Joas Adiprasetya Membual Tentang Bait TUHAN


Ketika ditanya tentang bait TUHAN, bila berpengetahuan, umumnya seorang jemaat awam akan menjelaskannya dengan mengutip ayat-ayat Alkitab tentang bait TUHAN. Hasilnya adalah ajaran Alkitab tentang bait TUHAN.

Joas Adiprasetya bukan jemaat awam, dia seorang pendeta. Dia seorang Dr. Theology. Meraih gelar S1 di STT Jakarta, dia pun kuliah S2 di kampus yang sama. Setelah gelar S2, dia melanjutkan kuliah di School of Theology Boston University, Massacusetts, USA dan lulus dengan gelar Doctor Theology. Sekolah teologinya tinggi sekali ya? Itu sebabnya, ketika mengajar tentang bait TUHAN, alih-alih belajar dari Alkitab Joas justru mengutip ajaran Pierre Benoit dari Prancis yang menurutnya adalah seorang ahli Alkitab. Hasilnya adalah bait TUHAN seratus lebih tafsir ulang. MENGENASKAN!

Bengcu Menghardik Albertus Patty

Kerabatku sekalian, konon katanya, STT adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Teologi. Teologi adalah terjemahan literal dari bahasa Yunani Theology yang artinya ilmu tentang Theos. Theos diterjemahkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia sebagai Allah. Dengan demikian, Teologi adalah ilmu tentang Allah. Seharusnya, Sekolah Tinggi Teologi adalah sekolah tinggi yang mengajarkan ilmu tentang Allah.

Banyak orang bilang, STT adalah singkatan dari Sekolah Tinggi Tafsir. Kenapa demikian? Karena konon, katanya, di STT, para mahasiswa diajari ilmu TAFSIR. Menafsirkan ajaran Alkitab dan menafsirkan TAFSIRAN Alkitab serta menafsirkan tafsiran tafsiran tafsir Alkitab. Itu sebabnya semakin tinggi sekolahnya semakin jago menafsirnya. Suatu hari Dr. Albertus Patty, pendeta GKI (gereja Kristen Indonesia) Maulana Yusuf, Bandung memberitahu bengcu:

Albertus Patty Full: Bengcu yang baik, thx atas tulisan anda. Saya senang membacanya meski saya tidak terlalu berminat pada pertanyaan dan interpretasi spekulatif khas teologi Barat seperti ini.

Anda pasti tahu bahwa tafsiran terhadap teologi Calvin tidak satu tapi ada ratusan. Demikian juga tafsiran terhadap Tritunggal pun ada ratusan. Sebagai contoh ada tafsiran Tritunggal menurut berbagai teolog di gereja2 Barat, juga berbagai versi di gereja Timur, ada yang menurut gereja2 di Afrika yang menghubungkan interpretasinya dengan kemiskinan dan ketidakadilan yang mereka rasakan, ada yg menurut kaum feminis yang bergumul dengan persoalan penindasan dan ketidakadilan gender, ada juga yang menurut teolog Katolik yang melayani di India yang mayoritas Hindu, dsb.

Jadi, apa yang anda sampaikan bagus untuk tambahin ratusan interpretasi yang sudah ada.

Tapi, model pertanyaan atau interpretasi seperti anda ini sangat ‘Barat’ dan khas kalangan kaum kelas menengah ke atas yg sering tidak ada relevansinya dengan persoalan riil masyarakat. Salam ya! November 23, 2010 at 7:21am

Albertus Patty Full: ‎@Bengcu: Alkitab bukan kitab Tafsir, tapi setiap pemahaman yang ditarik dari hasil pembacaan terhadap kitab suci itu pasti sebuah tafsiran. Nah, soal ini hanya diketahui kalau anda belajar teologi atau sastra. Jawaban anda cuma menunjukkan anda masih sangat awam dalam soal ini. Jadi, saran saya: perbanyaklah membaca! :–)) November 24, 2010 at 5:34am

Albertus Patty Full:@Bengcu: Wah.. hahahaha kalau anda sudah tahu Alkitab itu kitab tafsiran maka memang tidak ada tafsiran yang bisa diruntuhkan, yang ada adalah apakah suatu tafsiran relevan atau tidak dengan persoalan dan pergumulan manusia yang riil. Jadi, tanpa anda runtuhkan pun, suatu tafsiran yg tidak relevan dng konteks jamannya akan runtuh sendiri. Biasanya, orang menggunakan kata yang lebih kalem ‘dan dialogis seperti ‘merevisi, mendialogkan kembali, dsb. Bukan istilah yang pongah ‘meruntuhkan.’ Tapi OKlah.

Kok letih2 meruntuhkan tafsiran Calvin? Teologi Calvini sudah ditafsir ratusan kali karena setiap penafsir dipengaruhi oleh roh jamannya. Artinya ketika tafsiran ditafsir itu berarti sudah mengalami revisi, kasarnya sudah diruntuhkan.

Setiap jaman memiliki tantangannya sendiri. Jadi sekali lagi, tanpa diruntuhkan pun suatu tafsiran akan usang dengan sendirinya. Apa yang masih ada adalah spirit bahwa dalam setiap penafsiran ada pengakuan yang bersifat fungsional bahwa Allah bekerja dalam dunia ini.

Nah, saya jelaskan ttg “Barat”. Artinya Barat doyan yang lebih abstraksi, mengawang-ngawang yg irelevant. Berdebat ttg Allah atau ttg tritunggal atau ttg warna mata malaikat ga juntrungan. Tentang persoalan riil masyarakat artinya setiap tafsiran apapun seharusnya memiliki relevansi dengan karya Allah di tengah kemiskinan, ketidakadilan atau persoalan ekologi, dsb.

Nah, banyak tafsiran ttg tritunggal yang sudah keluar dari pakem Barat dan menafsirkan tritunggal dengan cara yg lebih fungsional dan relevan dng konteks kehidupan manusia masa kini. Kesimpulannya, ga perlu diruntuhkan krn yang tidak relevan akan runtuh sendiri krn akan ditinggalkan. Revisi terhadap tafsiran akan terus terjadi selama dunia ini ada. OK salam ya! November 25, 2010 at 7:00am

Albertus Patty Full:@Bengcu: Alkitab bukan kitab Tafsir, tapi setiap pemahaman yang ditarik dari hasil pembacaan terhadap kitab suci itu pasti sebuah tafsiran.

Albertus Patty: ketika tafsiran ditafsir itu berarti sudah mengalami revisi kasarnya sudah diruntuhkan.

Albertus Patty: Setiap jaman memiliki tantangannya sendiri. Jadi sekali lagi, tanpa diruntuhkan pun suatu tafsiran akan usang dengan sendirinya. Apa yang masih ada adalah spirit bahwa dalam setiap penafsiran ada pengakuan yang bersifat fungsional bahwa Allah bekerja dalam dunia ini.

Apabila yang diajarkan oleh Albertus Patty benar: Kenapa Alkitab HARUS ditafsirkan? Karena menurutnya, setiap jaman memiliki tantangannya sendiri. Dengan berlalunya waktu maka ajaran Alkitab pun menjadi USANG karena tidak relevan lagi dengan persoalan riil masyarakat. Sejak selesai ditulis hingga hari ini Alkitab sudah mengalami SERATUS lebih tafsir ulang.

Apabila ajaran Alkitab sudah usang dan tidak relevan bagi zaman ini, kenapa Dr. Albertus Patty masih nenteng-nenteng Alkitab dan membacakan ayat-ayat Alkitab? Karena jemaat GKI Maulana Yusuf Bandung yang setiap minggu URUNAN untuk membayar gajinya, mengupah dia untuk belajar Alkitab lalu mengajarkannya kepada jemaat. Kenapa jemaat GKI Maulana Yusuf Bandung diam saja meskipun alih-alih belajar Alkitab, Dr. Albertus Patty justru belajar ilmu tafsir TAFSIRAN tafsir Alkitab? Mungkin itulah sebabnya sebagian orang bilang, STT adalah singkatan dari Sekolah Tepu Tepu. Konon, di sana, para mahasiswanya diajari untuk menepu jemaat. Semakin tinggi sekolahnya, semakin canggih TEPUANNYA dong ya?

Apabila ajaran yang saat ini diajarkan sebagai ajaran Alkitab adalah seratus lebih tafsir ulang Alkitab, kenapa masih disebut ajaran Alkitab? Karena masyarakat suka yang KUNO. Gudeg Nyonya Mereng, sejak 1815.  Dodol Lipet Babah Wong, sejak 1912. Gereja Kristen Indonesia sejak 1935. Ajaran Alkitab, sejak 1500 SM. Itulah yang disebut JUDUL lama LAGU baru. Ha ha ha ha ha …..

Apabila ajaran Alkitab memang sudah usang dan tidak relevan lagi dengan zaman ini, buang saja ke tong sampah. Untuk apa buang-buang duit membeli Alkitab yang udah ketinggalan zaman? Apabila ajaran yang selama ini diajarkan sebagai ajaran Alkitab adalah SERATUS lebih tafsir ulang, maka jemaat Gereja Kristen Indonesia tidak lebih dari BURUNG onta yang merasa nyaman dan aman karena sudah mengubur ISI KEPALANYA ke dalam PASIR.

Apabila Dr. Albertus Patty benar, untuk apa jemaat GKI URUNAN untuk menggaji  sarjana teologi untuk belajar Alkitab dan mengajarkan ajaran Alkitab dan mengajarkannya kepada jemaat? Bayar saja mereka untuk MEMBUAT ajaran yang cocok untuk zaman ini. Beres! Apabila Dr. Albertus Patty benar, itu berarti SUDAH saatnya GKI bangun dari tidurnya dan sadar dari IMPIAN-nya bahwa Alkitab adalah firman Allah dan belajar mengakui FAKTA dan KEBENARAN bahwa Alkitab adalah BUKU USANG yang ajarannya sudah RUNTUH seratus lebih zaman yang lalu.

Handai taulanku sekalian, jemaat GKI yang terhormat, apabila Dr. Albertus Patty benar, bukankah sudah saatnya kita MENGEDIT Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga GKI serta Tata Gereja GKI agar DIRI KITA tidak menjadi OLOKAN masyarakat sebagai BURUNG ONTA yang menipu diri sendiri? Ha ha ha ha ha ….. Apabila Dr. Albertus Patty ngaco-belo, kenapa selama ini tidak ada pendeta GKI yang bangkit ber-APOLOGETIKA? Ha ha ha ha … Hati-hatilah memilih KARAYAWAN untuk menjadi PENDETA-mu.

Memberanikan diri bertanya, di dalam bukunya yang berjudul: Raja Yang Menderita, halaman 1-3 Joas Adiprasetya menulis:

Markus 15:8-39

Pada saat penyaliban dan kematian Yesus, terjadi banyak peristiwa ajaib. Salah satunya adalah peristiwa tabir Bait Suci yang terbelah dua. Seorang ahli Alkitab dari Prancis, Pierre Benoit, menjelaskan beberapa data mengenai tabir Bait Suci berikut ini.

Pertama, tabir Bait Suci terbuat dari bahan yang lebih berat dan lebih kuat dibandingkan kain tenda suku-suku di padang gurun. Jadi, sudah pasti kuat sekali. Saya pernah ke tempat penjualan koper di daerah Blok M. Di sana dipamerkan koper yang memakai bahan kain amat kuat. Kemudian, ada selembar kain lain yang diikatkan pada koper itu: “Kalau anda bisa merobek kain ini, koper ini milik anda.” Saya dan teman saya lalu mencoba sekuat tenaga, tetapi sia-sia. Tabir Bait Suci mungkin sama kuatnya atau bahkan lebih kuat dari itu. Jadi, kalau dikatakan tabir itu terbelah, tentu kita bisa menduga bahwa bukan manusia yang melakukannya.

Kedua, Bait Suci memiliki dua tabir. Tabir yang pertama untuk menjadi pembatas antara halaman depan dan ruangan dalam. Orang yang boleh masuk ke ruangan dalam hanya orang Israel karena itu ruangan kudus, sedangkan bangsa-bangsa lain diperbolehkan sampai halaman depan saja. Tabir kedua adalah pemisah antara ruangan kudus dan mahakudus. Ruangan mahakudus adalah tempat tabut perjanjian disimpan. Orang Israel percaya ruangan mahakudus merupakan takhta Allah. Tidak seorang pun boleh masuk ke dalamnya, kecuali Iman Besar.

Ketiga, fungsi tabir ini adalah untuk menghalangi, memisahkan dan membagi. Tabir pertama menghalangi orang non Israel untuk beribadah, sedangkan tabir kedua menghalangi orang Israel untuk masuk ke hadirat Allah. Kedua tabir ini juga memisah-misahkan manusia: Ada bagian untuk orang Israel dan non Israel; ada pula untuk Imam Besar dan orang awam. Akhirnya, tabir itu membagi-bagi dan mengotak-ngotakkan manusia. Sebagian dianggap layak, sedangkan yang lain tidak layak; yang ini boleh dan yang itu tidak boleh; ini bangsa terpilih dan itu kafir.

Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah. Bukan robek, melainkan terbelah. Dengan kata lain, semuanya sudah terbuka. Kematian Yesus membuka penghalang dan pemisahan antara Allah dan manusia. Tidak ada lagi ruangan mahakudus dan ruangan kudus. Allah tidak lagi disimpan dalam ruangan mahakudus. Kematian Yesus menjadi tanda bahwa Allah berkenan untuk keluar dari ruangan mahakudus dan menjumpai manusia yang berdosa. Itulah makna sejati dari keselamatan.

Namun, bukan hanya itu. Tabir Bait Suci yang kedua juga terobek sehingga tidak ada lagi pemisahan dan diskriminasi antara bangsa pilihan dan bangsa kafir. Semua orang punya hak yang sama dan dipersatukan. Itu sebabnya, di ayat 39, orang pertama yang mengakui Kristus sebagai anak Allah pada saat penyaliban justru kepala pasukan, seorang non Israel.

Seorang teolog bernama Jurgen Moltman pernah berkata bahwa kematian Yesus bukanlah kematian Allah (the death of god), melainkan kematian di dalam diri Allah (the death in God). Allah memasukkan kematian ke dalam diri-Nya, melalui kematian Yesus, justru untuk mengalahkan dan mengubah kematian menjadi kehidupan. Cara itu membawa kehidupan tidak lagi hanya bisa disimpan di dalam ruangan mahakudus. Kematian Yesus membuka keselamatan dan kehidupan bagi mansuia. Dengan sangat indah, penulis Ibrani menuturkan,

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Ibrani 10:19-21

Kalau begitu, tugas kita yang sudah menerima kematian dan kebangktian Kristus adalah percaya bahwa sudah tidak boleh ada lagi tabir-tabir pemisah, penghalang dan pembagi. Jika masih ada tabir-tabir pemisah di dalam dan di sekitar kehidupan kita, dengan kekuatan Kristus, kita harus merobeknya.

Mari kita renungkan, apa saja tabir-tabir yang masih ada dalam kehidupan kita? Tabir apa yang masih memisahkan manusia yang satu dengan manusia yang lain, mengutamakan yang satu dan meremehkan yagn lain, menyanjung yang satu dan menekan yang lain? Dengan kekuatan Kristus, kita harus merobek tabir itu!

Bengcu Menjawab

Ketika masa tujuh hari itu sudah hampir berakhir, orang-orang Yahudi yang datang dari Asia, melihat Paulus di dalam Bait Allah, lalu mereka menghasut rakyat dan menangkap dia, sambil berteriak: “Hai orang-orang Israel, tolong! Inilah orang yang di mana-mana mengajar semua orang untuk menentang bangsa kita dan menentang hukum Taurat dan tempat ini! Dan sekarang ia membawa orang-orang Yunani pula ke dalam Bait Allah dan menajiskan tempat suci ini!” Kisah Para Rasul 21:27-28

Sebab mereka telah melihat Trofimus dari Efesus sebelumnya bersama-sama dengan Paulus di kota, dan mereka menyangka, bahwa Paulus telah membawa dia ke dalam Bait Allah. Kisah Para Rasul 21:29

Maka gemparlah seluruh kota, dan rakyat datang berkerumun, lalu menangkap Paulus dan menyeretnya keluar dari Bait Allah dan seketika itu juga semua pintu gerbang Bait Allah itu ditutup. Kisah Para Rasul 21:30

Handai taulanku sekalian, apa yang terjadi ketika bangsa Yahudi menyangka Paulus membawa orang Yunani, orang asing, orang KAFIR masuk ke dalam bait TUHAN? Mereka menuduhnya menajiskan tempat suci lalu menangkap dan menyeretnya keluar dari bait TUHAN. Kenapa mereka melakukan hal demikian? Karena orang asing bukan JEMAAH TUHAN itu sebabnya tidak boleh masuk ke dalam bait TUHAN sebab orang asing akan menajiskan bait TUHAN. Apa yang disebut bait TUHAN? Bagian mana dari bait TUHAN yang nggak boleh dimasuki orang asing? Alkitab mencatat:  Bait TUHAN terbagi menjadi 3 bagian yaitu:

  1.  Beranda – Halaman
  2. Ruang Kudus
  3. Ruang Mahakudus

Untuk membatasi ketiga bagian tersebut, digunakan tabir atau tirai kain. Di bait TUHAN ada dua tabir yaitu:

Juga haruslah kaubuat tirai untuk pintu kemah itu dari kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya: tenunan yang berwarna-warna. Keluaran 26:36

Haruslah kaubuat lima tiang dari kayu penaga untuk tirai itu dan kausalutlah itu dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, dan untuk itu haruslah kautuang lima alas dari tembaga.” Keluaran 26:37

Tabir pertama memisahkan BERANDA alias halaman dengan ruang kudus. Tabir itu namanya tabir pintu bait TUHAN.

Haruslah kaubuat tabir dari kain ungu tua, dan kain ungu muda, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya; haruslah dibuat dengan ada kerubnya, buatan ahli tenun. Keluaran 26:31

Haruslah engkau menggantungkannya pada empat tiang dari kayu penaga, yang disalut dengan emas, dengan ada kaitannya dari emas, berdasarkan empat alas perak. Keluaran 26:32

Haruslah tabir itu kaugantungkan pada kaitan penyambung tenda itu dan haruslah kaubawa tabut hukum ke sana, ke belakang tabir itu, sehingga tabir itu menjadi pemisah bagimu antara tempat kudus dan tempat maha kudus. Keluaran 26:33

Tabir kedua memisahkan ruang kudus dan ruang mahakudus. Tabir itu kita namakan tabir mahakudus. Baik tabir pintu bait TUHAN maupun tabir mahakudus, ukurannya SAMA. Warna dan bahannya pun sama. Perbedaannya adalah: Tabir mahakudus memiliki bordir Kerub dan disanggah oleh empat pilar sementara tabir kudus tanpa bordir Kerub dan disanggah oleh lima pilar.

Di ruang mahakudus ada tabut TUHAN dan dua patung Kerubim yang sayapnya menaungi tabut Allah, juga ada buli-buli emas berisi manna dan tongkat Harun.

Di ruang kudus ada meja sajian, pinggan, cawan, kendi dan piala, 10 batang kandil bercabang 6 yang diletakkan 5 di kiri dan 5 di kanan, mezbah bertanduk 4, kendi abu, sodok-sodok, bokor-bokor, garpu-garpu dan perbaraan.

Di beranda alias halaman ada mezbah korban bakaran, bejana pembasuhan, tempat menyembelih hewan dan bejana darah.

suatu korban bakaran yang tetap di antara kamu turun-temurun, di depan pintu Kemah Pertemuan di hadapan TUHAN. Sebab di sana Aku akan bertemu dengan kamu, untuk berfirman kepadamu. Di sanalah Aku akan bertemu dengan orang Israel, dan tempat itu akan dikuduskan oleh kemuliaan-Ku. Keluaran 29:42-43

Beranda bait TUHAN, adalah tempat untuk memotong dan mengolah hewan korban dan persembahan unjukan. Di atass mezbah bakarkanlah persembahan bakaran atau persembahan api-apian dibakar. Di halaman itulah TUHAN (YHWH) hadir di atas mezbah untuk menerima persembahan korban bakaran dan korban sajian dari bangsa Israel, untuk menemui bangsa Israel dan untuk berfirman kepada bangsa Israel.

Haruslah kautaruh tempat pembakaran itu di depan tabir penutup tabut hukum, di depan tutup pendamaian yang di atas loh hukum, di mana Aku akan bertemu dengan engkau. Keluaran 30:6
“Di atasnya haruslah Harun membakar ukupan dari wangi-wangian; tiap-tiap pagi, apabila ia membersihkan lampu-lampu, haruslah ia membakarnya.” Kel 30:7

Juga apabila Harun memasang lampu-lampu itu pada waktu senja, haruslah ia membakarnya sebagai ukupan yang tetap di hadapan TUHAN di antara kamu turun-temurun. Keluaran 30:8

Di atas mezbah itu janganlah kamu persembahkan ukupan yang lain ataupun korban bakaran ataupun korban sajian, juga korban curahan janganlah kamu curahkan di atasnya. Keluaran 30:9

Di Ruang Kudus imam mempersembahkan korban ukupan setiap petang ketika menyalakan kandil dan setiap pagi ketika memadamkan kandil. Hanya imam yang sedang melayani yang boleh masuk ruang kudus. Imam yang tidak mendapat giliran melayani tidak boleh masuk. Bangsa Israel juga tidak boleh masuk. Di sebelah mezbah ukupan yang terletak di depan tabut yang dilindungi kerubim, dibatasi TIRA, TUHAN hadir menerima persembahan ukupan dari imam yang bertugas. Di ruang itulah TUHAN bertemu dengan Imam.

Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel.” Keluaran 25:22

Inilah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagi kamu, yakni pada bulan yang ketujuh, pada tanggal sepuluh bulan itu kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa dan janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan, baik orang Israel asli maupun orang asing yang tinggal di tengah-tengahmu. Imamat 16:29

Karena pada hari itu harus diadakan pendamaian bagimu untuk mentahirkan kamu. Kamu akan ditahirkan dari segala dosamu di hadapan TUHAN. Imamat 16:30

Hari itu harus menjadi sabat, hari perhentian penuh, bagimu dan kamu harus merendahkan diri dengan berpuasa. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya. Imamat 16:31

Dan pendamaian harus diadakan oleh imam yang telah diurapi dan telah ditahbiskan untuk memegang jabatan imam menggantikan ayahnya; ia harus mengenakan pakaian lenan, yakni pakaian kudus. Imamat 16:32

Ia harus mengadakan pendamaian bagi tempat maha kudus, bagi Kemah Pertemuan dan bagi mezbah, juga bagi para imam dan bagi seluruh bangsa itu, yakni jemaah itu. Imamat 16:33

Itulah yang harus menjadi ketetapan untuk selama-lamanya bagimu, supaya sekali setahun  diadakan pendamaian bagi orang Israel karena segala dosa mereka.” Maka Harun melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. Imamat 16:34

Setahun sekali imam agung melakukan pendamaian bagi bangsa Israel. Imam agung juga mengadakan pendamaian bagi tempat mahakudus, tempat kudus dan beranda alias mezbah bakaran. Pada hari tersebut, imam agung TIDAK menyingkap tabir lalu menyusup masuk ke ruang mahakudus dan tabir ditutup lagi. Namun, pada hari tersebut Imam membuka tabir yang memisahkan ruang kudus dan ruang mahakudus sehingga KEDUANYA pun menjadi SATU ruangan. Pada hari tersebut, semua barang yang ada di dalam kemah pertemuan alias ruang mahakudus, ruang kudus dan di halaman, DIPERDAMAIKAN dengan percikan DARAH domba. Pada hari itu, TUHAN akan hadir di atas TABUT TUHAN.

Banyak teolog yang tidak mempelajari Alkitab baik-baik menyangka ADA TINGKAT kekudusan yang BERBEDA di antara ketiga BAGIAN bait TUHAN. Halaman TIDAK KUDUS, itu sebabnya siapa saja boleh HADIR di sana. Ruang Kudus, lebih KUDUS itu sebabnya hanya IMAM yang boleh memasukinya. Dan ruang mahakudus benar-benar kudus itu sebabnya hanya imam agung yang boleh memasukinya. Ajaran demikian bukan ajaran Alkitab sebab Alkitab mengajarkan bahwa: Semua tempat di mana YHWH hadir menjadi KUDUS karena DIKUDUSKAN ole KEMULIAAN-Nya. Itu sebabnya, baik halaman, maupun ruang kudus, maupun ruang mahakudus, SAMA KUDUSNYA sebab ketika IBADAH dijalankan, YHWH hadir di tempat-tempat tersebut. Jadi, SEBUAH tempat DISEBUT KUDUS, bukan karena DITETAPKAN untuk MENJADI KUDUS atau DIKUDUSKAN oleh Imam namun karena YHWH hadir dan MENGUDUSKAN tempat tersebut dengan KEMULIAN-Nya.

“Orang yang hancur buah pelirnya atau yang terpotong kemaluannya, janganlah masuk jemaah TUHAN.”  Ulangan 23:1

“Seorang anak haram janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN.” Ulangan 23:2

“Seorang Amon atau seorang Moab janganlah masuk jemaah TUHAN, bahkan keturunannya yang kesepuluhpun tidak boleh masuk jemaah TUHAN sampai selama-lamanya,” Ulangan 23:3

Janganlah engkau menganggap keji orang Edom, sebab dia saudaramu. Janganlah engkau menganggap keji orang Mesir, sebab engkaupun dahulu adalah orang asing di negerinya. Anak-anak yang lahir bagi mereka dalam keturunan yang ketiga, boleh masuk jemaah TUHAN.” Ulangan 23:8

“Katakanlah kepada Harun, begini: Setiap orang dari antara keturunanmu turun-temurun yang bercacat badannya, janganlah datang mendekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya, Imamat 21:17
 
karena setiap orang yang bercacat badannya tidak boleh datang mendekat: orang buta, orang timpang, orang yang bercacat mukanya, orang yang terlalu panjang anggotanya, Imamat 21:18

orang yang patah kakinya atau tangannya, Imamat 21:19

orang yang berbongkol atau yang kerdil badannya atau yang bular matanya, orang yang berkedal atau berkurap atau yang rusak buah pelirnya. Imamat 21:20

Setiap orang dari keturunan imam Harun, yang bercacat badannya, janganlah datang untuk mempersembahkan segala korban api-apian TUHAN; karena badannya bercacat janganlah ia datang dekat untuk mempersembahkan santapan Allahnya. Imamat 21:21

Mengenai santapan Allahnya, baik persembahan-persembahan maha kudus maupun persembahan-persembahan kudus boleh dimakannya. Imamat 21:22

Hanya janganlah ia datang sampai ke tabir dan janganlah ia datang ke mezbah, karena badannya bercacat, supaya jangan dilanggarnya kekudusan seluruh tempat kudus-Ku, sebab Akulah TUHAN, yang menguduskan mereka.” Imamat 21:23

Kerabatku sekalian, apa yang akan dilakukan oleh bangsa Israel ketika seorang Amon atau seorang Moab atau seorang Edom atau seorang Mesir mau memeluk agama Yahudi dan menyembah dan memberi korban bakaran kepada YHWH? Mereka akan ditolak mentah-mentah dan akan dibunuh bila nekad masuk ke pelataran bait TUHAN. Kenapa demikian? Karena untuk menyembah YHWH anda harus punya HAK sebagai JEMAAH TUHAN. Untuk menjadi Jemaah TUHAN anda harus keturunan Yakub. Orang asing, orang Israel namun anak haram, orang Israel namun  cacat, tidak boleh menjadi jemaah TUHAN. Keturunan anak haram dan yang buah pelirnya cacat, hingga keturunan ke 10 tidak boleh menjadi jemaah TuHAN. Orang Edom dan orang mesir yang menikah dengan orang Israel, keturunannya yang ke tiga baru boleh masuk jemaah TUHAN. Orang Moab dan orang Amon yang menikah dengan orang Israel, keturuannya yang ke 11 baru boleh masuk jemaah TUHAN.

Dan lihatlah, tabir Bait Suci (naos) terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa (seio) bumi, dan bukit-bukit batu (petra) terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Matius 27:51-52

Lalu Yesus masuk ke Bait Allah (hieron) dan mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah (hieron). Ia membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati. Matius 21:12

mereka berkata: “Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci (naos) dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib itu!” Matius 27:40

Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Ibrani 10:19-21

Handai taulan sekalian, kata bait suci dalam Matius 27:51 dan Matius 27:40 diterjemahkan dari kata Yunani “NAOS” sementara kata bait Allah (bangunan) dalam Matius 21:12 diterjemahkan dari kata “HIERON”. Matius menggunakan kedua kata tersebut dengan konsisten. Dia tidak pernah menggunakan kata “NAOS” untuk menyebut bait Allah (HIERON) dan sebaliknya. Bait suci “NAOS” yang dimaksudkan oleh Matius 27:51 sama sekali bukan bangunan bait Allah (HIERON) namun Yesus Kristus. Satu saksi sama sekali tidak sah, dua saksi baru sah. Itu sebabnya Paulus dalam kitab Ibrani menyaksikan hal yang sama dengan Matius. Tabir bait suci yang dimaksudkan oleh Matius adalah Yesus Kristus.

Maka iapun melemparkan uang perak itu ke dalam (EIS) Bait Suci (NAOS), lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Matius 27:5

Banyak teolog yang menafsirkan ayat tersebut lalu menyatakan Matius menggunakan kata NAOS untuk menyebut HIERON. Hal itu terjadi karena para penerjemah MENAFSIRKAN kata Yunani EIS menjadi KE DALAM. Itukah yang dicatat oleh Matius? Tentu saja bukan. NAOS alias BAIT SUCI yang dimaksudkan oleh Matius dalam matius 27:5 adalah NAOS YHWH alias BAIT SUCI YHWH. Bait-bait SUCI YHWH adalah IMAM kepala dan IMAM-iMAM yang sedang bertugas sebagai GEMBALA Israel atas nama YHWH. Itu sebabnya mereka BERKUASA untuk MENGHAKIMI dan MENJATUHKAN hukuman kepada Yesus.

Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah (seio) seluruh kota itu dan orang berkata: “Siapakah orang ini?” Matius 21:10

Maka terjadilah gempa bumi (seismos) yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Matius 28:2

Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (Petros)  dan di atas batu karang ini (petra) Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut (hades) tidak akan menguasainya. Matius 16:18

seio =  gempar
petra = batu karang
seismos = gempa bumi

Kerabatku sekalian, ketika Yesus masuk ke Yerusalem naik keledai sama sekali tidak terjadi gempa bumi (seismos) namun kegemparan (seio). Ketika Yesus meninggal juga tidak terjadi gempa bumi (seismos) namun kegemparan (seio). Kenapa dikatakan PETRAI (batu-batu karang) terbelah? Karena di dalam Yesus ada Roh Kudus yang rupanya seperti burung merpati, itulah Kristus. Yesus juga dinaungi oleh Awan yang adalah Anak Manusia. Ketika Yesus meninggal ada TIGA BATU KARANG yang terbelah yaitu Yesus dan Kristus serta Anak Manusia. Itu sebabnya disebut PETRAI alias Batu-batu karang.

Maka laut (thalasa) menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut (thanatos) dan kerajaan maut (hades) menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Wahyu 20:13

Di manakah orang-orang mati dikuburkan? Di kuburan. Yang dikuburkan di kuburan sama sekali bukan orang mati namun jasat orang mati. Jasat yang dibentuk (yatsar) dari debu tanah kembali ke bundanya yaitu ibu pertiwi dan tidak bangkit kembali. Di manakah orang-orang mati dikuburkan? Wahyu 20:13 mencatat: Orang-orang yang mati sebelum Yesus MATI, alias jiwa-jiwa yang tidak memiliki daging lagi dikuburkan di laut (thalasa) dan di maut (thanatos) serta di kerajaan maut (hades). Petrus mengajarkan bahwa orang-orang yang mati karena air bah pada jaman Nuh, dikuburkan alias ditahan di penjara (phulake). Apa yang terjadi keika KUBURAN-KUBURAN (thalasa, thanatos, hades) menyerahkan orang-orang mati yagn ada di dalamnya? KEBANGKITAN. Kuburan-kuburan TERBUKA dan banyak orang Kudus yang telah meninggal bangkit.

Dan lihatlah, tabir Bait Suci (naos) terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa KEGEMPARAN (seio) di bumi, dan bukit-bukit batu (petra) terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Matius 27:51-52 – terjemahan lebih baik

Kisanak, sesungguhnya tidak sulit untuk memahami apa yang sesungguhnya terjadi saat Yesus mati di atas kayu salib bukan? Alkitab mencatatnya dengan tegas dan gamblang sehingga mustahil menyangkalnya. Anda hanya perlu MEMBACANYA tanpa prasangka dan TIDAK menyalahkan penulisnya, bila TIDAK memahami yang tertulis. Jangan MENAFSIRKAN bila anda TIDAK paham sebab MENAFSIRKAN berarti MEMBUANG peluang untuk memahami lias mengerti yang tertulis dengan BENAR. Tidak tidak PAHAM, bacalah lagi dengan teliti dan hati-hati dengan harapan siapa tahu suatu saat anda mampu memahaminya?!

Joas Adiprasetya Membual

Handai taulanku sekalian, hai hai bukan sarjana teologi, itu sebabnya saat mengajar tentang bait TUHAN dan kematian Yesus, dia mengutip ayat-ayat Alkitab sebagai sumber pustakanya.  Joas Adiprasetya adalah Doktor Teologi, itu sebabnya ketika mengajar tentang bait TUHAN dia sama sekali tidak mengutip ayat-ayat Alkitab, yang menurut Dr. Albertus Patty, sudah usang dan tidak relevan dengan masalah riil zaman ini bahkan sudah ketinggalan sseratus lebih tafsir ulang. Mungkin kerena itulah, alih-alih mengutip ayat Alkitab, Joas Adi Prasetya pun mengutip TAFSIRAN Pierre Benoit dari Prancis yang menurutnya adalah seorang ahli Alkitab, untuk DITAFSIR ulang  agar relevan dengan tantangan riil zaman ini di Indonesia. Inilah seratus lebih tafsir ulang bait TUHAN ala Pdt. Dr. Joas Adiprasetya:

Joas: Kedua, Bait Suci memiliki dua tabir. Tabir yang pertama untuk menjadi pembatas antara halaman depan dan ruangan dalam. Orang yang boleh masuk ke ruangan dalam hanya orang Israel karena itu ruangan kudus, sedangkan bangsa-bangsa lain diperbolehkan sampai halaman depan saja. Tabir kedua adalah pemisah antara ruangan kudus dan mahakudus. Ruangan mahakudus adalah tempat tabut perjanjian disimpan. Orang Israel percaya ruangan mahakudus merupakan takhta Allah. Tidak seorang pun boleh masuk ke dalamnya, kecuali Iman Besar.

Joas: Ketiga, fungsi tabir ini adalah untuk menghalangi, memisahkan dan membagi. Tabir pertama menghalangi orang non Israel untuk beribadah, sedangkan tabir kedua menghalangi orang Israel untuk masuk ke hadirat Allah. Kedua tabir ini juga memisah-misahkan manusia: Ada bagian untuk orang Israel dan non Israel; ada pula untuk Imam Besar dan orang awam. Akhirnya, tabir itu membagi-bagi dan mengotak-ngotakkan manusia. Sebagian dianggap layak, sedangkan yang lain tidak layak; yang ini boleh dan yang itu tidak boleh; ini bangsa terpilih dan itu kafir.

Joas: Tabir Bait Suci terbelah dua dari atas ke bawah. Bukan robek, melainkan terbelah. Dengan kata lain, semuanya sudah terbuka. Kematian Yesus membuka penghalang dan pemisahan antara Allah dan manusia. Tidak ada lagi ruangan mahakudus dan ruangan kudus. Allah tidak lagi disimpan dalam ruangan mahakudus. Kematian Yesus menjadi tanda bahwa Allah berkenan untuk keluar dari ruangan mahakudus dan menjumpai manusia yang berdosa. Itulah makna sejati dari keselamatan.

Handai taulanku sekalian, Meskipun Alkitab mengajarkan bahwa bangsa asing tidak boleh masuk ke halaman bait TUHAN, namun ajaran demikian sama sekali tidak relevan dengan masalah riil zaman ini. Itu sebabnya Joas Adiprasetya pun menafsirkan TAFSIRAN Pierre Benoit yang entah menafsirkan tafsiran siapa? Menurut Joas Adiprasetya, TAFSIRAN yang relevan dengan masalah riil zaman ini adalah: halaman bait TUHAN adalah tempat bagi orang asing beribadah kepada YHWH.

Meskipun Alkitab mengajarkan bahwa yang boleh masuk ke ruang kudus setiap pagi dan petang adalah imam yang bertugas namun ajaran demikian sama sekali tidak relevan dengan masalah riil zaman ini. Itu sebabnya Joas Adiprasetya pun menafsirkan TAFSIRAN Pierre Benoit yang entah menafsirkan tafsiran siapa? Menurut Joas Adiprasetya, TAFSIRAN yang relevan dengan masalah riil zaman ini adalah: Ruang kudus HARUS menjadi tempat orang-orang Yahudi beribadah kepada TUHAN (Elohim bangsa Israel).

Meskipun Alkitab mengajarkan bahwa YHWH (TUHAN) akan nongkrong di halaman bait TUHAN ketika imam-imam membakar korban bakaran dan nongkrong di ruang kudus, di samping mezbah ukupan, ketika imam mempesembahkan korban ukupan setiap pagi dan petang serta nongkrong di atas tabut TUHAN setahun sekali ketika Imam Agung membuka tirai mahakudus, namun, ajaran  demikian sama sekali tidak relevan dengan masalah riil zaman ini. Itu sebabnya Joas Adiprasetya pun menafsirkan TAFSIRAN Pierre Benoit yang entah menafsirkan tafsiran siapa? Menurut Joas Adiprasetya, TAFSIRAN yang relevan dengan masalah riil zaman ini adalah: Allah HARUS hanya nongkrong di dalam ruang mahakudus dan nggak boleh KELAYAPAN apalagi nongkrong di ruang kudus dan di halaman bait TUHAN.

Meskipun Alkitab mengajarkan bahwa tirai bait suci (naos) alias Yesus yang terbelah, saat Yesus mati di atas kayu salib, namun ajaran demikian sama sekali tidak relevan dengan masalah riil zaman ini. Itu sebabnya Joas Adiprasetya pun menafsirkan TAFSIRAN Pierre Benoit yang entah menafsirkan tafsiran siapa? Menurut Joas Adiprasetya, TAFSIRAN yang relevan dengan masalah riil zaman ini adalah: Tirai bait TUHAN (hieron) TERBELAH dari atas sampai ke bawah. Inga, inga, inga, bukan ROBEK lho namun TERBELAH.

Handai taulanku sekalian, kenapa PENGETAHUAN Alkitab seorang Dr. Theologi sekaliber Joas Adiprasetya demikian PAYAH bin PARAH? Mungkin karena ketika KULIAH, alih-alih BELAJAR, dia justru HANYA melampiaskan LIBIDONYA? Saya tidak tahu! Bila yang diajarkan oleh Joas Adiprasetya diajarkan oleh seorang sarjana S1, mungkin kita bisa bilang, “Dia kan baru sarjana S1, wajarlah bila dia LUPA yang telah dipelajarinya.” Anda kata ajaran ngaco-belo demikian diajarkan oleh seorang Master Teologi, mungkin kita bisa bilang, “Dia kan baru Master teologi, bisa saja khilaf!” Namun karena yang mengajarkan ajarna ngaco-belo dan konyol tersebut adalah Joas Adiprasetya yang gelarnya Dr. Theology, apa yang harus kita katakan?

Ha ha ha ha ha …. Mungkin kita katakan saja bahwa Joas Adiprasetya adalah Dr. Theology bidang Philosophy Theology and social Ethics, bukan Biblical (Alkitab) itu sebabnya pengetahuan Alkitabnya PAYAH bin PARAH. Ha ha ha ha ha ha ha ….. Bagaimaana bila kia bilang, “Joas Adiprasetya sama sekali tidak bermaksud untuk MENYESATKAN jemaat sebab dia HANYA melampiaskan LIBIDO-nya doang kok!” Ha ha ha ha ha ha …..

Kerabatku sekalian, ada seorang pemuda yang giat sekali berlatih main gitar. Aneh bin ajaib! Semakin giat berlatih permainan gitarnya  justru semakin ngaco-belo. Anda tahu kenapa terjadi hal demikian? Karena pemuda itu tidak memainkan gitar dengan CARA yang benar. Dia memetik gitar dan memencet kunci nada dengan CARA yang salah. Itu sebabnya semakin giat berlatih semakin nyata kesalahannya. Handai taulanku sekalian, oleh karena itu, jangan heran bila ajaran Dr. Albertus Patty dan Dr. Joas Adiprasetya sama-sama NGACO-BELONYA meskipun sudah sekolah teologi tinggi, TINGGI sekali sehingga gelarnya lebih panjang dari namanya. Karena keduanya SEJAK awal tidak belajar Alkitab sebab percaya ajaran Alkitab SUDAH USANG dan TIDAK relevan lagi dengan tantangan ZAMAN, namun belajar ILMU TAFSIR. Itu sebabnya semakin TINGGI sekolahnya dan semakin panjang gelarnya, SEMAKIN 1001 mimpi TAFSIRAN mereka. Untuk sebuah kalimat yang lebih baik: semakin NGACO-BELO ajarannya!

65 thoughts on “Joas Adiprasetya Membual Tentang Bait TUHAN

    • @Alvin, blog hai hai nongkrong di internet 24 jam setiap harinya menunggu siapa saja untuk MENGGUGATNYA. ha ha ha ha …. menuduh hai hai nggak mau digugat sama sekali tidak mengubah FAKTA tersebut lho bang. Ha ha ha ha ha …. Sayangnya, belum ada SATU orang Kristen baik yang AWAM maupun sarjana teologi yang MAMPU menunjukkan kesalahan blog hai hai dan mengajarkan yang BENAR. ha ha ha ha ha …. Tentu saja dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan STANDAR kebenaran, kisanak.

      • Bengcu, sepertinya anda perlu banyak berdoa agar tau maksud Tuhan sebenarnya.
        Sebab Alkitab bukanlah segalanya, melainkan kesaksiannya tentang Allah dan karya-Nya lah yang kita syukuri dan percaya.
        Buat saya pribadi, saya meragukan (skeptis) ttg isi Alkitab selain dari perkataan Yesus. Bahkan paulus pun saya dapat meragukan.

        Misalnya bagaimana anda menjelaskan umur bumi? Apabila dihitung secara alkitabiah, umur bumi 7000an tahun, apakah benar? Lalu siapa istri set? Dan darimana asal bangsa2?
        Kalau anda memaksa menjawab, hanya akan membuat pusing, atau berdosa karena mencoba mengarang2.
        Alkitab hanya alat Tuhan, jadi jangan sembah Alkitab sebagai kebenaran mutlak. Melainkan kesaksian tentang kasih Allah adalah hal mutlak.

        So, tidak ada guna menggugat, karena yang senang justru iblis yang ada dalam hati anda.
        Kata Yesus dalam Alkitab: “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

        Salam
        H-H

        • @Heber Hutauruk, bacalah Alkitab baik-baik. Tanpa membacanya baik-baik maka pengetahuan Alkitab anda pun NGACO BELO. Karena ngak BACA Alkitab dengan BAIK maka anda pun mengucapkan KALIMAT yang maaf, TOLOL sekali:

          Heber Hutauruk: So, tidak ada guna menggugat, karena yang senang justru iblis yang ada dalam hati anda.

          Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14

          Kisanak, bila anda membaca alkitab dengan teliti dan hati-hati maka MUSTAHIL anda mengucapkan komentar TOLOL tersebut di atas bukan? ha ha ha ha …… diri anda itu ibarat TONG KOSONG bunyi BEDUK. OTAK kosong SOK NYELETUK. ha ha ha ha ha ….. UMUR bumi? Ha ha ha ha ha …. Kalau anda baca Alkitab baik-baik sehingga MENGERTI dengan benar maka anda pasti TAHU bahwa AJARAN umur bumi sekitar 7.000 tahun menurut Alkitab adalah HOAX.

          Anda mengagul-agulkan ilmu pengetahuan? ha ha ha ha ha ….. Seharusnya anda SKEPTIS dengan ilmu pengetahuan sebab sampai hari ini nggak ada ilmu pengetahuan yang MENJELASKAN, benarkah Sokrates adalah orang Jawa, nama aslinya adalah SUKATES? ha ha ha ha ha …..

          • Heheh, saya suka nih komennya.
            TAPI setidaknya anda TIDAK PERNAH MENJAWAB ketiga pertanyaan saya, melainkan anda hanya sibuk MENGATAI DAN MENGUTUKI.
            Lalu komentar anda pun keluar dari apa yang saya komentari sebelumnya. Saya tidak pernah bilang menggauli pengetahuan. Anda yang BERANGGAPAN seperti itu. Dalam hal ini saya bisa berkata komentar anda TIDAK JELAS Arah, Sehingga terlihat jelas mana beduk kosong yang, Maaf, TOLOL BELO. hehehe

            Kata Yesus: “Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

            Sebab alkitab tidak menjelaskan kapan penciptaan terjadi, melainkan menjelaskan mengapa manusia ada dan diciptakan.

            • Heber Hutauruk: Sebab alkitab tidak menjelaskan kapan penciptaan terjadi, melainkan menjelaskan mengapa manusia ada dan diciptakan.

              Belajar Alkitab dulu baik-baik kisanak, sepuluh atau 20 tahun yang akan datang baru kembali lagi untuk bicara tentang Alkitab. Bagaimana mau debat Alkitab bila anda nggak pernah baca Alkitab? ha ha ha … Anda pernah baca Alkitab? Minimal, baca SATU kitab, misalnya kitab KEJADIAN sampai selesai. Atau baca kitab Yohanes sampai selesai. ha ha ha ha … Belum pernah kan? ha ha ha ha …..

              • Hehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks dan kepada siapa gulungan itu dituliskan. LAI sendiri membagi hal itu ke dalam perikop2 serta memberi judul di setiap perikopHehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks dan kepada siapa gulungan itu dituliskan. LAI sendiri membagi hal itu ke dalam perikop2 serta memberi judul di setiap perikopHehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks Hehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks dan kepada siapa gulungan itu dituliskan. LAI sendiri membagi hal itu ke dalam perikop2 serta memberi judul di setiap perikopHehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks dan kepada siapa gulungan itu dituliskan. LAI sendiri membagi hal itu ke dalam perikop2 serta memberi judul di setiap perikopHehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks d

                • @Heber Hutauruk, NEKAD juga ya anda? ha ha ha …. BELuM pernah baca Alkitab kok mau MENGAJAR soal Alkitab? ha ha ha …. Baca dulu gih. minimal BACA dulu satu kitab dari ke 66 kitab dalam Alkitab. Setelah baca baru kembali lagi untuk komentar. ha ha ha ha …

        • @Heber Hutauruk, bacalah Alkitab baik-baik. Tanpa membacanya baik-baik maka pengetahuan Alkitab anda pun NGACO BELO. Karena ngak BACA Alkitab dengan BAIK maka anda pun mengucapkan KALIMAT yang maaf, TOLOL sekali:

          Heber Hutauruk: So, tidak ada guna menggugat, karena yang senang justru iblis yang ada dalam hati anda.

          Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; Ibrani 2:14

          Kisanak, bila anda membaca alkitab dengan teliti dan hati-hati maka MUSTAHIL anda mengucapkan komentar TOLOL tersebut di atas bukan? ha ha ha ha …… diri anda itu ibarat TONG KOSONG bunyi BEDUK. OTAK kosong SOK NYELETUK. ha ha ha ha ha ….. UMUR bumi? Ha ha ha ha ha …. Kalau anda baca Alkitab baik-baik sehingga MENGERTI dengan benar maka anda pasti TAHU bahwa AJARAN umur bumi sekitar 7.000 tahun menurut Alkitab adalah HOAX.

          Anda mengagul-agulkan ilmu pengetahuan? ha ha ha ha ha ….. Seharusnya anda SKEPTIS dengan ilmu pengetahuan sebab sampai hari ini nggak ada ilmu pengetahuan yang MENJELASKAN, benarkah Sokrates adalah orang Jawa, nama aslinya adalah SUKATES? ha ha ha ha ha …..

  1. Maaf ya saya tulis ulang kekecilan hahaha.
    Ia Hehehe, bukannya mau ngajarin ya, saya cuman mau kasih tau, bawasannya satu kitab itu tersusun oleh beberapa gulungan, jadi yang lebih baik adalah mengerti apa konteks dan kepada siapa gulungan itu dituliskan.
    Oh ya, jika anda bangga karena hapal Alkitab, saya perkenalkan dengan tokoh dalam Alkitab, yakni ahli farisi dan ahli taurat. Mereka hapal dan khatam Alkitab luar kepala, tapi justeru doa si pemungut cukai yang didengarkan Allah. Baca sendiri ya kisahnya, di Alkitab juga banyak. Hehehe

    Semoga anda segera menyadari hal ini, teruslah belajar dari Tuhan, tidak hanya dari Alkitab, tapi juga dari pengalaman bersama dengan Allah. Bukan pemahaman anda yang menyelamatkan, tapi Roh Kuduslah yang bekerja membeberkan pengetahuan ilahi itu.

  2. wahhh….ada orang farisi baru modern…luar biasa…mirip banget isi tulisan dan pernyataan seperti orang farisi…
    kebanyakan baca alkitab, lalu bangga setengah mati (atau malah udah mati) hahahaha…kalo sudah hapal dri kejadian smp wahyu trus koar-koar…tong kosong nyaring bunyinya..kalo ditanya, yang udh dilakukan mana???? pasti bingung sendiri soalnya tiap hari kerjaannya baca alkitab…hidupnya di jaman purba…lalu ngga tau konteks sosial saat ini, tidak mengerti perkembangan politik saat ini…jangan2 ngga punya baju+celana+sepatu…masih pake kasut…wakakakaka…!
    lucu banget e ini…
    sungguh statement anda humor teologis…

    • Kisanak, kalau punya pengetahuan silahkan TUMPAHKAN. Dari tulisan anda sich kelihatan jelas isi kepala anda KOSONg. ha ha ha ha …… Kalau cuman cari PERHATIAN, maaf, hai hai SIBUK.

  3. Terima kasih kepada Albertus Patty yang telah berani berkata jujur.
    Sebab perkataan2 Anda persis seperti yang saya duga selama ini
    terhadap kebanyakan hamba2 Allah. Buat saya keberanian
    dan kejujuran Anda sangat hebat.

    Pemahaman saya dari
    Inti perkataan Albertus Patty adalah, jika Alkitab ingin terus dipakai,
    maka pentafsirannya harus sesuai jaman yang berjalan,
    dan sesuai kebutuhan jaman tersebut. Sehingga dapat
    mengatasi masalah2 yang dihadapi jemaatnya saat itu.

  4. Bengcu, saya berdoa secara pribadi untuk anda, apapun yg menjadi kepahitanmu atas hamba2 Tuhan di cabut dalam nama Tuhan Yesus. Kasih Tuhan terus mengalir dalam hidupmu. Lebih baik melakukan amanat Tuhan dari pada mengkritik pekerjaan Tuhan lewat hamba2 Tuhan. Jesus love u

    • Kisanak, ketahuilah bahwa yang anda perlukan adalah membaca alkitab dari Kejadian sampai Wahyu. Anda belum pernah membaca alkitab bahkan dari MAtius 1:1 sampai Matius 28:20 namun sok mendoakan hai hai? ha ha ha ha …. Lasihan dech lu! Baca alkitab anda dulu, setelah itu baru sok jagoan.

      Orang bodoh adalah orang tidak berpengetahuan yang SOK jago mendoakan orang lain. orang orang seperti anda adalah orang yang KEPAHITAN namun MALAS baca alkitab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s