Di gereja Protestan (GKI, GPIB, HKBP, GRII, dll), pendeta mendapat UPAH alias GAJI sedangkan di gereja Pentakosta dan Kharismatik, pendeta tidak mendapat UPAH namun mewarisi pusaka suku Lewi yaitu persembahan PERPULUHAN jemaat. Walaupun banyak yang mengajarkan bahwa PERPULUHAN adalah pajak 10% dari keuntungan (panen dan ternak) namun sesungguhnya yang dimaksudkan dengan PERPULUHAN adalah yang kena HITUNGAN kesepuluh adalah milik TUHAN. Dari semua ternak milik seseorang, yang kena hitungan PULUHAN (ke 10, ke 20, ke 30, dst) adalah milik TUHAN. Misal, tahun lalu punya 100 domba, 10 ekor harus dipersembahkan sebagai PERPULUHAN sehingga tahun ini punya 90 ekor. Tahun ini tidak ada domba yang melahirkan maupun mati sehingga jumlahnya tetap 90 ekor. Dari jumlah tersebut, 9 ekor adalah milik TUHAN. Dalam generasi ini, banyak pengkotbah yang mengajarkan bahwa perpuluhan adalah milik Allah. Tidak memberi perpuluhan dengan benar berarti menipu Roh Kudus dan mencuri milik Allah. Menipu atau mencuri persembahan perpuluhan akan mengakibatkan kemelaratan. Memberi perpuluhan dengan benar dan murah hati akan mendatangkan rejeki. Benarkah Alkitab mengajarkan bahwa pendeta mewarisi pusaka suku Lewi yaitu persembahan perpuluhan? Apakah Alkitab mengajarkan bahwa orang Kristen harus memberi persembahan perpuluhan? Continue reading
Category Archives: Baptis & Sabat
Bengcu Menggugat Karena Sakramen Baptis Mustahil Ajaran Alkitab
Jemaat Kristen percaya bahwa perjamuan kudus dan baptis adalah sakramen. Sakramen adalah tanda-tanda dan meterai-meterai kudus dari perjanjian anugerah. Menurut caranya, baptis di kelompokkan menjadi tiga yaitu: Baptis Celup, Baptis Percik dan Baptis Genggam. Baptis Celup dan Baptis Percik menggunakan air itu sebabnya juga disebut Baptis Air. Baptis Genggam dilakukan dengan menggenggam bendera itu sebabnya disebut Baptis Panji alias Baptis Bendera. Penganut Baptis Celup (Celupis) umumnya sirik dengan penganut Baptis Percik (Percikis) dan Baptis Gengam (Genggamis). Mereka melampiaskan dengkinya dengan mengagul-agulkan Baptis Celup dan menuduh yang lainnya Sesat. Penganut Baptis Percik (Percikis) umumnya tidak dengki pada Celupis (penganut Baptis Celup) namun sirik dengan para Genggamis. Mereka pun melampiaskan dengkinya dengan mengagul-agulkan Baptis Air dan menuduh baptis genggam sesat. Baptis dewasa adalah pembaptisan atas orang dewasa. Baptis anak adalah pembaptisan atas bayi dan anak-anak. Kaum Baptis adalah orang-orang Kristen yang mengagulkan-agulkan diri melakukan baptis dengan benar. Mereka mencelup dan menolak pembaptisan anak-anak. Continue reading
Bengcu Menggugat Karena Sakramen Perjamuan Kudus Adalah Penyembahan Berhala
Teologi Reformed mengajarkan bahwa manusia adalah Dikotomi (tubuh dan jiwa). Tubuh adalah diri yang dialami secara indrawi oleh pribadi, itu sebabnya disebut tubuh jasmani alias tubuh indrawi. Jiwa adalah diri yang tidak dialami secara indrawi oleh pribadi, makanya disebut tubuh rohani. Allah adalah Roh. Yesus Kristus adalah Roh. Roh Kudus adalah Roh. Oleh karena itu karya keselamatan manusia terjadi di alam rohani. Walaupun karya keselamatan ada di alam roh namun manusia hidup di alam wadag. Itu sebabnya Yesus memberikan sakramen kepada gereja. Sakramen adalah Sakramentum, kata Latin yang artinya menjadikan suci. Sakramen adalah yang indrawi dari yang rohani. Sakramen adalah wujud dari rahkmat yang tidak kelihatan. Sakramen adalah sarana untuk ikut serta menikmati karya Roh Kudus di alam rohani secara indrawi. Yesus hanya memberi perintah untuk melakukan perjamuan kudus dan membaptis, itu sebabnya Gereja Kristen hanya mengakui Baptis dan Perjamuan Kudus sebagai sakramen. Baptis adalah wujud indrawi karya Roh Kudus menyucikan seseorang lalu menanamnya ke dalam Yesus. Yesus menjadi pokok dan dia pun menjadi carang-Nya. Perjamuan Kudus adalah wujud indrawi karya Roh Kudus memberi jemaat makan tubuh Yesus yang adalah roti hidup. Percayakah anda bahwa doktrin sakramen perjamuan kudus adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab? Continue reading
Baptislah Seperti Allah Membaptis
Bagaimana cara membaptis dengan benar? Baptislah seperti Allah Bapa membaptis Yesus Kristus dan seperti Yesus Kristus membaptis manusia.
Tentang baptisannya Yohanes mengajarkan:
Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Matius 3:11
Alkitab mencatat, setelah dibaptis dengan air oleh Yohanes Allah Bapa membaptis Yesus Kristus dengan Roh Kudus. Beginilah cara Allah Bapa membaptis Yesus Kristus:
Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Matius 3:16-17 Continue reading
Baptis Anak 100% Alkitabiah
Apakah Baptis Anak alkitabiah? Tentu saja alkitabiah! Hanya ada dua jenis orang di dalam generasi ini yang kekeh jumekeh mengajarkan bahwa baptis anak tidak alkitabiah. Pertama mereka tidak paham ajaran baptis anak. Kedua, mereka ingin menyesatkan orang Kristen. Dede Wijaya mengajarkan bahwa baptis anak tidak alkitabiah. Dia mengunggah 7 blog untuk mempertahankan ajarannya. Untuk membacanya anda dapat klik di sini , di sini , di sini , di sini , di sini , di sini , di sini . Vantillian mengunggah satu blog untuk menanggapi tulisan dede. Anda dapat membaca tulisannya dengan klik di sini . Saya sudah pernah mengunggah sebuah tulisan mengenai baptisan anak sebelumnya, untuk membacanya silahkan klik di sini . Continue reading
BAPTIS Anak – Perintah Allah atau Penyesatan?
Baptis air merupakan hal yang sangat penting bagi orang Kristen karena sebelum naik ke surga Yesus Kristus memberikan amanat agung kepada para rasul, kepada seluruh umat Kristen sepanjang generasi agar memberitakan Injil sampai ke ujung-ujung bumi dan membaptis mereka yang percaya. Gereja Baptis mengajarkan,”Hanya orang percaya yang boleh dibaptis dan hanya orang yang mampu menunjukan bukti bahwa dirinya beriman yang boleh dibaptis.” Lebih lanjut diajarkan bahwa bayi dan anak-anak mustahil menunjukkan bukti bahwa dirinya beriman, itu sebabnya di dalam Alkitab tidak ada satu ayat pun yang membahas tentang baptis anak. Dewasa ini banyak umat Kristen bahkan denominasi yang menerima ajaran Gereja Baptis tersebut dan menolak pembaptisan bayi dan anak-anak. Apakah ajaran demikian memang ajaran sejati Alkitab atau justru bertentangan dengan Alkitab? Continue reading
BAPTIS Siram atau Celup?
Anda tahu arti kata percik? Kata lain dari percik adalah tampias atau ciprat. Memercik artinya menciprat. Celupkan tangan anda ke dalam air lalu kibaskan atau cipratkan, itulah yang disebut memercik. Itukah yang dilakukan oleh para pendeta ketika membaptis seseorang, dengan memerciki mereka? Mungkin lebih cocok bila menyebut mereka menyiram atau menuang. Anda tahu arti kata selam? Dalam bahasa Indonesia kata selam tidak memiliki arti, agar berarti harus ditambahkan awalan atau akhiran atau menggabungkannya dengan kata lain. Juru selam adalah orang yang pekerjaannya menyelam, kapal selam adalah kapal yang dapat menyelam, namun apa yang dimaksud dengan baptis selam? Mustahil bilang baptis selam adalah baptis yang bisa menyelam atau baptis sambil menyelam. Baptis selam adalah baptis dengan mencelupkan atau menenggelamkan atau melelepkan atau membenamkan atau merendam orang yang dibaptis ke dalam air. Nah, saudara, bukankah kata BAPTIS SIRAM dan BAPTIS CELUP lebih cocok untuk digunakan dibandingkan baptis percik dan baptis selam? Continue reading
Hari Sabat VS Hari Tuhan
Sebagian umat Kristen merayakan Sabat pada hari Minggu, kita sebut mereka kaum mingguis. Sebagian lainnya merayakan Sabat pada hari Sabtu, kita sebut mereka kaum sabtuis. Sebagian lainnya lagi karena tuntutan pekerjaan merayakan Sabat tidak pada hari Sabtu juga tidak pada Hari Minggu, kita sebut mereka kaum maknais. Saat ini kaum sabtuis-lah yang paling getol mengkampanyekan agar umat Kristen merayakan Sabat pada hari Sabtu. Menurut mereka merayakan Sabat pada hari lain selain hari Sabtu adalah dosa karena melanggar perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah. Kaum mingguis tenang-tenang saja dengan kampanye kaum sabtuis karena yakin bahwa kampanye demikian tidak akan pernah berhasil. Tulisan ini merupakan tulisan ketiga dari trilogi Hari Sabat sedangkan dua tulisan sebelumnnya adalah: Hari Sabat Bukan Hari Sabtu dan Hari Sabat Bukan Hari Minggu. Continue reading
Hari Sabat bukan Hari Minggu
Kita sudah belajar dari Katekismus, bahwa hari Sabat bukan hari Sabtu, itu sebabnya orang Kristen merayakan Sabat pada hari minggu, Hari Tuhan” (Wahyu 1:10). Apakah itu berarti bahwa hari sabat adalah hari minggu? Apakah umat Kristiani yang merayakan hari sabat pada hari sabtu melanggar Sepuluh Perintah Tuhan? Apakah sebagian orang Kristen yang tetap bekerja pada hari minggu melanggar Sepuluh Perintah Tuhan? Continue reading
Hari Sabat Bukan Hari Sabtu?
Selama ribuan tahun bangsa Yahudi merayakan Sabat pada hari ketujuh (Yom Shabbat) sesuai kalender Yahudi. Sementara Umat Kristen sejak abad pertama merayakan Sabat pada hari Minggu (hari pertama) sesuai kalender Masehi. Saat ini sebagian besar umat Kristen merayakan Sabat pada hari Minggu sebagian kecil lainnya merayakan Sabat pada hari Sabtu sesuai kalender Masehi. Merayakan Sabat pada hari Minggu dikaitkan pada pemikiran, bahwa Yesus Kristus bangkit dari kematian pada hari minggu. merayakan Sabat pada hari Sabtu mengaitkannya pada pemikiran, bahwa hari Sabat adalah hari ketujuh, bukan hari pertama. Sebagian Theolog mengajarkan bahwa sejak kebangkitan Yesus Kristus, perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah tidak berlaku lagi. Apakah perintah keempat dari Sepuluh Perintah Allah ini sudah tidak berlaku lagi? Apakah umat Kristen sudah melanggar perintah untuk menguduskan hari sabat? Continue reading