Menghakimi Dengan Adil Adalah Perintah Yesus


Jangan menghakimi! Orang yang menghakimi adalah orang yang tidak mengasihi. Orang Kristen hanya boleh mendoakan karena hanya Allah yang boleh menghakimi. Pengkotbah tidak boleh menghakimi sesama pengkotbah. Jemaat tidak boleh menghakimi sesama jemaat apalagi menghakimi pengkotbahnya. Bila orang Kristen saling menghakimi, maka gereja akan terpecah-belah karena saling menghakimi adalah cara Iblis memecah-belah tubuh Kristus. Itulah yang dipahami oleh sebagian orang Kristen. Apakah pemahaman demikian benar?

Hakim adalah orang yang memimpin sidang di pengadilan. Tugasnya menjamin agar sidang pengadilan berlangsung dengan benar dan adil. Hakim dalam pertandingan olahraga disebut wasit. Tugasnya menjamin agar pertandingan berjalan sesuai aturan permainan. Sesungguhnya, setiap orang yang menghakimi adalah hakim.

Menghakimi berarti membandingkan sesuatu dengan standard tertentu. Hasil dari penghakiman adalah sebuah kesimpulan, bahwa sesuatu itu memenuhi standard atau di luar standard. Dalam kehidupan sehari-hari penghakiman itu akan berakhir pada membenarkan atau menyalahkan.

Ketika membenarkan kita memberi hadiah saat menyalahkan kita menghukum. Pujian adalah hadiah yang paling mudah dan murah sementara celaan adalah hukuman yang paling mudah dan murah. Karena mudah dan murah itu sebabnya kita memuji dan mencela secara berlimpah. Memuji tanpa alasan yang tepat namanya pujian kosong. Mencela tanpa alasan yang tepat namanya memaki. Pada hakekatnya, pujian kosong dan makian adalah fitnah karena meyatakan orang lain tidak sesuai dengan kenyataannya. Pujian kosong diucapkan untuk menjilat. Memaki dilakukan untuk menghujat. Menjilat dan menghujat sama buruknya karena keduanya adalah hasil dari penghakiman yang tidak adil atau sewenang-wenang. Keduanya hanya dilakukan oleh siaujin artinya orang yang berjiwa kerdil. Hanya siaujin pula yang menyukai pujian kosong.

Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Lukas 17:3

tetapi janganlah anggap dia sebagai musuh, tetapi tegorlah dia sebagai seorang saudara. 2 Tesalonika 3:15

Janganlah engkau keras terhadap orang yang tua, melainkan tegorlah dia sebagai bapa. Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian. 1 Timotius 5:1-2

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Timotius 4:2

Kesaksian itu benar. Karena itu tegorlah mereka dengan tegas supaya mereka menjadi sehat dalam iman, dan tidak lagi mengindahkan dongeng-dongeng Yahudi dan hukum-hukum manusia yang berpaling dari kebenaran. Titus 1:13-14

Mencela dengan benar namun tidak menunjukkan kesalahannya dengan gamblang dan mengajarkan hal yang benar namanya marah. Marah berarti tidak mampu mengendalikan perasaan. Kemarahan yang berlarut-larut akan memicu kebencian. Kebencian akan membangkitkan dendam. Dendam akan menuntut kita melakukan pembalasan.  Pembalasan dilakukan dengan menyakiti. Menyakiti dapat dilakukan dengan melukai tubuh yang bila berlebih akan mengakibatkan kematian. Menyakiti dapat pula dilakukan melukai harga diri dan reputasi. Marah tidak menyelesaikan masalah namun menambah masalah baru pada masalah yang ada. Menyelesaikan masalah dengan kemarahan berarti menyelesaikan masalah dengan masalah. Itu sebabnya Alkitab sama sekali tidak pernah mengajarkan untuk mencela kesalahan orang lain dengan kemarahan.

Mencela dengan benar sambil menunjukkan kesalahannya dengan gamblang dan mengajarkan hal yang benar namanya menegor. Gereja harus menegor jemaatnya yang bersalah. Gereja harus menegor pekerjanya yang bersalah. Gereja harus menegor gereja lain yang bersalah. Gembala harus menegor jemaatnya yang bersalah. Gembala harus menegor sesama gembala yang bersalah. Gembala harus menegor gereja yang bersalah. Pengkotbah harus menegor Jemaat yang bersalah. Pengkotbah harus menegor pengkotbah lain yang bersalah. Pengkotbah harus menegor gembala yang bersalah. Pengkotbah harus menegor gereja yang bersalah. Jemaat harus menegor gereja yang bersalah. Jemaat harus menegor gembala yang bersalah. Jemaat harus menegor gembala yang bersalah. Jemaat harus menegor pengkotbah yang bersalah. Jemaat harus menegor sesama jemaat yang bersalah. Mengabaikan tegoran dengan kata-kata mengakibatkan tegoran dengan pengucilan. Mengabaikan tegoran halus akan memicu tegoran keras. Mengabaikan tegoran keras akan memicu pengucilan. Mengabaikan pengucilan akan memicu pengusiran. Mencela dengan kemarahan namanya melampiaskan perasaan. Mencela dengan tegoran namanya menegakkan keadilan dan kebenaran.

Karena mengasihi Allah, mustahil kita tidak mengasihi diri sendiri. Karena mengasihi diri sendiri, mustahil kita tidak mengasihi sesama anak-anak Allah. Karena mengasihi sesama anak-anak Allah, mustahil kita membiarkan mereka hidup dengan pemahaman Alkitab yang salah. Karena mengasihi sesama anak-anak Allah mustahil kita membiarkan mereka mengajarkan ajaran sesat tanpa menegornya. Karena mengasihi sesama anak-anak Allah mustahil kita membiarkan mereka melanggar ajaran Alkitab tanpa menegornya. Orang Kristen hidup saling memuji dan meneladani namun orang Kristen juga hidup saling menegor dan mengajar. Itulah cara kita saling mengasihi.

Memuji dengan pujian kosong namanya menjilat. Menjilat tanda kelicikan. Mencela tanpa alasan benar namanya menghujat. Menghujat tanda kedengkian hati. Mencela dengan alasan benar tanpa menunjukkan kesalahannya dengan gamblang dan mengajarkan hal yang benar namanya marah. Marah tanda tak berdaya. Mencela dengan alasan benar sambil menunjukkan kesalahannya dengan gamblang dan mengajarkan hal yang benar namanya menegor. Menegor tanda kasih dengan menegakkan keadilan dan kebenaran.

Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Matius 24:24

Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. 2 Petrus 2:1

Karena kita adalah anak-anak Allah mustahil membiarkan nabi-nabi palsu mengagul-agulkan sulap sebagai mujizat dan membiarkan guru-guru palsu menceritakan dongeng-dongeng isapan jempol sebagai kebenaran Alkitab serta membiarkan para pencari pujian membual semau-maunya dengan menyaksikan kisah-kisah omong kosong sebagai pengalaman ajaib yang mereka alami. Karena kita adalah anak-anak Allah mustahil membiarkan sesama anak Allah tertipu oleh para pencuri kebajikan tersebut. Karena kita adalah anak-anak Allah, mustahil tidak mengajarkan ajaran Alkitab yang benar. Karena kita adalah anak-anak Allah, mustahil tidak menegakkan keadilan dan kebenaran bukan?  Karena kita adalah anak-anak Allah, mustahil tidak hidup dalam keadilan dan kebenaran bukan?

Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul. Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama. Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat? Mereka yang berada di luar jemaat akan dihakimi Allah. Usirlah orang yang melakukan kejahatan dari tengah-tengah kamu. 1 Korintus 5:9-13

Manusia hanya bisa menghakimi sesama manusia. Mustahil bagi manusia untuk menghakimi binatang. Ketika seekor anjing menggigit manusia, mustahil kita menghakiminya dengan benar dan adil. Mustahil bagi manusia untuk memahami sepenuhnya alasan anjing itu menggigit manusia. Cara manusia hidup berbeda dengan anjing. Standard kebenaran dan keadilan manusia berbeda dengan anjing. Karena cara dan standardnya berbeda itu sebabnya manusia mustahil mampu menghakimi ajing dengan benar dan adil.

Orang Kristen hanya bisa menghakimi orang Kristen dengan Alkitab sebagai standard kebenaran. Mustahil menghakimi orang non Kristen dengan Alkitab sebagai standard kebenaran karena mereka sama sekali tidak mengakui Alkitab sebagai standard kebenaran. Mustahil menghakimi tatah ibadah dan ajaran agama lain dengan Alkitab sebagai standard kebenaran karena mereka sama sekali tidak mengakui Alkitab sebagai standard kebenaran. Itu sebabnya rasul Paulus mengajarkan agar orang Kristen tidak menghakimi orang-orang di luar jemaat.

Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” Yohanes 7:24

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Matius 7:1-2

Manusia diciptakan dengan kodrat menghakimi. Naluri menghakimi (shi) terdiri dari kesadaran akan keadilan dan kebenaran (yi) dan kebijaksanaan atau kemampuan untuk membedakan dan memilih (zhi). Naluri menghakimi adalah anugerah Tuhan kepada manusia, adalah mandat Tuhan kepada manusia. Itu sebabnya kita harus menghakimi dengan adil.

Tuhan menuntut penghakiman yang adil. Menghakimi dengan adil berarti tidak menghakimi berdasarkan apa yang nampak atau prasangka. Menghakimi dengan adil berarti membandingkan sesuatu dengan standard yang memiliki otoritas. Sebagai orang Kristen kita mengakui Alkitab sebagai standard kebenaran, itu sebabnya ketika menghakimi seseorang kita menggunakan Alkitab sebagai standard kebenaran. Ketika membenarkan, kita harus membenarkan dengan adil. Ketika menyalahkan kita harus menyalahkan dengan adil. Ketika memuji kita harus memuji dengan adil. Ketika mengecam kita harus mengecam dengan adil. Jangan menghakimi bila tidak siap untuk dihakimi. Jangan menghakimi bila tidak mampu menghakimi dengan adil.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. 2 Timotius 4:2

Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, 1 Petrus 3:15

ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa. Yakobus 5:20

Sebelum seorang nabi mengganti penguasa di bawah langit ini, ia harus mengetahui pasti apa yang menyebabkan kekacauan dan bagaimana mengatasinya. Tanpa mengetahui pasti apa yang menyebabkan kekacauan, mustahil bisa mengatasinya. Seumpama seorang tabib akan mengobati pasiennya dengan benar bila ia tahu apa penyakitnya. Bagaimana bisa mengobati dengan benar bila tidak tahu apa penyakitnya? Kekacauan tidak muncul dengan sendirinya. Dengan mengetahui pasti apa penyebabnya, akan dapat mengatasinya, tanpa mengetahui pasti apa penyebabnya, mustahil dapat mengatasinya. Seorang nabi yang hendak mengganti penguasa, tidak boleh tidak meneliti apa yang menyebabkan kekacauan. Mozi – Jianai  shang 1

Advertisements

14 thoughts on “Menghakimi Dengan Adil Adalah Perintah Yesus

  1. pak hai, tapi di yakobus ada tertulis:
    Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia.
    Yakobus 4:12

    Bisa jelaskan pendapat bapak dalam mengartikan ayat ini?

    • Irwanda, ada yang menghakimi berdasarkan diri-Nya sendiri. Ada yang menghakimi berdasarkan HUKUM yang diberikan kepadanya. Tuhan alias YHWH menghakimi atas diri-Nya sendiri sementara kita, orang Kristen menghakimi berdasarkan HUKUM yang ada di dalam Alkitab. Dalam kondisi demikian, manusia tidak MENGHAKIMI namun MENEGAKKAN hukum.

      • maksudnya katakan salah kalo memang salah, katakan benar kalo benar yah pak?

        saya gk ngerti pernyataan bapak:
        manusia tidak MENGHAKIMI namun MENEGAKKAN hukum.
        mohon penjelasannya pak hai.

  2. Irwanda, ini berbicara tentang KUASA. atas dasar apa kita MEMVONIS ini benar dan itu salah? Bardasarkan NORMA yang ada. Atas dasar apa kita MENGHUKUM orang yang salah dan orang yang benar? Atas dasar KUASA yang diberikan kepada kita.

    Itu sebabnya ketika berbicara tentang ajaran Gereja, Kita hanya bisa bilang ini SESAT dan ini BENAR dengan Alkitab sebagai STANDARD kebenaran.

    Namun kita tidak BERKUASA sama sekali untuk MEMVONIS dia akan masuk sorga dan dia akan masuk neraka. Kita juga tidak berkuasa MEMVONIS dia memiliki rRoh Kudus dan dia Tidak punya Roh Kudus.

    WEWENANG yang dimiliki oleh murid-murid Yesus adalah menggunakan Alkitab sebagai standard kebenaran lalu MENGHAKIMI ini ajaran PALSU dan ini AJARAN Alkitab sejati. Guru yang mengajarkan ajaran SESAT namanya GURU palsu.

    wewenang kita hanya sampai di situ. Itulah yagn saya sebut MENEGAKKAN hukum, bukan MENGHAKIMI alias menjadi HAKIM agung yang menetapkan ini mati dan itu hidup.

  3. Pak Hai.. pesan untuk anda.. Nanti suatu saat jika bapak sudah di level mengenal kasih Kristus yang dasyat itu, maka bapak tidak akan pernah memikirkan PENGHAKIMAN, PENEGAKAN HUKUM, STANDARD ALKITAB, dll . Karena nubuat akan berakhir, pengetahuan akan berakhir dan bahkan bahasa rohpun akan berakhir.. Hanya KASIH yang akan tinggal tetap. Tuhan Yesus memberkati.

    • @roger sitompul, kalau suatu SAAT nanti anda sudah DILEVEL memahami Alkitab maka anda tidak akan BERANI lagi untuk SEMBARANGAN pentang BACOT atas nama Alkitab. kisanak, BELAJAR itu yang membuat seseorang berpengetahuan. BERLAGAK hanya menjadikan anda PEMBUAL. Ha ha ha ha ha …. TIDAK ada satu ayat Alkitab pun yang MENGAJARKAN bahwa “PENGETAHUAN akan BERAKHIR,” TOLOL!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s