Simsalabim Sepakbola Indonesia


Andai kata karena satu dan lain hal maka Afrika Selatan tidak dapat menyelengggarkan Piala Dunia dan FIFA memutuskan untuk memberi kesempatan kepada Indonesia untuk melaksanakannya pada waktu yang sama, 11 Juni sampai 11 Juli 2010, apa yang akan terjadi? Berdasarkan perhitungan di atas kertas, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) tidak akan menghadapi kesulitan baik untuk menyediakan fasilitas penyelenggaraannya apalagi menjadikan  kesebelasan Indonesia menjadi juara dunia. Bagaimana hal demikian bisa terjadi?
Fasilitas Penyelenggaraan

Sekarang tanggal 9 Maret 2010. Bagi bangsa lain memang mustahil membangun stadion olahraga untuk menyelenggarakan piala dunia yang akan berlangsung tanggal 11 Juni – 11 Juli 2010. Selain menghadapi kendala dana juga menghadapi kendala waktu. Namun, bagi bangsa Indonesia hal itu bukan masalah besar.

Bukankah Ev. Daud Tony mengajarkan bahwa David Copperfield menghilangkan patung Liberty dengan menggunakan ilmu santet? Bukankah ilmu santet adalah mainan Daud Tony sejak umur sembilan tahun? Ketika Piala Dunia berlangsung semua kompetisi sepak bola di dunia berhenti. Itu berarti bangsa Indonesia hanya perlu mempersiapkan tanah kosong saja lalu meminjam semua stadion sepakbola termegah di dunia. Kerahkan semua dukun yang bisa ilmu santet untuk memindahkan stadion-stadion itu ke Indonesia. Caranya mudah. Putar stadion-stadion itu melebih kecepatan cahaya lalu masukkan ke alam gaib lalu keluarkan lagi di Jakarta dan sekitarnya.

Bagaimana dengan pengamanannya? Serahkan hal itu kepada roh-roh teritorial. Bukankah Pdt. Dr Eku Hidayat MA mengajarkan bahwa kepala kerbau busuk bisa membuat roh-roh dari empat penjuru dunia tenang selama satu tahun? Atau serahkan pengamanan kepada gereja-gereja alam roh. Bila mereka bersatu lalu mengikat semua roh marah, roh dengki, roh bonek, roh teroris dalam nama Yesus, maka dijamin, semua bonek dan teroris akan tenang dan damai.

Indonesia Juara Dunia

Pdt. Dr Eku Hidayat MA bersaksi bahwa dia dulu memiliki kuasa untuk mengatur hasil pertandingan Inggris VS Prancis dengan bantuan penguasa angkasa. Bukankah itu berarti dia pasti mampu mengatur hasil pertandingan kesebelasan Indonesia?  Tentu saja kesebelasan-kesebelasan lain juga bisa melakukan hal yang sama, minta bantuan dukun, namun karena diselenggarakan di Indonesia itu berarti roh teritorial Indonesialah yang paling berkuasa saat itu.

Bukankah Eku Hidayat juga bersaksi bahwa dulu dia mampu mencomot roh manusia lalu menyiksa mereka agar taat pada perintahnya? Agar mendapat kepastian, maka semua pemain, pelatih dan official kesebelasan yang akan melawan Indonesia dicomot rohnya lalu dipaksa untuk mengalah.

Ev. Daud Tony bersaksi bahwa dulu dia punya ilmu merogoh sukma sehingga mampu membaca pikiran orang lain. Bukankah itu berarti tinggal mengajari kiper dan back kesebelasan Indonesia itu merogoh sukma? Dengan demikian, back akan tahu kemana bola akan digiring dan penjaga gawang tahu pasti kemana bola akan ditendang atau disundul. Daud Tony juga bersaksi bahwa dia dulu mampu merasuki ayam dan manusia. Bukankah itu berarti dia mampu merasuki para pemain lawan sehingga menembak ke gawang sendiri?

Bukankah Andereas Samudera bersaksi bahwa gambar-gambar dan patung adalah celah yang digunakan oleh roh-roh jahat memasuki manusia? Apa yang akan terjadi bila para pemain nasional Indonesia setiap hari menatap dan tidur dengan gambar tokoh-tokoh dalam film Kungfu Soccer? Bukankah mereka akan dirasuki roh-roh sepak bola Kungfu Soccer?

Bukankah Ev. Daud Tony bersaksi bahwa dia dulu memiliki ilmu pamungkas yang mampu menghancurkan batu dari jarak 50 Km? Nah, Bila dia merasuki kiper Indonesia atau salah satu back kesebelasan Indonesia, bukankah itu berarti setiap tendangan gawang pasti menghasilkan gol karena mustahil kiper lawan mampu menangkap bola yang ditendang dengan kekuatan ilmu pamungkas?

Ev. Daud Tony juga bersaksi bahwa dia dulu memiliki ilmu lembu sekilan yang akan menyebabkan semua senjata dan pukulan akan meleset ketika mendekati tubuhnya dalam jarak sejengkal. Bila semua pemain Indonesia diajari ilmu demikian, bukankah itu berarti lawan-lawannya mustahil mampu mencuri bola yang sedang mereka giring? Bola untuk sepak boleh garis tengahnya sejengkal. Bila gawang kesebelasan Indonesia dipagari dengan ilmu itu, bukankah semua boleh yang meluncur kearahnya akan meleset setelah mencapai jarak satu jengkal?

Daud Tony juga mengaku dulu dia memiliki ilmu Saipi Angin yang membuatnya mampu pergi kemana saja dalam tiga langkah. Bayangkan bila para pemain Indonesia memiliki ilmu demikian, bukankah mereka hanya perlu langkah untuk sampai di depan kiper lawan? Bagaimana dengan ilmu halimun yang bisa membuat dirinya hilang dari pandangan lawan? Anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi ketika ilmu santet digunakan? Bila semua pemain lawan disantet dengan linggis kedua kakinya, bukankah mereka akan tiba-tiba jadi patung ketika lari membawa bola?

Bukankah ilmu hipnotis sedang laris-larisnya saat ini? Bukankah ilmu gendam juga lari heboh-hebohnya saat ini? Bila para pemain Indonesia menguasai ilmu hipnotis atau gendam, bukankah mereka bisa menghipnotis lawan-lawannya agar menaati semua perintah mereka?

Bukankah baik Ev. Daud Tony maupun Pdt. Dr. Eku Hidayat MA sama-sama bersaksi bahwa mereka dulu memiliki tenaga dalam yang mampu membuat lawan terpental tanpa menyentuhnya? Bukankah banyak perguruan beladiri yang mengajarkan ilmu demikian? Secara umum, ilmu demikian disebut ilmu kontak artinya lawan akan terpental tanpa kontak badan. Cara untuk memiliki ilmu demikian tidak sulit, cukup minum air yang telah dijampe-jampe oleh sang guru maka langsung sakti. Coba bayangkan bila para pemain Indonesia menguasai ilmu demikian, bukankah mreka dengan mudah mendrible bola meliuk-liut melewati lawan karena setiap lawan yang mencoba menghalanginya akan nyungsep mencium bumi?

Handai taulan sekalian, apabila para pengkotbah mantan dukun seperti Ev. Daud Tony dan Pdt. Dr. Eku Hidayat MA tidak membual sehingga kesaksian mereka tentang kesaktian yang mereka miliki sebelum menjadi Kristen memang benar, bukankah tidak sulit bagi kesebelasan Indonesia untuk menjadi juara dunia? Bila para pengkotbah alam roh seperti Pdt. Gilbert Limoindong dan Pdt. Budi Asali MA tidak membual ketika bersaksi tentang ilmu-ilmu sakti yang pernah mereka lihat dan tidak membual ketika mengajarkan tentang kesaktian setan-setan dan Iblis, bukankah tidak sulit bagi kesebelasan Indonesia untuk menjadi juara dunia? Para pelatih kesebelasan Indonesia tidak perlu mencari pemain berbakat karena yang harus mereka lakukan hanya menemukan dukun-dukun yang memiliki salah satu atau semua kesaktian yang disebutkan di atas.

Handai taulan sekalian, siapa yang mau menghadap presiden SBY untuk menceritakan semua kebenaran tersebut di atas? Dengan demikian mungkin dia tidak akan merasa prihatin lagi melihat dunia sepakbola Indonesia.

Sepak Bola Dan Karakter Bangsa

Handai taulan sekalian, saat ini jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta. Para penggemar dan pengamat dan penggemar sepak bola sering berkata, “Mustahil kita tidak bisa menemukan sebelas orang di antara 250 juta manusia Indonesia yang memiliki bakat sepak bola kelas dunia.”  Nyatanya kesebelasan Indonesia memang benar-benar terpuruk. Dari tahun ke tahun kesebelasan negara lain semakin jago sementara kesebelasan Indonesia semakin terpuruk. Kenapa demikian?

Saat ini sebagian besar penggemar, pengamat dan penggila bola menyalahkan para pengurus PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) atas keterpurukan kesebelasan Indonesia di kancah dunia dan kebiadaban di kancah nasional. Setiap kali mengikuti kompetisi Internasional, baik kesebelasan nasional maupun klub Indonesia selalu menjadi bulan-bulanan. Hampir semua pertandingan sepak bola baik profesional maupun amatir selalu dipenuhi kerusuhan, baik yang dilakukan oleh para penonton maupun para pemain bahkan manajemen kesebelasan.

Menurut saya, dunia sepak bola Indonesia saat ini adalah gambaran masyarakat Indonesia generasi ini. Baik penonton, pemain, pelatih maupun pengurus semuanya hanya hidup dengan satu semboyan yaitu: “Pokoknya menang! Kita harus menang!” Itu sebabnya para pemain tidak segan-segan bermain curang agar bisa menang. Itu sebabnya para pemimpin klub merekayasa cara agar bisa menang bahkan tidak segan untuk melakukan penyuapan. Itu sebabnya ketika kesebelasannya kalah, para pemain dan pelatih serta pengurus menyalahkan wasit dan kesebelasan lawan. Itu sebabnya ketika kesebelasannya kalah, para suporter menyalahkan dunia.

Sepak bola adalah permainan adu strategi dan adu ketangkasan, bukan adu tulang apalagi adu kepalan. Bila kesebelasan kita kalah itu hanya berarti lawan lebih baik atau lebih beruntung. Menyakiti lawan dan menyakiti suporter lawan tidak akan mengubah hasil pertandingan. Menghancurkan stadion dan merusak bangunan-bangunan penduduk sekitar lapangan sepakbola hanya menunjukkan bahwa kita tidak punya harga diri dan KEHORMATAN.

Dunia sepak bola Indonesia saat ini adalah gambaran masyarakat Indonesia generasi ini. Itu adalah peringatan kepada kita bahwa sistem pendidikan di Indonesia telah gagal total dalam mendidik manusia-manusia Indonesia. Para pendidik dan orang tua seharusnya tampil ke depan mengakui kegagalannya lalu bahu membahu mencari cara untuk untuk mendidik bangsa ini dengan cara yang benar.

Menang Dan Kalah Terhormat

Manusia Indonesia generasi ini hanya mau menang sendiri karena tidak diajari untuk menghormati para pemenang. Itu sebabnya ketika kalah mereka menganggap lawan yang mengalahkannya BERSALAH sehingga harus dihukum bahkan dimusnahkan. Manusia Indonesia generasi ini hanya diajarkan untuk mencari kehormatan namun tidak diajari untuk menghormati orang lain. Itu sebabnya mereka hanya ingin dihormati namun tidak menghormati orang lain. Manusia Indonesia generasi ini hanya diajari bahwa kemenangan kita itu baik namun tidak diajari bahwa kemenangan orang lain juga baik. Itu sebabnya mereka hanya menghargai kemenangan sendiri dan menganggap kemenangan orang lain nista.

Ketika kita menang itu berarti lawan kalah. Ketika kita kalah itu berarti lawan menang. Ketika menang kita ingin lawan mengakui kemenangan kita ketika kalah kita harus mengakui kemenangan lawan. Ketika menang kita gembira, ketika kalah kita harus membiarkan lawan untuk gembira menikmati kemenangannya. Itulah yang disebut KEHORMATAN. Kemenangan maupun kekalahan harus dihadapi dengan penuh harga diri dan kehormatan. Ketika menang menanglah dengan penuh harga diri dan kehormatan. Ketika kalah, kalahlah dengan penuh harga diri dan kehormatan. Dengan demikian, maka baik ketika menang maupun ketika kalah kita tetap penuh harga diri dan kehormatan.

Manusia Indonesia generasi ini hanya diajari untuk menang namun tidak diajari untuk memenangkan dengan penuh harga diri dan kehormatan. Itu sebabnya manusia Indonesia generasi ini hanya ingin menang walaupun harus mengorbankan harga diri dan kehormatan. Itu sebabnya para pemenang hanya dihormati oleh diri sendiri namun tidak pernah dihormati oleh lawan yang dikalahkannya.

Bila memperhatikan berita-berita sepak bola di Indonesia dengan seksama maka anda tidak akan menemukan berita tentang pemain, pelatih maupun pengurus klub kesebelasan kalah yang memuji kehebatan lawannya yang menang. Kesebelasan yang kalah selalu menyebut kambing hitam kekalahan mereka, yang paling sering terjadi adalah menyalahkan wasit. Anda juga tidak akan menemukan berita di mana kesebelasan yang menang memuji lawan mereka yang kalah dan mengakui bahwa kemenangan mereka disebabkan karena bekerja lebih keras sehingga tampil lebih baik.

Yang menang tidak menghormati yang kalah sementara yang kalah juga tidak menghormati yang menang. Itulah yang disebut tidak ada KEHORMATAN. Yang kalah mencari kambing hitam sementara yang menang menutup mata bahkan ketika tahu pasti bahwa mereka menang karena lebih beruntung dan diuntungkan wasit. Ketika wasit melakukan kesalahan dan mereka diuntungkan, mereka tutup mata namun ketika wasit melakukan kesalahan dan mereka dirugikan, maka tidak jarang wasit pun digebukin hingga babak belur. Yang penting menang! Caranya tidak penting karena yang penting menang! Bila kalah, hancurkan lawan!

Membenahi Dunia Sepak Bola Indonesia

Pada tahun 70-an hingga akhir 80-an, team bulutangkis Indonesia adalah yang terkuat di dunia. Memasuki tahun 90-an kekuatan bulutangkis Indonesia menurun dan terus menurun hingga saat ini. Walaupun belum terpuruk namun tanda-tandanya sangat jelas menuju ke situ.

Pada tahun 70-an kesebelasan nasional Indonesia adalah yang terkuat di Asia Tenggara bahkan sangat disegani di Asia. Memasuki tahun 80-an kekuatan kesebelasan Indonesia menurun dan terus menurun hingga benar-benar terpuruk saat ini.

Apa yang menyebabkan prestasi bulutangkis dan sepak bola Indonesia sangat baik pada tahun 70-an hingga 80-an? Apa yang menyebabkan prestasinya menurun tahun 90-an dan terus menurun? Apakah hal itu terjadi karena kesalahan para pengurus PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) dan PSSI? Bagaimana cara untuk mengangkat kembali prestasi bulutangkis dan sepak bola Indonesia?

Karena prihatin maka presiden SBY pun menghimbau seluruh bangsa ikut memikirkan prestasi sepak bola bangsa Indonesia. Sarasehan sepak bola pun lalu di adakan namun saya melihat para pengamat dan penggemar serta penggila sepak bola sama sekali tidak menyinggung masalah paling utama dan mendasar dunia sepak bola Indonesia. Siapa yang bermain bola? Berapa banyak yang bermain bola? Dimana permainan bola dimainkan? Itulah masalah utama dunia sepak bola Indonesia. Masalah yang sama juga dihadapi oleh dunia bulutangkis Indonesia serta cabang olahraga lainnya.

Pada tahun 70-an lapangan bulutangkis ada di mana-mana, itu sebabnya hampir semua anak-anak Indonesia memainkannya. Berapa banyak lapangan bulutangkis di Indonesia saat ini? Berapa banyak anak-anak Indonesia yang memainkannya? Karena hanya sedikit yang memainkannya, maka banyak pula bakat-bakat yang hilang begitu saja karena ngak pernah muncul ke permukaan sebab mereka tidak pernah main bulutangkis.

Pada tahun 70-an lapangan sepak bola besar dan kecil ada di mana-mana, itu sebabnya hampir semua anak-anak lelaki Indonesia memainkannya. Berapa banyak lapangan sepak bola di Indonesia saat ini? Berapa banyak lapangan yang bisa digunakan untuk main bola oleh anak-anak Indonesia saat ini? Berapa banyak anak-anak lelaki Indonesia yang bermain bola saat ini? Karena hanya sedikit yang memainkannya, itu sebabnya banyak bakat yang terbuang sia-sia karena tidak pernah mendapat kesempatan untuk muncul sebab sebagian besar anak-anak Indonesia tidak pernah main sepak bola. Hal itu terjadi karena tidak ada lapangan yang cukup luas untuk main bola di dekat rumahnya masing-masing.

Moral dan Lapangan

Handai taulan sekalian, pada hakekatnya ada dua masalah yang harus ditangani bila bangsa Indonesia menghendaki kesebelasan nasionalnya menjadi salah satu kesebelasan sepak bola yang disegani bangsa-bangsa. Benahi dunia pendidikan, baik pendidikan di rumah maupun di sekolah agar anak-anak Indonesia punya harga diri dan kehormatan. Dengan demikian mereka akan menang dengan penuh harga diri dan kehormatan dan bila kalah, mereka akan kalah dengan penuh harga diri dan kehormatan. Hal kedua adalah lapangan. Sediakan sebanyak mungkin lapangan sehingga anak-anak Indonesia bisa main bola dengan gratis dan main bola sejak kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s