Rasul Yesus Hanya Ada Dua Belas


Sebagian umat Katolik mengajarkan bahwa Petrus (batu) adalah Petra (batu karang) yang di atasnya Allah mendirikan Gereja (ekklesia) dan Gembala Agung yang diberi kuasa untuk menggembalakan jemaat serta pemegang kunci kerajaan sorga. Benarkah Alkitab mengajarkan hal demikian? Alkitab mengajarkan bahwa batu karang MUSTAHIL Petrus karena Petra adalah Kristus. Petrus mengajarkan bahwa dia hanya salah satu gembala dan Gembala Agung adalah Yesus Kristus. Petrus bukan satu-satunya yang empunya kunci kerajaan sorga sebab Yesus memberikannya kepada dua belas rasul.

Alkitab sangat LOGIS, GAMBLANG, SISTEMATIS, AKURAT, TEGAS dan KONSISTEN. LOGIS artinya tidak ada yang bertentangan dengan akal sehat. GAMBLANG artinya jelas dan mudah dipahami. SISTEMATIS artinya ditulis secara teratur dan berkesinambungan. AKURAT artinya sangat teliti dan cermat. TEGAS artinya jelas dan terang benar serta tidak ada yang samar-samar. KONSISTEN atau taat asas, artinya tidak ada yang saling bertentangan atau saling menyangkal. Anda bisa MENOLAK ajaran Alkitab namun mustahil MENYANGKALNYA. Anda bisa tidak memahaminya namun tidak bisa menafsirkan seenaknya. Itu sebabnya, di dalam perdebatan yang serius dan ilmiah saya selalu katakan, “Apabila pemahaman saya ini benar, maka semua ayat yang anda gunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukungnya.”

Petros MUSTAHIL Petra

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (PETROS) dan di atas batu karang (PETRA) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Matius 16:18

Sebagian umat Katolik mengajarkan bahwa Petrus artinya batu karang, itu sebabnya mendirikan jemaat di atas batu karang berarti mendirikan jemaat di atas Petrus. Kerabatku sekalian, dalam Matius 16:18, kata Petrus diterjemahkan dari kata Yunani PETROS <4074> sementara “batu karang” diterjemahkan dari PETRA <4073>. Walaupun keduanya sama-sama kata benda namun PETROS adalah kata maskulin dan PETRA adalah feminism. Itu sebabnya PETROS mustahil PETRA.

PETROS = maskulin

PETRA = feminim

PETROS mustahil PETRA

Kepada siapakah kalimat dalam Matius 16:18 diucapkan oleh Yesus? Kepada seluruh jemaat? Kepada ke 12 murid-Nya? Kepada Petrus? Kalimat tersebut diucapkan kepada Petrus. Bacalah aayt tersebut dengan teliti dan hati-hati lalu mari kita menganalisanya.

Apabila “JEMAAT-Ku” akan didirikan di atas PETROS maka kalimat benar yang harus diucapkan oleh Yesus adalah:

“Engkau adalah Petrus dan di atas-MU Aku akan mendirikan jemaat-Ku”

Namun, Yesus sama sekali tidak mengucapkan kalimat demikian sebab yang diucapkan-Nya adalah:

“Engkau adalah Petrus dan di atas PETRA ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.”

Apabila nama PETROS diganti menjadi ELLEN dan jemaat-Ku diganti menjadi rumahku, maka kalimatnya menjadi:

Engkau adalah ELLEN dan di atas PETRA ini Aku akan mendirikan RUMAHKU.

Handaiku sekalian, dengan kalimat seperti di atas, anda mustahil memahaminya sebagai:

ELLEN = PETRA

Petra adalah Kristus

Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya. Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus. 1 Korintus 3:10-11

PETROS mustahil PETRA karena PETRA adalah Yesus Kristus. Dari mana kita mengetahui kebenaran demikian? Dari Alkitab. Sama seperti Yesus, Paulus juga mengajarkan bahwa Jemaat Kristen itu ibarat bangunan. Di dalam Matius 16:18 Yesus mengajarkan bahwa Jemaat dibangun di atas PETRA sementara dalam 1 Korintus 3:10-11 Paulus mengajarkan bahwa Jemaat dibangun di atas satu-satunya DASAR yaitu Yesus Kristus dan tidak ada dasar lainnya lagi.

Petra Adalah Gonia Kephale

Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.” 1 Petrus 2:6

Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Matius 21:42

Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan–yaitu kamu sendiri–, namun ia telah menjadi batu penjuru. Kisah Para Rasul 4:11

Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Efesus 2:19-22

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (PETROS) dan di atas batu karang (PETRA) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Matius 16:18

Sebagian umat Katolik membangun pengajaran yang aneh bin ajaib. Menurut mereka, Yesus Kristus Bukan batu karang karena Dia adalah batu penjuru di Sion (1 Petrus 2:6) alias batu sandungan yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan (Matius 21:42, Kisah Para Rasul 4:11). Menurut mereka, karena Yesus adalah batu penjuru itu sebabnya batu karang (Petra) di mana gereja didirikan adalah Petros alias Petrus.

Handai taulan sekalian, Efesus 2:19-22 berbicara tentang bangunan. Apa yang disebut batu penjuru di dalam sebuah bangunan? Batu penjuru alias Gonia Kephale adalah batu pertama alias batu kepala alias batu yang menjadi PENJURU didirikannya sebuah bangunan. Nah, sekarang anda paham bukan kenapa saya katakan ajaran Yesus bukan PETRA karena Dia adalah batu penjuru merupakan pengajaran yang aneh bin ajaib? Sebab Petra di mana Jemaat didirikan di atas-Nya adalah batu penjuru alias batu pertama alias batu kepala.

Sebagian umat Katolik itu menyatakan bahwa Efesus 2:19-22 mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa Jemaat dibangun di atas dasar para nabi dan para rasul. Bukankah itu berarti para nabi dan para rasul adalah Petra? Handai taulanku sekalian, frasa “batu karang” di dalam Matius 16:18 diterjemahkan dari kata PETRA. Petra adalah bentuk tunggal sementara bentuk jamaknya adalah Petras; Petran; Petrais; Petrai. Di dalam sebuah bangunan hanya ada satu batu yang disebut batu penjuru alias Gonia Kephale. Itu sebabnya Petra di dalam Matius 16:18 adalah Gonia Kephale di dalam Efesus 2:19-22.  Itu berarti para nabi dan para rasul bukan batu penjuru alias Petra namun fondasi alias Petras.

Gembalakanlah Domba-domba-Ku

Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Yohanes 21:15

Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.” Yohanes 21:16

Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?” Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. Yohanes 21:17

Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak. 1 Petrus 5:1

Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri. 1 Petrus 5:2

Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan  bagi kawanan domba itu. 1 Petrus 5:3

Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu. 1 Petrus 5:4

Kerabatku sekalian, sebagian umat Katolik mengajarkan bahwa Petrus adalah gembala agung karena dia menerima mandat itu secara pribadi dari Yesus (Yohanes 2:15-17). Karena gembala agunglah itu sebabnya Petrus berkuasa untuk mengangkat para penatua menjadi gembala dan memberi mereka mandat untuk menggembalakan kawanan domba Allah (1Petrus 5:1-2). Lebih lanjut mereka mengajarkan bahwa Petrus adalah seorang yang rendah hati itu sebabnya dia hanya menyebut dirinya sebagai “teman penatua” dan tidak mengagul-agulkan dirinya sebagai gembala agung.

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Kisah Para Rasul  9:15-16

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Kisah Para Rasul 20:28

Handai taulanku sekalian, mustahil menyangkal apa yang tercatat di dalam Yohanes 2:15-17. Yesus memang memberi mandat kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Namun, benarkah Petrus adalah Gembala Agung? Tentu saja bukan! Di dalam 1 Petrus 5:4, Petrus sendiri yang mangajarkan bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya Gembala Agung.

Benarkah Petrus diberi kuasa untuk mengangkat para penatua menjadi gembala dan memberi mereka mandat untuk menggembalakan kawanan domba Allah (1Petrus 5:1-2)? Tentu saja tidak! Kisah Para Rasul  9:15-16 mencatat bagaimana Yesus Kristus sendiri memilih rasul Paulus secara pribadi dan menyatakan akan menunjukkan sendiri kepadanya betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama Yesus. Kisah Para Rasul 20:28 dengan tegas mengajarkan bahwa Roh Kuduslah yang berkuasa untuk menetapkan penilik untuk menggembalakan jemaat Allah.  1 Petrus 5:1-4 sama sekali tidak mencatat kisah Petrus mengangkat dan memberi mandat namun mencatat kisah Petrus menasehati sesama TEMAN penatua alias sesama gembala.

Manusia Tidak Berkuasa Memilih Rasul

Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: Kisah Para Rasul 1:15

“Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Kisah Para Rasul 1:16

Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini.” Kisah Para Rasul 1:17

“Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Kisah Para Rasul 1:20

Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, Kisah Para Rasul 1:21

yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.” Kisah Para Rasul 1:22

Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Kisah Para Rasul 1:23

Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, Kisah Para Rasul 1:24

untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Kisah Para Rasul 1:25

Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu. Kisah Para Rasul 1:26

Kerabatku sekalian, kisah pemilihan Rasul tersebut di aas terjadi sebelum turunnya Roh Kudus. Pemilihan itu dilakukan dengan membuang undi dan Matias yang kena undi. Sebagian umat Katolik menggunakan kisah tersebut di atas untuk mengajarkan bahwa jemaat berkuasa untuk memilih dan mengangkat rasul. Benarkah ajaran demikian? Tidak! Apakah pemilihan rasul tersebut sah? Tidak! Kenapa demikian? Karena pemilihan tersebut di atas bertentangan dengan mandat Yesus Kristus. Membuang undi bukan cara untuk memilih rasul maupun para pemimpin gereja.

Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang — demikian kata-Nya — “telah kamu dengar dari pada-Ku. Kisah Para Rasul 1:4

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 1:5

Jawab-Nya: “Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya. Kisah Para Rasul 1:7

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku  di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8

Handai taulanku sekalian, pemilihan rasul dalam kisah tersebut di atas adalah ide Petrus untuk menggenapi nubuatan dalam kitab Mazmur. Namun sayangnya, pada saat itu kira-kira 120 orang tersebut sama sekali belum memiliki kuasa karena Roh Kudus belum turun. Mandat yang mereka terima dari Yesus Kristus bukan untuk memilih rasul namun untuk menunggu turunnya Roh Kudus di Yerusalem.

Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.” Kisah Para Rasul  9:15-16

Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Kisah Para Rasul 20:28

Membuang undi bukan cara orang Kristen memilih pemimpin apalagi memilih rasul. Matias bukan rasul pilihan Yesus Kristus dia juga bukan rasul pilihan murid-murid Yesus sebab dia dipilih oleh UNDI. Itu sebabnya dikatakan, Matias adalah rasul pilihan undi. Undi tidak pernah diberi kuasa untuk memilih pemimpin Jemaat karena pemimpin  Jemaat dipilih oleh Roh Kudus. Roh Kudus memilih melalui manusia di mana Dia tinggal. Itu sebabnya Yesus mengajarkan, “Kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu.” Undi juga tidak pernah diberi kuasa untuk memilih rasul. Roh Kudus juga tidak diberi kuasa untuk memilih rasul. Itu sebabnya Yesus Kristus sendiri yang memilih Paulus untuk menjadi rasulnya. Paulus adalah rasul yang dipilih sendiri oleh Yesus Kristus untuk menggantikan tempat Yudas.

Bukankah murid-murid Yesus berdoa sebelum membuang undi? Benar. Itulah yang mereka lakukan. Inilah yang dilakukan oleh para murid saat itu. Mereka memberi kuasa kepada Tuhan untuk memilih salah satu dari dua orang yang mereka tetapkan untuk dipilih. Siapakah Yesus Kristus sehingga Dia harus memilih salah satu dari dua pilihan murid-murid-Nya untuk menjadi rasul-Nya? Siapakah para murid itu sehingga berkuasa untuk membatasi pilihan Tuhan? Apa yang dilakukan oleh para murid itu, walaupun sepintas lalu nampak benar dan rohani namun sesungguhnya benar-benar menghina kedaulatan Yesus Kristus dan Allah serta Roh Kudus.

Matias bukan rasul Yesus Kristus karena Dia dipilih oleh manusia dan undi. Matias adalah rasul undi. Matias mustahil rasul Yesus Kristus karena rasul Yesus Kristus hanya ada 12 orang. Rasul Yesus Kristus MUSTAHIL lebih dari 12 orang. Dari mana kita tahu kebenaran demikian? Dari Alkitab.

Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. Wahyu 21:24

Ayat tersebut di atas dicatat oleh rasul Yohanes yang diundang ke sorga oleh Yesus Kristus. Di sorga hanya tercatat nama dua belas rasul. Anak Domba alias Yesus Kristus hanya memiliki dua belas rasul. Mustahil ada rasul-rasul lainnya. Apabila rasul Kristus jumlahnya lebih dari dua belas itu berarti Yesus Kristus adalah pembual atau Dia lupa pada firman-Nya.

Kunci Kerajaan Sorga

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.” Matius 16:19

Apakah Petrus langsung memiliki kuasa ketika Yesus berkata kepadanya dalam ayat tersebut di atas? Belum.

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Yohanes 20:22

Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23

Apakah murid-murid langsung memiliki kuasa ketika Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus dalam kisah tersebut di atas? Belum. Para rasul baru menerima kuasa setelah Roh Kudus turun pada hari Pentakosta.

Apakah kuasa rasul Kristus diwariskan? Tentu saja tidak! Apakah jemaat Allah berkuasa memilih lalu menetapkan seseorang untuk menjadi rasul Kristus? Pasti tidak! Bila demikian, bagaimana dengan orang yang mengaku mewarisi jabatan rasul Kristus? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, bila bukan PEMBUAL, dia pasti orang yang tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar. Bagaimana dengan mereka yang memilih lalu menetapkan seseorang menjadi rasul Kristus? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, bila bukan PEMBUAL, dia pasti orang yang tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar. Bagaimana dengan mereka yang mengakui seseorang sebagai rasul Kristus? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, bila bukan PEMBUAL, dia pasti orang yang tidak memahami ajaran Alkitab dengan benar.

Ajaran Alkitab sangat TEGAS dan GAMBLANG. Anda bisa menolaknya namun MUSTAHIL menyangkal KEBENARANNYA!

NB.
Blog ini adalah tanggapan bagi beberapa orang teman Katolik dalam diskusi di ELIM Christian Centre.

Advertisements

41 thoughts on “Rasul Yesus Hanya Ada Dua Belas

  1. trus knp org kristen bribadah hari mggu??
    pdhal dlm injil itu yesus selalu beribadah hari sabad (sabtu),,
    tp knp kristen bribdah hri mnggu??
    tlog jwb klo emg qm kristen yg cnta alkitab..

    • @Boy, orang kristen ibadah hari minggu karena hari SENIN sampe SABTU harus kerja. Wow … memangnya ada ayat Alkitab yang mencatat bahwa Yesus SELALU beribadah hari SABAT? Memangnya gimana CARA ibadah Yesus? Awas lu klo nggak ada ayat yang bilang Yesus SELALU beribadah hari SABTU.

  2. Om mau tanya nih,
    [quote]:
    Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Yohanes 20:22
    Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Yohanes 20:23
    Om Hai Hai:
    Apakah murid-murid langsung memiliki kuasa ketika Yesus menghembusi mereka dengan Roh Kudus dalam kisah tersebut di atas? Belum. Para rasul baru menerima kuasa setelah Roh Kudus turun pada hari Pentakosta.
    [/quote]
    tanya:
    ketika Yesus menghembusi mereka dan berkata terimalah Roh Kudus, terus yang dihembuskan itu apa? Apa cuma nafas (udara) doang? karena Roh Kudus baru turun pada hari Pentakosta, terus apa arti atau faedah hembusan itu?
    Maaf jika saya masih bingung.

    • @Uhui Affoi, Ketika Yesus menghembusi Murid-muridnya yang KELuaR adalah UDARA. TIDAK ada Roh Kudus yang keluar sama sekali.

      SEBELUM Yesus memberi KUASA semua murid-murid-Nya SUDAH memiliki KUASA. Pada hakekatnya SEMUA manusia BERKUASA untuk MENGIKAT dan MELEPASKAN. SEBAB KUASA itulah yang DIBERIKAN oleh Allah ketika MENCIPTAKAN manusia dan memberinya KUASA untuk menjadi PENGUASA dunia.

      Apabila anda TIDAK MENGAMPUNI DOSA seseorang maka DIMATA anda DOSANYA tetap ada.

      • waduh saya pernah di sakiti teman waktu sma, sejak saat itu saya ga mau ketemu lagi sama dia dan sampai sekarang saya tidak pernah mengampuninya hingga ia meninggal dunia tahun 2014 lalu…

        • yang sudah berlalu biarlah berlalu. Nggak ada dendam dam budhi lagi. Yang harus anda lakukan adalah menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan pelajaran agar anda makin bijaksana dalam beraksi.

  3. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah
    Petrus (PETROS) dan di atas batu karang (PETRA)
    ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam
    maut tidak akan menguasainya. Matius 16:18

    salam koh, lama tidak log in.
    Mohon pencerahannya,
    di dalam ayat itu bukankah itu ditulis oleh penulis dengan memakai bahasa yunani yang mengenal kata maskulin maupun feminim?
    Sedangkan Yesus menggunakan bahasa aram ataukah yunani?
    Batu dan batu karang hanya berarti kefas dalam bhs aram?

    Bagaimana?
    Terimakasih

    • @loh jinawi, Petrus = BATU. PETRA = BATU KARANG = BUKIT BATU. PEtrus MUSTAHIL PETRA. BATU mustahil GUNUNG BATU alias BATU KARANG. Kita ngagk tahu waktu ngomong Yesus pake bahasa Aram atau Yunani namun kitatahu PASTI bahwa Matius menulis dalam bahasa yunani dan kita punya TULISAN Matius, tidak UCAPAN Yesus.

      • Koq yakin injil matius yg nulis matius?
        memangnya waktu ditemukan ada tulisan pengarangnya?
        Ngapain ‘matius’ dijadikan injil? ga dihapus saja?

          • Terus knp ko hai hai mau menerima kitab ‘Matius’ yang tidak TERTULIS pengarangnya?
            Kalau ko hai hai menerima injil2 yang lain, saya dapat mengerti karena di kitab2 itu TERTULIS pengarangnya.

            • @qnetic, UJILAH dan PEGANGLAH yang baik. Saat ini yang disebut Alkitab adalah 66 kitab yang terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Kitab Matius adalah SALAH satu kitabnya. ANDA harus MEMAHAMI ajaran Alkitab dengan BENAR dulu sebelum MENGUJI apakah yang DIAJARKANNYA adalah BENAR dan BAIK untuk dipegang. Jadi sebelum anda MENGUJI apakah ajaran kitab MAtius BENAR atau SALAH, anda HARUS memahaminya dulu dengan BENAR.

  4. yang bisa saya sampaikan kepada anda dan semoga ini bisa membuka hati kita semua. Keyakinan dan kepercayaan apakah memerlukan penjelasan ilmiah? pada jaman batu manusia pra sejarah apakah beribadah di tempat ibadah (gereja mesjid pura wihara)? tentu tidak. mereka ada yang menyembah batu besar dan pohon besar atau gunung dsb yang mereka yakini ada sesuatu yang jauh lebih besar dari mereka. apakah itu menyembah berhala? apakah setelah mereka meninggal mereka semua masuk neraka? sudah pernah anda teliti? yang Yesus ajarkan iman bagai biji sesawi bkn otak kayak biji sesawi. Tuhan Yesus memberkati.

    • Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. 2 Petrus 1:5-9

      Saya tidak merasa heran kalau anda PICIK dan BuTA. orang BUTA dan PICIK memang paling GAMPANG dimanipulasi. Itulah yang dilakukan oleh GEREJA KATOLIK terhadap umatnya dari generasi ke generasi. Membuat mereka BUTA dan PICIK. BERIMAN saja alias PERCAYA saja yang diajarkan gerja TANPA mempertanyakannya.

      Di mata seorang Katolik PICIK dan BUTA, orang-orang KUNO disebut MEMYEMBAH batu BESAR dan POHON. Anda tahu siapakah yang disembah oleh umat Katolik di mata seorang yang BUTA dan PICIK? PATUNG seorang PENJAHAT yang dihukum MATI oleh Mahkamah agama Yahudi. Bayangkan MENYEMBAH PATUNG seorang PENJAHAT yang mati disalibkan? ha ha ha ha ha …..

      Suatu hari seorang Romo Katolik berkunjung ke rumah salah satu umatnya. Romo itu merasa aneh sekali ketika menemukan banyak sekali TOPLES KACA yang menurut pandangannya berisi TAHI. Karena penasaran dengan perilaku tuan rumah yang memperlakukan TOPLES-TOPLES itu dengan penuh RASA hormat, romo itu lalu bertanya, “APAKAH itu yang di dalam TOPLES?” Orang Katolik saleh itu pun berkata dengan penuh IMAN. “Itu adalah TUBUH Kristus yang yang saya MAKAN setiap kali ikut MiSA.” Memandang umatnya, romo bertanya keheranan, “Tubuh Kristus yang kamu makan setiap kali ikut misa?” tanpa ragu-ragu orang Katolik BERIMAN itu pun berkata, “Benar. Meskipun HOSTI yang dimakan berubah menjadi TAHI ketika BERAK namun TUBUH Kristus TIDAK mungkin BERuBAH menjdi TAHI, bukan?” Romo itu sangat TERKESAN dengan IMAN dari umatnya itu. ha ha ha ha …Bagaimana dengan anda?

  5. jadi menurut pendapat anda(bengcu hai hai) yang benar dimata anda alkitab orang kristenkah atau alkitab orang katolik?alasannya apa?terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s