Yesus Ke Neraka


Hari itu adalah hari Jumat. Saat itu sore menjelang malam. Begitu Yesus mati maka terjadilah gempa bumi dasyat yang menyebabkan bukit-bukit terbelah dan gua-gua kuburan terbuka. Aneh bin ajaib! Banyak mayat di dalam kuburan-kuburan terbuka itu pun bangkit. Sabat pun tiba. Pada hari Sabat orang Yahudi tidak melakukan apa pun, itu sebabnya mayat- mayat yang bangkit pun merayakan Sabat dalam kuburannya masing-masing. Sesudah kebangkitan Yesus, orang-orang kudus yang bangkit itu pun memasuki Yerusalem dan menampakkan diri kepada banyak orang. Itulah ajaran Teologi Reformed yang diajarkan sebagai ajaran Alkitab dari generasi ke generasi kepada jemaat. Benarkah Alkitab mengajarkan hal demikian? Mustahil!

Memberanikan diri bertanya, di  blognya yang berjudul “Gempa Bumi, Kuburan – kuburan Terbuka” Pdt. Budi Asali MDiv menulis:

Gempa bumi, kuburan-kuburan terbuka, dan orang-orang kudus bangkit

William Hendriksen: Gempa bumi, batu-batu karang terbelah, kuburan-kuburan terbuka. Terlihat adanya suatu hubungan yang sangat dekat di antara ketiga hal ini, yang kedua dan ketiga dari tanda-tanda yang disebutkan di sini mungkin disebabkan oleh yang pertama: ada gempa bumi, menyebabkan batu-batu karang terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka – hal 975.

Barnes’ Notes: ‘Dan kuburan-kuburan terbuka’. Di antara orang-orang Yahudi ‘kuburan’ biasanya dibuat dalam batu-batu karang yang pejal atau dalam gua-gua dari batu karang. Karena itu, terbelahnya batu-batu karang itu menyebabkan kuburan-kuburan itu terbuka.

Catatan: penjelasan ini penting, karena kalau saudara membayangkan kuburan seperti di sini pada jaman ini, saudara mungkin bertanya-tanya mengapa gerangan kuburan bisa terbuka kalau batu-batu karang terbelah. Tetapi dengan adanya pengertian tentang kuburan pada saat itu, semua menjadi jelas.

Ada bukti-bukti bahwa hal-hal ini memang terjadi

Barnes’ Notes: ‘Dan terjadilah gempa bumi’. … Tetapi mungkin ini merupakan suatu gangguan dari bumi yang bersifat mujijat, untuk menegaskan kebenaran bahwa si penderita adalah sang Mesias, Anak Allah, dan sebagai suatu pertunjukkan kemurkaan terhadap kejahatan-kejahatan mereka yang membunuhNya. Itu tidak terbatas di Yudea saja, tetapi terasa di negara-negara lain. Itu disebutkan oleh penulis-penulis Romawi. ‘Batu-batu karang terbelah’. … Batu-batu karang masih tetap terlihat di Bukit Kalvari yang terbelah seperti itu, yang dikatakan sebagai batu-batu karang yang digoncangkan/dibelah ketika sang Juruselamat mati.

Terbelahnya kuburan-kuburan, bangkitnya orang-orang kudus, keluarnya mereka dari kuburan-kuburan mereka, dan masuknya mereka ke Yerusalem ini, merupakan suatu bagian yang sukar, yang mengundang sangat banyak pro dan kontra.

Yang diperdebatkan adalah: kapan orang-orang kudus itu bangkit, kapan mereka keluar dari kubur dan kapan mereka masuk ke Yerusalem. Juga apakah mereka bangkit dengan tubuh biasa/lama (dan karena itu nanti akan mati lagi), atau juga mengalami perubahan menjadi tubuh kebangkitan (dan karena itu tidak akan mati lagi).

Bible Knowledge Commentary: IV memberi kesan bahwa orang-orang kudus ini dibangkitkan pada saat Yesus mati dan lalu masuk ke Yerusalem setelah kebangkitan Yesus. Sejumlah penafsir setuju dengan pandangan ini. Tetapi banyak orang-orang lain berkata bahwa karena Kristus adalah buah pertama/sulung dari orang mati (1Kor 15:23), kebangkitan-kebangkitan mereka tidak terjadi sampai Ia dibangkitkan. Dalam pandangan ini, ungkapan ‘setelah kebangkitan Yesus’ dihubungkan dengan kata-kata ‘dibangkitkan pada kehidupan dan keluar dari kuburan-kuburan’. Ini memungkinkan dalam bahasa Yunani, dan KJV dan NASB memberi kesan seperti itu. Jadi, kuburan-kuburan terbuka pada saat Kristus mati, mungkin oleh gempa bumi, dan dengan demikian memberitakan kemenangan Kristus dalam kematian atas dosa, tetapi tubuh-tubuh itu tidak dibangkitkan sampai Kristus dibangkitkan.

The Bible Exposition Commentary: New Testament: Kita tidak diberitahu siapa orang-orang kudus ini; mereka hanya orang-orang percaya yang telah mati. KJV memberikan kesan bahwa mereka tidak keluar dari kuburan-kuburan sampai setelah kebangkitanNya; NASB setuju dengan ini. Adalah sukar untuk percaya bahwa mereka diberikan kehidupan pada Jumat siang/sore tetapi tetap tinggal dalam kuburan-kuburan mereka sampai hari Minggu. NIV memberi kesan bahwa orang-orang kudus ini segera/langsung dibangkitkan dan keluar dari kuburan-kuburan mereka, tetapi bahwa mereka tidak mengunjungi Yerusalem sampai setelah Yesus dibangkitkan dari orang mati. Kecil kemungkinannya bahwa ada banyak orang-orang Yahudi berada di kuburan pada hari raya Paskah (Paskah Perjanjian Lama), karena mereka bisa dicemarkan oleh orang mati. Kebangkitan-kebangkitan ini bisa terjadi tanpa diketahui oleh siapapun pada saat itu.

Saat kebangkitan orang-orang kudus itu, dan dengan tubuh apa mereka bangkit

William Hendriksen menganggap (hal 976 dan footnote hal 975) bahwa terbelahnya kuburan dan bangkitnya banyak orang kudus itu terjadi pada saat kematian Kristus, juga keluarnya mereka dari kubur. Tetapi masuknya mereka ke Yerusalem/kota kudus, terjadi setelah Kristus bangkit. Ia juga beranggapan bahwa banyak orang kudus itu bangkit dengan tubuh kemuliaan. Lenski (hal 1130-1131) mempunyai pandangan yang sama dengan William Hendriksen.

Tetapi saya berpendapat bahwa ini bertentangan dengan ayat-ayat yang mengatakan bahwa Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati.

Mereka bangkit dengan tubuh lama, dan akan mati lagi

Bible Knowledge Commentary: Orang-orang ini kembali ke Yerusalem (kota kudus) di mana mereka dikenali oleh teman-teman dam keluarga. Seperti Lazarus (Yoh 11:43-44), anak Yairus (Luk 8:52-56), dan anak janda di Nain (Luk 7:13-15), mereka juga melewati kematian jasmani lagi. Atau beberapa orang mengatakan bahwa mereka bisa telah dibangkitkan dengan tubuh kemuliaan seperti tubuh kemuliaan Tuhan kita.

Calvin menganggap bahwa pada saat Kristus mati kuburan-kuburan itu hanya terbuka, tetapi orang-orang kudus itu baru bangkit, keluar dari kuburan-kuburan mereka, dan lalu masuk ke Yerusalem, setelah kebangkitan Kristus. Mereka bangkit dengan tubuh kebangkitan, dan karena itu tidak mati lagi.

Calvin: ‘Dan kuburan-kuburan terbuka’. Ini juga merupakan mujijat yang menyolok, dengan mana Allah menyatakan bahwa AnakNya masuk ke dalam penjara kematian, bukan untuk terus dikurung di sana, tetapi untuk membawa keluar semua yang ditawan. Karena persis pada saat di mana kelemahan yang hina dari daging ditunjukkan dalam pribadi Kristus, kekuatan/tenaga yang besar dan ilahi dari kematianNya menembus bahkan sampai ke neraka. Ini adalah alasan mengapa pada waktu Ia mau dikurung dalam kuburan, kuburan-kuburan yang lain terbuka olehNya. Tetapi merupakan sesuatu yang meragukan jika pembukaan kuburan-kuburan ini terjadi sebelum kebangkitanNya; karena, dalam pandangan saya, kebangkitan dari orang-orang kudus, yang disebutkan segera setelahnya, terjadi setelah kebangkitan Kristus. Tidak ada kemungkinan dalam dugaan dari beberapa penafsir bahwa, setelah menerima kehidupan dan nafas, mereka tetap tinggal 3 hari tersembunyi dalam kuburan mereka. Saya pikir lebih memungkinkan bahwa, pada saat Kristus mati, kuburan-kuburan segera terbuka: dan bahwa, pada waktu Ia bangkit, beberapa dari orang-orang saleh, mendapatkan kehidupan, keluar dari kuburan-kuburan mereka, dan terlihat di kota. Karena Kristus disebut sebagai yang sulung dari orang mati (Kol 1:18), dan buah pertama dari mereka yang bangkit (1Kor 15:20), karena oleh kematianNya Ia memulai, dan oleh kebangkitanNya Ia menyempurnakan/menyelesaikan, suatu kehidupan yang baru; bukan bahwa, pada saat Ia mati, orang-orang mati segera dibangkitkan, tetapi karena kematianNya merupakan sumber dan pemulaian kehidupan. Karena itu, alasan ini sepenuhnya dapat dipakai, karena pembukaan kuburan merupakan suatu pertanda dari suatu kehidupan yang baru, bahwa buah atau hasilnya terlihat tiga hari setelahnya, karena Kristus, dalam kebangkitanNya dari antara orang mati, membawa orang-orang lain bersamaNya keluar dari kuburan-kuburan mereka sebagai orang-orang yang menyertaiNya. Oleh tanda ini dibuat jelas bahwa Ia tidak mati ataupun bangkit kembali untuk diriNya sendiri, tetapi untuk mencurahkan minyak wangi kehidupan kepada semua orang percaya.

Kol 1:18 – “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu”.

1Kor 15:20-23 – “(20) Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. (21) Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. (22) Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. (23) Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milikNya pada waktu kedatanganNya”.

Calvin: Pertanyaan yang lain yang yang lebih sukar adalah, Apa yang terjadi dengan orang-orang kudus itu setelahnya? Karena akan terlihat menggelikan untuk menduga/menganggap bahwa setelah sekali diijinkan oleh Kristus untuk berpartisipasi dalam kehidupan yang baru, mereka kembali lagi pada debu. Tetapi sebagaimana pertanyaan ini tidak bisa dijawab dengan mudah dan cepat, demikian juga tidak perlu untuk membuat kita gelisah tentang suatu persoalan yang tidak perlu diketahui. Bahwa mereka terus hidup dengan orang-orang lain untuk waktu yang lama tidaklah mungkin; karena hanya dibutuhkan bahwa mereka terlihat untuk suatu jangka waktu yang pendek, supaya dalam diri mereka, seperti dalam suatu cermin atau persamaan, kuasa Kristus bisa terlihat dengan jelas. Karena Allah memaksudkan, oleh pribadi-pribadi mereka, untuk meneguhkan pengharapan dari kehidupan surgawi di antara mereka yang pada saat itu hidup, tidak ada yang menggelikan untuk mengatakan bahwa, setelah melakukan tugas ini, mereka beristirahat lagi dalam kuburan-kuburan mereka. Tetapi lebih memungkinkan bahwa kehidupan yang telah mereka terima tidaklah diambil dari mereka belakangan; karena jika itu merupakan suatu kehidupan yang bisa mati, itu bukanlah merupakan bukti dari suatu kebangkitan yang sempurna. Jadi, sekalipun seluruh dunia akan bangkit kembali, dan sekalipun Kristus akan membangkitkan orang-orang jahat pada penghakiman, maupun orang-orang percaya pada keselamatan, tetapi karena adalah khususnya untuk kepentingan Gereja bahwa Ia bangkit kembali, demikian juga adalah tepat bahwa Ia memberikan hanya kepada orang-orang kudus kehormatan yang menyolok untuk bangkit bersama dengan Dia.

Ada yang mengatakan bahwa orang-orang kudus yang bangkit ini merupakan buah dari kepergian Kristus ke HADES/dunia orang mati, sehingga menyebabkan orang-orang ini dibangkitkan. Tetapi pandangan ini jelas omong kosong, karena antara kematian dan kebangkitanNya, Kristus tidak turun kemana-mana! TubuhNya masuk ke kuburan, sedangkan roh/jiwa dari manusia Yesus naik ke surga sesuai dengan kata-kataNya kepada penjahat yang bertobat (Luk 23:43) dan kata-kataNya/doaNya kepada Bapa (Luk 23:46).

Lenski: Khususnya tak bisa kita terima adalah anggapan bahwa kebangkitan orang-orang kudus ini dihubungkan dengan turunnya Kristus ke dalam neraka. Sebagian/beberapa orang berpikir bahwa Ia turun ke sana pada saat kematianNya dan membebaskan orang-orang kudus di HADES (daerah/tempat orang mati); yang lain mengatakan bahwa Ia melakukan penurunan ini dan melakukan pembebasan pada saat kebangkitanNya – hal 1129.

Matius menghubungkan kematian Kristus dengan kebangkitan Kristus

Knox Chamblin: Jika ‘pembangkitan orang-orang kudus’ terjadi setelah kebangkitan Yesus, mengapa Matius mencatat peristiwa itu di sini dan bukannya dalam pasal 28? Penempatan oleh Matius meneguhkan bahwa ada hubungan yang paling dekat antara kematian dan kebangkitan Yesus. Di sini, bahkan sebelum penguburan Yesus, Matius sudah berbicara tentang suatu waktu ‘setelah kebangkitan Yesus’ (ay 53). KematianNya memastikan bahwa Ia akan dibangkitkan – hal 253,254.

Siapa orang-orang kudus ini?

Albert Barnes mengatakan sesuatu yang menurut saya masuk akal, yaitu bahwa orang-orang kudus yang bangkit itu, sekalipun tak bisa diketahui dengan pasti identitasnya, tetapi mungkin sekali mereka adalah orang-orang kudus yang baru mati, dan dikenal oleh orang-orang di Yerusalem, karena kalau mereka adalah orang-orang kudus jaman kuno, maka mereka tak akan dikenali dan semua ini menjadi tidak ada gunanya. Ia bahkan melanjutkan dengan mengatakan bahwa orang-orang kudus itu mungkin adalah orang-orang yang merupakan teman-teman Kristus dalam hidupNya.

Barnes’ Notes: Kuburan-kuburan terbuka oleh gempa bumi ini, tetapi orang-orang mati di dalam kuburan-kuburan itu tidak bangkit sampai setelah kebangkitanNya. ‘Dan banyak tubuh dari orang-orang kudus bangkit’. Tentu tidak diketahui siapa mereka, dan apa jadinya dengan mereka setelah itu. Adalah mungkin bahwa mereka adalah orang-orang yang baru mati, dan mereka kelihatannya telah dikenal di Yerusalem; setidaknya, seandainya orang-orang kudus kuno bangkit, mereka tak akan dikenali, dan tidak akan mendapatkan pengakuan begitu cepat seperti mereka yang baru mati.

Barnes’ Notes: Tidak dikatakan apapun tentang alasan mereka dibangkitkan. Bukannya tidak mungkin untuk menduga bahwa alasannya adalah, … untuk meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa Ia adalah sang Mesias. Mungkin beberapa yang telah menjadi teman-temanNya secara terbuka/terang-terangan, dibangkitkan pada saat itu sebagai suatu penegasan/peneguhan bahwa Ia yang mereka percayai adalah Kristus.

Arti dari kebangkitan orang-orang kudus Perjanjian Lama ini

Ini menunjukkan bahwa pada saat kematianNya Kristus menang atas kematian.

Seperti judul buku John Owen, ‘The death of death in the death of Christ’ (= Kematian dari kematian dalam kematian Kristus).

John Wesley: Dengan ini Allah menunjukkan bahwa Kristus telah mengalahkan kematian, dan akan membangkitkan semua orang-orang kudusNya pada saatnya.

Word Biblical Commentary: Dengan demikian keselamatan (kebangkitan) dibawa ke dalam hubungan penyebab yang terdekat dengan kematian Yesus. Kematian Yesus mematahkan kuasa dari kematian itu sendiri.

Pulpit Commentary: Pembukaan dari kuburan-kuburan. … Ini menunjukkan bahwa kuasa dari kematian dan kuburan ditaklukkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus.

Pulpit Commentary: Ia menang atas kematian di ‘tempat tengkorak’ – di mana piala dari kematian terletak. KeilahianNya dibuktikan, karena Ia memberikan kehidupan kepada tubuh-tubuh dari orang-orang kudus yang tertidur.

Manfaat kematian Kristus juga berlaku untuk orang-orang percaya yang sudah mati sebelum Kristus mati.

The Biblical Illustrator (New Testament):  ‘Kuburan-kuburan terbuka’, dst, Menunjukkan bahwa orang-orang mati dalam dosa dibangkitkan pada suatu kehidupan dari kebenaran; bahwa Kristus telah memenangkan suatu kemenangan atas kematian; bahwa orang-orang kudus dari jaman-jaman awal mempunyai suatu kepentingan dalam pekerjaan Kristus; bahwa di sana akan ada kebangkitan umum dari orang-orang mati.

William Hendriksen: Ini menunjukkan bahwa kematian dari sang Juruselamat dulu mempunyai, dan tetap mempunyai, arti bagi seluruh alam semesta – hal 975.

Matthew Henry: kita bisa belajar banyak pelajaran yang baik darinya. (1). bahwa bahkan mereka yang hidup dan mati sebelum kematian dan kebangkitan Kristus, mendapatkan manfaat yang menyelamatkan olehnya, seperti mereka yang telah hidup setelahnya.

Knox Chamblin: Sekarang setelah korban yang menebus dari Kristus diberikan, orang-orang kudus Perjanjian Lama (‘banyak orang-orang kudus’ dari ay 52) diselamatkan dari konsekwensi-konsekwensi dari dosa-dosa mereka dan mendapatkan hak pada kehidupan kebangkitan. Mereka bersandar pada pekerjaan Yesus sama banyaknya seperti orang-orang percaya belakangan (Ro 3:25-26) – hal 254.

Kita nanti juga akan dibangkitkan, seperti orang-orang kudus ini

Knox Chamblin: Secara lebih umum, janji untuk orang-orang percaya adalah bahwa oleh kuasa yang efektif dari kemenangan Kristus atas Dosa dan Maut, mereka yang mati dalam Dia pada kedatanganNya kembali akan dibangkitkan dari antara orang mati dan diberikan tubuh-tubuh seperti tubuhNya yang mulia sendiri (Fil 3:20-21; 1Kor 15). Mat 27:52-53 membayangkan peristiwa besar itu – hal 254.

William Hendriksen: tanda ini, juga, seperti tanda-tanda yang digambarkan dalam ayat 51,52a, mempunyai sifat nubuatan. Itu menunjukkan bahwa kematian Kristus menjamin kebangkitan yang mulia dari kita pada saat Kristus datang kembali – hal 976.

Calvin: Tetapi di sini suatu pertanyaan muncul. Mengapa Allah menentukan bahwa hanya beberapa orang bangkit, karena suatu partisipasi dalam kebangkitan Kristus merupakan hak yang merata bagi semua orang percaya? Saya menjawab: Karena waktunya belum tiba pada waktu seluruh tubuh dari Gereja dikumpulkan kepada Kepalanya, Ia menunjukkan/memamerkan dalam sedikit orang suatu contoh dari kehidupan yang baru yang seharusnya diharapkan oleh semua. … Tetapi supaya pikiran dari orang-orang percaya bisa dengan lebih cepat diangkat pada pengharapan, merupakan sesuatu yang menguntungkan/berguna bahwa kebangkitan, yang seharusnya bersifat umum bagi mereka semua, dirasakan/dicicipi oleh sedikit orang.

Kebangkitan orang-orang kudus ini memberikan bukti tentang kebangkitan Kristus kepada orang-orang di Yerusalem yang tidak melihat Kristus yang bangkit.

Pulpit Commentary: Itu merupakan suatu konfirmasi yang kuat tentang kebangkitan Kristus. Karena mereka yang keluar dari kuburan-kuburan setelah kebangkitanNya menampakkan diri kepada banyak orang kepada siapa Tuhan sendiri tidak menampakkan diri.

Bengcu Menggugat:

Mahasiswa teologi belajar dengan keyakinan bahwa yang diajarkan oleh dosen-dosen dan buku-buku teologinya adalah kebenaran (ajaran Alkitab) yang tidak perlu dipertanyakan lagi kebenarannya. Itu sebabnya yang mereka lakukan hanya berusaha memahami yang diajarkan. Walaupun mengajukan banyak pertanyaan namun semuanya diajukan untuk  mengerti yang dipelajarinya, bukan mempertanyakan kebenaran ajaran yang dipelajarinya. Sistem pendidikan demikian menghasilkan AHLI TAURAT dan FILSUF. AHLI TAURAT yang murah hati sekali memberi gelar SESAT kepada orang lain yang tidak sepaham dengannya. FILSUF yang pandai sekali menafsir ulang Alkitab agar sesuai dengan generasi ini. AHLI TAURAT menyebut filsuf LIBERAL sementara FILSUF memberi AHLI TAURAT gelar FUNDAMENTALIS.

Karena percaya yang dipelajari adalah kebenaran, maka ketika ada yang mempertanyakannya, sang ahli taurat pun dengan murah hati menyuruh orang itu bertobat sambil berjanji akan berdoa baginya. Sementara sang filsuf, dengan bijaksana menyuruh orang itu belajar menafsir ulang Alkitab agar sesuai dengan kebutuhan generasi ini. Handai taulanku sekalian, itulah gambaran para sarjana teologi Kristen generasi ini. Benar-benar mengenaskan! Itu sebabnya jarang ada sarjana teologi Kristen yang dihormati sebagai ilmuwan atau cendekiawan.

Budi Asali menyebut tulisan di atas kotbah Eksposisi. Eksposisi adalah terjemahan literal kata bahasa Inggris “exposition” yang berarti penjelasan terperinci. Benarkah Budi Asali memberi penjelasan terperinci? Terperinci dari hongkong? Tulisannya tidak lebih dari kutip sana kutip sini. Paling cocok disebut kotbah kusa-kusi (kutip sana kutip sini).

Yang dikutip oleh Budi Asali adalah papan gilesan (buku teologi tebal) yang ditulis oleh teolog-teolog Reformed masyhur. Walaupun masyhur bahkan mungkin gelarnya lebih panjang dari namanya, namun mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, yang diajarkannya benar-benar mengenaskan. Walaupun mengenaskan namun papan-papan gilesan itulah sumber pustaka para sarjana teologi di seluruh dunia. Garbage in garbages out! Sampah yang masuk, sampah-sampah yang keluar. Itu sebabnya ajaran Kristen generasi ini benar-benar payah.

Kitab-kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Pada tahun 2005 Alkitab sudah diterjemahkan ke dalam 2.400 bahasa. Bagaimana dengan kualitas terjemahannya? Entahlah! Gereja belum pernah melakukan audit atas Alkitab terjemahan yang ada di dunia ini. Saya belum pernah mendengar tentang lembaga maupun sarjana teologi yang pekerjaannya mengaudit keakuratan terjemahan Alkitab terjemahan. Dengan kondisi demikian, jemaat sama sekali tidak punya jaminan tentang kualitas alias keakuratan Alkitab terjemahan yang dimilikinya walaupun bisa menghibur diri bahwa para penerjemah Alkitab pasti orang-orang jujur yang ahli dalam bidangnya dan bekerja dengan penuh dedikasi. Alkitab adalah sumber pustaka dan standard kebenaran. Itu sebabnya, mustahil menjadikan Alkitab yang terjemahannya tidak akurat sebagai standard kebenaran. Bila melakukannya juga akan menyebabkan penyesatan.

Selain Alkitab bahasa Indonesia teolog-teolog Indonesia juga menggunakan Alkitab bahasa Inggris. Baik terjemahan Indonesia maupun Inggris, keduanya belum pernah diadit keakuratannya, itu sebabnya mustahil menjadi standard kebenaran. Alkitab bahasa asli adalah standard kebenaran. Apakah itu berarti, dalam generasi ini, penguasaan bahasa asli Alkitab adalah satu-satunya cara untuk bisa memahami ajaran Alkitab dengan benar? Tidak! Kenapa demikian? Karena ilmu pengetahuan dan teknologi dalam generasi ini memungkinkan seseorang yang tidak bisa bahasa asli Alkitab membaca Alkitab dalam bahasa aslinya. Memang dibutuhkan kerja lebih keras dan lebih cerdik seta lebih ulet dibandingkan dengan mereka yang menguasai bahasa asli Alkitab, namun hal itu dimungkinkan. Yang penting adalah anda tahu apa yang anda perlukan lalu mengusahakannya.

Mulai dari jam dua belas kegelapan (skotos) meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Matius 27:45

Diliputi kegelapan berarti seluruh aktifitas di sekitar salib berjalan dalam kegelapan. Namun, kenapa yang tercatat adalah kegiatan normal? Manusia saling melihat dan mengenali adalah bukti saat itu tidak gelap gulita. Carilah misteri kegelapan mulai dari jam dua belas sampai jam tiga. Adakah kegelapan yang bukan gelap gulita? Anda bisa membaca hasil penyelidikan tentang hal itu di dalam blog: Bengcu Mengungkap Misteri Kegelapan Saat Penyaliban Yesus.

Dan lihatlah, tabir Bait Suci (naos) terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa (seio) bumi (ge), dan bukit-bukit batu (petra) terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus (polis hagios) dan menampakkan diri kepada banyak orang. Matius 27:51-53

Secara naluri, manusia takut dengan gempa bumi dan hal itu masih berlangsung sampai generasi ini. Gempa bumi yang membuat bukit-bukit batu terbelah dan gua-gua kuburan terbuka pintu batunya mustahil gempa bumi lemah. Namun, Alkitab sama sekali tidak mencatat tentang kepanikan di antara masyarakat yang menyaksikan penyaliban Yesus. Kenapa demikian? Itulah misteri gempa bumi saat penyaliban Yesus yang harus dipecahkan.

Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah (seio) seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Matius 21:10

Maka terjadilah gempa bumi (seismos) yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Matius 28:2

Seismos adalah kata Yunani yang berarti gempa bumi. Kata Yunai seio artinya gempar. Kenapa para penerjemah Alkitab menerjemahkan GEMPAR sebagai GEMPA? Karena menurut mereka ayat tersebut tidak LOGIS. Itu sebabnya mereka menafsirkannya dengan LOGIS. Kenapa mereka menganggap ayat tersebut tidak logis? Sebab menurut mereka mustahil GEMPAR (seio) membuat bukit batu terbelah dan kuburan-kuburan terbuka. Itu sebabnya mereka pun menafsirkan gempar (seio) menjadi gempa bumi (seismo). Setelah tahu yang tertulis di dalam Matius Matius 27:51 adalah gempar, bukan gempa bumi, selanjutnya apa? Kejarlah rahasia bukit batu yang terbelah karena kegemparan penyaliban Yesus.

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini (petra) Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Matius 16:18

Bukit batu dalam Matius 27:51 diterjemahkan dari kata Yunani Petra. Di dalam Matius 16:18, Yesus menyebut dirinya Petra. Mati artinya terbelah jiwa dan raganya. Yesus mati artinya Yesus terbelah jiwa dan raga-Nya. Kata yang digunakan dalam Matius 27:51 adalah petrai yang artinya batu yang maha besar. Itulah cara Matius memastikan bahwa yang terbelah adalah Yesus, bukan bukit-bukit batu yang bertebaran di Yerusalem dan sekitarnya.

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”  Matius 3:16-17

Sebelum dibaptis, Yesus adalah Dikotomi yaitu: tubuh dan jiwa. Setelah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Yesus pun menjadi Trikotomi yaitu: tubuh, jiwa dan Roh Kudus. Apa yang terjadi ketika Yesus meninggal? Yesus adalah tabir bait suci (katapetasma naos). Ketika Yesus meninggal, tabir bait suci terbelah dari atas sampai bawah. Itu berarti tebelah secara tuntas. Itu berarti jiwa Yesus berpisah baik dengan tubuh-Nya maupun dengan Roh Kudus-Nya. Anda bisa mempelajari rahasia tabir bait suci yang terbelah dalam blog berjudul: Budi Asali Membual Karena Tabir Bait Allah Bukan Nabi.

lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Matius 27:60

Ketika Yesus mati, tubuh-Nya diturunkan dari salib lalu dibaringkan di kuburan Yusuf orang Arimatea. Bagaimana dengan jiwa-Nya dan Roh Kudus-Nya? Ke mana kedua-Nya pergi? Inilah yang tercatat di dalam Alkitab.

Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” Lukas 23:43

Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. 2 Korintus 12:2

Aku juga tahu tentang orang itu, –entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya— 2 Korintus 12:3

ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia. 2 Korintus 12:4

Yesus berjanji untuk bersama-sama di Firdaus (paradeisos) dengan salah satu penjahat yang disalib di sisi-Nya pada hari itu. Pada hari itu artinya pada saat Dia mati. Menurut Paulus, Firdaus ada di langit ketiga, bukan di dunia (erets), juga bukan di laut (yam), namun di sorga (shamaiym).

Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh (pneuma), 1 Petrus 3:18

dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh (pneuma) yang di dalam penjara (phulake) , 1 Petrus 3:19

yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 1 Petrus 3:20

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Yohanes 5:25

Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Yohanes 5:28-29

Menurut Petrus, setelah meninggal, Jiwa Yesus dibangkitkan lalu pergi ke penjara (phulake) di mana roh-roh yang hidup sebagai manusia pada zaman Nuh dikurung. Yesus ke sana untuk membawa berita alias memberitakan injil (kabar baik). Apa yang dicatat oleh Petrus itu adalah kegenapan dari nubuatan Yesus yang dicatat oleh Yohanes.

Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut   menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.Wahyu 20:13

Wahyu 20:13 mencatat tentang keberadaan dua tempat orang mati yaitu: Thalassa (Laut) dan Thanatos (alam maut) yaitu Hades (kerajaan maut). Penjara yang dikunjungi Yesus bukan Thalassa (Laut) namun Thanatos (alam maut) alias Hades (kerajaan maut). Alam maut alias kerajaan maut tidak ada di laut dan di sorga namun di dunia.

Kerabatku sekalian, saat mati, Yesus yang terbelah pun berada di tiga tempat yang berbeda. Tubuh-Nya dibaringkan dalam kuburan. Jiwa-Nya pergi memberitakan Injil kepada arwah-arwah di alam maut. Roh Kudus-Nya ke di firdaus seperti yang dikatakan-Nya kepada penjahat di samping salib-Nya.

Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.  Wahyu 21:2

Matius 27:51-53. Bait suci (naos), bukan bait Allah (hieron). Karena menafsirkan naos (bait suci) sebagai bait Allah (hieron) maka kesempatan untuk memahami ajaran Alkitab tentang tabir bait suci (naos) yang terbelah dari atas sampai ke bawah pun hilang. Teologi Reformed pun lalu mengajarkan dongeng nabi tabir bait Allah sebagai ajaran Alkitab. Mengenaskan!

Di dalam Perjanjian Lama, Yerusalem tidak pernah disebut kota kudus (iyr qodesh). Di Perjanjian Baru, Yerusalem tidak pernah disebut kota kudus (polis hagios). Yerusalem yang disebut kota kudus (Polis hagios) adalah Yerusalem baru yang ada di sorga, bukan di Israel. Karena menafsirkan polis hagios (kota kudus) sebagai Yerusalem maka hilanglah kesempatan untuk memahami ajaran Alkitab tentang kebangkitan orang-orang kudus yang lalu memasuki kota suci setelah kebangkitan Yesus. Teologi Reformed pun lalu mewariskan ajaran ngaco-belo yang dikutip oleh Pdt. Budi Asali tersebut di atas.

Itu sebabnya dikatakan, Alkitab harus dipahami dan tidak boleh ditafsirkan sebab Alkitab ditulis untuk dipahami, bukan ditafsirkan. Sekali Alkitab ditafsirkan maka hilanglah kesempatan untuk memahami firman Allah dan terjadilah penyesatan.

Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?” Wahyu 7:13

Maka kataku kepadanya: “Tuanku, tuan mengetahuinya.” Lalu ia berkata kepadaku: “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah  mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Wahyu 7:14

Siapakah orang-orang kudus yang bangkit pada hari kematian Yesus? Arwah-arwah yang hidup sebagai manusia pada zaman Nuh. Untuk apa mereka bangkit? Untuk mendengarkan kabar baik dari Yesus. Apa yang terjadi setelah kebangkitan Yesus? Mereka memasuki kota kudus alias kota suci alias Yerusalem baru alias sorga. Bukankah dikatakan bahwa mereka menampakan diri kepada banyak orang? Benar! Mereka menampakan diri kepada banyak orang. Yohanes mencatatnya dengan tegas dan gamblang di dalam kitab Wahyu. Bukankah dikatakan mereka bangkit dalam tubuh? Bukankah Yohanes melihat tubuh mereka dalam jubah putih? Bila tidak memiliki tubuh, mustahil memakai jubah putih, bukan?

Advertisements

39 thoughts on “Yesus Ke Neraka

  1. om, apakah thalassa (Laut) itu = Yam?? Berarti ada arwah yang ke Laut (Yam) dan yang ke thanatos ya?? Apakah yang ke thanatos itu cuma orang yang mati di saat air bah nuh saja?? Apakah yang di Laut belum bisa memasuki taman eden?? Makasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s