Hari ini ulang tahunku yang ke 22


Hari ini, 13 Februari 2007 adalah ulang tahunku yang ke 22, aku merayakannya apa adanya, mentraktir Nita, Rizal, Husein, Rama dan Thomy (kelimanya bukan nama sebenarnya) makan di kantin.

Aku pernah membayangkan, pada hari ini akan mengajak Lina (bukan nama sebenarnya) jalan-jalan. Pulangnya dia akan meberiku hadiah ulang tahun, cintanya, hatinya, mudah-mudahan sebuah kecupan. Namun semuanya hanya bayang-bayang.

Aku merasa, cintaku pada Lina seperti angin sepoi-sepoi basah, terkadang ia bahkan tidak terasa. Seperti aku tidak merasakan angin sepoi basah kalah sibuk. Seharunya aku jujur, Lina bukanlah gadis impianku yang akan mendampingiku hingga tua. Aku selalu bermimpi tentang seorang gadis sesexi Sandra (bukan nama sebenarnya), kulitnya sehalus kulit Sandra (bukan nama sebenarnya) namun hidungnya semancung Christin Hakim seanggun Widyawati. Namun, aku rindu pada pertemuan pertamaku dengannya, aku kan merasa seperti Adam merasa lalu berkata, “Nah, inilah dia tulang dari tulangku, daging dari dagingku, darah dari darahku, ia akan disebut istriku karena dia yang melahirkan anak-anakku.”

Walter Trobisch bilang, Cinta dapat dipelajari dan salah satu yang harus dilakukan dalam rangka belajar mencintai adalah menghancurkan bayangan ideal seorang kekasih dari benak kita. Tentu saja aku tidak percaya ucapan si tua itu. Menurutku bila menikah dengan gadis yang tidak sesuai idealku, maka bila suatu hari nanti menemukan gadis itu, aku akan menghadapi masalah, aku akan selingkuh.

Sampai saat ini aku tetap bigung, terkadang ada keinginan untuk berdoa sungguh-sungguh dan membuang undi. Bukankah para Rasul Kristus juga membuang undi untuk memilih Matias? Apa salahnya aku membuang undi memilih kekasih? Memilih kekasih dengan membuang undi? Amit-amit! Nti aja kalau mau pilih istri.

Aku mengirim tiga helai kartu valentine. Satu untuk Lina (bukan nama sebenarnya), satu untuk Sandra (bukan nama sebenarnya) dan satu lagi untuk Dewi (bukan nama sebenarnya), setelah aku mencoret Nita (bukan nama sebenarnya), Fifi (bukan nama sebenarnya), Lili (bukan nama sebenarnya) dan Lilan (bukan nama sebenarnya). Aku menuliskan puisi

butiran embun
bercanda di hati mawar rekah
ranting-ranting rindu
menggelepar resah
senandungkan tanya
dada luka
putih tulang rusuk
merah darah perjaka

Aku tidak tahu bagaimana Lina (bukan nama sebenarnya), Sandra (bukan nama sebenarnya) dan Dewi (bukan nama sebenarnya) menafsirkan kartu bergambar mawar merah berembun dan puisi itu. Aku sendiri akan kebingungan bila disuruh menafsirkannya. Yang jelas aku menulisnya sebagai ungkapan rindu dan ragu-ragu akan seorang kekasih

Nita (bukan nama sebenarnya), setelah berpacaran dengan Tony (bukan nama sebenarnya), ia menjadi lebih menarik. Lebih ceriah wajahnya. Dan satu hal lagi, ia belajar untuk lebih dewasa (?). Rasanya aku berdosa punya perasaan ini, Nita (bukan nama sebenarnya) tidak akan langgeng berhubungan dengan Tony (bukan nama sebenarnya). Peduli setan! Tuhan saja tidak peduli, kenapa aku harus yang ancang-ancang?

Kepada Nita (bukan nama sebenarnya) dan Husein (bukan nama sebenarnya) aku ceritakan visi dan misiku bagi PDFE (Pesekutuan doa Fakultas Ekonomi). Pemuridan dan PI Pribadi, strategi multiplikasi. Aku juga cerita tentang adanya perbedaan visi dan misi dengan Rizal (bukan nama sebenarnya). Menurutku Rizal (bukan nama sebenarnya) terlalu sombong, menganggap diri paling benar dan hebat hanya karena bisa bahasa roh dan katanya bisa dengar suara Tuhan. Waktu kemping dia ngacir waktu diminta berdoa tuk brentiin ujan. Lucu juga sih. Temen-temen bilang aku goblok mau aja ditantang berdoa. Tapi ujannya brenti tuh. Bocengli! Bersaksi hujan berhenti karena mereka lalu ramai-ramai berdoa dalam roh setelah tahu aku mau aja dipermalukan berdoa menghentikan hujan. Bingung!
Waktu berdoa yakin Tuhan mampu tapi nggak yakin Tuhan mau.

Kesukaranku adalah pengetahuanku tentang Roh Kudus yang kurang sekali. Andai saja Tuhan mau bukakan semuanya bagiku, semuanya tidak akan menjadi masalah.

Aku bingung! Aku sudah berdiri minta didoakan untuk dipenuhi roh Kudus, tetapi karunia-karunia Roh Kudus yang supranatural tak jua kuperoleh. Glosolali, kuasa menyembuhkan dan sebagainya. Aku berdoa untuk tanganku yang keseleo, hasilnya aku frustasi. Sungguh bingung! Dan jengkel pada diri sendiri. Satu hal lagi, perlukah aku mengundurkan diri dari Tae Kwon Do??

Ah …! Kalau saja aku dapat berkomunikasi dengan Tuhan secara langsung. Artinya aku dapat mendengar suara Tuhan dengan jelas. Semuanya akan menjadi mudah.

Betapa sesungguhnya aku tidak mampu dan tidak layak mimpin PDFE. Betapa takutnya aku akan gagal dan mengecewakan Tuhan.

Segala kuasa baik di bumi dan di surga telah diberikan kepadaKu karena itu pergilah …. Dan ketahuilah aku menyertai engkau sampai akhir jaman.

Itu perintah Agung yang kudapat, namun di mana kuasanya? Aku bahkan tidak tahu sama sekali tentang Alkitab. Pergi saja dan Tuhan akan menyertai, itu firman Tuhan, tapi bagaimana caranya aku harus pergi?

NB.
Tulisan ini adalah catatan buku Diaryku, di situ tertulis 13 Februari 1985. Semua nama telah diganti kecuali Christin Hakim, Widyawati dan Walter Trobisch. Bila ada kesamaan nama, tolong dimaafkan sebesar-besarnya.

Advertisements

2 thoughts on “Hari ini ulang tahunku yang ke 22

  1. Membaca kenangan pergumulan ko Hai saat memimpin PDFE 26thn lalu.. rasanya seperti membaca paragraf paling romantis dari sebuah novel 🙂 Senang bisa lebih mengenal ko Hai lewat kisah indah ini. GLU ko

    • @Putraisa, saya menjalani hidup saya. Ada yang indah ada yang mengenaskan. Ada yang penuh kemenangan ada yang kalah mengenaskan. Namun semuanya itu saya jalani. Dan saya tidak menyesali semuanya. Semuanya sudah berlalu. Hanya bisa dikenang dan hanya bisa diambil hikmahnya dan diceritakan kepada yang muda-muda untuk diambil hikmatnya pula. Hari ini adalah akumulasi kemarin kemarin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s