Budi Asali YAK-YAK-O Karena YHWH Memang Diciptakan


Alkitab tidak boleh ditafsirkan karena menafsirkan sama dengan mengedit ayat-ayat Alkitab agar sesuai dengan hikmat manusia. Alkitab ditulis untuk dipahami oleh manusia, bukan untuk ditafsirkan itu sebabnya yang harus dilakukan orang Kristen adalah berusaha memahaminya bukan menafsirkan ayat-ayat Alkitab. Saksi Yehova menafsirkan Alkitab agar sesuai dengan hikmat mereka, itu sebabnya mereka TERSESAT. Pdt. Budi Asali MDiv merasa dirinya terpanggil untuk menjadi SENTINEL, penjaga perbatasan, itu sebabnya dia giat sekali melakukan debat dan menulis guna MENYERANG ajaran-ajaran sesat yang bertentangan dengan ajaran Alkitab. Motivasinya patut dihargai namun caranya benar-benar MENGENASKAN. Nampaknya dia tidak tahu bahwa seorang SENTINEL harus menjaga perbatasan dengan menegakkan ajaran Alkitab sejati, bukan menyeruduk membabibuta.Memberanikan diri bertanya, di dalam Situsnya Pdt. Budi Asali MDiv menulis:

Amsal 8:22-25 – “(22) TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama dahulu kala. (23) Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. (24) Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. (25) Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir”.

Catatan: sekalipun kontext dari Amsal 8 ini membicarakan ‘hikmat’ (lihat mulai ay 1 dst.), tetapi dalam Amsal 8 itu ‘hikmat’ itu dipersonifikasikan / digambarkan sebagai pribadi, dan pada umumnya para penafsir menganggap bahwa ‘hikmat’ di sini menunjuk kepada Yesus. Bdk. 1Kor 1:24 – “Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah”.

Saksi-Saksi Yehuwa lalu menggunakan Amsal 8:22-25 ini untuk mengatakan bahwa Yesus bukan Allah, karena:

*   Amsal 8:22 mengatakan bahwa hikmat itu dicipta
* Amsal 8:23 mengatakan bahwa hikmat itu dibentuk
* Amsal 8:24-25 mengatakan bahwa hikmat itu dilahirkan

Semua ini oleh mereka juga dianggap sebagai bukti bahwa Yesus tidak kekal, dan karena itu Yesus bukan Allah.

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “… Amsal 8:22, di mana, seperti disetujui banyak komentator, Putra itu disebutkan sebagai hikmat yang dipersonifikasikan. Dalam ayat itu, pribadi yang berbicara dikatakan telah ‘diciptakan.’” – ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkiitab’, hal 396-397.

Bantahan:

Dalam bagian ini Kitab Suci bahasa Indonesia (dan juga RSV) mengandung beberapa kesalahan penterjemahan.

Dan memang dalam buku-buku Saksi Yehuwa terlihat bahwa mereka sering secara sengaja memilih versi Kitab Suci yang terjemahannya salah untuk mendukung pandangan mereka! Karena itu, setiap kali mereka meng­gunakan ayat Kitab Suci dari versi tertentu untuk mendukung pandangan mereka, kita harus memeriksa versi-versi Kitab Suci yang lain, bahkan kalau bisa kita harus memeriksa bahasa aslinya.

Sekarang mari kita soroti ayat-ayat dalam Amsal 8 itu satu per satu.

a)   Amsal 8:22 – “TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaanNya, sebagai perbuatanNya yang pertama-tama dahulu kala”.

NWT: “produced” (= telah memproduksi).

Kata bahasa Ibrani yang diterjemahkan ‘telah menciptakan aku’ adalah QANANI, yang berasal dari kata dasar QANAH, yang sekalipun bisa diterjemahkan ‘to create’ (= mencipta), tetapi juga mempunyai bermacam-macam arti yang lain, seperti:

* to get (= mendapatkan).
* to acquire (= mendapatkan).
* to erect (= menegakkan).
* to found (= mendirikan).
* to form (= membentuk).
* to buy (= membeli).
* to posses (= memiliki).

Seorang Yahudi yang bertemu dengan saya mengatakan bahwa arti dari kata Ibrani ini adalah ‘membeli sehingga menjadi milik’. Jadi 2 arti yang terakhir digabungkan.

Dari ke empat terjemahan bahasa Inggris yang paling populer, yaitu KJV/RSV/NIV/ NASB, hanya RSV saja yang menterjemahkan ‘created’ (= menciptakan), sedang­kan KJV/NASB/NIV menterjemahkan ‘possesed’ (= memiliki).

Catatan: ada 2 versi NIV, yang versi kuno menterjemahkan ‘possessed’ (= telah memiliki), sedangkan versi yang baru menterjemahkan ‘brought forth’ (= telah melahirkan).

Terjemahan KJV/NASB/NIV ini sama sekali tidak menunjukkan bahwa Yesus dicipta.

KJV: ‘The LORD possessed me in the beginning of his way, before his works of old’ (= TUHAN telah memiliki aku pada permulaan jalanNya, sebelum pekerjaan-pekerjaanNya pada jaman dahulu).

Derek Kidner, penulis buku Tafsiran Amsal dari seri Tyndale, dalam komentarnya tentang Amsal 8:22 ini, mengatakan bahwa kata QANAH ini keluar 84 kali dalam Perjanjian Lama, dan hanya 6 atau 7 kali yang memungkinkan diartikan ‘mencipta’, yaitu dalam:

* Kej 14:19,22 – “(19) Lalu ia memberkati Abram, katanya: ‘Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, … (22) Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: ‘Aku bersumpah demi TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi”.

Baik untuk ay 19 maupun ay 22 ini, NIV menterjemahkan ‘Creator’ (= Pencipta), tetapi pada catatan kakinya memberikan terjemahan alternatif, yaitu ‘Possessor’ (= Pemilik).

KJV: ‘Possessor’ (= Pemilik).

* Kel 15:16 – “Ngeri dan takut menimpa mereka, karena kebesaran tanganMu mereka kaku seperti batu, sampai umatMu menyeberang, ya TUHAN, sampai umat yang Kauperoleh menyeberang”.

NIV: ‘you bought’ (= Kaubeli).

KJV: ‘thou hast purchased’ (= telah Kaubeli).

* Ul 32:6 – “Demikianlah engkau mengadakan pembalasan terhadap TUHAN, hai bangsa yang bebal dan tidak bijaksana? Bukankah Ia Bapamu yang mencipta engkau, yang menjadikan dan menegakkan engkau?”.

NIV: ‘your Father, your Creator’ (= Bapamu, Penciptamu), tetapi pada catatan kakinya memberikan terjemahan alternatif yaitu ‘your Father, who bought you’ (= Bapamu, yang telah membelimu).

KJV: ‘thy Father that hath bought thee’ (= Bapamu yang telah membelimu).

* Maz 74:2 – “Ingatlah akan umatMu yang telah Kauperoleh pada zaman purbakala, yang Kautebus menjadi bangsa milikMu sendiri! Ingatlah akan gunung Sion yang Engkau diami”.

NIV: ‘you purchased’ (= telah Kaubeli).

KJV: ‘thou hast purchased’ (= telah Kaubeli).

* Maz 139:13 – “Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku”.

NIV: ‘you created’ (= Engkau telah mencipta).

KJV: ‘thou hast possessed’ (= Engkau telah memiliki).

Tetapi Derek Kidner lalu menambahkan bahwa dalam ayat-ayat inipun kata ini tidak harus diterjemahkan ‘mencipta’.

Perlu juga diketahui bahwa bahasa Ibrani mempunyai kata lain yang artinya betul-betul adalah ‘to create’ (= mencipta), yaitu BARA, seperti yang digunakan dalam Kej 1:1. Kalau memang yang dimaksud dalam Amsal 8:22 adalah ‘mencipta’ mengapa tidak digunakan kata BARA itu?

b)   Amsal 8:23 – “Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada”.

NWT: “I was installed” (= Aku dilantik / ditempatkan).

1.   Kata Ibrani yang diterjemahkan ‘aku dibentuk’ adalah NISSAKTI yang arti sebenarnya adalah ‘I was appointed’ (= Aku ditentukan / ditetapkan).

NIV: ‘I was appointed from eternity, from the beginning, before the world began’ (= Aku telah ditetapkan sejak kekekalan, dari semula, sebelum dunia ada).

Terjemahan ini lagi-lagi tidak menunjukkan bahwa Yesus itu dicip­ta / dibuat.

2.   Dalam Yes 43:10b, Allah / Yahweh berkata: “Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi”. Karena itu, penafsiran Saksi Yehuwa yang menafsirkan bahwa Amsal 8:23 mengatakan bahwa Yesus dibentuk oleh Allah, jelas bertentangan dengan ayat ini.

Saksi-Saksi Yehuwa mengatakan: “Tidak satu pun dari bangsa-bangsa Kafir penyembah berhala telah membentuk suatu ilah sebelum Yehuwa, karena tidak ada ilah apapun sebelum Yehuwa. Demikian pula di masa depan, mereka tidak akan membentuk ilah yang nyata dan hidup yang dapat bernubuat. (Yes 46:9,10) Namun ini tidak berarti bahwa Yehuwa tidak pernah membentuk suatu pribadi yang layak disebut suatu allah” – ‘Bertukar Pikiran Mengenai Ayat-Ayat Alkiitab’, hal 401.

Tanggapan saya:

a.   Kelihatannya Saksi-Saksi Yehuwa beranggapan bahwa yang tidak bisa membentuk Allah adalah bangsa-bangsa kafir, tetapi Yehuwa sendiri tentu bisa membentuk Allah / allah.

Perhatikan baik-baik Yes 43:10 di atas. Di situ dikatakan tidak ada Allah yang dibentuk, tidak peduli siapa yang membentukNya. Jadi ini berlaku bagi manusia (bangsa-bangsa kafir), malaikat-malaikat, ataupun bagi Allah / YAHWEH sendiri. Juga dalam Yes 43:10b itu dikatakan ‘Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk’. Kata-kata ‘sebelum Aku’, jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud itu bukanlah bangsa-bangsa kafir atau siapapun juga (karena bagaimana mereka bisa ada sebelum Allah?), tetapi Allah sendiri. Jadi, Allah sendiripun tidak bisa membentuk atau mencipta Allah lain. Mengapa? Karena memang mustahil, bahkan bagi Allah, untuk membentuk atau mencipta Allah lain. Allah tidak bisa dibentuk / dicipta. Allah harus ada dengan sendirinya. Bila suatu pribadi dibentuk / dicipta, Ia pasti tidak layak disebut Allah ataupun suatu allah! Suatu pribadi yang dibentuk / dicipta pasti tidak kekal, dan tidak memiliki sifat self-existent (= ada dari dirinya sendiri), dan karena itu jelas sama sekali tidak layak disebut sebagai Allah!

Hanya ada satu kelompok orang yang bisa membentuk / menciptakan Allah / suatu allah / sesuatu yang layak disebut Allah, yaitu Saksi-Saksi Yehuwa!

b.   Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa memberikan penafsiran yang bertentangan dengan terjemahan mereka sendiri dalam NWT? NWT menterjemahkan ‘I was installed’ (= Aku dilantik / ditempatkan), dan dengan demikian tidak menunjukkan bahwa Yesus dibentuk.

c)   Amsal 8:24-25 – “Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir”.

Bahwa ‘Yesus / Anak dilahirkan’ tidak terlalu menimbulkan persoalan. Ini memang tidak mungkin menunjuk pada kelahiran Yesus sebagai manusia, karena dalam ayat itu dikatakan bahwa kelahiran itu terjadi ‘sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air, sebelum gunung-gunung tertanam, dan lebih dahulu dari bukit-bukit’. Jadi, kelah­iran ini menunjuk pada kelahiran Yesus sebagai Anak Allah, atau ‘The Eternal Generation of the Son’ yang akan saya jelaskan belakangan, dan ini tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa Yesus bukan Allah.

d)   Supaya lebih jelas secara keseluruhan, di sini saya memberikan Amsal 8:22-25 versi NIV dan NASB.

NIV: ‘The LORD brought me forth as the first of his works, before his deeds of old; I was appointed from eternity, from the beginning, before the world began. When there were no oceans, I was given birth, when there were no springs abounding with water; before the mountains were settled in place, before the hills, I was given birth’ [= TUHAN telah melahirkan aku sebagai yang pertama dari pekerjaan-pekerjaanNya, sebelum perbuatan-perbuatanNya pada jaman dulu; Aku ditetapkan dari kekekalan, dari semula, sebelum dunia mulai. Pada waktu belum ada lautan, aku telah dilahirkan, pada waktu belum ada sumber-sumber yang melimpah dengan air; sebelum gunung-gunung ditempatkan di tempatnya, sebelum bukit-bukit, aku telah dilahirkan].

NASB: ‘The LORD possessed me at the beginning of His way, Before His works of old. From everlasting I was established, From the beginning, from the earliest times of the earth. When there were no depths I was brought forth, When there were no springs abounding with water. Before the mountains were settled, Before the hills I was brought forth’ (= TUHAN memiliki aku pada permulaan jalanNya, Sebelum pekerjaan-pekerjaanNya pada jaman dulu. Dari kekekalan aku telah ditetapkan, Dari semula, dari saat-saat yang paling awal dari bumi. Pada waktu belum ada kedalaman / lautan aku telah dilahirkan, Pada waktu belum ada sumber-sumber yang berlimpah dengan air. Sebelum gunung-gunung ditempatkan, Sebelum bukit-bukit aku telah dilahirkan).

Kedua versi ini tidak menunjukkan bahwa Yesus dicipta, tetapi hanya bahwa Ia dilahirkan.

Bengcu Menjawab:

Pada hakekatnya Saksi Yehova adalah orang Kristen karena mereka menjadikan Alkitab standard kebenaran sejati. Saksi Yehova menafsirkan Alkitab dengan hikmat manusia sebagai standard kebenaran, itu sebabnya mereka tersesat. Kesesatan Saksi Yehova disebabkan mereka tidak memahami ajaran tentang Allah Tritunggal dengan benar. Walaupun menentangnya namun, sesungguhnya Pdt. Budi Asali MDiv sendiri sama sekali tidak memahami ajaran tentang Allah Tritunggal dengan benar. Hal itu nampak gamblang sekali dalam tulisan-tulisannnya tentang Allah Tritunggal. Budi Asali hanya tahu bahwa Allah itu Tritunggal namun sama sekali tidak memahami maknanya dengan benar. Kewajiban kitalah untuk menunjukkan kesalahan Saksi Yehova dan Budi Asali serta mengajarkan ajaran yang benar.

Baik Saksi Yehova maupun Pdt. Budi Asali MDiv, keduanya sama-sama percaya bahwa Allah HANYA menciptakan segala sesuatu dari NIHIL atau NULL (creatio at nihilo). Itu sebabnya mereka sama-sama mengajarkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah sebelum diciptakan adalah NIHIL atau NULL. Itu sebabnya, walaupun menganggap dirinya Reformed sejati namun pemahaman Pdt. Budi Asali MDiv tentang penciptaan sorga dan dunia sams sesatnya dengan Saksi Yehova karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.

Pada mulanya Allah menciptakan sorga dan dunia (Kejadian 1:1). Kata menciptakan dalam ayat tersebut diterjemahkan dari kata BARA. Sebelum diciptakan bumi tohuw bohuw (dilafalkan: toho boho), artinya hampa kosong alias NIHIL alias NULL. Itu sebabnya kata BARA pun lalu dipahami sebagai creatio at nihilo, menciptakan dari nihil. Dari generasi ke generasi para teolog mengajarkan bahwa Allah hanya menciptakan dari nihil; Allah menciptakan segala sesuatu tanpa bahan baku. Ajaran demikian nampak masuk akal dan mengagungkan Allah, itu sebabnya jemaat dari generasi ke generasi menganggapnya sebagai kebenaran. Walaupun Allah menciptakan sorga dan dunia dari nihil NAMUN menciptakan dari nihil bukan satu-satunya cara Allah mencipta.

Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut   yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis   burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:21

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27

ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara.   Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19

Selain dalam Kejadian 1:1, kata BARA kembali digunakan ketika Allah menciptakan binatang-binatang laut dan burung-burung (Kejadian 1:21) serta manusia (Kejadian 1:27). Kejadian 2:7 mengajarkan bahwa TUHAN Allah YATSAR (membentuk) manusia dari debu tanah. Kejadian 2:19 mengajarkan kepada kita bahwa TUHAN Allah YATSAR (membentuk) segala binatang hutan dan segala burung di udara dari tanah. Dengan kenyataan demikian, bukankah kita harus menyadari bahwa BARA bukan creatio at nihilo alias menciptakan dari nihil namun menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada? Allah menciptakan (BARA) sama sekali tidak berarti Allah menciptakan dari NIHIL namun, menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Sebelum Allah menciptakannya segala binatang hutan dan burung-burung di udara serta manusia belum ada namun Allah sama sekali tidak menciptakan semuanya itu dari NIHIL karena Allah menciptakannya dari tanah.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Kejadian 1:6

Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya.  Dan jadilah demikian. Kejadian 1:7

Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:7

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat,   sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Kejadian 1:9

Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda  yang menunjukkan  masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, Kejadian 1:14

belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; Kejadian 2:5

tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu– Kejadian 2:6

Air = Kabut = Gas
Cakrawala = Ruang angkasa
Air = Air di bawah + Air di atas
Air di bawah = Air + materi padat + Api
Air di atas = Air + meteri padat + Api

Persamaan-persamaan di atas adalah rangkuman kisah penciptaan pada hari kedua hingga keempat. Tumbuhan, ikan, burung, binatang dan manusia diciptakan dari alam sementara alam diciptakan dari nihil. Allah menciptakan dari nihil namun Allah juga menciptakan dari bahan yang sudah ada. Allah menciptakan makluk hidup dari benda mati namun Allah juga menciptakan makluk hidup dari makluk hidup. Allah menciptkan segala tumbuhan, binatang-binatang dan manusia dari tanah namun Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Tumbuhan dan binatang berkembangbiak sementara manusia beranakcucu. Berkembangbiak dan beranakcucu artinya Allah menciptakan makluk hidup dari makluk hidup.

“Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Yesaya 43:10

Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku. Yesaya 43:11

Perhatikan baik-baik Yes 43:10 di atas. Di situ dikatakan tidak ada Allah yang dibentuk, tidak peduli siapa yang membentukNya. Jadi ini berlaku bagi manusia (bangsa-bangsa kafir), malaikat-malaikat, ataupun bagi Allah/YAHWEH sendiri. Juga dalam Yes 43:10b itu dikatakan ‘Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk’. Kata-kata ‘sebelum Aku’, jelas menunjukkan bahwa yang dimaksud itu bukanlah bangsa-bangsa kafir atau siapapun juga (karena bagaimana mereka bisa ada sebelum Allah?), tetapi Allah sendiri. Jadi, Allah sendiripun tidak bisa membentuk atau mencipta Allah lain. Mengapa? Karena memang mustahil, bahkan bagi Allah, untuk membentuk atau mencipta Allah lain. Allah tidak bisa dibentuk/dicipta. Allah harus ada dengan sendirinya. Bila suatu pribadi dibentuk/dicipta, Ia pasti tidak layak disebut Allah ataupun suatu allah! Suatu pribadi yang dibentuk/dicipta pasti tidak kekal, dan tidak memiliki sifat self-existent (= ada dari dirinya sendiri), dan karena itu jelas sama sekali tidak layak disebut sebagai Allah!

Kalimat  “Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.” Hanya memiliki satu arti bahwa yang mengucapkan kalimat tersebut adalah satu-satunya Allah yang dibentuk. Walaupun menggunakan jurus tafsir 1001 mimpi namun MUSTAHIL menyangkal kebenaran yang begitu GAMBLANG dan TEGAS dalam kalimat tersebut. Karena kalimat tersebut diucapkan oleh YHWH maka itu berarti YHWH adalah satu-satunya Allah yang dibentuk. Karena YHWH menyatakan bahwa diri-Nya adalah satu-satunya juruselamat maka itu berarti YHWH adalah Yesus Kristus.

Kata dibentuk dalam Yesaya 43:10 diterjemahkan dari kata YATSAR. Membentuk berarti MENGUBAH sesuatu menjadi sesuatu yang lainnya. Yesus Kristus adalah satu-satunya Allah yang dibentuk. Dia dibentuk saat malaikat Gabriel memberitahu Maria tentang kehamilannya. Sebelum Maria hamil tidak ada Allah yang nama-Nya Yesus Kristus. Sebelum dibentuk tidak ada Allah yang kasat mata alias Allah dalam rupa manusia. Sebelum dibentuk menjadi Yesus Kristus  Dia adalah Terang. Sebelum dibentuk menjadi Terang Dia adalah Firman. Firman itu ada bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Itulah kebenaran yang diajarkan oleh Yohanes dalam kitab Yohanes 1:1-5. Saksi Yehova dan Pdt. Budi Asali sama sekali tidak memahami kebenaran demikian. Tugas kitalah untuk mengjarkannya kepada mereka.

Saksi Yehova dan Pdt. Budi Asali sama-sama yakin bahwa Allah hanya mencipta dari NIHIL. Itu sebabnya Saksi Yehova mengajarkan bahwa Yesus Kristus adalah NIHIL sebelum diciptakan oleh Allah sementara Budi Asali menggunakan jurus tafsir 1001 mimpi menentangnya dengan mengajarkan bahwasanya Yesaya 43:10-11 menyatakan tidak ada Allah yang dibentuk, padahal –ayat-ayat tersebut dengan gamblang dan tegas mengajarkan bahwa YHWH adalah satu-satunya Allah yang dibentuk dan YHWH adalah Kristus. Sungguh mengenaskan! Semoga mereka mendapat pencerahan sehingga mau memahami ajaran Alkitab dengan benar.

Aku, hikmat, tinggal bersama-sama dengan kecerdasan, dan aku mendapat pengetahuan dan kebijaksanaan. Amsal 8:12

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Amsal 8:22

Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Amsal 8:23

Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Amsal 8:24

Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; Amsal 8:25

sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya atau debu dataran yang pertama. Amsal 8:26

Kata bahasa Ibrani yang diterjemahkan ‘telah menciptakan aku’ adalah QANANI, yang berasal dari kata dasar QANAH, yang sekalipun bisa diterjemahkan ‘to create’ (= mencipta), tetapi juga mempunyai bermacam-macam arti yang lain, seperti:

* to get (= mendapatkan).
* to acquire (= mendapatkan).
* to erect (= menegakkan).
* to found (= mendirikan).
* to form (= membentuk).
* to buy (= membeli).
* to posses (= memiliki).

Dari ke empat terjemahan bahasa Inggris yang paling populer, yaitu KJV/RSV/NIV/ NASB, hanya RSV saja yang menterjemahkan ‘created’ (=menciptakan), sedang­kan KJV/NASB/NIV menterjemahkan ‘possesed’ (= memiliki).

Perlu juga diketahui bahwa bahasa Ibrani mempunyai kata lain yang artinya betul-betul adalah ‘to create’ (= mencipta), yaitu BARA, seperti yang digunakan dalam Kej 1:1. Kalau memang yang dimaksud dalam Amsal 8:22 adalah ‘mencipta’ mengapa tidak digunakan kata BARA itu?

1.   Kata Ibrani yang diterjemahkan ‘aku dibentuk’ adalah NISSAKTI yang arti sebenarnya adalah ‘I was appointed’ (= Aku ditentukan/ditetapkan).

Bahwa ‘Yesus/Anak dilahirkan’ tidak terlalu menimbulkan persoalan. Ini memang tidak mungkin menunjuk pada kelahiran Yesus sebagai manusia, karena dalam ayat itu dikatakan bahwa kelahiran itu terjadi ‘sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air, sebelum gunung-gunung tertanam, dan lebih dahulu dari bukit-bukit’. Jadi, kelahiran ini menunjuk pada kelahiran Yesus sebagai Anak Allah, atau ‘The Eternal Generation of the Son’ yang akan saya jelaskan belakangan, dan ini tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa Yesus bukan Allah.

Qanah (dilafalkan: kaw-naw): membeli; memiliki, mencipta; membentuk.
Nacak (Dilafalkan: naw-sak’): membentuk; melantik; mencurahkan.
Chuwl (Dilafalkan: khool; kheel):  melahirkan

Hikmat di dalam Amsal 8:1-36 adalah Yesus Kristus. Saksi Yehova mengajarkan bahwa Hikmat alias Yesus Kristus bukan Allah sejati karena:

* Amsal 8:22 mengajarkan bahwa Hikmat adalah Allah yang diciptakan (qanah)
* Amsal 8:23 mengajarkan bahwa Hikmat adalah Allah yang dibentuk (Nacak)
* Amsal 8:24-25  mengajarkan bahwa Hikmat adalah Allah yang dilahirkan (chuwl)

Budi Asali menentang ajaran Saksi Yehova dengan mengajarkan bahwasanya:

* Amsal 8:22 mengajarkan bahwa Hikmat adalah Allah yang dimiliki (qanah)
* Amsal 8:23 mengajarkan bahwa Hikmat adalah Allah yang ditetapkan (Nacak)
* Amsal 8:24-25  mengajarkan bahwa Hikmat adalah Allah yang dilahirkan (chuwl)

Pdt. Budi Asali MDiv merasa dirinya HEBAT karena berhasil membuktikan kesesatan Saksi Yehova dan kesalahan LAI dan RSV menerjemahkan Alkitab sementara Saksi Yehova merasa dirinya BENAR karena memahami Alkitab dengan benar. Di samping itu, baik LAI maupun RSV yakin mereka telah menerjemahkan Alkitab dengan benar. Walaupun Budi Asali dan Saksi Yehova saling menentang namun keduanya memiliki pemahaman yang sama bahwa Allah hanya mencipta dari Nihil. Allah yang dicipta bukan Allah sejati karena Allah yang dicipta sebelum diciptakan adalah NIHIL. Pdt. Budi Asali boleh mengagul-agulkan dirinya benar namun dia mustahil menyalahkan Saksi Yehova karena faktanya, QANAH memang berarti dicipta dan NACAK memang berarti dibentuk.

Saksi Yehova mengajarkan untuk tidak menyembah Hikmat alias Yesus Kristus karena Yesus Kristus bukan Allah sejati sebab Dia adalah Allah yang dicipta. Namun, Saksi Yehova mengajarkan dengan fanatik bahwa satu-satunya Allah yang harus disembah adalah YHWH, Allah Yang Mahatinggi. Yesaya 43:10-11 mencatat firman YHWH dengan gamblang dan tegas: “Kamu inilah saksi-saksi-Ku,” demikianlah firman TUHAN, “dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi. Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.” Yesus Kristus adalah satu-satunya juruselamat dan tidak ada juruselamat selain dari pada YHWH. Bukankah itu berarti YHWH adalah Yesus Kristus? Saksi Yehova melarang jemaat menyembah Yesus Kristus namun mengajarkan dengan fanatik untuk menyembah YHWH. Saksi Yehova menyembah dengan fanatik Allah yang mereka tolak mati-matian. Benar-benar mengenaskan!

NIV: ‘The LORD brought me forth as the first of his works, before his deeds of old; I was appointed from eternity, from the beginning, before the world began. When there were no oceans, I was given birth, when there were no springs abounding with water; before the mountains were settled in place, before the hills, I was given birth’ [= TUHAN telah melahirkan aku sebagai yang pertama dari pekerjaan-pekerjaanNya, sebelum perbuatan-perbuatanNya pada jaman dulu; Aku ditetapkan dari kekekalan, dari semula, sebelum dunia mulai. Pada waktu belum ada lautan, aku telah dilahirkan, pada waktu belum ada sumber-sumber yang melimpah dengan air; sebelum gunung-gunung ditempatkan di tempatnya, sebelum bukit-bukit, aku telah dilahirkan].

Prilaku Pdt. Budi Asali Mdiv menghadapi Saksi Yehova persis prilaku babi hutan yang waton nyeruduk dan prilaku burung onta yang merasa aman tentram loh jinawi setelah menyembunyikan kepalanya di bawah pasir. Dia sama sekali tidak paham bahwa kebenaran yang tidak konsisten bukan kebenaran sejati. Itu sebabnya dia mereferensikan NIV sebagai salah satu terjemahan yang menurutnya akurat walaupun NIV benar-benar KONYOL karena menerjemahkan QANAH sebagai melahirkan. Apabila NIV dibenarkan walaupun menerjemahkan QANAH sebagai melahirkan mustahil menuduh Saksi Yehova sesat karena memahaminya sebagai menciptakan. Itulah yang saya maksudkan dengan prilaku asal nyeruduk seperti babi hutan. Budi Asali hanya ingin menyerang ajaran Saksi Yehova bukan menegakkan kebenaran. Itu sebabnya dia menghalalkan segala cara untuk menyerangnya. Bila memang hendak menegakkan ajaran Alkitab bukankah seharusnya dia menyatakan bahwa NIV benar-benar KONYOL karena menerjemahkan QANAH sebagai melahirkan? Alih-alih menyalahkan NIV dia justru menggunakannya untuk menyerang ajaran Saksi Yehova dan menyalahkan LAI dan RSV. Benar-benar asal nyeruduk.

Perlu juga diketahui bahwa bahasa Ibrani mempunyai kata lain yang artinya betul-betul adalah ‘to create’ (= mencipta), yaitu BARA, seperti yang digunakan dalam Kej 1:1. Kalau memang yang dimaksud dalam Amsal 8:22 adalah ‘mencipta’ mengapa tidak digunakan kata BARA itu?

Mungkin Pdt. Budi Asali MDiv merasa dirinya hebat karena mampu melontarkan argumentasi tersebut di atas namun sesungguhnya argumentasinya tersebut adalah bukti bahwa dia hanya asal seruduk. Bagaimana bila dia ditanya balik? Apakah di dalam bahasa Ibrani tidak ada kata lain yang artinya betul-betul adalah “memiliki” sehingga penulis Amsal harus menggunakan kata qanah yang juga memiliki arti menciptakan dan membeli dan lain-lainnya?

Seperti babi hutan yang waton nyeruduk dan burung onta yang merasa aman tentram loh jinawi setelah menyembunyikan kepalanya di bawah pasir, itulah prilaku Pdt. Budi Asali. Dia merasa telah memenangkan pertarungan karena telah menyeruduk Saksi Yehova dengan menunjukkan bahwa QANAH juga berarti memiliki dan kata NACAK yang juga berarti ditetapkan dan menjatuhkan vonis LAI dan RSV salah menerjemahkan Alkitab. Dia merasa aman tentram loh jinawi setelah menyembunyikan kepalanya di bawah kutipan Amsal 8:22-25 versi NIV dan NASB karena keduanya termasuk dalam empat besar versi terjemahan Alkitab berbahasa Inggris yang paling populer. Itu sebabnya dia merasa tidak perlu menguji terjemahan mana yang lebih akurat, NIV di atas atau NASB di bawah ini? Itu sebabnya pula dia merasa tidak perlu menjelaskan bagaimana memahami Amsal 8:22-25 versi NIV di atas atau NASB di bawah ini karena yang penting adalah QANAH tidak diterjemahkan sebagai mencipta dan NACAK sebagai membentuk.

TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir, sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir; Amsal 8:22-25 – LAI

Baik Pdt. Budi Asali Mdiv maupun Saksi Yehova sama-sama tidak memahami ajaran tentang Allah Tritunggal dengan benar, itu sebabnya keduanya sama sekali tidak paham bahwa walaupun para nabi tidak memahaminya, namun ajaran tentang Allah Tritunggal sangat gamblang di dalam Perjanjian Lama. Di dalam Perjanjian Lama, Yesus Kristus menggunakan nama TUHAN Allah alias TUHAN alias Malaikat TUHAN. Roh Kudus menggunakan nama Roh Allah alias Nafas Hidup. Allah digunakan untuk Allah Bapa atau Allah Tritunggal.

Mereka juga tidak paham bahwa di dalam penciptaan sorga dan dunia, Allah yang empunya peta dan TUHAN Allah yang mewujudkannya. Allah berfirman dan TUHAN Allah yang menanggapi. Allah berkehendak TUHAN Allah yang menggenapi. Allah adalah Qian sementara TUHAN Allah adalah Khun, artinya Allah adalah pemrakarsa dan TUHAN Allah adalah penanggap.

Amsal 8:22-25 adalah firman TUHAN, bukan firman dari Allah. Allah menciptakan langit dan bumi pada hari kedua. Yang disebut langit adalah Cakrawala sementara bumi saat itu masih menjadi satu dengan air itu sebabnya disebut air di bawah. Pada saat itu benda-benda langit pun masih menyatu dengan air itu sebabnya disebut air di atas. Pada hari ketiga Allah mengumpulkan air yang di bawah di suatu tempat sehingga nampaklah bagian yang kering. Allah menamai bagian yang kering itu daratan dan menamai kumpulan air itu lautan. Kita mengenal bagian daratan yang menjulang tinggi sebagai gunung dan bukit sementara yang menjorok ke dalam lembah. Yang dilahirkan sebelum air dan daratan adalah Terang karena Kejadian 1:3 mencatat kisah Allah menjadikan Terang pada hari pertama.

Hikmat yang dimaksudkan Amsal 8:22-25 adalah Terang yang diciptakan oleh Allah pada hari pertama. Terang adalah permulaan pekerjaan Allah, Terang adalah ciptaaan Allah yang pertama.

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Kejadian 2:1

Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2

Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3

Kejadian 2:1-3 adalah jaminan bahwa sebelum hari pertama Allah tidak melakukan pekerjaan penciptaan dan setelah hari keenam Allah tidak melakukan pekerjaan penciptaan lagi. Hanya burung unta yang merasa aman tentram loh jinawi setelah menyembunyikan kepalanya di bawah pasir. Hanya pengkotbah-pengkotbah seperti Budi Asali yang merasa aman tentram loh jinawi karena menganggap dilahirkan bukan diciptakan. Apabila dilahirkan bukan diciptakan itu berarti semua binatang yang dilahirkan betina bukan ciptaan Allah demikian pula semua manusia yang dilahirkan oleh perempuan. Apabila semua binatang yang dilahirkan betina dan semua manusia yang dilahirkan oleh perempuan adalah ciptaan Allah, itu berarti Yesus Kristus adalah Allah yang diciptakan karena Dia lahir dari Allah, bahkan dilahirkan oleh perempuan.

Sesungguhnya tidak sulit untuk memahami ajaran tentang Allah Tritunggal bila anda mempelajari Alkitab tanpa prasangka. Pada hakekatnya tidak susah untuk memahami Amsal 8:22-25 bila anda memahami ajaran tentang Allah Tritunggal dengan benar. Bagi orang-orang yang memahami ajaran tentang Allah Tritunggal dengan benar dan mempelajari Alkitab tanpa prasangka Amsal 8:22-25 nampak segamblang surat cinta seorang kekasih kepada pacarnya.

Diciptakan, dibentuk, dilahirkan dan dilahirkan adalah kata-kata kunci dalam Amsal 8:22-25. Hikmat diciptakan oleh TUHAN, artinya Dia dibentuk, bukan diciptakan dari NIHIL, Dia dilahirkan dari Allah bahkan Dia dilahirkan oleh perempuan, Dia adalah Yesus Kristus. Walaupun Dia baru dilahirkan oleh Maria ribuan tahun setelah Adam diciptakan, namun Allah sudah menetapkannya demikian sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.

Ketika TUHAN Allah menciptakan Terang, Dia membentuk diri-Nya yang tidak kelihatan menjadi Allah yang kelihatan. Dilahirkan dari Allah berarti keluar dan datang dari Allah ke dalam dunia sebagai utusan dan gambar Allah yang tidak kelihatan. Dilahirkan oleh perempuan berarti keluar dan datang dari Maria sebagai manusia.

NASB: ‘The LORD possessed me at the beginning of His way, Before His works of old. From everlasting I was established, From the beginning, from the earliest times of the earth. When there were no depths I was brought forth, When there were no springs abounding with water. Before the mountains were settled, Before the hills I was brought forth’ (= TUHAN memiliki aku pada permulaan jalanNya, Sebelum pekerjaan-pekerjaanNya pada jaman dulu. Dari kekekalan aku telah ditetapkan, Dari semula, dari saat-saat yang paling awal dari bumi. Pada waktu belum ada kedalaman/lautan aku telah dilahirkan, Pada waktu belum ada sumber-sumber yang berlimpah dengan air. Sebelum gunung-gunung ditempatkan, Sebelum bukit-bukit aku telah dilahirkan).

Menerjemahkan QANAH dalam Amsal 8:22 sebagai memiliki berarti mengajarkan bahwa TUHAN memiliki Yesus Kristus. Mengajarkan bahwa Yesus memiliki diri-Nya sendiri adalah pernyataan sia-sia bahkan bertentangan dengan ajaran Kristus yang mengajarkan bahwa diri-Nya adalah milik Allah Bapa.

Menerjemahkan NACAK dalam Amsal 8:23 sebagai menetapkan berarti mengajarkan bahwa TUHAN yang menetapkan diri-Nya menjadi Kristus. Ajaran demikian bertentangan dengan ajaran Tuhan Yesus karena Dia dengan tegas dan gamblang mengatakan bahwa Allah Bapalah yang menetapkan segala sesuatu dan Dia sama sekali tidak melakukan kehendak-Nya karena yang dia lakukan adalah kehendak Allah.

‘The eternal generation of the Son’ merupakan suatu tindakan kekal dari Bapa, dimana Bapa secara kekal/terus menerus memperanakkan Anak. Itu bukanlah suatu tindakan yang terjadi hanya pada satu saat di masa lampau, tetapi merupakan suatu tindakan yang sekalipun sudah selesai dilakukan, tetapi tetap dilakukan terus-menerus. Tidak ada saat di mana Bapa tidak melakukan tindakan itu.

‘Bapa memperanakkan Anak’ merupakan suatu tindakan yang sudah selesai, tetapi terus berlangsung secara kekal. Analoginya adalah matahari yang memancarkan sinarnya. Matahari itu sudah selesai memancarkan sinarnya, tetapi hal itu tetap berlangsung terus menerus. Dengan analogi ini terlihat bahwa sama seperti kita tidak bisa mengatakan bahwa matahari itu ada lebih dulu dari sinarnya (ingat bahwa matahari tanpa sinar tidak bisa disebut sebagai matahari!), maka kitapun tidak bisa mengatakan bahwa Bapa itu lebih kekal dari pada Anak.

Mengajarkan dilahirkan dari Allah berarti The Eternal Generation of the Son selain tidak masuk akal juga tidak konsisten bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Apabila dilahirkan oleh Allah berarti dilahirkan terus menerus dari kekal sampai kekal, bukankah itu berarti dilahirkan oleh Maria juga berarti dilahirkan terus menerus dari kekal sampai kekal? Siapa yang menentukan kekekalan, yang melahirkan atau yang dilahirkan? Bila yang menentukan adalah yang melahirkan bukankah itu berarti Yesus Kristus tidak kekal karena dilahirkan oleh Maria? Bila yang menentukan adalah yang dilahirkan bukankah itu berarti Maria menjadi kekal karena dia melahirkan Kristus? Apabila yang melahirkan dan yang dilahirkan, bukankah itu berarti Yesus Kristus setengah kekal dan setengah tidak kekal? Ha ha ha ha … Bahkan sebelum memahami ajaran tentang Allah Tritunggal dengan benar saya sudah tahu bahwa ajaran The Eternal Generation of the Son benar-benar mengenaskan. Saya menyebutnya humor teolog yang tidak lucu, sama seperti humor bahwa Allah tidak menciptkan Iblis karena yang diciptakan Allah adalah malaikat.

Bukankah Yesus Krsitus mengajarkannya dengan gamblang bahwa dilahirkan oleh Allah berarti diutus oleh Allah ke dalam dunia. Dilahirkan oleh Maria berarti diutus oleh Allah untuk menjadi manusia. Itulah makna ajaran Yesus Kristus dilahirkan. Nggak perlu gelar Master of Divinity untuk memahami kebenaran sederhana demikian. The Eternal Generation of the Son? The Eternal Generation of the Son dari hongkong? Menaklukkan ajaran Saksi Yehova? Menaklukkan dari hongkong? Membongkar kepalsuan ajaran Saksi Yehova? Membongkar dari hongkong?

Mustahil membongkar ajaran palsu tanpa menegakkan ajaran sejati Alkitab! Karena sapu yang kotor mustahil membersihkan lantai.

NB.
Untuk membaca blog-blog hai hai yang lain tentang Budi Asali, silahkan Klik di SINI.

Untuk membaca blog-blog tentang Kristologi yang lain, silahkan klik di SINI.

Advertisements

One thought on “Budi Asali YAK-YAK-O Karena YHWH Memang Diciptakan

  1. Narasi belat-belit Ngebosenin
    untaian kalimat di ulang2
    Argumen blepotan asal nyerocos
    penafsiran ayat Asal tebak
    tata bhs yg amburadul
    susunan makalah berantakan
    ilustrasi ga ada yg nyambung

    ini artikel sampah tahi… Ga penting

    .. Eh bengcong ente tuh ngaca, ga becus bikin blog ga usah caper ngelapak di web.. Ilmu teolog’dangkal’ Brlaga suhu. Tapi isi otak keledai.. Masa Kalah’sama skripsi anak SD, . Klo ente nyadar diri Sbg amatirtololis mestinya sono nyari pengalaman ngajarin anak SLB’dulu aja, klo udh yakin merasa pinter, baru’silahkan koar2, , , klo ente ga mau dicap banci pengecut ,, ayo debat ilmu Alkitab pertopik dgn’singkat ama gue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s