Natal 2009


Ketika manusia bersuka cita karena juruselamatnya datang ke dunia
Mungkinkah Juruselamat berduka karena harus menanggalkan kemulian-Nya?
Bagaimana dengan Bapa-Nya?
Bagaimana dengan Roh Kudus?
Bagaimana dengan Iblis?
Ah, Natal hanya pesta untuk mengenang
Saya tidak suka mengenang
Mengenang hanya dilakukan orang yang nggak mampu lagi membuat kenangan

Natalku adalah bertanya
Kala tanya tak terjawab aku menyanyi
Malam sunyi senyap
Bintang-bintang gemerlap
Tlah terdengar suara
Bawa kabar senang
Yesus juruslamat
Lahir di Betlehem
Yesus juruslamat
Lahir di Betlehem
Ketika lagu menembus kalbu aku menangis

Malam kudus
Sunyi senyap
Bintangmu gemerlap
Juruslamat manusia
Ada datang ke dunia
Kristus anak Daud
Kristus anak Daud

Bila aku yang terpanggil menulis lagu itu
Kan ku tulis
Kristus anak Maria
Kristus anak Yusuf

Belasan tahun tidak ke pesta Natal
Orang berseru, “Haleluya!”
Kuteriak, “Salibkan Dia!”
Mereka menuduh, “Itu dosa!”
Aku menyangkal, “Itu amanah!”
“Dia Allah!”
“Dia bangsat!”
“Dia juruselamat!”
“Dia penjahat!”
“Dia jalan!”
“Dia jurang!”
“Dia kebenaran!”
“Dia laknat!”
“Dia hidup!”
“Dia harus mati!”
“Dia Tuhan!”
“Dia Iblis!”
“Anda orang Kristen?”
“Saya murid Kristus!”
“Anda sesat!”
“Itu sebabnya saya menemukan hidup!”

Advertisements

3 thoughts on “Natal 2009

  1. kiranya saya dapat kesempatan untuk membacakan puisi ini pada natal 2014………mungkinkah…….?
    aya juga ingin mencantumkan penulis puisi ini………..selamat natak ko……….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s