Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu Presiden Bukan Preman


Saya hai hai, MENDUKUNG rencana Pemerintah Indonesia untuk MENGHAPUS subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) namun MENENTANG para penguasa yang MENIPU rakyat dengan memutar balik FAKTA. SUBSIDI BBM itu ibarat seorang nelayan yang menjual ikan TANGKAPANNYA ke tetangganya dengan harga Rp. 4.500,-  per Kg, padahal dia bisa menjualnya di pasar lelang dengan harga Rp. 10.000,- per Kg. Tindakan NELAYAN itu disebut menjual dengan harga DISKON Rp. 5.500,- per Kg atau SUBSIDI Rp. 5.500,- per Kg. Nelayan tersebut sama sekali TIDAK perlu MENGELUARKAN uang Rp. 5.500,- per Kg ikan yang dibeli oleh tetangganya. Namun, nelayan itu kehilangan kesempatan untuk MENDAPATKAN uang Rp. 5.500,-  per Kg ikan yang dibeli oleh tetangganya. Itu berarti ucapan “PEMERINTAH tidak punya uang untuk MEMBAYAR subsidi BBM.” Yang dikeluarkan oleh para PENGUASA adalah OMONG KOSONG alias PEPESAN KOSONG belaka. UCAPAN demikian adalah PENIPUAN karena menganggap rakyat BODOH.

SUBSIDI BBM itu ibarat burung ONTA yang merasa AMAN dengan menyembunyikan kepalanya di bawah pasir. Subsidi BBM menyediakan peluang: Korupsi, penyelundupan, pemborosan BBM dan tidak mendorong pembinaan DAYA SAING masyarakat dan tidak mendorong pemanfaatan sumber energi lainnya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia secara melimpah. CARA yang benar menghadapi KELANGKAAN dan KEMAHALAN harga BBM adalah MEMBERDAYAKAN rakyat untuk MAMPU menjalani HIDUP dengan BBM HARGA PASAR. CARA yang benar adalah mendorong masyarakat hidup dengan MENGHEMAT BBM. Cara yang benar adalah MEMBANGUN prasarana jalan dan sistem transportasi serta INDUSTRI yang HEMAT BBM. CARA yang benar adalah mencari cara yang MURAH untuk memanfaatkan sumber energi lain yang melimpah, misalnya Gas, tenaga Surya, angin dan ombak serta panas bumi.

Berdasarkan Undang-Undang Dasar ’45, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) RAKYAT mendelegasikan KEKUASAANNYA menjadi:

1.    Kekuasaan Legislatif (DPR & DPD)
2.    Kekuasaan Eksekutif (Pemerintah)
3.    Kekuasaan Yudikatif (Mahkamah Agung)

Kepada DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), Rakyat melimpahkan KUASA untuk membuat UNDANG-UNDANG. Kepada Pemerintah RAKYAT melimpahkan KUASA untuk MENYELENGGARAKAN pemerintahan. Kepada Mahkamah Agung RAKYAT melimpahkan KUASA untuk MENGHAKIMI dan MENEGAKKAN hukum. Dengan PENDELEGASIAN kekuasaan demikian maka dikatakan bahwa DPR MENGEMBAN TUGAS untuk mewujudkan Amanat Rakyat dalam bentuk UNDANG-UNDANG dan Pemerintah MENGEMBAN TUGAS untuk MELAKSANAKAN Amanat Rakyat dalam UNDANG-UNDANG. DPR juga mengemban TUGAS untuk MENGAWASI pemerintah agar MELAKSANAKAN Amanat Rakyat dengan dengan BENAR. Apa yang terjadi bila PEMERINTAH tidak MELAKSANAKAN AMANAT RAKYAT dalam Undang-Undang? Itu berarti Pemerintah kehilangan MANDAT KUASANYA (LEGITIMATASINYA) dan harus MUNDUR atau harus DIHUKUM karena melanggar undang-undang.

Pemerintah mengusulkan untuk MENCABUT SUBSIDI BBM melalui “Perubahan RUU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terkait subsidi dan kenaikan harga BBM”. RAKYAT NKRI menolak USULAN Pemerintah tersebut. DPR menuangkan AMANAT RAKYAT agar RAKYAT Indonesia MENIKMATI SUBSIDI BBM pada tahun 2012 ini dalam bentuk: “Perubahan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terkait subsidi dan kenaikan harga BBM.” Itu berarti Pemerintah MENGEMBAN AMANAT RAKYAT untuk menyelenggarakan PEMERINTAHAN agar RAKYAT Indonesia MENIKMATI Subsidi BBM. Apabila TIDAK SANGGUP melaksanakan amanat tersebut maka Pemerintah HARUS menyatakan KETIDAKSANGGUPANNYA dan MUNDUR dari PEMERINTAHAN. Apabila TIDAK SANGGUP mengemban AMANAT tersebut maka Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) harus MUNDUR. Dengan demikian dia memberi kesempatan kepada warga negara yang lain yang SANGGUP mengemban AMANAT Rakyat tersebut.

Handai taulanku sekalian, sebangsa dan setanah air, saya membaca di KORAN dan mendengar di RADIO serta mendengar dan menonton di TELEVISI. Banyak sekali PEJABAT baik MENTERI maupun Anggota DPR juga pejabat PARTAI yang membahas ISU bahwa ALIH-ALIH mencari CARA untuk MENGEMBAN AMANAT RAKYAT agar seluruh RAKYAT Indonesia MENIKMATI SUBSIDI BBM dalam APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) tahun 2012, PEMERINTAH justru mencari CELA untuk untuk MENENTANG Amanat Agung Rakyat Indonesia dalam “Perubahan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terkait subsidi dan kenaikan harga BBM” yaitu dengan MEMBUAT Peraturan untuk MELARANG sebagian RAKYAT Indonesia MENIKMATI subsidi BBM. Mereka yang dilarang adalah yang memiliki kendaraan di atas 1500 CC.

Diberi AMANAT untuk mencari CARA agar rakyat Indonesia menikmati SUBSIDI BBM, Pemerintah malah mencari CELA untuk MENENTANG AMANAT RAKYAT tersebut. Perilaku demikian disebut PREMANISME. Bagaimana dengan para anggota DPR yang gembar-gembor dirinya telah melaksanakan TUGASNYA dengan BAIK karena telah MEWUJUDKAN amanat Rakyat dalam “Perubahan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terkait subsidi dan kenaikan harga BBM” Apabila anggota DPR diam, itu berarti sesungguhnya mereka hanya main SINETRON belaka, sebab, UNTUK apa MENETAPKAN undang-undang bila TIDAK BERGIAT MENGAWASI pelaksanaannya?

Presiden Republik Indonesia yang terhormat, Bapak Susilo Bambang Yudoyono yang mulia. Izinkan hai hai, salah satu warga negara Indonesia yang telah MEMILIH dan mengajak handai taulannya MEMILIH anda menjadi Presiden Indonesia mengungkapkan isi hatinya. Apabila anda TIDAK MAU atau TIDAK SANGGUP mengemban AMANAT RAKYAT yang tertuang dalam “Perubahan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terkait subsidi dan kenaikan harga BBM”, sebaiknya MUNDUR SAJA dan memberi kesempatan kepada orang lain yang MAU dan SANGGUP mengemban AMANAT RAKYAT tersebut. Hal itu lebih baik dari pada anda MENENTANG “Perubahan UU No. 22 Tahun 2011 tentang APBN 2012 terkait subsidi dan kenaikan harga BBM” dengan melakukan tindakan PREMANISME, MELARANG sebagian masyarakat MENIKMATI subsidi BBM. Jadilah Presiden yang baik. Jadilah seorang Ksatria. Carilah CARA untuk MENGEMBAN amanat  Agung Rakyat Indonesia. Jangan mencari CELA untuk MENENTANG amanat Agung Rakyat Indonesia. Itu tindakan TERCELA. Itu PREMANISME namanya. Anda PRESIDEN Republik Indonesia, bukan PREMAN!

Sebagai PRESIDEN anda mengemban AMANAT RAKYAT agar SELURUH RAKYAT menikmati SUBSIDI BBM, itu sebabnya TIDAK BOLEH bertindak PREMANISME mencegah RAKYAT menikmati SUBSIDI BBM. SUBSIDI BBM adalah AMANAT RAKYAT Indonesia. Yang menikmati SUBSIDI BBM adalah RAKYAT Indonesia bukan MUSUH anda. Bila SANGGUP melaksanakan AMANAT RAKYAT lakukan dengan BIJAKSANA, bila TIDAK SANGGUP akui saja dan MUNDURLAH.

Handai taulanku sekalian, sebangsa dan setanah air, mari kita bahu membahu MENGHEMAT ENERGI, MENGHEMAT BBM. Mari kita MENGHEMAT untuk generasi yang akan datang.

INDONESIA BERGERAK – Bila Rakyat Bijaksana, mustahil PEJABAT menjadi PENJAHAT!

Advertisements

15 thoughts on “Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu Presiden Bukan Preman

  1. Jangan tanyakan apa yang bisa pemerintah lakukan untuk Anda, karena pemerintah tidak bisa melakukan apa-apa untuk Anda, selain hanya memajaki Anda. Subsidi? Hanya jargon kosong belaka. Intinya urus diri masing-masing, jangan pernah mengharapkan bantuan dari siapapun apalagi pemerintah. Gunakan hak pilih dengan bijaksana dan adil, untuk mencontreng ataupun mencucuk apapun yang ada di kertas suara tanpa pandang bulu. Semua dapat bagian..

    Pemimpin yang JUJUR di Republik ini? Amit-amit jabang bayi… Buat duduk di kursi pemerintahan, ongkosnya uda berapa? Uda dapat ya balik modal la…ha..ha..gitu saja repot.. Urus diri masing-masing, jangan serahkan masa depan Anda kepada pemerintah, berdiri di kaki sendiri, mempercayakan masa depan Anda kepada pemerintah sama saja dengan bunuh diri.

    PREMANISME? memang itu republik PREMAN bung…Negara ini negara hukum, itu benar. hukum rimba bukan hukum untuk manusia..sudah hal umum yang diketahui khalayak ramai, kalau yang duduk disana itu semuanya preman..

    Rakyat bukan musuh, tapi sapi perah, ternak untuk yang duduk di atas sana..

  2. Loh, yang di sabdaspace ilang? Eniwey, tentang:

    “SUBSIDI BBM itu ibarat burung ONTA yang merasa AMAN dengan menyembunyikan kepalanya di bawah pasir.”

    Tul tul, subsidi BBM emang cara tergampang dari pemerintah, mengatasi lemahnya daya beli rakyat. Sekarang udah ketauan banyak kelemahannya, ya jangan diterusin lagi donk. Duit buat subsidi BBM kan bisa dipake buat membangun infrastruktur. Banyak deh pilihannya, dari membangun angkutan publik (harga terjangkau) antar kota, antar pulau, antar jagad (weleh), membangun jalan, pembangkit listrik, dll.

    Dengan infrastruktur membaik, ekonomi bakal otomatis membaik. Pokoknya potensialnya gede deh (bacaan lebih lanjut di: http://www.bloomberg.com/news/2012-05-01/indonesia-chases-china-as-middle-class-consumption-soars.html )

    • @Rusdy, tulisan itu diturunakan oleh Admin.

      Admin SABDA Space: Tulisan Anda yang terbaru, yang berjudul “Bengcu Menggugat Karena Susilo Bambang Yudoyono (SBY) itu Presiden Bukan PREMAN”, kami turunkan karena menurut Admin, tulisan ini tidak menaati policy SS poin C no. 6. Apabila tulisan Anda bermaksud mendidik orang, kiranya tidak menyebut nama orangnya secara langsung. Harap diperhatikan! Demikian pemberitahuan dari kami. Terima kasih. Salam, Admin SS.

      Policy SABDA SPACE:

      C. Aturan Posting
      Untuk memosting blog atau menulis komentar, setiap anggota dikenakan aturan sebagai berikut:

      6. Tidak berisi makian maupun yang bertujuan untuk menghasut/mencemarkan nama baik seseorang/organisasi/instansi tertentu.

      Admin SS: Apabila tulisan Anda bermaksud mendidik orang, kiranya tidak menyebut nama orangnya secara langsung. Harap diperhatikan!

      Menurut saya Admin SABDA Space sama sekali tidak paham dengan PERATURAN yang DIBUATNYA. Coba anda bandingkan POLICY dengan ALASAN yang diberikannya ketika menurunkan TULISAN hai hai.

  3. Suhu mau tanya bagaimana dengan subsidi gas? Karena diwarung2 harganya kini untuk tabung gas 3kg, sudah tembus harga RP 17.000. Apakah pemerintah tidak bisa menurunkan harganya? Dan apakah TIDAK BISA ya pemerintah menjual bahan bakar minyak dan gas pada rakyat dengan harga murah tapi tidak perlu pakai SUBSIDI? Karena sy sendiri SETUJU dgn suhu, memang benar subsidi itu banyak menimbulkan hal NEGATIFnya ketimbang positifnya.

      • ha…ha…KERJA KERAS menambah penghasilan, dengan jalan sapu bersih tabung gas ukuran 3 kg, kemudian ekspor ke Timur Tengah kan lumayan sebagai cadangan amunisi. Juga menempatkan tabung gas ukuran 3 kg sebagai bom favorit dan legenda di daerah konflik. Bayangkan berapa lapangan kerja bisa dibuka untuk itu..ha..ha.ha… Tidak usa repot buat industri peralatan perang lagi..wkwkw….

          • setubuh…eh..setuju !!! Belum pernah kejadian larangan tabung gas 3 kg masuk ke Amerika Serikat kan?..ha.ha.ha..jadi AS sudah gagal mencegah senjata pemusnah massal yang sebenarnya, mereka buang waktu di Timur Tengah…ha..ha.ha.

  4. Ada 4 kelompok manusia : 1. Dia tahu bahwa dia tahu
    2. Dia tahu bhw dia nggak tahu
    3. Dia tdk tahu bhw dia tahu
    4. Dia tdk tahu bhw dia tdk tahu (sok tahu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s