Nosid VS Nosid – Yesus Allah?


NOSID, anda lucu. Sulit sekali untuk menentukan sebenarnya anda lawan atau kawan? Sepintas lalu tulisan anda nampaknya mengelus-ngelus Kekristenan, namun bila diperhatikan secara seksama, nampak anda sedang menyalibkannya. Sepintas lalu anda nampak berdiri kokoh di pintu gerbang, bertarung gagah perkasa menghadapi para penyerang, namun bila diperhatikan secara seksama, anda justru sedang menebarkan racun yang sangat berbahaya. Mari kita analisa tulisan anda.

TUDUHAN: Yesus bukan Tuhan! Adakah sepatah kata yesus menyebutkan dengan frase sederhana kata “sembahlah aku”?

Di dalam kitab Perjanjian Lama, nampak jelas sekali Allah menuntut manusia untuk menyembahNya sebagai satu-satunya Allah. Bahkan, Allah menuntut manusia untuk menyembahnya dengan cara tertentu. Menyembah Allah tanpa wujud. Menyembah Allah dalam kekudusan. Menyembah Allah pada hari tertentu. Keempatnya adalah bagian dari Sepuluh Perintah Allah. Allah mengancam untuk memusnahkan barang siapa yang tidak mau menyembahNya dan MenyembahNya dengan cara yang telah Dia tentukan.

  • Siapa yang memiliki inisiatif untuk disembah? Allah!
  • Siapa yang menuntut untuk disembah? Allah!
  • Apakah bangsa Israel menyembah Allah? Iya dan tidak.
  • Apa yang terjadi ketika bangsa Israel tidak menyembah Allah? Malapetaka.
  • Apa yang terjadi ketika bangsa Israel menyembah Allah? Berkat.
  • Kenapa bangsa Israel menyembah Allah? Terpaksa.
  • Siapakah Allah? Allah adalah oknum yang menuntut untuk disembah dengan cara khusus dan menjatuhkan malapetaka bagi orang yang tidak mau menyembahnya.
  • Diseluruh Injil, tidak pernah dijumpai dokumen absah di mana disebutkan Yesus itu bukan Tuhan, Yesus itu bukan Anak Allah!

Dengan pemikiran seperti itulah orang-orang yang anda juluki skeptis itu menarik kesimpulan dan analogi tentang ke-Allahan Yesus Kristus. Yesus Kristus tidak menuntut untuk disembah sebagai Allah juga tidak menuntut untuk disembah dengan cara khusus, itu sebabnya Yesus Kristus dianggap bukan Allah bangsa Israel, bukan Allah Abraham, bukan Allah Ishak, bukan Allah Yakub. Kenapa bisa begitu? Karena Allah Israel menuntut dan memaksa, sedangkan Yesus tidak.

NOSID: Manusia menyembah Allah Karena melihat kedasyatanNya

Tahukah para skeptis bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan! Itu adalah definisi sejak manusia berhubungan dengan Tuhan. Itu bukan berita khusus bagi kaum Yahudi. Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut, melainkan akibat dari kedasyatan kuasa dan kemuliaanNya, yang menggetarkan hati manusia, maka Ia dipercayai, diakui, diandalkan, ditakuti dan dihormati dalam hidup dan sesembahan kita.

Di zaman Musa, Allah sendiri memerintahkan untuk “Jangan ada padamu allah lain dihadapanKu” (Keluaran 20:3). Yang dituntut Allah kepada orang percaya bukanlah semata-mata “sembahlah Aku”, tetapi penyembahan ekslusif yang tidak bersandingan dengan menyembah allah selainNya. Dalam penyembahan, Allah tidak mau dimadu (selengkap penjelasannya bisa dibaca di judul Artikel Allah Pencemburu).

Hai hai: Nosid, walaupun pernyataan-pernyataan tersebut di atas sepintas lalu nampak sangat menyakitkan umat Kristiani, namun ditarik dengan sistematika yang logis dan sesuai dengan ajaran sejati Alkitab. Mustahil orang-orang skeptis menarik kesimpulan demikian sistematis dan logis. Tanpa mengurangi rasa hormat, justru apologet yang anda berikanlah yang merupakan lelucon tersendiri.

Menurut penjelasan anda di atas, siapa yang memiliki inisiatif untuk menyembah Allah? Manusia. Kenapa manusia menyembah Allah? Karena melihat dan mengalami kedasyatan dan kemuliaanNya yang enggetarkan hati.

Tuhan disembah bukan karena Dia yang pertama-tama menuntut …

Penyataan anda di atas nampak singkat, jelas dan tegas. Sayangnya, anda lalu membuat lelucon tersendiri dengan menyatakan:

Yang dituntut Allah kepada orang percaya bukanlah semata-mata “sembahlah Aku”, tetapi penyembahan ekslusif yang tidak bersandingan dengan menyembah allah selainNya.

NOSID VS NOSID, siapa yang benar? Pendapat NOSID VS pendapat NOSID, mana yang benar?

NOSID: Yesus adalah Allah

Apa bukti-bukti Yesus adalah Allah?

  • Ia tidak pernah menolak/melarang orang menyembahNya.
  • Yesus tidak perlu minta orang untuk menyembahNya, apalagi kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya.
  • orang-orang yang percaya, memang sudah menyembah Yesus sebagai konsekwensi kepercayaan mereka kepada ketuhananNya.
  • (hai hai: Yesus tidak pernah berteriak) “Awas, Aku bukan Tuhan, jangan sembah Aku. Yang sudah terlanjur segera bertobatlah!”
  • hai hai: Yesus tidak pernah) mencegah jangan ada seorangpun yang sampai memper-tuhan-kan dan menyembah diriNya.
  • (hai hai: Maria Ibu Yesus tidk pernah berseru) “Bukan, Yesus bukan Tuhan, bukan Anak Allah, Ia anak saya saja!”
  • Ia malahan mengizinkan diriNya disembah sebagaimana Allah disembah.
  • fakta-fakta justru menunjukkan betapa banyak orang-orang beriman melakukan penyembahan kepada Yesus, yang tak satupun ditolakNya!
  • orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan!

Kenapa Yesus tidak minta disembah?

  • bila Yesus harus memerintahkan orang-orang se-zamanNya untuk sujud-menyembah Dia, maka sesungguhnya tidak ada signifikansinya sama sekali.
  • Yesus tidak perlu minta orang untuk menyembahNya, apalagi kepada orang-orang yang tidak percaya kepadaNya.
  • karena orang-orang yang demikian tetap tak akan sujud-menyembah Yesus sebelum mereka percaya.
  • bukanlah hal yang perlu bagi Yesus meminta orang yahudi untuk sujud-menyembah Dia.
  • Itu tidak berguna sama-sekali. Malahan jadi aneh, seperti orang gila-hormat dan bodoh.
  • Kebodohan mana akan mengundang resiko politik dan social dikala itu yang akan langsung mengancam kelangsungan misi penginjilanNya.

Hai hai: Nosid, saya mencoba meringkas tulisan anda menjadi dua bagian, yang pertama adalah “Apa bukti-bukti Yesus adalah Allah?” Sedangkan yang kedua adalah “Kenapa Yesus tidak minta disembah?”

Tidak menolak berarti Allah

Anda menyatakan, bahwa Yesus adalah Allah karena tidak pernah menolak orang lain menganggap Dia adalah Allah dan menyembah-Nya sebagai Allah.

Apakah semua orang yang tidak menolak dianggap dan disembah sebagai Allah adalah Allah? Keyakinan anda ini sungguh luar biasa Alkitabiahnya.

Tidak menyatakan bukan Allah berarti Allah

Anda menyatakan, kalau Yesus bukan Allah, dia pasti keliling dunia (Israel) untuk menyatakan bahwa Dia bukan Allah dan tidak patut disembah.

Saya tidak pernah keliling kampung saya untuk menyatakan bahwa saya bukan Allah, dan tidak boleh disembah. Apakah itu berarti saya Allah?

Ibu tidak menyatakan Allah berarti Allah

Anda menyatakan, kalau Yesus bukan Allah, maka Maria ibunya pasti akan keliling Israel untuk menyatakannya.

Ibu saya tidak pernah keliling kampung saya untuk menyatakan saya bukan Allah, apakah itu berarti saya Allah?

Mengizinkan disembah berarti Allah

Anda menyatakan bahwa bukti Yesus adalah Allah adalah karena Ia mengizinkan diriNya disembah sebagaimana Allah disembah.

Kalau saya mengizinkan diri saya disembah sebagai Allah, apakah secara otomatis saya adalah Allah?

Disembah sebagai Allah berarti Allah

Anda menyatakan bahwa bukti Yesus adalah Allah adalah karena orang-orang yang percaya, memang sudah menyembah Yesus sebagai konsekwensi kepercayaan mereka kepada ketuhananNya.

Kalau ada orang-orang yang menyembah saya sebagai Allah dan beriman bahwa saya adalah Allah, apakah secara otomatis saya adalah Allah?

Allah Gila Hormat dan Bodoh (?)

Anda menyatakan, bahwa Yesus tidak perlu menyuruh orang untuk menyembahNya karena Itu tidak berguna sama-sekali. Malahan jadi aneh, seperti orang gila-hormat dan bodoh.

Ha ha ha, Nosid, atas dasar keyakinan anda tersebut, nampaknya anda berhasil menyatakan bahwa Yesus pasti bukan Allah yang disembah oleh bangsa Israel, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakup, karena Allah bangsa Israel benar-benar aneh, gila hormat dan bodoh. Allah bangsa Israel menyatakan bahwa Dia adalah satu-satuNya Allah. Menuntut manusia menyembahNya sebagai satu-satuNya Allah, menyembahNya dengan cara tertentu, dalam kesucian dan pada waktu tertentu. Sungguh tidak siknifikan (apa arti siknifikan yang anda maksudkan?), aneh, gila hormat dan bodoh serta membuang peluang untuk memberitakan Injil.

Bangsa Yahudi tahu, namun Allah tidak tahu

Anda menyatakan bahwa, “Tahukah para skeptis bahwa orang Yahudi dikala itu selalu tahu bahwa yang dinamai Tuhan itu hanya jikalau Ia disembah. Dan apa atau siapa yang disembah sujud, itulah (dianggap) Tuhan!”

Nosid, anda benar-benar hebat dengan pernyataan anda di atas. Namun sayang, anda salah alamat. Orang-orang yang anda bilang skeptis mungkin tahu tentang hal yang anda tulis, namun nampaknya Allah tidak tahu sama sekali.

Pada zaman dahulu, bangsa Israel melihat bangsa-bangsa lain selain tidak sujud menyembah Allah, juga menyembah allah-allah lain. Karena sudah membaca pernyataan anda tersebut di atas, maka bangsa Israel langsung tahu bahwa dewa dewi yang disembah dan disujudi oleh bangsa-bangsa lain pasti Allah. Mereka lalu mendirikan mesbah dan kuil untuk menyembah dewa dewi tersebut. Namun sayang, Allah sama sekali belum membaca pernyataan anda tersebut di atas sehingga Dia tidak tahu, mungkin pula Dia tidak mau tahu? Dia lalu menghajar bangsa Israel habis-habisan.

Kesimpulan

Nosid, Walaupun anda mencantumkan ayat-ayat Alkitab berlimpah, namun semuanya menjadi tidak berguna karena anda tidak memahami tuduhan dari orang-orang yang menurut anda skeptis. Di samping itu juga melakukan blunder (kesalahan fatal) sehingga memberi peluang bagi lawan untuk mengejek anda.

Perlu anda ketahui, ketika melakukan apologet, kita tidak sedang melakukan perang ayat Alkitab. Kita juga tidak sedang melakukan perang keyakinan. Ketika melakukan apologet, kita sedang memberitakan injil secara sistematis dan logis. Kita menjelaskan tentang Injil dengan menggunakan konsep, kita memberitakan Injil mengikuti sistematika pemikiran orang yang menyerang kebenaran Injil. Konsep VS konsep, Sistematika VS Sistematika.

Walaupun bermaksud menjungkir balikkan 180 derajat pendapat orang-orang yang anda anggap skeptis, namun yang anda lakukan justru menjungkir balikkannya 360 derajat lalu menjunjungnya tingi-tinggi. Apologet anda jauh lebih kacau dibandingkan dengan tuduhan yang anda terima. Anda bukan saja tidak menjawab pertanyaan, malah mengajarkan ajaran yang jauh menyimpang dari kebenaran sejati Allah.

Nosid, anda pernah menyatakan, bahwa mengeritik jauh lebih mudah daripada mendukung. Sekarang anda tahu bahwa mengeritik (anda mengritik pendapat orang-orang yang anda anggap skeptis) dengan cara yang benar ternyata tidak segampang yang anda bayangkan.

Menurut saya, banyak sekali orang yang mampu membuktikan kepada anda dan orang-orang yang menurut anda skeptis, bahwa Yesus adalah Allah. Selain menuntut disembah sebagai satu-satunya Allah Dia juga menuntut disembah dengan cara khusus dalam kekudusan dan pada hari yang khusus. Nah, siapa yang mau memulainya?

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s