Budi Asali Membual Karena Yohanes Pembaptislah Yang Terbesar


Tentang Yohanes pembaptis, teologi reformed mengajarkan 3 hal yaitu: Pertama, Yohanes hidup miskin. Kedua, Yohanes meragukan kemesiasan Yesus. Ketiga, orang Kristen lebih besar dari Yohanes. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, walaupun ajaran demikian telah diyakini dan diajarkan dari generasi ke generasi sebagai ajaran Alkitab namun sayangnya, Alkitab justru mengajarkan hal sebaliknya. Kenapa dari generasi ke generasi para Calvinis (penganut teologi reformed) tidak menyadari kesalahan ajaran mereka? Karena mereka hanya meyakini yang diajarkan generasi sebelumnya lalu mengajarkannya tanpa pernah mengujinya dengan Alkitab sebagai standard kebenaran.

Memberanikan diri bertanya, di websitenya, Pdt. Budi Asali MDiv menulis:

Lukas 7:24-35

Yesus meninggikan Yohanes Pembaptis (ay 24-28).

Hendriksen mengatakan bahwa ‘kejatuhan’ Yohanes Pembaptis yang baru dibicarakan dalam ay 18-23 bisa menyebabkan orang banyak merendahkan Yohanes Pembaptis. Yesus tidak mau itu terjadi, dan karena itu Ia mengucapkan kata-kata dalam ay 24-dst.

Di sini Yesus memuji Yohanes Pembaptis, di depan orang banyak, tetapi di belakang Yohanes Pembaptis.

Banyak orang memuji orang di depan orang itu, di depan orang banyak. Ini menjilat, dan menyebabkan kesombongan dalam diri orang yang dipuji. Dan kalau orang yang dipuji itu adalah orang yang rendah hati, ia pasti tidak akan merasa senang, dan sebaliknya merasa malu, mendapatkan pujian di depan umum seperti itu.

Hari Kamis tanggal 24 Januari 2002, saya menonton acara rohani di TV cable, yang menunjukkan kebaktian/persekutuan yang dipimpin oleh Rodney Howard-browne, salah satu tokoh dari Toronto Blessing. Dan lalu ada seorang pendeta dari gereja tertentu yang maju ke depan, dan memuji-muji Rodney Howard-browne setinggi langit, mungkin sekitar ½ jam atau lebih. Dan Rodney Howard-browne tenang-tenang saja mendengarkan dan menerima puji-pujian atau jilatan tersebut, dan bahkan kelihatan senang/bangga. Ini betul-betul merupakan sesuatu yang tidak bisa saya mengerti.

Apa saja pujian Kristus tentang Yohanes Pembaptis?

1.    Yohanes Pembaptis bukan orang yang plin-plan.

Ay 24: “Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: ‘Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?”. ‘Padang gurun’ merupakan tempat Yohanes Pembaptis memberitakan Firman Tuhan (Mat 3:1,3). ‘Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari?’. Pertanyaan ini jelas jawabnya adalah: ‘Tidak’.

Barnes mengatakan bahwa keragu-raguan Yohanes Pembaptis tentang Mesias bisa menyebabkan orang banyak beranggapan bahwa Yohanes Pembaptis adalah orang yang plin-plan. Dengan mengatakan kata-kata ini Yesus menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis bukan orang seperti itu.

Adam Clarke: “The first excellency which Christ notices in John was his steadiness; convinced once of the truth, he continued to believe and assert it. This is essentially necessary to every preacher, and to every private Christian. He who changes about from opinion to opinion, and from one sect or party to another, is never to be depended on; there is much reason to believe that such a person is either mentally weak, or has never been rationally and divinely convinced of the truth” (= Hal bagus pertama yang diperhatikan oleh Kristus dalam diri Yohanes adalah kestabilannya; sekali yakin akan kebenaran, ia terus mempercayainya dan menegaskannya. Ini merupakan sesuatu yang penting untuk setiap pengkhotbah, dan untuk setiap pribadi Kristen. Ia yang berganti dari pandangan satu ke pandangan lain, dan dari satu sekte atau aliran ke yang lain, tidak pernah bisa dipercayai; ada banyak alasan untuk percaya bahwa orang seperti itu lemah secara mental, atau tidak pernah diyakinkan secara rasionil dan ilahi terhadap kebenaran) – hal 128.

Catatan: saya berpendapat kata-kata ini tidak boleh dimutlakkan. Setiap orang kristen justru harus pindah kepercayaan, kalau ia diyakinkan bahwa pandangan lamanya salah, dan ada pandangan baru yang lebih benar/alkitabiah.

2.    Yohanes Pembaptis adalah orang yang hidup sederhana.

Ay 25: “Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja”. Pertanyaan ini lagi-lagi harus dijawab dengan ‘Tidak’. Tentang pakaian Yohanes Pembaptis bisa dilihat dari Mat 3:4 – “Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan”. Ay 25 ini kelihatannya menentang kemewahan dari pendeta/pengkhotbah.

Adam Clarke: “A second excellency in John was, his sober and mortified life. A preacher of the Gospel should have nothing about him which savours of effeminacy and worldly pomp: he is awfully mistaken who thinks to prevail on the world to hear him and receive the truth, by conforming himself to its fashion and manners” (= Hal bagus kedua dalam diri Yohanes adalah kehidupannya yang sederhana dan mati bagi diri sendiri. Seorang pemberita Injil tidak boleh mempunyai apapun yang kewanita-wanitaan dan kemegahan duniawi: ia sangat salah jika berpikir bisa membujuk dunia untuk mendengarnya dan menerima kebenaran, dengan menyesuaikan dirinya sendiri dengan kebiasaan/mode dan cara-cara dunia) – hal 128.

Jaman sekarang ada banyak pengkhotbah/pendeta yang seperti ini, khususnya pengkhotbah di TV yang begitu pesolek! Laki-laki, tetapi memakai lipstick, bedak, dan sebagainya.

3.    Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi (ay 26a).

Ay 26a: “Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, …”. Ini tidak bertentangan dengan Yoh 1:21 – “Lalu mereka bertanya kepadanya: ‘Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’ ‘Engkaukah nabi yang akan datang?’ Dan ia menjawab: ‘Bukan!’”. Mengapa tidak bertentangan? Karena dalam Yoh 1:21 yang dimaksudkan adalah nabi tertentu.

Mungkin yang dimaksud adalah nabi dalam Ul 18:15. dari Yoh 6:14 dan Yoh 7:40 terlihat bahwa orang-orang Yahudi menan­ti-nantikan kedatangan nabi ini. Entah karena alasan apa, orang-orang Yahudi saat itu jelas membedakan nabi ini dengan Kristus/Mesias (Yoh 1:20-21 bdk. Yoh 7:40-41). Tetapi gereja abad I sudah tahu bahwa nabi itu adalah Kristus sendiri (bdk. Kis 3:22-23). Mungkin yang dimaksud adalah nabi Yeremia (Orang Yahudi juga percaya bahwa sama seperti Elia, Yeremia juga akan datang kembali. Bandingkan dengan Mat 16:14). Dari 2 kemungkinan ini saya memilih kemungkinan pertama.

Sekalipun Yohanes Pembaptis adalah nabi, tetapi Yoh 10:41 – “Dan banyak orang datang kepadaNya dan berkata: ‘Yohanes memang tidak membuat satu tandapun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.’”. Melakukan mujijat bukan persyaratan seorang nabi. Yang penting ajarannya benar! Sebaliknya, ‘nabi’ yang bisa melakukan tanda/mujijat, tetapi ajarannya salah/sesat, adalah nabi palsu (Ul 13:1-5).

4.    Yohanes Pembaptis lebih dari nabi dan ia lebih besar dari semua orang Perjanjian Lama (ay 26-28a).

Ay 26-28a: “(26) Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. (27) Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusanKu mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalanMu di hadapanMu. (28) Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, …”.

Ay 27 dikutip dari Mal 3:1a – “Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu!”. Ini menunjukkan Yohanes Pembaptis sebagai pendahulu Kristus/orang yang mempersiapkan jalan bagi Kristus/Mesias.

Yohanes Pembaptis dikatakan lebih besar dari semua nabi-nabi Perjanjian Lama. Mengapa?

•    Karena ia mempunyai tugas yang khusus sebagai pendahulu/pemersiap jalan bagi Kristus.

•    Karena nabi-nabi Perjanjian Lama hanya bisa bernubuat tentang Kristus. Sedangkan Yohanes Pembaptis melihat Kristus sendiri dan ia bisa menunjuk kepada Kristus sebagai penggenapan nubuat mereka.

•    Hendriksen mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis dipenuhi Roh Kudus sejak dari rahim ibunya (Luk 1:15), dan ini merupakan alasan mengapa ia lebih besar dari semua orang yang dilahirkan oleh perempuan.

5.    Tetapi Yesus menambahkan bahwa yang terkecil dalam kerajaan sorga lebih besar dari Yohanes Pembaptis (ay 28b).

Calvin mengatakan: (hal 14) bahwa istilah ‘Kerajaan Surga’ (Mat 11:11)/‘Kerajaan Allah’ (Luk 7:28) di sini tidak menunjuk pada surga tetapi pada gereja! Jadi, orang Kristen (Perjanjian Baru) yang terkecilpun lebih besar dari Yohanes Pembaptis. Kata ‘lebih besar’ ini tidak boleh diartikan ‘lebih beriman’ atau ‘lebih saleh’. Lalu harus diartikan apa?

Hendriksen menghubungkan ay 28b ini dengan Luk 10:23-24 – “Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-muridNya tersendiri dan berkata: ‘Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.’”.

William Hendriksen: “The one least in the kingdom was greater than John in the sense that he was more highly privileged” (= Orang yang terkecil dalam kerajaan lebih besar dari pada Yohanes dalam arti bahwa ia mempunyai hak yang lebih tinggi) – hal 398.

Pulpit Commentary: “We must take the word ‘greater’ as signifying more privileged: it will not bear any other meaning” (= Kita harus mengartikan kata ‘lebih besar’ sebagai ‘lebih berhak’: kata itu tidak bisa mempunyai arti lain) – hal 191.

Sekalipun Yohanes Pembaptis bisa melihat Kristus (dan karena itu ia lebih besar dari nabi-nabi Perjanjian Lama yang lain), tetapi ia tidak mengalami Kristus yang tersalib, bangkit, naik ke suga dsb. Ia memang menubuatkan tentang salib (bdk. Yoh 1:29) tetapi ia tidak melihat penggenapan nubuatnya sendiri. Sedangkan orang Kristen (Perjanjian Baru) yang paling kecilpun sudah mengetahui (‘mengalami dan melihat’), dan bisa memberitakan bahwa Yesus sudah mati untuk dosanya, sudah bangkit, dan sudah naik ke surga. Dalam hal ini kita lebih besar dari Yohanes Pembaptis.

Dari semua penggambaran Yesus tentang Yohanes Pembaptis, jelas bahwa Yesus sangat meninggikan Yohanes Pembaptis. Sekalipun Yohanes Pembaptis ‘jatuh’ dalam keragu-raguan, tetapi ia tetap merupakan hamba Tuhan yang baik di mata Yesus.

Kesimpulannya: adalah salah untuk menilai seseorang hanya dari satu peristiwa saja. Kita juga harus memperhatikan masa lalu dan masa yang akan datang dari orang tersebut, dan baru memberikan penilaian.

Penerapan:

Kalau kita melihat ada hamba Tuhan yang ‘jatuh’ dalam dosa, jangan terlalu cepat menghakimi dengan mengatakan bahwa orang itu bukanlah hamba Tuhan! Petrus, Elia, Daud, Salomo, dan bahkan Abraham, juga pernah jatuh, tetapi mereka tetap adalah hamba Tuhan yang baik.

Bengcu Menggugat:

Banyak pengkotbah yang mengagul-agulkan dirinya Calvinisme sejati karena menganut teologi reformed. Walaupun percaya Alkitab adalah firman Allah namun mereka yakin bahwa teologi reformed adalah TAFSIRAN Alkitab yang paling sempurna. Itu sebabnya, ketika mengajar, mereka selalu mengutip kalimat-kalimat teolog masyhur generasi ini maupun generasi-generasi sebelumnya. Karena yakin yang diajarkan oleh para teolog masyhur itu pasti benar, maka mereka meyakininya tanpa mempertanyakannya. Itu sebabnya ketika seseorang mempertanyakannya, mereka langsung menuduhnya tidak beriman atau belum mendapat pencerahan dari Roh Kudus atau telah dibutakan oleh akal budi sehingga tidak mampu memahami secara rohani. Itu sebabnya ketika menemukan ajaran yang berbeda, mereka langsung menuduhnya sesat dan menghimbau orang tersebut segera bertobat. Pdt. Budi Asali MDiv adalah salah satu pengkotbah demikian. Itu sebabnya dia menyatakan bahwa pandangan yang berbeda dengan pandangannya adalah pandangan TOLOL. Saya menggelari Calvinisme demikian pengkotbah YAK-YAK-O artinya SOK JAGOAN. Mereka ibarat kodok dalam tempurung yang menuduh semua kerbau adalah nyamuk agar mereka nampak besar. Itu sebabnya mereka juga digelari Kodokmorphisme.

Hatinya DENGKI, Jiwanya PICIK dan Pikirannya DEGIL

Budi Asali: Banyak orang memuji orang di depan orang itu, di depan orang banyak. Ini menjilat, dan menyebabkan kesombongan dalam diri orang yang dipuji. Dan kalau orang yang dipuji itu adalah orang yang rendah hati, ia pasti tidak akan merasa senang, dan sebaliknya merasa malu, mendapatkan pujian di depan umum seperti itu.

Apabila Budi Asali tidak membual sehingga yang diajarkannya benar, itu berarti Yesus adalah PENJILAT. Kenapa demikian? Karena keempat Injil mencatatnya dengan tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. Yesus sering sekali memuji seseorang di depan orang itu, di depan orang banyak. Apabila Budi Asali tidak YAK-YAK-O sehingga yang diajarkannya benar, itu berarti Allah sama sekali tidak rendah hati, sebab, bila rendah hati, Dia pasti merasa malu setengah mati setiap kali mendapat pujian di depan umum dalam setiap kebaktian. Dan orang Kristenlah yang menyebabkan kesombongan dalam diri Allah karena merekalah yang menjilat-Nya siang dan malam di depan umum dalam setiap kebaktian. Budi Asali YAK-YAK-O membual atau Yesus adalah PENJILAT dan Allah tidak rendah hati serta orang Kristen suka menjilat? Ha ha ha ha ha ha …..

Menyembah yang tidak layak disembah, namanya MENJILAT. Menghormati yang tidak layak dihormati, namanya MENJILAT. Memuji yang tidak layak dipuji, namanya MENJILAT. Mengasihi yang tidak layak dicintai namanya, CINTA BUTA.

Tanah, air, tanaman, binatang dan manusia adalah ciptaan. Di antara kelima ciptaan itu manusialah yang paling mulia. Itu sebabnya menyembah tanah, air, tanaman dan binatang, namanya MENJILAT. Tanah, tanaman dan binatang tidak layak untuk disembah.

Dokter adalah pelayan kesehatan sementara pendeta adalah pelayan Injil. Yang mengajarkan ilmu Biologi namanya guru Biologi yang mengajarkan Injil namanya guru Injil. Ketiganya sama-sama hamba Allah. Itu sebabnya, menghormati profesi pendeta melebihi hormat kepada profesi dokter dan guru sekolah namanya MENJILAT. Menghormati pendeta sebagai imam dan gembala serta hakim namanya MENJILAT. Pendeta bukan imam dan gembala serta hakim. Imam dan Gembala serta Hakim adalah Yesus Kristus yang menjadi satu daging dengan manusia lewat Roh Kudus. Itu sebabnya menghormati pendeta sebagai imam dan gembala serta hakim namanya MENJILAT juga melecehkan Roh Kudus.

Pendeta Budi Asali hanya pengkotbah ASONGAN. Pengkotbah ASONGAN berbeda dengan pengkotbah LOPER KORAN. Pengkotbah LOPER KORAN memang mengutip kata-kata pengkotbah Top namun hal itu digunakan untuk mendukung opini atau ajarannya. Sementara pengkotbah ASONGAN hanya mengasong-asongkan kata-kata pengkotbah Top kepada para pembaca dan pendengar kotbahnya. Coba anda baca apa ayng diakui oleh Budi Asali sebagai karyanya tersebut di atas. Berapa banyak tulisannya dibandingkan tulisan pengkotbah yang dikutipnya? Berapa banyak sumbangsihnya pada tulisan tersebut? Bagi seorang MDiv, benar-benar mengenaskan, bukan? . Itu sebabnya bila anda memuji-muji Budi Asali sebagai pengkotbah besar, namanya MENJILAT.

Yunus adalah seorang nabi yang hatinya DENGKI, jiwanya PICIK dan pikirannya DEGIL itu sebabnya dia SIRIK setengah mati ketika melihat Allah mengampuni bangsa Niniwe karena mereka bertobat. Itu sebabnya dia bertindak tolol demi membinasakan bangsa Niniwe.

Walaupun getol sekali ngoceh tentang mengasihi sesama namun hatinya DENGKI. Itu sebabnya ketika menonton Rodney Howard-browne (tokoh Toronto Blessing) dipuji-puji oleh seorang pendeta sekitar ½ jam atau lebih dia pun menghasut jemaat untuk menghujat pendeta itu dan Rodney Howard-browne yang dipuji-pujinya. Walaupun rajin menasehati jemaat untuk belajar berjiwa besar namun jiwanya PICIK sekali. Itu sebabnya di menuduh membabi-buta bahwa pendeta itu MENJILAT dan Rodney Howard-browne SOMBONG. Walau tak henti-hentinya menguliahi jemaat untuk belajar namun pikirannya DEGIL. Itu sebabnya demi memuaskan KEDENGKIAN hatinya dan KEPICIKAN jiwanya, dia membangun ajaran TOLOL tentang MENJILAT dan RENDAH hati.

Ketika menonton Rodney Howard-browne (tokoh Toronto Blessing) dipuji-puji oleh seorang pendeta sekitar ½ jam atau lebih, Budi Asali menyatakan, “Ini betul-betul merupakan sesuatu yang tidak bisa saya mengerti.” Bila tidak mengerti, bukankah seharusnya dia BELAJAR, bukannya main hakim sewenang-wenang? YAK-YAK-O pangkal bodoh! Tuhan ampunilah dia karena dia tahu apa yang diajarkannya! Bolekah saya menggumam, “Hmmm… Reformed sejati …, Reog kali?”

YAK-YAK-O
YAK-YAK-O
YAK-YAK-O

Yohanes Pembaptis Memang Perlente

Untuk tampil di televisi anda akan disorot dengan lampu yang terang sekali. Sorotan lampu demikian akan membuat anda kepanasan walaupun di dalam ruangan AC. Sorotan lampu demikian juga membuat wajah anda nampak pucat dan berminyak serta mengkilap. Itu sebabnya digunakan bedak dan lipstick untuk membuat wajah nampak lebih alamiah. Secara naluri semua wanita ingin tampil cantik dan semua lelaki ingin tampil tampan. Secara naluri semua lelaki suka melihat wanita cantik dan semua wanita suka melihat lelaki tampan. Di dalam Alkitab tidak ada hukum yang melarang wanita mempercantik diri dan lelaki mempertampan diri. Itu sebabnya hanya orang-orang yang hatinya DENGKI, jiwanya PICIK dan pikirannya DEGIL yang menghasut jemaat menghujat para pengkotbah televise dengan menuduh mereka pesolek yang kewanita-wanitaan.

Menurut Adam Clarke Yohanes pembaptis menjalani kehidupan sederhana dan mati bagi diri sendiri. Budi Asali mengajarkan bahwa gaya hidup Yohanes menentang kehidupan mewah para pengkotbah. Dari mana keduanya tahu bahwa Yohanes pembaptis menjalani kehidupan sederhana? Tentu saja mereka tahu dari ajaran teolog generasi sebelumnya yang tahu dari ajaran teolog generasi sebelumnya yang tahu dari ajaran teolog generasi sebelumnya lagi dan lagi dan lagi. Kita tidak tahu siapa yang pertama kali mengajarkan hal demikian, namun ajaran demikian sudah diyakini dan diajarkan oleh John Calvin, sang reformator, yang hidup 500 tahun yang lalu. Tentu saja Budi Asali akan membual bahwa dia mengetahui hal demikian dari Alkitab. Disebut membual karena yang dia maksudkan dengan mengetahui dari Alkitab adalah dia sudah pernah membaca ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk mendukung ajaran demikian. Bila tidak membual, bila dia memang mengetahuinya dari Alkitab, mustahil yang diajarkannya bertentangan dengan yang tercatat di dalam Alkitab, bukan?

Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Matius 3:1-2

pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,” Lukas 3:2-3

Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan. Matius 3:4

Kanapa para Calvinis menganggap Yohanes pembaptis miskin alias hidup sederhana? Karena dia tinggal di padang gurun, memakai jubah bulu unta, ikat pinggang kulit, makanannya belalang dan madu hutan. Sosok seperti apakah Yohanes menurut anda? Dia tinggal di sebuah gubuk yang dibangunnya sendiri di padang gurun. Rambutnya gondrong dan kotor awut-awutan. Kumis dan cambangnya acak-acakan jenggotnya sedada tak terurus. Di padang gurun air adalah barang mewah. Di samping itu, Yohanes juga terlalu sibuk untuk bertapa dan keliling berkotbah. Jubahnya kulit onta yang masih ada bulunya. Dibolongi agar bisa melewati kepala. Diikat dengan selembar kulit di bagian pinggang agar tidak tersingkap ketika menutupi tubuh. Makanannya belalang yang ditangkap dan madu yang  ditemukan di padang gurun.

Matius hanya mencatat bahwa Yohanes TAMPIL di padang gurun Yudea untuk memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” sementara Lukas hanya mencatat: Datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa Yohanes pembaptis tinggal di padang gurun apalagi di gubuk yang dibangunnya sendiri. Itu sebabnya, perlu jurus tafsir 1001 mimpi untuk menggunakan Matius 3:1-2 dan Lukas 3:2-3 mendukung ajaran Yohanes tinggal di padang gurun apalagi di gubuk buatannya sendiri.

Kulit binatang, bila dibiarkan basah, akan membusuk. Bila dijemur hingga kering akan menjadi keras. Kulit busuk dan kulit kering yang keras tidak bisa digunakan sebagai jubah dan ikat pinggang. Agar bisa digunakan, kulit binatang harus disamak, Kulit binatang yang tidak disamak dengan benar baunya busuk sekali. Saat ini, teknologi penyamakan kulit bisa dipelajari dengan mudah namun, pada zaman purbakala, pengetahuan demikian adalah pusaka yang hanya diwariskan kepada anak cucu. Seekor binatang hanya bisa diambil kulitnya satu kali, itulah jaminan kelangkaannya yang utama. Itu sebabnya kulit yang lembut dan tidak bau, hasil penyamakan yang baik, harganya mahal sekali.

Di Israel banyak yang memelihara domba untuk diambil bulunya yang lalu dipintal menjadi benang lalu ditenun menjadi kain wol. Pada tahun kedualah seekor domba menghasilkan wol. Bulu domba dicukur satu kali setiap tahunnya. Setelah dicukur 5 kali, kualitas dan jumlah wol yang dihasilkan seekor domba pun menurun drastis. Itu sebabnya domba demikian pun dijual sebagai pedaging. Kelangkaan dan kesulitan teknik produksi menjadi alasan kenapa kain wol harganya mahal.

Bagaimana dengan onta? Di Israel dan sekitarnya, onta dipelihara untuk kepentingan transportasi. Menurut para ahli sejarah dan arkeologi, di sana, pada zaman Yohanes, tidak ada peternakan onta untuk diambil kulitnya atau diambil wolnya. Di samping itu, onta Timur Tengah adalah onta yang bulunya pendek dan kasar sehingga tidak cocok untuk diambil wolnya. Onta yang cocok untuk diambil wolnya hidup di daerah Mongolia. Itu sebabnya dalam sejarah jalan sutera, daerah itu dikenal sebagai eksportir wol onta sejak purbakala, sejak sebelum masehi. Hal itu terus berlangsung sampai hari ini.

Di Israel pada zaman Yohanes, orang miskin hanya memakai baju dan tidak memakai jubah. Orang miskin hanya memakai ikat pinggang kain. Hanya orang-orang kaya yang memakai jubah dan ikat pinggang kulit. Jubah yang digunakan oleh Yohanes bukan jubah biasa. Jubah Yohanes bukan jubah kulit onta namun jubah bulu onta alias jubah wol onta. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, di Israel, pada zaman Yohanes pembaptis, orang yang memakai jubah, apalagi jubah wol, apalagi jubah wol onta dan memakai ikat pinggang kulit, mustahil orang miskin.

Di Israel, belalang bukan makanan namun hama. Alkitab sama sekali tidak mencatat tentang orang miskin yang makan belalang. Para ahli sejarah Israel juga tidak mengajarkan tentang orang Israel yang makan belalang apalagi karena miskin. Madu hutan dihasilkan oleh lebah. Selain jumlahnya sedikit, mengambilnya pun sulit. Itu sebabnya, sejak purbakala, harganya mahal sekali. Apabila Yohanes pembaptis memang miskin, mustahil dia makan madu. Madunya dijual lalu uangnya untuk beli gandum. Itu lebih masuk akal.

Yohanes pembaptis adalah anak tunggal imam Zakaria dan Elisabet. Kedua suami istri itu adalah keturunan Harun. Di Israel, keturunan Harun sangat  terhormat dan kaya. Mereka hidup sebagai imam. Anak imam adalah imam. Yohanes adalah seorang imam.

Sebagai imam, keturunan imam, anak tungal Imam Zakaria, mustahil Yohanes hidup miskin dan terlunta-lunta, bukan? Jubah bulu onta dan ikat pinggang kulit serta makan madu hutan adalah bukti bahwa Yohanes sama sekali tidak hidup sederhana apalagi miskin. Ketika mengajar, Yohanes tampil sebagai imam bukan sebagai gembel. Tampil memakai jubah bulu onta dan ikat pinggang kulit, Yohanes pembaptis benar-benar perlente!

Kerabatku sekalian, sejak sekolah minggu, walaupun diajari untuk membaca Alkitab namun orang Kristen tidak diajarkan untuk mempertanyakan alias menguji ajaran gerejanya yang diajarkan melalui para guru sekolah minggu dan pengkotbah. Para pengkotbah memang getol sekali berteriak sola scriptura (hanya Alkitab) dan mengajarkan untuk menguji semua ajaran dengan Alkitab sebagai standard kebenaran, namun yang mereka maksudkan adalah ajaran-ajaran yang bertentangan dengan ajaran gerejanya. Ajaran yang tidak bertentangan dengan ajaran gerejanya, tidak perlu diuji karena itulah ajaran yang benar, yang menjadi standard kebenaran untuk menguji ajaran lainnya.

Sejak sekolah minggu orang Kristen diajari bahwa Yohanes pembaptis adalah orang miskin. Karena itulah satu-satunya ajaran tentang Yohanes pembaptis di semua gereja maka tak seorang pun yang merasa perlu untuk mengujinya alias mempertanyakannya. Semuanya, baik jemaat maupun teolog sama-sama meyakininya sebagai ajaran yang benar. Itu sebabnya, walaupun memandangnya namun tak seorang jemaat pun yang melihat kesalahannya.

Yohanes Bertanya

Ketika hamil, Maria mengunjungi Elisabet. Malaikat Tuhan sudah menjelaskannya dengan gamblang kepada Zakaria, itu sebabnya Elisabet tahu pasti siapakah janin yang sedang dikandungnya. Ketika Maria menyapanya, kandungan Elisabet yaitu Yohanes melonjak kegirangan. Pada saat itu Elisabet pun dipenuhi Roh Kudus dan bernubuat sehingga dia tahu siapakah janin yang sedang dikandung oleh Maria. Kisah Maria mengunjungi Elisabet menunjukkan bahwa kedua wanita itu sangat akrab. Apakah keakraban keduanya tidak berlanjut setelah kunjungan itu? Kemungkinan demikian kecil sekali, bukan? Mungkinkah Elisabet tidak bercerita kepada Yohanes tentang Yesus dan Maria? Mungkinkah Maria tidak bercerita kepada Yesus tentang Yohanes dan Elisabet? Kemungkinan demikian kecil sekali, bukan?

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Matius 3:16

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Markus 1:9-10

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Yohanes 1:32

Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Dan Yohanespun menuruti-Nya.Matius 3:13-15

Matius dan Markus mencatat, setelah dibaptis oleh Yohanes, Yesus melihat Roh Kudus seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Yohanes mencatat bahwa Yohanes pembaptis mengaku setelah membaptis-Nya, dia melihat Roh seperti burung merpati turun ke atas Yesus. Apakah Yesus dan Yohanes saling mengenal karena penglihat tersebut? Apakah sebelum penglihatan tersebut Yesus dan Yohanes tidak saling mengenal? Matius mencatat bahwa Yohanes sudah mengenali Yesus sebelum dia membaptis-Nya. Yesus dan Yohanes saling mengenal, itu sebabnya obrolan mereka akrab sekali.

Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya, ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Lukas 7:18-20

Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Lukas 7:21-23

Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Matius 11:2-3

Yohanes menjawab mereka, katanya: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak.” Yohanes 1:26-27

Yohanes adalah manusia biasa. Dialah yang membaptis Yesus. Menurut hukum duni, Yesus adalah kerabatnya. Menurut hukum kerajaan Allah, Yesus adalah Tuhannya. Yohanes tahu pasti kedua kebenaran tersebut. Dalam Yohanes 1:26-27, Yohanes pembaptis mengaku bahwa dirinya tidak layak untuk membuka tali kasut Dia yang datang kemudian dari padanya, namun, Yesus justru menyuruh dia membaptis-Nya.

Yohanes pun melakukannya seperti yang dikatakan Yesus. Itulah catatan pertama tentang Yohanes menaati ucapan Yesus. Itu adalah bukti bahwa Yohanes mengenal Yesus dan percaya kepada-Nya bahkan sebelum melihat Roh Kudus seperti burung merpati turun di atas-Nya.

Ketika Yesus keliling Israel dan melakukan banyak mujizat, saat itu Yohanes sedang mendekam di penjara. Alih-alih membebasakannya, Yesus justru sama sekali tidak mengirim utusan untuk menjenguknya apalagi membesuknya sendiri. Keliling Israel dan melakukan banyak mujizat namun tidak peduli sama sekali dengan Yohanes yang mendekam di penjara? Itukah perilaku seorang yang baik kepada kerabatnya? Itukah perilaku gembala yang baik atas domba-Nya? Itukah perilaku Tuhan yang mahakuasa atas hamba-Nya? Kenapa Yesus tidak peduli pada Yohanes yang mendekam di penjara? Itulah pesan yang terkandung dalam pertanyaan murid-murid Yohanes kepada Yesus. “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Yesus menjawab, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”  Jawaban Yesus sangat tegas dan gamblang sehingga mustahil tidak memahaminya apalagi salah paham. Dalam sebuah kalimat yang lebih lengkap, inilah jawaban Yesus, “Berbahagialah dan jangan kecewa karena Aku membiarkanmu mendekam di penjara.” Alkitab tidak mencatat komentar Yohanes atas jawaban Yesus. Alkitab tidak mencatat komentar Yohanes atas pemancungan dirinya. Alkitab juga tidak mencatat komentar murid-murid Yohanes atas nasib yang dialami Yohanes dan ketidakpedulian Yesus. Kenapa tidak ada yang mempertanyakannya? Karena Yohanes pembaptis menaati ucapan Yesus, dia berbahagia dan tidak kecewa. Itulah catatan kedua tentang Yohanes menaati ucapan Yesus. Itu adalah bukti bahwa Yohanes percaya kepada Yesus. Itu adalah bukti bahwa Yohanes sama sekali tidak plin-plan. Itu adalah bukti bahwa Yohanes benar-benar konsisten.

Anda merasa ragu bukan karena bertindak untuk ragu-ragu. Anda merasa ragu karena perasaan itu muncul begitu saja. Itu sebabnya dikatakan bahwa keraguan bukan TINDAKAN namun perasaan yang muncul begitu saja ketika menghadapi sesuatu. Perasaan ragu-ragu sama sekali tidak haram. Ketika menghadapi keraguan, yang bijaksana pun berusaha mencari kepastian. Ketika muncul keraguan di dalam hatinya, Yohanes pun mencari kepastian kepada Yesus. Tindakan demikian bukan hanya logis dan cerdas namun juga bijaksana. Ketika keraguan muncul dalam hatinya, orang Kristen bijaksana pun mempelajari Alkitab. Mempelajari Alkitab berarti bertanya kepada Alkitab untuk mendapat kepastian. Bertanya kepada Alkitab berarti bertanya kepada Yesus untuk mendapat kepastian. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, hanya orang-orang tolol yang menuduh orang-orang yang bertanya kepada Yesus untuk mendapat kepastian adalah orang plin-plan.

Seorang Nabi Di Antara Kamu

Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan. Ulangan 18:15

Tepat seperti yang kamu minta dahulu kepada TUHAN, Allahmu, di gunung Horeb, pada hari perkumpulan, dengan berkata: Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati. Ulangan 18:16

Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik; Ulangan 18:17

seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Ulangan 18:18

Ketika TUHAN berbicara kepada bangsa Israel di gunung Horeb, saat itu mereka berkata: “Tidak mau aku mendengar lagi suara TUHAN, Allahku, dan api yang besar ini tidak mau aku melihatnya lagi, supaya jangan aku mati.” Mereka pun meminta TUHAN berbicara lewat Musa. Lalu berkatalah TUHAN kepada Musa, “Apa yang dikatakan mereka itu baik.” Itu sebabnya Musa pun lalu DIBANGKITKAN oleh TUHAN manjadi nabi. TUHAN menaruh firman-Nya dalam mulut Musa dan Musa mengatakan kepada bangsa Israel segala yang diperintahkan kepadanya. Itu sebabnya dikatakan, “Nabi adalah lidah Allah.”

Saat menjelang ajalnya, Musa berkata kepada bangsa Israel, “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan DIBANGKITKAN bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” Kerabatku sekalian, siapakah yang dibangkitkan oleh TUHAN untuk menjadi nabi seperti Musa?

Handai taulan sekalian, ada beberapa teolog Kristen yang mengajarkan bahwa Alkitab juga bernubuat tentang raja-raja dan kerajaan-kerajaan serta kota-kota seantero dunia. Ada yang  mengajarkan bahwa Yesaya bernubuat tentang kebangikatan kekaisaran Tiongkok lewat dinasti Qin. Ada yang mengajarkan tentang nubuatan bagi Persia, Romawi, Rusia, Roma dan lain sebagainya. Atas ajaran demikian, beberapa teolog Islam menarik kesimpulan bahwa nabi yang dijanjikan oleh Musa kepada bangsa Israel adalah nabi Mohamad SAW. Budi Asali adalah salah satu teolog tolol yang menyangka dirinya pinter karena mampu berapologetika melawan ajaran beberapa teolog islam tersebut. Teolog tolol yang diteladani oleh Budi Asali itu MENAFSIRKAN dengan jurus tafsir 1001 mimpi bahwa yang akan DIBANGKITKAN oleh TUHAN menjadi nabi-Nya seperti Musa adalah Yesus.

Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. Ulangan 18:19

Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati. Ulangan 18:20

Dan TUHAN berfirman kepada Yosua: “Pada hari inilah Aku mulai membesarkan namamu di mata seluruh orang Israel, supaya mereka tahu, bahwa seperti dahulu Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau. Yosua 3:7

Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Ulangan 34:9

Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. Keluaran 33:11

Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel, dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya, dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel. Ulangan 34:10-12

Kenapa Budi Asali disebut tolol? Karena dia mengajarkan ajaran tolol sebagai ajaran Alkitab tanpa mengujinya dengan Alkitab sebagai standard kebenaran. Kenapa ajaran Nabi yang dijanjikan Musa disebut ajaran tolol? Bila tidak mau menyebutnya ajaran tolol karena lebih suka menyebutnya ajaran sesat, itu terserah anda sebab ajaran demikian memang sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Kenapa dikatakan sesat?

Karena bila nabi itu adalah Yesus, maka TUHAN, berdasarkan Ulangan 18:19 pasti minta pertanggungan bangsa Israel yang tidak mempercayai ucapan-Nya.

Karena Yesus mati disalib, bukankah bila nabi itu adalah Yesus, itu berarti kematian-Nya adalah kegenapan dari Ulangan 18:20, “Tetapi seorang nabi, yang terlalu berani untuk mengucapkan demi nama-Ku perkataan yang tidak Kuperintahkan untuk dikatakan olehnya, atau yang berkata demi nama allah lain, nabi itu harus mati.”

Karena Ulangan 34:9 mencatat dengan gamblang bahwa Yosua bin nun dibangkitkan oleh TUHAN untuk menjadi nabi-Nya seperti Musa. Dan setelah Yosua bin Nun ada puluhan orang yang dibangkitkan oleh TUHAN untuk menjadi nabi-Nya.

Karena Keluaran 33:11 mencatat bahwa TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya sedangkan keempat Injil sama sekali tidak mencatat kisah TUHAN berbicara kepada Yesus apalagi berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya.

Karena Ulangan 34:10-12 mencatat bahwa TUHAN tidak membangkitkan lagi nabi yang seperti Musa di Israel.

Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: “Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup.” Keluaran 1:22

Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu. Matius 2:16

Setelah Musa TUHAN memang membangkitkan puluhan orang Israel untuk menjadi nabi-Nya seperti Musa, namun nabi yang seperti Musa tidak pernah ada lagi. Hanya orang-orang bodoh sok tahu yang mengajarkan bahwa Yesus sama seperti Musa karena ketika Dia lahir ada pembantaian bayi-bayi. Ketika Musa lahir Firaun membantai bayi-bayi Israel dengan membuangnya ke sungai Nil namun yang dibantai oleh Herodes adalah anak-anak yang berumur 2 tahun ke bawah, bukan hanya bayi-bayi.

Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Kisah Para Rasul 3:22

Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Kisah Para Rasul 3:23

Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kisah Para Rasul 3:24

Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Kisah Para Rasul 3:25

Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.” Kisah Para Rasul 3:26

Ketika mengutip janji Musa kepada bangsa Israel, Petrus sama sekali tidak mengajarkan bahwa janji Musa itu hanya tentang satu orang nabi namun banyak sekali nabi dan di antara nabi-nabi itu, mulai dari Samuel, dan sesudah dialah nabi-nabi itu bernubuat tentang zaman ini, zaman di mana Petrus hidup.

Musa berkata dengan tegas dan gamblang, “Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.” Sementara Petrus menyatakan dengan tegas, “Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu …”

Handai taulanku sekalian, siapakah nabi yang dijanjikan oleh TUHAN kepada bangsa Israel? Siapakah nabi yang dijanjikan oleh Musa kepada bangsa Israel? Nabi itu adalah: Semua nabi, mulai dari Yosua dan sesudah dia. Nabi itu adalah SEMUA nabi Israel.

Aneh bin ajaib. Gelarnya MDiv (Master of Divinity Theology) namun tidak mampu memahami apa yang diajarkan oleh Alkitab dengan tegas dan gamblang? Itu sebabnya dikatakan, “yang mengajarkan bahwa nabi itu adalah Yesus benar-benar orang TOLOL yang menyangka dirinya pinter.” Benar-benar mengenaskan! Mau dibawa ke mana jemaat generasi ini bila pendeta mereka yang mengaku reformed sejati mengajarkan ajaran ngaco-belo sebagai ajaran Alkitab? Tuhan ampunilah dia sebab dia tahu apa yang dilakukannya.

Yohanes Yang Terbesar Di Antara Yang Dilahirkan Perempuan

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Matius 11:11

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” Lukas 7:28

Apa yang dikatakan oleh Yesus tentang Yohanes pembaptis, benar-benar tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. John Calvin benar-benar tolol ketika menafsirkan kerajaan sorga alias kerajaan Allah adalah gereja. Dan John Calvin benar-benar ngaco belo ketika mengajarkan bahwa orang Kristen terkecil pun lebih besar dari Yohanes. Bagaimana dengan Budi Asali yang mengamini ajaran tolol John Calvin tersebut? Tentu saja dia benar-benar tolol!

Lebih besar artinya lebih agung. Lebih besar alias lebih agung artinya lebih mulia. Semua yang dilahirkan oleh perempuan artinya seluruh umat manusia. Yesus juga dilahirkan oleh perempuan. Tidak ada orang Kristen yang tidak dilahirkan oleh perempuan. Yohanes pembaptis yang terbesar alias teragung alias termulia di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan.  Itu berarti Yohanes pembaptis lebih besar alias lebih agung alias lebih mulia dari seluruh umat manusia termasuk di dalamnya orang Kristen bahkan Yesus.

Kerabatku sekalian, bila anda percaya ajaran ngaco-belo John Calvin bahwa orang Kristen terkecil sekali pun lebih besar dari Yohanes pembaptis itu berarti anda percaya bahwa Yesus adalah pembual karena Dia mengajarkan bahwa Yohanes lebih besar dari semua yang dilahirkan perempuan.

Budi Asali: Sekalipun Yohanes Pembaptis bisa melihat Kristus (dan karena itu ia lebih besar dari nabi-nabi Perjanjian Lama yang lain), tetapi ia tidak mengalami Kristus yang tersalib, bangkit, naik ke suga dsb. Ia memang menubuatkan tentang salib (bdk. Yoh 1:29) tetapi ia tidak melihat penggenapan nubuatnya sendiri. Sedangkan orang Kristen (Perjanjian Baru) yang paling kecilpun sudah mengetahui (‘mengalami dan melihat’), dan bisa memberitakan bahwa Yesus sudah mati untuk dosanya, sudah bangkit, dan sudah naik ke surga. Dalam hal ini kita lebih besar dari Yohanes Pembaptis.

Kebesaran alias keagungan alias kemuliaan seseorang sama sekali tidak ditentukan oleh banyaknya PENGETAHUAN dan PENGALAMAN-nya. Ratulah yang terbesar di Inggris namun dia bukan yang paling banyak pengetahuan dan pengalamannya. Presidenlah yang terbesar di Amerika Serikat, namun dia bukan yang paling banyak pengetahuan dan pengalamannya. Rajalah yang terbesar di Thailand namun bukan yang paling banyak pengetahuan dan pengalamannya. Itu sebabnya hanya Budi Asali tolol yang mengajarkan bahwa Yohanes pembaptis tahu lebih banyak dan mengalami lebih banyak, itu sebabnya dia lebih besar dari para nabi. Itu sebabnya hanya orang-orang tolol yang mengajarkan bahwa orang Kristen lebih besar dari Yohanes pembaptis karena mengetahui dan memahami lebih banyak. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, apa yang diajarkan oleh Budi Asali tersebut di atas benar-benar MENGENASKAN.

Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi. Ibrani 1:7

Itu sebabnya mustahil menyangkal bahwa Yohaneslah yang membaptis Yesus menjadi Imam. Itu sebabnya mustahil menyangkal bahwa Yohaneslah yang membaptis Yesus menjadi Nabi. Itu sebabnya mustahil menyangkal bahwa Yohaneslah yang membaptis Yesus menjadi Raja. Itu sebabnya mustahil menyangkal bahwa Yohaneslah yang membaptis Yesus menjadi Kristus. Itu sebabnya mustahil menyangkal bahwa Yohaneslah yang mempersiapkan jalan bagi Yesus Kristus. Itu sebabnya mustahil menyangkal bahwa Yohaneslah yang terbesar di antara mereka yang dilahirkan perempuan. Itu sebabnya dia digelari Yohanes PEMBAPTIS. Dia menjadi yang terbesar bukan karena pengetahuan dan pengalamannya namun karena Amanat Agung yang diemban dan digenapinya yaitu MEMBAPTIS Yesus.

Bila Yohanes pembaptis adalah yang terbesar di antara mereka yang dilahirkan perempuan, lalu siapakah yang terkecil di dalam kerajaan Allah alias kerajaan sorga? Yang terkecil di dalam kerajaan sorga alias kerajaan Allah adalah Dia yang tidak kelihatan. Dia kecil itu sebabnya tidak kelihatan. Dia sangat kecil itu sebabnya hanya bisa MENG-AMINI kehendak Bapa-Nya. Dia kecil sekali itu sebabnya hanya bisa menjadi SAKSI (tidak melakukan kehendak-Nya sendiri). Siapakah Dia?

Dialah yang suaranya terdengar di dalam Kejadian 1, “Dan Jadilah demikian!”

Dialah “Si AMIN, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah” yang tercatat di dalam Wahyu 3:14.

Adakah yang lebih kecil dari Dia? Tidak ada! Namun, Dia lebih besar dari Yohanes pembaptis yang paling besar di antara mereka yang dilahirkan perempuan.

NB.
Untuk membaca blog-blog hai hai yang lain tentang Budi Asali, silahkan Klik di SINI.

22 thoughts on “Budi Asali Membual Karena Yohanes Pembaptislah Yang Terbesar

  1. Pak Bengcu…

    Saya ingin tahu pembahasan Bapak ini khususnya bagian budaya hidup orang Israel (madu, ikat pinggang, jubah) itu didapat darimana…

    Tetap semangat menulis…😉

    Terimakasih…

    • @Jessica Astrid, ketika menyuruh anak-anaknya pergi ke Mesir, Yakub menyuruh mereka membawa MADU yang merupakan HASIL terbaik negeri Kanaan. Dalam kisah Simson, madu juga disebut.

      Tentang kebudayaan Israel pada masa Yesus hidup di dunia dan zaman para rasul memang tidak dibahas secara gamblang, namun bila anda membacanya dengan teliti maka akan nampak jelas sekali.

      Jubah Yesus diundi. Selama ini para teolog mengajarkan bahwa hal itu dilakukan karena para prajurit menyangka jubah itu SAKTI mandraguna. Padahal diundi karena harganya mahal. Kenapa demikian? Karena jubah Yesus yang diundi itu adalah pemberian raja Herodes.

      Sesungguhnya banyak buku yang membahas kebudayaan Israel masa itu. silahkan beli dan pelajari bila anda suka sejarah dan kebudayaan. Namun bila anda suka dengan cara yang sulit, silahkan baca Perjanjian Baru. Anda akan menemukan siapa saya yang menjadi tukang samak kulit.

      Banyak orang bilang Yesus miskin. Atas dasar apa kesimpulan itu? Karena Yusuf adalah tukang kayu. Orang miskin tidak punya keledai yang punya keledai orang kaya. Tukang kayu adalah pekerjaan bergengsi di Israel. Di samping itu, ketika orang majus datang, mereka mempersembahkan mas mur dan kemenyan. di samping itu, selama 3 tahun Yesus hanya keliling berkotbah. Bagaimana Dia dan murid-murid-Nya mencukupi hidupnya? Yudas adalah bendahara. Itu berarti ada uang yang dikelola. Uang yang cukup banyak itu sebabnya ketika dikorupsi tidak ketahuan.

  2. Wah panjang nian penjelasan sdr Hai Hai Bengcu.
    Coba saja kalau, baik Budi Asali maupun Hai Hai Bengcu, memahami maksud perkataan Yesus bahwa ‘yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari pada Yohanes Pembabtis’ dalam artian bahkan Yohanes sendiri pun bukan merupakan bagian dari “yang terkecil” yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah/Surga.

        • Menurut pengertian saya, yang terkecil dalam Kerajaan Sorga (tetapi lebih besar dari Yohanes Pembaptis) adalah mereka yang mendapatkan meterai ALLAH atau dibaptis oleh Roh Kudus.

          Salam,

          • @it’s ok, MENURUT anda nggak ada gunanya. Yesus menyatakan di antara semua yang dilahirkan WANITA, Yohanes pembaptislah yang terbesar. Karena Yesus sendiri pun dilahirkan oleh perempuan, maka Yohanes lebih besar dari-Nya.

            • @hai hai bencu, saya setuju apa yang dikatakan Yesus mengenai Yohanes Pembaptis terbesar dari semua yang dilahirkan perempuan, karena Yohanes Pembaptis membaptis Yesus.
              Tapi, siapakah yang dimaksud Yesus (menurut sodara) yang terkecil dalam Kerajaan sorga namun lebih besar dari Yohanes Pembaptis?

              Salam,

                • Yesus tidak sedang melawak/humor Ko Hai Hai… Saya kira jawaban singkat “Yang terkecil di kerajaan sorga adalah ‘kawanan kecil'” oleh pak Yandry di atas adalah jawaban yang sangat menarik, kecuali kalo Ko Hai punya penjelasan lain yang lebih tepat dan ringkas.

                  • @Solomon Japie, yang saya tulis dalam blog saya sangat gamblang bukan? bila punya penjelasan lain mustahil nggak saya tulis dalam blog tersebut. KAWANAN kecil? apa itu kawanan kecil?

  3. AYR komentar:
    ===========
    Tulisan yang bagus. Two Thumbs up!

    Btw, saya pernah mendengar ada seorang Pengkhotbah yang mengatakan bahwa Belalang yang dimakan oleh Yohanes Pembabtis, bukanlah Binatang Belalang yang sebenarnya. Namun, “Belalang” itu hanyalah nama sebuah makanan yang ada di Israel. Pengkhotbah itu pun baru mengetahuinya setelah ia datang ke Israel.

    Kok, koh Hai Hai Belalang itu adalah “Hama”???
    Jadi, menurut koh Hai Hai Yohanes makan “Hama” gitu??

    Btw lagi, bukankah Sang AMIN itu adalah YESUS Kristus??

    Lalu apa maksud koh Hai dengan mengatakan Yohanes adalah Yang Terbesar Di Antara Yang Dilahirkan Perempuan termasuk YESUS??

    Lalu apa maksud YESUS di dalam Matius 11:11 dan Lukas 7:28??

    Kalau Yohanes Pembabtis lebih besar daripada YESUS, lalu siapakah Sang AMIN (“yang terkecil dalam Kerajaan Allah”) yang lebih besar daripada Yohanes??

    Kalau Sang AMIN adalah YESUS, bukankah menjadi suatu hal yang aneh??

    Mohon Penjelasannya yah Koh Hai Hai.
    Terima kasih sebelumnya.

    Salam Kasih,

    +AYR+

    • Arnold Yosua Rolos,

      Elohim = Qanah = Allah = Pencipta
      YHWH = Adonai = TUHAN = mahatuan

      Kejadian 1 mengajarkan tentang 3 Allah yaitu:

      1. Allah yang berfirman – “Jadilah …..; Hendaklah …..; Marilah …..”
      2. Allah yang menanggapi firman – Maka Allah menjadikan ……
      3. Allah yang mengamini firman – “Dan Jadilah demikian!”

      Pada hari ke 7:

      1. Allah yang berfirman berhenti mencipta.
      2. Allah yang menanggapi firman MENGUDUSKAN hari sabat (menyucikan hari sabat).
      3. Allah yang Menggenapi firman TERUS bekerja dalam SEGALA hal untuk menggenapi firman.

      Allah yang menanggapi firman lalu menjadi TUHAN (YHWH) sedangkan Allah yang MENGGENAPI firman lalu menjadi Allah (Elohim) = Hukum TAURAT = Kekacauan = binasa

      TUHAN (YHWH) lalu menjadi DAGING, namanya Yesus. Yesus alias YHWH menaklukkan diri kepada Allah yang MENGENAPI firman (Roh Kudus seperti burung Merpati = Kristus) = Hukum Kasih

      Kenapa YHWH gagal memerintah dunia? Karena Dia belajar dari manusia dan TIDAK mengasihi manusia serta tidak TAKLUK kepada Allah yang MENGGENAPI Firman. Kenapa Yesus berhasil? Karena Dia mengasihi manusia dan TAKLUK kepada Allah yang menggenapi firman.

      • Bro.@hai hai
        YHWH tidak pernah menjadi siapa-siapa.
        YHWH itu kekal dan tidak berubah untuk selama-lamanya.

        Kel. 3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

        Yesus adalah Kristus, Anak ALLAH yaitu Manusia.

        Salam,

  4. Melihat Budi Asali bertarung ibarat melihat pendekar Kwe Cheng sedang memainkan jurus delapan belas telapak naganya yang mematikan itu.
    Dia memang tak tertandingi. Bahkan saya lihat dari SS, Hai Hai takut untuk berdebat dengan Budi Asali karena Hai Hai mengaku dirinya bodoh.

  5. Syalom saudara hai hai..

    Saya bukan ahli kitab. Tetapi membaca tulisan saudara, saya meyakini tulisan anda bukan berasal dari orang yang diurapi. Anda tidak membangun sesuatu yang baik, bahkan anda merusak. Saya tidak mengatakan bahwa teolog2 itu pasti benar tetapi yang saya Saya tahu anda adalah Perusak. Daripada Anda menulis seperti ini lebih baik kita berlomba berbuat baik berdasarkan Iman yang kita yakini.

    Syalom

    • @Pendosa, terima kasih. Saya tidak mau berlomba dengan anda. CAri orang lain saja ya? Anda benar, hai hai memang BUKAN orang yang DIURAPI. Belum pernah ada orang yang MENGURAPI saya. Anda kebali BENAR. hai hai TIDAK membangun sesuatu yang BENAR di mata anda dan Budi Asali, hai hai bahkan MERuSAK apa yang Budi Asali dan anda yakini selama ini. Ngga masalah dengan hal demikian bukan? Itu sebabnya dikatakan, hai hai TIDAK punya pelayanan sebab dia tidak melayani siapa pun. Hai hai Hanya mengajarkan Rahasia Kristus yang tidak dipahami generasi sebelumnya. Hai hai hanya belajar dari Alkitab. hai hai hanya BERUSHA mengajarkan ajaran sejati Alkitab.

  6. melihat komentar anda pasti akan menjadi seru, tapi persoalannya adalah menemukan kebenaran, kalau budaya Israel – khususnya persoalan Yohanes Pembaptis ada tafsirkan seperti penjelasan di atas – memang kelihatan logis, tapi masih perlu banyak hal yang dipertanyakan….

    Misalnya anda menuliskan …Di Israel dan sekitarnya, onta dipelihara untuk kepentingan transportasi. Menurut para ahli sejarah dan arkeologi, di sana, pada zaman Yohanes, tidak ada peternakan onta untuk diambil kulitnya atau diambil wolnya. Di samping itu, onta Timur Tengah adalah onta yang bulunya pendek dan kasar sehingga tidak cocok untuk diambil wolnya. Onta yang cocok untuk diambil wolnya hidup di daerah Mongolia. Itu sebabnya dalam sejarah jalan sutera, daerah itu dikenal sebagai eksportir wol onta sejak purbakala, sejak sebelum masehi…. Jubah Yohanes bukan jubah kulit onta namun jubah bulu onta alias jubah wol onta. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, di Israel, pada zaman Yohanes pembaptis, orang yang memakai jubah, apalagi jubah wol, apalagi jubah wol onta dan memakai ikat pinggang kulit, mustahil orang miskin…

    Paragraf di atas memberi kesan: bahwa Yohanes Pembaptis menggunakan “jubah bulu unta” yang berasal dari Mongolia, dan ikat pinggang kulit yang bukan dari wilayah timur tengah, sebagaimana sudah dibantah oleh saudara Hai-Hai.

    Hal ini menimbulkan pertanyaan di sini, karena kesan dari yang saudara tuliskan:
    1. Apakah ada bukti perdagangan antara orang-orang Mongol dengan orang Israel, sehingga Yohanes Pembaptis, sebagaimana Alkitab tuliskan…” Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit…”? Kalau ada bisa tunjukkan bukti sejarahnya (lebih bagus kalau ada teks booknya lebih mudah untuk mengecek kebenarannya).
    2. Kemungkinan lain, Apakah penjelasan ini menunjukkan bahwa Yohanes Pembaptis memang sebelumnya berkeliling padang gurun sampai di daerah Mongol dan mungkin berdagang / membeli pakaian-pakaian itu sehingga Alkitab menuliskan penampilan Yohanes seperti itu, bahwa “…Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit…” Karena tidak mungkin Yohanes Pembaptis mengemis minta belas kasihan sehingga orang kaya bisa memberikan jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit yang sangat mahal sebagaimana ditafsirkan di atas, atau apalagi mencuri untuk mendapatkan jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit.

    Mohon berikan penjelasan, lebih baik kalau ada bukti teks book-nya, kutipannya dan halaman berapa, sehingga kita tidak sembarangan menuliskan dan tidak jatuh ke dalam dosa menghakimi orang lain, sebaliknya memberikan pencerahan atau kebenaran sebagaimana yang dipublikasikan oleh saudara Hai-Hai. Terima Kasih. GBU.

    • @Jimmy, JALAN SUTERA. Pelajarilah SEJARAH tentang JALAN SUTERA.

      Anda tidak perlu ke Italia bila hendak membeli mobil merek LAMBORGHINI. Anda tidak perlu ke Jerman bila hendak membeli mobil Mercy dan BMW. Anda hanya PERLU punya UANG untuk MEMBELINYA. Yohanes Pembaptis adalah anak Zakaria. Ketika Yohanes Pembaptis dikandung, saat itu BAPAKNYA, Zakaria adalah IMAM yang melayani RUANG Kudus setiap PAGI dan SORE. Ketika anak lelaki seorang IMAM mencapai UMUR 30 tahun, dia pun MENJADI IMAM. Di Israel IMAM MENGENAKAN baju TERBAIK dan memakai JUBAH terbaik. Pada Zaman Yohanes pembaptis, BAIT TUHAN di Yerusalem sedang mencapai MASA keemasannya. Itu sebabnya MUSTAHIL ada IMAM yang MISKIN pada generasi itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s