Santo dan Santa Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


Sebagian orang menyangka orang-orang Kristen permulaan kekristenan PASTI mengerti Alkitab dengan benar dan hidup benar. Mereka juga menyangka para Santo dan Santa serta BAPAK Gereja pasti sakti dan suci mandraguna itu sebabnya mustahil jahat dan mustahil sesat ajarannya. Apakah prasangka dan keyakinan demikian benar? Tentu saja SALAH! Bukan hanya salah, bahkan NGACO BELO! Kenapa demikian?

Alkitab mencatat bahwa SEJAK permulaan Kekristenan, artinya SEJAK Yesus naik ke SORGA, PENYESATAN itu SUDAH ada. Itu sebabnya para penulis Perjanjian Baru menuliskan kisahnya dan MENGINGATKAN JEmaat BERULANG-ULANG agar berhati-hati dengan SERIGALA berbulu DOMBA dan GURU-guru PALSU.

1. Kristen
2. Saleh
3. Disukai jemaat
4. Pengkotbah alias pengajar

Itulah 4 SYARAT MINIMAL untuk menjadi GURU palsu alias SERIGALA berbulu domba. Mustahil dinamakan serigala berbulu domba bila mereka bukan anggota JEMAAT. Mustahil disebut guru-guru PALSU bila mereka bukan PENGAJAR alias PENGKOTBAH di gereja. Bila nggak NGETOP dan disenangi BANYAK orang, mustahil guru-guru PALSU itu bisa menyesatkan bukan?

Anda kenal rasul Petrus? Anda percaya bahwa Petrus pernah menjadi guru palsu karena dia mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab? Perlukah saya mengutip ayat-ayatnya? Apa yang terjadi ketika Paulus mendapat mandat dari Roh Allah untuk pergi ke Yeruselam? Namun apa yang terjadi ketika dia sampai di Tirus? Murid-murid, oleh bisikan roh membujuk Paulus supaya jangan ke Yerusalem. UJILAH!

Sejarah mencatat kisah tentang sebagian orang Kristen SOK JAGOAN yang menyangka dirinya berkuasa untuk mengaruniakan GELAR Orang SUCI (Santo; Santa) kepada sebagaian leluhur yang yang sudah MATI dan tubuhnya MEMBUSUK jadi tanah itu. Yang lelaki disebut Santo sementara yang perempuan disebut santa. Sebagian orang Kristen yang lain mengaruniakan gelar BAPAK GEREJA, Bapak Reformasi, Bapak Teologi anu. Bapak Gereja Anu.

Sekali seseorang mati tubuhnya pasti membusuk jadi tanah. Apabila orang mati itu diagul-agulkan oleh suatu generasi, maka Jemaat Kristen pun berhenti mengingat kesalahan-kesalahannya. Setelah generasi itu berlalu, apa yang terjadi dengan generasi berikutnya? Generasi berikutnya mulai lupa bahwa orang itu adalah manusia biasa. Itu sebabnya mereka mulai mencari-cari hal-hal istimewa guna mendukung prasangka mereka bahwa orang tersebut memang bukan manusia biasa.

Setelah generasi itu berlalu, apa yang terjadi dengan generasi berikutnya? Generasi berikutnya merasa hal-hal istimewa yang tentang manusia yang bukan manusia biasa itu sama sekali tidak cukup istimewa, itu sebabnya mereka pun mengarang kisah-kisah yang benar-benar istimewa untuk manusia yang bukan manusia biasa.

Setelah generasi itu berlalu, apa yang terjadi dengan generasi berikutnya? Generasi berikutnya mulai bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan manusia yang bukan manusia biasa itu? Ketika masih hidup orang itu melakukan hal-hal luar biasa, itu sebabnya dia disebut bukan manusia biasa. Bukankah itu berarti setelah mati pun dia tetap bukan manusia biasa? Mereka pun mulai memperlakukan kuburannya dan segala hal yang berhubungan dengan manusia yang bukan manusia biasa itu berbeda dengan perlakuannya pada manusia biasa.

Setelah generasi itu berlalu, apa yang terjadi dengan generasi berikutnya? Generasi berikutnya mulai minta tolong kepada manusia yang bukan manusia biasa itu karena menyangka, siapa tahu dia mampu dan mau menolongnya? Bila tidak ditolong? Ya, nggak apa-apa tho? Namanya juga usaha. Satu orang mulai minta tolong. Satu orang lainnya ikut minta tolong. Mulai muncul cerita tentang banyak orang minta tolong kepada manusia yang bukan manusia biasa itu.

Setelah generasi itu berlalu, apa yang terjadi dengan generasi berikutnya? Generasi berikutnya punya banyak cerita tentang orang-orang yang ditolong oleh manusia yang bukan manusia biasa itu ketika mereka minta tolong alias berdoa kepadanya.  Itu sebabnya semakin hari, semakin banyak orang minta tolong kepadanya dan semakin hari semakin banyak kesaksian tentang orang-orang yang ditolongnya karena minta tolong.

Kerabatku sekalian, itulah KISAH seorang manusia yang digelari SANTA atau SANTO ata BAPAK Gereja lalu berubah menjadi seorang manusia yang bukan manusia biasa padahal tubuhnya bahkan tulangnya pun sudah membusuk semuanya menjadi tanah. Apa yang sesungguhnya terjadi? Bukankah semua kesaksian tentang MUJIZAT adalah BUKTI bahwa orang bergelar Santa atau SANTO itu memang bukan manusia biasa? Bila dia hanya manusia biasa, mustahil menjawab doa-doa bukan?

Handai taulanku sekalian, Ilmu Statistik menyebutnya PROBABILITA artinya KEMUNGKINAN. Anda kurang paham apa itu PROBABILITA dan ingin mempelajarinya guna memahaminya? Baiklah. Menurut anda, apa yang akan terjadi bila anda menunjuk seseorang lalu memakinya, “GILA LU!”? Anda pasti menyangka yang akan terjadi adalah: Maksimal anda akan ditonjok, minimal anda dipelotin dengan rasa benci dan yang paling banyak adalah anda dimaki-maki nggak karu-karuan. Percayakah anda bahwa dalam waktu paling lama setengah jam, anda akan diberi uang ketika menunjuk dan memaki seseorang, “GILA LU!”? Tentu saja anda tidak percaya dan menganggap hai hai membual. Faktanya hai hai sama sekali tidak membual.  Selain telah membuktikannya sendiri, juga banyak orang yang tidak percaya kebenaran demikian telah membuktikan kebenarannya.

Anda mau mencobanya? Silahkan! Pergilah ke perempatan lampu merah paling ramai di kota anda lalu berdirilah di sana. Bila anda bosan berdiri, cobalah menyanyi. Bila bosan berdiri sambil menyanyi, silahkan menari. Ketika lampu berubah merah pandanglah supir maupun pengendara motor. Siapapun yang membalas tatapan anda,  tunjuk mukanya lalu  makilah dia, “GILA LU!” Kerabatku sekalian, bila anda melakukannya sekali atau sekali-sekali maka yang anda yakini PASTI terjadi. Anda akan ditonjok, minimal dipelototin dan kemungkinan besar dimaki-maki. Namun bila anda terus melakukannya seperti yang hai hai katakana, maka percayalah kurang dari setengah jam akan ada orang yang mulai memberi uang ketika anda menunjuk mukanya dan memakinya,  “GILA LU!” Kurang dari setengah jam, orang-orang yang anda tunjuk dan maki, “GILA LU!” yang tidak memberi anda uang, alih-alih ngamuk, mereka akan NGAKAK. Handai taulanku sekalian, itulah yang disebut PROBABILITA yang artinya KEMUNGKINAN.

Kerabatku sekalian, kumpulkan tahi kambing lalu jemurlah hingga kering, kemudian bagikanlah itu kepada Jemaat ketika kebaktian selesai. Ingatkan agar satu orang hanya mengambil satu pil dalam satu kebaktian. Ingatkan mereka agar jangan berperilaku seperti orang Israel ketika mendapatkan manna di padang gurun. Beritahu mereka bahwa pil itu bisa menyembuhkan berbagai penyakit karena sudah didoa puasakan. Sebelum minum pil, mintalah agar mereka berdoa dengan sungguh-sungguh. Lebih baik lagi bila seluruh anggota keluarga berdoa bersama-sama. Ingatkan mereka agar pil itu disimpan baik-baik dan sebaiknya mereka yang baru saja berbuat dosa, misalnya berzinah baik dalam roh maupun tubuh tidak memegang apalagi minum pil itu karena bisa ditempelak (ditempeleng) oleh Roh Kudus dan membuka celah bagi Iblis dan setan-setan. Bila anda melakukannya, maka percayalah. Tidak perlu waktu lama bagi anda untuk ketemu dengan orang-orang yang bersaksi tentang kesaktian pil  Roh WEDUS itu. Bila anda tanya, kenapa harus tahi kambing? Maka jawabannya adalah” “Karena generasi ini suka produk herbal.” Ha ha ha ha ha ha …

“Sejarah Kekristenan bukanlah Protestanism. Jika ada yang namanya kebenaran yang aman, inilah dia. Dan Protestanism juga merasakan hal ini… Ini terlihat dalam keyakinan … untuk membuang semua sejarah kekristenan, dan membentuk Kekristenan dari Alkitab saja: orang-orang tidak akan pernah membuang sesuatu kecuali jika mereka sudah berputus asa tentang hal itu…. Untuk menjadi seseorang yang berakar pada sejarah, maka ia berhenti menjadi seorang Protestan.” John Henry Cardinal Newman, Essay on the Development of Christian Doctrine (Notre Dame, Indiana: Notre Dame Press, 1989), p. 7-8.

http://katolisitas.org/2009/04/27/sejarah-yang-mendasari-pengajaran-tentang-ekaristi/

Apakah orang Kristen membuang sejarah seperti tuduhan Cardinal Newman? Bagaimana cara orang Kristen membuang sejarah gereja? Tidak! Orang Kristen tidak membuang sejarah gereja. Menyangkal doktrin “roti dan anggur jadi Yesus” sebagai ajaran Alkitab walaupun beberapa pemimpin gereja purbakala mengajarkannya demikian, bukan membuang sejarah gereja namanya. Itu namanya BERTOBAT!

Sejarah mencatat tentang pempimpin-pemimpin gereja Katolik yang mengajarkan bahwa perang salib adalah perang suci. Banyak raja-raja dan bangsawan Eropah yang lalu digelari orang Kudus oleh gereja Katolik yang terlibat dalam perang salib dengan keyakinan bahwa itu adalah perang suci. Kenapa umat Katolik tidak melakukan perang salib lagi? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tentu saja karena mereka KEOK alias kalah melulu. Kenapa orang Katolik generasi ini tidak melakukan perang salib lagi? Bukankah perang salib adalah perang suci? Semua bala tentaranya mendapat pengampunan dari Paus yang katanya memegang kunci kerajaan sorga. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, apakah tidak melakukan perang salib lagi berarti membuang sejarah gereja Katolik? Ha ha ha ha ha … Tanyakan saja kepada Cardinal Newman.

Advertisements

18 thoughts on “Santo dan Santa Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

  1. hai2:
    “Bila dia hanya manusia biasa, mustahil menjawab doa-doa bukan?”

    nis:
    di katolik yang diajarkan bukan para santo MENJAWAB doa. yang diajarkan ADALAH bahwa para santo itu IKUT MENDOAKAN… bahasa kasarnya mereka itu broker alias calo resmi.
    di kristen, kita percaya bahwa kalo seorang pengikut Yesus sudah mati, maka yah sudah; yang hidup mengurus yang hidup sementara yang mati mengurus yang mati. tapi di katolik, mereka percaya bahwa seorang pengikut Yesus TIDAK PERNAH MATI lagi… yang terjadi hanyalah bahwa tubuh fana nya mati (dan membusuk di tanah) tapi roh nya diberi tubuh baru yang kekal. itulah kenapa mereka “hobby” menjadikan para santo itu sebagai broker… simply karena mereka memang “tidak pernah mati” (hanya wujudnya saja yang berubah, entah jadi kayak apa).
    setau gue, perbedaan mendasar inilah yang selalu menjadi akar perdebatan diantara protestan dan katolik mengenai doa2 pada para santo (dan bunda maria).
    disclaimer: secara pengalaman, hanya kira2 1 dari 5 orang katolik awam (temen2 gue) yang tahu tentang hal ini. mereka hanya tau bahwa kalo berdoa, sah2 saja minta bantuan para santo (dan bunda maria), tetapi mereka ga tau falsafah katolik yang mendasarinya. gue sendiri tahu karena sering baca2 forum katolik di ekaristi[dot]org.

    • Dennis, itu sebabnya disebut DEVOSI yang pada hakekatnya, dalam praktek artinya TRADISI yang BELUM disahkan gereja. Gua bilang BELUM disahkan, dan BUKAN TIDAK disahkan alias DITOLAK karena dalam perkembangannya BISA saja nantinya DISAHKAN atau diakui sebagai LITURGI resi GEREJA.

      Itu sebabnya lagi, nis, di dalam blog ini gua sama sekali tidak MEMBAHAS mana yang RESMI mana yang tidak resmi, mana yang boleh dan mana yang nggak boleh namun menjelaskan KENAPA muncul PEMIKIRAN demikian di masyarakat atau BAGAIMANA cara demikian MUNCUL.

      Ini hanya pandangan pribadi yang saya dapati di antara teman-teman. Yang awam sekali hanya BERDOA kepada Yesus. Yang mulai aktif lalu belajar, Anda mulai berdoa DEVOSI kepada para SANTO dan SANTA. Yang benar-benar Aktiv akhirnya akan belajar hal BENAR namun sayang pada saat itu dia SUDAH terbiasa dengan DOA DEVOSI. Itulah yang sering terjadi.

  2. Anda kenal rasul Petrus? Anda percaya bahwa Petrus pernah menjadi guru palsu karena dia mengajarkan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Alkitab? Perlukah saya mengutip ayat-ayatnya?

    maaf Pak Bengcu maksudnya Rasul Petrus menjadi guru palsu begitukah?
    dimana ya ayatnya?
    sekali lagi mohon maaf

    • Frans Lesilolo, bila anda membaca kisah pemilihan rasul, maka anda tahu bahwa itu adalah IDE Petrus dan hal yang dilakukan oleh para murid itu JAHAT sekali. Adan bisa membaca kisah dan ulasan kenapa hal itu jahat sekali di sini.

      https://bengcumenggugat.wordpress.com/2011/03/08/bengcu-menggugat-karena-rasul-kristus-hanya-ada-dua-belas/

      Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Galatia 2:11

      Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Galatia 2:12

      Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.Galatia 2:13

      Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: “Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?” Galatia 2:14

      Ayat-ayat di atas mencatat kisah penyesatan Petrus lainnya. SESAT artinya BERTENTANGAN dengan ajaran Alkitab alias bertentngan dengan ajaran atau Firman Allah. Orang yang menyesatkan adalah orang yang MENGAJARKAN yang BUKAN firman Allah sebagai Firman Allah.

      Selama ini kita menyangka bahwa PENYESAT adalah seorang yang JAHAT dan MENGERIKAN serta HAUS darah, dll. Itu bukan definisi SESAT dan PENYESAT yang diajarkan oleh Alkitab. PENYESAT adalah GURU-GURU palsu.

  3. saya pernah liat sbuah buku ttng kebejatan moral para paus dari zaman ke zaman. Tapi saya lupa judul bukunya, cari aja di toko buku gramedia. Itu buku bagus, membeberkan borok2 para paus. Anehnya, ada paus yg menghakimi mayat busuk dari paus yg sebelumnya. Kuburnya digali, mayatnya dibawa ke hadapan paus penggantinya lalu dihakimi oleh paus penggantinya ini dan tuh mayat divonis brsalah lalu dimutilasi. Sinting kali tuh paus menghakimi mayat! Para paus itu juga pada main cewek lho… 😀
    Trus bnyk orang2 yg divonis hukuman mati krn dituduh sbg penyihir. Sgala penyiksaan yg keji mreka lakukan sampe dpt pengakuan bhw bnar dirinya tukang sihir. Dan kekejaman itu dgn sepengetahuan para paus, kardinal, dsb. Jadi bapak2 greja tuh bnyk dosanya. Cuma dosanya disembunyikan demi nama baik greja dan kekristenan. Ilmuwan Galileo Galilei juga dihakimi dgn sewenang-wenang oleh para bapak2 greja yg sok tau, sok intelek. Toh akhirnya trbukti Galileo yg benar!
    Kalo para martir bagaimana? Apa mreka bnar2 mau mati demi imannya atau krn udah kepepet, terkepung, tertangkap, dan akhirnya cuma bisa pasrah pada putusan penguasa di masa itu?

  4. Ibrani 13:7 Ingatlah akan pemimpin-pemimpin kamu, yang telah menyampaikan firman Allah kepadamu. Perhatikanlah akhir hidup mereka dan contohlah iman mereka.
    Oleh sebab itu gereja memiliki tokoh-tokoh yang DIIDOLAKAN, tentu saja setiap denominasi gereja berbeda IDOLA-nya. Karena kitab Ibrani memerintahkan untuk memperhatikan akhir hidup dan mencontoh iman mereka.

    Santo dan Santa adalah mereka yang telah mengakhiri pertandingan dengan baik, telah mencapai garis akhir dan telah memelihara iman. (II Timotius 4:7). Akhir hidup mereka perlu diceritakan sebagai pelajaran dan iman mereka perlu dicontoh.

    Yohanes
    11:25 Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
    11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

    Ibrani
    12:22 Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah,
    12:23 dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di sorga, dan kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh-roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna

    Matius
    22:32 Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

    Markus
    12:27 Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!”

    Lukas
    20:38 Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.”

    Santo dan Santa adalah orang-orang benar yang telah menjadi sempurna, mereka tidak mati, melainkan tetap hidup, oleh sebab itu bisa diminta bantuannya untuk mendoakan sesuatu.

    Yakobus
    5:16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

    SEJARAH GEREJA…………………
    Ya, gereja protestan tidak lagi bicara/telah melupakan sebagian sejarah gereja. Punya Alkitab, tapi tidak pernah tahu kapan dan bagaimana proses pengkanonannya.
    Emang gereja Kristen mana yang jemaat nya tahu dan atau pernah diajarkan tentang proses penginjilan para rasul, siapa saja ke 70 murid Kristus… dsb…dsb.dsb.
    Menentang sebagian konsili gereja atau mengakui konsili gereja yang sesuai dengan IMAN denominasi gereja nya sendiri… Padahal tidak ikut konsili… Ya tidak berhak menerima atau menolak hasilnya… Kalo menolak hasil konsili, sekalian aja tolak Alkitab sebagai kitab suci, kan hasil konsili juga…

    cmiiw.

    • Grace, Santo dan santa adalah manusia biasa. Ketika hidup mereka adalah manusia biasa dan setelah mati pun mereka adalah manusia biasa.

      Banyak orang yang TIDAK saya kenal mengirimi saya email minta agar saya BERDOA bagi mereka. Anda tahu apa yang saya lakukan? CUEK! Kenapa demikian? Karena saya tidak KENAL orang-orang tersebut di samping itu mereka bisa berdoa sendiri.

      Bila anda minta santo dan santa BERDOA bagi anda, ketahuilah bahwa TIDAK ada jaminan mereka MENDENGAR permintaan anda. Jadi, dari pada minta tolong santo dan santa lebih baik minta tolong handai taulan untuk bantu mendoakan anda.

      Grace, peduli setan dengan segala KONSILI gereja. Saya hanya belajar dari Alkitab. Sebagian umat katolik memang MENGAGUL_AGULKAN gereja Katolik sebagai institusi yang MENGKANONISASI alias MEMILIH dari sekian BANYAK kitab-kitab lalu MEMUTUSKAN ini Alkitab dan itu BUKAN Alkitab. Apabila anda salah satu umat Katolik yang berkeyakinan demikian, sebaiknya IKUT katekisasi lagi. Kali ini belajarlah baik-baik.

      • oo jadi di protestan hanya mau mendoakan yg kenal2? di protestan ga mendoakan jemaat yang tertindas, misal di negara muslim atau di People’s Republic of China, gitu? karena ga kenal?

        tidak ada jaminan santo santa mendengar doa? mana ayat Alkitab yg menjelaskan hal itu? merely dgn argumen mereka sudah mati fisik?

        • Menurut anda para santo dan santa mendengar permintaan anda?. Mana ayat Alkitab yg menjelaskan hal itu. Bukankah Yesus mengajarkan kepada kita mintalah kepada Bapa melalui Aku. Bukan mintalah kepada Bapa melalui santo/santa.

  5. Menanggapi tanggapan Pak Bengcu…

    Grace, peduli setan dengan segala KONSILI gereja.
    Maaf, Pak Bengcu, tidak perlu emosi seperti itu, tanpa konsili gereja, Bapak tidak akan bisa membaca Alkitab seperti yang ada di rumah Bapak sekarang.

    Saya hanya belajar dari Alkitab.
    Semua orang Kristen juga maunya begitu Pak, tetapi kan ada banyak faktor, yang menyebabkan orang tidak bisa belajar seperti Bapak. Lagipula, tidak semua bagian Alkitab harus dimengerti secara harfiah kan?

    Sebagian umat katolik memang MENGAGUL_AGULKAN gereja Katolik sebagai institusi yang MENGKANONISASI alias MEMILIH dari sekian BANYAK kitab-kitab lalu MEMUTUSKAN ini Alkitab dan itu BUKAN Alkitab.
    Emang begitu kenyataanya, fakta sejarah kok mo ditiadakan…

    Apabila anda salah satu umat Katolik yang berkeyakinan demikian, sebaiknya IKUT katekisasi lagi. Kali ini belajarlah baik-baik.
    Apakah karena Saya tidak sependapat dengan Bapak, lalu Saya dikatakan kurang belajar dan disuruh ikut (dalam huruf besar) katekisasi lagi.
    Maaf, Saya musti ikut katekisasi di mana lagi? Apakah Bapak membuka kelas katekisasi? Silakan email Saya tempat dan jam nya.

    Trims.

  6. @all
    Semua manusia telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan ALLAH ..tertulis di kitab Roma.
    Santo santa hanya orang biasa …berdosa ….dan tidak suci ….
    darimana umat KATOLIK yakin bahwa mereka orang SUCI …? dari ajarannya ?
    Sesuai standar ALKITAB …ya kita kembalikan ke ALKITAB ….
    kalau kita yakin ALKITAB itu benar …maka Santo santa berdosa termasuk Paus Kardinal dan Uskup juga Bengcu dan saya
    SEMUA BERDOSA

    • @frans abednego, orang Katolik PERCAYA bahwa untuk MASuK sorga ada STANDARDNya sedangkan Santo dan Santa adalah orang-orang yang NILAINya di atas STANDARD. Ibarat untuk lulus perlu nilai 6 sedangkan para Santo punya nilai 50, itu sebabnya SISANYA bisa dibagi-bagi kepada orang lain dan KARENA bagi-bagi kepada orang lain adalah perbuatan BAIK maka santo dan santa itu pun DAPAT ganjaran nila 100. Demikian seterusnya. Semakin banyak berbuat baik, santo dan santa itu semakin TINGGI nilainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s