Baptis Anak 100% Alkitabiah


Apakah Baptis Anak alkitabiah? Tentu saja alkitabiah! Hanya ada dua jenis orang di dalam generasi ini yang kekeh jumekeh mengajarkan bahwa baptis anak tidak alkitabiah. Pertama mereka tidak paham ajaran baptis anak. Kedua, mereka ingin menyesatkan orang Kristen. Dede Wijaya mengajarkan bahwa baptis anak tidak alkitabiah. Dia mengunggah 7 blog untuk mempertahankan ajarannya. Untuk membacanya anda dapat klik di sini , di sini , di sini , di sini , di sini , di sini , di sini . Vantillian mengunggah satu blog untuk menanggapi tulisan dede. Anda dapat membaca tulisannya dengan klik di sini . Saya sudah pernah mengunggah sebuah tulisan mengenai baptisan anak sebelumnya, untuk membacanya silahkan klik di sini .

Kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati. Maling yang dituduh MERAMPOK akan bebas demi hukum.

Dede Wijaya mengajarkan bahwa baptisan anak tidak alkitabiah dengan alasan:

  1. Hanya orang percaya yang boleh dibaptis.
  2. Baptis anak tidak Menyelamatkan anak yang di baptis.
  3. Banyak Theolog menentang baptisan anak.
  4. Baptis anak adalah KONSTANTIN-isme
  5. Iman Tidak Dapat Diwakilkan
  6. Baptis anak bukan tradisi yang menggantikan sunat.

Hanya orang percaya yang boleh dibaptis

Dede Wijaya menulis:

Dalam PB, Baptisan segera menyusul setelah IMAN PRIBADI kepada Kristus digunakan. Dalam gereja mula-mula, TAK SATUPUN orang percaya yang tidak dibaptis. Semua orang Percaya DIBAPTIS sebagai suatu kesaksian terhadap iman mereka.

Tertullianus, pemimpin gereja Afrika Utara (sekitar tahun 200), yang menandaskan bahwa anak-anak harus datang untuk dibaptis ketika mereka sudah DEWASA supaya mereka mengerti apa yang sedang mereka lakukan.” Oleh karena itu, sesuai dengan keadaan dari watak seseorang, dan juga usianya, maka PENUNDAAN baptisan adalah LEBIH MENGUNTUNGKAN, khususnya dalam hal anak-anak kecil.”2

”Baptisan diperuntukkan bagi orang-orang yang secara pribadi dan sukarela bersedia menanggapi panggilan keselamatan. Dalam Perjanjian Baru, calon baptisan adalah orang yang akan diajar (Matius 28:20), yang telah menerima Firman Allah (Kisah 2:41), dan yang telah menerima Roh Kudus (Kisah 10:47).

hai hai menanggapi:

Saudara Dede Wijaya juga menambahkan Kisah Para Rasul 16:32, Kisah Para Rasul 8:35-39 dan Markus 16:16 sebagai dasar ajarannya.

Saudara Dede, apabila SYARAT baptis adalah PERCAYA, bagaimana anda meyakini bahwa orang-orang yang menyatakan PERCAYA itu memang percaya? Hanya orang yang mampu mengetahui ISI HATI manusia yang dapat meyakininya bukan?

Pernahkah anda mengajar sekolah minggu? Pernahkah anda bertanya kepada anak-anak sekolah minggu apakah mereka PERCAYA? Menyadur motto dari raissa, Apakah anak kecil menyatakan percaya, didengarkan? Bukankah dengan pernyataan percayanya, anak-anak juga memiliki hak yang sama dengan orang dewasa? Bukankah pernyataan percaya anak kecil maupun orang dewasa sama-sama tidak dapat diuji?

Baptis anak tidak Menyelamatkan anak yang di baptis

Menurut kutipan Dede, Origenes mengaitkan baptisan anak dengan penghapusan dosa asal. Cyprianus dan 66 utusan konsili gereja mengaitkan baptis anak dengan RESIKO kebinasaan.

Konsili itu, yang terdiri dari 66 uskup, mengatakan bahwa baptisan tidak boleh ditunda ”jangan sampai oleh perbuatan itu kita membuka jiwa si anak terhadap RESIKO kebinasaan kekal.”

Apakah Cyprianus mengatakan bahwa baptis anak adalah JAMINAN keselamatan? TIDAK! Dede Wijaya yang menfsirkannya demikian. Apakah tafsiran Dede akurat? TIDAK! Silahkan baca kembali kutipan Dede tersebut di atas. Cyprianus dan ke 66 utusan konsili yakin bahwa baptis anak akan MENGURANGI resiko kebinasaan si anak, bukan JAMINAN keselamatan.

Mungkin pemahaman Origenes dan Cyprianus serta 66 utusan konsili gereja SALAH, namun itu tidak berarti baptisan anak tidak alkitabiah, sebab MEREKA bukan orang yang MENDIRIKAN tradisi baptis anak. Mereka hanya mengajarkan MAKNA baptis anak berdasarkan pemahaman mereka akan ajaran Alkitab. Pemahaman mereka bisa SALAH namun kesalahan mereka tidak MEMBUAT baptis anak menjadi tidak alkitabiah.

Saat ini saya tidak akan akan menguji apakah ajaran Origenes dan Cyprianus serta 66 utusan konsili gereja BENAR atau SALAH. Saya hanya ingin mengatakan bahwa AJARAN salah tentang MAKNA baptis anak tidak menjadikan baptis anak tidak alkitabiah. Menuntut MALING sebagai RAMPOK akan membuatnya bebas demi hukum.

Banyak Teolog menentang baptis anak

Tertullianus hidup tahun 160-225, Origenes hidup tahun 184-254 sedangkan Cyprianus hidup tahun 200-258. Saya belum pernah membaca tulisan mereka tentang baptis anak secara lengkap. Namun dari kutipan Dede kita dapat menyimpulkan bahwa pada saat mereka menulis. Baptis anak sudah menjadi tradisi gereja saat itu.

Apabila baptisan anak adalah tradisi BARU, bukan tradisi yang sudah berjalan sejak jaman para rasul, Tertullianus PASTI menyerang kelompok yang menegakkan tradisi baptis anak sebagai BIDAT. Kenapa hal itu tidak terjadi? Kenapa Tertullianus tidak kekeh jumekeh MENENTANG atau MENGHAPUSKAN tradisi baptis anak?

Mari kita membaca tulisan Tertullianus yang dikutip Dede Wijaya.

anak-anak harus datang untuk dibaptis ketika mereka sudah DEWASA supaya mereka mengerti apa yang sedang mereka lakukan.” Oleh karena itu, sesuai dengan keadaan dari watak seseorang, dan juga usianya, maka PENUNDAAN baptisan adalah LEBIH MENGUNTUNGKAN, khususnya dalam hal anak-anak kecil.”2

Bukankah Tertullianus hanya mengangap PENUNDAAN baptisan LEBIH MENGUNTUNGKAN? Bukankah dia sama sekali tidak mengajarkan bahwa baptis anak tidak alkitabiah?

Keberadaan Theolog-theolog yang menentang baptis anak tidak dapat dijadikan alasan untuk menyatakan bahwa baptis anak tidak alkitabiah karena para theolog itu belum tentu memiliki pemahaman yang benar.

Baptis anak adalah KONSTANTIN-isme

Tuduhan Karl Barth, teolog terkenal dari Swiss, bahwa motivasi sesungguhnya di balik Baptis Anak KONSTANTIN-isme adalah kesatuan gereja dan Negara, mungkin benar, namun itu tidak dapat dijadikan alasan bahwa baptis anak tidak alkitabiah. Flavius Valerius Aurelius Constantinus hidup pada tahun 272-337. Dia kaisar Roma pertama yang Kristen namun bukan orang pertama yang MENDIRIKAN tradisi baptis anak. Tradisi baptis anak sudah ada jauh sebelum dirinya. Menuduh Konstantinisme menyelewengkan tradisi baptis anak, mungkin masuk akal namun menjadikan konstantinisme sebagai alasan baptis anak tidak alkitabiah, jelas mengada-ada.

Iman Tidak Dapat Diwakilkan

Dede Wijaya Menulis: Alkitab juga TIDAK MENGAJARKAN BAHWA SESEORANG DAPAT BERIMAN GANTI ORANG LAIN; orang-tua tak dapat percaya ganti anak-anaknya. Lebih runyam lagi, bahkan orang tua itu sendiri belum dilahirkan kembali. Jadi Spurgeon menulis, ”orang-orang berdosa yang belum lahir baru berjanji untuk seorang bayi yang malang bahwa ia akan memelihara semua perintah kudus Allah, yang mereka sendiri langgar secara ceroboh setiap hari! Berapa lamakah Allah yang panjang sabar akan membiarkan hal ini terus?”17

Ajaran bahwa seseorang dapat mewakili orang lain untuk beriman tentu saja bertentangan dengan ajaran Alkitab. Ajran bahwa seseorang dapat mewakili orang lain untuk berjanji memelihara semua perintah kudus Allah juga bertentangan dengan Alkitab. Apabila baptis anak dipahami sebagai SESEORANG beriman untuk mewakili orang lain, maka itu berarti pemahaman orang tersebut tentang makna baptis anak SALAH. Namun keberadaan orang-orang demikian MUSTAHIL menjadikan baptis anak tidak alkitabah. Karena baptis anak yang alkitabiah sudah berlangsung sejak jaman para rasul.

Baptis anak bukan tradisi yang menggantikan sunat

Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Kolese 2:11-14

Apabila yang diajarkan oleh Paulus itu SALAH, di manakah salahnya? Karena yang diajarkan oleh Paulus itu benar, bukankah orang-orang Kristen pada zamannya akan membaptis anaknya seperti orang Yahudi menyunat anak mereka? Bukankah itu yang terjadi?

SUNAT adalah METERAI bagi Abraham atas perjanjiannya dengan Allah. SUNAT juga METERAI bagi keturunan Abraham atas perjanjian mereka dengan Allah. SUNAT adalah tanda diterimanya Abraham menjadi anggota PERJANJIAN. SUNAT juga adalah tanda diterimanya keturunan Abraham menjadi anggota PERJANJIAN. Apa isi perjanjian Allah dengan Abraham?

Allah akan menjadikan Abraham bapa sejumlah bangsa dan memberikan tanah Kanaan kepada Abraham dan keturunannya juga Allah akan menjadi Allah Abraham dan keturunannya dengan SYARAT: Abraham dan keturunannya hidup tidak bercela di hadapan Allah dan BERIMAN. Sebagai TANDA atau METERAI perjanjiaan itu Allah memberikan hukum sunat, semua keturunannya disunat saat berumur 8 hari.

Walaupun semua keturunan Abraham disunat pada hari ke 8, namun tidak semua keturunannya menikmati KEGENAPAN janji Allah. Hal itu terjadi BUKAN karena Allah mengingkari janjiNya namun karena mereka TIDAK hidup sesuai SYARAT pernjanjian, beriman dan hidup tidak TERCELA di hadapan Allah.

Kenapa Allah memberi perintah agar keturunan Abraham disunat pada hari ke 8? Kenapa tidak menunggu mereka dewasa sehingga dapat mengambil keputusan sendiri? Karena ketika PERJANJIAN itu mengikat Abraham, saat itu perjanjian itu juga mengikat keturunan Abraham. Ketika Abraham TERIKAT dengan perjanjian pada saat itu keturunannya juga TERIKAT.

BAPTIS adalah METERAI bagi seorang Kristen atas perjanjiannya dengan Allah. BAPTIS juga METERAI bagi keturunan seorang Kristen atas perjanjian mereka dengan Allah. BAPTIS adalah tanda diterimanya seorang Kristen menjadi anggota PERJANJIAN. BAPTIS juga adalah tanda diterimanya keturunan seorang Kristen menjadi anggota PERJANJIAN.

Apa isi perjanjian Allah dengan seorang Kristen? Apa isi PERJANJIAN antara seorang Kristen dan Allah? Allah akan menjadikan orang Kristen itu menjadi bapak sejumlah bangsa dan Allah akan menjadi Allah orang Kristen itu dan keturunannya dengan SYARAT: Mereka BERIMAN dan hidup menaati firman Tuhan.

Kenapa orang Kristen HARUS membaptis anaknya? Karena ketika PERJANJIAN itu mengikat seorang Kristen, saat itu perjanjian itu juga mengikat keturunannya. Ketika seorang Kristen TERIKAT dengan perjanjian pada saat itu keturunannya juga TERIKAT.

Apakah terikat dalam PERJANJIAN itu menyelamatkan? Tidak terikat dalam perjanjian MUATAHIL selamat. Namun TERIKAT di dalam perjanjian bukan JAMINAN selamat. Agar orang-orang yang TERIKAT perjanjian selamat ada SYARAT yang harus dipenuhi. BERIMAN dan MENAATI Firman Tuhan.

KESIMPULAN

BAPTIS ANAK tidak alkitabiah apabila kedua syarat ini terpenuhi:

  1. BAPTIS bukan METERAI yang menggantikan SUNAT.
  2. Alkitab menentang baptisan anak.

Karena Alkitab mengajarkan bahwa BAPTIS adalah METERAI yang menggantikan SUNAT, bukankah itu berarti tidak diperlukan PERINTAH BARU agar orang Kristen membaptis anak-anak mereka seperti keturunan Abraham menyunat anak mereka?

Kenapa gereja mula-mula mempraktekkan baptis anak walaupun para rasul tidak mengajarkannya? Karena ketentuan itu sudah diajarkan oleh Allah ketika memberi perintah SUNAT kepada Abraham.

Bagaimana dengan prilaku orang Kristen yang melakukan baptis ulang dengan alasan baptis anak tidak alkitabiah? Mereka harus mempelajari Alkitab dengan cara yang benar agar dapat memahami makna baptis anak dengan benar. Melakukan baptis ulang dengan alasan baptis anak tidak alkitabiah itu ibarat MELAKUKAN sunat ulang setelah disunat pada waktu kecil.

Bagaimana dengan prilaku orang Kristen yang melakukan baptis ulang dengan alasan baptis percik tidak alkitabiah? Mereka harus mempelajari Alkitab dengan cara yang benar agar dapat memahami makna baptis dengan benar. Melakukan baptis ulang dengan alasan baptis percik tidak alkitabiah adalah unjuk KESOMBONGAN dengan menjatuhkan VONIS gereja yang melakukan baptis percik SESAT dan Pendeta yang melakukan baptis percik TIDAK memiliki urapan Allah. Itu ibarat melakukan SUNAT ulang karena menganggap bengkong (tukang sunat) atau dokter yang menyunat sebelumnya tidak kompeten tanpa memperhatikan bahwa kulit katannya sudah disunat. Untuk mempelajari tentang baptis mana yang alkitabiah, silahkan klik di sini .

28 thoughts on “Baptis Anak 100% Alkitabiah

  1. mengapa satu agama di baptis? agama lain sblum ritual hrs cuci muka? Agama lain hrus mandi?
    Sederhana aja,
    Krn jaman dahulu jarang/ tidak ada air/pam di daerah mreka. Shg manusia jarang mandi.
    Kt kan uda mandi tiap hari. Gt aja kok repot? Memang tolol, semakin mempersulit dgn dalih2 yg tak berguna. Utk apa rumit2? Pake otak aja, secara mendasar aja. Jgn tlalu jauh, bs sesat. Ha ha

  2. waaaahhh telat koment nih..

    Berdasarkan Matius 16 : 16, yang dibaptis harus percaya dulu… Anak-anak tidak dapat dibaptis karena BELUM PERCAYA,

    tapi Matius 18 : 6 : “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.

    … anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku….

    apa ini bukan bukti bahwa anak-anak kecilpun dapat PERCAYA kepada Yesus??
    Jadi : asumsi bahwa ANAK-ANAK tidak dapat dibaptis KARENA BELUM PERCAYA bertentangan dengan perkataan Yesus..

    • Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Matius 16:16

      “Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini (Mikros) yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Matius 18:6

      Kisanak, Matius 16:16 tidak bicara tentang BAPTIS. Matius 18:6 juga tidak bicara tentang ANAK-ANAK KECIL. Frasa “Dari anak-anak kecil” diterjemahkan dari kata Yunani MIKROS yang artinya KECIL.

      Anak-anak kecil tentu saja bisa percaya. Sahabat saya, Pdt. Thomy Matakupan dari GRII Andhika Plasa Surabaya rajin sekali melakukan KKR bagi anak kecil. Anak SD bahkan anak TK.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s