Agama Harus Disebarkan Dengan BERITA Bukan DERITA


Foto: tastycrush.com

Umat Islam menyebutnya berdakwah. Orang Kristen bilang menginjil. Umat Buddha, Hindu dan Khonghucu serta Dao (Tao) menamainya memberitakan kabar baik untuk memberi pencerahan.

Berdakwah alias menginjil alias memberitakan kabar baik adalah menyampaikan dan menjelaskan ajaran agamaku kepada orang lain sambil berdoa dan berharap dia mendapat pencerahan sehingga memahami yang diajarkan kepadanya lalu mengundang dia untuk memeluk agamaku. Tentang hasilnya, itu urusan dia dan Sang Pencipta.

Itu sebabnya dikatakan, “Aku berdakwah karena mengasihimu dan tetap mengasihimu meskipun kau tolak agamaku. Itu sebabnya aku akan terus berdakwah sampai maut memisahkan kita, saudaraku!”

Untuk sebuah kalimat yang lebih pendek yaitu: Memberitakan ajaran agama kepada orang lain dengan harapan dia memeluk agama kita. Apa tujuannya? Untuk melepaskan dia dari NERAKA dan membawa dia ke SORGA setelah MATI. Apabila dia orang baik agar menjadi orang yang lebih baik dan  apabila dia orang jahat agar menjadi orang baik selama hidup di dunia.

Bengcu Mengugat Karena Agama Harus Disebarkan Dengan BERITA Bukan DERITA

Apa itu PEMERKOSA? Pemerkosa adalah orang yang memaksa orang lain untuk memuaskan nafsu syawatnya. Apa yang terjadi bila nafsu syawatnya tidak dipenuhi? Dia akan mengancam, menyiksa bahkan membunuh. Itu sebabnya pemerkosa disebut penjahat!

Apa itu PERAMPOK? Perampok adalah orang yang memaksa orang lain untuk memuaskan nafsu memilikinya. Apa yang terjadi bila nafsu memilikinya tidak dipenuhi? Dia akan mengancam, menyiksa bahkan membunuh. Itu sebabnya perampok disebut penjahat!

Apa itu PENJAJAH? Penjajah adalah orang yang memaksa orang lain untuk memuaskan nafsu berkuasanya. Apa yang terjadi bila nafsu berkuasanya tidak dipenuhi? Dia akan mengancam, menyiksa bahkan membunuh. Itu sebabnya penjajah disebut penjahat!

Handai taulanku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan hai hai BERTANYA:

Dengan apa kita menyebut orang-orang yang memaksa orang lain untuk memuaskan nafsu SE-AGAMA-nya?

Dengan apa kita menyebut orang-orang yang memaksa orang lain untuk memuaskan nafsu SE-AJARAN-nya?

Dengan apa kita menyebut orang-orang yang MENGANIAYA dan MENJAJAH dan MERAMPOK dan MEMPERKOSA bahkan MEMBUNUH bila NAFSU seagamanya dan atau seajarannya tidak dipenuhi?

Bagaimana bila kita sebut mereka “Yang TIDAK TAHU dirinya TIDAK TAHU”?

Mari kita BEKERJA keras untuk MEMBERITAHU mereka!

AGAMA harus disebarkan dengan BERITA bukan DERITA!

MUSTAHIL aku memeluk agamamu atau ajaranmu bila kamu MEMBUAT-ku MENDERITA atas nama Agamamu!

hai hai Mengungkap Misteri Menutup Pintu Sorga

Meskipun menggunakan kata berbeda namun semua umat agama menyebut yang tidak seagama dengannya KAFIR. Kafir artinya YANG MENYANGKAL KEBENARAN. Apa yang akan terjadi pada KAFIR setelah mereka mati? Hidup MENDERITA alias masuk NERAKA. Apa yang akan terjadi pada KAFIR yang bertobat lalu memeluk agama kita setelah mereka mati? Hidup BAHAGIA alias masuk SORGA.

Yang kita sebut SESAT adalah  yang seagama namun meyakini ajaran yang berbeda dengan kita. Umat beragama yakin, setelah mati, orang SESAT pasti Hidup MENDERITA alias masuk NERAKA. Apa yang akan terjadi pada orang SESAT yang BERTOBAT lalu MEYAKINI ajaran yang kita yakini? Hidup BAHAGIA alias masuk SORGA.

Kerabatku sekalian, apa tujuan BERDAKWAH alias MENGINJIL alias MEMBERITAKAN KABAR BAIK kepada orang-orang KAFIR dan SESAT? Agar setelah MATI mereka lepas dari NERAKA (penderitaan) dan masuk SORGA (bahagia).

Apa yang terjadi bila kita MENGANIAYA dan MENJAJAH dan MERAMPOK bahkan MEMPERKOSA orang KAFIR? Kita MENUTUP pintu TOBAT bagi mereka! Kenapa demikian? Karena mereka bukan hanya akan membenci kita namun juga MEMBENCI agama kita karena MENYANGKA agamalah yang mengajari kita menjadi JAHAT. Karena membenci MUSTAHIL mereka mau mempelajari agama kita! Karena tidak mempelajari mustahil mereka mendapat pencerahan lalu memahami ajaran agama kita. Karena tidak memahami mustahil mereka memeluk agama kita. Karena kita JAHAT mereka pun yakin n agamanya BENAR sebab mengajari manusia menjadi orang BAIK.

Apa yang terjadi bila kita MENGANIAYA dan MENJAJAH dan MERAMPOK bahkan MEMPERKOSA orang SESAT? Kita MENUTUP pintu TOBAT bagi mereka! Kenapa demikian? Karena mereka MENYANGKA ajaran yang kita yakini SESAT itu sebabnya kita JAHAT. Mereka MUSTAHIL mau mempelajari ajaran SESAT sebab TAKUT menjadi JAHAT. Karena kita JAHAT mereka pun yakin ajarannya BENAR sebab mengajari umatnya menjadi orang BAIK.

Karena anda MENGAKU membakar rumah ibadahku DEMI agamamu, MUSTAHIL kumemeluk agamamu karena takut setelah memeluknya aku harus MEMBAKARI rumah ibadah sesama manusia. Saya tidak mau melakukan hal demikian.

Karena anda MENGAKU menganiaya daku DEMI agamamu, MUSTAHIL kumemeluk agamamu karena kuatir setelah memeluknya kuharus MENGANIAYA sesama manusia. Saya tidak mau melakukan hal demikian.

Meskipun SEAGAMA namun anda MEMBAKAR rumah ibadah KITA demi ajaran BENAR, itu sebabnya MUSTAHIL kumemeluk ajaran BENAR-mu. Tanpa ajaran BENAR-mu aku tidak membenci sesama agamaku. Untuk apa memeluk ajaran BENAR-mu lalu MEMBAKARI rumah ibadah KITA? Saya tidak mau melakukan hal demikian!

Meskipun SEAGAMA namun anda MENGANIAYA aku DEMI ajaran BENAR-mu oleh karena itu MUSTAHIL kumemeluk ajaran BENAR-mu sebab TAKUT harus menganiaya saudara-saudara SEAGAMA kita yang berbeda ajaran. Saya tidak mau melakukan hal demikian!

Apa yang terjadi dengan KAFIR dan SESAT yang  kita BUNUH? Kita MENUTUP pintu SORGA dengan MENGIRIM mereka ke NERAKA. Kita KALAH! Kenapa demikian? Karena MENANG adalah MELEPASKAN seseorang dari NERAKA dan MEMBUKA pintu sorga bagi mereka. KALAH adalah MENGHAPUS kesempatan masuk sorga dengan MENGIRIM mereka ke NERAKA.

TINJU artinya adu kepalan. Bila seorang petinju main tendang dan banting serta main tusuk dan bacok bahkan tembak, itu namanya CURANG. Meskipun lawannya KO bahkan mati namun orang demikian mustahil PEMENANG. Selain DIBENCI juga EJEKAN.

AGAMA adalah KEYAKINAN alias IMAN. Kita memeluk agama dengan SUKARELA. Mustahil memeluk agama karena dipaksa. Mustahil memeluk agama karena takut disiksa. Mustahil memaluk agama karena dijajah. Mustahil memeluk agama karena balas budi. Mustahil memeluk agama lain karena dilarang beribadah menurut agama kita. Tidak memeluk agama dengan SUKARELA namanya PURA-PURA. MEMAKSA orang lain MEMELUK agama kita sama dengan MEMAKSA dia MENIPU Sang Pencipta (Allah).

Kerabatku sekalian, mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, ketika hendak MELARANG beribadah, ketika hendak MERUSAK rumah ibadah ketika hendak MENOLAK pembangun rumah ibadah, ketika hendak MENGANCAM dan MENGANIAYA bahkan ketika hendak MEMBUNUH si KAFIR dan si SESAT, tolong, bertanyalah DULU kepada diri sendiri:

“Apakah AKU melakukannya demi CINTA kasih kepada sesama? Demi CINTA kasih dan pengabdian kepada Sang Pencipta? Atau demi MEMUASKAN nafsu SEAGAMA-ku dan nafsu SEAJARAN-ku belaka?”

AGAMA diberikan oleh Sang Pencipta untuk MENJAUHKAN manusia dari PENDERITAAN dan menjalani hidup BAHAGIA di dunia. Itu sebabnya MUSTAHIL kita meggunakan agama untuk membuat sesama manusia MENDERITA.

AGAMA diberikan oleh Sang Pencipta untuk MELEPASKAN manusia dari NERAKA dan MASUK sorga. Itu sebabnya kita tidak BERHAK menutup pintu SORGA dengan MENGIRIM (membunuh) si KAFIR dan si SESAT ke NERAKA.

BERDAKWAH alias MENGINJILI alias MEMBERITAKAN KABAR BAIK adalah MENYAMPAIKAN dan MENJELASKAN ajaran agamaku kepada orang lain sambil BERDOA dan BERHARAP dia mendapat pencerahan sehingga memahami yang diajarkan kepadanya lalu MENGUNDANG dia untuk memeluk agamaku. Tentang hasilnya, itu urusan dia dan Sang Pencipta. Itu sebabnya dikatakan, “Aku BERDAKWAH karena MENGASIHIMU dan TETAP mengasihimu meskipun kau tolak agamaku itu sebabnya aku akan terus berdakwah sampai maut memisahkan kita, saudaraku!”

Advertisements

25 thoughts on “Agama Harus Disebarkan Dengan BERITA Bukan DERITA

  1. Saudaraku Bengcu

    Ajaran AGAMA selalu berbuat baik …. namun ada yang namanya imam, pemuka agama, ustadz, pendeta, pastor, suhu atau pemimpin umat lain yang salah atau sesat di agamanya , namun karena dia berpengaruh secara ekonomi dan kekuasaan malah menjadikan kesesatan itu sebagai kebenaran. Sayangnya banyak orang BOGO bodoh lagi bego di negara kita yang percaya telan bulat bulat itu ajaran sampai merasuk ke tulang sumsum. Dan itulah yang terjadi di Sampang, di Situbondo, di Bogor, di Bandung, di Aceh, di Papua dan NTT. Lebih bogo lagi …penguasa aka pemerintah merestui dan memakai mereka sebagai tangan kanan dengan dalih keamanan dan ketentraman berpihak kepada orang orang bogo. Apapun itu …kesalahan apapun itu di muka bumi ini tidak pantas diselesaikan dengan main pukul hantam sana-sini. Karena nyawa manusia bukan milik manusia itu sendiri.
    Dan manusia yang bermasalah itu hidup di negara bermasalah yang dipimpin oleh pemerintah bermasalah ….. jelas tidak beragama walau di ktp nya ada agama tertulis. karena ajaran AGAMA baik …mengajar kita untuk tetap berbuat baik dengan cara cara yang baik pula. So….. siapa suruh lahir di negara bermasalah …. ????

    • @ frans abednego, Selama ini umat BERAGAMA hidup dengan KEYAKINAN bahwa ajaran AGAMA harus DIIMANI tidak boleh DIPERTANYAKAN dan tidak bisa DIPERTANYAKAN. Menurut saya itulah AKAR masalah terjadinya KEKERASAN atas nama AGAMA. Saya hanya MENGAJAK semua umat BERAGAMA untuk MEMAHAMI ajaran agamanya dengan BENAR. Saya hanya mengajak umat beragama untuk MEMPELAJARI ajaran agamanya dengan CARA yang BENAR. Saya hanya mengajak umat bragama untuk MEMEIKIRKAN lagi SLOGAn-SLOGAN yang DIYAKIININYA selama ini. UNTUK MENGUJI dan MEMEGANG yang BAIK! Dengan CARA demikianlah UMAT agama apa pun akan MEMAHAMI ajaran AGAMANYA dengan BENAR.

      NAFSU SEAGAMA. NAFSU SEAJARAN. Keduanya adalah NAFSU yang HARUS dikendalikan sebab bila TIDAK akan menjadikan kita PENJAHAT.

      • NAFSU SEAGAMA dan NAFSU SEAJARAN ….Fanatisme tanpa arah … yang menganutnya adalah golongan tobogo alias TOLOL BODOH BEGO … apalagi akhir ini ada yang ngakunya SEAGAMA tetapi menghancurkan mereka yang notabene SEAGAMA namun tidak SEAJARAN …. apakah itu namanya SEAGAMA walau tak SEAJARAN …dua duanya kosong karena sebenarnya menghancurkan orang dengan kekerasan itu sama dengan sebenarnya TAK BERAGAMA

        • @frans abednego, Kita adalah MANUSIA. Sebagai makluk CINTA KASIH kita MENCOBA untuk TIDAK MEMBENCI meskipun tidak SUKA. Sebagai manusia yang ADIL kita harus MENCEGAH orang-orang JAHAT menjahati sesama MANUSIA, BUKAN MEMBALAS dendam kepada orang yang BERSALAH kepada kita. Sebagai manusia yang TEPASELIRA kita membuat aturan untuk ditaati bersama agar semuanya berjalan dengan HARMONIS.

          BERSALAH kepada SAYA
          MELANGGAR HUKUM
          BERDOSA

          Adalah TIGA hal yang BERBEDA. Itu sebabnya kita HARUS memahaminya dengan BENAR sebelum mampu bertindak atas dasarnya.

          Ketika melaju santai dengan motor saya, tiba-tiba anda menyusul dari belakang. Begitu saja saya MURKA. Menurut saya anda JUMAWA. Mentang-mentang motor baru dan bagus anda MENYUSUL saya dengan GAYA AROGAN. Dalam kondisi demikian, meskipun TIDAK melanggar ATURAN namun anda BERSALAH kepada saya. Saya bisa MEMBUKTIKAN kesalahan anda dengan mengutip ayat-ayat SUCI bahwa jadi manusia TIDAK boleh JUWAWA. Jadi manusia harus TEPA SELIRA. Namun FAKTANYA adalah anda BERSALAH kepada saya bukan karena MELANGGAR HUKUM namun karena saya MURKA melihat gaya anda. Dalam kondisi demikian, saya ingin BALAS DENDAM dengan MENYAKITI anda. Saya BALAS DENDAM untuk MEMUASKAN hati yang MURKA.

          Lampu MERAH artinya STOP. Ketika lampu sedang MERAH dan saya STOP. Anda melaju di samping saya hingga MOTOR anda MELAMPAUI BATAS jalan. Dengan CARA demikian, maka anda MENGHALANGI motor dari arah lain yang akan MELINTAS. Mereka harus menghindari motor anda dan pindah LAJUR sehingga memperlambat lajunya dan menghalangi kendaraan dari LAJUR yang dimasukinya. Dengan kondisi demikian anda TIDAK melihat ketika LAMPU berubah menjadi HIJAU itu sebabnya anda DIAM ketika lampu menjadi HIJAU. Dalam kondisi demikian saya MARAH dan MENGANGGAP anda MELANGGAR ATURAN. seharusnya anda STOP sebelum GARIS sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Dalam kondisi demikian saya ingin MENGHUKUM anda karena melanggar ATURAN. Menghukum agar anda JERAH dan lain kali TIDAK merugikan orang lain lagi.

          Tiba-tiba motor yang anda TUMPANGI oleng lalu MENYEREMPET motor saya. Anda OLENG karena ban depan motor anda PECAH. Saya kesal bukan kepalang karena motor saya PENYOK gara-gara anda namun saya TIDAK MARAH. Kenapa demikian? Karena dalam hal demikian anda TIDAK BERSALAH kepada saya sebab saya TIDAK MURKA bahkan BERSYUKUR dengan apa yang kita BERDUA alami yaitu MOTOR rusak namun pengendara SELAMAT. Anda TIDAK melanggar ATURAN lalulintas. Namun, bukankah anda MENABRAK dan MERUSAK motor saya sehingga saya harus keluar duit untuk MEMEPBAIKINYA nanti? BENAR! Itulah yang disebut DOSA = KETIDAKSEMPURNAAN. MOTORNYA tidak SEMPURNA. Bannya BISA pecah. TIDAK sempurna karena ketika bannya pecah menjadi OLENG. Pengendara TIDAK sempurna itu sebabnya ketika ban pecah dan motor oleng TIDAK bisa MENGENDALIKAN motornya dengan BAIK. Saya MENASEHATI anda agar lain KALI JANGAN lalai untuk PERIKSA ban. Jangan gunakan ban yang sudah gundul. Jangan NGEBUT.

          Kisanak, itulah yang saya maksudkan dengan

          BERSALAH kepada SAYA
          MELANGGAR hukum
          BERDOSA = tidak sempurna

          Menghukum untuk MEMUASKAN nafsu SEAGAMA dan SEAJARAN sebetulnya adalah TINDAKAN untk BALAS DENDAM karena orang lain BERSALAH kepada saya. Itulah yang saya maksudkan dengan KITA harus MAWAS diri sebelum BERTINDAK. Itulah yang TIDAK dipahami kebanyakan umat beragama.

          • Saudaraku Bengcu
            Bunkankah sikap ADIL juga diajarkan hampir semua pengajaran AGAMA …..
            Yang ada berkedok AGAMA untuk ber BALAS DENDAM adalah perbuatan yang tidak diajarkan agama
            Bukankah artinya tidak memahami ajaran AGAMA …walau ngakunya berAGAMA namun sebenarnya tidak BERAGAMA.
            Kasihan sekali ya

            • @frans abednego, kehidupan BERAGAMA itu ibarat yang satu main gendang yang lain main gitar yang lainnya lagi main biola dan yang lain main gong.

              Sebagian orang MENYANGKA kerukunan beragama adalah: Yang sedikit tunduk kepada yang BANYAK. artinya GONG TUNDUK kepada Gitar yang banyak TALINYA dan BIOLA yang banyak TALI GESEKNYA.

              Sebagian yang lain menyangka KERUKUNAN beragama adalah: MASING-MASING alat music BEBAS bermain seenak IJDATNYA.

              Kedua pandangan di atas salah sebab KERUKUNAN beragama adalah: SEMUA alat MUSIC memainkan LAGU yang SAMA. Dengan demikian maka HARMONIS pun jadilah dan SINERGY pun terbentuklah.

              Kisanak, LAGU apakah yang DIMAINKAN oleh UMAT agama selama ini? PUJIAN bagi SANG PENCIPTA. Apa yang SESUNGGUHNYA diributkan oleh para PEMELUK agama tersebut? JENIS alat MUSIK. CARA memainkan LAGU. SUARA LAGU yang dihasilkan. Dan LIRIK lagu yang dinyanyikan.

              Mustahil memainkan GITAR seperti GENDANG dan GONG serta BIOLA. Demikian juga sebaliknya. Karena SUARA gitar beda dengan BIOLA. Umat beragama langsung memvonis LAGU yang dimainkan BEDA.

              Siapakah Allah yang disembah oleh orang Kristen yang saya sebut KAFIR? Siapakah yang disembah umat Khonghucu ketika orang Kristen menyebut mereka KAFIR? Siapa yang ditaati HuKuMNYA oleh orang Buddha ketika kita menyebut mereka KAFIR?

              • Nampaknya pemahaman yang Anda sampaikan masih sulit untuk diterima banyak orang. Mungkin butuh ratusan atau ribuan tahun lagi sebelum bangsa ini bisa sebijak Anda (hehehe, maaf agak pesimis)

                • @ak47, KARENA anda BISA memahaminya dengan BAIK maka saya pun yakin ada banyak orang lain yang BISA memahaminya. Oleh karena itu, silahkan BERITAHU handai taulan tentang tulisan ini untuk MEMBUKTiKAN bahwa mreka memang MENGERTI. Mari kita TUNTASKAN dalam generasi ini sehingga anak CUCU kita tidak ribut lagi untuk PEPESAN kosong guna MEMUASKAN NAFSU seagama dan SEAJARAN.

  2. Agama bertujuan menjadikan orang baik.
    Tidak perlu beragama untuk menjadi orang baik.
    Pendidikan dan lingkungan menjadi faktor terbesar menjadikan orang itu baik ato jahat tentu saja dengan faktor kepentingan didalamnya.
    BAIK DAN JAHAT = RELATIF.
    KEBENARAN = MUTLAK.
    cmiiw… Ho ho ho ho

  3. ok thx..
    Saya menyikapi “agama” dalam realitas masa kini, bahwa pengikut suatu ajaran agama harus memahami ajaran agamanya secara lengkap baru dikatakan beragama membuat orang menjadi baik.
    Dalam konteks sorga menurut pemahaman saya pemeluk agama masih BERTARUH yg dalam pengertiannya di sebut IMAN.

    tapi tak bisa dipungkiri pada masa saat ini dengan perkembangan iptek dimana informasi dapat diperoleh dari segala segi yang masuk/diterima oleh panca indra dan diproses di dalam otak yang pada akhirnya membentuk persepsi/pengertian yg membentuk pola pikir/mindset (baik/jahat) itu menurut saya tidak perlu beragama untuk menjadi org baik.

    Menarik melihat judul di atas “hai hai
    Mengungkap Misteri Menutup
    Pintu Sorga”
    intisari yg saya tangkap adalah tidak hanya beragama kristen untuk masuk ke dalam sorga.

    Kalo saya salah mohon ajarkan yg benar.
    Thx.

    • @jesse, SAAT ini para ilmuwan MEMBEDAKAN antara AGAMA dan SPIRITUALITAS. BAgai mereka AGAMA = AJARAN untuk melakukan PENYEMBAHAN atau IBADAH sedangkan SPIRITUALITAS lebih DALAM dan LUAS alias PERASAAN ROHANI.

      Orang Tionghoa kuno membedakan antara AJARAN AGAMA = Jia 家 = filsafat dan PERILAKU agama = jao 教 = Religion.

      Mengetahui dan memahami ajaran berbagai agama itu namanya JIA. AJARAN AGAMA yang MENGENDAP di dalam HATI dan MEMPENGARUHI seluruh kehidupan seseorang namanya JIAO.

      ATEIS adalah AJARAN AGAMA. ATEIS juga adalah PERILAKU AGAMA.

      Mereka yang BICARA tentang SORGA dan NERAKA adalah mereka yang BARU BELAJAR ajaran AGAMA. Mereka yang mengagul-agulkan TATA IBADAH adalha mereka yang BARU BELAJAR berperilaku agama.

      Yang dipahami setiap hari semakin BANYAK sedangkan yang DILAKUKAN setiap harinya semakin BERKURANG. BErkurang dan ebrkurang hingga akhirnya WUWEI 無爲 = melakukan apa pun. Tidak melakukan apa pu bukan tidak BERBUAT apa-apa. Tidak melakukan apa pun artinya membantu berlaksa ada BERTUMBUH kembang sesuai dengan KODRATNYA.

      orang yang baru belajar membangun RUMAH membuat GAMBAR lalu mencari MATERIAL dan tuKANG untuk MEMBANTU dia membangun RUMAH. Orang yang sudah AHLI membangun RUMAH hanya MEMBANTU MATERIAL dan TUKANG untuk BERSOLEK dan jadilah RuMAH. Silahkan klik di SINI untuk membaca tentang hal tersebut.

      • thx pak..
        Linknya sangat bermanfaat..

        Peradaban manusia saat ini mewarisi pemikiran/pemahaman dari peradaban manusia sebelumnya.
        Kejadian yg dianggap tidak mungkin dilakukan manusia (hanya oleh tuhan) pada masa sekarang ini sudah bisa dijelaskan secara teoritis, ilmiah maupun logika.
        Semakin hari manusia semakin bertambah hikmat dan pengetahuan.

        Saya masih jauh dari tahap membuat gambar.

        Thx.

        • @jesse, anda benar. PeNGETAHUAN manusia semakin hari semakin MAJU. Para rasul kalau DATANG ke ZAMAN ini pasti akan MENUDUH anda sedang BICARA dngan SETAN dan Iblis padahal anda cuman lagi TELPONAN. ha ha ha ha ……

  4. Yang namanya AGAMA, itu ada hubungannya dengan RITUAL. Suatu gerak tubuh yang diserasikan dengan maksud menyembah agungkan sosok yang dianggap sebagai TUHAN. Tetapi ibadah itu ialah orang yang berbakti kepada Tuhan yang real (nyata) kehadiran Nya. Sejarah dalam Alkitab, (hanya dalam Alkitablah) sejarah tentang Tuhan itu dinyatakan wujud NYA, (telah menyatakan wujud NYA) dengan apa yang tertulis pada KITAB KEJADIAN. Ia telah datang kedunia ini, dalam wujud MANUSIA yang bernama YESUS, (bukan Isa) justru mendeklarasikan niat luhur Nya tuk melepas manusia dari hukum dosa. Dan dosa itu adalah substansi yang tak berwujud, namun punya kehendak yang nyata, ketika Ia merasuk seseorang dan mengendalikan emosinya, dan berbuat segala sesuatu yang berlawnan dengan KEBENARAN Firman Allah. Dengan demikian dosa menjadi nyata dalam perilaku dan perbuatan manusia. Agama sama sekali tidak dapat menyelamatkan manusia dari kuasa dosa. Kecuali Allah sendiri yang melepaskan dengan memberikan kehidupan Nya, mati bagi dosa, dan manusia bebas dan diampuni, ketika menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan (master) yang telah menebus. Itulah sikap kepedulian Allah atas , yang telah dijadikan Nya oleh Firman Nya sendiri. Maka Allah tidak bisa menyangkal nya, yaitu GAMBAR dari RUPA Allah yang disandangkan pada manusia. Karena itu adalah bahagian dari hidup Allah sendiri yang justru menjadikan manusia Adam itu mahluk yang sempurna. Melebihi para malaekat, bahkan diberi mandat untuk BERGENERASI. Itulah yang tidak pernah di Firmankan kepada malaekat. Mereka dijadikan menurut cahaya kemuliaan Allah, dan tidak memiliki rasa KASIH, Tetapi KEPATUHAN TAAT, sebagai hamba yang melayani Allah dan manusia.

  5. Dengan ibadah, Yesus mengajarkan norma norma etika hidup yang seharusnya berselaras dengan Allah. Dan itulah yang dimaksud dengan ibadah. (bukan agama) Karena dengan ibadah manusia belajar dari Pengajaran Yesus yang tertulis dalam Injil Matius.5 s/d pasal 7. Cukup singkat Tetapi intisarinya menyeluruh dalam aspek kehidupan manusia dengan Allah, dan manusia dengan sesama. Itu lah wujud ibadah yang harus terjadi dalam kehidupan tiap pribadi manusia. Sehingga ketika mereka telah diproses dan dilengkapi dengan “Perbuatan baik” maka merekalah orang orang yang siap menjadi warga bumi yang beradap dan beribadh kepada Allah. Yesus (mewakili) semua etnis dari manusia memberikan pengajaran Nya untuk manusia itu berkenan hidup seperti Yesus hidup. Walaupun harus mati oleh karena tuduhan palsu, Ia rela demi manusia itu ganti diri Nya sendiri. Agar pehukuman akhir zaman tidak menimpa manusia. Justru oleh kebangkitan Nya Ia telah membuktikan bahwa maut sudah tidak berkuasa lagi, melainkan kehidupan kekal diterima manusia. Itulah IBADAH yang diajarkan Yesus. JADI BUKAN AGAMA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s