnya muatan kebudayaan Yahudi dalam kitab Matius kental sekali. Dengan cara itulah Matius mengajari bangsa Tionghoa kebudayaan Yahudi.

Apa alasan yang ditampilkan oleh para sarjana teologi untuk doktrin kitab Markus ditulis untuk orang Romawi? Karena mereka menduga kitab tersebut ditulis di kota Roma. “hai hai’s Bible Commentary” mengajarkan: Kitab Markus ditulis untuk bangsa Nusantara. Kenapa demikian? Karena waktu tinggal di Roma, Markus berkenalan dengan orang Nusantara bernama PAIJO yang lahir di Sleman namun besar di Betawi. Setiap kali Markus memanggilny atau orang lain memanggilnya, Paijo akan menjawab dengan sopan, “SAYA.” Dalam percakapan sehari-hari, Paijo sering sekali menimpali obrolan lawan bicaranya dengan mengucapkan, “iye, ye?” atau “ye, ye, ye, ye …”

Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: “Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; Markus 1:1-2

Perkenalan dan percakapan dengan Paijo sangat berkesan bagi Markus yang lalu menulis sebuah kitab untuk kenang-kenangan baginya ketika Paijo hendak meneruskan perjalanannya untuk mencari ilmu sampai ke negeri Cina. Ucapan Paijo, “SAYA.” Dan “iye, ye, ye, ye, ye ….”  mengingatkan Markus akan nabi Yesaya. Itu sebabnya ketika menulis kitab Markus, dia pun menulis: ….. Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: …..

Kisanak, bila mau main TAFSIR, jangan kepalang TANGGUNG. Itulah prinsip Teologi SAMBER GELEDEK yang diajarkan hai hai. Mustahil seseorangg bilang TAFSIRAN saya lebih TEPAT, tafsiran anda NGACO-BELO. TAFSIRAN adalah TAFSIRAN mustahil KEBENARAN. Menafsirkan Rp. 100,- sebagai Rp. 99,- mustahil lebih BENAR dari Rp. 50,- karena angkanya lebih mendekati. Di dalam TAFSIRAN tidak ada KEBENARAN sama sekali.

Anggap saja tafsiran para sarjana teologi itu benar. Kitab Matius ditulis untuk orang Yahudi dan kitab Markus ditulis untuk orang Romawi. Dari mana para teolog itu tahu bahwa kitab untuk orang Yahudi harus memakai kata HOUTOS (Inilah) dan kitab untuk orang Yunani  harus pakai kata SU (engkaulah)? Tentu saja dari tebak-tebak buah manggis dengan jurus tafsir 1001 mimpi.

Satu Suara Dua Kalimat

Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: Kisah Para Rasul 2:6-8

Lukas mencatat bahwa pada hari Pentakosta ada 16 suku bangsa yang mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka. Itu berarti para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka (Yunani atau Aram) namun orang yang mendengarkan, mendengar mereka mengucapkan bahasa mereka.

Bapa, muliakanlah  nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!” Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: “Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia.” Jawab Yesus: “Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu. Yohanes 12:28-30

Suatu kali, ketika orang-orang Yunani menghubungi Filipus dan mengutarakan kehendak mereka untuk bertemu dengan Yesus, Filipus pun mengajak Andreas untuk menyampaikan hal itu kepada Yesus. Yesus menjawab mereka dan ayat-ayat di atas mencatat apa yang terjadi. Orang banyak mendengar suara dari langit itu sebagai suara guntur, padahal suara itu berkata, “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”.

Berdasarkan kedua kisah tersebut, bisakah disimpulkan bahwa suara dari langit setelah Yesus dibaptis terdengar BERBEDA di telinga orang yang berbeda? Ada yang mendengar kalimat yang dicatat oleh Matius dan ada pula yang mendengar kalimat yang dicatat oleh Markus dan Lukas.

Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar  suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Yohanes 5:37-38

Kaumku sekalian di dalam Yohanes 5:37-38 Yesus mengajarkan bahwa tidak seorang pun pernah melihat maupun mendengar suara Dia yang bersaksi tentang Yesus alias Bapa alias Allah. Apa bila Yesus bukan pembual maka doktrin Satu Suara Dua Kalimat pun ke laut aje. Yohanes 5:37-38 adalah JAMINAN bahwa TIDAK ada SATU manusia pun yang MENDENGAR suara dari langit itu.

Allah Tritunggal Manggung Bareng

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka (anoigo) dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Lalu terdengarlah suara dari sorga (ouranon) yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:16-17

Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak (schizo), dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari sorga (ouranon): “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Markus 1:10-11

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah (anoigo) langit (ouranon) dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit (ouranou): “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Lukas 3:21-22

Karena getol sekali diajarkan maka para Tritunggalian pun meyakini bahwa setelah Yesus dibaptis saat itulah Allah Tritunggal MENTAS bareng. Bapa BERSUARA dari langit, Roh Kudus GIRING (terbang menukik lalu hinggap) seperti burung merpati dan Yesus BERDOA dekat Yohanes pembaptis. Menurut Tritunggalian, itulah satu-satunya kisah Allah Tritunggal MANGGUNG BERSAMA yang tercatat di dalam Alkitab. Sayang sekali orang-orang Kristen tidak hadir pada saat itu. Bila mereka hadir, pasti banyak yang bertepuk tangan melihat jurus GIRING yang diperagakan oleh Roh Kudus. Dan banyak pula yang melambai-lambai kepada Bapa di langit biru. Tentu saja banyak pula yang menemani Yesus khusuk BERDOA. Allah Tritunggal Manggung bareng? Ha ha ha ha … MANGGUNG dari hongkong? BARENG anjing melolong?  Ha ha ha ha …

Siapa yang melihat langit terbuka atau terkoyak? Siapa yang melihat Roh Kudus GIRING ke Yesus? Siapa yang mendengar suara dari langit? Karena meyakini saat itu Allah Tritunggal MENTAS BARENG, tentu saja para Tritunggalian percaya bahwa semua orang yang hadir di tepi sungai melihat langit terbuka atau terkoyak, Roh Kudus GIRING dan mendengar suara dari langit. Itu sebabnya, Matius mencatat bahwa saat itu Allah Bapa memperkenalkan Yesus kepada seluruh hadirin: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Karena saat itu semua yang hadir mendengar suara dari langit, lalu apa yang mereka pahami ketika Markus menulis: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”? Bapa dan Yesus dan Roh Kudus adalah TUNGGAL, itu sebabnya mustahil tidak saling mengenal bukan? Tritunggalian mengharuskan Yesus mahatahu dan bila tidak mahatahu Dia pasti malu menjadi Tuhan, bukan? Anggaplah mereka benar.  Karena Mahatahu dan TUNGGAL, mustahil Yesus tidak tahu bahwa diri-Nya adalah Anak Allah Bapa, bukan? Karena Yesus SUDAH tahu diri-Nya adalah Anak Allah Bapa, mustahil suara dari langit alias suara Allah Bapa MEMBERI TAHU Yesus bahwa Dia adalah Anak Allah Bapa, bukan? Bila demikian, untuk apa suara dari langit berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”? Untuk memberitahu para hadirin bahwa mereka adalah: Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Bila demikian, kenapa para Tritunggalian bilang suara dari langit itu sedang memberitahu Yesus bahwa Dia adalah Anak Allah di depan banyak saksi?

Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar  suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Yohanes 5:37-38

Kerabatku sekalian, apabila Allah Tritunggal MANGGUNG BERSAMA sehingga suara dari langit alias suara Allah Bapa didengar oleh orang banyak? Bukankah itu berarti Yesus membual ketika menyatakan: Tidak seorang pun pernah MENDENGAR suara Bapa-Nya? Apabila Yesus tidak membual, bukankah itu berarti saat itu Allah Tritunggal sama sekali nggak MENTAS BARENG? Bukankah itu berarti pada saat itu tidak ada satu manusia pun yang mendengar suara dari langit? Bila demikian, siapakah yang mendengar suara dari langit?

Yohanes Tidak Mendengar Suara Dari Langit

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit (ouranou) seperti  merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” Yohanes 1:32-34

Yohanes mencatat kisah pembaptisan Yesus berdasarkan kesaksian Yohanes pembaptis. Di dalam Yohanes 1:32-34 tercatat, Yohanes pembaptis bersaksi melihat Roh seperti burung merpati turun dari langit dan tinggal di atas Yesus. Yohanes pembaptis sama sekali tidak bersaksi bahwa dia mendengar suara dari langit. Yohanes pembaptis pun sama sekali tidak bersaksi bahwa dia melihat langit terkoyak atau terbuka. Di dalam Yohanes 5:37-38 Yesus mengajarkan bahwa tidak seorang pun mendengar suara Allah Bapa. Itu berarti selain Yohanes pembaptis, semua yang hadir sama sekali tidak melihat langit terkoyak atau terbuka dan mendengar suara dari langit. Kebenaran demikian, dicatat dengan tegas dan gamblang baik oleh Markus maupun Lukas. Hanya ada SATU orang yang mendengar suara dari langit. Yang mendengar suara dari langit hanya “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Dari mana penulis kitab Matius dan Markus serta Lukas mengetahui kisah suara dari langit? Tritunggalian menganut doktrin Alkitab ditulis atas Ilham Roh Kudus. Mereka menyakini bahwa penulis Matius dan Markus serta Lukas mendapat ilham dari Roh Kudus alias UJUG-UJUG tahu apa yang harus ditulis. Mereka UJUG-UJUG tahu tentang suara dari langit.

Namun Alkitab menyangkal doktrin tersebut. Alkitab mengajarkan bahwa para penulis mengetahui kisah tersebut dari kesaksian.  Yang mendengar suara itulah yang bersaksi mendengar suara dari langit. Kepada siapakah suara dari langit ditujukan? Kepada yang mendengarnya. Untuk apa? Untuk memberitahu yang mendengarnya, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Juga untuk memberitahu yang mendengarnya, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

Alkitab Mustahil Salah Tulis dan Salah Informasi

Alkitab terbitan LAI mencatat bahwa kalimat yang diucapkan oleh suara dari langit yang dicatat dalam Matius berbeda dengan yang dicatat dalam Markus dan Lukas. Apakah hal itu terjadi karena penerjemah LAI salah menerjemahkan? Mustahil! Alkitab bahasa Yunani mencatat hal yang sama. Mungkinkah para penyalin Alkitab mengeditnya? Bila hal demikian yang terjadi, itu berarti mustahil mempercayai isi Alkitab apalagi menjadikannya sebagai standard kebenaran karena kita tidak tahu mana yang asli dan mana yang hasil editan. Mungkinkah para penyalin Alkitab salah salin? Bila hal demikian yang terjadi, itu berarti mustahil mempercayai isi Alkitab apalagi menjadikannya standard kebenaran karena kita tidak tahu mana salinan yang benar dan mana yang salah. Mungkinkah Penulis Matius dan Markus dan Lukas salah tulis? Apabila mereka salah tulis maka Alkitab mustahil dipercayai isinya apalagi dijadikan standard kebenaran sebab kita sama sekali tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah tulis. Mungkinkah penulis Matius dan Markus dan Lukas mendapat informasi salah? Apabila para penulis mendapat informasi salah maka Alkitab mustahil dipercayai isinya apalagi dijadikan standard kebenaran sebab kita sama sekali tidak tahu mana informasi yang benar dan mana yang salah?

Untuk menjadi standard kebenaran Alkitab harus diletakkan di atas PRINSIP: tidak ada salah salin dan tidak ada yang diedit juga tidak ada salah tulis dan tidak ada salah informasi. Itu berarti apabila ditemukan kesalahan di dalam Alkitab maka kita mustahil menyalahkan para penyalin apalagi penulisnya. Apabila ditemukan kesalahan di dalamnya maka Alkitab pun mustahil menjadi standard kebenaran.

Faktanya adalah, para ilmuwan menyatakan, setelah membandingkan sekitar 5.000 salinan yang ada, mereka menemukan ada sekitar 3% isi Alkitab yang berbeda kata-katanya. Fakta demikian membuktikan adanya kesalahan MENYALIN. Fakta tersebut benar-benar membuat banyak orang Kristen kebakaran jenggot. Sebagian sarjana teologi yang menganggap dirinya pintar pun BERAPOLOGETIKA dengan gembar-gembor bahwa orang Kristen harus MENGIMANI Alkitab mustahil salah tulis dan salah Informasi. Mereka juga menyerang para ilmuwan tersebut membabibuta. Menyerang pribadinya bukan menyerang ajarannya. Saya sudah membaca berbagai buku yang membahas perbedaan antara berbagai salinan Alkitab. Buku-buku tersebut menyajikan berbagai perbedaan kata namun, perbedaan-perbedaan KATA tersebut sama sekali TIDAK mengubah MAKNA KALIMAT. Itu berarti walaupun ada KATA yang berbeda antara dua salinan namun perbedaan itu sama sekali tidak MENGUBAH MAKNA KALIMAT kedua salinan tersebut. Artinya apakah anda membaca salinan A maupun salinan B, anda akan tetap menemukan MAKNA KALIMAT yang sama. Walaupun buku-buku tersebut menyajikan banyak KALIMAT yang diduga ditambahkan oleh para penyalin. Namun saya melihat kenyataan bahwa ADA atau TIDAK ADA kalimat yang diduga ditambahkan tersebut, makna PERIKOP sama sekali tidak berubah. Artinya, apa bila anda membaca salinan A yang tanpa kalimat tersebut atau membaca salinan B yang mengandung KALIMAT tersebut, anda akan menemukan MAKNA yang SAMA dalam PERIKOP tersebut. FAKTA-FAKTA demikian seharusnya mendorong orang Kristen berterima kasih kepada para ilmuwan yang mendedikasikan hidupnya untuk menyelidiki salinan Alkitab, bukannya menghujat mereka membabibuta.

PRINSIP KEBENARAN Alkitab

Berdasarkan PRINSIP KEBENARAN Alkitab maka umat Kristen tidak boleh mengambinghitamkan para penyalin maupun para penulis Alkitab ketika menemukan hal-hal yang nampak KONTRADIKSI alias TIDAK KONSISTEN di dalam Alkitab. Itu berarti walaupun yang tercatat dalam Matius BERBEDA dengan yang tercatat dalam Markus dan Lukas namun yang mereka catat SAMA-SAMA BENAR. Baik kalimat yang dicatat dalam Matius maupun yang dicatat dalam Markus dan Lukas, keduanya adalah kalimat yang diucapkan oleh SUARA dari langit yang didengar oleh yang BERSAKSI tentang hal tersebut. Dan KESAKSIAN itulah yang dicatat oleh penulis kitab Matius, Markus dan Lukas.

Perkawinan Anak Domba Allah

Andai kata melihat seekor burung merpati mau MENCLOK di kepala Yesus, apa yang anda lakukan? Karena kuatir merpati itu melukai jidat-Nya maka anda pun menggusahnya atau menangkapnya bukan? Kenapa Yohanes tidak melakukan hal demikian? Karena dia sudah diberitahu tentang merpati itu. Apabila setelah dibaptis tiba-tiba melihat seekor burung merpati turun dan mau menclok di kepala anda, apa yang akan anda lakukan? Menghindar atau menggusah bahkan menangkapnya itu untuk digoreng, bukan? Kenapa Yesus tidak melakukan hal demikian? Karena Dia mendengar suara dari langit: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Apa yang terjadi setelah merpati itu turun dan tinggal dalam Yesus? Terdengarlah suara dari langit, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”

Anak itu bertambah  besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya. Lukas 2:40

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Lukas 2:52

Semua manusia lahir dalam kondisi ZERO Knowledge alias NOL pengetahuan (NOL bukan NULL). Kedua ayat tersebut di atas mengajarkan bahwa Yesus juga lahir dengan kondisi NOL pengetahuan. Pertanyaannya adalah: Dari mana Yesus mendapatkan SEMUA pengetahuan-Nya?

Manusia mendapatkan SEMUA pengetahuannya dari BELAJAR dan DIAJAR. Belajar berarti mendapatkan pengetahuan dari pengalaman dan pemikiran sendiri. Diajar artinya mendapatkan pengetahuan dari pengalaman dan perenungan orang lain. Manusia UJUG-UJUG punya pengetahuan hanya terjadi di dalam dongeng. Karena makan buah pengetahuan, Adam dan Hawa ujug-ujug tahu yang baik dan yang jahat. Itulah dongeng yang tercatat di dalam Alkitab. Karena dipenuhi Roh Kudus maka seorang pengkotbah pun ujug-ujug paham isi Alkitab. Itulah dongeng yang beredar di kalangan umat Kristen. EV. Daud Tony sering sekali mendongeng: Setelah mengajak jemaat menyanyi dia pun ujug-ujug tahu jawaban atas pertanyaan yang sebelumnya dia bahkan nggak paham sama sekali.

Waktu kecil, di kampung kami ada dongeng tentang anak-anak menjadi pinter dan saleh dengan minum air jimat kertas dari dewa-dewi. Alih-alih memberi air jimat, mama mengajari saya membaca dan menulis serta berhitung juga bercerita tentang menjadi anak saleh. Itu sebabnya saya pandai membaca dan berhitung serta lumayan saleh walaupun nggak minum air jimat kertas sementara itu teman-teman yang nggak belajar tetap nggak bisa membaca dan berhitung serta nakal sekali walaupun setiap tanggal satu dan lima belas kalender Tionghoa mereka diberi minum air jimat oleh mamanya.

Kaum Tritunggalian percaya dongeng Diofisitisme alias dua hakekat yang mengajarkan bahwa Yesus punya SATU Pribadi dan DUA hakekat yaitu: Hakekat manusia dan hakekat Allah. Kedua Hakekat Yesus tidak pernah manggung bersama. Yang satu manggung yang lain cuti. Yang satu ngerumpi yang lain ngimpi (tidur). Hakekat Allah Yesus mahakuasa dan mahatahu sedangkan hakekat manusia-Nya tidak mahatahu dan tidak mahakuasa. Itu sebabnya kadang-kadang Yesus mahatahu dan mahakuasa namun di waltu lain dia nggak mahatahu apalagi mahakuasa.

Selain dongeng diofisitisme kaum Tritunggalian juga percaya dongeng Allah Tritunggal yang mengajarkan bahwa Bapa dan Yesus dan Roh Kudus adalah TIGA pribadi dengan SATU hakekat. Apabila Bapa dan Yesus serta Roh Kudus memang tunggal, MUSTAHIL Roh Kudus turun ke atas Yesus lalu tinggal, bukan? Apabila Bapa dan Yesus serta Roh Kudus memang tunggal, untuk apa langit memperdengarkan suara-Nya?

Bertambah hikmat artinya lebih bijaksana dibandingkan sebelumnya. Yang mahatahu mustahil bertambah hikmatnya. Karena Yesus bertambah hikmat-Nya, itu berarti Dia sama sekali tidak mahatahu. Untuk Apa suara dari langit berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”? Untuk memperkenalkan Anak-Nya kepada yang mendengar suara-Nya. Untuk apa suara dari langit berkata, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.”? Untuk memberitahu yang mendengar-Nya bahwa Dia Anak Allah. Siapakah yang mendengar suara dari langit? Yesus dan Roh Kudus seperti burung merpati. Itu berarti, sebelum diberitahu oleh suara dari langit, Yesus tidak tahu siapakah Merpati itu dan Merpati itu pun tidak tahu siapakah Yesus. Setelah diberitahu, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Barulah Yesus tahu bahwa Merpati itu adalah Anak Allah dan Merpati itu baru tahu bahwa Yesus adalah anak Allah. Setelah diberitahu, “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.” Barulah Yesus dan merpati itu tahu diri-Nya adalah Anak Allah.

Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Wahyu 19:7

Handai taulanku sekalian, apa yang terjadi setelah kedua Anak Allah itu saling mengenal? Mereka pun menikah lalu menjadi SATU daging. Pernikahan mereka tercatat di dalam Wahyu 19:7 sebagai Perkawinan Anak Domba.

About these ads

52 thoughts on “Bengcu Menggugat karena Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan Bukan Yesus

  1. Waduh aku baca jadi ngeri sama isi tulisannya, kenapa? Menurut saya mah makna kitab2 itu sudah jelas, dibaca langsung ngeri kok malah muter2 lagi, kalo isi kitab wahyu membingungkan yah boleh lah tapi cerita pembaptisan Yesus oleh Yohanes sudah terang menderang.
    AKu Ndak ikut2 keder ah biar Pak bengcui aja yg keder

  2. Nanya ya ko, soalnya agak bingung

    Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat, dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya. Yohanes 5:37-38

    Apakah ayat diatas berlaku bagi Yesus sebagai manusia sejati ko? Kalo berlaku, kok bisa mendengar suara Allah ya ko seperti yang tertulis di 1 Petrus 1:16-17, apakah karena status sebagai Anak Allah ya ko makanya ada pengecualian? Mohon petunjuk ya ko, thanx, Gbu

  3. Koh, YESUS duduk sebelah kanan BAPA. Ŷªηġ disebut BAPA itu ELOHIM SABAT atau ELOHIM satunya └åƍi? Roh Kudus seperti merpati itu anak BAPA Ŷªηġ mana? EL SABAT atau EL ELYOWN? Kalau Roh ALLAH Ŷªηġ ϑî kejadian itu siapa? Mohon pencerahan.

    • @samuel, Allah yang ada di sorga adalah Yang Mahatinggi alias el Elyown alias Theos alias Elohim. Roh kudus yang seperti burung merpati adalah El elyown alias Yang Mahatinggi. Roh Allah yang melayang-layang di atas permukaan air itu siapa ya? Itu adalajh El Elyown alias yang mahatinggi.

  4. @bengcu says:Allah yang ada si sorga adalah yang Maha Tinggi alias El elyon alias Theos alias Elohim.Roh Kudus yang seperti burung Merpati adalah El elyown alias yang Maha tinggi.Roh Allah yang melayang layang diatas permukaan air itu siapa ya? Itu adalah El elyown alias yang Maha Tinggi.

    Om hai…..,darimana sih kita bisa MENGETAHUI bahwa Roh Allah yang melayang layang diatas permukaan air itu adalah El elyown?
    Salam

    • @Dea dermine sinaga, karena dia melayang-layang di atas AIR yang dibawah SORGA. Karena yang ada di bawahnya adalah AIR (gelap gulita + samudera) = Dunia. Roh Allah yang melayang-layang itu MUSTAHIL Allah Bapa alias Allah yang berfirman, sebab bila demikian, maka Firman tsb akan berbunyi,”Aku melayang-layang ….”

  5. bengcu,saya hanya pengen tahu motivasi anda menulis seperti ini buat apa?
    andai alkitab itu bohong adanya,betapa bodohnya anda masih mngambil embel2 kristen sebagai agama anda?
    andai anda ateis sekalipun,siapa yang menciptakan semesta?bukankah segala sesuatu ada yang buat?
    andai anda islam atau agama lain,saya pengen baca tulisan anda.
    sedikit saran:ringkaslah hipotesis anda seperti marthen luther supaya orang tahu arah pembicaraan anda.
    saya hanya melihat anda terkadang terlalu menganggap remeh teolog kristen.
    alkitab udah diselidiki ratusan tahun,dan banyak bukti arkeolog tepat seperti kata alkitab,bahkan jalur perjalanan israel diplot dengan google mapspun cocok.
    saya juga pengen nanya apa anda sudah mencapai tujuan anda dalam menulis,dan kala boleh tahu apa itu?

    • @gogon, MOTIVASI saya menulia adalah karena saya TIDAK BISA mengampuni orang-orang DUNGU seperti anda dan membiarkan anda DUNGU terus. Itu sebabnya saya MENYESATKAN orng-orang seperti anda ke jalan yang BENAR. kisanak, sebelum MENGUJI apakah ajaran Alkitab itu BENAR atau SALAH anda HARUS melewati TAHAP kesatu dulu yaitu MEMAHAMI ajaran Alkitab dengan BENAR. Hingga saat ini saya MASIH mengajak para pembaca blog-blog saya di tAHAP kesatu yaitu belajar MEMAHAMIajaran Alkitab dengan BENAR. Bila mau membaca tulisan-tulisan hai hai tentang ajaran Islam dan agama lainnya, gunakan saja mesin pencari Google. Misalnya, carilah dngan kata kunci:

      Buddha, bengcu

      maka anda akan menemukan tulisan-tulissan hai hai tentang ajaran Buddha.

      gogon: saya hanya melihat anda terkadang terlalu menganggap remeh teolog kristen.

      Anda benar, saya memang sangat memandang ENTENG para teolog Kristen yang TERLALU sibuk belajar buku teologi sehingga nggak SEMPAT belajar Alkitab. Ha ha ha ha ha ha ha …

  6. bengchu,saya melihat dalam ayat yohanes 1:32-34 kan ada tertulis yohanes melihat burung merpati.
    kalau yohanes 5:37-38 kalau saya renungkan itu menunjuk masa sebelum dan sesudah.artinya sebelum roh kudus turun,suara Yahwe tidak pernah terdengar.
    saya undang ente cari website littleherelittlethere untuk mencari mesias dalam perjanjian lama
    saya tidak setuju konsep perkawinan anak domba anda

    • gogon: kalau saya renungkan itu menunjuk masa sebelum dan sesudah.artinya sebelum roh kudus turun,suara Yahwe tidak pernah terdengar.

      Bila anda benar lalu yang didengar oleh Abraham itu suara siapa? Suara YHWH atau suara si Parto ya? Yang didengar Musa itu suara siapa ya? Suara YHWH atau suara si Mi ing? ha ha ha ha …… Maaf, nggak punya waktu mengunjungi website yang anda berikan. nggak stuju nggak apa apa kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s