Musa Adalah Elohim


Suatu hari, Bengcu pergi ke rumah duka melayat ayah salah satu teman Tionghuanya yang meninggal. Di sana dia bertemu dengan Ikan, adik temannya yang telah memeluk agama Kristen. Ketika upacara perkabungan menurut tradisi Tionghua sedang berlangsung, Ikan ngobrol dengan teman-teman sesama Kristennya. Mungkin karena rasa duka yang tak tertanggungkan, maka Ikan tidak mampu mengendalikan kesusilaannya. Dia lalu berkata kepada teman-teman Kristennya, betapa sia-sia dan tidak masuk akalnya upacara perkabungan yang dilakukan oleh keluarganya. Baginya itu adalah penyembahan arwah orang mati. Terjadilah diskusi antara Ikan dan teman-teman Kristennya, yang menurut Bengcu melanggar kesusilaan. Tiba-tiba naluri jail Bengcu bangkit, dia lalu menyatakan, bahwa Ikan dan teman-teman Kristennya juga menyembah arwah orang mati. Berikut ini adalah tanya jawab antara keduanya.

Bengcu: Anda orang Kristen? Sudah lahir baru? Membaca Alkitab setiap hari? Menyembah Allah Trinitas, Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus?

Ikan: Saya orang Kristen, sudah lahir baru, membaca Alkitab setiap hari dan menyembah Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus, Ketiganya Yang Esa. Bagaimana dengan anda sendiri?

Bengcu: Ha ha ha …, Saya yang mulai bertanya, anda harus menjawabnya. Anda menyembah Elohim?

Ikan: Benar, saya menyembah Elohim, apa maksud anda?

Bengcu: Anda yakin menyembah Elohim sebagai Tuhan?

Ikan: Benar, saya menyembah Elohim sebagai Tuhan Pencipta Alam Semesta dan manusia!

Bengcu: Anda salah, tidak semua Elohim terlibat dalam penciptaan alam semesta dan manusia.

Ikan: Tolong, jangan menghujat! Saya kenal anda, saya tahu anda orang Kristen. Sebagai orang Kristen seharusnya anda tahu apa hukuman orang yang menghujat Elohim.

Bengcu: Tolong! Jangan salah sangka, saya tidak sedang menghujat, saya bertanya, anda menjawab, saya menyatakan yang saya tahu, kalau anda tidak setuju, silahkan membantahnya, tetapi sebaiknya anda tidak menuduh saya sembarangan, itu kekejian di mata Tuhan.

Ikan: Saya tidak menuduh, tetapi anda benar-benar ngawur dan menghujat Allah ketika menyatakan bahwa tidak semua Elohim terlibat dalam penciptaan alam semesta dan manusia.

Bengcu: Faktanya anda telah menuduh saya ketika menyatakan saya benar-benar ngawur dan menghujat Allah, padahal yang saya katakan adalah fakta, Alkitab mencatatnya dengan jelas dan tegas, Alkitab yang anda baca setiap hari.

Ikan: Saya … anda … saya … anda … apa maksud anda?

Bengcu: Maksud saya, anda menyatakan dengan tegas bahwa anda menyembah Elohim sebagai Tuhan. Maksud saya, kalau anda benar-benar yakin bahwa anda menyembah Elohim sebagai Tuhan, maka itu berarti anda juga menyembah arwah orang mati, bahkan anda menyembah leluhur bangsa Yahudi. Maksud saya, kalau anda benar-benar yakin dengan tuduhan anda pada keluarga anda, bahwa mereka menyembah arwah orang mati, arwah ayah anda, maka yang mereka lakukan itu jauh lebih berharga dibandingkan dengan yang anda lakukan. Keluarga anda menyembah arwah ayah anda, tetapi anda menyembah leluhur bangsa Israel, nenek moyang orang lain.

Ikan: Anda benar-benar gila! Sekarang saya percaya apa yang dikatakan oleh kakak saya, anda gila. Tolong, jangan bikin gara-gara di sini.

Bengcu: Anda salah paham! Ketika kakak anda mengatakan saya gila yang dia maksudkan adalah saya bijaksana dan lucu. Baiklah, lupakan apa yang telah saya katakan barusan, mari kita kembali pada pertanyaan saya semula. Anda benar-benar yakin menyembah Elohim sebagai Tuhan? Anda benar-benar yakin semua Elohim terlibat dalam penciptaan alam semesta, bahkan manusia?

Ikan: Elohim itu Esa. Elohim adalah Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus. Tidak ada Elohim lainnya. Anda orang Kristen?

Bengcu: Ha ha ha … Anda mulai bertanya lagi, itu melanggar aturan main kita. Anda percaya Musa adalah salah satu nenek moyang bangsa Israel?

Ikan: Musa memang nenek moyang bangsa Israel, bahkan dialah yang memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir. Anda pasti tidak pernah membaca Alkitab sehingga tidak mengetahui fakta itu.

Bengcu: Ha ha ha … anda selalu menuduh saya. Kalau anda menyembah Elohim sebagai Tuhan, maka itu berarti anda juga menyembah Musa. Karena Musa sudah mati, maka itu berarti anda menyembah arwah orang mati.

Ikan: Anda orang Kristen gila! Saya menyembah Elohim, namun tidak pernah menyembah Musa. Anda harus bertobat!

Bengcu: Ha ha ha … Anda kembali menuduh saya. Anda menyembah Elohim, berarti anda menyembah arwah Musa, sebab Musa adalah Elohim.

Ikan: Anda benar-benar gila! Anda benar benar gila karena menyatakan Musa adalah Elohim.

Bengcu: Ha ha ha … Anda benar-benar menuduh saya. Sebelum anda dan teman-teman Kristen anda lepas kendali dan mengeroyok saya, baiklah saya menyingkir jauh-jauh. Ha ha ha … saya melihat, beberapa di antara kalian membawa Alkitab, jadi tolong baca ayat ini.

Setelah Bengcu mengangsurkan tisue yang ditulisinya, dia lalu menyingkir jauh-jauh dari Ikan dan teman-teman Kristennya. Ikan dengan penuh kemarahan lalu mengambil Alkitab salah satu temannya, teman-temannya yang lain juga membuka Alkitabnya masing-masing. Inilah ayat yang disebutkan Bengcu.

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. Keluaran 7:1

Allah dalam ayat tersebut dalam bahasa Ibrani adalah Elohim.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s