Sakramen Baptis Mustahil Ajaran Alkitab


Jemaat Kristen percaya bahwa perjamuan kudus dan baptis adalah sakramen. Sakramen adalah tanda-tanda dan meterai-meterai kudus dari perjanjian anugerah. Menurut caranya, baptis di kelompokkan menjadi tiga yaitu: Baptis Celup, Baptis Percik dan Baptis Genggam. Baptis Celup dan Baptis Percik menggunakan air itu sebabnya juga disebut Baptis Air. Baptis Genggam dilakukan dengan menggenggam bendera itu sebabnya disebut Baptis Panji alias Baptis Bendera. Penganut Baptis Celup (Celupis) umumnya sirik dengan penganut Baptis Percik (Percikis) dan Baptis Gengam (Genggamis). Mereka melampiaskan dengkinya dengan mengagul-agulkan Baptis Celup dan menuduh  yang lainnya Sesat. Penganut Baptis Percik (Percikis) umumnya tidak dengki pada Celupis (penganut Baptis Celup) namun sirik dengan para Genggamis. Mereka pun melampiaskan dengkinya dengan mengagul-agulkan Baptis Air dan menuduh baptis genggam sesat. Baptis dewasa adalah pembaptisan atas orang dewasa. Baptis anak adalah pembaptisan atas bayi dan anak-anak. Kaum Baptis adalah orang-orang Kristen yang mengagulkan-agulkan diri melakukan baptis dengan benar. Mereka mencelup dan menolak pembaptisan anak-anak.

Yesus Tidak Dicelup dan Filipus Tidak Mencelup

Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, Matius 3:16

Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Markus 1:10

Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. Kisah Para Rasul 8:38

Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. Kisah Para Rasul 8:39

Penganut Baptis Celup (Celupis) menggunakan kedua kisah tersebut di atas untuk mendukung doktrin Baptis Celup. Menurut Celupis, frasa “Keluar Dari Air” berarti sebelumnya ada di dalam air alias menyelam. Keluar dari air adalah bukti bahwa Yohanes membaptis Yesus dan Filipus membaptis sida-sida Etiopia dengan MENCELUPKAN yang dibaptisnya ke dalam air. Bila Celupis tidak membual, sehingga yang diajarkannya benar, bukankah seharusnya mereka mengajarkan bahwa cara baptis yang benar adalah: Pembaptis dan calon baptis sama-sama MENCELUP. Itu sebabnya Kisah Para Rasul 8:39 mencatat: Mereka keluar dari air. Mereka artinya Filipus dan sida-sida yang dibaptisnya. MEREKA artinya yang dicelup dan yang mencelup.

Filipus dan Sida-sida turun ke dalam air. Filipus membaptis dia. Mereka (filipus dan sida-sida keluar dari air). Bila tidak membual, bukan Celupis seharusnya mengajarkan cara baptis yang benar adalah: Filipus dan sida-sida terjun ke dalam air langsung menyelam. Di dalam air Filipus membaptis. Setelah baptis selesai, Filipus dan sida-sida langsung menerjang keluar dari air dan hinggap di tempat kering. Kenapa para Celupis tidak melakukan baptis dengan cara demikian? Kenapa mereka membaptis dengan cara begini? Pembaptis alias pencelup dan calon baptis alias tercelup turun ke dalam kolam. Itulah yang disebut dengan turun ke dalam air. Di dalam kolam, Pencelup lalu mencelupkan calon baptis. Itulah yang disebut membaptis. Setelah dicelup beberapa saat, tercelup pun NONGOL dari air. Itulah yang disebut selesai dibaptis. Pencelup dan tercelup lalu naik dari kolam. Itulah yang disebut keluar dari air.

Alkitab mencatat dengan gamblang bahwa Yesus tidak dicelup dan Filipus sama sekali tidak mencelup.

Baptizo Adalah Rhantizo

Para Celupis mengajarkan bahwa kata baptis diterjemahkan dari kata Yunani BAPTISMOS (kata benda) yang berasal dari kata BAPTIZO (kata kerja) yang berarti mencelup atau membenamkan.

Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan. Lukas 11:37

Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci (BAPTIZO) tangan-Nya sebelum makan. Lukas 11:38

Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh (ANIPTOS). Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan (NIPTO) lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; Markus 7:1-3

Lukas 11:38 dan Markus 7:3 berbicara tentang hal yang sama yaitu tradisi baptis tangan sebelum makan. Lukas menggunakan kata BAPTIZO dalam Lukas 11:38, sementara Markus menggunakan kata NIPTO dalam Markus 7:3 padahal keduanya mencatat hal yang sama. Baptizo (membaptis) tangan dilakukan dengan nipto (membasuh) tangan, bukan mencelupkan tangan ke air. Kenapa pembaptisan (baptisma) tangan tidak dilakukan dengan mencelupkan tangan ke dalam air? Membaptis tangan bukan mencuci tangan agar bersih namun menyucikannya dari najis. Bila anda mencelupkan tangan yang najis ke dalam air maka air itu pun menjadi najis. Bila mencelupkan tangan ke dalam air yang najis maka tangan anda pun menjadi najis. Itulah alasan baptis tangan dilakukan dengan percik atau tuang, bukan dengan mencelupkan tangan ke dalam air. Hal itu dilakukan agar najis tidak menjalar.

dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya (RHANTIZO). Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci (BAPTISMOS) cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Markus 7:4

Ketika pulang dari pasar, orang Farisi tidak membersihkan dirinya dari kotoran namun menyucikan tubuhnya yang bersih dari najis. Ketika hendak menggunakan perkakas, orang Yahudi tidak mencucinya agar bersih namun menyucikannya dari najis. Itulah yang disebut baptis (baptismos). Pembaptisan (baptisma) dilakukan dengan memercikkan (rhantizo) air ke tubuh dan perkakas.

Yesus dan murid-murid-Nya makan dengan tangan karena tangan mereka bersih. Orang-orang Farisi dan ahli taurat heran bukan karena Yesus dan murid-murid-Nya makan dengan tangan yang kotor namun dengan tangan yang belum disucikan dari najis alias belum dibaptis.

Tradisi Baptis Bangsa Yahudi

karena semuanya itu, di samping makanan minuman dan pelbagai macam pembasuhan (baptismos), hanyalah peraturan-peraturan untuk hidup insani, yang hanya berlaku sampai tibanya waktu pembaharuan. Ibrani 9:10

Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah, Ibrani Ibrani 9:13

Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki (rhantizo) kitab itu sendiri dan seluruh umat, Ibrani 9:19

sambil berkata: “Inilah darah perjanjian yang ditetapkan  Allah bagi kamu.” Ibrani 9:20

Dan juga kemah dan semua alat untuk ibadah dipercikinya (rhantizo) secara demikian dengan darah. Ibrani 9:21

Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. Ibrani 9:22

Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu. Ibrani 9:23

Ayat-ayat di atas mencatat tentang tradisi baptis (baptismos) bangsa Yahudi. Pembaptisan bukan mencuci untuk membersikan kotoran namun menyucikan dari najis. Pembaptisan dilakukan dengan memercik (rhantizo), bukan mencelup (dendruazo). Segala sesuatu ditahirkan dengan baptisan dengan cara rhantuzo alias dipercik, bukan dicelup.

Apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli taurat dengan tangannya sebelum makan? Baptismos! Bagaimana caranya? Memercik alias rhantizo alias mencurahkan air ke tangan. Apa yang dilakukan oleh orang Farisi dan ahli taurat serta bangsa Yahudi dengan perkakas mereka? Baptismos! Bagaimana caranya? Memercik alias rhantizo alias mencurahkan air ke tangan. Apa yang dilakukan oleh Yohanes kepada Yesus? Baptismos! Bagaimana caranya? Memercik alias rhantizo alias mencurahkan air ke atas-Nya. Apa yang dilakukan oleh Filipus kepada sida-sida dari Etiopia? Baptismos! Bagaimana caranya? Memercik alias rhantizo alias mencurahkan air ke atasnya. Apa yang terjadi bila Yohanes Pempabtis dan Filipus membaptis dengan mencelupkan Yesus dan sida-sida Etiopia ke dalam air? MELANGGAR hukum Taurat. Kenapa demikian? Karena Kitab Taurat dan para nabi mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa BAPTIZO dilakukan dengan RHANTIZO alias NIPTO alias PERCIK alias TUANG alias, bukan CELUP alias BENAM alias DENDRUAZO.

Baptis Genggam

Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. 1 Korintus 10:1  

Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut. 1 Korintus 10:2

Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Matius 3:11

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 1:5

Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” Kisah Para Rasul 19:4

Bala Keselamatan (Salvation Army) melakukan Baptis Genggam. Memegang bendera Bala Keselamatan lalu mengucapkan janji. Itulah yang disebut Baptis Genggam. Bala Keselamatan didirikan oleh William Boot (1829-1912). Ayat-ayat tersebut di atas adalah sebagian ayat-ayat yang digunakan untuk mendukung tradisi mereka. Baptis Air adalah baptis Yohanes. Baptis Roh Kudus adalah Baptis Yesus Kristus. Itu sebabnya Bala Keselamatan tidak melakukan baptis air sebab mereka percaya bahwa Baptis Yohanes sudah berlalu sejak Yesus membaptis dengan Roh Kudus. Itu sebabnya Baptis Genggam dilakukan dengan menggenggam bendera Bala Keselamatan sambil mengucapkan janji untuk menjadi Bala (tentara) Keselamatan yang melawan kejahatan.

Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis (baptizo) dalam nama Tuhan Yesus. Kisah Para Rasul 8:16

Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. Kisah Para Rasul 8:17

Bangsa Samaria dibaptis oleh Filipus dengan baptisan dalam nama Tuhan Yesus itu berarti mereka belum menerima baptis dalam nama Yesus Kristus. Ketika Petrus dan Yohanes membaptis orang-orang samaria dalam nama Yesus Kristus keduanya hanya menumpangkan tangan dan tidak menggunakan air sama sekali.

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis (baptizo) dalam nama Tuhan Yesus. Kisah Para Rasul 19:5

Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Kisah Para Rasul 19:6

Orang-orang Efesus yang ditemui Paulus dibaptis oleh Apolos dengan baptisan Yohanes. Mereka memberi dirinya untuk dibaptis dalam nama Yesus. Ketika Paulus membaptis mereka dalam nama Tuhan Yesus, dia hanya menumpangkan tangan atas mereka dan tidak menggunakan air sama sekali.

Apa yang dilakukan oleh Petrus atas orang Samaria dan dilakukan oleh Paulus atas orang Efesus adalah bukti bahwa baptis tidak harus dilakukan dengan air. Beberapa teolog Calvinis yang saya temui menyatakan bahwa kedua kisah tersebut tidak boleh dipahami secara hurufiah namun harus dipahami sesuai konteksnya. Mereka mengajarkan bahwa dalam kedua kisah tersebut, Petrus dan Paulus melakukan dua hal yang berbeda pada waktu yang berbeda yaitu: membaptis dengan air dan menumpangkan tangan. Lebih lanjut mereka bilang: Alkitab tidak mencatat proses pembaptisan air yang dilakukan oleh Petrus dan Paulus dengan detail namun mencatat kisah penumpangan tangan keduanya dengan lengkap. Kepada para teolog itu saya bertanya, “Karena pembaptisan dan penumpangan tangan adalah dua peristiwa yang berbeda, mungkinkah itu berarti ketika melakukan pembaptisan, Petrus dan Paulus menumpangkan dengkul ke jidat orang-orang yang dibaptisnya, itu sebabnya setelah pembaptisan, keduanya merasa perlu utuk menumpangkan tangan?”

Janis-Jenis Baptis

Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis (baptizo) dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Kisah Para Rasul 2:38

Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis (baptizo) dalam nama Tuhan Yesus. Kisah Para Rasul 8:16

Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. Kisah Para Rasul 8:17

“Bolehkah orang mencegah untuk membaptis (baptize) orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?” Kisah Para Rasul 10:47

Lalu ia menyuruh mereka dibaptis (baptize) dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka. Kisah Para Rasul 10:48

Pada hari Pentakosta Petrus mengajarkan tentang Baptisan dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosa agar menerima karunia Roh Kudus. Petrus menyimpulkan bahwa orang-orang Samaria baru menerima baptisan dalam nama Tuhan Yesus dan belum menerima baptisan dalam nama Yesus Kristus itu sebabnya mereka belum menerima Roh Kudus. Petrus pun membaptis orang-orang Samaria dengan Baptisan dalam nama Yesus Kristus tanpa menggunakan air. Dia hanya  menumpangkan tangan atas mereka. Walaupun belum dibaptis, baik dengan baptisan dalam nama Tuhan Yesus maupun baptisan dalam nama Yesus Kristus namun Cornelius dan handai taulannya telah menerima Roh Kudus itu sebabnya mereka berbahasa Roh. Setelah menerima karunia Roh Kudus alias menerima Roh Kudslah Cornelius dan kerabatnya dibaptis dalam nama nama Yesus Kristus.

Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan (baptisma) manakah kamu telah dibaptis (baptizo)?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.” Kisah Para Rasul 19:3

Kata Paulus: “Baptisan (baptisma) Yohanes adalah pembaptisan (baptizo) orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.” Kisah Para Rasul 19:4

Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis (baptizo) dalam nama Tuhan Yesus. Kisah Para Rasul 19:5

Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. Kisah Para Rasul 19:6

Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis (baptizo), tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. 1 Korintus 1:17

Orang-orang di Efesus sudah menerima Baptisan Yohanes. Paulus menyimpulkan bahwa Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat. Dia mengusulkan agar mereka menjalani baptis dalam nama Tuhan Yesus. Paulus melakukan pembaptisan dalam nama Yesus tanpa air. Orang-orang Efesus pun berbahasa Roh sebagai bukti bahwa mereka sudah menerima karunia Roh Kudus alias memiliki Roh Kudus alias Roh Kudus sudah dikaruniakan kepada mereka.

Apabila kesimpulan awal Petrus benar maka inilah urutan-urutannya:

  1. Bertobat
  2. Dibaptis dalam nama Tuhan Yesus
  3. Dibaptis dalam nama Yesus Kristus
  4. Mendapat Roh Kudus
  5. Mendapat karunia berbahasa Roh

Apabila kesimpulan awal Paulus benar maka inilah urutan-urutannya:

  1. Bertobat
  2. Dibaptis dalam nama Tuhan Yesus
  3. Mendapat Roh Kudus
  4. Mendapat karunia berbahasa Roh

Apabila kesimpulan Petrus dan Paulus benar maka inilah urut-urutannya:

  1. Bertobat
  2. Dibaptis dengan air
  3. Dibaptis dengan Roh Kudus
  4. Mendapat karunia berbahasa Roh

Namun kesimpulan Petrus salah itu sebabnya Cornelius dan kerabatnya berbahasa Roh walaupun belum dibaptis dengan air dan dibaptis dengan Roh Kudus. Kesimpulan Paulus juga salah, itu sebabnya dia tidak membaptis lagi.

Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.” Kisah Para Rasul 1:5

Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes 1:33

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Kisah Para Rasul 2:1

Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; Kisah Para Rasul 2:2

dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Kisah Para Rasul 2:3

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Kisah Para Rasul 2:4

Ayat-ayat di atas mengajarkan bahwa membaptis dengan Roh Kudus adalah hak dan kuasa Yesus yang tidak pernah dianugerahkan-Nya kepada manusia. Membaptis dengan air adalah hak dan kuasa Yohanes pembaptis yang tidak pernah dianugerahkan kepada manusia lainnya. Itu sebabnya Yohanes di sebut Yohanes Pembaptis. Itu sebabnya Cornelius dan kerabatnya berbahasa Roh walaupun belum dibaptis dengan air dan dibaptis dengan Roh Kudus oleh Petrus dan Yohanes. Itu sebabnya Paulus menyatakan bahwa dia hanya dipanggil untuk memberitakan Injil, bukan membaptis.

Bukankah orang-orang Samaria baru berbahasa Roh setelah Petrus menumpangkan tangan atas mereka? Bukankah orang-orang Efesus baru berbahasa Roh setelah Paulus menumpangkan tangan atas mereka? Bukankah penumpangan tangan Petrus dan Paulus adalah bukti bahwa keduanya berkuasa untuk membaptis dengan Roh Kudus? Bila memang demikian, itu berarti Yohanes Pembaptis dan Yesus membual ketika mengajarkan bahwa Yesus Kristuslah yang berkuasa untuk membaptis dan akan membaptis dengan Roh Kudus? Bukankah itu berarti Yesus Kristus membual ketika memberi amanat untuk membaptis DALAM nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus sebab yang terjadi kemudian adalah murid-murid-Nya membaptis DENGAN Roh Kudus? Membaptis dengan Roh Kudus adalah hak dan kuasa Yesus Kristus yang tidak pernah diwariskan kepada manusia.

Kenapa Petrus membaptis orang-orang Samaria dalam nama Yesus Kristus? Karena dia tidak beriman bahwa Roh Kudus SUDAH dianugerahkan kepada bangsa Samaria. Bahwa Yesus sudah membaptis bangsa Samaria dengan Roh Kudus. Kenapa Paulus menumpangkan tangan atas orang-orang Efesus? Karena dia tidak beriman bahwa Roh Kudus SUDAH dianugerahkan kepada bangsa Efesus Bahwa Yesus sudah membaptis bangsa Efesus dengan Roh Kudus.

Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman. 1 Korintus 14:22

Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus. Kisah Para Rasul 11:16

Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?” Kisah Para Rasul 11:17

Orang-orang Samaria berbahasa Roh untuk memberitahu Petrus dan Yohanes bahwa mereka sudah menerima baptisan Roh Kudus alias sudah dibaptis oleh Yesus Kristus dengan Roh Kudus. Cornelius dan kerabatnya berbahasa Roh untuk menunjukan kepada Petrus dan orang-orang bersunat yang ada bersamanya bahwa mereka sudah menerima baptisan Roh Kudus alias sudah dibaptis oleh Yesus Kristus dengan Roh Kudus. Itu sebabnya Paulus mengajarkan bahwa bahasa Roh adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman.

Baptis air bukan syarat untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus adalah hak dan kuasa Yesus Kristus yang tidak pernah dianugerahkan kepada manusia. Itu sebabnya mereka yang mengajarkan baptisan air adalah syarat untuk mendapatkan baptisan Roh Kudus dan mereka yang mengajarkan tentang karunia untuk membaptis dengan Roh Kudus adalah orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Oleh karena itu, bila kekeh jumekeh mengajarkan apa yang selama ini diajarkan setelah diberitahu kebenarannya, maka selanjutnya mereka adalah penyesat yang kekeh jumekeh menyesatkan jemaat walaupun sudah dinyatakan kesalahannya dan diajari hal yang benar. Mereka adalah orang-orang yang mencari pujian dengan mencuri kebajikan.

Kenapa Yesus Harus Mati?

Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis (baptizo) dengan baptisan (Baptisma) yang harus Kuterima?” Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis (baptizo) dengan baptisan (Baptisma) yang harus Kuterima. Markus 10:38-39

Aku harus menerima baptisan (Baptisma), dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung! Lukas 12:50

Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Lukas 1:32-33

Pada saat mengucapkan kalimat-kalimat tersebut di atas, Yesus sudah dibaptis dengan air oleh Yohanes Pembaptis dan dibaptis dengan Roh Kudus oleh Allah Bapa. Baptisan air dan baptisan Roh Kudus itulah yang menjadikan Yesus Sang Anak Manusia menjadi Tuhan Yesus Sang Anak Allah. Itu sebabnya, sejak saat itu, kepada orang-orang tertentu Roh Kudus memberi pencerahan sehingga mereka tahu bahwa Yesus yang mereka hadapi adalah Tuhan Yesus alias Kristus alias Yesus Kristus. Itu sebabnya setan-setan (daimonion) yang bertemu dengan-Nya takluk kepada-Nya dan menyapa-Nya Anak Allah Yang Mahatinggi. Itulah yang dinubuatkan oleh Gabriel kepada Maria. Yesus adalah Anak Manusia. Setelah tumbuh dewasa dan mendapat karunia Tuhan Allah Dia pun menjadi Anak Allah Yang Mahatinggi. Sebagai Yesus, Dia adalah Anak Manusia yang dilahirkan oleh perempuan, itu sebabnya Dia mengaku lebih kecil dibandingkan Yohanes Pembaptis yang adalah Malaikat Allah alias Utusan Allah. Namun setelah menjadi Yesus Kristus, Dia adalah yang TERKECIL di kerajaan Sorga itu sebabnya Yohanes menyatakan dirinya tidak layak bahkan untuk membuka tali kasut-Nya sekali pun.

Kenapa setelah dibaptis oleh Yohanes dan Allah Yang Mahatinggi, Tuhan Yesus alias Yesus Kristus menyatakan bahwa Dia masih harus dibaptis? Karena masih ada satu baptisan lagi yang belum diterima-Nya saat itu.Itulah Baptisan Maut alias KEMATIAN. Setelah bangkit dari kematian dan naik ke sorga, barulah Tuhan Yesus menjadi Tuhan Yesus Kristus. Pada saat itulah Dia memberi AMANAT AGUNG sebagai yang empunya kuasa di sorga dan di dunia.

Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian (diatheke) yang baru (kainos), supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama (protos). Ibrani 9:15

Sebab di mana ada wasiat (diatheke), di situ harus diberitahukan tentang kematian pembuat wasiat (diatithemai) itu. Ibrani 9:16

Karena suatu wasiat barulah sah, kalau pembuat wasiat (diatithemai) itu telah mati, sebab ia tidak berlaku, selama pembuat wasiat (diatithemai) itu masih hidup. Ibrani 9:17

Itulah sebabnya, maka perjanjian (diatheke) yang pertama tidak disahkan tanpa darah. Ibrani 9:18

Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran (antitupos) saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita. Ibrani 9:24

demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia. Ibrani 9:28

Handai taulanku sekalian, bacalah ayat-ayat tersebut di atas dengan seksama dan hati-hati. Bila perlu, bacalah seluruh perikop dengan lengkap. Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan ini: Siapakah pembuat Perjanjian  pertama? Apa isi Perjanjian Pertama? Di mana Perjanjian Pertama dibuat? Kapan Perjanjian Pertama dibuat? Siapakah pembuat Perjanjian Baru?  Apa isi Perjanjian Baru?  Di mana Perjanjian Baru dibuat? Kapan Perjanjian Baru dibuat? Siapakah pembuat wasiat? Apa isi Wasiat itu? Kepada siapakah wasiat ditujukan? Di mana dan kapan Wasiat itu dibuat? Apakah isi wasiat itu digenapi?

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Perjanjian Kejadian 2:16-17

maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya. Kejadian 6:6

Berfirmanlah TUHAN: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka.” Kejadian 6:7

Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu. Kejadian 8:20

Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Kejadian 8:21

Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam.” Kejadian 8:22

Yesus berkata: “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaian-Nya. Lukas 23:34

Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Roma 7:2

Kerabatku sekalian, Perjanjian Pertama dibuat oleh TUHAN Allah dan manusia (Adam) di taman Eden. Perjanjian itu tercatat di dalam Kejadian 2:16-17. Perjanjian Kedua dibuat oleh YHWH dengan diri-Nya sendiri setelah menerima korban bakaran dari Nuh.  Perjanjian kedua tercatat di dalam Kejadian 8:20-22. Wasiat dibuat di atas kayu salib oleh Yesus dan ditujukan kepada Bapa-Nya. Wasiat Yesus tercatat di dalam Lukas 23:34. Isi wasiat-Nya adalah untuk menggenapi Perjanjian Baru.

Itu sebabnya Dia disebut Imam Agung alias Perantara alias Tuhan alias Mahatuan alias El Shadday alias TUHAN Yang Mahakuasa alias Allah Yang Mahakuasa. Bila Dia MEMVONIS mati maka mereka yang divonis-Nya pun matilah. Bila Dia MENGAMPUNI maka mereka pun HARUS diampuni. Bila demikian, kenapa Dia harus mati? Karena Dialah yang empunya kuasa di sorga dan di dunia, itu sebabnya tidak ada kuasa yang berkuasa menentang kuasa-Nya bahkan kuasa-Nya pun tidak berkuasa untuk menyangkal kuasa-Nya. Benarkah demikian? Itulah yang terjadi.

Kerabatku sekalian, sejarah manusia membuktikan bahwa Dia tidak berkuasa untuk menyangkal kuasa-Nya sendiri. Setelah gagal dengan Nuh, Dia mencoba dengan Abraham. Dia lalu mencoba kembali dengan bangsa Israel. Bahkan Dia mencoba untuk melakukannya dengan Musa namun ditolak dan Musa membujuk-Nya untuk konsisten dengan perjanjian yang telah dibuat-Nya.

dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Kolose 1:20

Itu sebabnya Dia harus mati. Dia mati agar manusia bebas dari Perjanjian Pertama. Dia mati agar wasiat-Nya untuk menggenapi Perjanjian Baru diwujudkan oleh Bapa-Nya. Itu sebabnya sebelum mati Dia berwasiat kepada Bapa-Nya, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Bila tidak mati, Perjanjian Pertama mustahil batal. Bila tidak mati, Perjanjian Baru mustahil digenapi. Bila tidak mati, wasiatnya mustahil berlaku. Itu sebabnya Dia harus MATI. Dia harus mati karena itulah satu-satunya cara untuk menyelamatkan manusia. Dia adalah Mesias alias juruselamat. Dia mati menanggung dosa manusia. Dia tidak mati untuk menggantikan manusia menerima hukuman. Sebab Dia mati untuk membatalkan tuntutan atas manusia. Dia tidak menebus manusia dari siapa pun karena tak ada satu kuasa pun baik di dunia mau pun di sorga yang berkuasa merebut milik-Nya dari-Nya.

Perjanjian Baru mencatatnya dengan tegas dan gamblang namun aneh bin ajaib. Dari generasi ke generasi umat Kristen kehilangan pengetahuan demikian. Itulah RAHASIA KRISTUS yang tidak dipahami generasi sebelumnya. Untuk sebuah nama yang lebih baik, sebut saja SOTERIOLOGI SALIB. Kenapa Yesus HARUS MATI? Paulus menuliskannya dengan tegas dan gamblang dalam Kolose 1:20 yaitu:

UNTUK MEMPERDAMAIKAN SEGALA SESUATU DENGAN DIRI-NYA!

Baptis Bukan Sakramen

Baptisan merupakan suatu sakramen Perjanjian Baru yang ditetapkan oleh Yesus Kristus, bukan hanya supaya pihak yang dibaptis diterima secara sungguh-sungguh ke dalam gereja yang kelihatan tetapi juga baginya merupakan suatu tanda dan meterai dari perjanjian (covenant) anugerah, pencangkokkan dirinya ke dalam Kristus, kelahiran baru, pengampunan dosa dan penyerahan hidupnya kepada Allah melalui Yesus Krisus untuk berjalan di dalam hidup baru. Baptisan merupakan suatu sakramen yang oleh penetapan Kristus sendiri harus dilanjutkan di dalam gereja sampai akhir dunia. Pengakuan Iman Westminster – G.I Williamson – Momentum, hal 309

Baptisan menyatakan: 1. Keterhisapan ke dalam gereja yang tampak, 2. Anugerah dari perjanjian (covenant), 3. Kelahiran baru, 4. Penghapusan dosa, 5. Kewajiban akan ketatan baru. Pengakuan Iman Westminster – G.I Williamson – Momentum, hal 319

Teologi Reformed mengajarkan bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Tubuh adalah diri yang dialami secara indrawi. Makanya disebut  jasmani alias tubuh indrawi. Jiwa adalah diri yang tidak dialami secara indrawi. Itu sebabnya disebut tubuh rohani. Allah adalah Roh. Yesus Kristus adalah Roh. Roh Kudus adalah Roh. Oleh karena itu karya keselamatan manusia terjadi di alam rohani. Walaupun karya keselamatan terjadi di alam roh namun manusia hidup di alam wadag. Itu sebabnya Yesus memberikan sakramen kepada gereja. Sakramen adalah Sakramentum, kata Latin yang artinya menjadikan suci. Bagi Teologi Reformed, sakramen adalah yang indrawi dari yang rohani.  Sakramen adalah wujud dari rahkmat yang tidak kelihatan. Sakramen adalah sarana untuk ikut serta menikmati karya Roh Kudus di alam rohani secara indrawi. Teologi Reformed mengajarkan bahwa Yesus hanya memerintahkan untuk melakukan dua sakramen yaitu: perjamuan kudus dan baptis. Baptis adalah wujud indrawi karya Roh Kudus menyucikan manusia lalu menanamnya ke dalam Yesus. Yesus menjadi pokok dan manusia pun menjadi carang-Nya. Perjamuan Kudus adalah wujud indrawi karya Roh Kudus memberi jemaat makan tubuh Yesus yang adalah roti hidup. Doktrin sakramen perjamuan kudus adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Kita sudah membahasnya di dalam blog berjudul: “Bengcu Menggugat Karena Sakramen Perjamuan Kudus Adalah Penyembahan Berhala”

Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu. Lukas 22:20

Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” 1 Korintus 11:25

Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang. 1 Korintus 11:26

Perjanjian Baru sama sekali tidak dimeteraikan dengan cawan atau anggur yang ada di dalamnya namun dengan DARAH Yesus. Yang dimaksudkan dengan DARAH Yesus adalah HIDUP-Nya, bukan DARAH yang mengalir dari tubuh-Nya. Darah yang mengalir dari tubuh-Nya bukan tanda dari hidup-Nya namun kiasan alias gambar dan rupa dari hidup-Nya. Perjamuan kudus adalah CARA untuk memperingati kematian Yesus. Perjamuan kudus adalah GAMBAR dan RUPA alias KIASAN kematian Yesus. Ketika merayakan Perjamuan Kudus kita memberitakan kematian Yesus. Melalui Perjamuan Kudus kita mengenang kematian Yesus.

Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya (antitupos), yaitu baptisan (baptisma) — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. 1 Petrus 3:21-22

Petrus mengajarkan dengan tegas dan gamblang bahwa baptisan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen adalah KIASAN. Baptisan Kristen sama sekali tidak bertujuan untuk menyucikan manusia dari kenajisan sebagai syarat untuk dibaptis dengan Roh Kudus alias memperoleh Roh Kudus apalagi syarat untuk mendapatkan karunia DARI Roh Kudus. Baptisan adalah DOA untuk mendapatkan NURANI yang baik kepada Allah. Baptisan adalah KIASAN, bukan simbol. Baptisan bukan TANDA namun FOTO alias GAMBAR dan RUPA.

Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa,  karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan (Baptisma), dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kolose 2:11-12

Dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan. Baptisan yang dimaksudkan oleh Paulus dalam ayat di atas sama sekali bukan baptisan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen namun BAPTISAN AGUNG alias BAPTISAN MAUT alias KEMATIAN Yesus Kristus. Manusia tidak dibangkitkan pada saat dibaptis namun saat Yesus dibangkitkan dari antara orang mati oleh kuasa Allah. Baptis bukan tanda alias simbol perjanjian baru. Baptis bukan meterai perjanjian Baru.  Meterai Perjanjian Baru adalah Darah alias Hidup Yesus. Bukan darah-Nya yang tertumpah di Golgota yang sudah mengering dan membusuk menjadi tanah namun hidup-Nya yang dibangkitkan oleh kuasa Allah. Baptis bukan CARA untuk menikmati perjanjian Anugerah. Baptis bukan cara untuk menanggapi perjanjian anugerah. Baptis bukan cara untuk mensahkan perjanjian anugerah. Baptis bukan cara untuk menyucikan diri dari najis. Baptis bukan cara untuk mentahirkan diri. Baptis bukan cara untuk mendapatkan Roh Kudus. Baptis bukan cara untuk mendapatkan karunia dari Roh Kudus. Baptis HANYA cara untuk memperingati kebangkitan Yesus. Baptis adalah GAMBAR dan RUPA alias KIASAN kebangkitan Yesus. Ketika melakukan baptis kita memberitakan kebangkitan Yesus. Melalui Baptis kita mengenang kebangkitan Yesus.

Membaptis Dalam Nama Bapa Dan Anak Dan Roh Kudus

Bagaimana cara membaptis dengan benar? Caranya harus LAYAK! Walaupun mencatat cara baptis yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dan para rasul namun Alkitab sama sekali tidak mencatat ketetapan bahwa baptis harus dilakukan dengan cara demikian. Cara boleh berbeda namun harus tetap layak. Itulah ajarannya. Yang penting bukan caranya namun ajarannya dan tujuannya. Yohanes membaptis dengan air namun Yesus Kristus sama sekali tidak mengajarkan untuk membaptis dengan air. Ketika Petrus membaptis orang-orang Samaria dalam nama Yesus Kristus, dia sama sekali tidak menggunakan air. Ketika Paulus membaptis orang-orang Efesus dalam nama Tuhan Yesus, dia juga tidak menggunakan air. Bukankah itu berarti baptis boleh dilakukan dengan air mau pun tanpa air?

Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam DENGAN (en) nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, Yohanes 10:25

Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam DENGAN (en) nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Yohanes 17:12

Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah (baptizo) mereka dalam (eis) nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:18-20

Kata Yunani EN dalam Yohanes 10:25 dan Yohanes 17:12 seharusnya diterjemahkan sebagai DENGAN, bukan DALAM. Kenapa demikian? Karena NAMA Bapa telah diberikan kepada Yesus itu sebabnya Dia melakukan segala pekerjaan-Nya DENGAN nama Bapa. Ketika hendak naik ke sorga, Yesus Kristus memberi amanat untuk membaptis DALAM nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dia sama sekali tidak memberi amanat untuk membaptis DENGAN nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. “Membaptis DALAM nama” berbeda dengan “membaptis DENGAN nama”. Orang Kristen mustahil membaptis DENGAN nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus karena ketiga nama itu tidak pernah diberikan kepada manusia. Yesus Kristus juga sama sekali tidak memberi amanat untuk membaptis dengan mengucapkan, “Aku membaptis engkau dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.”

Alkitab mencatat, setelah Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, Petrus membaptis dalam nama Yesus Kristus sementara Filipus dan Paulus membaptis dalam nama Tuhan Yesus. Akan tetapi Alkitab tidak mengajarkan bahwa ketika membaptis dalam nama Yesus Kristus, Petrus berkata, “Aku membaptis engkau dalam nama Yesus Kristus.” Alkitab juga tidak mencatat bahwa ketika membaptis dalam nama Tuhan Yesus, Filipus dan Paulus berkata, “Aku membaptis engkau dalam nama Tuhan Yesus.”

Membaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus berarti orang yang membaptis ada di dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan pembaptisan itu dilakukan dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Membaptis dalam nama Tuhan Yesus berarti orang yang membaptis ada di dalam nama Tuhan Yesus dan pembaptisan itu dilakukan dalam nama Tuhan Yesus. Membaptis dalam nama Yesus Kristus berarti orang yang membaptis ada di dalam nama Yesus Kristus dan pembaptisan itu dilakukan dalam nama Yesus Kristus. Kenapa para rasul tidak membaptis dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus? Kenapa para rasul tidak membaptis dalam nama Roh Kudus? Karena Roh Kudus ada bersama kita di dunia bahkan satu daging dengan manusia. Itu sebabnya manusia yang semula dikotomi yaitu: Tubuh dan jiwa, pun menjadi trikotomi yaitu: Tubuh dan jiwa serta Roh (Kudus). Ketika seseorang membaptis, Roh Kudus yang ada di dalam dirinya pun membaptis. Itu sebabnya orang Kristen tidak membaptis dalam nama Roh Kudus sebab yang dimiliki oleh Kristen bukan nama Roh Kudus namun Roh Kudus itu sendiri.

Tuhan Yesus adalah Yesus Kristus. Yesus adalah Tuhan sedangkan Kristus adalah Allah. Yesus adalah Anak sedangkan Kristus adalah Bapa-Nya. Itu sebabnya Petrus membaptis dalam nama Yesus Kristus sementara Paulus serta Filipus membaptis dalam nama Tuhan Yesus. Membaptis dalam nama Tuhan Yesus atau dalam nama Yesus Kristus sama dengan membaptis dalam nama Bapa dan Anak. Tuhan Yesus alias Yesus Kristus alias Bapa dan Anak ada di sorga. Yang kita tidak memiliki nama-Nya namun ada di dalam nama-Nya. Itu sebabnya kita tidak membaptis dengan nama-Nya namun membaptis dalam nama-Nya.

Baptis Anak

Teologi Reformed mengajarkan bahwa orang Kristen hidup dalam Perjanjian Baru. Perjanjian Baru juga disebut Perjanjian Anugerah. Perjanjian Anugerah artinya: Karena Allah sudah memilih sebagian manusia untuk diselamatkan maka manusia pilihan pun bertanggung jawab hidup sebagai orang pilihan. Baptis adalah tanda yang kelihatan bahwa seseorang ada di dalam perjanjian anugerah. Baptis juga adalah meterai bahwa seseorang memiliki perjanjian anugerah yang sah.

Pada hakekatnya baptis anak alias bayi dilakukan dengan tujuan agar anak itu memiliki perjanjian anugerah yang sah dan memiliki tanda bahwa dia ada di dalam perjanjian anugerah. Dengan demikian dia segera dapat menikmati perjanjian anugerah. Walaupun menyangkalnya namun faktanya adalah para orang tua membaptiskan anaknya untuk memastikannya masuk sorga walaupun mati muda. Di samping itu mereka berharap baptisan akan membuat anaknya tumbuh menjadi orang saleh karena sejak bayi sudah hidup dalam perjanjian anugerah.

Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya (antitupos), yaitu baptisan (baptisma) — maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah — oleh kebangkitan Yesus Kristus, yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. 1 Petrus 3:21-22

Membaptis bayi dengan pemikiran demikian tentu saja sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab sebab baptis HANYA cara untuk mengenang kebangkitan Yesus Kristus dan memberitakan kebangkitan Yesus Kristus. Bila demikian, bolehkah orang Kristen membaptis anaknya? Boleh! Bila demikian, apakah orang Kristen HARUS membaptis anaknya sejak kecil? Harus! Kenapa demikian? Karena membaptis bayi adalah adalah kiasan, bukan untuk menyucikannya dari najis namun untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah baginya.

NB.
blog ini khusus ditulis untuk seorang pencari kebenaran, Andy Wicaksono

114 thoughts on “Sakramen Baptis Mustahil Ajaran Alkitab

  1. wah …janganlah begitu saudaraku jgnlah mengajar salah.artikel saudara sendiri menulis baptizo(kata kerja) antinya mencelup atau membenamkan.benar sekali artikel saudara.tapi kenapa saudaraku katakan membasu beda dong mencelupkan berarti memasukan kedalam air atau membenamkan kedalam air.kalau membasu hanya mencuci seperti basu tangan dan kaki atau bahasa jawa bazu ..no.janganlah memmutar balikkan fakta spy orang tidak sesat.dari bhs yunani ke bhs inggris babtized yaitu mencelupkan kedalam air,.bhs melayu permandian artinya dimandikan kedalam air.karena itu pilipus membaptis sida-sida barena banyak air mereka turun dan setelah selesai baptis mereka keluar dari air Yesus pun di sungai Yordan.Yonahes membaptis di ainon karena byk air disana.kalau metode baptis seperti saudara ungkapkan,ngaperlu ke sungai atau cari byk air.Tolong hal ini kebenaran jangan menyangkal kebenaran hanya dengan alasan posisi dogmatika saudara.mari kita semua kembali pd kebenaran jgn memutarkan fakta dgn mencari-cari sudut kelemahan.Alkitab penuntun hidup berkelimpahan oleh gandum mas menterjemakan membaptis kedalam air.anak-anak ketika datang pada Yesus Yesus tdk menyeruh mereka dibaptis tetapi Yesus memeluk mereka dan memberkati tdk pakai air atau minyak kok saudara sangat yakin dgn berkata 100 %.Karena itu Yesaya mengatakan kepada siapakah dia ini mau mengajarkan pengetahuan dan kepada siapa menjelaskan nubuat-nubuat,?seolah-olah pd anak yg baru disapih,dan baru cerai susu,.karena babtisan Yohanes adalah tanda pertobatan tentu pd orang dewasa.saya berdoa kita semua tdk mempertahankan kebenaran kita sendiri dan ingat Petrus tlh menulis guru-guru palsu telah memasukan ajaran-ajaran sesat yg membinasakan.II Petrus 2:1.mari kita sadar dan kembali pada kebenaran hakiki amin

  2. Coba perhatikan ayat ayat ini:

    Yoh 1:19-25
    Dalam peristiwa diatas orang orang Lewi menanyakan kepada Yohanes Pembaptis “Apakah engakau Elia?”. Orang orang Lewi sempat bingung ketika melihat cara Yohanes Pembaptis membaptiskan orang orang. Mereka teringat akan cara yang dipakai oleh Elia ketika di gunung Karmel untuk meminta hujan. Pada saat itu Elia menuangkan air ke atas korban bakaran. Dan hal yang sama dilakukan oleh Yohanes Pembaptis dalam membaptiskan orang orang (melalui penuangan air di atas kepala / percik). Dalam ayat 20 Yohanes pembaptis juga menyatakan bahwa dirinya bukan Kristus/Mesias. Hal ini dikatakan Yohanes pembaptis untuk menghidari kesalahpaham dari orang Yahudi yang pada saat itu sedang menantikan datangnya Mesias. Kedatangan Mesias di tandai dengan beberapa hal, salah satu tandanya adalah pencurahan air jernih – lihat Yehezkiel 36:24-28 Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.Jelas bahwa Yohanes pembaptis membaptiskan orang-orang dengan cara mencurahkan air.

    Mat 3:11, Mk1:8, Yoh 1:26, 31, 33
    Alkitab dengan jelas menyebutkan bahwa Yohanes Pembaptis membaptis dengan (with) air bukan dalam (under) air. Ayat ayat ini jelas jelas menunjukan Yohanes Pembaptis membaptis bukan dengan cara selam akan tetapi cara percik.

    Markus 1:10 (dan Matius 3:16), kedua ayat ini sering digunakan oleh para penganut baptis selam untuk membuktikan bahwa Yesus di Baptis Selam. Dalam kedua ayat tersebut dikatakan bahwa Yesus keluar dari air dan atas dasar inilah para penganut baptis selam yakin bahwa Yesus dibaptis dengan cara selam. Kalau kita perhatikan kembali kedua ayat tersebut dengan lebih teliti maka kita akan sadar bahwa kedua ayat tersebut tidak sama sekali menerangkan bagaimana cara Yesus di Baptis, kedua ayat tersebut hanya menyatakan kalau Yesus itu keluar dari air dan tidak menyatakan Yesus muncul/menyembul dari dalam air. Ayat ini hanya membuktikan kalau Yesus masuk ke air dan kemudian keluar dari air. Para pengaut baptisan selam menginterpretasikan ayat tersebut sebagai berikut – Yesus masuk air, lalu diselamkan dan kemudian keluar dari air (Sama dengan apa yang terjadi dalam kisah di Yosua 3:15 – kata baptein digunakann dalam konteks ini namun kaki para pengangut tabuh tidak basah karena diam di tempat kering). Padahal ayat tersebut juga bisa saja di artikan Yesus menginjakan kakinya ke air dan dibaptis (dengan dipercik) dan kemudian keluar dari air. Jadi ayat ini tidak sama sekali membutikan kalau Yesus di Baptis Selam. Hal yang sama juga terjadi dalam peristiwa baptisan Sida2 Ethopia. Kira kira berapa kemungkinannya kita bisa menemukan air/kolam yang cukup besar untuk menyelamkan orang di tengah gurun pasir – walaupun ada beberapa oasis yang mempunyai air yang banyak akan tetapi apakah kolamnya cukup besar untuk menyelamkan seseorang (tentunya orang akan membatasi besarnya/luasnya kolam untuk mengurangi penguapan air yang sangat berharga di daerah tersebut). Dalam Kisah 8, dimana diceritakan tentang Sida-sida Ethopia, para penganut baptis selam menekankan pengunaan kata kata turun kedalam air dan keluar dari air untuk membuktikan bahwa baptisan sida-sida Ethopia dilakukan dengan cara selam, namun mereka lupa bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa “keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, …… Dan setelah mereka keluar dari air…..” Tentunya para penganut baptis selam percaya bahwa Filipus tidak diselamkan walaupun dia turun ke dalam air dan keluar dari air.

    Yoh3:23-26
    Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis. Akan tetapi Yohanespun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis, sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara. Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian. Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: “Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya.” Kita bisa lihat dalam ayat tersebut di atas terjadi perselisihan diantara murid-murid Yohanes dengan orang Yahudi mengenai penyucian. Dalam pemikiran orang Yahudi, Yohanes pembaptis melakukan ritual penyucian, mengapa hal ini bisa terjadi? Kemungkina paling besar dikarenakan baik upacara penyucian orang Yahudi maupun baptisan Yohanes keduanya dilakukan dengan cara menuangkan/memercikan.
    Mat 3:16, Mk 1:10, Lk 3:22, Yoh 32
    Ayat diatas dengan jelas, mejelaskan peristiwa dimana Yesus menerima Roh Kudus (dibaptis dengan Roh kudus oleh Bapa). Dalam peristiwa ini Yesus tidak diselamkan kedalam Roh Kudus akan tetapi Roh Kudus di curahkan ke atas kepala Yesus. Demikian juga baptisan air harus dilakukan. Bahkan para penganut paham baptis selam pun setuju bahwa Yesus di baptis dengan Roh Kudus dengan cara Roh Kudus turun keatasnya (dicurahkan/pouring), bagaimana mungkin para penganut baptis selam mejelaskan hal ini (dalam satu pihak mereka berkeras bahwa baptisan harus dengan cara selam namun dalam hal baptisan dengan Roh Kudus metode yang di gunakan adalah dicurahkan)
    Luk 11:38 atau Markus 7:4-8
    Dalam ayat ini kata Baptiso dalam Alkitab asli berbahasa Yunani diterjemahkan menjadi mencuci tangan. Pada jaman Yesus, kebiasan mencuci tangan adalah dengan cara menuangkan air ke atas tangan (Dalam markus 7:4 dan 8, terlihat lebih jelas cara mencuci berdasarkan warisan nenek moyang/adat istiadat – dalam perjanjian lama cara menyucikan peralatan dalam bait Allah adalah dengan memercikan air). Dari ayat ini pula dapat disimpulkan bahwa arti Baptis lebih cocok diartikan sebagai menuangkan air daripada menyelamkan. Dalam ayat ini jelaslah bahwa kata Baptiso tidak diterjemahkan sebagai baptis selam (Full Immersion – dimana semua badan harus di taruh di dalam air).
    Kisah 10: 47
    Ayat diatas menujuk kepada kisah pembaptisan Kornelius. Dalam terjemahan Ingrissnya (English Standard Version) dikatakan sbb:
    Can anyone withhold water for baptizing these people, who have received the Holy Spirit just as we have? Pehatikan dengan sesakma, di ayat tersebut dikatakan dengan jelas bahwa yang ditahan (withhold) adalah air dan bukan orangnya (Kornelius). Hal ini hanya bisa dijelaskan kalau baptisan itu dilakukan dengan percik dimana air yang dibawa ke orang yang akan dibaptis dapat ditahan (tidak diberikan). Bilamana baptisan yang dilakukan adalah baptisan selam maka yang ditahan adalah orangnya (untuk tidak masuk air) dan Paulus akan berkata “Can anyone withhold these people from water to be baptized?”
    Kepala Penjara – Kis 16:19-40
    Ayat diatas mencertikan bagaimana kepala penjara di Filipi dan keluarganya di baptis. Bagaimanakah cara Paulus membaptis? Apakah Paulus ketika itu keluar dengan kepala penjara dan keluarganya untuk mencari kolam atau sungai sehingga mereka bisa dibaptiskan dengan cara selam? Paulus adalah seorang warga Roma dan mempunyai harga diri yang tinggi, dalam ayat 37, jelas jelas Paulus menolak di keluarkan secara diam diam (Paulus meminta pembesar pembesar kota untuk datang kepada Paulus untuk meminta maaf). Dengan harga diri yang tiggi tentunya Paulus tidak akan secara diam diam keluar hanya untuk membaptiskan kepala penjara dan keluarganya. Apakah dalam penjara ada suatu kolam yang cukup besar untuk menampung Paulus dan kepala penjara untuk dibaptis? kemungkinan besar tidak ada (tertutama mengingat lokasi tersebut adalah penjara bukan rumah orang kaya). Cara satu satunya untuk membaptiskan adalah dengan cara menuangkan/memercikan air ke kepala mereka.
    I Kor 10:1-2 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut
    Ayat diatas menerangkan tentang baptisan yang dialami oleh bangsa Israel sewaktu keluar dari Mesir menuju Kanaan. Allah memberikan tiang awan pada siang hari kepada bangsa Israel sebagai penunjuk jalan, tidak pernah sekali kali awan tersebut melingkupi bangsa Israel atau dengan kata lain bangsa Israel tidak pernah menyelam dalam awan. Demikian juga dengan baptisan di dalam laut, ketika laut Merah terbelah bangsa Israel berjalan diatas tanah kering diantara dua dinding air, pada saat itu paling paling bangsa Israel terkena percikan dari air laut. Tidak pernah sekali kali bangsa Israel di tenggelamkan di dalam laut, mahalan orang orang mesir yang di tenggelampakn di dalam laut. Ayat ini membuktikan bahwa kata baptisan bukan berarti diselamkan.
    Di dalam 1 Pet 3:20-22 kita juga melihat bahwa kiasan baptisan yang dimaksud tentunya adalah hujan yang turun ke atas bahtera, dan hanya orang orang yang tidak diselamatkan yang tertutup air (tottaly immersed).
    Dalam Ibrani 9:10-22, kata pembasuhan (punyucian) berasal dari kata Yunani Baptisimo, akan tetapi kita ketahui bahwa ayat ini merujuk kepada ritual penyucian dalam perjanjian lama (dengan cara memercikan). Bahkan dalam ayat 13 dan 14, jelas terlihat perbandingan antara penyucian orang najis (unclean) dan penebusan dosa melalui darah Yesus.
    Bukti sejarah pun menunujukan/mencatat bahwa para bapa gereja sejak abad kedua melaksanakan baptisan dengan cara baptisan percik.
    1 Petrus 1:2, yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.

    • Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Yehezkiel 36:25

      Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Yohanes 1:33

      Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam DENGAN nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, Matius 28:19

      Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia. 1 Korintus 1:17

      @Alex, ayat-ayat yang kamu kutip itu benar demikian pula penjelasannya. Yahanes pembaptis membaptis dengan AIR jernih seperti yagn dinubuatkan oleh yehezkiel 36:25. Yesus membaptis DENGAN Roh Kudus seperti yang diajarkan oleh Roh kepada Yohanes pembaptis. Orang Kristen seharusnya membaptis dengan NAMA Bapa dan Anak dan Roh Kudus seperti yang DIAMANATKAN oleh Yesus.

      Yesus TIDAK membaptis dengan AIR karena Dia mengemban amanat untuk MEMBAPTIS dengan Roh Kudus. SEharusnya orang Kristen tidak MEMBAPTIS dengan AIR dan Roh Kudus karena MENGEMBAN amanat untuk membaptis dengan NAMA Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Itu sebabnya SETELAH memahaminya Paulus TIDAK membaptis lagi dengan AIR sebab menurutnya dia TIDAK dipanggil untuk MEMBAPTIS.

      BAPTIZO artinya MEMBILAS dengan AIR.

      Menurut saya silahkan saja kalau mau DIABPTIS dengan percik atau DICELUP atau DISEMPROT atau TANPA air karena AMANAT yang diemban oleh ornag Kristen adalah MEMBAPTIS dengan NAMA Bapa dan Anak dan Roh Kudus atau MEMBAPTIS KE DALAM Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan Paulus melaksanakan amanat tersebut HANYA dengan MEMBERITAKAN Injil alias menjadikan semua BANGSA murid Yesus. Keharusan MEMBAPTIS dengan CELUP bukan AJARAN Alkitab alias TAHYUL belaka.

  3. Kalau boleh saya ada sedikit comment, mungkin permasalahannya terletak pada definisi kata Sakramen, Karenan definisi sakramen itu berbeda beda (walaupun akar katanya sama – namun penggunaannya berbeda beda). Ada denominasi yang mendeinisikan sakarmen sebagai ” Rite instituted by God” sehingga dalam hal ini Baptisan bisa termasuk sebagai sakramen.

    • @Alex, pengetahuan Alkitab elu SAKTI juga ya? ha ha ha ha …. GKI Cicurug ma memang PENUH kejutan oi. Ha ha ha ha ha …. Sebagian orang Kristen menganggap BAPTIS adalah salah SATU Syarat untuk MASUK sorga. Sebagian BESAR pengkotbah alam Roh menjadikannya ALAT untuk MENCARI duit karena sehabis BAPTIS, persembahannya GEDE. ha ha ha ha ….

      • Benar banyak orang yang mengajarkan Teologi Kemakmuran dll……… Mungkin ini saatnya para jemaat GKI untuk berhenti makan “bubur” melulu tapi coba makan makanan yang keras (termasuk pendetanya mau berkhotbah dengan lebih dalam). Ngomong ngomong ke gereja mana nich sekarang, masih suka ke GKI Samanhudi atau ke GRII di Kemayoran…

        • @Alex, ke GRII Kemayoran masin sering. KE GKI Samanhudi udah jarang, macet pisan. Seringnya ke gereja dekat-dekat rumah aja. ujilah segala sesuatu dan peganglah yagn BAIK. Gerakan demikian yang harus kita lakukan dengan GKI dan semua gereja yang lainnya.

  4. Untuk memahami dan mengerti akan isi dari Alkitan maka sebaiknya kita Berdoa dan minta hikmat dari Tuhan, agar setelah baca kita dapat pengertian dan pemahaman, kalo perlu puasa dulu dehh…. Dan kalo mau ngerti tentang isi Alkitab lebih detail lagi disamping baca yang udah di translate baca juga yang aslinya. Biar gakk salah paham.😉 Baptis yang di ajarkan alkitab Adalah Baptis Selam atau masuk kedalam air.

    • Ach kata siapa Alkitab mengajarkan Baptisan dengan cara selam. Coba perhatikan ayat dalam Kisah 10: 47.
      Ayat diatas menujuk kepada kisah pembaptisan Kornelius. Dalam terjemahan Ingrissnya (English Standard Version) dikatakan sbb:
      Can anyone withhold water for baptizing these people, who have received the Holy Spirit just as we have? Pehatikan dengan sesakma, di ayat tersebut dikatakan dengan jelas bahwa yang ditahan (withhold) adalah air dan bukan orangnya (Kornelius). Hal ini hanya bisa dijelaskan kalau baptisan itu dilakukan dengan percik dimana air yang dibawa ke orang yang akan dibaptis dapat ditahan (tidak diberikan). Bilamana baptisan yang dilakukan adalah baptisan selam maka yang ditahan adalah orangnya (untuk tidak masuk air) dan Paulus akan berkata “Can anyone withhold these people from water to be baptized?”

      Lihat lagi dech saya sudah coba komentar dengan ayat yang diambil dalam Alkitab. Paling banter dalam Alkitab di bilang bahwa “masuk dan keluar dari air”, Dalam Kisah 8, dimana diceritakan tentang Sida-sida Ethopia, para penganut baptis selam menekankan pengunaan kata kata turun kedalam air dan keluar dari air untuk membuktikan bahwa baptisan sida-sida Ethopia dilakukan dengan cara selam, namun mereka lupa bahwa Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa “keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, …… Dan setelah mereka keluar dari air…..” Tentunya para penganut baptis selam percaya bahwa Filipus tidak diselamkan walaupun dia turun ke dalam air dan keluar dari air.

      Bahkan kalau mau lihat dari kata aslinya pun bisa lihat di Luk 11:38 atau Markus 7:4-8
      Dalam ayat ini kata Baptiso dalam Alkitab asli berbahasa Yunani diterjemahkan menjadi mencuci tangan. Pada jaman Yesus, kebiasan mencuci tangan adalah dengan cara menuangkan air ke atas tangan (Dalam markus 7:4 dan 8, terlihat lebih jelas cara mencuci berdasarkan warisan nenek moyang/adat istiadat – dalam perjanjian lama cara menyucikan peralatan dalam bait Allah adalah dengan memercikan air). Dari ayat ini pula dapat disimpulkan bahwa arti Baptis lebih cocok diartikan sebagai menuangkan air daripada menyelamkan. Dalam ayat ini jelaslah bahwa kata Baptiso tidak diterjemahkan sebagai baptis selam (Full Immersion – dimana semua badan harus di taruh di dalam air).

      I Kor 10:1-2 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut. Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut

      SALAM
      Ayat diatas menerangkan tentang baptisan yang dialami oleh bangsa Israel sewaktu keluar dari Mesir menuju Kanaan. Allah memberikan tiang awan pada siang hari kepada bangsa Israel sebagai penunjuk jalan, tidak pernah sekali kali awan tersebut melingkupi bangsa Israel atau dengan kata lain bangsa Israel tidak pernah menyelam dalam awan. Demikian juga dengan baptisan di dalam laut, ketika laut Merah terbelah bangsa Israel berjalan diatas tanah kering diantara dua dinding air, pada saat itu paling paling bangsa Israel terkena percikan dari air laut. Tidak pernah sekali kali bangsa Israel di tenggelamkan di dalam laut, mahalan orang orang mesir yang di tenggelampakn di dalam laut. Ayat ini membuktikan bahwa kata baptisan bukan berarti diselamkan.

        • Betul sekali Alkitab aslinya tidak ditulis dalam Bahasa Inggris, namun karena kekurangan pengertian saya dalam bahasa Yunani saya hanya bisa mengungkapkan apa yang ada. Dengan membandinngkan/mengkutip dalam beberapa terjemahan akan terlihat konsistensi yang dimaksud dari bahasa aslinya. Menurut saudara sendiri apakah kutipan dalam bahasa Ingriss tersebut salah? Bagaimana dalam bahasa Yunani-nya. Kalau memang salah mohon penjelasannya dari suhu yang mengerti asal bahas Yunani.

          • Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Ketika anda Mengujinya dengan IBLI bahasa, anda harus menganalisanya dalam bahasa aslinya. Anda menganalisanya dalam bahasa Inggris dengan PERASANGKA alias KEYAKINAN bahwa bila beberapa VERSI terjemahan menerjemahkannya ke kata atau frasa yang SAMA maka PASTI BENAR? Alkitab bahasa Indonesia juga ada beberapa terjemahan namun yang terjadi adalah terjemahan-terjemahan tesebut TIDAK saling membenarkan.

            Berapologetika artinya menunjukkan KESALAHAN dan MENGAJARKAN yang BENAR. bila anda tidak punya PENGETAHUAN yang CUKUP, lebih baik JANGAN lakukan. Bila pengetahuan anda BELUM terjamin kebenarannya secara ilmiah, sebaiknya JANGAN berapologetika.

            Saat ini Pengetahuan manusia sudah maju sekali. Komputer dan interenet menyebabkan siapa saja yang mau mempelajari Alkitab dalam bahasa aslinya, TIDAK perlu lagi menjaid AHLI bahasanya. Asal punya pengetahuan DASAR bahasa yang BENAR maka kita bisa gunakan Akitab Elektronik untuk membantu kiata mempelajari Alkitab dalam bahsa aslinya.

            Yang saya pahami sudah saya tulis dalam blog ini. juga dalam blok-blok lainnya terntang baptis. Silahkan klik di SINi untuk mempelajarinya. Anda bisa melihat PERKEMBANGAN pemahaman AWAL saya kemudian berkembang semakain paham.

            • Setuju, kalau memang Alkitab asli PL kebanyakan di tulis dalam bahasa Ibrani dan PB dalam bahasa Yunani. Namu kita harus ingat sehebat hebatnya kita mengerti bahasa Yunani dan Ibrani, kita tidak tahu hidup pada jaman tersebut sehingga akan sulit kita bisa mengerti arti yang sebenarnya dari para penulis (tanpa belajar lebh mendalam lagi). Kita tidak boleh hanya tergantung pada pengetahuan Ibrani dan Yunani yang kita punyai saja tapi juga belajar dari orang orang lain yang telah mempelajari sebelumnya (di atas langit ada langit – itu kata siapa yach). Apakah dengan pengetahuan yang terbatas tentang bahasa Ibrani dan Yunani kita bisa bilang dengan sombongnya bahwa saya mengerti Alkitab? Banyak aspek lainnya yang harus dipertimbangkan dalam mentafsirkan Alkitab selain tahu bahasa Ibrani dan Yunani, misalnya kebudayaan saat itu dan perubahan makna dari kata kata yang ada (ingat arti suatu kata bisa beubah setelah sekian lama). Misalnya arti dari kata Baptizo saja sudah berubah makannya dari dahulu sampai saat ini. Kalau kita hanya belajar dari apa yang kita mengerti saat ini, pemahaman kita bisa salah.

              Dalam belajar Alkitab kita juga perlu membandingkan (dan bahkhan mengutip} dari terjemahan lainnya, sehingga kita bisa mengerti arti sebenarnya. Seperti halnya Bengcu sendiri mengkutip Alkitab dalam bahasa Indonesia (ini bukan bahasa asli Alkitab) , tapi dalam hal ini diperlukan karena akan terlihat lebih jelas dan lebih dimengerti, misalnya dalam Lukas 11:38, kalau kita hanya tahu kata “Baptizo” yang arti utamanya (pada saat ini) adalah diselam maka kita akan salah kaprah. Tapi dengan mengkutip terjemahanya kita bisa lihat bagaimana sebenarnya kata tersebut seharusnya di artikan. Pengkutipan Alkitab dalam berbagai terjemahan akan menolong kita yang tidak hidup pada jaman tsb untuk dapat mengerti apa yang dimaksud oleh penulis Alkitab. Kalau kita hanya terpaku pada kata kata aslinya, bagaimana kita bisa menjelaskan dengan lebih jelas kepada orang awam? Kalau kita coba menjelaksan dengan kata kata aslinya bisa bisa orang tambah binggung. Dengan mengkutip terjemahan Ingriss, saya bermaksud dapat menjelaskan makna-nya dengan lebih jelas, ( Karena menurut saya secara general orang akan lebih menguasai bahasa Ingriss dibandingkan dengan bahasa Ibrani atau pun Yunani – dan dalam kasus ini terjemahan Ingriss terlihat lebih jelas yang mana air yang di “withold” bukan orangnya.

              Pengkutipan dari Terjemahan lain itu perlu karena kita tahu bahwa banyak terjemalah dalam Alkitab Indonesia yang kurang tepat. Semoga penjelasan diatas bisa menjawab pertanyaan Bengcu “jadi untuk apa anda kutip TERJEMAHAN Inggris untuk MENJAMIN ajaran anda?”.

            • Salah satu contohnya dalam Ibrani 12:11 – kata “dilatih” dalam ayat tersebut berasal dari kata Gumnazo (yang saat ini menjadi kata Gymnasium atau Gym), Untuk sebagin besar orang ketika kita menggunakan kata ini, banyak yang tidak peduli (karena tidak kenal dengan kata tersebut atau tidak tahu artinya). Sedangkan kalau kita pakai (atau mengkutip) terjemahan Indonesia kita akan lebih mengerti.

              Tapi apakah mereka yang mengklaim bisa menterjemahkan Alkitab dengan hanya belajar dasar bahasa Yunani saja tahu bahwa arti aslinya kata tersebut berarti dilatih dengan membuka baju dan kebudayaan saat itu para olahragawan berlatih tanpa baju – seperti pemain Sumo. Sehingga ketika kata dilatih disitu dipakai berati kita harus bisa membuka diri (tanpa ada yang ditutupi-mengaku semua dosa kita) Selama kita masih menyembunyikan diri dari segala kebanggaan kita, selama kita masih menutupi segala kelemahan kita, selama masih ada pride, kita belum siap dilatih Tuhan. Tetapi ketika kita tidak lagi punya pride, tidak lagi punya rasa bangga terhadap sesuatu, ketika kita tidak lagi punya self-esteem di hadapan Tuhan, itulah gumnazo. Di situlah kita menyatakan siapa diri kita apa adanya.

              Menurut saya dengan hanya belajar arti kata Yunani atau Ibrani saja belum cukup untuk bisa mengerti Alkitab. Malahan bisa mejadi boomerang. Ini bukan berati saya tidak setuju dengan pendapat bengcu bahwa kita harus coba mengacu pada bahasa Aslinya namun banyak hal yang kita tidak ketahui, Semakin banyak referensi semakin bagus (tinggal banaimana kita tahu mana yang benar dan yang salah). Mengkutip terjemahan lain hanya merupakan salah satu (bukan satu satunya) cara menjelaskan maksud dari penulis Alkitab.

  5. Sakramen

    Copas dari Wikipedia :

    Kata ‘sakramen’ berasal dari Bahasa Latin sacramentum yang secara harafiah berarti “menjadikan suci”. Salah satu contoh penggunaan kata sacramentum adalah sebagai sebutan untuk sumpah bakti yang diikrarkan para prajurit Romawi; istilah ini kemudian digunakan oleh Gereja dalam pengertian harafiahnya dan bukan dalam pengertian sumpah tadi.[1] Selaras dengan dalamnya makna yang dikandungnya, Gereja-Gereja Timur biasa menyebut Sakramen dengan sebutan “Misteri” atau “Misteri Suci”.
    ——-

    Baptisan

    Baptisan adalah tindakan (form/syariat) yg di dalamnya terkandung suatu hakekat (esensi) yg hendak disampaikan.

    Pada baptisan Yohanes pembaptis, hakekat yg terkandung adalah pernyataan pertobatan. Tindakan atau form yg diambil/dipilih adalah dengan air di sungai Yordan. Form atau bentuknya atau media penyampaian hakekat baptisan yohanes pembaptis tsb adalah air sungai Yordan.

    Pada baptisan oleh murid2 Yesus periode awal, yg juga menggunakan air; hakekat yg dikandung oleh tindakan tsb adalah : permohonan hati nurani yang baik kepada Allah (1 Pet 3 : 21). Pembaptisan dengan air tersebut adalah kiasan dari peristiwa penyelamatan Allah pada saat peristiwa banjir Nuh.

    Perihal jumlah atau banyaknya air atau teknisnya tidak diatur oleh kitab2 perjanjian baru.

    Baptisan Roh Kudus adalah Baptisan yang dilakukan oleh Yesus Kristus dan murid2nya. Roh Kudus adalah abstrak adalah hakekat. Apa hakekatnya ? Yakni Kasih. Kasih Bapa pada manusia dan Kasih Yesus pada manusia (Yoh 3:16) dan kemudian diestafet oleh murid2 Yesus selanjutnya, karena kasih diperintahkan oleh Yesus utk disebarkan, untuk diestafetkan. Ditenggelamkan dalam Roh Kudus adalah ditenggelamkan dalam kasih. Transfer atau pemberian kasih Allah atau Roh Kudus itu bisa dilakukan. Murid2 awal melakukannya dengan penumpangan tangan. Dan transfer Roh kudus atau transfer kasih ini tidak bisa dibatasi oleh hal2 lahiriah atau ritual2 lahiriah. Karenanya ada orang yg bisa menerima Roh Kudus walaupun belum menerima baptisan air atau ritual2 (syariat).

    Dibaptis dengan Roh Kudus adalah ditenggelamkan dalam kasih, yakni sebagaimana Yesus memberikan nyawanya untuk keselamatan manusia. Seorang anak ditenggelamkan dalam kasih orang tuanya yang meneladani Yesus adalah bentuk lainnya baptisan Roh Kudus.

    Sakramen Baptisan yang dilakukan Kristen ada dasarnya di alkitab, walaupun di kemudian hari ada penyimpangan2 dalam pemaknaan akan hakekat maupun pada pertikaian pada form (bentuknya) : percik vs celup.

    Baptisan genggam itu yg tidak ada basisnya, bisa dikatakan kebablasan dalam memahami hakekat. Maaf ya buat yg dari salvation army.

    Salam
    Aldy Tan

    • Alkitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Itu berarti Alkitab bahasa Indonesia adalah terjemahan LAI yang sudah teruji banyak salah tafsirnya. Itu berarti setiap kali membaca alkitab bahasa Indonesia anda harus menguji terjemahannya sebelum mengerti maknyanya menurut Alkitab bahasa aslinya.

      Orang Kristen umumnya MEMBUAL tentang rajin membaca alkitab alias mempelajari Firman Allah. Alih-alih membaca alkitab yang mereka lalukan cuman mendengar dan membaca apa kata orang lain. Paling paling membaca satu dua ayat lalu berlagak mendapat ilham Roh Kudus untuk mengerti kebanaran.

      Kerabatku sekalian, cara orang-orang Kristen memperlakukan ajaran Alkitab dan alkitab sudah benar-benar TIDAK tertolong lagi. Itu sebabnya sudah saatnya generasi muda Kristen melakukan PEMBARUAN alias revolusi MENTAL agar bisa berevolusi ajaran Kristen.

      MEMBAPTIS adalah tradisi Yahudi dalam perjanjian Baru yang diperbarui oleh Yohanes pembaptis. Makanya disebut Baptisan Yohanes.

      Hakekat Baptisan Yohanes adalah BERTOBAT kemudian memulai kehidupan baru yang penuh dengan cinta kasih. Bertobat artinya menyatakan diri untuk mulai menjalani cara hidup yang baru pengan cinta kasih.

      Penggunaan air dalam pembaptisan Yohanes adalah SIMBOL membersihkan diri dari kotoran. Membilas bagian tubuh yang kotor akar menjadi bersih.

      Baptis air bukan MANDI agar tubuhnya bersih total. Baptis juga bukan cara untuk pura-pura mati. Baptis adalah SIMBOL MEMBILAS agar sudah membersihkan.

      Itu sebabnya, belajar alkitab yang benar dan pahamilah. Jangan macam-macem apalagi bikin cerita ngaco belo.

  6. Sangat-sangat setuju pendapat Lopek, saat ini banyak orang Kristen terpaku pada simbol-simbol dan tradisi-tradisi yang ada di Alkitab sebagai sesuatu harus dialami dan dijalani dengan mengenyampingkan makna. bahkan beberapa aliran menganggap tanpa babtisan selam iman percaya seseorang tidak akan bertumbuh. Banyak berpendapat Babtisan selam atau babtisan apapun adalah tiket masuk ke kerajaan surga. Padahal di Luk 23:39-43 sangat jelas bahwa tanpa dibabtispun, kalo Yesus yang bilang sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus (Luk 23:43), ya masuk aja! nggak perlu ngikuti acara protokoler segala (ribet). Kita sibuk mencari ke belakang, ratusan buku teologi,,Alkitab Ibrani, Yunani, Itali, Inggris, Indonesia, Aborigin untuk mencari kebenaran telur atau ayam yang dulu ada, babtis selam atau curah/percik yang harus dialami oleh kristen atau yang terjadi dimasa Perjanjian Baru. Kita asik berdebat, eh…seorang penjahat yang ada di depan mata kita dibawaNya bersama di taman firdaus tanpa kita menyadarinya. Penjahat ini selain belum dibabtis juga ngak pernah kenal bahasa Roh, nggak pernah katam Alkitab (apalagi sampai 100x), kenal Yesus juga ketika sama-sama disalib yang cuma beberapa jam saja, tapi kepada dia seorang, Yesus memastikan bersama dengan Dia di dalam Firdaus. Maaf ya kamu nggak bakalan selamat sebab kamu belum di babtis selam….nonsen! Back to Bible itu slogan-slogan kencang berhembus tapi kenyataannya cuma untuk melegalkan atau membenarkan tradisi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s