Andereas Samudera Membual Tentang Barang Seni dan Makluk Gaib


Ev. Andereas Samudera kembali membual. Kali ini dia mengajarkan bahwa Allah benci karya seni berupa patung, ukiran, boneka, lukisan dan foto serta barang-barang ofset. Menurutnya, barang-barang seni tersebut adalah celah bagi merasuknya roh-roh jahat ke dalam tubuh manusia sehingga mendatangkan penumpasan.

Memberanikan diri bertanya; Dalam buku Barang-Barang Tumpas Andereas Samudera menulis:

Bila seseorang menyembah berhala, roh dewa atau setan yang disembah melalui berhala itu akan memasuki, mendiami, serta menguasai jiwa si penyembah berhala. Bila ia menikah dengan anak Allah, percampuran darah itu akan membawa benih pemujaan berhala kepada keturunan mereka karena di dalam darahlah terletak nyawa seseorang. Nyawa adalah bagian dari jiwa seseorang. Barang-Barang Tumpas hal 27

Beberapa orang kaya yang telah berhasil dalam bisnis seringkali membuat monumen-monumen atas keberhasilan mereka berupa patung diri mereka atau koleksi patung lain, barang antik, binatang-binatang buas yang dikeringkan, mungkin sebagai kenang-kenangan atas keberhasilan mereka sebagai pemburu binatang hutan pada masa mudanya, dan sebagainya. Kehadiran barang-barang itu di dalam rumah seseorang kemudian ternyata mendatangkan penumpasan bagi dia dan anak cucunya. Ibid hal 31

Tidak semua patung dapat disebut berhala dan sebaliknya, tidak semua berhala berbentuk patung. Memang benar bahwa setiap pemuja berhala selalu mempunyai patung dewa yang dipujanya, yang telah diukir dalam bentuk tertentu. Akan tetapi tidak ada seorangpun dari mereka yang bersedia mendapatkan julukan penyembah berhala. Mereka selalu mengatakan bahwa patung itu hanya sebagai alat bantu untuk mengarahkan pikiran mereka kepada dewa mahasuci yang disembahnya. Justru itulah yang kita namakan menyembah berhala! Ibid hal 44

Kemudian muncul seniman-seniman patung yang semula mengerjakan patung dewa-dewa menurut pesanan para pemuja dewa, tetapi bila tidak ada pesanan lagi, mereka mengarahkan kepandaian mereka dalam memahat dan mengukir patung untuk menghasilkan karya-karya seni yang lain. Ibid hal 44

Jadi, ada dua macam patung yang dibuat: Patung berhala dan patung seni. Ayat di bawah ini menyatakan bahwa Allah membenci kedua bentuk patung itu. Ibid hal 44

Ulangan 4:15-19

Jadi, Tuhan melarang pembuatan makluk segala berhala dan segala sesuatu yang berbentuk makluk hidup. Tuhan bukan hanya tidak menyukai pembuatannya, melainkan juga penyimpanan barang-barang seperti itu. Oleh Firman Tuhan, pelanggaran akan hal ini disebut berlaku busuk. Ibid hal 45

Peringatan ini sungguh serius sehingga hal itu berarti bahwa orang yang melanggarnya akan mendapatkan bahaya yang buruk. Di mata Allah, pelanggaran ini dianggap sebagai perbuatan busuk dan bagi si iblis adalah suatu celah yang akan mencelakakan si pelanggar. Ibid hal 45-46

Allah sama sekali tidak menyukai patung dan dibuatkan patung. Dahulu Ia tidak suka dibuatkan patung, demikian pula sekarang dan selamanya. Mengapa? Ia hendak menampakkan diri secara langsung kepada mereka yang percaya kepada-Nya di dalam Roh. Ibid hal 47

Ia tidak suka seseorang membuat patung diri-Nya, terlebih lagi patung makluk ciptaan-Nya yang derajatnya lebih rendah dari pada-Nya. Ia pasti lebih tidak suka lagi. Ibid hal 47-48
ulangan 4:15, kita mengetahui bahwa yang tidak disukai Allah adalah bentuk-bentuk patung itu. Tidak peduli apakah patung itu disembah atau tidak, asalkan bentuknya menyerupai berhala, laki-laki atau perempuan, atau binatang-binatang di udara, darat atau air, Allah tidak suka melihatnya. Ibid hal 48

Perhatikan bahwa dalam Keluaran 20:4, Tuhan dengan tegas melarang orang membuat patung dan dalam Keluaran 20:5 melarang orang menyembah patung-patung itu. Bukan hanya menyembah patung yang dilarang, membuatnya pun dilarang. Dengan kata lain, membuat patung saja dilarang apalagi menyembahnya! Ibid hal 48

Ikatan batin atau ikatan jiwa adalah hubungan antara jiwa seseorang dengan seseorang lainnya atau dengan benda-benda tertentu. Ikatan-ikatan seperti itu dapat menjadi saluran yang akan dipakai oleh roh-roh yang ada di alam roh ini untuk memasuki jiwa seseorang. Ada lima tingkat hubungan batin. Hal ini dapat digambarkan sebagai berikut: Ibid hal 49

Pada suatu hari seorang keturunan Cina berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah patung porselen yang terletak di etalase sebuah toko. Sejenak ia mengamati patung itu. Karena hatinya merasa tertarik pata patung itu, ia lalu masuk ke dalam toko itu. Setelah tawar menawar, ia membayar patung itu seharga lima juta rupiah. Ibid hal 49

Mengapa ia berani mengeluarkan uang sebanyak itu untuk sebuah patung? Hatinya telah terpikat oleh keindahan patung itu! Setibanya di rumah, patung porselen itu ia taruh di atas sebuah rak hias yang terletak di tengah ruangan tamunya. Ibid hal 49

Seorang sahabatnya kemudian datang berkunjung ke rumahnya. Sahabat ini dengan segera tertarik kepada barang baru di atas rak hias itu. Ia mulai mengamat-amatinya dan bertanya,
“Barang ini bagus sekali, berapa harga yang kau bayar untuk patung ini?”
“Coba terka, menurutmu berapa?”
“Barangkali sepuluh juta rupiah?”
“Wah, kamu berani membayar sebanyak itu?”
“Ya, aku suka barang antik. Barang ini bagus sekali. Aku berani membayar sepuluh juta rupiah kalau kau melepasnya!”
“Ah, aku tidak berniat menjualnya, aku sendiri suka barang ini! Harga sebenarnya sih hanya lima juta!” Ibid hal 49

Mengapa ia tidak berniat menjual patung itu walaupun secara bisnis dapat memperoleh keuntungan yang besar sekali? Ia sudah mulai mencintai barang itu! Cinta tidak bisa dijual cinta yang bisa dijual itu adalah pelacuran! Ibid hal 49-50

Ketika seorang temannya yang lain datang, ia segera menceritakan perihal patung itu kepada temannya. Ia bercerita akan betapa bagusnya patung itu, bahwa ada orang lain yang telah menghargai patung tersebut sepuluh juta rupiah, bahkan kemudian menceritakan riwayat benda itu. Ia mulai membuka buku katalog barang antik dan menemukan riwayat benda mahal itu di sana. Ibid hal 50

“Barang ini berasal dari dinasti Ming, milik seorang gundik kaisar yang lari dari istana, menaiki sebuah kapal tetapi kapalnya karam di laut. Akan tetapi, lama setelah kejadian itu, kapal itu diangkat dari dasar lautan dan benda itu ditemukan lalu dijual kepada bangsawan anu, lalu terhilang pada suatu saat, … dan seterusnya.” Ibid hal 50

Kemudiandia menguraikan betapa bagusnya barang itu, betapa halus ukirannya, ciri-ciri benda zaman Ming itu, dan sebagainya. Orang ini sekarang telah memakai mulutnya untuk memuja patung itu. Memuja berarti mengucapkan kata-kata sanjungan untuk seseorang atau sebuah benda – padahal tujuan utama Allah menciptakan mulut manusia adalah untuk memuliakan Allah, selain untuk makan dan berkomunikasi. Ibid hal 50

Apabila suatu saat orang Cina ini meninggal, anak cucunya akan menghormati dia dengan cara menaruh benda kesayangannya itu di samping foto atau tempat abu sang ayah. Selanjutnya, sampai pada keturunannya yang ketiga atau keempat, mereka sudah tidak tahu lagi mengapa patung itu berada di atas meja sembahyang arwah nenek moyang mereka. Mereka akan menyembahyangi juga patung itu pada waktu menyembahyangi nenek  moyang mereka. Ibid hal 50

Jadi, ikatan batin itu cenderung bertumbuh: mula-mula tertarik (to be attracted), senang atau terpikat (to like), cinta (to love), tidak lama kemudian mulai memuja (to adore), dan lama kelamaan menjadi menyembah (to worship). Ibid hal 50-51

Patung adalah tiruan bentuk suatu makluk hidup, yang berada baik di dunia nyata ini maupun di alam roh, terbuat dari bahan-bahan yang ada di dunia ini, tetapi yang sendirinya tidak hidup. Ibid hal 51

Tanpa disadari, banyak sekali patung-patung dan boneka yang telah memasuki rumah-rumah orang yang hidup pada zaman modern sekarang. Bahkan, ia seperti suatu hal yang sewajarnya ada di setiap rumah sebagai pengisi atau penghias ruangan. Banyak rumah anak-anak Allah yang juga dipenuhi dengan patung atau boneka dan tanpa disadari anak-anak Allah ini telah melanggar hukum Firman Tuhan dan mengundang berbagai bentuk penumpasan ke dalam rumah mereka. Ibid hal 51

Kitab Perjanjian Lama sama sekali tidak memberikan penjelasan mengapa Allah melarang umat Israel membuat patung. Akan tetapi, pada masa Perjanjian Baru ini, Roh Kudus yang mampu membawa kita ke dalam seluruh kebenaran, telah diberikan kepada kita sehingga bila kita bertanya kepada-Nya, Ia akan menjelaskan arti hukum-hukum Allah itu melalui hikmat Roh Kudus. Ibid hal 51-52

Ketika Tuhan untuk pertama kalinya membukakan rahasia barang tumpas ini kepada saya, saya bertanya kepada Roh Kudus mengapa Tuhan melarang pembuatan patung. Roh Kudus lalu menerangkan bahwa di alam roh terdapat makluk-makluk rohani dengan berbagai bentuknya. Bila membaca kitab Wahyu, di sana anda akan menemukan adanya berbagai bentuk makluk di alam roh, seperti roh naga, roh ular, roh-roh najis yang menyerupai katak (Wahyu 16:13), roh burung nazar (Wahyu 8:13), dan roh yang berbentuk kuda. Mereka pastilah binatang-binatang yang ada di alam roh karena kuda hijau (Wahyu 6:8), misalnya, jelas-jelas bukan kuda yang ada di alam nyata ini. Demikian pula dengan makluk yang menyerupai kalajengking, tetapi bermuka perempuan dan sayapnya bersuara keras seperti kereta perang (Wahyu 9:2-11). Masih ada banyak makluk alam roh yang bentuknya tidak kita lihat di dunia materi ini. Ibid hal 52

Bila melihat patung atau gambar dirinya ada di dalam sebuah rumah, makluk-makluk dari alam roh ini akan merasa memiliki hak untuk datang dan berkeliaran di dalam rumah tersebut, sama seperti bila anda memasang gambar atau foto seorang bintang film atau tokoh sejarah yang anda kagumi di dalam rumah anda, itu berarti anda memberikan penghargaan kepada tokoh itu. Gambar orang jahat atau seseorang yang anda benci tentu tidak akan anda pampangkan di dalam rumah anda. Ibid hal 52

Habakuk 2:19

Firman Tuhan dengan jelas menerangkan kepada kita bahwa patung-patung itu tidak memiliki roh di dalamnya. Akan tetapi patung-patung yang ditaruh di dalam sebuah rumah akan menjadi tanda hadir bagi roh-roh yang menyerupai bentuk patung itu untuk berada di dalam rumah tersebut. Dengan kata lain, patung-patung itu menjadi alasan yang sah bagi roh-roh jahat untuk mendiami patung itu di rumahnya. Jiwa setiap orang yang tinggal di dalam rumah itu akan menjadi sasaran yang terbuka untuk dimasuki dan dikuasai roh-roh jahat. Ibid hal 53

Bila kuasa roh-roh itu hendak ditiadakan dari jiwa orang itu, tanda hadir itu harus dimusnahkan terlebih dahulu. Beberapa hamba Tuhan sering mengucapkan doa pemutusan hubungan seperti ini, “Dalam nama Tuhan Yesus, aku memutuskan ikatan dengan patung-patung di dalam rumah ini yang membelenggu sudaraku!” Kenyataaannya, doa seperti ini tidak cukup karena patung-patung itu masih diberikan tempat di rumah tersebut, sebagai tanda bahwa roh-roh itu masih diberikan wewenang untuk berkuasa di dalam rumah itu. Sekalipun tidak  terdapat roh di dalam sebuah patung, patung itu tetap harus disingkirkan guna menyingkirkan pengaruh kehadiran roh jahat di situ. Ibid hal 53-54

Sikap hati seseorang terhadap suatu lukisan, gambar, boneka, atau patung menyatakan ikatan batinnya dengan bentuk-bentuk itu. Disadari atau tidak, ikatan batin tersebut akan menyebabkan makluk-makluk itu memasuki jiwanya. Kehadiran roh-roh yang tidak kudus itu akan menyebabkan berbagai gangguan, baik dalam jiwa, pikiran, maupun kesehatan seseorang serta berbagai bentuk penyimpangan dari kehendak Allah. Ibid hal 55

Ketika pergi ke Kudus untuk kali berikutnya, pada sore harinya saya menyempatkan diri menengok ibu ini. Ibu ini bernama Anna dan berlatar belakang Katolik. Setelah dijelaskan mengenai kelahiran baru, ia mau menerima Tuhan Yesus masuk ke dalam hatinya. Setelah itu, saya mulai menangani penyakitnya. Di seluruh dunia, kebanyakan orang menderita sakit gula tinggi, tetapi ibu ini malah sebaliknya. Jadi, sekalipun ia meminum air gula dalam jumlah yang banyak, kadar gula di dalam darahnya tetap rendah. Akibatnya, ibu ini selalu bergerak dengan lamban dan terus menerus merasa lelah. Ia telah mengunjungi dokter-dokter Semarang, Jakarta dan Singapura, namun tidak ada satupun yang dapat menyembuhkan penyakitnya. Ibid hal 55

Ketika memasuki tokonya yang terletak di sebelah rumahnya, saya melihat dua ekor kura-kura kering yang besar sekali. Usianya pasti telah ratusan tahun. Saya mulai bertanya kepadanya, “Apa maksud anda menaruh dua kura-kura besar di depan toko itu?” Ibid hal 55

“Oh, itu dulu pesanan seorang turis asing. Ia minta dicarikan sebanyak lima buah. Saya baru mendapatkan dua buah lalu turis itu membatalkan pesanannya. Jadi kura-kura itu saya biarkan saja di sana sebagai hiasan. Kenapa pak Andereas?” Ibid hal 56

“Saya merasa tidak sejahtera dengan keberadaan dua buah kura-kura itu. Coba usahakan agar kedua kura-kura itu disingkirkan dari rumah ini. Taruhlah di tempat lain, asalkan tidak berada dalam satu lingkungan di mana keluarga anda tinggal.” Ibid hal 56

Tia-tiba seorang anggota tim yang menyertai saya berkata, “Pak Andereas, tadi siang ketika kita beristrirahat, saya bermimpi melihat seekor kura-kura melompat keluar dari kamar tidur bapak!” Ibid hal 56

Saya tidak tahu apa hubungan antara mimpi anggota tim saya itu dengan masalah yang kami hadapi, tetapi pernyataan itu rupanya telah berhasil meyakinkan ibu Anna sehingga pada akhirnya ia berkata, “Jika demikian baiklah, saya akan menyingkirkan kura-kura itu ke hotel saya. Saya mempunyai sebuah hotel di kota ini.” Ibid hal 56

Setelah mendoakan Ibu Anna, kami kembali ke Bandung. Sebulan kemudian Ibu Anna menulis surat kepada kakaknya di Bandung yang isinya menyatakan bahwa ia telah sembuh total dan benar-benar sehat setelah kami layani. Belakangan saya berjumpa lagi dengan ibu ini. Ia memberi tahu saya bahwa kura-kura kering itu tidak jadi ditaruh di hotelnya, tetapi dijual semuanya kepada orang yang datang segera setelah kami pulang. Ibid hal 56

Setelah peristiwa ini, saya bertanya kepada Roh kudus dan Ia menerangkan bahwa keberadaan kura-kura kering di dalam rumah ibu itulah yang telah menjadi celah dan jembatan bagi roh-roh kura-kura di alam roh sehingga mereka berdatangan ke rumah itu. Kura-kura kering itu adalah sejenis patung juga walaupun terbuat dari kulit binarang itu sendiri. Roh itu tentunya tidak terlalu senang berdiam dalam patung yang tidak bergerak. Oleh karena itu, ia berusaha untuk memasuki tubuh seseorang di dalam rumah itu karena dengan demikian ia akan memperoleh lebih banyak kesempatan untuk bergerak di alam nyata ini dan mempengaruhinya. Mereka yang sensitif, biasanya wanita dan anak-anak, lebih mudah dimasuki oleh roh-roh. Karena merupakan orang yang paling sensitif di dalam rumahnya, roh kura-kura itu mendiami dan menguasai tubuh ibu Anna untuk memanifestasikan karakteristik kura-kuranya. Itulah sebabnya, ibu Anna bergerak dan berjalan lamban sekali seperti kura-kura. Ibid hal 56-57

Beberapa orang  beranggapan bahwa gambar-gambar, foto-foto atau lukisan tidaklah menjadi masalah karena yang disebutkan dalam Ulangan 4:15:20 itu hanyalah mengenai patung saja. Bila memeriksa ayat-ayat itu dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris, terutama New International Version, anda akan menemukan hal yang agak berbeda dengan terjemahan bahasa Indonesia. Ibid hal 86

“An image of any shape” berarti gambar-gambar dalam segala bentuk. Jadi yang disebut berhala tidaklah semata-mata yang berbentuk patung saja, melainkan juga segala bentuk gambar, entah itu patung, relief, lukisan atau foto. Asalkan menggambarkan suatu makluk hidup yang bergerak, benda itu merupakan kekejian di mata Tuhan. Keberadaan gambar-gambar itu selalu menjadi alasan bagi makluk-makluk serupa yang ada di alam roh untuk hadir di rumah anda dan mengadakan gangguan-gangguan yang tidak pernah anda duga sebelumnya. Ibid hal 87

Seorang ibu datang kepada ibu Daud dan meminta agar anak perempuannya didoakan karena pada saat-saat tertentu ia akan berperilaku aneh. Ketika sedang marah, ia suka menendang-nendang ke kanan dan ke kiri tanpa dapat mengendalikannya. Ketika berkunjung ke rumah itu, ibu Daud mendapati lukisan seorang wanita yang sedang menunggang kuda terpampang di depan kamar anak ini. Roh Kudus memberitahukan bahwa lukisan itulah yang membuat anak itu sering menendang-nendang seperti kuda. Akan tetapi ketika diberitahukan hal tersebut, ibu anak itu tidak percaya bahkan menuduh ibu Daud mengada-ada. Karena sikapnya yang demikian, ibu Daud tidak dapat berbuat apa-apa dan meninggalkannya. Ibid hal 91-92

Bengcu Menggugat:

Beberapa hari terakhir ini udara panas sekali. Saya sedang menatap sampul buku berjudul Barang-Barang Tumpas karangan Ev. Andereas Samudera ketika bermimpi ketemu seseorang yang memperkenalkan diri dengan nama RTM. Inilah obrolan kami.

RTM    : Apakah anda mengoleksi buku tulisan Ev. Andereas Samudera dan mengunjungi websitenya Revival Total Ministry?

Bengcu    : Saya mengoleksi bukunya namun membuang sampulnya. Suhu hai hai yang mengajarkannya.

RTM    : Suhu hai hai? Apa yang diajarkannya sehingga anda melakukan hal yang, maaf, agak bodoh?

Bengcu    : Bodoh? Ha ha ha ha … Anda tahu kenapa udara sangat panas akhir-akhir ini dan banyak kebakaran bahkan kebakaran hutan? Banyak orang menyalahkan pemanasan global, namun suhu hai hai bilang itu akibat sampul buku Barang-Barang Tumpas.

RTM    : Apakah tidak terpikir bahwa suhu hai hai mengada-ada?

Bengcu    : Suhu hai hai? Mengada-ada? Ho ho ho…  Nggaklah yao! Sampul buku Barang-Barang Tumpas bergambar api yang membara. Coba anda baca yang diajarkan oleh Ev. Andereas Samudera di atas.

RTM    : Wow!  Kok aneh? Apa yang anda maksudkan?

Bengcu    : Jangan garuk-garuk jidat kalau nggak gatal, nanti lecet. Gambar api membara di dalam buku Barang-Barang Tumpas adalah celah bagi masuknya roh panas dan roh kemarau serta roh kebakaran. Roh-roh itulah yang menyebabkan udara panas dan kebakaran. Itu sebabnya saya bakar sampul buku itu.

RTM    : Wedew! Ha ha ha ha ha ha…. Jadi gara-gara suhu hai hai mengajarkan demikian maka anda membakar sampul buku anda?

Bengcu    : Tuh kan anda ngakak. Pasti gara-gara kerasukan roh ngakak melalui gambar lelaki nyengir di sampul belakang buku Barang-Barang Tumpas bukan? Untungnya saya tidak fanatik. Banyak orang fanatik yang membakar rumahnya dan mati kelaparan gara-gara suhu hai hai bilang, “Bila Andereas Samudera tidak membual karena ajarannya benar, maka semua barang yang pernah dipegang oleh orang non Kristen adalah barang tumpas najis berhala yang harus dimusnahkan dengan dibakar.”

RTM    : Apabila yang diajarkan oleh Ev. Andereas Samudera salah, kenapa Roh Kudus mengajarnya demikian dan memberkati pelayanannya?

Bengcu    : Walaupun mengaku diajar oleh Roh Kudus, namun siapa yang bisa menjamin bahwa itu bukan bualannya belaka?

RTM    : Tentu saja kami yakin bahwa dia mendapat pengajaran langsung dari Roh Kudus. Bukankah itu yang selalu dikatakannya? Bukankah banyak orang yang bersaksi diberkati karena kotbah-kotbahnya?

Bengcu    : Bila yakin, kenapa tidak membakar rumah anda lalu mati kelaparan? Bila pelayanannya diberkati, kenapa tidak ada orang yang dilayaninya membakar seluruh hartanya lalu mati kelaparan? Apabila Andereas Samudera yakin dengan ajarannya sendiri, bukankah dia seharusnya yang pertama membakar rumahnya dan mati kelaparan karena semua yang pernah dipegang oleh orang non Kristen adalah barang tumpas najis berhala yang harus dimusnahkan dengan dibakar? Kenapa dia justru memasang gambar tumpas pada bukunya dan menyebarkannya?

RTM    : Saya tidak tahu! Mungkin kita harus bertanya langsung kepada yang bersangkutan?

Bengcu    : Yang bersangkutan? Andereas Samudera mengaku mendapat pengajaran langsung dari Roh Kudus. Siapa yang anda maksudkan dengan yang bersangkutan itu?

RTM    : Anda benar-benar sinis! Ha ha ha ha…

Bengcu    : Ho ho ho ho… Anda benar-benar RTM.

RTM    : Anda benar-benar menyebalkan. Bisakah kami bertemu dengan suhu hai hai yang anda kagumi itu?

Bengcu    : Tidak bisa! Saat ini suhu hai hai sedang mengurus Tim Olimpiade Indonesia. Apabila Andereas Samudera tidak membual, maka suhu hai hai yakin, semua atlit Indonesia akan memecahkan rekor Olimpiade nantinya.

RTM    : Bagaimana mungkin?

Bengcu    : Menurut Andereas Samudera, batok kura-kura yang diawetkan membuat ibu Anna dirasuki roh kura-kura sehingga gerakannya lamban seperti kura-kura. Lukisan wanita menunggang kuda membuat anak perempuan itu menendang-nendang ke kiri dan ke kanan seperti kuda. Kuda memang tidak bisa menendang ke kiri dan ke kanan, bisanya hanya menendang ke belakang dengan kaki belakang dan menerjang ke depan dengan kaki depan. Namun kuda alam roh pasti bisa menendang ke kiri dan ke kanan seperti yang diberitahukan Roh Kudus kepada Ibu Daud. Mungkin kuda alam roh itu sudah belajar tendangan seribu bayangan dari kungfu master. Coba bayangkan, apa yang akan terjadi bila suhu hai hai memasang lukisan tokoh-tokoh sakti mandraguna di kamar setiap atlit Indonesia?

RTM    : Apa yang akan terjadi?

Bengcu    : Atlit lari pasti memecahkan rekor dunia dengan ilmu terbang di atas rumput karena lukisan Naruto. Atlit angkat besi mustahil tidak memecahkan rekor dunia karena lukisan Hulk. Atlit lompat jauh dan lompat tinggi akan memecahkan rekor gara-gara gambar Eng Si Avatar. Atlit renang memecahkan rekor dengan jurus naga laut menunggang gelombang. Atlit tinju diberi lukisan Gatotkaca sehingga punya otot kawat dan tulang besi. Atlit panahan putera diberi lukisan Arjuna atlit putrinya diberi lukisan Srikandi. Atlit gulat diberi gambar The Rock sementara atlit anggar diberi gambar Zoro. Atlit sepakbola, tinggal pasang gambar Kungfu Soccer. Semua kuda pacu disuruh menatap foto Black Stallion. Atlit bilyard dan kungfu, tinggal menatap komik Cin Mi si kungfu boy.

RTM    : Wedew! Kenapa kami tidak pernah memikirkan hal demikian?

Bengcu    : Karena anda telah dibutakan oleh ilah zaman ini.

RTM    : Apa yang harus kami lakukan?

Bengcu    : Belajar Alkitab dengan cara yang benar. Memahaminya dengan benar, bukan menafsirkan dengan jurus tafsir 1001 mimpi. Betapapun menariknya sebuah ajaran, harus tetap diuji dengan Alkitab sebagai standard kebenaran.

RTM    : Apabila yang diajarkan Andereas Samudera salah, lalu, bagaimana ajaran yang benar?

Bengcu    : Dia membual bahwa Kitab Perjanjian Lama sama sekali tidak memberi penjelasan alasan Allah melarang bangsa Israel membuat patung. Bangsa Israel tidak boleh membuat patung yang menyerupai apapun untuk disembah sebagai TUHAN dengan dua alasan. Pertama, TUHAN itu Roh yang tidak memiliki rupa. Kedua, alam, tumbuhan dan binatang diberikan kepada manusia untuk ditaklukkan dan dikuasai, bukan untuk disembah sebagai TUHAN.

Hati-hatilah sekali–sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api – Ulangan 4:15

supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan; Ulangan 4:16

yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, Ulangan 4:17

atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; Ulangan 4:18

dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, Ulangan 4:19

RTM    : Apakah itu berarti Allah tidak melarang manusia membuat patung, lukisan dan foto?

Bengcu    : Selama tidak sujud menyembah dan beribadah kepadanya, TUHAN mustahil cemburu.

RTM    : Bagaimana dengan roh-roh gentayangan?

Bengcu    : Anda sudah mempelajari Ulangan 4:15-19 dengan benar. Anda tahu yang disebut berhala?

RTM    : Berhala adalah suatu bentuk yang menyerupai apapun yang kepadanya manusia menyembah dan beribadah.

Bengcu    : Definisi yang akurat. Bacalah dengan teliti ayat-ayat berikut ini.

Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. Mazmur 115:4-8

Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayu yang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak; orang memperkuatnya dengan paku dan palu, supaya jangan goyang. Berhala itu sama seperti orang-orangan di kebun mentimun, tidak dapat berbicara; orang harus mengangkatnya, sebab tidak dapat melangkah. Janganlah takut kepadanya, sebab berhala itu tidak dapat berbuat jahat, dan berbuat baik pun tidak dapat.” Yeremia 10:3-5

Berhala itu semuanya bodoh dan dungu; petunjuk dewa itu sia-sia, karena ia hanya kayu belaka. — Perak kepingan dibawa dari Tarsis, dan emas dari Ufas; berhala itu buatan tukang dan buatan tangan pandai emas. Pakaiannya dari kain ungu tua dan kain ungu muda, semuanya buatan orang-orang ahli. — Yeremia 10:8-9

Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya, semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum. Yeremia 10:14-15

Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya. Celakalah orang yang berkata kepada sepotong kayu: “Terjagalah!” dan kepada sebuah batu bisu: “Bangunlah!” Masakan dia itu mengajar? Memang ia bersalutkan emas dan perak, tetapi roh tidak ada sama sekali di dalamnya. Habakuk 2:18-19

RTM    : Saya sudah membacanya dengan teliti.

Bengcu    : Apabila Andereas Samudera tidak membual, bukankah semua berhala di Israel pasti memiliki roh yaitu roh-roh yang merasukinya? Namun Alkitab mengajarkan dengan gamblang bahwa berhala tidak memiliki roh sama sekali. Apabila berhala yang disembah saja tidak mempunyai roh, musatahil patung, boneka, lukisan, ukiran dan barang-barang seni lain memiliki roh bukan? Nah, siapa yang membual? Karena Roh Kudus tidak berdusta, itu berarti Andereas Samudera adalah pembual, bukan?.

RTM    : Mungkin dia hanya salah memahami Alkitab?

Bengcu    : Bukankah dia mengaku bahwa yang diajarkannya tidak dipelajarinya dari Alkitab namun langsung dari Roh Kudus? Mustahil dia salah memahami Alkitab bukan? Terserah bila anda hendak menyebutnya nabi palsu, saya akan tetap menyebutnya pembual.

RTM    : Bagaimana dengan makluk-makluk gaib yang ada dalam kitab Wahyu?

Bengcu    : Kitab wahyu adalah catatan penglihatan rasul Yohanes. Dia mencatat semua yang dilihatnya dan yang diperintahkan untuk dicatatnya.

RTM    : Bagaimana dengan roh-roh jahat gentayangan?

Bengcu: Alkitab mengajarkan bahwa roh-roh jahat itu memang ada, namun mereka takluk 100% dan bekerja di bawah kendali Allah.

RTM: Apa yang harus kami katakan kepada Andereas Samudera, bila bertemu dia?

Bengcu: Suruh dia merenungkan ucapannya ini, “Jangan suka berbantah-bantah dengan penulis Alkitab dan membuat interpretasi sendiri, anda akan tersesat sendiri! Terimalah berita yang ditulis pengarang Alkitab itu dengan terbuka, maka anda akan mendapat pengetahuan tentang dunia roh dengan benar.”

Advertisements

45 thoughts on “Andereas Samudera Membual Tentang Barang Seni dan Makluk Gaib

  1. Saya mau bertanya saya pernah diajak masuk kedalam rtm tapi ada beberapa yang janggal dalam doktrin mereka, mereka meyakini bahwa Tuhan Yesus dikandung dari Roh Kudus yang mereka asumsikan bahwa Roh Kudus salah satunya adalah perempuan. untuk hal ini mohon pencerahannya

    • @Ling, GILA artinya TIDAK bisa membedakan HALUSINASI dan KENYATAAN serta tidak BISA STOP berhalusinasi.GILA bila karena otaknya rusak, bisa karena KEACUNAN (narkoba) namun BISA juga karena LATIHAN. Andereas Samudera dan murid-muridnya adalah orang-orang GILA karena LATIHAN. MEREKA berlati untuk MENJADI gila. Mereka berlatih untuk MENGANGAP halusinasi sebagai KENYATAAN.

      Soal KEHAMILAN si Maria, bila anda paham apa tiu BAYI TABUNG dan apa itu SEWA RAHIM maka anda akan mengerti. Silahkan klik di SINI untuk membacanya.

  2. Untuk RTM dan semua reinkarnasinya :Karena semua adalah perintah si andreas “Pembual” samudra
    Matius 15:7-9
    15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
    15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
    15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.”

  3. Sebaiknya anda memberi kode nomer Singapur aja dari pada ngomong asal ngomong tapi sebetlnya tda tau APA2…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s