BAPTIS Anak – Perintah Allah atau Penyesatan?


Baptis air merupakan hal yang sangat penting bagi orang Kristen karena sebelum naik ke surga Yesus Kristus memberikan amanat agung kepada para rasul, kepada seluruh umat Kristen sepanjang generasi agar memberitakan Injil sampai ke ujung-ujung bumi dan membaptis mereka yang percaya. Gereja Baptis mengajarkan,”Hanya orang percaya yang boleh dibaptis dan hanya orang yang mampu menunjukan bukti bahwa dirinya beriman yang boleh dibaptis.” Lebih lanjut diajarkan bahwa bayi dan anak-anak mustahil menunjukkan bukti bahwa dirinya beriman, itu sebabnya di dalam Alkitab tidak ada satu ayat pun yang membahas tentang baptis anak. Dewasa ini banyak umat Kristen bahkan denominasi yang menerima ajaran Gereja Baptis tersebut dan menolak pembaptisan bayi dan anak-anak. Apakah ajaran demikian memang ajaran sejati Alkitab atau justru bertentangan dengan Alkitab?

Baptis – Iman dan Meterai

Baptis adalah pernyataan iman dan tanda diterimanya seseorang dalam jemaat Kristus serta meterai perjanjian jaminan Allah akan pengampunan dosa.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Markus 16:16

Baptis adalah pernyataan iman seseorang bahwa dia adalah manusia berdosa; bahwa Yesus Kristus telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga, naik ke sorga pada hari ke 40 dan membaptis dengan Roh Kudus pada hari ke 50 dan Yesus sang PENGUASA dunia telah dihukum menggantikan dirinya.

Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. I Korintus 12:13

Baptis adalah tanda diterimanya seseorang menjadi jemaat suatu gereja sekaligus merupakan kiasan diterimanya orang itu menjadi jemaat gereja Kristus yang KUDUS dan AM (esa, Katolik).

Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus, I Petrus 3:21

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Roma 6:3-5

Baptis adalah meterai perjanjian jaminan Allah akan pengampunan dosa. Di dalam Markus 16:16 Yesus Kristus berjanji, “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Allah berjanji, bila orang yang dibaptis PERCAYA (Iman dan Hidup suci), maka Allah akan menganggap orang tersebut TELAH mati bersama Kristus menanggung dosa-dosanya dan dibangkitkan karena dosanya telah diampuni atau dibayar lunas.

Baptis tidak menjadikan orang yang dibaptis menjadi suci, air yang digunakan untuk baptis tidak memiliki kekuatan gaib untuk membilas dosa. Baptis tidak menyelamatkan, yang menyelamatkan adalah PERCAYA (Iman dan Hidup suci), orang yang dibaptis, itu berarti walaupun telah dibaptis namun bila orang tersebut TIDAK percaya (Iman dan Hidup suci), maka dia tidak akan selamat karena tidak mememuhi SYARAT yang ditentukan oleh Allah.

Baptis bukan sarana untuk MENGENANG atau MERASAKAN kematian, penguburan dan kebangkitan Yesus Kristus juga bukan KIASAN akan kematian, penguburan dan kebangkitan Kristus. Baptis bukan prasyarat untuk menerima baptisan Roh Kudus juga bukan prasyarat untuk dipenuhi Roh Kudus.

Sunat – Iman dan Meterai

Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela. Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.” Kejadian 17:1-2

Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu. Kejadian 17:7

Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka. Kejadian 17:8

Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun. Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu. Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu. Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal. Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.” Kejadian 17:9-14

Ketika Abraham berumur 90 tahun dan tidak punya anak, Allah membuat perjanjian dengannya. Allah akan menjadikannya bapa sejumlah bangsa dan memberikan tanah Kanaan kepada Abraham dan keturunannya juga akan menjadi Allah Abraham dan keturunannya dengan SYARAT: Hidup tidak bercela di Hadapan Allah dan BERIMAN. Sebagai TANDA atau METERAI perjanjiaan itu Allah memberikan hukum sunat, semua keturunannya disunat saat berumur 8 hari.

Walaupun semua keturunan Abraham disunat, namun tidak semua keturunannya menikmati KEGENAPAN janji Allah, hal itu terjadi karena mereka TIDAK beriman dan atau hidup TERCELA di hadapan Allah.

Bagi keturunan Abraham, sunat adalah pernyataan iman, sunat adalah tanda diterimanya dia menjadi anggota PERJANJIAN, sunat adalah tanda atau meterai perjanjian jaminan Allah untuk memberikan tanah Kanaan kepadanya dan menjadi Allahnya. Semua orang yang memenuhi SYARAT perjanjian akan merasakan kegenapan perjanjian namun yang tidak memenuhi syarat (tidak beriman, hidup tercela) akan dibuang.

Baptis Anak

Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kolose 2:11-12

Alkitab Perjanjian Baru mengajarkan bahwa meterai SUNAT sudah diganti dengan meterai BAPTIS. Dengan menjalani baptis maka orang Kristen tidak perlu lagi disunat.

Ketika Allah membuat perjanjian saat itu umur Abraham 90 tahun, Abraham PERCAYA (menerima perjanjian itu) maka dia menjalani sunat pada umur 90 tahun dan semua lelaki di rumahnya disunat tak peduli berapapun umurnya. Apabila Abraham tidak percaya MUSTAHIL dia mau disunat dan menyunat semua lelaki di rumahnya. Setelah sunat PERTAMA itu maka selanjutnya di rumah ABRAHAM tidak ada lagi orang dewasa yang disunat kecuali anggota keluarga baru (menantu atau budak) yang belum disunat ketika datang, hal itu terjadi karena semua anak-anak lelaki yang lahir di rumah Abraham dan keturunannya TELAH disunat ketika berumur 8 hari.

Antara siapakah perjanjian dibuat? Antara Allah dan Abraham serta semua keturunannya. Abraham menerima perjanjian itu karena dia PERCAYA, maka dia menunjukkan KEPERCAYAAN-nya itu dengan menjalani sunat pada umur 90 tahun. Ishak adalah anak Abraham sebagai anak Abraham dia adalah bagian dari PERJANJIAN itu. Dia disunat pada saat berumur 8 hari, saat itu dia MUSTAHIL mengerti PERJANJIAN itu dan mampu menunjukan bukti bahwa dirinya PERCAYA. Namun Ishak disunat, karena sunat itu maka dia masuk menjadi ANGGOTA perjanjian itu.

Jawab mereka: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.” Kisah Para Rasul 16:31

Pada saat berumur 17 tahun saya dipenuhi Roh Kudus, saat itu saya MENGINSYAFI bahwa saya adalah orang berdosa, saya juga MENGINSYAFI bahwa Yesus Kristus telah mati dan bangkit pada hari yang ketiga dan Yesus sang PENGUASA dunia telah dihukum menggantikan diri saya. Itulah saat Allah membuat perjanjian dengan saya dan dengan SEISI rumah saya. Karena menganggap diri terlalu muda maka saya menunggu untuk menandatangani PERJANJIAN itu hingga beberapa tahun kemudian. Saya dibaptis 4 atau 5 tahun kemudian.

Antara siapakah perjanjian dibuat? Antara Allah dan saya dan seluruh isi rumah saya dan seluruh keturunan saya. Seperti Abraham MENYUNAT Ishak pada saat berumur 8 hari, saya pun MEMBAPTIS Samuel Wisely anak saya pada saat dia masih bayi. MUNGKINKAH Allah yang MEMERINTAH Abraham menyunat anaknya pada saat berumur 8 hari MENGUTUK saya yang MEMBAPTIS anak saya ketika dia masih bayi dengan alasan pada saat itu anak saya MUSTAHIL percaya dan mampu menunjukan bukti bahwa dirinya PERCAYA? Samuel Wisely dibaptis saat masih bayi karena baptis itu maka dia masuk menjadi ANGGOTA perjanjian Allah dengan saya dan seisi rumah saya dan seluruh keturunan saya.

Di dalam Alkitab memang tidak ada satu ayat pun yang mencatat tentang baptis anak namun itu bukan berarti Allah tidak mengajarkan kepada kita tentang baptis anak. Kita hanya perlu menaklukkan akal budi kepada Roh Kudus, selanjutnya Dia akan membimbing akal budi kita untuk memahami ajaranNya.

4 thoughts on “BAPTIS Anak – Perintah Allah atau Penyesatan?

  1. yang ada adalah “penyerahan anak”oleh ortunya meski dimandiin sekalian ama pendetanya
    kalo udah gede dia tetap harus dibabtis lagi

  2. baptisan itu bisa difahami sebagai kiasan, lebih mengarah ke renovasi rohani. Tujuan semua itu adalah keselamatan jiwa, keselamatan rohani. Substansinya adalah keselamatan jiwa manusia sejak kejatuhan manusia kedalam dosa. Karena Tuhan yang mencipta, maka ya Tuhan saja yang paling tepat menentukan formula keselamatan itu. Mungkin, salah satu komponennya adalah baptisan.

    • @evsoemarsono, siapa yang membutuhkan BAPTIS? orang yang dibaptis. Namun sekarang orang yang MEMBAPTISLAH yang memerlukan tanda tersebut. Itu sebabnya yang tIDAK dibaptis dianggap bukan SEIMAN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s