Genius Mind Consultancy Adalah Penipu Aktivasi Otak Tengah


Baru-baru ini masyarakat dikejutkan oleh siaran beberapa televisi swasta tentang fenomena yang membuat sebagian orang penasaran dan sebagian lainnya gelisah. Beberapa anak menunjukkan kemampuan mereka menebak warna kertas, jenis kartu remi, membaca bahkan naik sepeda dengan mata tertutup sebuah selendang. Pertunjukkan itu menuai berbagai reaksi: Ada yang menganggapnya sebagai penemuan ilmu pengetahuan yang luar biasa, ada yang menganggapnya sebagai kekuatan mistik yang dibungkus dengan topeng ilmu pengetahuan, namun ada pula yang menyangkanya sebagai muslihat untuk mencari uang gampang. Apa yang sesungguhnya terjadi? Apabila itu adalah muslihat, kenapa tidak ada orang yang menguaknya? Apabila itu adalah kekuatan mistik, bagaimana membuktikannya? Apabila itu adalah penemuan ilmiah, kenapa tidak dimuat di dalam jurnal-jurnal ilmu pengetahuan? Handai taulan sekalian, sebagai seorang Tionghoa Kristen, seorang yang takut akan Tuhan, seorang warga negara Indonesia yang peduli dengan pendidikan anak-anak Indonesia, izinkan saya MENGUJI fenomena itu di depan banyak saksi.”
Memberanikan diri bertanya, beberapa stasiun televisi di Indonesia menyiarkan:

GMC dalam berita

Healty Life Metro TV – Aktifkan Otak Tengah

silahkan klik di sini

Aktivasi Otak Tengah Di Indonesia – Bianglala – TVRI Jawa Barat

silahkan klik di sini

GMC surabaya dalam Liputan6 SCTV

silahkan klik di sini

Kursus Genius di seputar indonesia RCTI

silahkan klik di sini

Di dalam situsnya, Genius Mind Consultancy Indonesia (GMC) menulis:

Sebuah penemuan yang baru adalah metode yang berbeda dengan lainnya. Berdasarkan ilmu psikologi yang luar biasa, teknik kegeniusan mutakhir, neurolinguistik, ilmu komunikasi, ilmu tingkah laku dan lain sebagainya serta menggunakan teknologi komputer ilmiah mutakhir, dalam waktu yang sangat pendek yaitu satu setengah hari, dapat berhasil mengaktifkan midbrain anak-anak. Hal ini merupakan sebuah prestasi yang dikagumi oleh orang-orang di luar dan di dalam negeri dan juga merupakan kehormatan bagi umat manusia modern.

Umumnya, setelah midbrain diaktifkan, daya ingat mereka dapat meningkat, daya konsentrasi membaik; daya kreasi bertambah, gerakan kinetik juga menjadi lebih baik, hormon menjadi seimbang, serta emosi menjadi stabil dan lain sebagainya. Aktivasi ini sangat jelas terlihat hasilnya bagi anak hiperaktif maupun anak dengan daya ingat yang lemah.

Melalui teknik “Genius Mind”, pelatihan ini disebarluaskan; yang dinamakan dengan “Metode Belajar Midbrain”. Berdasarkan penjelasan para ahli, setelah midbrain diaktifkan, midbrain akan dapat mengeluarkan gelombang otak untuk merasakan dan bereaksi terhadap benda-benda di luar. Dapat dikatakan juga bahwa dengan menutup mata, masih dapat mengenali benda-benda, huruf, warna dan lain sebagainya. Jadi, dengan pelajaran dan pelatihan selama satu setengah hari, akan dapat membantu anak “melihat” dengan menutup mata.

Untuk membaca tulisan lengkapnya silahkan klik di sini.

Bengcu Menjawab:

Belajar adalah suatu keharusan. Belajar sekarang atau belajar nanti, belajar pelan-pelan atau belajar sekaligus. Selama masih hidup manusia harus belajar. Andai tidak belajar sekarang karena merasa belum perlu,  pasti tidak akan belajar nanti ketika perlu karena merasa tidak keburu.

Ada yang belajar sekali langsung bisa ada yang belajar berkali-kali baru bisa namun yang namanya BISA itu hanya satu. Meskipun belajar seribu kali baru mengerti namun tetap disebut orang yang BISA.

Hakekat Belajar

Tak peduli siapapun penemunya dan apapun nama metode belajarnya, namun faktanya hanya SATU. Metode membuat orang tua percaya dan anak-anak suka belajar. Namun, yang membuat anak-anak menjadi ISTIMEWA adalah BELAJAR berulang-ulang. Anak-anak menjadi hebat karena mereka terus belajar dan berlatih. Belajar dan berlatih berulang-ulang, itulah kuncinya. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi pintar karena satu-satunya jalan adalah:

Belajar dan berlatih berulang-ulang

Tips atau Trick?

Handai taulan sekalian, pada saat ini, saya tidak akan membahas teori-teori pendidikan anak-anak maupun teori-teori tentang otak. Nama saya hai hai, panggil saja suhu hai hai bila itu membuat anda merasa lebih nyaman.

Saya TELAH MENGAKTIVASI otak tengah seluruh umat manusia normal yang hidup dalam generasi ini. Karena GMC mengajarkan bahwa Blindfold Reading alias Membaca Dengan Mata Tertutup adalah BUKTI otak tengah yang telah diaktifkan, maka SAYA, SUHU hai hai, MENJAMIN: BILA anda MAMPU membaca TULISAN ini, maka anda pun akan MAMPU melakukan SEMUA yang dilakukan oleh anak-anak di dalam FOTO-FOTO.

Untuk membuktikan bahwa saya tidak MEMBUAL, maka lakukanlah hal ini: Ambilah sebuah kain atau sapu tangan besar atau selendang atau handuk atau dasi atau sabuk Taekwondo, Karate, Silat, Kungfu atau kain apa saja yang bisa dibentuk menjadi sebuah PITA dengan lebar kurang lebih 3-4 jari atau + 5 – 7 Cm seperti yang digunakan oleh anak-anak di dalam foto-foto di atas. Kain itu jangan terlalu tipis, bila anda hanya memiliki kain tipis, lipatlah agar menjadi tebal. Kain yang agak tebal dan kaku sangat ideal karena itu menjamin bahwa pori-pori kain benar-benar rapat dan  mata anda benar-benar tertutup dengan baik. Jangan takut dengan yang tebal! karena setelah diaktivasi oleh suhu hai hai, anda akan melihat dengan gelombang otak tengah, bukan?

Ajaklah seorang teman atau lebih untuk menjadi saksi bahwa SUHU hai hai sama sekali tidak MEMBUAL ketika menyatakan bahwa dia telah mengaktivasi otak tengah seluruh umat manusia yang hidup dalam generasi ini itu sebabnya anda memiliki KESAKTIAN untuk melakukan Blindfold Reading alias melihat dengan mata tertutup kain juga untuk melihat kesaktian yang akan anda tunjukkan setelah mendapat PENCERAHAN.

Pejamkan mata anda lalu gunakan kain pita itu menutupi mata anda lalu ikatlah dengan baik. Jangan ikat terlalu kencang, karena akan menghambat peredaran darah anda. Jangan biarkan kain pita itu menutupi telinga karena akan menghalangi pendengaran anda. Setelah mata anda tertutup dengan baik, duduklah dengan santai, lalu bukalah mata anda. SUHU hai hai menjamin anda PASTI mendapat pencerahan.

Handai taulan sekalian, bagi anda yang percaya akan kekuatan kuasa-kuasa kegelapan, tidak ada salahnya bagi anda untuk mempersiapkan diri menghadapinya. Berdoalah! Berdoalah menurut keyakinan anda masing-masing. Terserah apakah anda mau berdoa menolak AKTIVASI dari suhu hai hai atau mengucap syukur karena telah diaktivasi oleh suhu hai hai. Namun perlu anda ketahui, suhu hai hai adalah seorang Tionghua Kristen.

Menguji Aktivasi Otak Tengah

Handai taulan sekalian, karena otak tengah anda sudah diaktivasi oleh suhu hai hai sehingga  mampu melakukan semua yang dilakukan oleh anak-anak di dalam foto-foto tersebut di atas dengan mata tertutup, maka marilah kita mencatat apa yang terjadi pada anak-anak diakui telah diaktivasi otak tengahnya. Inilah fakta-fakta yang kita lihat:

1. Mata anak-anak tersebut ditutup dengan selendang yang menurut saya lebarnya kira kira 3 jari atau sekitar 5 cm.
2. Selendang yang digunakan tidak menutupi telinga atau bila menutupi telinga, maka tidak menutupi semua telinga, telinga bagian bawah tidak tertutup.
3. Barang-barang yang dilihat letaknya selalu di bawah mata, tidak pernah sejajar dengan mata apalagi lebih tinggi dari mata.
4. Ketika melihat barang yang akan ditebak atau diwarnai, kepalanya agak mendongak. Hal yang sama juga terjadi ketika naik sepeda.
5. Anak yang ditutup matanya bebas untuk mengucek-ngucek matanya dan membenarkan letak selendang yang menutup matanya.

Mari Menguji Yang Kekeh Jumekeh

Handai taulan sekalian, apabila ada yang kekeh jemekeh menyatakan yang terjadi pada anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya tidak seperti yang anda alami setelah otak tengahnya diaktivasi oleh suhu hai hai, maka ujilah mereka seperti ini:

Lapisan Penutup Mata

Ketika seseorang memejamkan mata, maka matanya tertutup oleh SATU lapis penutup yaitu kelopak mata. Ketika memejamkan mata dan ditutup dengan selendang, itu berarti matanya tertutup oleh DUA lapis penutup yaitu kelopak mata dan kain selendang, bila selendang penutup ditambah, itu berarti lapisan penutupnya pun bertambah.

Apabila anak-anak yang telah diaktivasi otak tengahnya mampu melihat tembus dua lapis penutup, bahkan berlapis-lapis penutup, itu berarti mereka PASTI mampu melihat dengan SATU lapis penutup alias mata terpejam tanpa selendang penutup.

Apabila anak-anak itu TIDAK mampu melihat dengan mata terpejam tanpa penutup, itu berarti MUSTAHIL mereka mampu melihat dengan dua lapis bahkan berlapis-lapis penutup. Saya yakin anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya itu MUSTAHIL menunjukkan kesaktiannya dengan mata terpejam tanpa selendang penutup mata.

Atas kegagalannya melewati pengujian, kemungkinan besar anda akan mendapat jawaban: Menutup mata dengan selendang adalah cara untuk meyakinkan anak-anak tersebut bahwa mereka MUSTAHIL bisa melihat. Dengan keyakinan MUSTAHIL bisa melihat maka mereka tidak akan BERUSAHA melihat namun benar-benar FOKUS mengerahkan seluruh kemampuan otak tengahnya yang telah diaktivasi.

Apabila jawaban demikian memang menyatakan kondisi sebenarnya, itu berarti menggunakan kaca mata renang yang kacanya ditutup lakban akan memberi dampak yang lebih baik kepada anak-anak tersebut. Namun bila anda mencobanya, saya yakin anak-anak itu akan menolak dengan alasan sakit atau tidak nyaman. Saya yakin anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya itu MUSTAHIL menunjukkan kesaktiannya bila mereka menutup mata dengan kaca mata renang.

Gelombang Otak Tengah

Kenapa barang-barang yang ditebak harus diletakkan lebih rendah dari mata?

Menurut GMC Indonesia gelombang otak tengah bekerja seperti gambar tersebut di atas. Itu sebabnya semua benda yang ditebak harus diletakan lebih rendah dari dagu.

Kenapa barang-barang yang ditebak harus dekat dengan tubuh? Karena anak-anak yang baru diaktivasi, gelombang otak tengahnya belum bisa mencapai jarak yang jauh.

Handai taulan sekalian, apabila anda mendapat jawaban-jawaban demikian, ujilah mereka berdasarkan jawaban demikian.

Berdasarkan cara otak tengah memancarkan gelombangnya, itu berarti bila si anak membuka mulutnya, maka gelombang otak tengahnya akan memancar tanpa halangan sama sekali. Semakin lebar mulutnya terbuka, semakin lancar gelombang otak tengahnya terpancar. Mintalah si anak menebak gambar sambil membuka mulutnya. Beri keringanan kepada anak-anak itu, tutuplah mata mereka dengan kain tipis yang teksturnya lemas, misalnya kain sutra atau lenan.

Saya yakin anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya itu MUSTAHIL menunjukkan kesaktiannya bila mata mereka ditutup dengan kain tipis yang lemas dan mereka melihat dengan mulut menganga. Jangan anggap enteng kain tipis bertekstur lemas. Ketika digunakan menutup mata, kain demikian akan menutupi mata dengan sempurna karena bentuknya kontur wajah yang ditutupi.

Berdasarkan cara gelombang otak tengah bekerja, maka anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya akan mudah sekali menebak kartu yang ditempelkan pas di antara mulut dan dagu mereka. Bukankah jaraknya dekat sekali? Saya yakin anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya itu MUSTAHIL menunjukkan kesaktiannya dalam kondisi demikian.

Bila para trainer GMC menyatakan kegagalan itu terjadi karena gelombang otak belum menyebar melebar ketika dekat dengan otak, maka mintalah anak-anak itu menebak warna gambar kecil atau menebak warna saja.

Teknik Mengikat Selendang

Apabila anda diperkenankan untuk menjadi sukarelawan yang mengikatkan selendang kepada anak-anak tersebut, lakukanlah. Anda pasti akan diingatkan untuk jangan mengikat selendang itu terlalu keras, karena anaknya akan merasa sakit. Anda memang tidak perlu mengikat dengan keras. Ikatlah sewajarnya, hanya agar selendang itu tidak jatuh. Yang perlu anda perhatikan adalah letak selendang itu ketika menutup mata.

Ketika mata terpejam, maka kelopak mata akan menutupi mata dari atas ke bawah. Mata yang setengah terpejam adalah mata yang bagian atasnya tertutup namun bagian bawahnya tidak tertutup.  Fakta demikian memberitahu kita bahwa ketika menutup mata dengan selendang, maka bagian bawah jauh lebih penting daripada bagian atas mata karena bagian atas mata pasti tertutup oleh kelopak mata. Bila anda mengikat dengan cara demikian, percayalah, anak itu akan berusaha menggeser selendang ke atas. Bertanyalah kepadanya dengan santai kenapa dia harus menggesernya ke atas? Bila anak yang anda hadapi cukup muda, maka kemungkinan besar dia akan menjawab secara reflek, “Soalnya nggak kelihatan.” Nggak kelihatan itu berarti bila selendang digeser ke atas akan kelihatan. Kelihatan berarti melihat dengan mata.

Bila anda menutup terlalu bawah, kemungkinan anak yang pinter yang telah diajari akan menolak dengan alasan telinganya tidak boleh tertutup semua atau telinganya tidak boleh tertutup. Ikutilah kemauannya tutuplah matanya sebawah mungkin tanpa menutup telinganya. Saya yakin anak-anak itu akan kesulitan menunjukkan kesaktian otak tengah yang diakui telah diaktivasi bila selendang menutup mata sebawah mungkin. Anak-anak tanpa dosa itu pasti secara reflek akan menggeser penutup matanya.

Teknik Mengikat Dan Lebar Kain Penutup

Handai taulan sekalian, coba perhatikan ketiga foto si gondrong. Apa yang anda lihat? Bukankah anda melihat mata seseorang yang ditutupi kain batik yang tebal? Benar! Di dalam ketiga foto itu matanya ditutupi dengan delapan lapis kain baik. Apabila orang tersebut adalah orang biasa, bukan orang sakti apalagi orang yang otak tengahnya sudah diaktivasi oleh GMC, mungkinkah dalam kondisi demikian, dia mampu membedakan dan menebak kartu warna, menebak kartu, mewarnai gambar, membaca, makan, main catur, berjalan di atas papan titian yang lebarnya 8 cm dan naik sepeda bahkan mengendarai motor dan mobil? Handai taulan sekalian, orang di dalam gambar tersebut MEMANG mampu melakukan semua hal yang disebutkan dan anda pun mampu melakukannya bila tahu caranya bukan karena otak tengah anda diaktivasi.

Sesungguhnya, dibalik selendang penutup, mata orang itu sama sekali tidak terpejam. Walaupun NAMPAK tertutup selendang batik, sesungguhnya dia bisa melihat melalui BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Dia mampu membedakan dan menebak kartu warna, menebak kartu, mewarnai gambar, membaca, makan, main catur, berjalan di atas papan titian yang lebarnya 8 cm dan naik sepeda bahkan mengendarai motor dan mobil karena dia bisa melihat melalui BAGIAN bawah selendang batik tersebut. Ketika penonton menyangka selendang batik tersebut menutupi matanya sesungguhnya yang terjadi adalah hal sebaliknya, selendang itu membut penonton tidak TAHU bahwa dalam kondisi demikian orang tersebut bisa melihat. Itulah Trick sulap yang disebut blindfold reading.

Handai taulan sekalian, tahukah anda kenapa semua benda-benda yang ditebak dan dimainkan itu diletakkan di bawah mata dan ketika tidak mampu melihat dengan baik, maka benda itu akan didekatkan ke hidung dengan pura-pura menciumnya? Karena dia melihat dari BAGIAN bawah selendang yang menutupi matanya. Itu sebabnya ketika melihat benda yang lebih jauh, dia  perlu mendongak sebab dia melihat dari BAGIAN bawah selendang. Meraba, mendengar, mencium hanya aksi untuk meyakinkan penonton.

Handai taulan sekalian, bagaimana anda tahu bahwa yang saya tulis itu benar? Anda akan tahu setelah mencobanya sendiri.

Dalam pertunjukkan demikian, umumnya selendang diikat oleh seorang sukarewan. Pejamkan mata anda kencang-kencang lalu biarkan dia menutup mata anda dan mengikat selendang itu. Bila dia mengikat terlalu kuat, minta dia mengendurkannya dengan alasan rasa sakit akan mengganggu konsentrasi anda. Bila kain selendang menutupi telinga, itu berarti dia mengikat terlalu bawah. Beritahu dia bahwa anda memerlukan telinga untuk membantu anda menunjukkan kesaktian, mintalah dia membebaskan telinga anda dari selendang atau jangan biarkan selendang menutupi seluruh telinga anda. Separuh telinga tertutup adalah batas maksimal.

Setelah selendang terikat dengan baik, cobalah buka mata anda dan berusahalah melihat dari bagian bawah selendang. Bila anda tidak dapat melihat dengan baik, mungkin itu karena selendangnya diikat terlalu kencang atau terlalu ke bawah. Mungkin pula kain selendang itu terlalu lemas. Melipat kain selendang lebih tebal akan membuat tektur kain lebih kaku. Tekstur kain batik yang digunakan orang tersebut sangat lemas, itu sebabnya setelah dilipat delapan lapis baru didapat kekakuan yang cukup ideal.

Pejamkan mata keras-keras lalu bukalah, itulah cara untuk menggeser penutup mata agar anda mendapatkan kondisi yang paling nyaman. Ketika membuka mata dan merasakan bagian bawah selendang menyentuh kelopak mata bawah, anda merasa kuatir Trick anda akan ketahuan karena penonton bisa melihat dengan gamblang mata anda melotot dari bagian bawah selendang. Jangan kuatir, itulah kondisi di dalam ketiga foto tersebut di atas.

Trick sulap ini paling mudah dilatih bersama teman. Dia akan mengamati sebagai penonton sementara anda mencari letak selendang yang paling nyaman tanpa ketahuan penonton. Selendang yang lebih lebar seperti yang digunakan dalam ketiga foto di atas akan membuat kesan yang lebih baik. Namun resikonya adalah anda harus berlatih untuk menentukan batas bawahnya ketika mengikat. Bila selendang terlalu bawah, maka anda tidak akan bisa melihat dengan baik bahkan tidak bisa melihat sama sekali. Bila anda yang mengikat selendang itu sendiri atau teman yang tahu Trick itu yang mengikatnya dan telah berlatih mengikat anda dengan benar, maka selendang yang lebar adalah keuntungan karena menambah kesan betapa rapatnya mata anda tertutup. Namun bila selendang diikat oleh sukarelawan, maka saya anjurkan anda untuk menggunakan selendang standard. Berdasarkan pengalaman, lebar selendang penutup mata yang ideal lebarnya kira-kira 3 – 4 jari tangan atau 5 – 7 Cm.

Kesimpulan

Handai taulan sekalian, apakah yang ditunjukkan oleh anak-anak yang diakui telah diaktivasi otak tengahnya itu adalah trik sulap yang saya sebutkan atau memang kesaktian karena otak tengahnya telah diaktivasi? Saya siap untuk menerima tantangan guna membuktikannya di depan banyak saksi bahkan di depan aparat hukum sekalipun.

Sebagai seorang Tionghua Kristen, saya menghimbau semua orang Kristen baik para orang tua yang anaknya diakui telah diaktivasi otak tengahnya maupun kepada seluruh trainer GMC Kristen serta orang Kristen lainnya untuk menguji apa yang sesungguhnya terjadi.

Sebagai seorang Tionghua yang takut akan Tuhan, saya menghimbau semua orang yang takut akan Tuhan untuk menguji apa yang sesungguhnya terjadi.

Sebagai seorang ayah yang peduli pada pendidikan anak-anak, saya menghimbau semua orang tua yang peduli pada pendidikan anak-anak untuk menguji apa yang sesungguhnya terjadi.

Sebagai seorang warga negara Indonesia, saya menghimbau semua warga negara Indonesia yang peduli pada pendidikan anak-anak untuk menguji apa yang sesungguhnya terjadi.

Sebagai seorang warga dunia, saya menghimbau semua warga yang peduli pada pendidikan anak-anak untuk menguji apa yang sesungguhnya terjadi.

Tips atau Trick? Bila Tips, PUJI Tuhan! Bila Trick, kebenaran harus ditegakkan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s