Lembaga Alkitab Indonesia – Lembaga Yang Dilupakan


Salah satu keunikan Alkitab yang sangat saya kagumi adalah keakuratan penggunaan kata-kata dan kalimatnya yang tidak memberi kesempatan kepada pembaca yang mempelajarinya dengan benar untuk menafsirkannya selain memahaminya. Salah satu keasykan mempelajari Alkitab adalah berusaha memahami makna yang terkandung di dalam keakuratan kata dan kalimat di dalam sebuah ayat dengan benar. Itu sebabnya, penguasaan bahasa menjadi unsur yang paling penting ketika kita mempelajari Alkitab. Itu sebabnya, saya percaya, ketika menulis, para penulis Alkitab dibimbing oleh Roh Kudus. Itu sebabnya saya juga percaya, ketika menerjemahkan, Allah turut bekerja melalui keterbatasan para penerjemah Alkitab.

Penerjemahan Alkitab dilakukan agar para pembaca lebih mudah memahaminya. Kelemahan utama para penerjemah Alkitab adalah KEINGINAN untuk membantu pembaca agar memahami Alkitab dengan mudah dan benar serta KEKUATIRAN pembaca salah memahaminya. GODAAN terbesar para penerjemah Alkitab adalah keinginan untuk menyertakan pemahamannya atas ayat yang diterjemahkan.

Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) secara resmi berdiri pada tanggal 9 Februari 1954 dengan misi utama: Menerjemahkan, memproduksi, menerbitkan, menyebarkan Alkitab dan bagian-bagiannya dalam sebanyak mungkin bahasa, dalam beragam bentuk dan media, serta dengan harga yang terjangkau.

Apakah LAI sudah bekerja dengan baik sesuai dengan misinya? Saya tidak tahu. Mungkin ketidak tahuan saya itu timbul karena informasi yang sangat minim tentang LAI yang beredar di masyarakat saat ini. Mungkin pula itu terjadi karena ketidakpedulian karena merasa tidak memiliki kepentingan dengan LAI selain Alkitab yang diterbitkannya. Mungkin sudah terlambat namun lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali, umat Kristen harus lebih peduli lagi pada LAI. Karena LAI-lah yang menerjemahkan, menerbitkan dan menyebarkan serta menyubsidi harga jual Alkitab.

Apakah LAI sudah mencetak Alkitab dengan akurat? Apakah LAI sudah menerjemahkan Alkitab dengan akurat? Apakah LAI memiliki dana yang cukup untuk menyubsidi harga jual Alkitab? Apakah LAI sudah menyebarkan Alkitab dengan cara yang efektif dan efisien? Handai taulan, sudah saatnya umat Kristen mulai ikut memikirkan pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas. Sudah saatnya umat Kristen ikut serta secara aktif agar pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dapat dijawab dengan suara bulat, “YA!” Mari kita mulai melibatkan diri SEJAK hari ini.

Apabila menemukan salah cetak ketika membaca Alkitab, catatlah dan beritahu LAI. Apabila menemukan salah terjemahan, catatlah dan beritahu LAI. Apabila memiliki uang, sisihkan sebagian untuk LAI. Apabila menemukan hal yang tidak benar atau memiliki ide guna meningkatkan efektifitas dan efisiensi penyebaran Alkitab, catatlah dan beritahu LAI. Agar semua umat Kristen dapat ikut terlibat membantu LAI memenuhi misi utamanya, maka LAI harus LEBIH membuka diri kepada umat Kristen.

Pada 1 September 2003 LAI mendirikan Pusat Pengkajian Biblika (PPB) untuk melayani umat Kristen tentang penerjemahan dan penerbitan Alkitab yang meliputi: Salah cetak, keliru terjemahan, penyediaan informasi tentang perbedaan terjemahan berbagai versi Alkitab dan penyediaan informasi tentang makna sebenarnya suatu kata dalam bahasa sumber maupun bahasa terjemahan.

Apakah Pusat Pengkajian Biblika (PPB) sudah melaksanakan misinya dengan baik? Beberapa saat yang lalu sekelompok orang Kristen menuntut LAI ke pengadilan. Di luar materi tuntutan mereka, muncul pertanyaan, apakah tuntutan itu dilakukan karena hal itu dipandang sebagai cara untuk mencari nama ataukah perwujudan rasa frustasi karena  Pusat Pengkajian Biblika (PPB) belum melaksanakan misinya dengan baik? Saya tidak tahu! Informasi tentang hal itu simpang siur dan sangat sedikit sekali. Namun, saya tahu, agar Pusat Pengkajian Biblika (PPB) dapat melaksanakan misinya dengan baik, maka mau tidak tidak mau umat Kristen dan  Pusat Pengkajian Biblika (PPB) harus saling berinteraksi dengan baik.

Bagaimana interaksi yang baik antara umat Kristen dan Pusat Pengkajian Biblika (PPB) dapat berjalan dengan baik? Menurut saya hal itu harus dimulai oleh LAI dengan menyediakan sumber daya manusia yang berkualitas dan prasarana komunikasi yang baik. Dengan demikian, maka umat yang ingin berinteraksi dengan Pusat Pengkajian Biblika (PPB) dapat melakukannya dengan mudah dan dilayani dengan baik serta cepat.

Apabila saya menemukan salah cetak ketika membaca Alkitab, bagaimana caranya memberitahu LAI? Bagaimana saya yakin bahwa informasi itu ditangani dengan baik sehingga pada penerbitan Alkitab selanjutnya, kesalahan cetak itu sudah diperbaiki?

Apabila saya menyangka menemukan kesalahan terjemahan, bagaimana caranya memberitahu LAI? Bagaimana dan kapan saya diberitahu, apakah sangkaan saya itu benar atau LAI punya alasan tertentu atas terjemahan yang dibuatnya?

Apabila saya ingin bertanya tentang perbedaan terjemahan berbagai versi Alkitab, bagaimana cara bertanya kepada LAI? Bagaimana dan kapan saya mendapatkan informasi itu dari LAI? Bagaimana caranya bila saya ingin mendiskusikan hal itu lebih lanjut dengan LAI guna mendapatkan informasi tambahan?

Apabila saya ingin bertanya tentang makna sebenarnya suatu kata dalam bahasa sumber maupun bahasa terjemahan, bagaimana cara bertanya kepada LAI? Bagaimana dan kapan saya mendapatkan informasi itu dari LAI? Bagaimana caranya bila saya ingin mendiskusikan hal itu lebih lanjut dengan LAI guna mendapatkan informasi tambahan?

Terus terang, saya belum pernah berhubungan dengan Pusat Pengkajian Biblika (PPB). Saya belum pernah menemukan salah cetak di dalam Alkitab ketika membacanya. Ketika menyangka terjemahan LAI kurang akurat, saya tidak pernah memberitahu LAI dan mempertanyakannya. Saya belum pernah memikirkan sebelumnya apalagi menyisihkan sebagian uang guna mendukung operasional LAI. Saya juga belum pernah memikirkan apalagi mengamati sistem penyebaran Alkitab oleh LAI sehingga mustahil menilai apakah sistem mereka sudah berjalan efektif dan efisien.  Saya sadar, harus mengubah prilaku demikian. Saya akan mengubahnya mulai hari ini. Bagaimana dengan anda?

Ketika mengunjungi website LAI, saya melihat jumlah hitnya 0476037 itu berarti saya adalah hiter ke 476.037. Saya tidak tahu sejak kapan website LAI diunggah, namun jumlah hitnya sangat mengenaskan. Ketika membuka daftar menunya satu persatu, saya merasa kecewa. Nampak jelas sekali bahwa situs itu tidak dikelola dengan baik. Mungkin LAI menganggap situs mereka kurang penting atau mereka tidak memiliki sumber daya manusia yang baik atau mereka kecewa karena sedikit sekali umat Kristen yang memanfaatkan situs itu. Untuk melihat situs LAI, silahkan klik di sini.

Handai taulan sekalian, keakuratan terjemahan Alkitab, ketersediaan Alkitab dan harga Alkitab sangat PENTING sekali bagi umat Kristen. Sudah saatnya umat Kristen peduli akan hal-hal itu dan melibatkan diri secara aktif dalam hal-hal demikian.

NB
Silahkan klik di SINI untuk membaca tulisan hai hai yang lain tentang Alkitab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s