Bengcu Menggugat hai hai Mengungkap Cina Loleng

Gambar: tripwow.tripadvisor.com

Anak-anak Tionghoa itu menggertakkan gerahamnya kuat-kuat menahan amarah. Mata mereka tajam menatap, tangan terkepal kuat. Wajah-wajah berkulit kuning itu merah padam karena urat-uratnya penuh darah. “Cina Loleng. Cina Loleng. Cina Loleng.” Belasan anak berkulit sawo menyanyi dengan riang sambil menunjuk-nunjuk anak-anak Tionghoa itu. Ketika kemarahan tidak terbendung lagi, anak-anak Tionghoa itu pun Menyerang. Serempak. Terjadilah pertarungan yang tidak seimbang. Belasan anak berkulit sawo melawan lima anak Tionghoa. Anak-anak yang lain segera mengerubung melihat tontonan itu. Continue reading

Bengcu Menggugat Meja Sembahyang Leluhur Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

FOTO: bayuwinata

Meja sembahyang orang Tionghoa yang juga disebut meja sembahyang leluhur adalah altar untuk sembahyang Tian Di (Tuhan Allah) dan menyembahyangi almarmum ayah ibu dan kakek neneknya. Saya kenal seorang Tionghoa yang memutuskan untuk MEMELUK agama Kristen. Sebut saja dia OKB, Orang Kristen Baru. Dia menghancurkan meja sembahyang yang telah disembahyanginya bertahun-tahun dengan alasan itu adalah penyembahan berhala dan pemujaan Iblis. Apakah alasannya benar? Mungkinkah seorang Tionghoa menjadi Kristen yang saleh namun tetap mempertahankan meja sembahyangnya? Continue reading

Cap Go Meh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

Gambar: allposters.com

Cap go meh? Cap go meh menurut siapa? Cap go meh menurut budayawan Tionghoa berbeda dengan cap go meh menurut agama Dao juga berbeda menurut agama Khonghucu. Meskipun sama-sama merayakan  Cap go meh namun umat Khonghucu dan Dao merayakannya dengan alasan dan cara berbeda. Dalam generasi ini terlalu banyak orang yang menggelari dirinya budayawan Tionghoa padahal pengetahuannya cekak sekali. Itu sebabnya meskipun  mengaku ilmuwan dan mengklaim ajarannya ilmiah namun kita perlu menguji apakah ajaran tentang Cap go meh mereka adalah kisah nyata atau kutak-katik asal ngait belaka? Continue reading

Kue Suci dan Dewa Dapur

foto: Julia Ekajati

SUCI. Itulah rahasianya. Ketika membuat kue suci sang pembuat melakukannya sambil menyucikan diri. Puasa makan dan puasa tidur. Besarnya tidak boleh melebihi telapak tangan sehingga tidak bisa dipegang namun tidak boleh terlalu kecil sehingga bisa diremas tangan. Kue dikukus, selama 72 jam (tiga hari tiga malam). Selama mengukus apinya tidak boleh padam. Selama dikukus tidak boleh dibuka dan tidak boleh dikunjungi oleh orang-orang yang tidak suci; misalnya wanita yang baru melahirkan, sedang mens, orang yang sedang berkabung karena kematian. Sampai sekarang tradisi ini masih dijalani oleh para pembuat kue suci dengan tambahan pantangan: Orang yang baru pergi bersembahyang kepada dewa-dewi tidak boleh berkunjung. Menurut tradisi, apabila Tian 天 (Allah) tidak berkenan maka ketika kue suci pun rusak. Tidak matang atau tumpah dari cetakannya atau tidak mengembang. Continue reading

Haram Hukumnya Mengucapkan KIONGHI Kepada Yang Merayakan Tahun Baru Imlek?

Gambar: christyrizaldi.blog.com

Sincia alias xinnian (lafal: sinnian) alias 新年 artinya tahun baru. Kionghi huatcai alias Gongxi facai (lafal: Koungsi facai) alias 恭喜發財! Gong 恭 artinya hormat. Xi 喜 artinya bahagia. Fa 發 artinya mekar; tumbuh. Cai 財 artinya kelimpahan; sejahtera. Kionghi huatcai artinya, selamat berbahagia dan selalu sejahtera. Itulah ucapan selamat yang dikatakan sebagai salam sincia (tahun baru) orang Tionghoa. Apakah mengucapkan Kionghi Huatcai kepada orang Tionghoa yang merayakan sincia HARAM hukumnya? Apakah perayaan sincia (tahun baru Imlek) NAJIS bagi orang Kristen? Kenapa banyak pendeta Kristen yang mengeluarkan fatwa HARAM merayakan sincia? Continue reading