Hanya Nasi Padang Atau Mengungkap Tujuh Kuil Tiongkok Kuno?

jalan yang bisa dijalani
bukan jalan sejati
nama yang bisa dinamakan
bukan nama sejati
tanpa nama
Tian 天 Di 地 mulanya
bernama
bunda berlaksa ada
tanpa prasangka
akan melihat keagungannya
dengan prasangka
hanya memandang perbatasannya
keduanya esa
walau pun berbeda nama
esa adalah misteri
misteri dalam misteri
itu pintu ke alam mulia
Daodejing 1 Continue reading

Bengcu Menggugat Karena Huan A Bukan Huan Kui

Jessica Astrid Menulis:

Dear students…
Do you know the meaning of “fankui”??
It is a word that does not appropriate to be spoken or written.
No wonder Chinese people are always hated by the Native people if Chinese people constantly use that word!!!!
If your parents teach you or keep using that word in their daily conversation with you or others, do not imitate them and tell them not to use the word….

Murid-muridku…
Tahukah kalian arti FANKUI??
Kata itu tidak layak untuk diucapkan maupun ditulis.
Tidak mengherankan bila orang-orang Tionghoa selalu menuai kebencian dari orang orang pribumi karena mereka kekeh jumekeh menggunakan kata tersebut.
Apabila orang tuamu mengajarimu untuk tetap menggunakan kata itu baik dalam obrolan sehari-hari denganmu maupun dengan orang lain, jangan menirunya dan beritahu mereka untuk tidak menggunakan kata tersebut. Continue reading

Bengcu Mengungkap Kisah Penciptaan Tiongkok Kuno dan Alkitab 1

Kisah Penciptaan Tiongkok Kuno

Agama Tiongkok kuno adalah agama AKAL BUDI. Semua raja suci dan nabi Tiongkok kuno, dari generasi ke generasi adalah manusia biasa tanpa kekuatan ilahi sama sekali. Yang diajarkan dan tercatat di dalam Zhongjing 中經 (kitab Tiongkok kuno) adalah hasil perenungan dengan mengamati alam dan kehidupan. Raja suci dan nabi Tiongkok kuno tidak mendapat wahyu karena tidak ada yang pernah bertemu dengan makluk ilahi baik dalam sadar apalagi dalam mimpi. Agama Kristen adalah agama Wahyu. Semua yang tercatat di dalam Alkitab adalah tulisan yang diilhamkan Allah. Hai hai adalah seorang Tionghoa Kristen. Dia dilahirkan sebagai orang Tionghoa dan memeluk agama Kristen. Sebagai orang Tionghoa dia mempelajari kitab-kitab leluhurnya dan sebagai seorang Kristen dia mempelajari Alkitab. Apakah ajaran-ajaran nenek moyangnya bertentangan dengan ajaran-ajaran Alkitab? Bila bertentangan, mana yang dia pegang? Bila tidak bertentangan, kenapa bisa demikian? Akal budi adalah kecerdasan. Wahyu adalah hikmat. Keduanya tinggal bersama-sama dan hasilnya adalah pengetahuan dan bijaksana. Itu sebabnya bangsa Tiongkok kuno dan umat Kristen sama-sama menyembah Tiga Ziran Yang Mahaesa. Ziran adalah AKU ADALAH AKU. Continue reading

Bengcu Mengungkap Rahasia Perayaan Peh Cun Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

Di Tiongkok kuno, saat raja Yao (2358-2258 SM) memerintah, kalender sudah ditemukan. Di dalam satu tahun, ada satu hari yang dikuduskan oleh bangsa Tionghoa kuno sebagai hari Suci atau Agung. Pada hari itu mereka menyembah Shangdi, RAJA segenap raja. Karena kesucian dan keagungannya, maka pada hari itu, mereka yang kematian pun tidak berani menangis apalagi berkabung. Sampai generasi ini, hari tersebut masih dirayakan namun sayang, selain telah kehilangan keagungan dan kesuciannya juga telah kehilangan maknanya. Hari itu adalah tanggal lima bulan lima kalender Tionghoa. Hari itu adalah hari yang siangnya paling lama sepanjang tahun. Dalam generasi ini, di Indonesia, hari itu disebut hari Peh Cun atau hari makan bakcang. Dalam tahun ini, hari itu adalah tanggal 16 Juni 2010. Continue reading

Markus Tan Membual Atau Orang Tionghoa Menyembah Arwah?

Benarkah bangsa Tionghoa adalah penyembah arwah leluhur? Bila sesajen tidak cukup maka arwah leluhur akan marah dan menjatuhkan malapetaka kepada anak cucunya? Arwah leluhur akan membalas setiap sesajen yang mereka terima dengan menurunkan rejeki yang berlimpah? Semakin banyak sesajen disajikan, semakin banyak rejeki yang diterima? Itu sebabnya orang Tionghoa jor-joran menyajikan sesajen bagi arwah leluhurnya? Continue reading

Markus Tan Membual Atau Cengbeng Menyembah Arwah?

Walaupun tidak memahami maknanya, namun tradisi Cengbeng atau sembahyang kuburan masih dilakukan oleh banyak orang Tionghua generasi ini. Umumnya orang-orang Kristen menyangka sembahyang kuburan (cengbeng) adalah penyembahan arwah, itu sebabnya banyak sekali yang melecehkannya sebagai perbuatan bodoh dan sia-sia. Pengkotbah alam roh melarang jemaat untuk ikut merayakan cengbeng karena menurut mereka hal itu akan mendatangkan kutuk dan membuka cela untuk dikuasai iblis.Pengkotbah Kristen umumnya menganggap cengbeng adalah praktek penyembahan arwah yang dapat dikelompokkan sebagai penyembahan berhala. Walaupun dengan nama lain, pada hakekatnya orang Kristen juga merayakan cengbeng. Walaupun dengan cara yang berbeda, sesungguhnya orang Kristen juga melakukan sembahyang kuburan atau sembahyang arwah. Continue reading

Agama Dao Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

Pdt. Markus Tan adalah penulis buku Imlek & Alkitab. Walaupun tujuan dia menulis buku tersebut untuk memberi informasi tentang agama dan kebudayaan orang Tionghoa kepada orang Kristen, namun isinya justru menyesatkan karena informasi yang diberikannya sama sekali bertentangan dengan fakta sebenarnya. Berikut ini adalah pemahamannya yang kacau-balau tentang agama dan filsafat Dao serta tuduhannya yang membabibuta bahwa agama Dao bukan agama karena Dao adalah filsafat. Continue reading

Harun Jusuf Membual Karena 12 Shio Memang Begini

Walaupun bukan pengkotbah pertama yang mengajarkan tentang misteri kutuk dibalik 12 shio karena Pdt. Eddy Tatimu, Pdt. Dr. Eku Hidayat MA, Pdt. Markus Tan, Pdt. Theodores Tabaraka, Pdt. Gilbert Lumoindong, Ev. Daud Tony, Pdt. Vera Setiawan, Pdt. Paulus Yedid Yah, Pdt. Timotius Arifin, Ir. Herlianto MTh, dan banyak pengkotbah lainnya sudah mengajarkannya, namun misteri kutuk di balik 12 Shio yang diajarkan oleh Harun Jusuf benar-benar hal baru yang belum pernah diajarkan oleh pengkotbah lainnya. Setelah gagal mengejutkan dunia dengan menyingkapkan asal-usul 12 Shio, nampaknya kali ini dia kembali berusaha mengejutkan dunia dengan menyingkapkan misteri kutuk 12 Shio secara sistematis. Continue reading

Harun Jusuf Membual Karena 12 Shio Bukan Begini

Anda tahu asal-usul 12 Shio yang terkenal itu? Saat ini banyak beredar dongeng-dongeng tentang asal-usul 12 Shio, itu sebabnya kisah aslinya jarang diketahui orang. Harun Jusuf, mengaku dirinya mantan peramal Bajie dan Hongsui profesional. Mungkin karena kesaktian ilmu ramal dan hongsuinya yang tak tertandingi atau karunia hikmat dari Allah, maka dia pun membuka misteri asal-usul 12 Shio yang tertutup selama ini. Sebuah penyingkapan yang benar-benar mengejutkan bukan saja dunia kekristenan bahkan dunia kebudayaan Tionghua dunia. Continue reading