Hai (Tidak) Menentang Josua Bin Nun


Josua, mungkin anda tidak membaca komentar saya yang berisi tantangan kepada anda, oleh karena itu, maka saya menantang anda sekali lagi, agar anda membacanya dan menjawabnya.

Garamdunia mengisi blognya dengan tulisan:

Tunduk Pada Pemerintah?

Sebagai pengikut Yesus, apakah mengikuti peraturan pemerintah lokal ataupun negara masih perlu atau relevan? Contoh dari kehidupan sehari-hari, kita tidak perlu khawatir untuk membeli DVD, mp3, software bajakan, tidak membayar pajak, dan terlalu banyak contoh lainnya. Alasannya? Kita diselamatkan melalui kematian dan kebangkitan Kristus semata, sehingga lainnya menjadi tidak relevan. Benarkah begitu?

Waskami mengomentari: Bijaksana terhadap pemerintah

Masalah tunduk pada pemerintah harus disikapi dengan bijaksana. Bagaimana kalau pemerintah sudah tidak lagi takut pada Tuhan. Banyak orang Kristen yang diam karena selalu menganggap pemerintah dari Tuhan. Mereka berpikir kalau pemerintah salah biar Tuhan menghukumnya. Lha, kalau seperti ini sama halnya mereka tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Bagaimana seseorang bisa menjadi terang atau garam kalau dia tidak mau peduli.

Berbagai peristiwa di PL memberikan gambaran bagaimana kita harus bersikap kalau pemerintah kita salah.

Josua bin nun menantang: tunduk dalam artian apa…

tunduk dalam artian apa? memang harus bijaksana dan berhikmat… tunduk dalam artian mematuhi tata tertib dan hukum yang berlaku… itu betul… tapi kalo saya mendengar ada rumah ibadah ditutup atau dipaksa ditutup… itu saya tidak mau tunduk… sungguh saya tidak mau tunduk… coba saja tutup Gereja saya… hehehe…

hai hai menantang josua dengan: TUNDUK Seperti Yesus Tunduk

josua, saya tidak yakin anda akan mengerti makna di balik kisah ini:Wong saya baru memahaminya beberapa menit sebelum menulis kok. Merenungkannya sich sudah sejak garamdunia menulisnya. 5 days, no bad lah! kata orang singapura. Namun, sesungguhnya, saya sudah merenungkannya sejak bertahun-tahun yang lalu.

Mahkama agama memutuskan:

Yesus bersalah, SESAT! Harus dihukum MATI!

Pemerintah Romah memutuskan, atas kehendak orang banyak (Demokrasi):

Yesus BERSALAH! harus dihukum MATI!

Apa yang Yesus lakukan? Apakah dia menggalang masa untuk demontrasi, menyatakan bahwa diriNya telah di-DZOLIMI? Apakah Dia berdoa kepada Allah Bapa untuk menegakkan keadilan? TIDAAAAAAAK! Bahkan, Yesus melarang Petrus untuk membela diriNya.

Adakah keadilan di dalam pengadilan mahkamah agama? TIDAAAAAAAK!

Adakah keadilan di dalam pengadilan negara Roma? TIDAAAAAAAK!

Adakah kedilan, ketika DEMOKRASI ditegakkan? TIDAAAAAAAK!

Apakah Yesus tahu tentang hal itu? Dia tahu, Dia menyatakan bahwa Dia tahu. Semua yang terlibat dalam pengadilan Yesus tahu, bahwa Yesus tahu, bahwa Dia di-DZOLIMI.

Apa yang Yesus lakukan ketika mendapat perlakuan tidak adil itu? YESUS KRISTUS TUNDUK! Dia tunduk 100%.

Kenapa Yesus tunduk?

josua, anda boleh membuktikan bahwa anda mengerti makna di dalam kisah ini, dengan menjawab pertanyaan saya:, KENAPA YESUS TUNDUK? Ada 2 ayat di dalam kitab Yohanes yang menjelaskan kepada kita, kenapa Yesus tunduk? Bila anda mengerti, maka anda akan menemukan kedua ayat itu dengan mudah. Supaya lebih seru, pembaca lainnya juga boleh ikut menemukan kedua ayat dalam kitab Yohanes tersebut.

Advertisements

One thought on “Hai (Tidak) Menentang Josua Bin Nun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s