Senjata ke 13 Pendekar Tiongkok Kuno


Gambar: Robert Miming

Gambar: Robert Miming

Senjata ke 13 adalah senjata yang paling dasyat dalam tradisi pendekar Tiongkok kuno. Kedasyatan senjata ke 13 dilukiskan dalam pepatah. 12 senjata membunuh musuh satu demi satu namun senjata ke 13 menaklukan negeri tanpa membunuh.

Memberanikan diri bertanya, di dalam emailnya, Pdt. Samuel Adiperdana menulis:

Hai Ko Hai Hai,Harusnya Ko Hai Hai juga cerita kalo Ko Hai Hai berpakaian bak guru silat jaman Yoko, dengan membawa pedang pembelah langit. Dan jg lupa bawa kopi luak buat aye..

Hehe he he …

Pis Ko Hai Hai,
Salam
Sam

Hai hai mengungkap:

Pdt. Samuel, saya tidak menyangka anda akan hadir. Kalau tahu anda hadir, saya pasti bawa kopi luak atau minta pak Suginto dari GKI Samanhudi untuk bawa kopi luwak buat anda. Di samping itu, begitu acara selesai anda langsung ngacir padahal saya masih nunggu lama gara-gara kawasan mobil berpenumpang tiga. kalau nggak kan bisa ngopi-ngopi dulu lho. Pak Joas Adiprasetya malah ngacir sebelum acara berlangsung padahal ngobrlol ma dia pasti seru lho. Ha ha ha ha ha ha …. baiklah saya mulai bercerita.

hai hai datang dengan pakaian Tionghoa, hitam-hitam. Rambutnya panjang sepaha, riap-riap. Dia menyandang senjata ke 13 dengan sarung kain hitam, dengan garis kotak-kotak putih dan merah. Tali gantungannya berwarna coklat.

Dia datang atas nama lembaga: Bengcu Menggugat. Itulah yang tercatat dalam buku tamu.  Di ruang pertemuan dia segera membagi-bagikan tulisannya yang berjudul: Bengcu Menggugat Jejak TB Silalahi (Mantan Menpan) di Gereja Yasmin. dia melakukannya sambil menyalami orang-orang yang dikenalnya.

Senjata ke 13. Bentuknya bulat. Panjangnya kurang lebih satu lengan orang dewasa, disandang di punggung. Dalam kebaktian di depan istana, senjata ke 13 disandangnya. Dalam acara bedah buku Bertahan di Bumi Pancasila, senjata itu pun disandangnya. Dan dalam pertemuan dengan BPMS GKI dan aktivis HAM dan lintas iman, dia menyandang senjata yang sama. Senjata ke 13.

Di dalam tradisi Tionghoa sejak purbakala, angka 12 adalah angka keramat. 12 shio (tikus, kerbau, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, kambing, monyet, ayam, anjing, babi), 12 bulan dalam setahun, 12 jam sehari semalam. Waktu yang diperlukan oleh planet Jupiter mengelilingi matahari dalam satu putaran penuh adalah 12  tahun. Posisi Jupiter terhadap matahari dan bumi sangat mempengaruhi musim dan musim mempengaruhi panen dan panen mempengaruhi kehidupan manusia. itulah asal-usul angka 12 dalam kebudayaan Tionghoa.

12 Shio sama sekali bukan simbol mistik namun MUSIM. Permulaan musim semi, bulan 1
ditandai dengan tikus keluar dari lobangnya. Bulan 2 kerbau mulai merumput di padang.

Permulaan musim panas, bulan 3 ditandai dengan suara harimau mengaum mulai terdengar dari hutan. Bulan 4 kelinci beranak pinak. Bulan 5 naga (raja) mengumpulkan makanan, menjerat, memanah, menjaring juga memanen.

Permulaan musim gugur, bulan 6  ditandai dengan ular-ular ramai berjemur di  bawah sinar mata hari karena hari mulai dingin. Bulan 7, kuda-kuda berderap karena orang-orang bergerak dari tempat satu ke tempat lainnya. hujan musim rontok mulai kurang.  Bulan 8 embun beku mulai turun dan kambing-kambing tidak bisa merumput lagi.

Permulaan musim dingin bulan 9 ditandai dengan monyet-monyet keluar dari hutan untuk mencari makan di kebun-kebun penduduk. bulan 10 ayam liar keluar dari hutan untuk mencari makan. bulan 11  anjing-anjing  liar dan serigala keluar dari  hutan untuk mencari makan. bulan ke 12 babi keluar dari hutan untuk mencari makan.

Amati binatang, maka engkau pun tahu musim. Itulah 12 shio Tiongkok kuno.

Para pendekar Tionghoa (juga jepang dan Korea) mengenal 12 jenis senjata pembunuh. Dalam tradisi Tionghoa seorang pendekar adalah pendekar sampai mati. Namun ketika waktunya tiba, seorang pendekar pun EMERITUS. Pendekar emeritus tidak menyandang sanjata dari ke 12 senjata pembunuh lagi namun dia menyandang senjata ke 13. Senjata ke 13 adalah senjata yang paling dasyat dalam tradisi pendekar Tiongkok kuno dan Jepang kuno dan Korea kuno.

Kenapa demikian? Karena senjata ke 13 bukan senajata untuk membunuh. Kedasyatan senjata ke 13 dilukiskan dalam pepatah.

12 senjata membunuh musuh satu demi satu namun senjata ke 13 menaklukan negeri tanpa membunuh.

Apa itu senjata ke 13? Ha ha ha ha …… Pdt, Samuel Adiperdana, setelah pertemuan BPMS GKI dan GKI Yasmin dan PGI, saya akan ceritakan apa itu senjata ke 13?

19 thoughts on “Senjata ke 13 Pendekar Tiongkok Kuno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s