Ada Dua Jalan Keselamatan – Nabi Picik Berhati Dengki


Sebagian orang Kristen meyakini bahwa pada jaman Perjanjian Lama HANYA orang Israel yang takut  akan Allah dan pada jaman Perjanjian Baru hanya orang Kristen yang takut akan Allah. Itu sebabnya mereka mengajarkan HANYA Israel dan bangsa-bangsa yang pernah berhubungan dan mempercayai kebenaran Perjanjian Lama dan beriman kepada Allah Israel saja yang selamat! Saya menyebut orang-orang Kristen demikian kaum ISRAEL ONLY walaupun banyak Theolog Reformed yang meyakini ajaran demikian. Walaupun bertentangan dengan Alkitab namun ajaran demikian marak dari generasi ke generasi karena pada hakekatnya manusia memang berjiwa picik dan berhati dengki seperti nabi Yunus.

Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku. Kejadian 20:11

Abraham berpikir bahwa TAKUT akan Allah tidak ada di Gerar namun dia salah sangka karena raja Abimelekh dan hamba-hambanya adalah orang-orang yang takut akan Allah (Kej 21:22-34). Alkitab bahkan mencatat dengan gamblang bahwa rakyat Abimelekh juga orang-orang yang takut akan Allah. Bangsa Gerar adalah bangsa yang takut akan Allah (Kejadian 26:1-35). Kisah Abimelekh dan Melkisedek seharusnya cukup untuk membuat kaum Israel Only bertobat, namun sayangnya mereka adalah orang-orang yang tegar tengkuk.

Umumnya kaum Israel Only menggunakan kisah bangsa Niniwe untuk membuktikan kebenaran ajaran HANYA bangsa-bangsa yang pernah berhubungan dan mempercayai kebenaran Perjanjian Lama dan beriman kepada Allah Israel saja yang selamat! Penggunaan kisah bangsa Niniwe inilah salah satu bukti bahwa kaum Israel only adalah orang-orang DEGIL berjiwa PICIK dan berhati DENGKI seperti Nabi Yunus dan sebagian orang Yahudi baik yang hidup dalam Perjanjian Lama maupun yang hidup pada jaman Kristus di dunia.

Allah berfirman agar Nabi Yunus pergi ke Niniwe dan BERSERU. Jiwanya yang picik tidak mampu menerima kenyataan bahwa Allah juga mengasihi bangsa-bangsa lain. Hatinya yang dengki tidak sanggup membayangkan bangsa Niniwe diselamatkan. Itu sebabnya pikirannya yang DEGIL lalu mencari cara menjauhi Allah. Dia melarikan diri ke Tarsis.

Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Yunus 1:4

Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Yunus 1:5

Lalu berkatalah mereka satu sama lain: “Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini.” Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi. Yunus 1:7

Berkatalah mereka kepadanya: “Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?” Yunus 1:8

Orang-orang di kapal itu bukan orang Yahudi, mereka sama sekali tidak mengenal bangsa dan kebudayaan Yahudi itu sebabnya mereka bertanya dari mana Yunus datang dan bangsa apakah dia? Yunus adalah orang yang sombong dan berjiwa picik itu sebabnya dengan jumawa dia menjawab.

Sahutnya kepada mereka: “Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan.” Yunus 1:9

Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: “Apa yang telah kauperbuat?” –sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka. Yunus 1:10

Walaupun bukan orang Yahudi dan tidak mengenal kebudayaan dan agama Yahudi namun para awak kapal itu adalah orang-orang yang TAKUT akan Allah itu sebabnya mereka berteriak kepada Allahnya masing-masing saat menghadapi bahaya. Mereka adalah orang-orang yang penuh cinta kasih itu sebabnya walaupun Yunus memberitahu agar mereka melemparkannya ke laut agar badai reda, mereka justru bahu-membahu mendayung untuk membawa kapal itu kembali ke darat agar semuanya, termasuk Yunus selamat.

Bertanyalah mereka: “Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora.” Yunus 1:11

Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.” Yunus 1:12

Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka. Yunus 1:13

Walaupun mendayung sekuat tenaga namun mereka tidak sanggup karena laut semakin bergelora. Mereka adalah orang-orang yang TAKUT akan Allah, itu sebabnya sebelum mencampakkan Yunus mereka berteriak kepada TUHAN, Allah-nya Yunus agar tidak menghukum mereka karena melemparkan Yunus ke laut.

Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki.” 1:14

Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. Yunus 1:15

Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. Yunus 1:16

Apakah Yunus memberitakan Perjanjian Lama kepada orang-orang itu selama dia di kapal? Tidak! Dia turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak. Yunus yang berjiwa picik dan pendengki mustahil menceritakan Perjanjian Lama agar bangsa kafir diselamatkan. Apakah Yunus mengajarkan cara untuk bersyukur kepada TUHAN dengan memberikan korban sembelihan selama badai berlangsung dan orang-orang di kapal itu bahu-membahu mendayung untuk kembali ke darat? Alkitab tidak mencatatnya sementara situasi demikian bukan waktu yang cocok untuk memberitakan Perjanjian Lama kepada bangsa kafir. Namun orang-orang tersebut mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar. Apakah TUHAN berkenan dengan persembahan dan nazar orang-orang kafir itu? Kita tidak tahu karena Alkitab tidak mencatatnya.

Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya. Yunus 1:17

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itupun memuntahkan Yunus ke darat. Yunus 2:10

“Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.” Yunus 3:2

Apakah Allah berfirman agar Yunus mengajarkan hukum Taurat dan tata ibadah bangsa Israel kepada bangsa Niniwe? Tidak! Apakah Allah berfirman agar Yunus membujuk bangsa Niniwe untuk bertobat? Tidak! Allah hanya berfirman agar Yunus BERSERU!

Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” Yunus 3:4

Yunus melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Dia berseru! Tidak lebih dan tidak kurang. Dia tidak memberitahu, siapa yang akan menunggangbalikkan Niniwe? Dia tidak memberi tahu, kenapa Niniwe akan ditunggangbalikkan? Dia juga tidak memberitahu, bagaimana cara untuk menghindari bencana? Dia hanya berseru!

Seruan Yunus membuat bangsa Niniwe sangat kuatir bahkan panik. Di dalam kepanikannya seluruh bangsa Niniwe bersatu padu untuk menghindarkan Niniwe dari bencana. Dari rakyat jelata hingga baginda raja, semuanya berkabung,  berpuasa berseru dengan keras kepada Allah dan berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Bahkan mereka memaksa seluruh binatang ternak untuk ikut berkabung dan berpuasa.

Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Yunus 3:5

Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. Yunus 3:6

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Yunus 3:7

Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Yunus 3:8

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.” Yunus 3:9

Kenapa bangsa Niniwe bertobat dan berseru kepada Allah? Bangsa Niniwe bertobat karena Yunus memperkenalkan Allah Israel kepada mereka dan mengajari mereka cara untuk menyembah Allah dengan benar dan hidup sesuai Sepuluh Perintah Allah? Bangsa Niniwe bertobat karena Yunus memberitahu mereka bahwa satu-satunya jalan untuk selamat adalah bertobat dan berseru kepada Allah (Allah Israel). Itulah yang diyakini oleh kaum Israel Only dan dikotbahkan dari mimbar ke mimbar dari generasi ke generasi sehingga banyak sekali jemaat yang menyangka bahwa itulah kebenaran yang tercatat di dalam Alkitab dan banyak guru sekolah minggu mengajarkannya sebagai kebenaran Alkitab kepada murid-murid sekolah minggu. Bangsa Niniwe adalah BUAH pelayanan nabi Yunus setelah dia bertobat. Itulah yang mereka kotbahkan.

Handai taulan sekalian, memang mengenaskan menghadapi kenyataan bahwa apa yang selama bertahun-tahun kita yakini sebagai kebenaran sesungguhnya adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan Alkitab. Memang menyebalkan menghadapi kenyataan bahwa pengkotbah yang selama bertahun-tahun kita hormati dan kagumi ternyata meyakini dan mengajarkan ajaran SESAT karena bertentangan dengan Alkitab. Namun, kita tidak punya pilihan lain selain menghadapi kenyataan demikian. Mari kita menanggung rasa malu dan penyesalan itu bersama-sama sambil bahu-membahu menyebarkan ajaran yang benar sementara berdoa, semoga semua jemaat di dalam generasi ini memahami ajaran yang benar sebelum mereka pergi menghadap Tuhan. Semoga generasi yang akan datang hanya memahami ajaran yang benar seumur hidup mereka.

Bangsa Niniwe bukan BUAH pelayanan nabi Yunus yang berjiwa PICIK dan berhati DENGKI. Jiwanya yang PICIK tidak mau menerima kenyataan bahwa Allah mengasihi bangsa-bangsa lain. Hatinya yang DENGKI tidak sanggup menerima kenyataan bahwa bangsa Niniwe TAKUT akan Allah. Pikirannya yang DEGIL merancang cara agar bangsa Niniwe BINASA.

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya. Yunus 3:10

Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia. Yunus 4:1

Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: “Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. Yunus 4:2

Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup.” Yunus 4:3

Israel Only mengajarkan bahwa bangsa Niniwe adalah bangsa yang SELAMAT karena pernah berhubungan dan mempercayai kebenaran Perjanjian Lama dan beriman kepada Allah Israel. Dari mana Niniwe kenal Allah Israel? Dari Yunus! Yunus dari hongkong?  Dari mana mereka mengetahui hukum taurat? Dari Yunus! Yunus dari hongkong? Apakah mereka mempercayai kebenaran Perjanjian Lama bangsa Israel? Israel dari hongkong? Israel Only mengajarkan: Koteks cing, konteks! Konteks dari hongkong? Eksposisi cing, eksposisi! Eksposisi dari hongkong! Niniwe adalah buah pelayanan Yunus. Itu jurus tafsir 1001 mimpi!

Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.” Lukas 8:10

Handai taulan sekalian, saya sering bertanya tanpa jawab, bagaimana cara Israel Only membaca Alkitab sehingga mereka menyimpulkan bahwa bangsa Niniwe TAKUT akan Allah karena pernah berhubungan dan mempercayai kebenaran Perjanjian Lama dan beriman kepada Allah Israel yang diberitakan oleh Yunus? Berdasarkan apa mereka menyimpulkan bahwa keselamatan bangsa Niniwe adalah BUAH pelayanan Yunus yang DEGIL, berjiwa PICIK, berhati DENGKI dan JAHAT? Bukankah mereka mengaku dirinya ahli Hermeneutika yang memahami Alkitab dengan prinsip Eksegesis? Bukankah sebagian dari mereka mengaku dirinya Theolog Reformed yang menjunjung tinggi prinsip Sola Scriptura? Saya hanya bisa menghibur diri sambil mengingat ucapan Kristus di atas.

Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam. Maleakhi 1:11

Andai kata Israel Only yang DEGIL, setelah membaca ayat tersebut di atas lalu berkata kepada Allah, “Adonai, sudahlah, jangan membual! Masak lupa? Bukankah Israel adalah satu-satunya bangsa yang mengagungkan nama-Mu dan mempersembahkan korban bagi nama-Mu. Tanpa melalui Israel, mana ada yang selamat? Selamat dari Jawa? Ho ho ho ho … Coba buktikan bahwa nama-Mu besar di antara bangsa-bangsa. Coba tunjukkan kepada kami bahwa di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Mu dan juga korban sajian yang tahir. Bangsa lain? Bangsa dari hongkong?”

Maka sebagai seorang Tionghua Kristen saya akan menjawab mereka, “Hai orang DEGIL yang berjiwa PICIK dan berhati DENGKI, kenapa kalian tidak belajar dari Abraham? Kenapa kalian tidak belajar dari Yunus bin Amitai? Tidak tahukah engkau bahwa Yunus bin Amitai yang sama DEGIL, PICIK dan DENGKI seperti kalian sudah membuktikan bahwa nama-Nya besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Nya dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Nya besar di antara bangsa-bangsa? Orang Niniwe percaya kepada Allah. Itulah yang diajarkan Alkitab”

NB:
Menurut para ilmuwan, Niniwe letaknya sekitar 800 Km timur laut Galilea, tempat tinggal  Yunus bin Amitai. Sementara Yunus hidup sekitar abad ke 7 atau ke 8 Sebelum Masehi. Bagi manusia yang hidup pada jaman itu, 800 km adalah ujung dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s