Aku Percaya Mujizat?


Apa Itu Mujizat? Mujizat adalah kejadian yang menyimpang dari hukum-hukum alam yang telah diketahui. Miracle is a wonderful happening that is beyond the known laws of nature.

Nosid bilang mujizat adalah:

“hukum/fenomena alam yang belum dimengerti” (The Untouchable Nature Law) – “TUNL”. Dan mungkin suatu hari nanti hal ini bisa touchable secara general dan menjadi jelas semuanya, tetapi tidak ada yang bisa memastikan kapan?

Maaf, walaupun tujuan anda mulia, untuk memberi pencerahan, namun anda justru mengacaukannya. Hukum adalah hukum, fenomena adalah fenomena. Hukum bukan fenomena sedangkan fenomena bukan hukum. Ketika menulis, anda harus menggunakan kata dan kalimat yang benar, mustahil mengharapkan orang memahami tulisan anda dengan benar bila tidak menggunakan kata atau kalimat yang benar. Mustahil mengharapkan setiap orang yang membaca tulisan anda untuk bertanya apa yang anda maksudkan dengan “hukum/fenomena” itu hukum atau fenomena?

Bandingkan definisi mujizat yang saya tulis dengan definisi yang anda buat. Definisi anda tidak menjelaskan definisi saya, justru mengacaukannya.

Mujizat bukan hukum alam yang belum dimengerti, The Untouchable Nature Law. Namun mujizat adalah kejadian yang menyimpang dari hukum-hukum alam yang telah diketahui. Miracle is a wonderful happening that is beyond the known laws of nature.

Hukum gravitasi adalah hukum alam, bukan mujizat. Sebelum maupun setelah Newton menemukan hukum gravitasi, hukum itu tidak pernah disebut mujizat. Itu adalah hukum alam. Apabila menggunakan definisi anda, maka kita harus menyatakan, bahwa sebelum Newton menemukan hukum gravitasi, maka semua barang yang jatuh ke bawah disebut mujizat, setelahnya tidak disebut mujizat lagi.

Yesus Kristus berjalan di atas air, hal itu disebut mujizat karena menyimpang dari hukum alam yang telah diketahui, yaitu semua manusia akan tenggelam ketika berjalan di atas air.

Andre Kole mampu berjalan di atas air, begitupun dengan beberapa ilusionis lainnya. Bagi kebanyakan orang, apa yang Andre Kole lakukan adalah mujizat, karena tindakannya dianggap menyimpang dari hukum alam yang diketahui. Namun bagi Andre Kole dan banyak orang lainnya, apa yang dilakukannya bukan mujizat, karena dia berjalan di atas air dengan bantuan peralatan. Apakah yang dilakukan oleh Andre Kole itu mujizat? Sebagai orang Kristen, bolehkah Andre Kole mengklaim bahwa dia telah melakukan mujizat? Tidak boleh!

Klaim Pelayanan

Banyak pengkotbah yang mengaku memiliki anugerah penyembuhan dan bersaksi telah menyembuhkan ratusan, ribuan, belasan ribu, puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan orang melalui pelayanannya. Pernahkan para pengkotbah itu melakukan konfirmasi? Bahkan, untuk hal yang paling sederhana, pernahkah mereka menghitungnya bahkan mencatatnya? Saya belum pernah menemukan pengkotbah Indonesia yang melakukannya.

Banyak cara bagi pengkotbah untuk menghitung jumlah orang yang pernah dilayaninya. Cara yang paling umum adalah menghitung berapa kali dia berkotbah dikalikan dengan perkiraan jumlah jemaat yang hadir dalam kotbahnya. Benarkah itu adalah jumlah jemaat yang pernah dilayaninya? Salah!

Berapa jumlah orang yang membaca tulisan “Aku Tidak Percaya Mujizat” ketika saya menyelesaikan tulisan ini? Data menunjukkan ada 3.033 hit. Apakah itu menunjukkan bahwa 3.033 orang telah membaca tulisan tersebut? Bukan! Dengan asumsi gendeng yang paling optimis sekalipun, di mana semua orang membaca tulisan tersebut ketika meng-hitnya saya tetap tidak dapat mengklaim bahwa tulisan tersebut telah dibaca oleh 3.033 orang. Ada 80 komentar atas tulisan tersebut, itu berarti saya sendiri minimal pernah meng-hit tulisan tersebut 80 kali. Berapa kali garam dunia meng-hit tulisan itu? Bagaimana dengan Rusdi, Josua, dennis, Pak John, mas daniel, dan lain-lainnya?

Seorang pendeta di sebuah gereja yang anggotanya 300 orang berkotbah sebanyak 54 minggu dalam setahun. Bolehkan pendeta itu mengklaim bahwa dalam setahun dia melayani 300 X 54 = 16.200 orang? Tentu saja tidak boleh!

Kesembuhan Palsu

Effect Placebo adalah istilah dalam kedokteran mengenai kesembuhan karena pengaruh sugesti.

Seorang teman saya, suatu hari jatuh sehingga dagunya terluka dan harus dijahit. Teman itu percaya bahwa karena kebiasaannya minum bir, maka obat bius tidak akan berpengaruh baginya. Walaupun sudah disuntik obat bius, namun dia menolak untuk dijahit karena masih merasa sakit. Saya katakan kepadanya bahwa adik saya adalah dokter, ketika menjahit luka, selain menggunakan obat bius dia juga menggunakan ilmu menotok jalan darah untuk menghilangkan rasa sakit. Saya lalu mengantar teman itu ke rumah sakit tempat adik saya bekerja.

Teman itu lalu menceritakan tentang kebiasaan minumnya, dan betapa dia masih merasa sakit walaupun dokter sudah menyuntikan obat bius. Adik saya menyatakan, bahwa hal itu memang sering terjadi pada orang yang suka alkohol, itu sebabnya dia selama bertahun-tahun mempelajari ilmu menotok jalan darah. Lebih lanjut dia menyatakan sanggup menghilangkan rasa sakit tanpa menyuntikkan obat bius dan menjahit lukanya dalam beberapa detik. Dia lalu menyuruh teman saya bernapas dalam irama tertentu, 5 hitungan ketika menarik napas, 2 hitungan menahan napas lalu 5 hitungan ketika menghembuskan napas, 2 hitungan menahan napas sebelum menghirup lagi. Ia menyuruh teman saya melakukan hal itu sebanyak 36 kali, mengikuti 36 ruang beladiri dikuil Shaolin. Pada hitungan ke 36, adik saya menyentil rahang teman itu dan menyatakan bahwa dia akan mulai menjahit tanpa teman saya merasa sakit sama sekali.

Adik saya menjahit luka di dagu teman tersebut, 7 jahitan dilakukan tanpa teman tersebut merasa sakit. Ketika saya menyatakan kepada teman saya, bahwa adik saya sama sekali tidak memiliki ilmu menotok jalan darah seperti yang dia bayangkan, dia menuduh saya berdusta, karena dia tidak merasakan sakit sama sekali ketika adik saya menjahit lukanya.

Teman saya percaya ilmu pengobatan tradisional Tionghua sangat hebat. Dia percaya adik saya memiliki ilmu tersebut, karena saya menjadikannya sebagai pilihan terakhir. Dia percaya adik saya memiliki ilmu tersebut, karena adik saya mengikuti alur prasangkanya. Dia tidak merasa sakit karena pengaruh obat bius yagn disuntikkan.

“Apabila saudara beriman bahwa Allah Mampu menyembuhkan penyakit saudara, apabila saudara beriman bahwa bilur-bilurNya sudah menyembuhkan penyakit saudara, maka saudara akan sembuh. Sekarang angkat tangan saudara dan katakan, ‘Haleluya saya sudah sembuh! Terima kasih Tuhan Yesus sudah menyembuhkan saya!’ Saudara-saudara yang keksih dalam Yesus, Haleluya Allah sudah bekerja luar biasa …”

Anda tentu tidak asing dengan kalimat-kalimat tersebut di atas. Kalimat tersebut mungkin nampak biasa ketika anda membacanya. Namun, terdengar luar biasa dalam sebuah Kebaktian Pujian dan Penyembuhan. Anda pernah menghadiri kebaktian demikian? Kalau belum pernah, saya menganjurkan anda untuk mengunjunginya. Setelah anda mengunjunginya, lalu belilah VCD kebaktian itu, lalu tontonlah di rumah 10 hari kemudian. Anda akan kaget sendiri ketika membandingkan perasaan anda ketika menghadiri kebaktian tersebut dan ketika menonton kebaktian tersebut.

Dewasa ini umumnya Kebaktian Kebangunan Rohani dan Kebaktian Penyembahan dan Penyembuhan Ilahi dikelola dengan cara luar biasa profesional. Kadang-kadang sulit bagi saya untuk membedakan sedang mengunjungi kebaktian atau sedang mengunjungi sebuah pagelaran seni? Karena dalam kedua hal itu, kebaktian dan pagelaran seni, emosi kita di eksplorasi dan dieksploitasi, bahkan dimanipulasi secara luar biasa.

Dalam Kebaktian Penyembahan dan Penyembuhan Ilahi banyak sekali terjadi effeck placebo. Untuk penyakit-penyakit kronis (penyakit menahun), maka begitu effect placebo hilang, penyakitnya kembali kumat. Bayangkan apa yang dirasakan oleh oleh orang-orang yang mengalami effect placebo yang penyakitnya kumat setelah bersaksi ke mana-mana.

Waktu menjaga almarhum adik di rumah sakit, pasien sekamarnya adalah seorang ibu, majelis sebuah gereja besar yang sangat mengagung-agungkan kesembuhan ilahi. Selama dua hari, hanya keluarganya yang membesuk. Hal itu membuat saya heran, apalagi ketika ibu tersebut menghilang tiba-tiba pada hari ketiga. Otak jail saya langsung terpicu, maka saya pun lansung tebar pesona pada para suster untuk mengorek cerita. Menurut cerita para suster, ibu tersebut minta dipindahkan ke ruangan lain yang dihuni oleh orang non Kristen dengan alasan agar dia dapat memberitakan Injil. Ketika pihak rumah sakit menolak, keluarga ibu itu memberi alasan lain, takut bila anggota jemaat gerejanya tahu bahwa dia sakit lalu datang membesuk beramai ramai. Ha ha ha … ketika effect placebo hilang, penyakitnya kumat lagi, namun sudah kadung bersaksi di mana-mana. Itulah hasil akhir penyidikan yang dipicu otak jail saya.

Psikosomatis adalah penyakit yang diakibatkan oleh gangguan kejiwaan (psikis).

Seorang dokter berkisah tentang salah satu pasiennya, seorang wanita paruh baya yang menderita psikosomatis. Wanita itu sering sekali datang ke unit gawat darurat dengan diantar ambulan dalam kondisi gawat. Walaupun keadaannya nampak sangat gawat, namun wanita itu senantiasa menolak untuk rawat inap. Pemeriksaan laboratorium di dalam maupun di luar negeri menunjukkan bahwa wanita itu tidak menderita penyakit apapun, apalagi semua penyakit yang diakuinya. Namun, setiap kali dia datang, dia berprilaku seolah-olah orang yang sedang sekarat.

Suatu hari, dokter itu mencoba akal jailnya untuk menolong wanita itu dengan menyatakan bahwa ada satu jenis obat yang sanggup menolong wanita itu, namun harganya sangat mahal. Obat itu harus disuntikkan dan bereaksi dalam waktu setengah jam. Untuk membantu agar obat itu dapat bereaksi dengan baik, maka ibu itu harus banyak berbicara. Dengan bebicara, berarti memacu jantung, dengan memacu jantung, maka darah akan mengalir lebih cepat, bila darah mengalir lebih cepat, maka obat akan bereaksi lebih cepat dan merata.

Ibu itu dari keluarga kaya sehingga uang bukan masalah. Ia setuju untuk menjalani pengobatan dan mulai berbicara. Akhirnya ibu itu bercerita tentang suaminya yang memiliki seorang selir serta anak-anaknya yang sudah dewasa dan menikah. Dia merasa kesepian, dia merasa hidupnya tidak berarti lagi, dia merasa dilupakan, bahkan dia merasa dikhianati. Setelah bercerita selama 2 jam, ibu itu pulang dalam kondisi sehat walafiat, sambil memuji-muji betapa hebatnya obat yang dianjurkan oleh dokter tersebut. Keesokkannya, sebagai ungkapan rasa terima kasih, dia mengirim makanan untuk suster dan dokter yang telah merawatnya semalam. Anda mau tahu obat apa yang disuntikkan dokter itu? Air putih!

Sejak itu, ibu itu menjadi pelanggan dokter itu. Dia tahu jadwal dokter itu menjaga unit gawat darurat dan melakukan konfirmasi untuk memastikan bahwa dokter itu ada di tempat. Kemudian dia akan datang menumpang mobil ambulance dengan prilaku seperti orang sekarat. Setelah disuntik dengan obat dewa, dia akan mulai bercerita. Begitu selesai ceritanya, buuuzzz …, dia langsung sembuh.

Suatu hari ibu itu muncul dengan wajah berseri-seri lalu bersaksi bahwa dia telah disembuhkan oleh seorang pendeta dalam sebuah Kebaktian Penyembahan dan Penyembuhan Ilahi. Dia juga bersaksi, bahwa semua penyakitnya telah disembuhkan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus. Sayang, tujuan ibu itu untuk menjadikan dokternya Kristen tidak tercapai, karena dokternya adalah seorang Kristen.

Setelah memberitakan kesaksiannya, ibu itu tidak pernah muncul lagi di ruang gawat darurat. Nampaknya penyakitnya telah sembuh total oleh bilur-bilur Kristus seperti yang disaksikannya. Suatu malam, ibu itu kembali muncul di ruang gawat darurat. Dia menolak semua pemeriksaan dan meminta segera di suntik dengan obat dewa. Dengan alasan karena ibu itu sudah lama tidak datang, maka dokter perlu memeriksanya untuk menjamin agar obat itu dapat bekerja dengan baik, dokter itu memeriksa ibu itu. Setelah selesai memeriksanya, ibu itupun disuntik dengan obat dewa dan segera mulai berbicara, bercerita. Selain bercerita tentang suami, tentang anak-anaknya, sekarang dia juga bercerita tentang pendetanya dan teman-teman gerejanya. Semua orang-orang itu membuatnya kecewa, bahkan mengkhianatinya. Sekali lagi, anda ingin tahu obat dewa yang disuntikan dokter itu? Air Putih!

Adrenalin adalah hormon “ngacir atau ngamuk.” Ketika hormon adrenalin memenuhi darah, maka kita akan memilih untuk ngamuk, bertarung menunjukkan kehebatan atau ngacir menyelamatkan diri ketika merasa mustahil menang. Ketika adrenalin terpicu, baik ketika ngamuk maupun ngacir, maka kita melakukannya dengan kekuatan yang luar biasa, kekuatan diatas ambang batas ketika kita ada dalam keadaan normal. Setelah adrenalin terpicu, maka langkah selanjutnya akan memicu hormon “pemenang atau pecundang”.

Ketika ngamuk, maka hormon pemenang akan meningkatkan kekekuatan kita, ketika merasa menang, maka hormon dophamine dan endorphine akan terpicu, membuat kita merasa semakin hebat dan garang. Namun ketika kita ngacir namun terpojok dan kehilangan harapan dan tak berdaya, maka harmon pecundang akan muncul, sekali hormon pecundang muncul, maka kita akan kehilangan semua kemampuan normal kita.

Anda pernah menonton Film kungfu? Apa yang anda rasakan ketika melangkah keluar bioskop setelah menonton Film kungfu? Anda akan merasa nyaman dan sangat percaya diri, di luar kebiasaan normal. Bila memikirkannya setelah tiba di rumah, maka anda akan merasa heran sendiri ketika memikirkan apa yang anda rasakan ketika keluar dari bioskop. Itu hal yang wajar. Ketika menonton Film di bioskop, adrenalin terpicu, adegan sang jagoan mengalahkan musuh-musuhnya memicu hormon pemenang, ketika merasa menag bersama sang jagoan, hormon dophamine dan endorphine akan mengucur. Anda akan merasa nyaman, percaya diri, berani dan merasa mampu melakukan apa saja. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Apa yang memicu adrenalin di bioskop? Suara keras dan cahaya-cahaya dari Film yang ditonton, cerita film, penjiwaan dengan sang jagoan.

Dalam kebaktian di gereja GKI, GKJ, HKBP, reformed, Kalam Kudus dan gereja sejenis lainnya suara sound sistem diatur cukup agar dapat didengar dengan baik. Di gereja Pentakosta dan Kharismatik suara sound sistem diatur agar dapat memicu adrenalin, walau dalam ungkapan sehari-hari dikatakan untuk memicu semangat berbakti.

Ketika seorang yang biasa berbakti di gereja Kharismatik mengikuti kebaktian di gereja tradisional, adrenalinnya tidak terpicu sama sekali, itu sebabnya dia merasa tidak mendapat berkat atau istilah gaulnya garing. Yang terjadi sebenarnya adalah adrenalinnya tidak terpicu.

Ketika seorang GKI mengikuti kebaktian di Gereja Kharismatik, dia merasa tidak nyaman, dia merasa kurang santun kepada Tuhan, istilah gaulnya merasa kurang rohani. Yang terjadi sebenarnya adalah adrenalinnya terpicu.

Apa yang terjadi ketika adrenalin anda terus dipicu? Anda akan kehilangan kendali. Adrenalin ditambah hormon pemenang, hormon dophamine dan endorphin akan meningkatkan batas ambang sakit, membuat orang merasa nyaman, percaya diri, berani dan merasa mampu melakukan apa saja, bahkan memicu halusinasi.

Apa yang terjadi ketika adrenalin terus dipicu selanjutnya memicu diproduksinya hormon pecundang dan anda tidak mampu melarikan diri? Anda akan kehilangan kendali, bahkan berhalusinasi.

Bila anda memahami apa itu adrenalin, hormon pemenang dan pecundang, dophamine dan endorphine, maka tidak sulit bagi anda untuk memahami fenomena yang terjadi di dalam Kebaktian Kebangunan Rohani maupun kebaktian penyembahan dan penyembuhan ilahi. Apa yang saya jelaskan di atas adalah sebuah teori, karena belum ada penelitian secara ilmiah terhadap orang-orang yang mengikuti kebaktian kabangunan rohani dan kebaktian penyembahan dan penyembuhan ilahi. Penelitian yang ada baru dilakukan terhadap para atlit, sukarelawan di laboratorium dan para pecandu narkoba. Saya menarik kesimpulan bahwa hal itu juga terjadi di gereja, karena sama-sama menampakkan gejala yang sama.

Tindakan Iman nampaknya pertama kali dipopulerkan oleh Dale Carnegie, seorang motivator yang terkenal dengan bukunya, How to Win Friends and Influence People. Teori tindakan iman mengajarkan agar orang mengambil tindakan sebagai bukti imannya. Misal, bila mata anda min dan berdoa serta beriman Allah akan menyembuhkanmu, maka engkau melakukan tindakan iman, melepas kaca mata anda dan berprilaku seolah-olah anda sudah sembuh (bersaksi bahwa anda sudah sembuh).

Peroyeksi iman nampaknya pertama kali dipopulerkan oleh Dr. Paul Yonggi Cho melalui bukunya, Dimensi Keempat. Teori proyeksi iman mengajarkan, bahwa selain harus melakukan tindakan iman, bersaksi bahwa anda sudah memperoleh apa yang diimani, juga mengharuskan anda memproyeksikan sejelas mungkin (membayangkan) apa yang anda imani tersebut. Misal, bila anda berdoa untuk mendapatkan sebuah mobil, maka anda harus bersaksi bahwa anda sedang mengandung (hamil) mobil tersebut, juga anda harus memproyeksikan mobil seperti apa yang anda imani itu, merknya, tahun keluarannya, warnanya, interiornya, dll, dll.

Almarhum adik saya di masa-masa awal sakit LSE-nya adalah penganut teori tindakan iman dan proyeksi iman yang fanatik. Ia menolak ke dokter, menolak makan obat, bersaksi bahwa dia sudah sembuh dan berprilaku seolah-olah dia orang sehat. Ketika penyakitnya menjadi parah, dia sekarat dan pasrah dibawa ke rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, dia mengakui dosa karena memiliki iman yang lemah dan mulai lagi melakukan tindakan iman dan proyeksi iman. Selama sakitnya, enam kali dia menantang maut dan menang, pada kali ke tujuh, dia memahami bahwa waktunya sudah tiba, maka diapun pergi ke negeri di seberang langit biru. Walaupun sahabatku Josua mengira kematiannya meninggalkan akar pahit di hatiku, namun saya yakin sebaliknyalah yang terjadi. Kematiannya justru membuat saya benar-benar memahami arti kematian dan arti perpisahan karena kematian.

Ha ha ha … Josua sahabatku, aku benar-benar kangen almarhum adikku saat ini. Natal menjelang, sakitnya menjadi parah, namun dia bertahan dan menyembunyikannya, karena ingin mempersiapkan perayaan Natal yang indah di gerejanya. Natal berlalu, dia benar-benar parah, namun tetap menyembunyikannya karena tahun baru sudah menjemput. Tahun baru berlalu, penyakitnya semakin parah, namun dia terus bertahan karena tahun baru imlek sudah dekat. Di hari tahun baru Imlek, hari ulang tahunku menurut kalender Tionghua, ketika matahari muda menghangati bumi, dia pergi ke seberang langit biru.

Ha ha ha … Josua sahabatku, mungkin kamu benar ada akar pahit di hatiku. Sebab aku lupa, tanggal berapa dia meninggal, bahkan saat ini aku tak mampu mengingat tahun berapa dia meninggal. Namun aku tetap yakin, aku tidak menyesali kematiannya, aku hanya merasa kangen padanya. Kangen sekali!

Ha ha ha … mungkin di seberang langit biru, saat ini dia sedang tertawa sambil bersenda gurau dengan handai taulannya. Mungkin saat ini dia sedang bercerita, “Kakak sulungku seorang yang lucu …dia percaya mujizat.”

Advertisements

10 thoughts on “Aku Percaya Mujizat?

  1. Ko Hai,

    Hendak bertanya jika demikian yang sebenarnya terjadi. Maka dapat di simpulkan dari blog di atas adalah pada zaman ini sudah tidak ada mujizat yang terjadi?
    Mujizat hanya terjadi pada jaman Yesus dan ke 12 murid-Nya?

      • Dari pengalaman Ko Hai apakah pernah menemukan suatu kesaksian seseorang mengalami kesembuhan lalu dapat di pertanggung jawab kan dalam arti sembuh tanpa kumat ?

        Saya hanya pernah mendengar kesaksian dari si A dan si B, tetapi belum pernah menguji karena saya tidak kenal.

        Apabila ada kesembuhan melalui kebaktian rohani tapi hanya bersifat sementara, maka sedang terjadi penipuan kepada jemaat. Jadinya nipu pake nama Yesus, cape deh.

        .

  2. Apple, saya kenal seseorang yang sejak kecil sakit AYAN. Menurut ilmu kedokteran belum ada yang sembuh dari ayan.

    Bertahun-tahun orang tersebut berdoa agar disembuhkan. Bahkan berkali-kali pula dia melakukan apa yang disebut tindakan IMAN padahal itu adalah tindakan BODOH untuk mencobai Tuhan.

    Suatu kali orang itu SADAR bahwa dia berhak untuk berdoa minta sembuh dan BEBAS berharap untuk sembuh namun tidak BOLEH takabur menetapkan CARA yang harus dilakukan oleh Allah untuk menyembuhkannya.

    Sejak itu dia berhenti berdoa minta disembuhkan dari penyakit ayannya. Belasan tahun kemudian dia baru SADAR bahwa sudah belasan tahun ayannya NGGAK kumat lagi dan sampai hari ini penyakit ayannya tidak pernah KUMAT lagi.

    Anda sebut itu mujizat? Ilmu kedokteran bisa menjelaskan kenapa ayannya tidak KUMAT. Saya katakan bahwa TUBUH manusia itu AJAIB sejak pertama diciptakan. Itu sebabnya MUJIZAT bukan Allah MELANGGAR hukum-Nya namun Ciptaan Allah menggenapi KODRAT-nya.

  3. Apple, saya punya banyak cerita yang tokoh-tokohnya masih hidup dan setiap saat bisa diuji. Orang-orang sebut itu mujizat kami lebih suka menyebut itu AJAIB.

    Seorang lelaki muda. tertembak pahanya oleh temannya dengan senapan berburu di tengah hutan ketika mereka sedang berburu.

    Diperlukan 8 jam untuk mencapai desa terdekat. Dari desa itu diperlukan sekitar 8 jam lagi untuk mencapai kecamatan terdekat yang ada polikliniknya. Dari poliklinik itu diperlukan waktu sekitar 4 jam untuk mencapai sebuah rumah sakit di sebuah kabupaten.

    Dokter di poliklinik itu bilang harapannya tipis namun orang itu MASIH hidup walaupun nafasnya sangat lemah. Dia lalu menggores tubuh pasien itu dengan jarum suntik untuk menunjukkan apa maksudnya. Darah tidak KELUAR dari luka goresan itu. Namun orang itu masih hidup walaupun nafasnya sangat lemah dan hampir tidak terasa.

    Teman itu masih hidup sehat walafiat sampai hari ini. Ha ha ha ha ha ha ha ha … dia akan ngakak dan bilang KEBETULAN di rumah sakit kabupaten itu lagi ada Stok darah sejenis dengannya banyak dan ada DOKTER yang sabar sekali mengobatinya dan berdoa untuknya. Lebih lanjut dia akan bilang, untung nasibnya JELEK itu sebabnya panjang umur.

    Anda sebut itu MUJIZAT? Ilmu kedokteran bisa menjelaskan kenapa orang itu tidak MATI. Tubuhnya seolah MATI suri itu sebabnya darahnya nggak HABIS mengalir keluar dari lukanya oleh peluru senapan berburu. Saya dan teman itu bilang, tubuh itu AJAIB sejak pertama diciptakan.

    • Saya punya kakak perempuan meninggal 2 tahun yang lalu meninggal akibat kanker.

      Ajaib
      Sebelum terdeteksi dia tidak pernah mengeluhkan rasa sakit. Pada saat terdeteksi sudah stadium 4.
      Dalam waktu 3 bulan dia meninggal.

      Ajaib
      Sejak terdeteksi sampai pada hari dia meninggal, dia tidak mengeluh sekali pun.
      Malahan dia terlihat bahagia dan tersenyum walaupun dia tahu waktunya sudah tak lama.

      Dia meninggalkan seorang suami dan 2 anak laki laki umur 2 dan 4 tahun.

      Tidak tahu harus bersyukur atau kecewa..

  4. Apple, dalam dunia kedokteran ada nama AWAM ada nama pribadi untuk penyakit. contoh, nama awamnya adalah KANKER payudara. anda nama pribadinya? Ada 40 jenis lebih yang disebut oleh orang awam dengan KANKER PAYU DARA itu.

    Apple, menurut saya inilah hal-hal yang paling berpengaruh dalam hidup saya tentang kematian.

    1. Anjing sepupuh saya mati ketika dilelepin oleh sepupuh saya yang lain. Itulah kematian pertama yang saya pikirkan. Saat itu saya berumur 6 tahun.

    2. Adik kelas saya, seorang wanita, meninggal ditabrak mobil. Hal itu terjadi ketika saya kelas 4 SD.

    3. Nenek saya meninggal tahun 1991.

    4. Adik saya meninggal, sekitar 7 atau 8 tahun yang lalu. Saya selalu lupa tahunnya.

    Kematian kematian itulah yang memicu saya untuk merenungkannya dan ketika mengalaminya, mendapat hikmat darinya.

    Anda mau tahu pendapat saya tentang kakak perempuan anda? Menurut saya, dia adalah seorang perempuan yang berjiwa besar dan dia menikmati hidupnya. Mungkin banyak masalah yang dia hadapi namun dia dia menjalaninya dengan bahagia.

  5. mujizat itu ada, dan akan selalu ada. sebab mujizat itu merupakan perwujudnyataan dari eksistensi Allah. seperti halnya dlm berdoa kita sering meminta agar terjadi mujizat dlm hidup krn penyakit, masalah, keterpurukan, cinta dan lain sebagainya. nahh permasalahanya adalah manusia cenderung memaksakan kehendak kepda Tuhan. jd kita harus sadar dan pahami bahwa dlm meminta kpd Tuhan kita harus ingat bahwa semua itu harus seturut dengan kehendakNya. dan kita jg harus fiill in (tinggal didalam Dia). sebab Dialah yg empunya hidup dan mati kita. jd mujizat itupun harus seturut dengan kehendaNya. apa itu mujizat simple aja mujizat itu adalah segala sesuatu yg diluar kendali pikirn dan rasional manusia yg tdk dapat dijabarkan dengan logika dan intelektual manusia. tapi hanya iman yg mampu mengerti dan melihat suatu mujizat Allah.

    • daniel, mari kita bicara masalah MUJIZAT penyakit saja. Berapa banyak CERITA yang anda BACA dan DENGAR tentang mujizat KESEMBUHAN? Berapa banyak yang TELAH anda UJI alias TERUJI? Mujizat yang TIDAK TERUJI bukan mujizat SEJATI.

      ADa yang bilang. Bagi saya hidup adalah mujizat sebab BISA bernafa saja itu MUJIZAT. Kepada orang-orang demikian saya sering berkata, “ORANG yang kau sebut KAFIR pun bernafas, bahkan anjing SAYA pun bernafas. Lalu apa bedanya engkau dengan ANJING saya?”

      MUJIZAT? Sepakati dulu DEFINISINYA lalu UJILAH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s