Wisely Anakku, aku Takut Sekali Orang-Orang Yang Kusayangi Mati

Wisely anakku, aku punya rahasia yang tidak pernah diceritakan kepada siapa pun sejak berumur 7 tahun. Aku takut pada kematian! Takut setengah mati! Bukan takut mati namun takut orang-orang yang aku sayangi mati. Apa itu mati? Kenapa mati? Ke mana setelah mati? Apa yang terjadi setelah mati? Belajar dan belajar lalu belajar namun tak pernah menemukan jawabannya. Itu sebabnya aku menanggung ketakutan itu seorang diri. Waktu aku masih SD, Akong (kakek) sering bilang pada Amah (nenek), “Anak itu selalu panik. Entah apa yang membuatnya panik?” Akong sama sekali tidak tahu bahwa aku bukannya panik namun ketakutan. Takut orang-orang yang aku sayangi mati. Ketika Mama bercerita, kamu menangis karena mendengar cerita temanmu bahwa kiamat akan terjadi pada tahun 2012. Aku diam, bukan karena tidak peduli, namun menyangka bahwa ketakutanku sudah mengalir dalam hatimu. Engkau takut pada kematian! Takut setengah mati! Bukan takut mati namun takut orang-orang yang kau sayangi mati. Aku tahu, yang kujelaskan padamu saat itu hanya berhasil menghiburmu untuk sebentar waktu. Aku menulis ini bukan untuk menunjukkan toleransi bahwa kita sama-sama takut pada kematian namun untuk memberitahumu bahwa aku telah menemukan jawabannya. Aku tahu apa itu lahir hidup dan mati. Continue reading

Merr, jangan sirik bila gua telat mati nanti

Aku batalkan janji kita untuk tua bareng
Bila ada yang mati biarlah bersedih
Namun nggak kesal sebab ada yang mengingkari janji

Aku mau hidup sampai tua sekali
Bukan takut mati namun berani hidup
Bukan tak ingin mati namun dilahirkan untuk hidup
Jadi biarlah aku hidup sampai mati
Sendirian pun kan kujalani

Sejak kecil selalu telat
Telat ikut sincia ketika lahir malam hari
Telat sekolah
Telat menikah
Telat punya anak
Tolong jangan sirik bila nanti aku telat mati Continue reading

Bengcu Menggugat Kematian Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

Semua yang hidup pasti mati. Semua manusia hidup pasti takut mati. Itu sebabnya setiap manusia secara naluri berusaha untuk tetap hidup ketika menghadapi kemungkinan mati. Itu sebabnya banyak manusia yang mencari berbagai cara agar tetap hidup dan tidak menghadapi kematian. Itu sebabnya sebagian manusia mengakhiri hidup orang lain demi hidupnya sendiri.  Yang lainnya mengakhiri hidupnya sendiri agar orang lain hidup. Yang paling mengenaskan adalah manusia-manusia yang merangkul kematian untuk menjalani hidupnya. Continue reading

Papaku Pasti Masuk Neraka

Papaku,  dia pasti masuk neraka. Panggil dia bobengcu artinya no body, bukan siapa-siapa. Papaku umurnya lima puluh empat tahun ketika dia mati. I love my self go to hell sendiri kalau mau. Itulah yang dia ajarkan kepadaku . Aku lupa kapan pertama kali dia mengajarkan hal itu kepadaku, namun aku ingat itulah yang paling sering dia ajarkan kepadaku, I love my self go to hell sendiri kalau mau. Saya lupa kapan pertama kali menyangkal ajarannya tersebut, namun aku ingat, setiap kali menyangkal, dia mengambil Alkitab, Alkitab yang diberikan oleh gereja kami ketika dia menikahi mamaku. Dia lalu membuka Alkitab itu lalu menyuruhku untuk membacanya pelan-pelan dan hati-hati. Continue reading

Mamaku Memaksaku Bunuh Diri

Saat itu kami tinggal di sebuah kota di Lampung, aku berumur delapan tahun, mendekati sembilan tahun duduk di kelas satu SD. anak sulung dengan tiga orang adik perempuan dan tiga adik lelaki, jarak umur kami masing-masing satu tahun. Orang tuaku miskin dan kami tinggal di rumah kontrakan yang berhalaman luas dengan pagar bambu. Selain memelihara ayam dan bebek, kami juga menanam sayuran untuk di makan sendiri, kangkung, bayam, labu siam, oyong, labu emas, cabe, jahe. Juga banyak bunga mawar. Continue reading

Namanya Amin Tjung

Nama saya Amin Tjung, sudah tujuh tahun saya sakit kanker. Tahun 2000 sudah sembuh, 5 tahun kemudian sakit lagi. Kali ini, secara medis kecil sekali harapannya untuk sembuh.

Itulah kalimat pembukaan dari kesaksian pendeta Ir. Amin Tjung Mdiv. MTh. Kesaksian selama 8 menit tersebut direkam. Kalimat-kalimat dalam kesaksian tersebut diucapkan dengan susah payah, rambutnya gundul, tubuhnya kurus kering, karena kanker dan kemoterapi, namun pandangan matanya sangat tenang, jernih dan teduh. Continue reading

Di Seberang Langit Biru

Rasa sedih ketika ditinggalkan orang yang disayangi tidak ditentukan oleh tujuan orang itu pergi dan apa yang dikatakannya ketika mau pergi. Kesedihan itu muncul begitu saja di hati, itu sebabnya dikatakan bahwa kesedihan adalah masalah hati, bukan akal. Manusia dengan akal dapat mengendalikan rasa sedih namun tidak dapat mencegahnya muncul atau mengenyahkannya.

Ketika ditinggal mati oleh orang yang disayangi, semua orang merasa sedih. Kesedihan ditinggal mati orang yang disayangi sangat unik dan berbeda dengan kesedihan-kesedihan lainnya. Ketika ditinggal mati orang yang disayangi, tidak muncul perasaan marah, dikhianati, ditolak, direndahkan, dihina. Alasan almarhum meninggalkan kita bukan karena tidak membutuhkan kita lagi, tidak mencintai kita lagi atau menemukan seseorang atau sesuatu lebih berharga, menemukan cinta lain yang lebih indah, tetapi semata hanya karena waktunya sudah tiba. Continue reading