Watchman Nee – Nabi dan Rasul


Watchman Nee atau Ni Tuosheng adalah salah satu anugerah terindah bagi umat Kristen China. Dia teolog yang tidak pernah kuliah Teologia. Lahir tahun 1930 dan memutuskan untuk menjadi pemberita injil sepenuh waktu saat berumur 17 tahun.

Ditangkap pemerintah Komunis China tahun 1952, diadili dan dijatuhi hukuman 15 tahun pada 1956. Meninggal di penjara 30 Mey 1972. The Normal Christian Church Life – Kehidupan Gereja Kristen Normal adalah salah satu bukunya. Menurutnya gereja Antiokhia adalah gereja pertama di dunia yang harus dijadikan teladan seluruh gereja di dunia ini. Walaupun menyebutkan 4 jabatan gereja yaitu: Rasul, Nabi, Pengajar dan Penginjil, namun sebenarnya dia hanya mengakui keberadaan 3 jabatan gereja yaitu: Rasul, Nabi dan Pengajar karena baginya RASUL dan PENGINJIL adalah sama.

RASUL

Allah adalah Allah yang bekerja, namun Allah tidak melakukan segala sesuatu sendiri. Dia bekerja melalui hamba-hambaNya. Di antara hamba-hamba Allah RASUL adalah yang paling penting.

RASUL PERTAMA

Allah mengirim AnakNya ke dunia untuk melakukan pekerjanNya. Dia dikenal sebagai Kristus, yaitu yang diurapi. Kata “Anak” menunjukkan pribadiNya sedangkan nama Kristus menunjukkan Jabatannya. Dia adalah Anak Allah, namun Dia di kirim untuk menjadi Kristus. Kristus adalah nama jabatan dari Anak Allah. Tuhan Yesus tidak datang ke dunia atas kehendak sendiri namun Dia diutus untuk mengerjakan pekerjaan Allah. Semua pekerja Allah adalah orang-orang yang diutus. Tanpa karunia pengutusan mustahil ada pekerjaan yang diilhamkan Allah. Alkitab memiliki nama khusus untuk seorang utusan yaitu RASUL, sebuah kata dari bahasa Yunani apostolos yang artinya utusan. Tuhan Yesus adalah Rasul pertama karena Dialah yang pertama diutus oleh Allah (Ibrani 3:1).

DUA BELAS RASUL

Tuhan Yesus menyadari bahwa waktu hidupnya dalam daging sangat singkat, oleh karena itu Dia mempersiapkan sekelompok orang yang akan melanjutkan pekerjaanNya ketika Dia meninggalkan dunia. Kelompok orang itu disebut RASUL. Mereka bukan sukarelawan namun orang-orang yang DITETAPKAN. Semua pekerjaan yang diilhamkan Allah, dilakukan karena pengutusan bukan karena pilihan.

Para rasul memiliki status khusus dalam rencana Allah karena mereka hidup bersama Anak Allah ketika Dia hidup dalam daging. Mereka bukan hanya disebut rasul namun Dua Belas Rasul. Tuhan Yesus berkata kepada Petrus bahwa suatu hari mereka akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel (Lukas 22:30).

Ketika Yudas kehilangan jabatannya Tuhan mendorong kesebelas rasul lainnya untuk memilih satu orang baru guna menggenapi jumlahnya. Mereka membuang undi dan yang kena undi adalah Matias, maka dia pun menjadi bagian dari kedua belas rasul itu (Kisah Para Rasul 1:26). Pada pasal berikutnya kita melihat Roh Kudus mengilhami penulis kitab Kisah Para Rasul untuk menulis, “Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu” (Kisah Para Rasul 2:14). Kalimat itu memberitahu kita bahwa saat itu Roh Kudus telah menetapkan Matias untuk menjadi salah satu dari ke dua belas rasul itu.

Jumlah rasul sudah ditetapkan, tidak lebih tidak kurang, genap genap dua belas orang. Di dalam kitab Wahyu kita kembali melihat bahkan di langit dan bumi baru kedua belas rasul itu menempati kedudukan istimewa yang tidak diberikan kepada pekerja Allah yang lainnya.

Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. Wahyu 21:14

RASUL PERJANJIAN BARU

Tuhan Yesus sudah naik ke surga namun Roh Kudus sudah turun ke dunia. Roh Kudus datang untuk memikul semua tanggung jawab pekerjaan Allah di bumi. Sang Anak bekerja untuk Bapa sedangkan Roh Kudus bekerja untuk Sang Anak. Sang Anak datang untuk menggenapi kehendak Bapa; Roh Kudus datang untuk menggenapi kehendak Sang Anak. Sang Anak datang untuk memuliakan Bapa; Roh Kudus datang untuk memuliakan Sang Anak. Allah Bapa menetapkan Kristus untuk menjadi Rasul; Sang Anak selama di dunia menetapkan dua belas orang menjadi rasul-rasulNya. Sang Anak telah kembali kepada Bapa namun Roh Kudus ada di dunia dan Dia menetapkan orang-orang untuk menjadi rasul-rasulNya.

Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar. Efesus 4:11

Walaupun rasul yang ditetapkan oleh Roh Kudus tidak memiliki kemuliaan setara dengan rasul yang ditetapkan oleh Tuhan Yesus, namun mereka tetap rasul. Rasul yang dimaksudkan dalam Efesus 4:11 bukan kedua belas rasul, namun rasul-rasul yang ditetapkan oleh Roh Kudus, dan diberikan kepada gereja sebagai karunia. Kita harus membedakan dengan tegas antara kedua belas rasul (Kisah Para Rasul 1:22,26) yang ditetapkan selama Tuhan Yesus di dunia dan rasul-rasul yang ditetapkan oleh Roh Kudus setelah Tuhan Yesus naik ke surga.

Segera setelah dipenuhi oleh Roh Kudus, kedua belas rasul mulai bekerja. Hingga pasal ke 12 Kisah Para Rasul mereka berperan sebagai kepala para pekerja Allah namun dimulai dengan pasal ke 13 kita melihat Roh Kudus mulai bertindak sebagai Utusan Kristus dan Tuhan dari Gereja. Di dalam pasal itu dikisahkan bahwa di Antiokhia ketika beberapa orang nabi dan pengajar beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: “Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka.” (Kisah Para Rasul 13:2). Itulah saatnya Roh Kudus mulai mengutus orang.

Tetapi orang banyak di kota itu terbelah menjadi dua: ada yang memihak kepada orang Yahudi, ada pula yang memihak kepada kedua rasul itu. Kisah Para Rasul 14:4

Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Kisah Para Rasul 14:13

Setelah diutus oleh Roh Kudus, maka keduanya menjadi rasul, hal itu membuktikan bahwa orang yang menerima pengutusan dari Roh Kudus adalah rasul. Memang bukan bagian dari kedua belas rasul, namun mereka adalah rasul. Rasul adalah pekerja Allah yang diutus oleh Roh Kudus untuk mengerjakan sebuah pekerjaan yang dikhususkan baginya. Allah menetapkan AnakNya untuk menjadi Rasul; Kristus menetapkan murid-muridNya untuk menjadi kedua belas rasul; dan Roh Kudus menetapkan sekelompok orang (di luar kedua belas rasul) untuk menjadi rasul-rasul guna membangun tubuh Kristus.

Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. I Korintus 4:9

Apolos ada bersama Paulus (I Korintus 4:6) ketika tulisan itu dibuat dan surat itu ditulis atas nama Paulus dan Sostenes (I Korintus 1:1). “Kita” dalam ayat di atas berarti Paulus dengan Apolos atau Paulus dengan Sostenes atau ketiganya sekaligus. Itu berarti Apollos atau Sostenes bahkan keduanya adalah rasul juga.

Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku. Roma 16:7

Kalimat “Yang terpandang di antara para rasul” dalam ayat di atas bukan berarti Andronikus dan Yunias dihormati oleh kedua belas rasul namun keduanya adalah rasul yang terpandang.

juga tidak pernah kami mencari pujian dari manusia, baik dari kamu, maupun dari orang-orang lain, sekalipun kami dapat berbuat demikian sebagai rasul-rasul Kristus. I Tesalonika 2:6

Kata “kami” dalam ayat tersebut di atas bukan kedua belas rasul namun Paulus, Silwanus dan Timotius (I Resalonika 1:1) yang menulis surat itu, ketiganya adalah rasul.

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. I Korintus 15:5-7

Di samping kedua belas rasul masih ada rasul-rasul lain yang disebut “semua rasul.”

Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. I Korintus 15:8-9

Paulus tidak menyatakan dirinya sebagai rasul terakhir namun yang paling hina. Jika dia adalah rasul terakhir maka tidak ada lagi rasul setelahnya namun dia hanya rasul yang paling hina, itu berarti masih banyak rasul setelah dia.

Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Wahyu 2:2

Saat menulis kitab Wahyu Yohanes adalah satu-satunya yang masih hidup dari kedua belas rasul, bahkan saat itu rasul Paulus pun telah mati sebagai martir. Apabila hanya ada satu rasul yang masih hidup maka hanya orang bodoh yang berani mengaku dirinya rasul sehingga orang yang lebih bodohlah yang akan tertipu. Bila Yohanes adalah satu-satunya rasul yang masih hidup, kenapa gereja Efesus harus menguji orang-orang yang mengaku dirinya rasul? Bukankah itu berarti di luar kedua belas rasul masih ada banyak rasul lainnya?

MAKNA KERASULAN

Rasul berarti “utusan,” itu berarti rasul adalah sebuah jabatan. Rasul bukanlah orang istimewa dengan karunia khusus namun seorang yang mendapat penetapan khusus. Banyak orang yang dipanggil Allah namun tidak memiliki bakat sebaik Paulus, namun karena telah menerima penetapan Allah itu berarti mereka juga rasul. Rasul adalah orang yang mendapat karunia namun kerasulannya tidak didasarkan pada karunia yang dimilikinya namun berdasarkan penetapan yang diterimanya. Tentu saja Allah tidak akan mengirim orang tanpa melengkapinya, namun perlengkapan bukanlah syarat kerasulan. Tidak ada orang yang menjadi rasul dengan sendirinya atau karena kualitas dirinya namun karena Allah sendiri yang menetapkannya menjadi rasul. Pengutusan Allah harus menjadi syarat utama untuk memasuki pelayanan, bukan kemauan atau bakat kita.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya. Yohanes13:16

Dalam ayat tersebut di atas kita menemukan makna kata rasul yang berarti diutus untuk pergi. Diutus untuk pergi, itulah yang terpenting dan itulah segalanya. Meskipun ada orang yang nampak hebat di mata manusia, namun belum tentu dia mendapat pengutusan.

Saat ini mereka yang diutus oleh Tuhan untuk pergi memberitakan Injil dan mendirikan gereja menyebut dirinya penginjil bukannya rasul. Sesungguhnya kata penginjil memiliki arti yang sama dengan rasul yaitu utusan. Missionary (Penginjil) adalah kata latin yang setara dengan kata Yunani apostolos. Karena kedua kata tersebut memiliki arti yang sama maka saya sama sekali tidak mengerti kenapa orang yang diutus lebih suka menyebut dirinya penginjil daripada rasul?

RASUL dan PELAYANAN

Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.” Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi dari pada semua langit, untuk memenuhkan segala sesuatu. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, Efesus 4:7-13

Ada banyak pelayan yang melayani Allah namun Dia memilih beberapa di antaranya untuk melakukan pelayanan secara khusus yaitu pelayanan firman untuk membangun tubuh Kristus. Karena pelayanannya berbeda dengan pelayanan umumnya, maka kita menyebutnya pelayanan khusus. Pelayanan ini dipercayakan kepada sekelompok orang yang dipimpin oleh seorang rasul.

Rasul, nabi, penginjil, pendeta dan guru adalah anugerah Tuhan bagi gerejaNya untuk melayani dalam kesatuan. Sesungguhnya pendeta dan guru adalah satu karunia, bukan dua karena mengajar dan menggembalakan saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Orang yang mengajar harus menggembalakan dan yang menggembalakan harus mengajar. Di samping itu kata pendeta tidak pernah dilekatkan kepada siapapun di dalam Perjanjian baru namun kata guru digunakan 4 kali. Tidak ada orang di dalam Alkitab yang disebut pendeta. Hal ini membuktikan bahwa pendeta dan guru adalah satu karunia.

And he gave some, apostles; and some, prophets; and some, evangelists; and some, pastors and teachers; Ephesians 4:11

Dalam ayat di atas kata “some” artinya beberapa hanya digunakan 3 kali. Kalimat “some, pastors and teachers” membuktikan hanya ada 4 jabatan karena pendeta dan guru adalah dua dalam satu.

Guru adalah orang yang memiliki bakat untuk mengajar. Mengajar bukan karunia mujizat namun karunia bakat, itu sebabnya tidak tercatat di daftar karunia mujizat (I Krintus 12:8-9) namun tercatat di daftar talenta (Roma 12:7). Mengajar adalah bakat untuk memahami firman Allah dan mengajarkannya kepada orang lain. Umumnya guru hanya mengajar jemaat Tuhan walaupun pada saat yang bersamaan mereka juga mengajar orang-orang yang belum diselamatkan (I Timotius 4:11, 6:2, II Timotius 2:2, Kisah Para Rasul 4:2-18, 5:21,25,28,42). Guru lebih banyak menafsirkan firman dari pada menerima wahyu sedangkan nabi lebih banyak menyampaikan wahyu dibandingkan menafsirkan firman.

Penginjil juga anugerah Tuhan bagi gerejaNya, namun kita tidak tahu talenta khusus apa yang mereka miliki. Firman Allah tidak mencatat tentang karunia penginjilan namun menyebutkan Filipus sebagai penginjil (Kisah 21:8) dan Paulus dalam suatu kesempatan mendorong Timotius untuk menginjil dan menunaikan tugas pelayanannya (II timotius 4:5).

Nabi adalah orang yang mendapat karunia bernubuat. Karunia bernubuat tercatat baik di dalam daftar karunia bakat (Roma 12:6) maupun karunia mujizat (I Korintus 12:10). Nabi diberikan Allah baik untuk gereja lokal (I Korintus 12:28) maupun gereja universal (Efesus 4:11). Nabi adalah karunia Allah bagi gereja namun bernubuat adalah karunia Allah bagi seseorang.

Di antara orang-orang yang dikaruniakan Tuhan kepada gereja universal RASUL menduduki posisi utama. RASUL mengemban amanat untuk MENDIRIKAN gereja melalui penginjilan, MENUBUATKAN wahyu Allah kepada jemaat, MEMBUAT KEPUTUSAN untuk masalah doktrin dan kepemimpinan serta MENEGAKKAN kesucian dan MEMBAGI-BAGIKAN karunia. Baik secara rohani maupun jabatan rasul memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan dengan nabi dan guru. Hal itu nampak jelas di dalam ayat berikut ini:

Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. I Korintus 12:28

Rasul adalah jabatan, bukan karunia. Rasul adalah jabatan yang diterima seseorang sebagai hasil penetapan atau penugasan. “Aku telah ditetapkan sebagai … rasul” (I Timtius 2:7). “aku telah ditetapkan … sebagai rasul” (II Timotius 1:11). Dari kedua ayat tersebut kita melihat bahwa seorang rasul ditetapkan.

Seorang rasul mungkin juga seorang nabi atau seorang guru. Seorang rasul, walaupun menjabat nabi dan guru di gerejanya, namun ketika mengamalkan karunianya di tempat lain, maka dia melakukannya sebagai seorang rasul. Kerasulan berarti diutus Allah untuk mengamalkan karunia pelayanannya di tempat lain. Syarat utama seseorang disebut rasul adalah dia harus diutus oleh Allah.

Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. I Korintus 12:10

I Korintus 12:10 menunjukkan daftar karunia yang diberikan oleh Roh Kudus kepada seseorang. Dalam daftar itu tidak ada karunia rasul sama sekali.

Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. I korintus 12:28

I korintus 12:28 menunjukkan daftar karunia yang diberikan oleh Roh Kudus kepada gereja universal. Di dalam daftar itu karunia rasul ada pada urutan pertama. Allah tidak memberikan karunia rasul, nabi dan guru kepada gereja namun memberikan seorang rasul, seorang nabi dan seorang guru kepada gereja.

Jadi, kalau seluruh Jemaat berkumpul bersama-sama dan tiap-tiap orang berkata-kata dengan bahasa roh, lalu masuklah orang-orang luar atau orang-orang yang tidak beriman, tidakkah akan mereka katakan, bahwa kamu gila? I Korintus 14:23

Jemaat gereja universal mustahil dapat berkumpul bersama di satu tempat, itu sebabnya kita menyimpulkan bahwa Karunia yang disebutkan di dalam I Korintus 14 adalah karunia yang diberikan kepada gereja lokal atau sebuah gereja. Di gereja lokal jemaat mengamalkan karunia roh-nya, yang satu bermazmur, yang lain mengajar, yang lain bernubuat, yang lain berbahasa roh dan yang lain menafsirkan bahasa roh (I Korintus 14:26), namun yang terpenting dari semua itu adalah karunia bernubuat (I Korintus 14:1).

Di dalam gereja universal rasul menempati posisi utama namun di gereja lokal nabilah yang utama. Di gereja universal yang utama bukanlah karunia perorangan namun karunia pelayan itu sebabnya rasul menduduki posisi pertama, namun di gereja lokal yang utama adalah karunia perorangan itu sebabnya karunia bernubuat menduduki posisi pertama karena itu lah yang paling penting.

RUANG LINGKUP KERJA

Ruang lingkup pekerjaan rasul sangat berbeda dengan ketiga jabatan pelayanan lainnya. Nabi dan guru mengamalkan karunia mereka di gereja lokal (Kisah 13:1) namun rasul diutus untuk melayani di berbagai tempat yang berbeda (I Korintus 14:26,29).

Kita tidak tahu sama sekali ruang lingkup pelayanan penginjil karena sedikit sekali yang tercatat tentang mereka di dalam Alkitab. Filipus (Kisah Para Rasul 8) meninggalkan gerejanya untuk menginjil di Samaria namun walaupun melakukan tugasnya dengan baik di sana namun Roh Kudus tidak turun ke atas orang-orang yang dimenangkannya. Hal itu berlangsung hingga Petrus dan Yohanes datang dan menumpangkan tangan atas mereka sehingga Roh Kudus pun turun ke atas mereka. Melalui kisah ini dapat disimpulkan bahwa penginjilan lokal dilakukan oleh penginjil namun penginjilan universal dilakukan oleh rasul. Hal ini tidak menyatakan bahwa pekerjaan penginjil hanya boleh dilakukan di satu tempat namun hanya menjelaskan bahwa itulah yang pernah terjadi.

BUKTI-BUKTI KERASULAN

Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan? Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku. I Korintus 9:1-2

Adakah tanda-tanda yang dapat digunakan sebagai bukti kerasulan seseorang? Ayat di atas mencatat bagaimana Paulus membuktikan kerasulannya. Status orang bebas mustahil digunakan sebagai bukti kerasulan Paulus. Bila status orang bebas adalah bukti kerasulan maka semua orang bebas di dunia adalah rasul. Apakah pengalaman melihat Yesus adalah bukti kerasulannya?

bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya. Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah. I Korintus 15:5-9

I Korintus 15:5-9 tidak pernah dimaksudkan sebagai bukti kerasulan Paulus namun bukti kebangkitan Kristus. Ayat-ayat itu mengajarkan bahwa orang-orang yang melihat Yesus membuktikan bahwa Yesus memang bangkit dari kematian. Kefas dan Yakobus melihat Yesus, namun baik sebelum maupun setelah melihat Yesus keduanya tetap Kefas dan Yakobus. Mereka tidak menjadi Kefas dan Yakobus karena melihat Yesus. Kedua belas rasul adalah kedua belas rasul baik sebelum maupun setelah melihat Yesus. Kelima ratus saudara bukan rasul, setelah bertemu dengan Yesus mereka tetap bukan rasul. Tidak ada satu ayat pun di dalam Alkitab yang mengajarkan bahwa melihat Tuhan Yesus setelah kebangkitanNya akan menjadikan seseorang rasul atau syarat untuk menjadi rasul.

Apabila Allah memanggil seseorang untuk menjadi rasul maka panggilan itu akan terbukti dari buah pelayannya. Ketika seseorang menerima penetapan Allah, dia memiliki kuasa Allah, ketika seseorang memiliki kuasa Allah, dia memiliki kekuatan Allah, ketika seseorang memiliki kekuatan Allah maka dia memiliki buah-buah roh. Buah-buah pelayanan adalah bukti kesahian penetapan yang terima seseorang.

Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikit pun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu. Segala sesuatu yang membuktikan, bahwa aku adalah seorang rasul, telah dilakukan di tengah-tengah kamu dengan segala kesabaran oleh tanda-tanda, mujizat-mujizat dan kuasa-kuasa. Sebab dalam hal manakah kamu dikebelakangkan dibandingkan dengan jemaat-jemaat lain, selain dari pada dalam hal ini, yaitu bahwa aku sendiri tidak menjadi suatu beban kepada kamu? Maafkanlah ketidakadilanku ini! II Korintus 12:11-12

Ajaran Watchman Nee Di Mata hai hai

Berikut ini adalah pandangan saya tulisan Watchman Nee

Gembala & Pengajar

Efesus 4:11:12 mencatat ada lima karunia yang diberikan kepada gereja yaitu: Rasul, Nabi, Penginjil, Gembala dan Pengajar. Sedangkan I korintus 12:28 mencatat hanya ada 4 karunia yaitu: Rasul, Nabi, Penginjil dan Pengajar.

Apa yang dikatakan oleh Watchman Nee memang benar, “orang yang mengajar harus menggembalakan dan yang menggembalakan harus mengajar.” Namun tugas mengajar dan menggembalakan adalah dua tugas yang berbeda, masing-masing memiliki penekanan yang berbeda. Dalam gereja modern perbedaan itu nampak nyata sekali. Pendeta melakukan fungsi penggembalaan sedangkan guru dan dosen melakukan fungsi mengajar.

Rasul

Watchman Nee dengan tegas mengajarkan bahwa hanya ada dua belas rasul dengan kedudukan instimewa, rasul-rasul yang lain tidak dapat dibandingkan dengan kedua belas rasul Kristus. Dia mengajarkan keberadaan dua jenis rasul yaitu rasul yang ditetapkan oleh Kristus dan rasul yang ditetapkan oleh Roh Kudus, keduanya memiliki kasta yang berbeda.

Missionary diterjemahkan dari kata euaggelistes (penginjil), bukan apostolos (rasul). Baik apostolos (rasul) maupun euaggelistes (penginjil) keduanya tercatat secara tegas di dalam Efesus 4:11:12 maupun I korintus 12:28. Mustahil keduanya menunjukkan jabatan yang sama.

Kisah Para Rasul 13:1-4; 14:4; 14:14, I Korintus 4:9, Roma 16:7, 1 Thesalonika 2:6, 1 Korintus 15:5-7, Wahyu 2:2 adalah ayat-ayat yang digunakan oleh Watchman Nee untuk membuktikan tentang keberadaan rasul-rasul, namun bila kita memperhatikan dengan seksama maka nampak sekali bahwa argumen yang diajukannya untuk membuktikan tentang keberadaan rasul-rasul itu sangat lemah.

Apakah Paulus adalah rasul? Dari tulisan Watchman Nee kita melihat dua kali Paulus membela diri untuk membuktikan bahwa dia adalah rasul yang sederajat dengan kedua belas rasul. Di dalam surat-suratnya Paulus senantiasa menyatakan dirinya sejajar dengan kedua belas rasul. Dalam surat-suratnya dia menyebut dirinya Rasul Kristus Yesus atau Rasul Yesus Kristus, sebutan itu sama seperti yang digunakan oleh Petrus (Rasul Kristus I Korintus 1:1, II Korintus 1:1, Efesus 1:1, Kolose 1:1, I Tesalonika 2:6, I Timotius 1:1, II Timotius 1:1, Rasul Yesus Kristus Titus 1:1, I Petrus 1:1, II Petrus 1:1). Bahkan di dalam I Korintus 15:5-8 nampak jelas sekali bahwa Paulus menyatakan bahwa dirinya adalah bagian dari rasul Kristus yang oleh Watchman Nee di sebut dua belas Rasul.

Kenapa Paulus perlu membuktikan bahwa dirinya adalah rasul? Tentunya hal itu terjadi karena kerasulannya diragukan. Secara logika, apabila apa yang diajarkan oleh Watchman Nee itu benar, maka ketika ada orang yang meragukan kerasulannya maka Paulus akan memberi penjelasan seperti Watchman Nee, yaitu ada dua jenis rasul. Namun Alkitab mencatat bahwa Paulus tidak melakukannya, dia hanya membela diri dengan membuktikan bahwa dia adalah rasul yang sederajad dengan kedua belas rasul. Ketika menyebut dirinya rasul yang paling hina, dia tidak sedang mengajarkan bahwa derajad kerasulannya tidak sepadan dengan kedua belas rasul, namun menyatakan bahwa sesungguhnya dia tidak layak menjadi rasul, namun Allah menetapkannya menjadi rasul dan itu adalah anugerah.

Apabila Paulus adalah rasul yang sederajad dengan kedua belas rasul, bukankah itu berarti ada 13 orang rasul? Benar, ada 13 orang rasul, 12 orang rasul untuk menghakimi ke 12 suku Israel dan satu rasul untuk menghakimi bangsa asing. Setelah ke 13 rasul mangkat, Allah tidak membangkitkan rasul baru lagi karena Alkitab sudah lengkap.

NABI

Nabi adalah penyambung lidah Allah. Semua tugas dan wewenang Nabi diemban oleh Yesus Kristus. Setelah Yesus naik ke surga maka wewenang dan tugas itu diemban oleh para rasul. Nabi versi Watchman Nee adalah orang yang memiliki karunia bernubuat, namun dia sama sekali tidak menjelaskan tentang apa yang dinubuatkan oleh nabi-nabi tersebut.

Alkitab sudah lengkap itu berarti setelah kitab Wahyu ditulis tidak ada orang yang menerima wahyu baru dari Allah. Karena tidak ada lagi wahyu baru lalu wahyu apa yang disampaikan oleh nabi-nabi perjanjian baru? Mustahil yang disampaikan oleh nabi-nabi baru itu adalah pemahaman tentang Firman Allah yang tercatat di dalam Alkitab karena Watchman Nee sendiri mengajarkan bahwa tugas memahami firman Tuhan lalu mengajarkannya kepada jemaat diemban oleh para pengajar. Satu-satunya hal yang mungkin adalah nabi-nabi itu menyampaikan hal-hal yang akan terjadi, hal-hal yang akan dialami oleh jemaat dan gereja seperti yang dilakukan oleh nabi Agabus. Apakah orang-orang seperti nabi Agabus itu memang ada sepanjang sejarah gereja? Sejarah gereja sama sekali tidak pernah mencatat keberadaan orang-orang demikian.

Joseph Smith pendiri gereja Mormon mengaku dirinya nabi dan mendapat wahyu baru dari Allah, namun kita semua tahu bahwa dia hanya seorang pembual. Russell dan Rutherford pendiri gereja Saksi Yehovah mengaku dirinya nabi dan menerima wahyu baru dari Yehovah, namun kita semua juga tahu apa itu saksi Yehovah. Ellen White pendiri gereja Advent juga mengaku dirinya nabi dan mengaku dirinya menerima wahyu baru dari Allah, namun sejarah membuktikan bahwa tidak ada satupun nubuatannya yang menjadi kenyataan. Pendeta Mangapin Sibuae pendiri gereja Pondok Nabi mengaku dirinya nabi dan menerima wahyu baru, namun kita semua tahu apa yang terjadi kemudian. Paul Yonggi Cho, Kenneth Hagin, Benny Hinn, Pdt. Gilbert Lumoindong dan masih banyak lagi yang mengaku dirinya nabi, namun kita semua tahu wahyu seperti apa yang mereka beritakan? Semua wahyu yang mereka sampaikan bertentangan dengan ajaran Alkitab.

Karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas DASAR para RASUL dan para NABI, dengan Kristus Yesus sebagai BATU PENJURU. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Efesus 2:18-22

Rasul dan nabi versi Watchman Nee bukanlah Rasul dan Nabi yang yang menjadi dasar didirikannya gereja yang Esa atau Am atau Katolik.

Catatan Kaki:

Ketika mengunggah tulisan “Roh Kudus – Karunia JABATAN & PELAYANAN” saya dan Samuel Franklyn terlibat dalam suatu diskusi yang sangat seru. Untuk mendukung argumentasinya dia lalu mengunggah tulisan “Siapakah rasul itu?” yang isinya dikutip dari buku “The Normal Christian Church Life – Kehidupan Gereja Kristen Normal” karya Watchman Nee.

Walaupun menunjukkan tempat bagi para pembaca yang ingin membaca tulisan lengkap Watchman Nee, namun menurut saya tidak semua pembaca akan membaca tulisan tersebut, di samping itu, kutipannya terlalu singkat untuk memberikan gambaran yang jelas dan menyeluruh atas ajaran Watchman Nee untuk thema tersebut.

Saya mengunggah tulisan ini dengan harapan para pembaca mendapatkan gambaran yang lengkap atas tulisan Watchman Nee sebagai ungkapan rasa hormat saya kepadanya dan sebagai penghargaan saya kepada Samuel Franklyn, seorang pencari kebenaran sejati. Awalnya saya bermaksud untuk mengunggah tulisan ini sebagai komentar pada tulisan Samuel Franklyn, namun nampaknya terlalu panjang sebagai sebuah komentar.

Saya tidak mengunggah terjemahan lengkap bab 1 buku The Normal Christian Church Life – Kehidupan Gereja Kristen Normal” karya Watchman Nee namun menyadurnya. Walaupun demikian, saya yakin anda tidak kehilangan intisari dari tulisannya.

Advertisements

6 thoughts on “Watchman Nee – Nabi dan Rasul

  1. penyesatan memang harus ada, saya tak terbayang bagaimana nasib orang orang yang berada dalam barisan penganut wahyu wahyuAllah yang bertaburan ini………………………………….

  2. sayang mereka gak mau terbuka untuk pemahaman sperti ini. merasa bahwa dirinya sudah terlalu ampuh matang dan mapan hingga tertutup untuk masukan masukan positif. tanpa sadar proses apapun tetap berjalan seiring dg waktu dan pasti berakhir, lalu terlambat………………………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s