Yesus Menantang Untuk Menguji Pekerjaan-Pekerjaan-Nya


Ketika menghadapi KESAKSIAN tentang MUJIZAT kesembuhan, kita menghadapi PERTANYAAN: Apakah kesaksian itu KISAH NYATA atau DONGENG belaka? Apakah itu mujizat sejati atau sulap belaka? Apakah yang mengalami mujizat benar-benar sembuh atau sembuh-sembuhan belaka? Ketika menghadapi KESAKSIAN tentang piknik ke sorga atau piknik ke neraka atau bertemu dengan Tuhan atau bertemu dengan Allah atau kepergok setan-setan atau kepergok Iblis atau ketemu arwah, kita menghadapi PERTANYAAN: Apakah itu kisah nyata atau dongeng belaka? Apakah itu pengalamana nyata atau halusinasi belaka? Apakah itu sesuai dengan ajaran Alkitab atau bertentangan dengan ajaran Alkitab?

Orangnya baik. Dia giat sekali kotbah di mana-mana. ajarannya menyenangkan. Banyak yang merasa diberkati oleh pelayanannya bahkan banyak yang memutuskan untuk menjadi Kristen karena kotbah-kotbahnya. Itulah syarat untuk menjadi nabi palsu atau guru palsu di Gereja.  Bila demikian lalu bagaimana cara kita memastikan bahwa dia adalah guru palsu alias nabi palsu? Dengan menguji ajarannya dan kesaksiannya. Itu sebabnya Alkitab mencatat dan mengajarkan:

Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. 2 Petrus 2:3

Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 1 Yohanes 4:1

Nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu getol sekali mengajarkan bahwa pendeta dan penginjil adalah orang-orang yang diurapi sehingga hanya Tuhan dan Allah sendiri yang berhak untuk menghakimi mereka. Jemaat hanya berhak untuk mengadu kepada Tuhan dan Allah lewat doa bila menemukan kesesatan mereka. Kerabatku, benarkah itu yang diajarkan oleh Alkitab? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, Alkitab mengajarkan hal sebaliknya.

Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.Matius 18:8

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. Matius 18:9

Jangankan nabi palsu dan guru palsu, bila tanganmu menyesatkan, penggallah. Bila kakimu menyesatkan, campakkan. Bila matamu menyesatkan, cungkillah. Bila pendeta dan penginjil menyesatkan, kuliti ajarannya helai demi helai seperti menguliti bawang bombai dengan Alkitab sebagai standard kebenaran, di depan banyak saksi agar setiap orang yang memadnang bisa melihat mana yang busuk dan mana belatungnya.

Semua nabi-nabi palsu dan guru-guru palsu selalu mengaku memiliki anugerah alias berkuasa melakukan mujizat terutama menyembuhkan orang-orang sakit. Mereka menyebutnya karunia melakukan mujizat kesembuhan. Agar jemaat tidak mempertanyakan apalagi mengujinya maka para nabi dan guru palsu tak henti-hentinya mengajarkan bahwa orang-orang yang mempertanyakan kesaksian tentang mujizat kesembuhan adalah orang-orang tidak beriman yang tidak percaya bahwa Tuhan dan Allah mahakuasa dan berkuasa untuk melakukan mujizat kesembuhan. Lebih lanjut mereka mengajarkan bahwa orang-orang yang mempertanyakan apalagi menguji kesaksian mujizat kesembuhan adalah orang-orang tidak beriman yang hanya hidup mengandalkan akalnya saja. Selanjutnya mereka mengajarkan bahwa mujizat kesembuhan harus diimani dan tidak boleh dipertanyakan apalagi diuji karena mempertanyakan apalagi menguji kesaksian mujizat kesembuhan berarti menghina Tuhan dan Allah serta hamba-hamba-Nya.

Handai taulanku sekalian, orang-orang yang mempertanyakan dan menguji kesaksian mujizat datang dari berbagai latar belakang. Bukan masalah bila mereka adalah orang-orang Ateis yang menolak keberadaan Tuhan dan Allah. Kenapa demikian? Karena apa pun motivasinya, mempertanyakan dan menguji mujizat berarti ingin membuktikan apakah kesaksian mujizat itu BENAR atau tidak.  Mujizat kesembuhan sejati MUSTAHIL tidak lolos ketika diuji. Mujizat yang teruji adalah cara untuk membungkam orang-orang yang mempertanyakan dan mengujinya. Secara pribadi Yesus mendukung hal demikian, itu sebabnya Dia berkata:

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku. Yohanes 5:36

Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, Yohanes 10:25

tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Yohanes 10:38

Kerabatku sekalian, Yesus menantang dunia untuk menguji semua yang dikerjakan-Nya, termasuk mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya. Yesus tahu bahwa semua pekerjaan-Nya termasuk mujizat kesembuhan yang dilakukan-Nya adalah kebenaran yang mustahil disangkal. Yesus tahu, semakin diuji akan semakin terbukti kebenarannya. Rasul Petrus meneladani Yesus. Demikian pula rasul Paulus. Mereka menantang dunia untuk menguji apa yang mereka lakukan termasuk di dalamnya mujizat kesembuhan yang mereka lakukan.

Di dalam generasi ini, kenapa yang menyebut dirinya hamba Tuhan yang diurapi dengan kuasa melakukan mujizat TAKUT ajarannya dan pekerjaannya terurama mujizat kesembuhan yang mereka lakukan dipertanyakan dan diuji? Karena mereka tahu bahwa yang diagulkannya sebagai mujizat kesembuhan adalah omong kosong alias dongeng belaka yang akan terbukti KEKOSONGANNYA ketika diuji.

Alkitab mencatat bahwa Yesus, Petrus dan Paulus menggunakan MUJIZAT untuk membungkam orang-orang yang tidak percaya kepada mereka. Kenapa banyak orang Kristen generasi ini membungkan orang-orang yang kepada kesaksiannya agar dirinya bisa bahwa itu MUJIZAT?

Nabi-nabi dan guru palsu tak henti-hentinya mengajarkan bahwa anda harus percaya bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah agar bisa meyakini MUJIZAT. Kerabatku sekalian, “Jangan TOLOL!” Allah mustahil melakukan MUJIZAT kesembuhan yang tidak lolos pengujian Ilmiah. Allah MUSTAHIL menyembuhkan seseorang dari HIV sementara hasil pemeriksaan Laboratorium menunjukkan hasil POSITIF. Allah MUSTAHIL menyembuhkan seseorang dari STROKE sementara dia masih berjalan terseok-seok seperti robot kehabisan batere. Allah MUSTAHIL membangkitkan seseorang dari kematian bila orang itu belum mati. Allah MUSTAHIL menyembuhkan penyakit batu empedu anda bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa empedu anda masih ada batunya. Allah MUSTAHIL menyembuhkan kanker anda bila hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa tubuh anda masih dipenuhi oleh sel-sel kanker.

Handai taulanku sekalian, ketahuilah. Ketika seorang Kristen mempertanyakan dan menguji kesaksian mujizat kesembuhan, dia sama sekali tidak MERAGUKAN kekuasaan Allah untuk melakukan mujizat namun sedang berusaha membuka kedok para nabi dan guru palsu serta menantang dunia untuk membuktikan bahwa Tuhan dan Allah memang mahakuasa.

Untuk menunjukkan bahwa dia adalah orang yang diurapi dan memiliki kuasa serta akrab dengan Tuhan dan Allah, nabi-nabi dan guru-guru palsu getol sekali bersaksi tentang pengalaman-pengalaman rohaninya. Piknik ke sorga dan neraka. Mendapat kunjungan dari Tuhan dan Allah. Ngerumpi dengan malaikat dan bertarung serta menghajar Iblis dan setan-setan.

Kerabatku sekalian, apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi kesaksian demikian? Kita harus mengujinya dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan STANDARD kebenaran. Nabi-nabi dan guru-guru palsu tak henti-hentinya mengajarkan bahwa melakukan hal demikian berarti membatasi CARA kerja Allah dan membatasi kuasa Allah. Handaiku sekalian, Tuhan dan Allah memang mahakuasa namun kedua-Nya mustahil menyangkal diri-Nya sendiri dan mustahil menyangkal firman-Nya sendiri. Alkitab adalah firman Allah. Alkitab diberikan kepada manusia untuk menjadi sumber pustaka dan STANDARD kebenaran. Alkitab diberikan kepada umat Allah agar digunakan sebagai STANDARD kebenaran untuk MENGUJI klaim-klaim kebenaran Firman Allah. Ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab mustahil Firman Allah. Kesaksian-kesaksian yang bertentangan dengan ajaran Alkitab mustahil datang dari Allah.

Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari. 1 Korintus 6:3

Handai taulanku sekalian, jangan takut untuk menghakimi. Umat Allah diberi kuasa bukan untuk menghakimi manusia namun juga menghakimi malaikat-malaikat Allah. Yang harus kita lakukan bukannya TAKUT menghakimi namun yang harus kita takuti adalah menghakimi membabibuta alias main hakim sendiri dengan diri sendiri sebagai standard kebenaran. Yang harus kita lakukan bukannya takut menghakimi namun menghakimi dengan adil sebab itulah AMANAT dan KUASA dari Allah.

Janganlah menghakimi menurut apa yang nampak, tetapi hakimilah dengan adil.” Yohanes 7:24

Kerabatku sekalian, jangan terlena karena dia berkelakuan baik dan giat sekali kotbah di mana-mana serta ajarannya menyenangkan sehingga banyak yang merasa diberkati oleh pelayanannya bahkan banyak yang memutuskan untuk menjadi Kristen karena kotbah-kotbahnya. Karena itulah syarat untuk menjadi nabi palsu atau guru palsu di Gereja. Hal demikian terjadi bukan karena mereka diurapi dan ajarannya benar, itu sebabnya Alkitab sejak purbakala sudah menubuatkan.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. 2 Timotius 4:3

Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.  Timotius 4:4

Handai taulanku sekalian, jangan mau ditipu dan dibutakan sebab firman Allah mengajarkan:

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. 1 Tesalonika 5:21

Pengkotbah yang mengajarkan bahwa MUJIZAT kesembuhan tidak boleh DIUJI adalah PEMBUAL. Pengkotbah yang mengajarkan bahwa AJARANNYA tidak boleh diuji adalah PEMBUAL. Pengkotbah yang kesaksian pengalaman rohaninya tidak boleh diuji adalah PEMBUAL. Pengkotbah yang mengagulkan jumlah orang yang merasa ASYK dengan ajarannya adalah PEMBUAL. Pengkotbah demikan adalah PENCARI pujian dengan MENCURI kebajikan.

MUJIZAT yang tidak TERUJI bukan MUJIZAT sejati. MUJIZAT yang tidak LOLOS ujian BUKAN mujizat sejati!

Advertisements

49 thoughts on “Yesus Menantang Untuk Menguji Pekerjaan-Pekerjaan-Nya

  1. Saya sudah melihat keberanian Bro Bengcu saat menyampaikan Kritik secara lisan dan tulisan thdp salah seorang calon Ketua PGI asal PGI (Lupa saya namanya), dalam diskusi PEWARNA Indonesia. disiarkan live di RPK lagi, hehehe. Buat yang komen kurang setuju dengan tulisan Hai hai Bengcu, ada baiknya disertai dengan ulasan semacam ini.GBY all.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s