Lanciau lang VS Cibai Lang = ORGASME


Waktu pulang ke Medan bulan Desember 2009 yang lalu, ada dua orang handai taulan yang sudah berteman sejak kecil bermusuhan. biasanya mereka berdualah yang menyambut kami dan menyenangkan kami. Masing-masing lalu bercerita tentang alasan mereka memusuhi yang lainnya. Karena hanya cerita maka saya pun hanya mendengarkan. Ketika cerita berakhir, saya pun diam. Happy lee lebih tua dibanding kami, dia pun menggelar pesta makan siang, ikan nila segar bakar dan goreng. ADa ikan kerapuh, kakap merah juga. Semuanya langsung ditangkap dari kolam dan dipotong serta di bakar dan goreng saat itu juga.

Setelah kenyang kami duduk santai di pondok beratap daun atap itu sementara angin berhembus sepoi-sepoi basah. Karena sudah makan traktiran Happy Lee, itu artinya harus penuhi amanatnya. Saya pun berkata kepada kedua orang itu dengan gaya bahasa kampung kami. Saya tidak akan menerjemahkannnya, jadi pahamilah sejauh yang dapat anda pahami.

“Lanciau a! Elu berdua musuhan? Bikin malu aja! Elu pada mau musuhan sampai kapan?”

Keduanya ngakak, menatap saya lalu saling menatap kemudian menunduk. Hampir pada waktu yang bersamaan mereka mengangkat muka dan mulai mengungkapkan ALASAN. Saya mengangkat tangan saya dan menyuruh keduanya diam serta dengarkan ucapan saya.

“gua udah denger cerita lu berdua. Lanciau a! Kalau teman elu nggak bener, KEWAJIBAN elu lah untuk NGAJARIN dia jadi bener, bukannya MEMUSUHINYA. Kalau temen nggak bener elu bukannya NGAJARIN dia jadi bener tapi MEMUSUHI dia lalu cari teman lain? Itu bukan teman namanya tapi dagang.”

Keduanya diam, menunduk sambil nyengir kayak kuda yang mulutnya ada kekang. Saya diam lalu tersenyum karena menemukan cara lucu ala kampung kami untuk memarahi keduanya. Setelah ngakak ringan saya pun berkata.

“Lu bedua tahu? Persahabatan itu ibarat Lanciau dan cibai. Kalau kedua-duanya lan ciau, namanya TAK anggar. Kalau dua-duanya cibai namanya TAK lobang. Tapi seluruh dunia mengakui bahwa yang paling enak adalah Lanciau ketemu cibai. Itu namanya TAK bikin BOSAN!”

Semua orang ngakak dan semua orang memaki ada yang memaki Lanciau ada yang memaki cibai. Saya juga ngakak. Setelah tawa dan maki redah, saya pun ngomong lagi.

“Sejak kapan lu tahu dia Lanciau lang? Sejak kecil kan? Sejak kapan lu tahu dia cibai lang? Sejak kecil kan? Kenapa Lanciau lang dan cibai lang ini bersahabat sejak kecil?” Saya berhenti. Keduanya menatap saya lalu saling menatap kemudian menunduk, berpikir. Hampir bersamaan keduanya menjawab:

“Karena gua ngalah!”

“Karena gua ngalah! Kenapa Lanciau lang ngalah? Kenapa cibai lang ngalah? Karena baik Lanciau lang mau pun cibai lang tahu ketika Lanciau lang ketemu cibai lang, namanya TAK BIKIN BOSAN itu sebabnya TAK bosan-bosan. Itulah yang disebut oleh orang-orang beradab sebagai PERSAHABATAN.”

Kembali tawa berderai dan kembali makian bergema. Setelah reda, saya mulai lagi.

“Lanciau nggak pernah ngitung apa yang udah dia berikan namun selalu ingat ENAK yang dia dapatkan. Cibai juga nggak pernah ngitung apa yang dia berikan namun ingat terus ENAK yang dia dapatkan. Itulah yang bikin Lanciau dan Cibai TAk bikin bosan dan tak bosan-bosannya.”

“Lanciau nggak pernah bilang cibai harus begini dan cibai juga nggak pernah suruh Lanciau harus begitu. Namun Lanciau dan cibai SALING memberi dan SALING mencari yang paling ENAK. Ketika Lanciau lang bilang cibai lang harus begini dan cibai lang bilang Lanciau lang harus begitu. Pada saat itulah Lanciau lang dan cibai lang BERHENTI ENAK. Itulah yang kalian lakukan sekarang! Lanciau a! cibai a!”

Sepi! Dalam waktu yang hampir bersamaan, Lanciau lang dan cibai lang mengangkat kepala lalu saling menatap dan mengulurkan tangan, bersalaman. Kedua saling memaki, “Lanciau a! Cibai a!” keduanya lalu tertawa.

Saya menatap keduanya bergantian sementara handai taulan yang lain memaki dengan makian khas kampung kami. Saya lalu berkata,

“Persahabatan itu di sini (saya meletakkan telapak tangan di dada). Dua orang sahabat nggak perlu selalu berdua. Dua orang sahabat nggak perlu harus saling cocok. Dua orang sahabat nggak perlu melakukan banyak hal bersama-sama. Lu lihat gua ma happy lee. Lu pada kenal gua berdua sejak kecil kan? Kalau nggak lihat sendiri, siapa yang percaya bahwa kami bersahabat? Persahabatan itu ada di sini (saya meletakkan telapak tangan di dada). KEHEBATAN dari sebuah persahabatan itu tidak terletak pada KEBERSAMAAN atau melakukan hal bersama-sama apalagi happy bareng namun TERLETAK pada PENERIMAAN kita ketika yang lainnya benar-benar MENYEBALKAN alias berlaku sebagai Lanciau lang! Dalam hal itu kalian harus belajar dari Happy Lee. Lu orang tau sendiri dan udah denger ceritanya dari mana-mana, gua memang orang paling menyebalkan di dunia. Tapi nggak usah tanya, gua kasih tahu aja jawabannya, ‘Kalau bukan happy lee, siapa lagi yang BISA menyayangi Lanciau lang kayak si hai hai?’ Itulah alasan kenapa dia menjadi sahabat gua. Persahabatan itu NGGAK fair. Hubungan suami istri itu NGGAK fair! Itu sebabnya disebut persahabatan dan hubungan suami istri. Siapa yang lebih hebat? Happy lee yang SABAR menghadapi Lanciau lang seperti gua atau gua yang HAPPY karena disayangi Happy lee? Nggak ada yang lebih HEBAT karena kami nggak pernah NGITUNG. Itulah yang bikin Lanciau lang ini dan happy lee HAPPY dan bersahabat dan melalui persahabatan gua pada, elu-elu ikutan kecipratan happy-nya.”

Sepi!

“Dalam persahabatan, jangan BERHITUNG. Kalau untung lu akan menganggap diri BAJINGAN! Kalau rugi, elu akan menganggap diri TOLOLMAN! Hal yang sama juga berlaku dalam hubungan suami istri. Untung atau rugi lu tetap BUNTUNG! Mendingan jangan NGITUNG! NIKMATIN SAJA! Elu selalu ORGASME namun bini elu nggak selalu orgasme. Elu untung dia rugi! Benarkah demikian? TIDAK! Bukankah maunya elu adalah dia orgasme duluan? Elu mau dia orgasme duluan namun kejadiannya elu orgasme duluan. Abang mau kamu duluan namun adik mau duluan. , KUMAHA atuh? abang punya mau adik nggak mau. Sok atuh Deui! Abang mau deui namun adik nggak mau! Nah, Lanciau ang (ang = suami) setiap kali elu merasa bini lu menyebalkan dan nggak FAIR, ingatlah bahwa elu selalu ORGASME dan dia nggak selalu orgasme! Itulah FAIR kalau elu mau main FAIR walaupun nggak FAIR sama sekali. Kalau elu-elu pada nggak menghormati bini elu karena hal lainnya, setidaknya HORMATILAH dia karena FAKTA itu, elu selalu orgasme dan dia TIDAK!”

Nggak ada yang ngakak padahal saya merasa itu lucu. Saya juga nggak ngakak karena yang lucu itu nggak terasa lucu sama sekali. Nampaknya semua orang mikir, saya juga mikir, bahkan happy lee yang agung itu juga mikir.

Saya lalu permisi untuk kencing. Setelah kencing, saya duduk santai lalu meneguk bir saya. Rasanya pait namun nikmat. Dinginnya sangat terasa di siang menjelang sore itu. Wangi raginya benar-benar RAGI.

Karena nggak ngomong lagi, salah satu sahabat kami yang namanya Min, biasa dipanggil Si Min, dia seorang supir, seorang Melayu, seorang Muslim, nyeletuk, “Lho, ini …. Ini ….. Memang khas ko …. (maksudnya hai hai) kalau ngomong, nggak pernah TAMAT, entah kapan lanjutannya lagi, kalau TAMAT bukan suhu …. (maksudnya hai hai) namanya.” Yang lain pun berlomba untuk memaki, dengan makian khas kampung kami.

Ha ha ha ha ha ha …. Beberapa saat kemudian kami bubar, masing-masing menjalani jalannya sendiri. Saya dan happy lee pergi mengunjungi handai taulan yang lain dan BERKOYO semau kami.

NB.
kisah kami itu sering diceritakan dan orang-orang kampung kami suka mendengarnya. Namun sejak itu, banyak percekcokkan antara suami istri yang tidak berlanjut karena ketika mereka saling mulai memaki, “lanciau a! lanciau lang!” dan “cibai a! cibai lang!” Keduanya ingat kisah kami lalu memilih tuk main TAK BIKIN BOSAN sampai TAK BOSAN-BOSAN. Atau ketika di maki, “lanciu lang!” yang dimaki akan ngakak lalu berkata, “Coba lagi yuk? Siapa tahu kamu orgasme?”

23 thoughts on “Lanciau lang VS Cibai Lang = ORGASME

  1. kalo ngomong sodomi,seks,jangan tanya bengcu
    lha dia kompresor kok,eh professor,
    cuap2 sek paling jago,ngaku gki cucurut eh cicurug
    ntar ngaku titisan sun go kong bawa ilham kesiangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s