Dung Dung Pret Mau Relokasi Bersyarat


gambar: goodreads.com

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” bilang: Sinode GKI memperhatikan kepentingan GKI yang lebih luas bahkan kepentingan NASIONAL, kepentingan BANGSA itu sebabnya menggunakan cara Kristiani yang ELEGAN dengan prinsip MENGOSONGKAN diri untuk MENGALAH meskipun MENANG di pengadilan agar tidak memberi AMUNISI kepada pihak lain untuk MENYERANG gereja. Makanya Sinode GKI memaksa jemaat GKI Yasmin menghentikan aksi Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana yang ditunggangi LSM dan partai politik dan politikus dan negara asing karena SIKAP yang diekspresikan GKI Yasmin menjadi AMUNISI bagi pihak lain untuk MENYERANG gereja dengan mempermasalahkan gereja yang tidak punya IMB dan mempersulit pengurusan IMB gereja. Selanjutnya Sinode GKI akan menanggapi usul RELOKASI walikota Bogor dengan mengubah fungsi gereja GKI Yasmin menjadi MONUMEN tempat diskusi KEBANGSAAN atau RELOKASI dengan syarat: Lokasinya disetujui GKI, tanahnya harus milik GKI dan IMB GKI Yasmin Relokasi harus TERBIT sesuai dengan WAKTU yang ditentukan GKI.

Menteri Dalam Negeri Memutar BALIK Fakta

Masalah GKI Yasmin bukan SENGKETA antara umat Kristen melawan umat Islam atau jemaat GKI Yasmin melawan beberapa orang Islam. Kenapa demikian? Karena awalnya orang-orang tersebut MENUDUH GKI Yasmin tidak punya IMB kemudian mengubah tuduhannya menjadi IMB GKI Yasmin TIDAK SAH karena diproses dengan cara nggak BENAR. Keputusan MA adalah bukti bahwa GKI Yasmin punya IMB dan IMB GKI Yasmin SAH dan diproses dengan cara yang BENAR. Tidak ada sengketa sama sekali!

Masalah GKI Yasmin juga bukan sengketa antara GKI Yasmin melawan walikota Bogor.  Kenapa begitu? Karena SENGKETA antara GKI Yasmin melawan walikota Bogor SUDAH diselesaikan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui Keputusan MA.

Bila demikian, apa MASALAH GKI Yasmin? Masalah GKI Yasmin didefinisikan dengan tegas dan gamblang oleh Ombudsman RI yaitu: Walikota Bogor MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM (karena menggembok gereja GKI Yasmin, mencabut IMB GKI Yasmin dan membangkang Keputusan MA). Menurut Komnas HAM, perbuatan walikota Bogor tersebut adalah PELANGGARAN HAM (hak asasi manusia). Masalah GKI Yasmin adalah:

  1. Walikota Bogor melanggar HAM dan Pemerintah membiarkannya
  2. Walikota Bogor MELAWAN hukum dan Pemerintah membiarkannya
  3. Walikota Bogor MENGABAIKAN kewajiban hukum dan Pemerintah membiarkannya

Perbuatan walikota Bogor di atas benar-benar MENGENASKAN di mata rakyat Indonesia dan di MATA dunia. Tindakan Pemerintah Indonesia MEMBIARKAN Walikota Bogor melakukan hal demikian benar-benar MENGENASKAN di mata rakyatnya dan di MATA dunia. Itu sebabnya Baik DPR RI, Komnas HAM, Ombudsman RI, Mahkamah Agung RI, politikus RI, LSM Indonesia, LSM asing dan LSM dunia serta pemerintah asing bahkan PBB, semuanya beramai-ramai MENEKAN pemerintah RI untuk MENGENTASKAN masalah GKI Yasmin.

Menteri Dalam Negeri seharusnya mengentaskan masalah tersebut dengan MENEGAKKAN hukum. Aneh bin Ajaib!  Menteri dalam negeri, Gamawan Fauzi, alih-alih mengentaskan masalah justru MENIPU DUNIA dengan MEMUTAR balik FAKTA bahwa yang terjadi BUKAN walikota Bogor MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM serta MELANGGAR HAM namun GKI Yasmin BERSENGKETA melawan walikota Bogor dan LSM Islam dimana menteri dalam negeri bekerja keras untuk MENDAMAIKANNYA namun menghadapi KENDALA karena GKI Yasmin KERAS KEPALA menolak usulan RELOKASI walikota Bogor.

Masalahnya adalah “walikota Bogor melanggar HAM dan Pemerintah membiarkannya” DIPLINTIR menjadi “SENGKETA antara walikota Bogor lawan GKI Yasmin yang keras kepala”.

Masalahnya adalah “Walikota Bogor MELAWAN hukum dan Pemerintah membiarkannya” DIPLINTIR menjadi “SENGKETA antara walikota Bogor lawan GKI Yasmin yang keras kepala”.

Masalahnya adalah “Walikota Bogor MENGABAIKAN kewajiban hukum dan Pemerintah membiarkannya” DIPLINTIR menjadi “SENGKETA antara walikota Bogor lawan GKI Yasmin yang keras kepala”.

Masalahnya adalah “Pemerintah MEMBIARKAN walikota Bogor melanggar HAM, MELAWAN hukum dan MENGABAIKAN kewajibab hukum” DIPLINTIR menjadi menteri dalam negeri belum berhasil MENDAMAIKAN sengketa karena GKI Yasmin KERAS kepala MENOLAK untuk DIRELOKASI.

MENIPU dunia dengan MEMUTAR balik FAKTA? LICIK sekali! LICIK sekali, bukan? Itulah menteri dalam negeri kita yang TERHORMAT! Gamawan Fauzi yang MULIA!

Berapa banyak masyarakat yang TERTIPU? Berapa banyak jemaat GKI yang TERTIPU? Berapa banyak pendeta GKI yang TERTIPU? Berapa banyak ketua Sinode GKI Jabar yang TERTIPU? Berapa banyak ketua Sinode GKI Jateng yang TERTIPU? Berapa banyak ketua Sinode GKI Jatim yang TERTIPU? Berapa banyak ketua Sinode Am GKI  yang TERTIPU? Tidak sulit untuk mencari TAHU siapa saja yang SUDAH TERTIPU!

  1. Yang TERTIPU adalah mereka yang MENUDUH GKI Yasmin keras kepala menolak RELOKASI.
  2. Yang TERTIPU adalah mereka yang mereka-reka cara untuk MEMBUNGKAM jemaat GKI Yasmin.
  3. Yang TERTIPU adalah mereka yang memaksa GKI Yasmin untuk RELOKASI.
  4. Yang TERTIPU adalah mereka yang memaksa jemaat GKI Yasmin mengubah gerejanya menjadi MONUMEN tempat diskusi kebangsaan.
  5. Yang TERTIPU adalah mereka yang menuduh GKI Yasmin DITUNGGANGI oleh LSM dan partai politik dan politikus dan negara asing.
  6. Yang TERTIPU adalah mereka yang menuduh GKI Yasmin memberi AMUNISI kepada pihak lain untuk MENYERANG gereja umumnya dan GKI khususnya.
  7. Yang TERTIPU adalah mereka yang mengaku melakukan keenam hal tersebut di atas demi kepentingan yang lebih luas, kepentingan nasional, kepentingan bangsa.
  8. Yang TERTIPU adalah mereka yang MENGAGULKAN keenam hal yang dilakukannya di atas adalah cara Kristiani yang ELEGAN dengan prinsip MENGOSONGKAN diri untuk MENGALAH meskipun MENANG di pengadilan agar tidak memberi AMUNISI kepada pihak lain untuk MENYERANG gereja.

Kerabatku sekalian, haruskah hai berkata, “Wow ….. begitu?” atas yang dilakukan oleh orang-orang TERTIPU tersebut? TIDAK! Hai hai bernyanyi:

Dung dung pret
dung dung pret
dung dung pret ….!
Dung dung pret
dung dung pret
dung dung pret ….!

GKI Yasmin Ditunggangi Pihak Lain

Jemaat GKI Yasmin SUDAH menempuh jalur HUKUM. Hasilnya adalah Keputusan MA yang memenangkan gugatan GKI Yasmin. Jemaat GKI Yasmin sudah MELAPORKAN tindakan Walikota Bogor ke Ombudsman Republik Indonesia. Hasilnya adalah Rekomendasi Ombudsman RI bahwa Walikota Bogor melakukan MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM adalah hasilnya. Jemaat GKI Yasmin sudah MENGADU ke KOMNAS HAM. Hasilnya adalah pernyataan KOMNAS HAM bahwa walikota Bogor melanggar HAM.

Saat ini jemaat GKI Yasmin melakukan Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana untuk MENGGUGAT walikota Bogor agar berhenti MALADMINISTRASI dan BERHENTI melanggar HAM. Menggugat Pemerintah (presiden) untuk MENEGAKKAN Hukum dan Keadilan serta HAM. MENGGUGAT Presiden agar tidak membiarkan Walikota Bogor melanggar HAM jemaat GKI Yasmin dengan semena-mena. MENGGUGAT Presiden agar tidak membiarkan Walikota Bogor melakukan MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM. MENGUGAT Presiden untuk MEMBINA toleransi kehidupan beragama masyarakat. Untuk MENGGUGAH sesama manusia untuk ikut serta MENGGUGAT Pemerintah dan walikota Bogor. Untuk MENGGUGAH sesama manusia agar aktif MEMBINA kerukunan hidup beragama.

Tindakan GKI Yasmin melakukan Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana tidak melanggar HUKUM  bahkan DILINDUNGI undang-undang dan DIJAMIN oleh UUD ’45. Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana bukan aksi LIAR. Itu sebabnya alih-alih MENGHALANGI bahkan MENGHENTIKAN, Kepolisian Republik Indonesia justru mengerahkan prajurit-prajuritnya untuk MENJAGA aksi GKI Yasmin. Mereka-reka cara untuk MEMBUNGKAM GKI Yasmin adalah perbuatan MELAWAN hukum dan melanggar HAM

Ditunggangi artinya DIMANFAATKAN untuk berbuat JAHAT. Banyak LSM yang ikut menyerukan yang diserukan GKI Yasmin. Banyak negara asing yang ikut menyerukan yang diserukan GKI Yasmin. Banyak politikus yang ikut menyerukan yang diserukan GKI Yasmin. Banyak partai yang ikut menyerukan yang diserukan GKI Yasmin. Apabila GKI Yasmin memang DITUNGGANGI lalu apa KEJAHATAN yang dilakukannya? Bila memang ditunggangi MUSTAHIL yang DISERUKAN di depan Istana selalu SAMA dan KONSISTEN yaitu: MENGUGAT Presiden (pemerintah) untuk MENEGAKKAN Hukum dan Keadilan serta HAM. Menggugat Walikota Bogor untuk berhenti MALADMINISTRASINYA dan BERHENTI melanggar HAM.  Menggugat bupati Bekasi untuk berhenti MALADMINISTRASINYA dan BERHENTI melanggar HAM. Menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk HIDUP rukun beragama. Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana TIDAK pernah ANARKIS dan tidak pernah menjadi AJANG MENGHUJAT pemerintah dan PEJABAT juga tidak pernah menjadi AJANG menghujat UMAT suatu AGAMA atau ajaran suatu AGAMA apalagi menjadi ajang kampanye suatu partai. Itulah bukti GKI Yasmin TIDAK ditunggangi siapa pun. Setiap bulan GKI Yasmin menerbitkan Buletin GKI Yasmin. Semua pernyataan GKI Yasmin didokumentasikan dalam selebaran,  foto-foto, video dan spanduk juga berita mas media. Siapa saja bisa MENGUJI yang dilakukan dan dinyatakan GKI Yasmin dengan perundang-undangan Republik Indonesia sebagai STANDARD kebenaran untuk membuktikan apakah GKI Yasmin ditunggangi sehingga menjadi JAHAT?

MENUDUH tanpa BUKTI namanya FITNAH. Menyebar FITNAH untuk MENGHASUT masyarakat dan jemaat membenci GKI Yasmin adalah perbuatan HINA DINA yang tidak boleh dilakukan oleh Sinode GKI dan Majelis GKI serta Jemaat GKI.

Memberi Amunisi Kepada Pihak Lain Untuk Menyerang Gereja

Menebar GOSIP “Sikap yang diekspresikan GKI Yasmin menjadi AMUNISI bagi pihak lain untuk MENYERANG gereja dengan menuduh GKI keras kepala dan mempermasalahkan gereja yang tidak punya IMB dan mempersulit proses pengurusan IMB gereja baru” meskipun LICIK namun MURAHAN dan KAMPUNGAN sekali! GKI Yasmin memang keras kepala untuk TAAT hukum dan AKTIF dalam usaha penegakkan HUKUM dan KEADILAN serta HAM di Indonesia. Itulah KESAKSIAN dan PELAYANAN umat Kristen bagi negeri dan bagi sesama manusia seperti yang TERTULIS dalam Tager (tata gereja) GKI.

Mempermasalahkan gereja-gereja yang tidak punya IMB bukan MENYERANG gereja apalagi menyerang umat Kristen namun MENEGAKKAN hukum. Apakah sebelum GKI Yasmin BERAKSI umat Kristen bebas mendirikan gereja tanpa IMB dan kebebasan itu hilang gara-gara aksi GKI Yasmin? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, hanya “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” yang menjadikan GKI Yasmin kambing hitam karena gereja tanpa IMB dipermasalahkan oleh pemerintah dan umat agama lain.

Apakah sebelum GKI Yasmin beraksi pengurusan IMB gereja MUDAH? Apakah kemudahan itu hilang gara-gara GKI Yasmin? Mustahil menjadikan GKI Yasmin kambing hitam karena sejak DULU, di Indonesia, di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas beragama Islam memang SULIT sekali untuk mendirikan gereja dan rumah ibadah lainnya. Namun kesulitan mengurus IMB mustahil membenarkan tindakan pat-pat gulipat mendirikan gereja tanpa IMB. Mencuri-curi mendirikan gereja tanpa IMB bukan cara yang benar untuk menyelesaikan MASALAH. Cara demikian adalah menyelesaikan masalah dengan MASALAH. Masalahnya tidak selesai namun bertambah dengan MASALAH baru. GKI Yasmin bukan KAMBING hitam namun TELADAN karena meskipun SULIT namun mereka menempuh JALAN yang benar dalam mendirikan gereja, mengurus IMB dan MENGURUSNYA dengan CARA yang BENAR.

TOLERANSI beragama adalah masalah nasional yang semakin hari semakin PARAH keadaannya. Hal itu terjadi karena pemerintah mengabaikan PENDIDIKAN toleransi beragama di sekolah-sekolah dan di masyarakat. Hal itu dipacu karena banyak pemuka agama yang mengajarkan DOKTRIN superioritas agamanya atas agama lain kepada masyarakat. Masalahnya menjadi semakin parah karena para pemuka agama menggunakan JUMLAH rumah ibadah, UKURAN rumah ibadah dan JUMLAH umat sebagai BUKTI superioritas AGAMANYA. Itu sebabnya alih-alih BERLOMBA adu SALEH, umat beragama jusrtu BERLOMBA adu LOBA! Adu LOBA artinya adu BANYAK dan adu TAMAK. Itu sebabnya alih-alih BERLOMBA adu CINTA KASIH, umat beragama jusrtu BERPACU saling MEMBENCI! Itu sebabnya banyak orang yang menyangka dirinya semakin SUCI  bila makin membenci umat agama lain.

Kenapa orang Kristen memberitakan Injil? Untuk menyelamatkan sesama manusia! Untuk apa orang Islam berdakwah? Untuk menyelamatkan sesama manusia! Untuk apa umat Buddha dan umat Hindu dan umat Khonghucu dan umat agama lain memberitakan kabar baik? Untuk menyelamatkan sesama manusia! Itu sebabnya dikatakan, SEMUA umat beragama MEMBERITAKAN kabar baik untuk menyelamatkan SESAMA manusia!

Ketika seseorang MENOLAK berita BAIK yang kita sebarkan itu berarti KABAR baik GAGAL menyelamatkannya.  MEMBUNUH orang-orang demikian MUSTAHIL menyelamatkan mereka.

Apabila KABAR BAIK gagal menyelamatkan seseorang maka satu-satunya jalan untuk menyelamatkannya hanya CINTA KASIH kita kepadanya. Kenapa demikian? Karena Sang Pencipta MUSTAHIL membenci orang yang kita KASIHI! Hanya mengasihi yang seagama dengan kita? Apa hebatnya? Orang-orang KAFIR pun melakukan hal demikian bahkan banyak KAFIR yang mengasihi kita meskipun kita membenci mereka.

Bagaimana cara mengembangkan sikap TOLERANSI beragama? Mulailah dengan kesadaran:

Umat beragama BERDAKWAH untuk menyelamatkan SESAMA! Bila DAKWAH gagal menyelamatkannya hanya CINTA KASIH kita kepadanya yang bisa!

Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT?

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” bilang: Relokasi BERSYARAT artinya walikota Bogor menyediakan sebidang tanah dilokasi yang disetujui GKI untuk dibeli oleh GKI dan menerbitkan IMB GKI Yasmin Relokasi sesuai waktu yang ditetapkan oleh GKI. Bila walikota Bogor menerima SYARAT demikian maka masalah GKI Yasmin pun BERES. Semua orang happy! Itulah win win solution (penyelesaian semua menang) ala “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT”.

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” yang mulia, menyediakan sebidang tanah di lokasi yang disetujui GKI untuk DIBELI oleh GKI sama sekali TIDAK sulit. Itu sebabnya membeli tanah untuk lokasi gereja tidak pernah menjadi MASALAH dalam pendirian gereja. Masalahnya adalah IMB. Cara yang benar mengurus IMB adalah mengajukan PERMOHONAN yang dilengkapi SEGALA persyaratannya ke Pemda. Persyaratan yang paling SULIT adalah mendapatkan DUKUNGAN masyarakat sekitar. “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” yang terhormat, izinkan hai hai bertanya, Andaikata Sinode GKI memaksa GKI Yasmin RELOKASI BERSYARAT lalu IMB GKI Yasmin Relokasi DIURUS dengan CARA bagaimana? Minta walikota Bogor pat pat gulipat IMB ujug-ujug didapat? Ahukah anda bahwa IMB yang tidak diterbitkan dengan CARA yang benar adalah IMB ASPAL? Asli karena dikeluarkan oleh PEMDA dan PALSU karena TERBIT dengan CARA tidak benar. IMB aspal tidak ada gunanya. IMB ASPAL adalah produk KEJAHATAN. GKI tidak BOLEH didirikan gerja dengan IMB demikian!

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” yang agung, andai kata Sinode GKI hendak MERELOKASI GKI Yasmin, bukankah seharusnya Sinode GKI beli sebidang tanah lalu MENGURUS IMB-nya? Setelah IMB terbit baru MENDATANGI jemaat Yasmin dan merelokasi mereka? Untuk merelokasi GKI Yasmin, Sinode tidak perlu melibatkan walikota apalagi menteri dalam negeri karena itu urusan intern GKI. Setelah GKI Yasmin direlokasi maka Sinode GKI pun bebas untuk memperhatikan kepentingan GKI yang lebih luas bahkan kepentingan nasional alias kepentingan BANGSA menggunakan cara Kristiani  yang ELEGAN dengan prinsip MENGOSONGKAN diri untuk MENGALAH meskipun MENANG di pengadilan agar tidak memberi AMUNISI kepada pihak lain untuk MENYERANG gereja baik dengan membiarkan Walikota main GEMBOK sampai kuda gigit jari atau membangun monumen tempat diskusi kebangsaan sampai pohon semangka berdaun sirih atau relokasi bersyarat sampai burung bangau pulang ke kandang setahun sekali.

Saat ini GKI Yasmin SUDAH memiliki sebidang tanah atas nama GKI. GKI Yasmin juga memiliki IMB gereja yang yang diproses dengan JUJUR dan TRANSPARAN sesuai HUKUM serta DIDUKUNG oleh penduduk setempat. Hanya ada SATU cara yang BENAR untuk mengurus IMB rumah Ibadah. Hanya ada satu CARA yang BENAR bagi walikota Bogor untuk menerbitkan IMB rumah ibadah. CARA yang benar itulah yang TELAH ditempuh oleh GKI Yasmin. Dengan cara yang benar itu pulalahh walikota Bogor TELAH menerbitkan IMB GKI Yasmin. Keputusan Mahkamah Agung adalah jaminan Bahwa GKI Yasmin dan walikota Bogor TELAH menempuh CARA yang benar dalam penerbitan IMB GKI Yasmin. Meskipun demikian orang-orang itu datang mengganggu dan meneror dan walikota Bogor menggemboknya seenak jidatnya dan mencabut IMB-nya membabibuta. Sebelum Putusan MA keluar, berkali-kali Walikota Bogor menyatakan dirinya TAAT HUKUM dan BERJANJI akan menaati apa pun Keputusan Mahkamah Agung. Setelah Putusan MA keluar Walikota Bogor MENJILAT muntahnya sendiri. Siapa yang BERANI jamin orang-orang tersebut tidak akan MENEROR GKI Yasmin Relokasi nantinya? Siapa yang BERANI jamin walikota Bogor tidak akan menjilat muntahnya lagi dengan mencabut IMB GKI Yasmin Relokasi dan MENGGEMBOK gereja GKI Yasmin Relokasi? Putusan MA saja dia langgar seenak jidatnya apalagi perjanjian BERKOMPLOT dengan Sinode GKI untuk MELAWAN hukum dan mengabaikan kewajiban hukum?

Masalah GKI Yasmin bukan SENGKETA memperebutkan sebidang TANAH namun walikota Bogor MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM. Cara menyelesaikan masalah demikian adalah PENEGAKKAN hukum, bukan MERELOKASI gereja GKI Yasmin atau MEMBUNGKAN jemaat GKI Yasmin.

Menolak Relokasi Adalah Harga Mati

Sekali pengadilan DIGELAR, tidak ada jalan MUNDUR lagi bagi kedua belah pihak yang bersengketa. Setelah KEPUTUSAN pengadilan berkekuatan HUKUM tetap (Keputusan MA) maka tidak ada jalan lain lagi sebab satu-satunya jalan yang WAJIB dilakukan oleh yang MENANG dan yang KALAH adalah mengeksekusi Keputusan MA. Tidak mengeksekusi Keputusan MA adalah tindakan PEMBANGKANGAN hukum alias MELAWAN hukum dan MENGABAIKAN kewajiban hukum.

1. Ombudsman Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Ombudsman adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik yang diselenggarakan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan termasuk yang diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, dan Badan Hukum Milik Negara serta badan swasta atau perseorangan yang diberi tugas menyelenggarakan pelayanan publik tertentu yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara dan/atau anggaran pendapatan dan belanja daerah.

2. Penyelenggara Negara adalah pejabat yang menjalankan fungsi pelayanan publik yang tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Maladministrasi adalah perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang menjadi tujuan wewenang tersebut, termasuk kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara dan pemerintahan yang menimbulkan kerugian materiil dan/atau immateriil bagi masyarakat dan orang perseorangan.

Ketika jemaat GKI Yasmin melaporkan TINDAKAN Walikota Bogor kepada Ombudsman Republik Indonesia, inilah REKOMENDASI yang dikeluarkan oleh OMBUDSMAN RI.

Ombudsman RI: Berdasarkan hasil penelitian berkas dan keterangan Jemaat GKI Taman Yasmin (pelapor), dokumen dan peraturan perundang-undangan, serta penjelasan tertulis dan lisan dari Walikota Bogor, maka tindakan Walikota Bogor yang menerbitkan SK Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tertanggal 11 Maret 2011 Tentang Pencabutan Keputusan Walikota Bogor Nomor 645.8.372 tahun 2006 Tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Gereja Kristen Indonesia (GKI) Pengadilan Bogor Yang Terletak di jalan KH Abdulah Bin Nuh no. 31 Taman Yasmin Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat kota Bogor adalah merupakan bentuk MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM serta bertentangan dengan putusan Peninjauan Kembali Mahkamah RI nomor 127/PK/TUN/2009 tanggal 9 Desember 2010.

Komnas HAM membenarkan Rekomendasi Ombudsman RI dan menyatakan perbuatan walikota Bogor adalah PELANGGARAN HAM (hak asasi manusia). Masalah GKI Yasmin adalah:

  1. Walikota Bogor melanggar HAM dan Pemerintah membiarkannya
  2. Walikota Bogor MELAWAN hukum dan Pemerintah membiarkannya
  3. Walikota Bogor MENGABAIKAN kewajiban hukum dan Pemerintah membiarkannya

Apabila membiarkan gerejanya digembok sampai kuda gigit jari dan IMB gerejanya DICABUT ngaco-belo oleh walikota Bogor atau mengubah fungsi gereja GKI Yasmin menjadi MONUMEN tempat diskusi kebangsaan itu berarti GKI Yasmin MEMBANGKANG Putusan MA dengan Melawan hukum dan MENGABAIKAN kewajiban HUKUM-nya. KEWAJIBAN hukum GKI Yasmin adalah MENGEKSEKUSI Keputusan MA! Itu sebabnya dikatakan, sekali pengadilan beraksi maka tidak ada jalan mundur apalagi jalan lain bagi pihak-pihak yang bersengketa kecuali MENAATI HUKUM.

Apabila Sinode menuruti “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” memaksa GKI Yasmin menerima USUL walikota Bogor untuk relokasi, itu berarti GKI:

  1. MENGAKUI tindakan Walikota Bogor menyegel gereja GKI Yasmin adalah BENAR.
  2. MENGAKUI tindakan Walikota Bogor mencabut IMB GKI Yasmin adalah BENAR.
  3. MENGAKUI tindakan Walikota Bogor MEMBANGKANG Putusan MA adalah BENAR.
  4. MEMBANGKANG alias MELAWAN Putusan MA dan MENGABIKAN kewajiban hukum.
  5. MENYATAKAN Rekomendasi Ombudsman bahwa Walikota Bogor MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM adalah omong kosong karena TINDAKAN Walikota Bogor mencabut IMB dan menyegel GKI Yasmin serta MEMBANGKANG keputusan MA adalah BENAR.
  6. MENYATAKAN pernyataan KOMNAS HAM bahwa walikota Bogor Melanggar HAM adalah pepesan kosong.
  7. BERKOMPLOT dengan Walikota Bogor untuk MEMBANGKANG hukum RI
  8. BERKOMPLOT dengan Walikota Bogor untuk MENDZOLIMI Jemaat GKI Yasmin.

Aneh bin Ajaib. Mustahil Sinode GKI melakukan KEJAHATAN-KEJAHATAN tersebut di atas dalam Nama Yesus demi kemuliaan Allah untuk menyelesaikan masalah GKI Yasmin demi KEPENTINGAN yang lebih luas, kepentingan nasional, kepentingan bangsa dengan cara Kristiani yang ELEGAN mengunakan prinsip MENGOSONGKAN diri untuk MENGALAH meskipun MENANG di pengadilan agar tidak memberi AMUNISI kepada pihak lain untuk MENYERANG gereja, bukan? Itu sebabnya di katakan, MENOLAK RELOKASI GKI Yasmin adalah HARGA MATI!

Mustahil MEMBUNGKAM Jemaat GKI Yasmin

Indonesia adalah negara HUKUM. Semua WNI (warga negara Indonesia) SAMA di mata hukum. Jemaat GKI Yasmin adalah WNI (warga negara Indonesia) yang disebut penduduk. GKI (Gereja Kristen Indonesia) adalah WNI yang disebut Badan Hukum. BPMS Sinode GKI adalah Tata Usaha GKI. Ketua Sinode adalah penyelenggara GKI. Pemda Bogor adalah WNI yang disebut Tata Usaha Negara. Walikota Bogor adalah penyelenggara negara. Bagaimana dengan JEMAAT GKI Yasmin? Jemaat GKI Yasmin adalah WNI alias penduduk Indonesia. Bagaimana dengan GKI Yasmin? Bakal Pos Jemaat (Baposjem) GKI Yasmin adalah JEMAAT GKI Yasmin yang belum dewasa. GKI Yasmin adalah WNI Badan Hukum yang belum dewasa.

Menurut Tata Gereja (Tager) GKI, jemaat DILEMBAGAKAN setelah melalui DUA tahap yaitu Pos Jemaat (Posjem) dan Bakal Jemaat (Bajem).  Karena BUKAN Posjem dan bukan Bajem juga bukan Jemaat maka  “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” bilang GKI YasminTIDAK ada di dalam TUBUH GKI. Bila tidak ada di dalam tubuh GKI bukankah itu berarti Sinode GKI sama sekali tidak BERHAK ikut CAMPUR urusan GKI Yasmin? Karena Sinode GKI mengurusinya itu berarti meskipun STATUSNYA Bakal Pos Jemaat namun GKI Yasmin ada di dalam TUBUH GKI.

Menurut Tager GKI, cara membentuk Pos Jemaat adalah Majelis Jemaat mengajukan surat permohonan ke Sinode Wilayah dilampiri keterangan bahwa Baposjem telah memenuhi semua persyaratan menjadi Pos Jemaat (Posjem). Sinode Wilayah dan Klasis lalu melakukan pelawatan (survey). Berdasarkan LAPORAN Pelawatan Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMS) memutuskan untuk MENOLAK atau MENGABULKAN permohonan  pembentukan Pos Jemaat (Posjem). Bila permohonannya dikabulkan maka Majelis Jemaat WAJIB menyelengarakan kebaktian Peresmian Posjem dan pelantikan Pengurus Pos Jemaat selambat-lambatnya tiga (3) bulan sejak permohonan DIKABULKAN.

Apakah Majelis Jemaat GKI Bogor SUDAH mengajukan permohonan pembentukan Posjem GKI Yasmin ke Sinode GKI Jabar? Apakah Sinode GKI Jabar pernah melakukan PELAWATAN dan membuat laporannya? Apakah BPMS Sinode GKI Jabar pernah MENGABULKAN atau menolak permohonan pembentukan Posjem GKI Yasmin? Bila dikabulkan, apakah Majelis Jemaat SUDAH menyelenggarakan kebaktian peresmian Posjem dan pelantikan Pengurus Posjem selambat-lambatnya TIGA (3) bulan sejak permohonannya dikabulkan?

Handai taulanku sekalian, apabila sampai hari ini status GKI Yasmin adalah Baposjem (bakal pos jemaat), maka mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan hai hai bertanya, “halo halo …… Majelis Jemaat GKI Bogor, kemana saja selama ini? Halo halo ….. Sinode GKI Jabar, kemana saja selama ini? BEDEGONG SIA! MOLOR-nya? Kurang ajar lu! Tidur ya?” ha ha ha ha ….. Itu sebabnya nggak KERJA?

Saya sempat berkenalan dengan Pengurus Pos Jemaat GKI Yasmin. Saya juga mendengar SUARA burung berkicau, “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” menyangka dirinya HEBAT karena menemukan CARA untuk MEMBUNGKAM jemaat GKI Yasmin dengan MENGHASUT Majelis Jemaat GKI Bogor MENOLAK melantik Pengurus Pos Jemaat GKI Yasmin baru sedangkan Pengurus lama sudah HABIS masa jabatannya.”

Halo halo …. Majelis Jemaat Bogor yang mulia, itukah cara kalian MENGGEMBOSI GKI Yasmin dan memberi KUASA kepada Sinode GKI untuk BERAKSI? Ha ha ha ha ha ha …. SUDAH membaca Tager GKI dan MEMAHAMINYA? MENOLAK melantik Pengurus Pos Jemaat GKI Yasmin untuk membubarkan GKI Yasmin? Haha ha ha ha ….. Itu adalah tindakan MALADMINISTRASI alias pembangkangan Tager GKI.

Halo halo …… Sinode GKI Jabar yang terhormat, ulah molor wae atuh! Jangan tidur melulu dong! Bekerjalah! Baca Tager GKI baik-baik dan bekerjalah dengan baik! Melakukan tindakan yang bertentangan dengan Tager GKI adalah KEJAHATAN di mata JEMAAT GKI! Karena melakukan hal demikian, KALIAN harus digembalakan!

Tager GKI mengatur tata cara PELEMBAGAAN jemaat. Juga mengatur tata cara mengubah status Pos Jemaat menjadi Bakal Jemaat dan Jemaat. Juga mengatur mengubah satus Jemaat menjadi Bakal Jemaat dan Bakal jemaat menjadi Pos Jemaat. Namun Tager GKI sama sekali TIDAK memberi KUASA kepada Majelis Jemaat dan Sinode wilayah juga Sinode Am untuk MEMBUBARKAN Bakal Pos Jemaat, Pos Jemaat, Bakal Jemaat dan Jemaat.

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” mau MEMBUBARKAN Bakal Pos Jemaat GKI Yasmin alias Pos Jemaat GKI Yasmin alias GKI Yasmin ya? Tak U U ya!  Ha ha ha ha …… Bakal Pos Jemaat, Pos Jemaat, Bakal Jemaat adalah JEMAAT yang BELUM dewasa alias belum dilembagakan, bukannya tidak ada di dalam TUBUH GKI! Menggembosi GKI Yasmin untuk membungkam Jemaat GKI Yasmin ibarat mencoba MENGGUGURKAN kandungan atau membunuh anak sendiri. Biadab sekali!

Kerabatku sekalian, walikota Bogor sama sekali tidak Mendzolimi LEMBAGA GKI Yasmin, itu sebabnya dia sama sekali tidak PEDULI GKI Yasmin itu Baposjem atau posjem atau bajem atau jemaat. Walikota Bogor mendzolimi JEMAAT GKI Yasmin alias penduduk Indonesia alias Warga Negara Indonesia dengan MENCABUT IMB gereja mereka dan MENGEMBOK gereja mereka dan MELARANG mereka beribadah di gereja mereka. Yang lakukan Kebaktian Bagi Negeri di depan Istana bukan LEMBAGA GKI Yasmin namun JEMAAT GKI Yasmin (manusia). Apakah Majelis Jemaat GKI BERKUASA untuk MELARANG mereka? Tidak! Apakah Sinode GKI Jabar BERKUASA untuk melarang mereka? Mustahil! Apakah Sinode Am GKI berkuasa untuk MELARANG mereka? Mustahil! Apakah Kepolisan RI berkuasa melarang mereka? Mustahil! Apakah menteri dalam negeri berkuasa melarang mereka? Mustahil! Apakah Presiden RI berkuasa melarang mereka? Mustahil! Kenapa demikian? Karena hak jemaat GKI Yasmin untuk KEBAKTIAN bagi NEGERI (UNJUK RASA) di depan Istana dilindungi undang-undang dan DIJAMIN oleh UUD ’45.

Bila demikian kenapa “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” MENUDUH Jemaat GKI Yasmin MEMBANGKANG perintah Majelis Jemaat GKI dan Sinode GKI untuk TIDAK unjuk rasa di depan Istana?

Ha ha ha ha ha ….. tentu saja karena “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” memang dungu dungu kampret itu sebabnya dia tidak TAHU bahwa MELARANG Jemaat GKI Yasmin UNJUK RASA (Kebaktian Bagi negeri) selain melanggar undang-undang dan UUD ’45 juga melanggar HAM.

Ha ha ha ah tentu saja karena “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” memang dungu dungu kampret itu sebabnya dia tidak tahu bahwa BPMS (Badan Pekerja Majelis Sinode) bukan TUHAN alias BOS jemaat GKI namun PENYELENGGARA GKI alias KARYAWAN GKI alias PEKERJA GKI untuk menyelenggarakan TATA USAHA guna MELAYANI jemaat GKI.

“Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” anda mau SESAT? Langkahi dulu mayat hai hai!

Handai taulanku sekalian, jemaat GKI yang terhormat, mari JAGA GKI karena ada “Dung Dung Pret MAU Relokasi BERSYARAT” mau membawa GKI berkomplot dengan walikota Bogor untuk

  1. melanggar HAM
  2. MELAWAN hukum
  3. MENGABAIKAN kewajiban hukum

19 thoughts on “Dung Dung Pret Mau Relokasi Bersyarat

  1. hati saya menangis membaca ini, ko. dengan keras berharap mereka yang dung dung pret terbuka mata hati, mata pikiran dan mata benerannya untuk melaksanakan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat indonesia.

    • @jakasakti, “dung dung pret mau relokasi bersyarat” MEMANG mengenaskan! PLINTAT PLINTUT! Beberapa saat yang lalu KELILING KLASIS sambil teriak, “MENOLAK RELOKASI adalah HARGA MATI!” Dasar kutu kupret Begitu dia menyangka orang-orang MELENG langsung KUMAT lagi DUNGUNYA dan mau RELOKASI. Menurut saya sudah saatnya GKI bergerak pertama-tama untuk MEMAHAMI permasalahannya dengan BENAR kemudian mengambil TINDAKAN yang BENAR. Dengan demikian maka “dung dung pret mau RELOKASI bersyarat” nggak bisa lagi MENGHASUT sana sini apalagi BERTINDAK seolah dirinya adalah MAHATUAN (TUHAN) alias BOS jemaat GKI.

      Anda memang di PENGADILAN namun TIDAK mengeksekusi KEPUTUSAN MA sama sekali bukan TINDAKAN mengalah atau mengosongkan diri namun PEMBANGKANGAN Hukum. itulah FAKTA hukum yang HARUS dipahami oleh jemaat GKI. Masalah GKI yasmin bukan SENGKETA GKI melawan walikota namun Walikota MELANGGAR HAM dan MELAWAN Hhukum dan MENGABAIKAN kewajiban Hukum dan Pemerintah MEMBIARKANNYA. Sebelum MEMBUNGKAM GKI Yasmin harus bertanya DULU apakah yang MEREKA lakukan BENAR dan sesuai Undang-undang? Yang dilakukan oleh GKI Yasmin memang HAL baru yang BELUM pernah dilakukan oleh oleh GKI sebelumnya bahkan belum pernah dilakukan oleh gereja Kristen. Namun yang Mereka lakukan adalah BENAR. Kita harus MENDUKUNG mereka dan MENELADANI yang mereka lakukan.

  2. Memang kalau seorang Bandit jadi Penguasa …. beberapa Bandit jadi Synode Gereja maka ….hancurlah negara ….
    Memang diskriminatif negara ini …. mau apalagi. Tetap berusaha dan berdoa …jemput bola dengan cara yang santun dan bukan dengan menambah masalah. Karena negara ini bermasalah karena pimpinan nya memang penuh masalah.
    Minoritas tidak akan mendapat tempat ..tidak didengarkan. Aturan perundangan bagai baca komik donal bebek … dibaca sambil lalu kemudian ditertawakan.

    Biarlah TUHAN menghukum negara ini ….

    • @frans abednego, sebenarnya kasihan juga. Dung dung pret mau relokasi bersyarat HANYA seorang pendeta BELAKA. Dia hanya belajar Teologi namun SOK TAHU masalah hukum. Nampaknya dia DIPROVOKASI dan DIMANIPULASI. Mungkin juga diiming-imingi menjadi TOKOH Kristen NASIONAL. ha ha ha ha ha … SEmoga blog ini MEMBERI pencerahan kepada para dung dung pret mau relokasi. Semoga blog ini juga memberi pencerahan kepada para Jemaat GKI sejati. Soal para penguasa negara. Mari kita berdoa dan berharap munculnya tokoh tokoh jujur dan mampu.

  3. @saudaraku bengcu
    Dung dung pret = mendagri = pak GF ……. rancak bana ……lamo tak basuo sama denai ko ….. plintat plintut ni orang …partai politik nya juga kutu loncat …. ya wajarlah ….bandit !

  4. Pagi ini saya sekilas mendengar kotbah Stephen Tong di saluran tv Reformed 21 tentang Jesus yang ‘tidak mau kompromi’ dengan iblis yang membujukNya untuk menyembah iblis dengan diimingi kerajaan dunia. Sekali Jesus mau kompromi menyembah iblis berarti kita yang meyembah Jesus juga menyembah iblis. Mendengar kotbah itu saya teringat akan artikel ini.

    • @mich, masalah GKI Yasmin BUKAN sengketa Walikota VS GKI Yasmin. Masalah GKI Yasmin adalah Walikota MELANGGAR hukum dan MELANGAR HAM untuk MENDSOLIMI jemaat GKI Yasmin. itu sebabnya TIDAK ada satu LEMBAGA RI kecuali MENDAGRI yang TIDAK mencela tindakan Walikota Bogor. Mendagri MENIPU dunia dengan MEMUTAR balik MASALAH bahwa yang terjadi adalah beberapa orang jemaat GKI keras kepala nggak mau KEBAKTIAN di tempat yang Seharusnya. Nggak mau diKASIH gereja di TEMPAT yang BENAR.

      dung-dung pret mau relokasi bersyarat adalah orang-orang GKI yang TERTIPU oleh TIPUAN menteri dalam negeri.

      LSM, DPR, Partai politik, politikus, Mahkamah Agung RI, Ombudsman RI, Komnas HAM RI, bahkan Mahkamah Konstitusi, negara asing, UNI EROPAH bahkan PBB mendukung GKI Yasmin dan MENEKAN pemerintah untuk MENEGAKKAN hukum dan menghentikan TINDAKAN Walikota Yasmin. Pemerintah MENIPU dunia dengan MENYEBAR ISU bahwa GKI yasmin bukan KASUS Walikota BOGOR melanggar HuKUM dan HAM namun BERITIKAD baik memindahkan gedung gereja ketempat yang LEBIH baik namun jemaat GKI Yasmin Keras KEPALA. Apabila Sinode GKI membungkam JEMAAT GKI Yasmin lalu MENAWARKAN Relokasi dengan SYARAT Walikota MENERBITKAN IMB (PALSU) bukankah itu artinya MENGHKIANATI dan MENGHINA mereka yang MENDUKuNGNYA serta BERKOMPLOT mendukung usaha walikota MELENGGAR hukum dan HAM dengan mendzolimi GKI yasmin?

  5. Hmmm…. Seru juga ya… Yang satu nya pejabat nakal yang satunya majelis melempem…. Kasihan jemaatnya ya… Menggunakan kekuasaan untuk mencapai keinginan dan menyengsarakan umat, wajib dilawan tuhhh… Sampai titik darah penghabisan… Layak utk diperjuangkan…. Semoga berhasil….

    • @Julius, makanya mari kita berjuang bersama-sama. Di depan istana setiap 2 minggu. Jam 13.00 – 15.00. Bila anda datang, saya akan tiupkan satu lagu khusus buat anda dengan suling saya.

      • My brother hai hai… Sayangnya saya berlokasi di surabaya, bila ada kesempatan datang di bogor, akan saya sempatkan untuk datang ke kebaktian bagimu negeri. Dan sudah tentu, saya mendukung perjuangan gki yasmin dan saya akan berjuang dengan cara saya sendiri untuk mendukung penegakan ham dan toleransi umat beragama di negri kita ini, khususnya kasus yang menimpa gki yasmin. Terima kasih untuk lagu khusus buat saya, spt nya hai hai sdh memainkan suling anda, terdengar merdu dan enak…. Tq brother.

        • @julius pribadi, Kebaktian Bagimu negeri dilakukan di depan istana negara Jakarta dua minggu sekali. Bila anda ke Jakarta, silahkan hubungi saya, siapa tahu jadwalnya cocok? Terima kasih atas dukungan anda. Saya akan sampaikan kepada teman-teman GKI Yasmin saat kebaktian hari minggu 27 Januari 2013 ini. Dirgayahu Indonesia! Bila rakyat BIJAKSANA mustahil PEJABAT jadi PENJAHAT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s