Ada Gula Ada Emut – Untuk Mengenang Gusdur


Ketika Presiden Abdurrahman Wahid mengunjungi Amerika Serikat, dia bertemu dengan Presiden Clinton selama 90 menit. Di dalam 30 menit pertama Presiden Gusdur dan Presiden Clinton mendiskusikan berbagai hal, baik tentang Indonesia maupun dunia. Presiden Clinton menyatakan bahwa Amerika Serikat mendukung tetap bertahannya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 60 menit selanjutnya mereka gunakan untuk ngobrol sebagai dua orang sahabat. Inilah salah satu hal yang mereka obrolkan saat itu.

Kepada Clinton, Gusdur berkata, “Mr. Presiden, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, ini hanya antara teman, dikelak kemudian hari, mungkinkah anda menyangkal apa yang telah anda sepakati tadi?” Walaupun tetap tersenyum namun nampak jelas Presiden Clinton tersinggung dengan pertanyaan Gusdur, itu sebabnya dia melotot. Namun hal itu tidak membuat Gusdur jadi repot.

Setelah berpikir cukup lama, Clinton pun berkata, “Mister Gusdur yang mulia, tidakkah anda merasa pertanyaan anda berlebihan?” Gusdur ngedumel, “gitu aja kok repot!” Dia lalu berkata, “Mister Presiden, dari mas media kami tahu bahwa anda akhirnya mengakui semua cerita yang anda sangkal sebelumnya. Di negeri kami ada pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya dia melompat lagi. Itu sebabnya saya kuatir tupai melompat lagi. Clinton ngakak dengan muka tersipu-sipu, sementara Gusdur hanya terkekeh.

Setelah ngakaknya reda, Clinton berkata, “Gusdur yang mulia, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, saya menyangkal karena memang bukan itu yang terjadi. Saya mengakui karena memang itu yang kelihatan. Tidak bertolak belakang namun paradoks.” Gusdur mengerjap-ngerjapkan matanya dengan caranya yang khas. Clinton menatapnya tajam, lalu berkata, “Ini of the record. Kalau ente nggak percaya boleh cek barang I di toko sebelah.” Clinton ngakak dengan leluconnya.

“Mister Presiden yang terhormat, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, anda menyangkal mati-matian lalu anda mengakuinya. Bagaimana mungkin itu disebut paradoks?” Clinton berdiri dari duduknya, mendekati Gusdur lalu menepuk-nepuk punggungnya. Dia lalu berjalan ke bar, menuang wisky bagi dirinya sendiri dan menuang wedang jahe untuk Gusdur. Setelah menyodorkan gelas wedang jahe ke tangan Gusdur, dia menegak wiskynya dan ngomel, “Sudah terlalu lama Amerika serikat dikuasai oleh Windows dari Microsoft, itu sebabnya rakyat Amerika terbiasa hidup dengan prinsip What You See Is What You Get (WYSIWYG). Karena itulah mereka tidak akan pernah paham dengan kejadian yang sebenarnya.”

Gusdur menyeruput wedang jahenya lalu mengerjap-ngerjapkan matanya dengan caranya yang khas. Clinton duduk di samping Gusdur lalu menepuk punggungnya sambil berkata, “Gus ente pasti akan memahami apa yang sebenarnya terjadi, itu sebabnya saya akan ceritakan kisah sebenarnya.”  Gusdur kembali mengerjap-ngerjap dengan cara khasnya dan berkata, “Cerita aja kok repot?”

“Waktu itu saya sedang lembur ketika merasa sesuatu menggigit selangkangan saya. Rasanya seperti digigit semut, itu sebabnya saya menduga pasti digigit semut. Saya lalu membuka celana saya guna mencari semut sialan itu.” Clinton memulai ceritanya. Setelah menarik nafas panjang dia pun melanjutkan, “Saat itu Monica Lewinsky ada di ruangan saya, maka dia pun membantu saya mencari semut itu. Namun sayang kami tidak menemukan semut kurang ajar yang nekad menyerang dan meneror presiden Amerika Serikat. Menyerang dan meneror presiden Amerika Serikat adalah penghinaan terhadap negara oleh sebab itu saya memutuskan untuk terus mencari semut itu, bila perlu mengerahkan FBI dan CIA.” Clinton berhenti dan menatap Gusdur tajam, namun Gusdur asyk dengan hobynya, mengerjap-ngerjapkan matanya dengan cara khas.

Clinton berdiri, melipat tangannya dan menatap gambar burung Elang yang ada di karpet dengan penuh kebanggaan. Walaupun matanya terpejam namun Gusdur tahu apa yang dilakukan Clinton, itu sebabnya dia berkata, “Burung kami lebih besar dari burung anda. Burung anda adalah burung elang sementara burung kami burung Garuda. Itu sebabnya di Indonesia nggak ada presiden yang burungnya digigit semut.” Gusdur nggak ngakak sementara Clinton terbahak-bahak lalu memaki, “Oncom!”

Setelah ngakaknya reda Clinton melanjutkan ceritanya, “Saya dibantu Monica Lewinsky terus mencari semut sialan itu namun tidak menemukannya. Tiba-tiba Lewinsky berkata, “Mr. Presiden, di negeri Gusdur ada pepatah yang bunyinya, ‘Ada gula ada semut.’ Karena tidak menemukan semutnya, bagaimana bila kita mencari gulanya? Saya yakin, bila menemukan gulanya pasti ketemu semutnya.” Kembali Clinton berjalan ke Bar dan menuang wisky. Setelah menghabiskannya dalam satu tegukan, dia melanjutkan ceritanya. “Nah, Gusdur sahabatku, itulah yang terjadi saat itu, Monica Lewinsky membantu saya mencari gula guna menemukan semut sialan itu.” Clinton lalu menatap Gusdur karena Gusdur cuek maka dia menepuk pundaknya, “Guys, any question?” Tanya Clinton penuh keyakinan.

Setelah terkekeh, Gusdur bertanya, “Mr. Presiden, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, bukankah mas media memberitakan bahwa hal itu terjadi berkali-kali?” Clinton mendengus kesal lalu berkata dengan suara tinggi, “Itulah masalahnya Gus, walaupun berkali-kali mencarinya namun Lewinsky tidak menemukan gulanya sementara semut sialan itu harus ditemukan karena Negara Amerika tidak pernah kompromi dengan para teroris!” Setelah menggaruk-garuk tangannya Gusdur menanggapi.

“Ada gula ada emut, gitu aja kok repot!”

Catatan:
Ketika mendengar kabar Gusdur meninggal, juga Frans Seda meninggal, saya merasa sedih sekali. Itu sebabnya ketika teman-teman menulis tentang Gusdur saya diam seribu bahasa. Kesedihan itu terlalu pekat untuk dilampiaskan. Ketika kesedihan itu berkurang, saya ingin menulis guna mengenang Gusdur. Biarlah orang lain menulis tentang sepak terjangnya yang luar biasa, saya akan mengenang selera humornya yang di luar biasa. Ketika menonton televisi, salah satu mantan juru bicara Gusdur bercerita tentang pertemuan Gusdur dengan Clinton. Cerita itu mimicu munculnya ide menulis sebuah cerita lucu dengan seting pertemuan Gusdur dan Clinton untuk mengenang Gusdur.

2 thoughts on “Ada Gula Ada Emut – Untuk Mengenang Gusdur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s