HIDUP Adalah Perjalanan Pulang


Gambar: ceritanyamila.blogspot.com

Hidup adalah perjalanan pulang. Hidup manusia di dunia adalah perjalanan debu tanah untuk kembali menjadi debu tanah. Kenapa tidak rela ketika debu tanah yang adalah tubuh pulang ke rumahnya? Kembali ke pangkuan ibunya? Kembali ke ibu pertiwi? Karena masih mau terus berjalan. Karena menyangka tidak ada hidup lagi setelah mati. Karena tidak tahu kemana akan pergi setelah mati. Karena tidak tahu apa yang terjadi setelah mati. Karena menyangka mati adalah penderitaan.

Handaiku sekalian, relakanlah debu tanah pulang ke ibu pertiwi. Ingatlah dia dengan mengenang kisah-kisah bersamanya di dunia. Jangan salahkan debu tanah bila belum puas hidup di dunia. Hormatilah karena ketika debu tanah pulang, itu berarti dia tidak ingin ke mana-mana lagi selain pulang menyatu dengan ibunya. Lanjutkan perjalanannya. Yakinlah, ketika debu tanah pulang ke pangkuan ibunya, kita pun pulang untuk bersatu kembali dengan ibu dari mana kita datang. Sebelum waktu pulang tiba, teruslah mencari dan mencari sampai anda tahu bahwa yang dicari sesungguhnya ada di rumah, ada di ibu dari mana kita datang.

Kerabatku sekalian, dari mana kita datang dan ke mana hendak pergi? Pada hakekatnya, apa yang dicari? Mencari kehidupan yang lebih baik dan menginginkan bahagia yang lebih. Pernahkah berpikir tentang bahagia? Bahagia. Ada yang tidak bahagia karena tidak mencapainya namun ada pula yang tidak bahagia karena melampauinya. Bahagia adalah bahagia. Tidak ada yang kurang bahagia juga tidak ada yang lebih bahagia.

Sesungguhnya bahagia adalah ketika menerima apa adanya. Bahagia adalah ketika kita berkata, “Nggak apa-apa aku sedih. Nggak apa-apa aku kecewa. Nggak apa-apa aku marah. Nggak apa-apa aku takut. Nggak apa-apa aku kuatir. Nggak apa-apa aku minder. Nggak apa-apa aku gagal. Nggak apa-apa aku putus asa. Nggak apa-apa aku cemburu. Nggak apa-apa aku gagal. Nggak apa-apa aku jelek. Nggak apa-apa aku kalah. Nggak apa-apa aku mengalami ini juga nggak apa-apa aku mengalami itu. Nggak apa-apa aku merasa ini juga nggak apa-apa aku merasa itu.”

Bahagia adalah menjalani hidup dan merasakan semuanya tanpa menyesalinya.

39 thoughts on “HIDUP Adalah Perjalanan Pulang

  1. Mr. Hai-hai, bagaimana kalau perjalanan pulang ini dikaitkan dg pengakuan iman@kebangkitan daging. Terimakasih.

    • @BeZero4Truth, para teolog mengajarkan bahwa orang-orang yang TELAH mati akan DIBANGKITKAN tubuhnya yagn SUDAH membususk jadi TANAH. Ajaran demikian bertentangan dengan ajaran Alkitab. Yang benar adalah di dunia kita mengenakan tubuh di sorga kita mengenakan Roh kudus. itulah yagn disebut SATU DAGING.

      • Mr.hai-hai, tapi kalau pengakuan iman@kebangkitan daging itu di pahami sebagai pengakuan percaya bahwa daging Yesus telah dibangkitkan jadinya tetap alkitabiah kan..? Terimakasih.

      • Apakah di GKI Yasmin, juga melakukan Pengucapan Pengakuan Iman Rasuli? Apakah Mr. Hai Hai ikut melakukannya atau tidak? Apa yang anda rasakannya ketika mengucapkannya?

        • Pengakuan Iman Rasuli bukan keharusan. Jadi, kalau mau ikut ya ikut. Kalau tidak ya tidak. kalau mau ikut sebagian ya sebagian. kalau mau edit ya edit. Yang jelas Pengakuan Iman Rasuli tidak benar 100%. “Yesus akan datang kembali untuk menghakimi orang yagn hidup dan yang mati.” Bukan ajaran Alkitab, bahkan bertentangan dengan ajaran Alkitab. Saya tidak mengakuinya.

          • Yoh 14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada.

            Kis 1:11 dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.”

            Luk 21:27 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya

            Wah 1:7 Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.

            Pak Hai tidak mengakui kedatangan Yesus atau tidak mengakui maksud kedatangannya yang untuk menghakimi orang hidup dan mati ?

            Bila tidak untuk mengadili orang yang hidup dan mati, lalu maksud kedatangan Yesus kembali nanti itu untuk apa pak ?

            • Anda baca dulu dari Matius sampai yohanes 10 kali. Stelah baca dan belum ngerti juga nanti saya jelaskan. Masalahanya BUKAN mengakui atau MENOLAK namun APA yang diajarkan oleh alkitab. Keempat kitab Injil bukan kutab undang-undang yang HARUS dimengerti ayat demi ayat namun SEBUAH catatan SEJARAH yang harus dipahami apa adanya saja.

              Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin. Wahyu 1:7

              Coba anda baca kembali Wahyu 1:7 tersebut di atas dengan TELITI dan HATI-HATI. TIDAK ada MEREKA yang menikam Yesus. Hanya ada satu orang yang MENIKAM Yesus dengan TOMBAK untuk membuktikan bahwa Yesus sudah mati. Jadi, bacalah alkitab dengan TELITI dan HATI-HATI.

              • saya memang lagi semangat mulai baca alkitab lagi pak, mudah-mudahan bisa mengerti yang dimaksud pak hai.

                Untuk kata MEREKA dalam ayat wahyu tsb, sebetulnya sayapun bertanya-tanya pula dalam diri saya, lalu kemudian otak saya mencari jawaban sendiri, dan muncul pengertian bahwa MEREKA adalah orang-orang yahudi yang sedang proses menyalibkan Yesus, jadi walau hanya seorang yang menikam, namun MEREKA yang tidak mencegah proses itu, bisa dikatakan ikut menikam juga sebagai kata kiasannya.

                • Jangan MENAFSIR sebab alkitab bukan kitab tafsir 1001 mimpi. Kalau mau MENAFSIRKAN Alkitab, jangan tanggung. silahkan klik di SINI untuk melihat contoh menafsirkan alkitab yang baik sekali.

                  • siap pak hai.
                    bukan memuji, namun fakta, blog pak hai mencerahkan saya. namun saya pun tidak begitu saja mempercayai isi blog pak hai, saya berusaha mencari kesalahannya, namun sayang sekali sampai detik ini belum saya ketemukan.

                    • Ketika membaca alkitab, tidak ada keharusan untuk MENGERTI. Itu sebabnya kalau nggak paham, biarkan saja. Kita punya waktu seumur hidup untuk mempelajarinya. Kalau dibaca berulang, maka suatu saat pasti mengerti juga. Itu sebabnya ketika membaca alkitab, NIKMATILAH membacanya, bukan menikmati mengertinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s