Adam Masuk Neraka


Dari generasi ke generasi umat Kristen memahami bahwa Iblis adalah malaikat yang berhasil mempengaruhi sepertiga malaikat untuk memberontak kepada Allah. Karena pemberontakan tersebut maka malaikat-malaikat itu lalu dibuang ke dunia. Di dunia malaikat-malaikat itu menyesatkan manusia dengan cara merasuki manusia, menggoda manusia, menipu manusia dan memberikan imbalan harta dan kuasa kepada manusia yang menyembahnya. Itukah yang diajarkan oleh Alkitab?

Bukan! Alkitab mengajarkan: Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM. Adam PASTI masuk NERAKA.

Iblis Dalam Perjanjian Lama

Di dalam Perjanjian Lama kata Iblis diterjemahkan dari kata Ibrani SATAN yang artinya “lawan” atau “pendakwa” alias “hakim”.  Di dalam Perjanjian Lama, ada tiga kisah di mana Iblis digunakan untuk menyebut suatu pribadi. Ketiga kisah itu tercatat di dalam kitab Ayub, 1 Tawarikh dan Zakaria.

Menurut para ilmuwan, kisah Ayub menceritakan kisah yang terjadi pada masa Abraham (2000 SM), kitab ditulis 520-470 SM sementara kitab Tawarikh ditulis 450-420 SM. Itu berarti kitab Ayublah yang pertama kali berkisah tentang suatu makluk yang disebut Iblis alias Satan terlibat di dalam kehidupan manusia.

Iblis dan Ayub

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Ayub 1:6

Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Ayub 1:7

Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” Ayub 1:8

Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? Ayub 1:9

Bukankah Engkau yang membuat pagar sekeliling dia dan rumahnya serta segala yang dimilikinya? Apa yang dikerjakannya telah Kauberkati dan apa yang dimilikinya makin bertambah di negeri itu. Ayub 1:10

Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Ayub 1:11

Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN. Ayub 1:12

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN. Ayub 2:1

Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Ayub 2:2

Firman TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia tetap tekun dalam kesalehannya, meskipun engkau telah membujuk Aku melawan dia untuk mencelakakannya tanpa alasan.” Ayub 2:3

Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Kulit ganti kulit! Orang akan memberikan segala yang dipunyainya ganti nyawanya. Ayub 2:4

Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.” Ayub 2:5

Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.” Ayub 2:6

Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.  Ayub 2:7

Ketika mempelajari kisah penciptaan kita sudah memahami bahwa TUHAN Allah bukan Allah. Sebagai orang Kristen yang telah mempelajari Alkitab kita tahu bahwa TUHAN Allah adalah GAMBAR Allah yang tidak kelihatan. Allah adalah Tuhan Yang Mahagelap sementara TUHAN Allah adalah Allah Yang Mahaterang. Allah Yang Mahagelap adalah Allah yang tidak kelihatan, Dia adalah Allah yang tinggal jauh (transenden), Allah yang kita ketahui keberadaan-Nya melalui TUHAN Allah sementara Allah Yang Mahaterang adalah Allah yang berinteraksi dengan manusia, Allah yang tinggal dekat (imanen). TUHAN Allah yang umumnya di sapa YHWH (TUHAN) bertahta di sorga.

Melalui kisah Ayub, tentang Iblis kita dapat menarik beberapa kesimpulan:

1. Iblis memiliki kehendak
2. Iblis berkuasa untuk gentayangan di dunia
3. Iblis berkuasa untuk gentayangan di sorga
4. Iblis berkuasa untuk menghakimi (mendakwa) manusia dan TUHAN Allah
5. Iblis dengan IZIN TUHAN Allah berkuasa untuk menimpa manusia bahkan membunuh manusia baik dengan bencana alam maupun dengan tangan manusia
6. Iblis dengan IZIN TUHAN Allah berkuasa untuk menimpa manusia dengan penyakit
7. Iblis berkuasa membujuk TUHAN Allah untuk melawan manusia

Iblis dan Imam Besar Yosua

Kemudian ia memperlihatkan kepadaku imam besar Yosua berdiri di hadapan Malaikat TUHAN sedang Iblis berdiri di sebelah kanannya untuk mendakwa dia. Zakaria 3:1

Lalu berkatalah Malaikat TUHAN kepada Iblis itu: “TUHAN kiranya menghardik engkau, hai Iblis! TUHAN, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?” Zakaria 3:2

Adapun Yosua mengenakan pakaian yang kotor, waktu dia berdiri di hadapan Malaikat itu, Zakaria 3:3

yang memberikan perintah kepada orang-orang yang melayaninya: “Tanggalkanlah pakaian yang kotor itu dari padanya.” Dan kepada Yosua ia berkata: “Lihat, dengan ini aku telah menjauhkan kesalahanmu dari padamu! Aku akan mengenakan kepadamu pakaian pesta.” Zakaria 3:4

Kemudian ia berkata: “Taruhlah serban tahir pada kepalanya!” Maka mereka menaruh serban tahir pada kepalanya dan mengenakan pakaian kepadanya, sedang Malaikat TUHAN berdiri di situ. Zakaria 3:5

Lalu Malaikat TUHAN itu memberi jaminan kepada Yosua, katanya: Zakaria 3:6

“Beginilah firman TUHAN semesta alam: Apabila engkau hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan tugas yang Kuberikan kepadamu, maka engkau akan memerintah rumah-Ku dan mengurus pelataran-Ku, dan Aku akan mengizinkan engkau masuk ke antara mereka yang berdiri melayani di sini. Zakaria 3:7

Dengarkanlah, hai imam besar Yosua! Engkau dan teman-temanmu yang duduk di hadapanmu–sungguh kamu merupakan suatu lambang. Sebab, sesungguhnya Aku akan mendatangkan hamba-Ku, yakni Sang Tunas. Zakaria 3:8

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. Yohanes 8:44

Dari kisah penglihatan nabi Zakaria tentang Imam besar Yosua (Zakaria 3:1-8) kita dapat menarik kesimpulan bahwa:

1. Iblis memiliki kehendak
2. Iblis berkuasa gentayangan di sorga
3. Iblis berkuasa untuk menghakimi (mendakwa) manusia dan Malaikat TUHAN
4. Iblis memiliki kasta yang luar biasa itu sebabnya Malaikat TUHAN  hanya bisa berdoa agar TUHAN menghardiknya

Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel. 1 Tawarikh 21:1

Lalu berkatalah Daud kepada Yoab dan kepada para pemuka rakyat: “Pergilah, hitunglah z  orang Israel dari Bersyeba sampai Dan, dan bawalah hasilnya kepadaku, supaya aku tahu jumlah mereka.” 1 Tawarikh 21:2

Dari kisah Daud menghitung jumlah bangsa Israel kita dapat menyimpulkan bahwa:

1. Iblis berkuasa untuk gentayangan di dunia
2. Iblis berkuasa untuk membujuk alias menghasut alias mengoda manusia

Siapakah Iblis? Dari kitab Kejadian kita sudah mempelajari bahwa sebelum menciptakan Sorga dan dunia hanya ada Allah. Itu sebabnya kita menyimpulkan bahwa Iblis adalah ciptaan Allah. Siapakah Iblis? Kenapa dia begitu berkuasa dan Allah nampak seolah-olah tidak berdaya atau merendahkan diri terhadapnya? Berdasarkan ketiga kisah tersebut di atas mustahil bagi kita untuk menyimpulan siapakah Iblis?

Roh Jahat Dalam Perjanjian Lama

Di dalam Alkitab Perjanjian Lama kata RUWACH (roh; jiwa; arwah) tidak pernah digunakan untuk menyebut malaikat. Kata RUWACH hanya digunakan untuk binatang, manusia dan TUHAN (YHWH) serta Allah (Elohiym).

Roh Jahat dan Abimelekh

Setelah tiga tahun lamanya Abimelekh memerintah atas orang Israel, Hakim-hakim 9:22

maka Allah membangkitkan semangat jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh, Hakim-hakim 9:23

supaya kekerasan terhadap ketujuh puluh anak Yerubaal dibalaskan dan darah mereka ditimpakan kepada Abimelekh, saudara mereka yang telah membunuh mereka dan kepada warga kota Sikhem yang membantu dia membunuh saudara-saudaranya itu. Hakim-hakim 9:24

Sebab warga kota Sikhem itu menempatkan orang untuk menghadang dia di puncak gunung dan merampas setiap orang yang melewati mereka melalui jalan itu. Hal itu dikabarkan kepada Abimelekh. Hakim-hakim 9:25

Kata “maka” dalam Hakim-hakim 9:23 diterjemahkan dari kata Ibrani “shalach” (dilafalkan: shaw-lakh’) yang sesungguhnya berarti “mengirim(kan) atau mengulurkan”. Sementara frasa “membangkitkan semangat jahat” diterjemahkan dari frasa Ibrani “Ruwach ra” yang artinya roh jahat. Itu berarti Hakim-hakim 9:23 lebih sempurna bila diterjemahkan:

maka Allah membangkitkan mengutus semangat jahat roh jahat di antara Abimelekh dan warga kota Sikhem, sehingga warga kota Sikhem itu menjadi tidak setia kepada Abimelekh, Hakim-hakim 9:23

Dari kisah tersebut di atas kita dapat menarik kesimpulan:

1. Roh jahat adalah ruwach, bukan malaikat
2. Roh jahat diutus oleh Allah
3. Roh jahat berkuasa membuat manusia melakukan sesuatu

Roh Jahat dan Saul

Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat  yang dari pada TUHAN. 1 Samuel 16:14

Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; 1 Samuel 16:15

baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman.” 1 Samuel 16:16

Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: “Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.” 1 Samuel 16:17

Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. 1 Samuel 16:23

Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. 1 Samuel 18:10

Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya:”Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. 1 Samuel 18:11

Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur. 1 Samuel 18:12

Frasa “roh jahat  yang dari pada TUHAN” di dalam 1 Samuel 16:14 diterjemahkan dari frasa Ibrani “Ruwach ra YHWH”.

ruwach = roh
ra = jahat
YHWH = TUHAN

Frasa “roh jahat yang dari pada Allah” di dalam 1 Samuel 16:15;16;23, 1 Samuel 18:10 diterjemahkan dari frasa Ibrani “Ruwach ra elohiym”

ruwach = roh
ra = jahat
elohiym = Allah

Frasa “roh yang dari pada Allah” di dalam 1 Samuel 16:23 diterjemahkan dari frasa Ibrani: “ruwach elohiym”

ruwach = roh
elohiym = Allah

Melihat kenyataan tersebut di atas maka terjemahan 1 Samuel 16:14, 15, 16, 23 yang lebih tepat adalah:

Tetapi Roh TUHAN telah mundur dari pada Saul, dan sekarang ia diganggu oleh roh jahat  yang dari pada TUHAN . 1 Samuel 16:14

Lalu berkatalah hamba-hamba Saul kepadanya: “Ketahuilah, roh jahat yang dari pada Allah mengganggu engkau; 1 Samuel 16:15

baiklah tuanku menitahkan hamba-hambamu yang di depanmu ini mencari seorang yang pandai main kecapi. Apabila roh jahat yang dari pada Allah itu hinggap padamu, haruslah ia main kecapi, maka engkau merasa nyaman.” 1 Samuel 16:16

Berkatalah Saul kepada hamba-hambanya itu: “Carilah bagiku seorang yang dapat main kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.” 1 Samuel 16:17

Dan setiap kali apabila roh yang dari pada Allah itu hinggap pada Saul, maka Daud mengambil kecapi dan memainkannya; Saul merasa lega dan nyaman, dan roh yang jahat itu undur dari padanya. 1 Samuel 16:23

Keesokan harinya roh jahat yang dari pada Allah itu berkuasa atas Saul, sehingga ia kerasukan di tengah-tengah rumah, sedang Daud main kecapi seperti sehari-hari. Adapun Saul ada tombak di tangannya. 1 Samuel 18:10

Saul melemparkan tombak itu, karena pikirnya:”Baiklah aku menancapkan Daud ke dinding.” Tetapi Daud mengelakkannya sampai dua kali. 1 Samuel 18:11

Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur. 1 Samuel 18:12

Dari kisah tersebut di atas kita dapat menyimpulkan bahwa ROH JAHAT TUHAN alias ROH JAHAT ALLAH alias ROH ALLAH:

1. Roh jahat adalah ruwach, bukan malaikat
2. Roh jahat beraksi atas kehendak sendiri
3. Roh jahat berkuasa membuat Saul gelisah
4. Roh jahat berkuasa merasuki Saul dan menguasai tubuhnya sepenuhnya

Roh Jahat dan Ahab

Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. 1 Raja-raja 22:20

Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa? 1 Raja-raja 22:21

Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian! 1 Raja-raja 22:22

Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu  ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.” 1 Raja-raja 22:23

Sesudah itu tampillah Zedekia bin Kenaana, ditamparnyalah pipi Mikha serta berkata: “Mana boleh Roh TUHAN pindah dari padaku untuk berbicara kepadamu?” 1 Raja-raja 22:24

Frasa “suatu roh” dalam 1 Raja-raja 22:21 diterjemahkan dari kata Ibrani RUWACH. Karena kata ibrani ruwach tidak pernah digunakan untuk malaikat, maka kita dapat menyimpulkan bahwa ruwach yang menyebabkan para nabi berdusta bukan MALAIKAT. Dari kisah tersebut di atas kita dapat menyimpulkan:

1. Ruwach itu bertindak atas kehendaknya sendiri
2. Ruwach itu berkuasa sejauh izin dari Allah.
3. Ruwach itu berkuasa merasuki dan berkuasa atas manusia sepenuhnya sehingga manusia yang dirasukinya tidak kehilangan kemanusiaannya artinya tetap dianggap sebagai manusia normal.

Kesimpulan Iblis dan Roh Jahat Dalam Perjanjian Lama

Apa yang dapat disimpulkan dari kisah-kisah tersebut di atas? Kita bisa menyimpulkan tentang keberadaan suatu ROH (ruwach). Roh itu bukan malaikat karena malaikat tidak memiliki roh (ruwach) dan tidak pernah disebut ruwach, hanya Allah, manusia dan binatang yang memiliki roh. Roh itu dinamai roh (ruwach), roh jahat TUHAN (ruwach ra YHWH), roh jahat Allah (ruwach ra Elohiym), roh Allah (ruwach elohiym), Iblis (satan).

1. Roh itu memiliki kehendak
2. Roh itu berkuasa untuk gentayangan di dunia
3. Roh Itu berkuasa untuk gentayangan di sorga
4. Roh itu berkuasa untuk menghakimi manusia
5. Roh itu berkuasa untuk menghakimi Allah
6. Roh itu berkuasa untuk membunuh manusia
7. Roh itu berkuasa untuk mengendalikan alam
8. Roh itu berkuasa untuk mendatangkan penyakit
9. Roh itu berkuasa untuk merasuki manusia
10. Roh itu berkuasa atas tubuh manusia yang dirasukinya
11. Roh itu mahamulia dia berdiri sejajar dengan Malaikat TUHAN yang adalah TUHAN Allah dalam wujud malaikat dia juga tidak menyembah ketika berhadapan dengan TUHAN Allah.
12. Roh itu jahat
13. Roh itu hanya memiliki kuasa sebesar yang diizinkan TUHAN Allah
14. Ketika roh itu menyatakan kehendaknya, TUHAN Allah memenuhinya
15. Roh itu bernama ruwach ra YHWH (arwah jahat TUHAN)
16. Roh itu bernama ruwach ra elohiym (arwah jahat Allah)
17. Roh itu bernama ruwach ra elohiym (arwah Allah).

Iblis, Setan dan Roh Jahat Perjanjian Baru

Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Wahyu 12:9

Naga = drakon (drak’-own)
Besar = megas (meg’-as)
ular  = ophis (of’-is)
tua  = archaios (ar-khah’-yos)
Iblis = diabolos (dee-ab’-ol-os)
Satan = Satanas (sat-an-as’)

Ayat tersebut di atas mengajarkan kepada kita tentang nama-nama roh yang menyesatkan seluruh dunia. Ayat tersebut juga mengajarkan bahwa roh tersebut memiliki malaikat-malaikat.

Yesus dan Iblis Menurut Kitab Markus

Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Markus 1:12

Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Markus 1:13

Kata Iblis di dalam Markus 1:13 diterjemahkan dari kata Yunani SATANAS yang merupakan terjemahan litaral dari kata Ibrani SATAN yang artinya musuh atau pendakwa.

Yesus dan Roh Jahat Menurut Kitab Markus

Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: Markus 1:23

“Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Markus 1:24

Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Markus 1:25

Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Markus 1:26

Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.” Markus 1:27

Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. 1:28

Kisah tersebut di atas adalah kisah pengusiran roh jahat (pertama oleh Yesus Kristus. Frasa roh jahat di dalam ayat-ayat tersebut diterjemahkan dari kata Yunani “pneuma akathartos” (pnyoo’-mah, ak-ath’-ar-tos). Dari kisah tersebut di atas kita dapat menarik kesimpulan:

1. Ada makluk roh yang mampu merasuki manusia.
2. Roh-roh itu disebut roh jahat.
3. Roh-roh jahat itu mengenali Yesus sebagai yang kudus dari Allah.

Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Markus 5:1

Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia. Markus 5:2

Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai, Markus 5:3

karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Markus 5:4

Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Markus 5:5

Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, Markus 5:6

dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Markus 5:7

Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Markus 5:8

Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.” Markus 5:9

Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu Markus 5:10.

Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, Markus 5:11

lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!” Markus 5:12

Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Markus 5:13

Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi. Markus 5:14

Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka. Markus 5:15

Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Markus 5:16

Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Markus 5:17

Inilah kesimpulan yang dapat kita tarik dari kisah orang Gerasa yang kerasukan roh jahat:

1. Makluk roh itu disebut roh jahat
2. Dia mampu merasuki tubuh manusia
3. Manusia yang dirasukinya menjadi gila dan kehilangan kemampuan untuk bersosialisasi serta berusaha menyakiti diri sendiri
4. Dia mampu merasuki binatang
5. Binatang yang dirasukinya menjadi gila dan bunuh diri
6. Roh jahat itu menyembah Yesus

Roh-roh Jahat Menyembah Yesus

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Markus 3:11

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.  Markus 3:14-15

Roh Jahat Tidak Menyembah Yesus

Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka. Markus 9:14

Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Markus 9:15

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Markus 9:16

Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Markus 9:17

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Markus 9:18

Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Markus 9:19

Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Markus 9:20

Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Markus 9:21

Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Markus 9:22

Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” Markus 9:23

Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Markus 9:24

Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” Markus 9:25

Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.” Markus 9:26

Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri. Markus 9:27

Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Markus 9:28

Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” Markus 9:29

Kata roh di dalam kisah tersebut di atas ditejemahkan dari kata Yunani pneuma. Pertanyaannya adalah, kenapa Markus mencatat bahwa yang menguasai anak itu adalah ROH, bukan ROH JAHAT (pneuma akathartos)?

Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Markus 3:11

Kenapa roh yang ada di dalam anak itu tidak jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.”?

Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.  Markus 3:14-15?

Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, Markus 6:7

Bukankah Yesus sudah memberi kuasa kepada murid-murid-Nya untuk mengusir setan dan atau roh jahat? Kenapa mereka gagal?

Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!” Markus 9:19

Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.” Markus 9:29

Yesus mengecam murid-murid-Nya karena mereka gagal mengusir roh tersebut. Namun kenapa Dia kemudian menyatakan: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”? Apabila roh tersebut memang tidak bisa diusir kenapa Dia mengecam murid-murid-Nya yang gagal mengusir roh tersebut bukankah murid-murid-Nya tidak bersalah karena Dia belum pernah mengajarkan cara mengusir roh dengan berdoa?

Banyak teolog yang menafsirkan kisah tersebut dengan jurus tafsir 1001 mimpi kemudian mengajarkan bahwa murid-murid Yesus gagal mengusir roh tersebut karena IMAN mereka tidak cukup kuat untuk menaklukkan roh yang sangat sakti tersebut, itu sebabnya mereka harus berdoa puasa dulu. Mereka mengutip ayat-ayat Matius untuk mendukung ajarannya.

Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?” Matius 17:19

Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, –maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. Matius 17:20

(Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)” Matius 17:21

Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.” Markus 9:38

Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Markus 9:39

Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Markus 9:40

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” Markus 9:41

Kisah tersebut di atas sama sekali tidak mencatat bahwa orang bukan pengikut Kristus itu beriman. Bukankah Kristus sama sekali tidak mengajarkan bahwa orang itu beriman kepada-Nya? Apa yang dapat kita simpulkan dari kisah murid-murid gagal mengusir roh jahat? Inilah kesimpulannya:

1. Yang dialami anak tersebut bukan kerasukan setan atau roh jahat namun penyakit ayan. Penyakit hanya bisa didoakan, tidak bisa ditengking.
2. Ada suatu roh yang tidak bisa diusir murid-murid Kristus, mereka hanya bisa berdoa. Roh tersebut bukan roh jahat atau setan.
3. Setan atau roh jahat keluar dari tubuh yang dirasukinya karena mereka takut kepada Kristus bukan karena mereka merasakan KEKUATAN iman seseorang.
4. Ada roh yang memiliki kemampuan untuk MENGUKUR kekuatan iman seseorang.

Yesus dan Iblis Menurut Kitab Markus

Segera sesudah itu Roh memimpin Dia ke padang gurun. Markus 1:12

Di padang gurun itu Ia tinggal empat puluh hari lamanya, dicobai oleh Iblis. Ia berada di sana di antara binatang-binatang liar dan malaikat-malaikat melayani Dia. Markus 1:13

Markus mencatat kisah Iblis mencobai Kristus di gurun namun sama sekali tidak mencatatnya panjang lebar, namun kita tahu kisahnya dari kitab-kitab lain. Di dalam kitab-kita lain, tercatat bahwa Iblis sama sekali tidak jatuh tersungkur di hadapan Kristus dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Bahkan kitab lain mencatat, Iblis dengan jumawa menawarkan seluruh dunia bila Yesus mau menyembahnya.

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Markus 3:20

Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi.  Markus 3:21

Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: “Ia kerasukan Beelzebul,” dan: “Dengan penghulu setan Ia mengusir setan.” Markus 3:22

Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Markus 3:23

Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, Markus 3:24

dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Markus 3:25

Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Markus 3:26

Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Markus 3:27

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Markus 3:28

Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” Markus 3:29

Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat. Markus 3:30

Ahli-ahli Taurat menuduh Yesus kerasukan Beelzebul dan Dia mengusir setan dengan penghulu setan. Karena kerasukan Beelzebul itu berarti yang mengusir setan bukan Yesus namun Beelzebul yang merasuki-Nya. Itulah yang disebut penghulu setan mengusir setan.

Atas tuduhan tersebut, Yesus berkata kepada mereka dalam PERUMPAMAAN, kata-Nya,  “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.” Apabila berhenti membaca sampai di situ dan tidak hati-hati, maka semuanya nampak wajar dan kita dengan mudah menyimpulkan bahwa bila penghulu setan mengusir setan maka kerajaan setan akan kacau balau.

Namun bila membaca dengan teliti, maka segera nampak suatu kejanggalan karena yang Yesus katakan saling bertolak belakang. Dia sama sekali tidak menyatakan, “penghulu setan mengusir setan atau Beelzebul mengusir setan.” Yang Yesus katakan adalah, “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?” Kata Iblis diterjemahkan dari kata Yunani SATANAS yang merupakan terjemahan literal dari kata Ibrani SATAN. Walaupun bukan ahli bahasa Ibrani dan Yunani, namun saya yakin, ada satu hal yang tidak pernah diajarkan oleh para teolog baik melalui kotbah-kotbah di mimbar maupun tulisan-tulisan adalah KEBENARAN bahwa IBLIS alias SATANAS alias SATAN tidak pernah dicatat di dalam Alkitab dalam bentuk JAMAK. Selalu TUNGGAL. Itu berarti hanya ada satu makluk yang disebut bahwa IBLIS alias SATANAS alias SATAN.

Lebih lanjut Yesus mengajarkan, “kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.” Tegas dan gamblang. Yesus sama sekali tidak mengajarkan tentang penghulu setan mengusir setan; Beelzebul mengusir setan, Iblis mengusir roh jahat (pneuma akathartos); Iblis mengusir setan (daimon); Iblis melawan Iblis-Iblis juga tidak mengajarkan tentang Iblis memecah belah Iblis-Iblis namun Yesus Kristus mengajarkan tentang Iblis melawan DIRINYA sendiri dan IBLIS (tunggal) terbagi-bagi atau terpecah-belah. Iblis bukan roh jahat (pneuma akathartos) juga bukan setan (daimon) karena Iblis adalah Iblis dan Iblis hanya ada satu.

Nama. Nama-nama. Dari generasi ke generasi para teolog sama sekali mengabaikan ajaran tentang nama dan nama-nama padahal Alkitab mencatat tentang nama dan nama-nama dengan sistematis dan konsisten.

Apabila Kristus mengajarkan bahwa hanya ada SATU iblis dan tidak mengajarkan tentang Iblis mengusir Iblis-iblis atau Iblis memecah-belah Iblis-Iblis, kenapa Dia menggunakan perumpamaan tentang kerajaan dan rumah tangga untuk menjelaskan ajaran Iblis melawan dirinya sendiri?  Samuel Franklyn sahabatku mengajarkan bahwa dengan perumpamaan Yesus Kristus menyembunyikan kebenaran dari orang yang mendengar ajaran-Nya sementara saya menyatakan bahwa dengan perumpamaan Yesus Kristus menyesatkan orang-orang yang mendengar ajaran-Nya. Pertanyaannya adalah, untuk apa Yesus Kristus menyembunyikan kebenaran atau menyesatkan pendengar ajaran-Nya? Bukankah semakin gamblang semakin mudah untuk dipahami? Bukankah semakin gamblang semakin banyak orang yang akan mengerti? Yesus Kristus menjanjikan Roh Kudus. Menurut-Nya, Roh Kuduslah yang akan membimbing manusia pilihan Allah untuk memahami firman Allah. Ho ho ho ho …. Konspirasi. Yesus menyembunyikan, Roh Kudus membukakan. Yesus menyesatkan, Roh Kudus meluruskan. Kenapa Yesus Kristus menyembunyikan alias menyesatkan? Allah Tritunggal main sinetron? Atau, ada suatu misteri yang harus kita pecahkan? Misteri dalam misteri? Misteri dalam misteri adalah gerbang menuju Bait Allah.

Yesus berkata, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.”

Anak manusia. Anak manusia. Anak manusia. Begitu saja saya ingat ucapan Samuel Franklyn sahabatku yang kira-kira begini bunyinya. Anak domba dilahirkan oleh domba, anak kambing dilahirkan oleh kambing. Domba tidak melahirkan kambing, sementara kambing tidak melahirkan domba. Anak manusia dilahirkan oleh manusia. Alkitab sama sekali tidak mengajarkan tentang manusia yang dilahirkan oleh malaikat. Namun Alkitab mengajarkan tentang manusia yang diciptakan oleh TUHAN Allah dari debu tanah lalu TUHAN Allah menghembuskan Nafas hidup ke dalamnya. Nafas hidup keluar dari TUHAN Allah dan Nafas Hidup menjadikan manusia itu Jiwa (nephes) hidup. Karena Nafas Hidup yang ada di dalam manusia itu keluar dari TUHAN Allah, bolehkah kita menyimpulkan bahwa manusia dengan Nafas hidup yang dihembuskan oleh TUHAN Allah ke dalam dirinya itu adalah ANAK TUHAN Allah? Tentu saja boleh! Bolehkah kita menyebut manusia itu ANAK manusia? Tentu saja TIDAK boleh! Kenapa tidak boleh? Karena dia tidak dilahirkan oleh manusia. Hawa dibentuk dari tulang rusuk Adam. Bolehkah kita menyebut Hawa adalah anak Adam walaupun Adam tidak mengandung dan melahirkannya? Tentu saja boleh. Hawa adalah anak manusia karena dia keluar dari MANUSIA.

Hawa adalah anak manusia, semua manusia yang lahir dari Hawa adalah anak manusia. Semua manusia yang dilahirkan oleh wanita adalah anak manusia. Adam bukan anak manusia karena dia tidak dilahirkan oleh wanita dan tidak berasal dari manusia. Adam adalah manusia pertama, dia adalah anak DEBU tanah, anak TANAH, anak TUHAN Allah.

Yesus berkata, “Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.” Karena Adam bukan anak manusia, MUSTAHIL dia diampuni bila menghujat. Karena Adam bukan anak manusia, MUSTAHIL dia diampuni bila berbuat DOSA. Oh … Mengenaskan sekali! Adam adalah nenek moyang kita. Dia adalah nenek moyang pertama kita. Karena bukan anak manusia, maka dia tidak akan diampuni bila menghujat. Bila berdosa dia tidak akan diampuni karena dia bukan anak manusia. Adam BERDOSA. Dia melanggar perintah TUHAN Allah agar tidak makan buah pengetahuan. Handai taulan sekalian, saya menahannya namun air mataku tak terbendung, sekarang jam 02.59 dini hari dan jam terus berlalu, sekarang jam 03.00 saya menemukan kebenaran di dalam Alkitab, nenek moyang pertama kita, Adam, BERDOSA dan dosanya MUSTAHIL diampuni. Nenek moyang pertama kita MASUK neraka. Air mataku terus mengalir tak tertahankan. NENEK moyang pertama kita, Adam, masuk neraka karena dosanya tak terampuni. Jam 03.05 aku terus menangis. Nenek moyang pertama kita Adam, dia bukan anak manusia, dosanya tidak bisa diampuni. Handai taulan, maafkan aku karena menemukan kebenaran ajaran Alkitab ini.  Nenek moyang pertama kita, Adam bukan anak manusia, itu sebabnya dosanya tidak bisa diampuni. Jam 03.10, aku terus menangis, nenek moyang kita Adam binasa karena dia berdosa dan bukan anak manusia. Jam 03.12, air mataku berhenti. Aku mengambil tisue, membuang ingusku, mencuci mukaku lalu melapnya dengan handuk. Sekarang jam 03.15 hari Rabu tanggal 25 November 2009 saya memberi tahu anda semua. Nenek moyang pertama kita, Adam bukan anak manusia, itu sebabnya ketika berdosa, dia tidak diampuni. Samuel Franklyn sahabatku, sekarang jam 03.18, ini hari ulang tahunmu namun ini BUKAN hadiah ulang tahunmu dariku. Nenek moyang pertama kita, Adam bukan anak manusia, itu sebabnya ketika berdosa, dia tidak terampuni. Maafkan saya! Adam, masuk NERAKA. Pada hari dia makan buah pengetahuan, dia MATI! MATI artinya MASUK NERAKA karena dosanya tidak terampuni. Maafkan saya karena memberitahu anda hal ini. Maafkan saya! Saya sudah berusaha namun kali ini MUSTAHIL menyangkalnya! Mustahil menyangkal kebenaran INI! Adam masuk neraka! Nenek moyang pertama kita masuk neraka! Dia berdosa dan dia bukan anak manusia! Dia menghujat Roh Kudus yang ada di dalamnya!

Jam 03.31. Handai taulan sekalian, saya berusaha menggalinya namun mustahil menyangkalnya kali ini. Mustahil menyangkalnya karena firman Tuhan sangat GAMBLANG dan TEGAS. Nanek moyng pertama kita Adam, bukan anak manusia, itu sebabnya dia binasa ketika berbuat dosa seperti yang dikatakan TUHAN Allah, “Sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” MATI berarti MASUK NERAKA karena dosanya tidak terampuni. MENGENASKAN! Oncom! Dodolipet!

Nb.
Saya mengunggahnya karena tidak sanggup menanggungnya sendiri.

9 thoughts on “Adam Masuk Neraka

  1. om bengcu, kalau begitu konsep mengenai natur dosa apakah masih karena kita mewarisi dosa turunan?

  2. Mohon bimbingannya ko,

    “Bukan! Alkitab mengajarkan: Naga Besar itu Si Ular Tua Yang Disebut Iblis atau Satan Adalah ADAM. Adam PASTI masuk NERAKA.”

    “Iblis bukan roh jahat (pneuma akathartos) juga bukan setan (daimon) karena Iblis adalah Iblis dan Iblis hanya ada satu.”

    Dalam kejadian 5:5 dikatakan :

    “(5) Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati.”

    trus iblis yang keliaran setelah kitab kejadian itu iblis yang mana ko? Seperti yang terjadi pada kisah ayub 1:6-7, markus 1:13. 

    Karena cuma ada 1 iblis alias satanas alias satan yaitu adam, dan adam mati pada umur 930 tahun.

    Kalo adam diartikan manusia ga mungkin, krn jumlahnya lebih dari satu, sedangkan iblis cuma ada 1, kalo mengacu kepada adam = si ular masuk akal, cuma si adam dah mati.

    apakah itu roh adam yang bergentayangan? Mohon bimbingannya ko, dah bolak balik baca tetap bingung

    Thanx ya ko, Gbu

  3. mr. Hai-hai,
    maksud menghujat Roh kudus tidak dapat diampuni mohon petunjuknya.
    Adam menerima nafas hidup dari Allah, karena itu ketika dia berdosa dg melanggar firma Allah dan ingin menjadi seperti Allah@menolak Allah@menghujat Allah artinya dosanya kekal dan tidak dapat diampuni/mati.
    Ke dua belas murid Yesus juga sudah menerima nafas hidup dari Yesus jadi apakah bila mereka menolak/menghujat Yesus maka dosa mereka juga tidak dapat diampuni..?
    Bagaimana dg orang orang yang telah menerima yesus, sudah dibaptis dalam nama Bapa, Putra dan Roh kudus, apakah itu berarti orang2 tersebut sudah menerima Roh kudus..? Jadi kalau pada suatu saat orang tersebut berpaling dari Yesus, menolak dan mengingkari Yesus, apakah itu berarti mereka menghujat Rnh kudus sehingga dosanya tidak dapat diampuni..? Apakah ini berkaitan dg pernyataan bahwa Yesus tidak mungkin disalibkan dua kali..? Mohon penjelasan.
    Thanks

    • @BeZero4Truth, Bila anda MENGHUJAT Yesus maka Yesuslah yang BERKUASA untuk MENGAMPUNI atau tidak. Bila anda MENGHUJAT hai hai dan Yesus MENGAMPUNI anda, itu namanya SOK JAGOAN. Roh Kudus ada di dalam hai hai alias MENJADI satu daging dengan hai hai, itu sebabnya MENGHUJAT hai hai sama denan MENGHUJAT Roh Kudus dan hai hailah yang BERKUASA untuk mengampuni anda atau TIDAK. Yesus tidak BERKUASA untuk mengampuni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s