Bubuk Kristal Dewa, Jalan Pintas Ke Neraka


Tingginya 172cm sedangkan beratnya 60kg, sebagai seorang lelaki tubuhnya tidak kekar dan wajahnya pun tidak tampan. Ketika berjalan langkah kakinya ringan namun mantap menapak bumi, tubuhnya tegak dengan dada sedikit busung dan perut rata, dia nampak langsing dan sehat namun tidak istimewa. Di mall baru itu dia melangkah sendirian, santai namun tidak malas, waspada tanpa prasangka, hal itu nampak dari bahunya yang rileks dan ayunan tangannya yang ringan. Wajahnya yang tidak tampan nampak berseri, bibirnya yang tipis terkatup damai pandangan matanya penuh percaya diri dan cerdas serta memancarkan perasaan bahagia dan puas. Dia melangkah lepas seolah orang paling bahagia di kolong langit ini. Walau beberapa kali dahinya kerkerut sedikit ketika berpapasan dengan orang, namun apa yang dia pikirkan hanya dia yang tahu sebab tidak nampak sama sekali pada mimik wajahnya. Di sungai telaga dunia persilatan dia dikenal dengan nama pendekar Kelana Sinting alias hai hai (dengan huruf kecil).

Tiba-tiba seorang wanita cantik dan sexi berusaha menabraknya, secara refleks kaki kirinya melangkah ke kanan ke belakang kaki kanannya sehingga tubuhnya otomatis memutar. Wanita itu kaget karena tubuh yang hendak ditabraknya tiba-tiba lenyap dari pandangannya, namun sebelum hilang rasa kagetnya, sebuah tangan telah melingkar di pinggangnya dan bulu kuduknya merinding karena hembusan nafas di telinganya dan sebuah bisikkan, “dandan yang cantik dan tunggu, aku pasti datang malam ini sehingga kita dapat merasakannya lagi. Tolong jangan bawa belati dan jangan menoleh, jalan terus!” Wanita itu mengangkat tangan kanannya dan dia tidak dapat menyembunyikan rasa kagetnya karena belati dalam genggaman tangan kanannya yang dihunjamkannya ke perut hai hai tadi telah lenyap. Dia menoleh dan melihat hai hai melangkah dengan pasti.

Dia merasa kesal namun tak berdaya, sekonyong-konyong kenangan memenuhi benaknya. Sambil terus melangkah dia menebar pandangannya memberi tanda kepada teman-teman seperguruannya untuk memberitahu mereka bahwa rencananya gagal dan dibatalkan. Walaupun merasa aneh namun teman-teman wanita itu terpaksa mengurungkan niatnya untuk menyerang hai hai sesuai kesepakatan. Perasaan aneh itu semakin bertambah ketika mereka melihat wanita cantik dan sexi itu melangkah dengan wajah tersipu-sipu namun ceria.

Walaupun memiliki nama besar namun hal itu tidak nampak sama sekali dari penampilan hai hai. Bila anda berpapasan dengannya di tempat parkir atau di mall atau di gedung-gedung tinggi perkantoran, paling-paling anda hanya menganggapnya seorang lelaki biasa yang bahagia tanpa pernah menduga bahwa dia adalah si Kelana Sinting yang menggegerkan keempat penjuru sungai telaga dunia persilatan. Anda tidak akan merasa terancam dengan kehadirannya juga tidak akan tergoda untuk mendzoliminya. Namun dialah hai hai (dengan huruf kecil) si pendekar Kelana Sinting yang menggegerkan keempat penjuru sungai telaga dengan sepak terjangnya yang luar biasa.

Walaupun dimusuhi oleh para pendekar aliran putih, namun tidak ada seorangpun yang dapat menyatakan apa kesesatannya. Dia dimusuhi oleh para pendekar lelaki karena cemburu akan keberuntungannya yang selalu disukai para wanita cantik. Dia juga dimusuhi oleh para pendekar wanita karena walaupun tak pernah menolak untuk berkencan namun dia tidak pernah mengikatkan diri sebagai kekasih apalagi suami. Ketika merayu dia adalah kekasih yang luar biasa romantisnya, ketika bercinta dia luarbiasa perkasanya, namun setelah semua berlalu dia melenggang pergi begitu saja dengan pesan akan datang lagi besok, besoknya adalah besok-besok yang entah kapan.

Di antara para pendekar aliran sesat dia dihormati sekaligus ditakuti. Dia dihormati karena sepak terjangnya mengalahkan para pendekar aliran putih dan kegemarannya bersenang-senang namun dia ditakuti karena ketika merasa terganggu dia akan menghajar siapa saja tanpa tedeng aling-aling. Walaupun matanya hanya dua, namun dia tidak pernah berhasil dibokong. Di manapun dan dalam kondisi apapun, bahkan ketika bercinta dia selalu waspada, semua serangan gelap dengan mudah dihalaunya seolah di sekujur tubuhnya ada telinga dan mata yang dapat melihat bahaya dari arah mana saja.

Namanya hai hai (dengan huruf kecil) artinya ketika berjumpa dengannya anda cukup menyapanya “hai” dan bila dia tidak membalas sapaan, maka anda dapat menyapanya sekali lagi “hai”. Dia dijuluki si Kelana Sinting karena kesukaannya berkelana dan prilakunya tidak terduga. Dalam bertarung jurus-jurusnya biasa saja, tidak ada yang istimewa, namun kekuatan di balik jurus-jurus itu sungguh luar biasa begitupun dengan daya tahannya. Selain memiliki otot kawat dia juga memiliki tulang besi dan nafas kura-kura yang tidak pernah merasa lelah dan yang paling istimewa, dia menikmati semua pertarungannya seolah-olah itu adalah pertarungan terakhirnya yang akan dijalaninya hingga mati lalu dikenangnya di alam baka. Dia tidak pernah merasa kuatir ketika terdesak juga tidak pernah merasa bangga ketika di atas angin, dia menikmati keduanya.

Sudah banyak wanita cantik dan sexi yang menolak cintanya, namun dia tidak pernah mundur apalagi putus asa. Dia akan tetap berdiri di bawah jendela melantunkan lagu-lagu kasmaran dan puisi-puisi cinta dan rayuan setinggi langit tanpa kenal lelah. Sebelum wanita itu menerima cintanya, dia akan terus melakukannya tanpa jedah baik untuk makan maupun tidur. Memang butuh waktu namun dia selalu berhasil meluluh lantakkan hati wanita manapun yang diinginya tak peduli itu istri orang. Setiap wanita yang pernah bercinta dengannya pasti mengakui keperkasaannya. Selain prilaku romantisnya, di antara para wanita yang dikencaninya beredar gosip bahwa dia memiliki bubuk kristal dewa. Setelah mencicipi bubuk kristal dewa itu, maka para wanita itu akan mengalami pengalaman yang mustahil dilupakan seumur hidupnya. Setiap wanita yang pernah menikmati bubuk kristal dewa dan bercinta dengannya mustahil melupakannya. Walaupun mulutnya menyatakan benci dan berjanji untuk membunuhnya, namun ketika bertemu dengannya umumnya mereka akan bertekuk lutut dan menyerahkan jiwa raganya kembali dengan harapan menikmati kencan luar biasa dengannya sambil mencicipi bubuk kristal dewa.

hai hai (dengan huruf kecil) tiba-tiba saja menghilang dari sungai telaga dunia persilatan. Walaupun para pendekar aliran putih dan aliran sesat bersatu padu melacaknya untuk bahu membahu menumpasnya, namun mereka tak pernah berhasil menemukannya. hai hai si Kelana Sinting seolah ditelan bumi atau moksa. Jejaknya tidak ditemukan apalagi kuburannya.

Suatu hari, di lereng gunung salak aku melihat dari kejauhan sebuah bangunan dengan atap seng merah, berdiri di atas sebuah bukit. Tiba-tiba saja hatiku bergolak, jangan-jangan itulah wisma kupu-kupu yang juga disebut pondok harapan yang penuh misteri itu. Tiba-tiba aku tertarik untuk mengunjunginya karena menurut hikayat, pendekar bo bengcu yang misterius beberapa kali menampakan diri di sana. Bila dapat menemuinya di sana, mungkin aku dapat bertanya kepadanya. Aku pun mengayunkan langkah, mengerahkan ilmu anjing menggonggong kafilah tetap berlalu sehingga dalam sekejap sudah berdiri di luar pintu dan mengetuk, bila ada yang mendengar suaraku maka aku akan masuk dan mendapatkannya lalu minta diajak makan bersama-sama dengan dia.

Sungguh luar biasa, di wisma kupu-kupu aku disambut dengan ramah. Aku baru tahu, wisma itu dikelola oleh tabib Ang Li keturunan pendekar Ang Cit Kong yang mashur itu. Tabib Ang Li pernah mengguncang sungai telaga dengan gelar Tabib Tanpa R. Gelar itu dia dapat karena dia tidak bisa mengucapkan huruf “R” dengan benar, itulah cara lawan mengajeknya karena tidak mampu menandingi ilmu tongkat pemukul anjing warisan leluhurnya serta ilmu pengobatannya yang luar biasa. Kami bersahabat baik, bahkan ilmu meringankan tubuh anjing menggonggong kafilah tetap berlalu yang kumiliki kupelajari darinya, itu salah satu bagian ilmu tongkat penggebuk anjing. Rupanya sejak mengundurkan diri dari sungai telaga Tabib Tanpa R mendirikan Wisma Kupu-kupu.

Hal kedua yang mengejutkanku di wisma kupu-kupu adalah bertemu hai hai (dengan huruf kecil) si Kelana Sinting, pendekar yang menggemparkan sungai telaga dunia persilatan. Tingginya tetap 172cm namun beratnya tinggal 48Kg dan ketika berjalan nampak jelas punggungnya bungkuk seolah memikul beban berat. Matanya cekung tanpa sinar bahkan ketika aku menceritakan lelucon, dia tidak tertawa sama sekali sementara yang lain ngakak tak tertahankan. Dengan penuh rasa gentar dia berkata, “Ceritanya lucu, namun maaf saya tidak bisa tertawa; Makanannya enak namun saya tidak menikmatinya; tidak ada lagi yang nikmat dan tidak ada lagi yang nyaman, tidak ada lagi eforia, bahkan untuk menyesal dan sedihpun saya tidak bisa, semuanya hanya garis lurus yang datar.”

Hal paling hebat yang kutemui di Wisma Kupu-kupu adalah bertemu dengan bo bengcu, seorang cianpwee (pendekar tua) yang sudah lama menghilang dari dunia persilatan. Apa yang kucari jawabannya selama 10 tahun ini terjawab tuntas olehnya. Misteri Bubuk Kristal Dewa dan rahasia racun Menghitung Hari. Di dunia persilatan beredar rumor tentang bubuk Kristal Dewa yang konon dapat membuat pemakainya hidup seperti dewa dan memiliki kesaktian seperti dewa. Racun Menghitung hari adalah racun yang tidak ada obatnya, itu sebabnya setiap orang yang terkena racun itu langsung menghitung sisa hari hidupnya di dunia ini.

Otak adalah pusat data informasi dan pusat kendali manusia. Di dalam otaklah semua proses pengolahan data dan informasi dilakukan dan disimpan. Otak juga merupakan pusat kendali atas tubuh di dalam otaklah disimpan berbagai standard prosedur operasi tubuh manusia. Sebagian standard prosedur operasi itu dilakukan secara sadar, sebagian besar lainnya berjalan secara otomatis (reflek).

Otak juga adalah pusat pengendali PERASAAN manusia. Ketika anda merasa senang dan bahagia itu karena otak anda melepaskan hormon Dopamine. Merasa segar, sehat dan waspada; merasa puas; merasa optimis; merasa puas pada pencapaian diri; merasa nikmat karena menguap dan ngolet; merasa bersemangat dan senang melakukan sesuatu; merasa kuat dan tidak lelah; birahi, semuanya itu disebabkan karena otak memproduksi hormon Dopamine. Namun untuk semuanya ada batasnya, tanpa batas manusia akan mati.

Perasaan birahi terjadi karena otak memproduksi dopamine, ketika birahi mencapai puncaknya, otak berhenti memproduksi Dopamine dan menggantikannya dengan serotonin. Percampuran antara dopamine dan serotonin dalam dosis yang tepat itulah yang disebut orgasme. Itulah sistem reward atau sistem balas jasa di dalam diri manusia. Setelah bekerja keras, tubuh merasa lelah, anda menguap dan merasa nikmat andapun lalu tidur. Anda terbangun lalu ngolet dan merasa nikmat, andapun siap untuk menjalani hari.

Secara naluri jumlah dopamine maksimal yang diproduksi oleh otak adalah 200 unit, itulah anugerah Da Yi (Yang Maha Esa) kepada manusia.

Bubuk Kristal Dewa di kalangan tabib dan ahli racun dikenal dengan nama Methamphetamine, pertama kali diracik oleh seorang tabib ahli racun dari Jepang pada tahun 1887. Kasiat bubuk itu nampak nyata dalam pibu besar II (perang dunia II). Para enghiong (pendekar) baik dari barat maupun timur sama-sama memakainya. Pada tahun 1960-an bubuk itu hanya digunakan secara diam-diam oleh anggota Kaypang di negeri Sam locianpwee (paman Sam). Pada tahun 1980-an para pendekar aliran hitam mulai memakainya secara diam-diam, namun memasuki tahun 1990-an para pendekar aliran putih juga memakainya. Tahun 2000-an hanya para pendekar sejati yang tidak tergoda untuk mencobanya.

Di negeri Sam Locianpwee bubuk itu disebut Methew, di negeri Pe Mo (Eropah, bule) disebut Tina, para samurai Jepang menyebutnya Shabu sedangkan para pendekar Thailand menyebutnya Yaba, di negeri Hek Mo (afrika, hitam) disebut Tik, di negeri Huan (Indonesia, bergolak) disebut Shabu, di sungai telaga kita disebut Bubuk Kristal Dewa. Penggunaannya sangat mudah, anda dapat mengunyah lalu menelannya atau menghirupnya atau menghirup asapnya bahkan yang paling dasyat adalah langsung menyuntikkannya ke urat nadi. Satu kali pakai, anda akan merasakan dampaknya selama 6 hingga 12 jam.

Seperti anak kecil di sekolah minggu, aku melongo mendengarkan penuturan cianpwee bo bengcu tentang bubuk Kristal Dewa. Cianpwee Bo bengcu menatapku mungkin dia merasa lucu melihat mimikku. Ada beberapa pertanyaan melintas di dalam otakku namun sebelum mengungkapkannya kembali cianpwee bo bengcu melanjutkan ceritanya.

Bubuk Kristal Dewa memang luar biasa! Pendekar kelana sinting hai hai (dengan huruf kecil semua) yang juga dikenal dengan julukan Pendekar Super Sakti membangun semua reputasinya dengan bubuk Kristal Dewa. Benar-benar bubuk dewa karena yang mengonsumsinya selain merasa seperti dewa juga memiliki kekuatan dan daya tahan seperti dewa.

Secara naluri jumlah dopamine maksimal yang diproduksi oleh otak adalah 200 unit, itulah anugerah Allah kepada manusia. Namun bubuk Kristal Dewa akan menipu otak untuk memproduksi dopamine hingga 1.200 unit. 6 kali kemampuan naluri manusia, 3,5 kali kehebatan bubuk dewi yang di negeri Sam Locianpwe yang disebut Cocaine.

Menikmati semua kenikmatan yang pernah dinikmati 6 kali lebih dasyat, itulah yang menyebabkan para enghiong dunia kang aow (sungai telaga) terpikat untuk terus mengonsumsinya dan menganggap enteng resikonya.

“Apa resiko bubuk Kristal Dewa?” Aku tidak mampu mengendalikan rasa ingin tahuku untuk bertanya. Cianpwee bo bengcu menatapku tersenyum. Dia menghela nafas panjang lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju taman, dia menatap langit sore yang cerah menatap puncak gunung Salak yang megah dia lalu menghampiriku dan mengangsurkan setangkai bunga mawar merah kepadaku. Aku menatapnya heran, sebagai seorang wanita tentu saja aku menyukai bunga apalagi mawar merah. Namun setangkai mawar merah yang diberikan tanpa alasan? Sungguh membangkitkan rasa penasaran, dengan hati ragu aku menerima bunga itu.

“Kerahkan seluruh tenaga dalammu ke dalam kelopak bunga mawar itu!” Dia memberi perintah, aku menuruti perintahnya. Aku mengerahkan tenaga dalamku ke kelopak bunga mawar itu sedikit demi sedikit dan semakin meningkatkan kekuatannya. Tiba-tiba kelopak bunga itu rontok berhamburan. “Tahu apa yang terjadi nona?” dia bertanya padaku. Aku memikirkannya sementara dia menghirup kopinya namun tidak menemukan jawabannya.

Kodrat! Setiap benda dan setiap makluk diciptakan oleh Da Yi (Yang Maha Esa) dengan kodratnya masing-masing. Kodrat adalah tujuan ketika diciptakan. Selama ini manusia menyangka bahwa dosa adalah ketika melanggar hukum negara, norma dunia sungai telaga, dosa adalah ketika melanggar Sepuluh Hukum Da Yi. Kedua hal itu benar, namun belum lengkap. Dosa adalah ketika makluk hidup melanggar kodratnya. Ketika malaikat melanggar kodratnya sebagai malaikat, dia disebut berdosa. Ketika manusia melanggar kodratnya sebagai manusia, dia disebut berdosa.

Ketika engkau menyalurkan tanaga dalammu ke dalam kelopak bunga, tenaga dalammu tidak berpengaruh apa-apa, namun ketika tenaga dalammu semakin meningkat maka kodrat bunga itu mulai terpengaruh. Bunga itu lalu rontok berhamburan ketika Kodratnya dilanggar, kekuatan tenaga dalammu melampaui kodrat kekuatan bunga itu. Bunga adalah tanaman, tidak bisa bergerak, tidak bisa berpikir, ketika tangkai bunga dipetik, maka tangkai bunga itu adalah makluk yang telah mati, hanya benda. Dia hancur ketika kodratnya dilampaui.

Manusia adalah makluk paling mulia di dunia, Otak adalah pusat kehidupan manusia, pusat kendali manusia. Kodrat manusia adalah menikmati 200 unit dopamine. Cara kerja bubuk Kristal Dewa adalah menipu otak untuk terus memproduksi dopamine walaupun jumlah maksimalnya telah terlampaui. Otak tahu hal itu tidak wajar, otak tahu hal itu berbahaya bagi tubuh, otak tahu hal itu berbahaya bagi psikologi dan kejiwaan, otak tahu dia ditipu, otak tahu dia tidak mampu berhenti memproduksi dopamine, namun otak jelas tahu bahwa dopamine yang berlebihan akan membawa kematian.

Demi mempertahankan kehidupan, otak lalu memerintahkan sel otak yang berfungsi sebagai kurir (transporter) sinyal dan dopamine ke seluruh tubuh untuk BUNUH DIRI. Walaupun jumlah dopamine yang diproduksi BERLEBIH namun yang tersalurkan tetap TERBATASI karena kurir pembawanya terbatas. Itulah hal yang menimbulkan kecanduan bubuk Kristal Dewa.

Pertama, orang yang memakainya berusaha untuk menggapai kenikmatan yang pernah diraihnya, misal 1.200 unit dopamine, namun otak sudah tahu cara mengatasinya, dan otak sudah melakukannya, memerintahkan sel otak yang berfungsi sebagai KURIR (transporter) bunuh diri. Sekali SEL otak mati, maka tidak pernah tergantikan lagi.

Kedua, hal yang menyebabkan kecanduan bubuk Kristal Dewa adalah ketika tanpa pengaruh bubuk Kristal Dewa tubuh KEKURANGAN dopamine karena KURIR telah mati sebagian.

Aku memandang cianpwe bo bengcu terlongong-longong, semua yang dijelaskannya sungguh luar biasa mengejutkan. Ia menatapku sambil tersenyum lalu berkata, “Bila berjodoh kita akan berjumpa lagi, saat ini saya harus pergi untuk bersosialisasi.” Ia tertawa lepas lalu meneguk kopi pahitnya dengan nikmat, setelah menjura padaku diapun berkelebat pergi. Langkahnya yang santai dan rambutnya yang panjang riap-riap tertiup angin menimbulkan suasana mistis di senja itu. Dalam sekejap dia hilang dari pandanganku.

Advertisements

7 thoughts on “Bubuk Kristal Dewa, Jalan Pintas Ke Neraka

  1. Ulasan dan penjabaran sangat komplit … faktanya sedang saya alami (pecandu bubuk dewa) .. bahkan terlalu nikmat saya baca cerita ini ( Drugs didalam tubuh ).. kiranya Om hai hai ada cerita kesembuhan atau menghindar dr godaan bubuk dewa.. maksyd hati ingin berhenti tp tak pernah terwujud sesuai ulasan dr Om hai hai… salam orang Merdeka.. ^.^

      • Luar biasa Om.. setiap cerita tertulis dan terbaca sebagai pengalaman hai hai ( adidas, i love my self, org bebal ) 3 bcaan ini akan saya pahami..maknai dalam proses stop using drugs..
        Salam
        Org Merdeka

        • “Say No to Drag” adalah sebuah PELATIHAN. Itu bukan PELAJARAN. Sebagai PELAJARAN anda baca kalimat itu dan NGERTI maknanya. SELESAI. Namun sebagai PELATIHAN, anda harus MELATIHNYA setiap hari pagi siang dan sore. Bagaimana caranya?

          BERDIRI. bayangkan temanmu mengajakmu untuk ngedrag dan anda katakan, “NO! No Drag!” Bayangkan, kamu pengen pake, katakan kepada dirimu, “NO! No drag!” Coba pelatihan untuk situasi yang lain, misalnya, tiba-tiba kamu ketemu teman dan dia lagi ON, katakan, “No! No drag!” Lalu menjaulah dari temanmu itu.

          Kalau anda BERLATIH melakukan hal demikian, berulang ulang, latihan itu akan menjadi REFLEK. Dengan demikian, ketika SARA NIKMAT itu muncul atau ada orang lain ngajak, anda katakan, “NO! No drag!”

          • Makasih Om hai hai.. saya mulai berlatih saat ini juga… langkah kecil hari ini
            Saya hapus semua kontak utk mendapatkan narkoba..
            Say no to Drug ( latihan menolak narkoba) mungkin lebi tepat sperti hai hai utarakan.. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s