Hai Dan Anjingnya


Saya adalah seorang jutawan dengan tanah pertanian ratusan hektar. Saya memiliki sebuah rumah mewah di tengah-tengah lahan pertanian saya dan memagarinya dengan indah serta membayar satpam untuk menjaga keamanannya.

Sutu hari, saya membeli sepasang anjing doberman, dan menamai mereka Adam (bukan nama sebenarnya) dan Eva (bukan nama sebenarnya). Saya menempatkan keduanya di halaman rumah yang luas dan memenuhi semua kebutuhan mereka serta merawat keduanya dengan penuh sayang. Saya melatih kedua anjing tersebut untuk mematuhi semua perintah saya dan menghendaki keduanya untuk patuh 100%. Artinya, dalam situasi dan kondisi apapun, keduanya harus patuh 100% pada perintah saya. Saya sudah melatih keduanya untuk tidak makan dari tempat sampah. Setiap kali keduanya terpancing untuk mengais makanan dari tempat sampah, maka saya melakukan koreksi yang tegas atas keduanya. Saya mempercayakan pemeliharaan, perawatan dan pelatihan kedua anjing tersebut pada anak saya, dia anak saya satu-satunya. Dengan tegas, saya mengingatkan pada anak saya, kalau saya menemukan kedua anjing tersebut makan dari tempat sampah, maka saya akan menghajar keduanya lalu menjualnya.

Suatu hari, Natas (bukan nama sebenarnya), salah satu karyawan saya, merasa, bahwa dalam hal melatih anjing, dia lebih hebat dari anak saya, bahkan dari saya sendiri. Untuk membuktikannya, dia memancing kedua anjing saya, Adam (bukan nama sebenarnya) dan Hawa (bukan nama sebenarnya) untuk mengais makanan di tempat sampah dan memakannya.

Ketika saya hendak bermain dengan Adam (bukan nama sebenarnya) dan Hawa (bukan nama sebenarnya), saya menemukan badan keduanya sangat kotor, penuh sampah, begitupun dengan mulutnya. Saya juga melihat Natas (bukan nama sebenarnya) di situ, tersenyum mengejek, penuh kemenangan. Dalam kemarahan, saya mengusir Natas (bukan nama sebenarnya) untuk keluar dari halaman rumah saya. Saya juga mengusir Adam (bukan nama sebenarnya) dan Hawa (bukan nama sebenarnya) keluar dari halaman rumah. Saya berpesan kepada satpam, agar tidak mengizinkan kedua anjing tersebut untuk masuk kembali ke halaman rumah.

Karena kesibukan kerja, saya melupakan kedua anjing tersebut. Anak saya menempatkan kedua ekor anjing tersebut di tanah pertanian saya, keduanya pun berkembang biak dengan pesatnya.

Suatu hari saya teringat dengan kedua anjing saya, lalu memanggil anak saya dan mengutarakan kepadanya niat saya untuk menghukum kedua anjing tersebut dan menjualnya bersama dengan semua keturunan keduanya. “Sepasang anjing liar, pasti akan melahirkan keturunan anjing-anjing liar pula.” Kataku pada anakku.

Anakku menentang keinginanku itu, dia menyatakan bahwa dialah yang bersalah, telah melalaikan tugasnya, melatih kedua anjing tersebut dan menjaga mereka agar tidak mengais sampah. Dia menyatakan, bahwa dia rela menerima hukuman dari saya, asalkan saya tidak menjual kedua anjing tersebut bersama seluruh keturunan mereka. Saya menyetujui usul anak saya tersebut. Saya tidak akan menjual semua anjing saya, asal mereka menuruti perintah saya, dan anak saya membiarkan dirinya untuk digigit oleh anjing-anjing tersebut, anjing yang selama ini dia pelihara dengan penuh sayang. Bahkan, saya berjanji kepada anak saya, bila dia menaati saya, menerima hukumannya, maka di kemudian hari, semua anjing-anjing yang lulus uji kepatuhan boleh masuk dan tinggal di halaman rumah saya. Anak saya menaati saya, menerima hukumannya dengan rela.

Semuanya berjalan lancar, hingga suatu hari salah satu karyawan saya, namanya Ynot Duad (bukan nama sebenarnya) menyatakan bahwa saya harus menebus tanah pertanian saya dan anjing-anjing saya dari Natas (bukan nama sebenarnya), karyawan saya yang telah saya usir karena prilakunya yang sombong dan ngawur. Menurut Ynot Duad (bukan nama sebenarnya), karena kedua anjing saya, Adam (bukan nama sebenarnya) dan Hawa (bukan nama sebenarnya) terpancing oleh Natas (bukan nama sebenarnya) untuk melanggar larangan saya, maka secara otomatis kedua anjing tersebut dan seluruh keturunannya menjadi milik Natas (bukan nama sebenarnya). Karena saya membiarkan Adam (bukan nama sebenarnya) dan Hawa (bukan nama sebenarnya) serta semua keturunannya untuk tinggal di tanah pertanian saya, maka tanah pertanian tersebut juga secara otomatis menjadi milik Natas (bukan nama sebenarnya).

Tentu saja, saya sangat keberatan dengan pernyataan Ynot Duad (bukan nama sebenarnya) yang ngawur dan tidak berdasar tersebut. Ynot Duad (bukan nama sebenarnya) mengabaikan pernyataan saya, dia malah mengusulkan agar saya mengikat Natas (bukan nama sebenarnya) dan merampoknya, merampok anjing-anjing milik saya dan merampok tanah pertanian saya.

Apa yang harus saya lakukan kepada Ynot Duad (bukan nama sebenarnya) yang dengan kedegilan hatinya mengusulkan saya untuk merampok anjing milik saya dan tanah pertanian saya sendiri dari Natas (bukan nama sebenarnya), karyawan yang telah saya usir?

Apa yang harus saya lakukan kepada Ynot Duad (bukan nama sebenarnya) yang dengan kedegilan hatinya, mengatas namakan saya, mengajarkan kepada anjing-anjing saya bahwa mereka ada di bawah kuasa dan kendali Natas (bukan nama sebenarnya)? Dia juga mengajarkan bahwa anak saya telah menebus mereka dari Natas (bukan nama sebenarnya), dengan membiarkan dirinya berdarah digigit anjing miliknya sendiri. Di samping itu, dia juga mengajarkan agar anjing saya menggonggong, sebab, menurutnya, ketika mereka menggonggong, maka saya akan memerintahkan karyawan saya untuk menyerang dan mengikat Natas (bukan nama sebenarnya).

Ynot Duad (bukan nama sebenarnya) menghina saya dengan ajarannya, menghina anak saya dengan ajarannya, menghina karyawan saya, dengan memutarbalikan fakta, menjungkir balikan keadilan dan logika.

apa yang harus saya lakukan, pembaca sekalian? Tolong kasih saran.

4 thoughts on “Hai Dan Anjingnya

  1. Hahaha ayas itregn nama-nama diatas (bukan nama sebenarnya) karena ayas asaib pake gaya asahab diatas, ayas suka cerita (mungkin juga ilustrasi) diatas.
    Ini saran ayas, sebenarnya bukan saran sih tapi prediksi yang akan anda lakukan karena ayas yakin anda adalah tuan yang bijaksana dan adil serta panjang sabar mengerti orang yang tidak mengerti bahwa dia tidak mengerti mungkin yang akan anda lakukan adalah menegur, mengajari dengan memberi pengertian kepada Ynot Duad melalui cara yang bijak yang ayas kadit itregn, saya yakin anda tidak ringan tangan menjatuhkan hukuman. Atau membiarkan Ynot duad terus berlaku seperti itu karena bebal tidak menerima segala teguran dan pengajaran.

    • @Singo Edan, sejak awal saya berjanji TIDAK akan menyeret para penipu itu ke meja hijau. Dan tIDAK akan menghasut jemaat untuk MEMBENCI mereka. Hai hai hanya MENGUNGKAPKAN FAKTA selanjutnya, silahkan Jemaat dan yang bersangkutan yang memutuskan mau BAGAiMANA.

  2. karna pada dasarnya itu semua milik anda,klo sy menjadi anda,sy akan menyodorkan surat pemberhentian kepada Ynot Duad,menyuruh anak anda mengambil anjing yg sudah dia tebus,sembari memegang SNIPER ,klo2 si Natas benar2 ingin menguasai lahan dan aset anda….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s