Cap Go Meh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen


Gambar: allposters.com

Cap go meh? Cap go meh menurut siapa? Meskipun sama-sama merayakan  Cap go meh namun umat Khonghucu dan umat Dao serta budayawan Tionghoa merayakannya dengan alasan dan cara serta makna yang berbeda.

Dalam generasi ini terlalu banyak orang yang menggelari dirinya budayawan Tionghoa padahal pengetahuannya cekak sekali. Itu sebabnya meskipun  mengaku ilmuwan dan mengklaim ajarannya ilmiah namun kita perlu menguji apakah ajaran tentang Cap go meh mereka adalah kisah nyata atau kutak-katik asal ngait belaka?

Cap go meh. Apa artinya? kenapa pesta lentera? Kenapa makan ronde? Cap go meh artinya malam ke lima belas. Malam ke lima belas bulan satu kalender Tionghoa. Bulan purnama. Sepanjang tahun umat Dao merayakan tiga malam purnama (san yuan shuo). Purnama pertama (shangyuan) adalah Cap go meh. Purnama kedua (zhongyuan) malam ke 15 bulan tujuh. Purnama ketiga (xiayuan) malam ke 15 bulan sepuluh. Orang Tionghoa merayakan cap go meh dengan pesta lentera dan makan ronde. Di Jawa, selain ronde juga  makan lontong sayur. Di Indonesia umat Dao merayakannya dengan gotong Toa pek kong (pawai dewa-dewi keliling kota).

Cap Go Meh Di Mata Umat Dao

Suatu hari di dahulu kala, burung sorga (luan 鸞) kesayangan raja sorga (Yuhuang Shangdi) tersesat ke sebuah desa di Tiongkok kuno. Seorang pemburu berusaha menangkapnya namun gagal. Karena kesal dia lalu memanahnya. Burung sorga pun mati.

Karena burung kesayangannya mati, Shangdi (lafal: Sangti) marah bukan kepalang. Dia lalu memberi perintah untuk membumihanguskan desa tersebut pada malam ke lima belas. Adik perempuan Shangdi yang murah hati segera memberitahu penduduk kampung tentang hal tersebut.

Orang-orang kampung benar-benar ketakutan. mereka berkumpul mencari cara menghindari balas dendam Shangdi. Seorang penduduk yang paling tua dan bijaksana bilang, bila semua orang menyalakan lantera sebanyak mungkin dan membuat berbagai suara, maka ketika melongok dari sorga, Shangdi pasti menyangka penduduk kampung panik karena kebakaran. Dengan demikian, dia pasti merasa tidak perlu mengirim bala tentaranya untuk membakar kampung.

Penduduk kampung pun menyalakan lentera menyalakan lentera pada malam ke lima belas. Seperti dugaan kakek bijaksana itu, Shangdi pun mengurungkan niatnya untuk balas dendam karena menyangka kampung tersebut kebakaran. Sejak itulah penduduk kampung menyalakan lentera untuk mengenang malam tersebut.

Suatu hari, sementara menunggu kaisar Han wudi datang, menteri Dong fang shuo yang bijaksana dan baik hati pun berjalan-jalan di taman istana. Tiba-tiba dia melihat seorang dayang dengan air mata bercucuran, berusaha memanjat dinding sumur untuk bunuh diri. Dia segera menghentikannya dan bertanya kenapa dayang itu putus asa?

Namanya Yuanxiao. Dayang itu pun mengeluh bahwa sejak menjadi dayang dia tidak pernah bertemu lagi dengan kedua orang tua dan saudara-saudaranya. Dia sama sekali tidak tahu nasib mereka. Untuk apa melanjutkan hidup bila tidak bisa berbakti kepada orang tua? Dong Fang Shuo terharu sekali dan berjanji akan mempertemukan Yuanxiao dengan keluarganya.

Suatu hari Dong fang shuo menyamar jadi peramal buta lalu keliling ibukota Chang an. Karena penampilannya yang penuh kharisma, banyak sekali orang yang minta diramal olehnya. Aneh bin ajaib! Semua orang menerima ramalan yang sama, “Malam ke lima belas bulan satu, dewa api dan bala tentaranya akan datang untuk membumihanguskan kota Chang an.” Ketika masyarakat panik membahas ramalannya, Dong fang shuo melemparkan gulungan kertas merah ke antara mereka lalu menyusup menghilang.

Ketika dibuka gulungan kertas itu berisi ramalan, “Pada malam kelima belas bulan satu, dewa api dan bala tentaranya akan datang untuk membumihanguskan kota Chang an.” Gulungan ramalan tersebut lalu dikirim ke kaisar. Kaisar lalu minta nasehat Dong fang shuo.

Setelah lama tepekur, Dong fang shuo lalu berkata, “Sama seperti baginda, dewa api pun suka sekali makan tangyuan (ronde). Ronde buatan dayang Yuanxiao adalah yang paling enak di  Tiongkok. Baginda sudah membuktikannya sendiri bukan? Titahkan dia membuat ronde, sehingga baginda bisa menikmatinya selain menyuguhi dewa api.

Perintahkan seluruh kota membuat ronde, dengan demikian kita bisa menyuguhi dewa api dan bala tentaranya dengan ronde. Perintahkan pula membuat lentera dan petasan serta kembang api. Pada malam ke lima belas  nanti kita menggunakannya untuk menyambut dewa api dan bala tentaranya.

Pada malam ke lima belas, kota Chang an semarak dengan lautan lentera dan kembang api serta suara musik dan petasan membahana. Semua rakyat keluar dari rumahnya dan memenuhi jalan-jalan mengelu-elukan dewa api dan bala tentaranya serta menyuguhkan ronde.

Pada malam itu Yuanxiao keluar dari istana terlarang sambil membawa lentera besar dengan tulisan Yuanxiao. Keluarganya yang juga keliling kota senang sekali ketika melihat lantera Yuanxiao, mereka pun berteriak-teriak memanggilnya, :Yuanxiao! YUANXIAOOOooooo! YuanxiaoOOOOOO!” Terjadilah pertemuan keluarga yang mengharukan namun bahagia sekali.

Sejak itu, setiap malam ke lima belas bulan satu penduduk Chang an merayakan Cap go meh.

Cap Go Meh Di Mata Budayawan Tionghoa

Para petani Tiongkok kuno menyalakan obor untuk mengusir binatang hama tanaman. Tradisi tersebutlah yang lalu berkembang menjadi pesta lentera Cap go meh.

Para budayawan Tionghoa yang mengajarkan hal di atas benar-benar bodoh. Di dunia ini tidak ada petani yang mengusir hama babi hutan dan tikus serta wereng dengan menyalakan obor. Sebelum musim semi adalah musim dingin. Di bulan pertama musim semi, belum ada tanaman yang ditanam, mustahil hama tanaman menyerang.

Budayawan Tionghoa mengajarkan bahwa Han Wudi adalah kaisar Tiongkok pertama yang menyembah dewa Taiyi. Karena penyembahannya dilakukan malam hari maka lentera-lentera pun dinyalakan untuk menerangi.

Sebelum Xu zhonglin (meninggal 1560) menerbitkan novel Fengshen Bang (Daftar Nama Dewa-dewi), di Tiongkok belum ada penyembahan dewa Taiyi alias Taiyi zhenren, reinkarnasi kaisar Wuwang pendiri dinasti Shang (1766 SM – 1122 SM) yang meruntuhkan dinasti Xia (2017 SM – 1600 SM). Kaisar Han wudi (156 SM-87 SM) mustahil menyembah Taiyi yang baru lahir 1600 tahun lebih setelah dia mati.

Yang lain mengajarkan bahwa Suatu malam kaisar Han mingdi (28-75) bermimpi tentang manusia emas. Menurut salah  satu menterinya, kaisar bermimpi tentang sang Budha di India. Kaisar lalu mengirim 18 utusan dipimpin oleh Caiyin ke India. Caiyin pulang membawa 42 bab kitab tripitaka dan dua orang rahib serta patung sang Budha (Sidharta Gautama).

Setahun kemudian kaisar membangun vihara “kuda putih” 3 mil dari ibu kota. Ketika Cai yin bercerita tentang pesta lentera di India pada saat bulan purnama  (waisak), kaisar Han mingdi pun menitahkan untuk melakukan hal yang sama. Sejak itulah tradisi pesta lentera pada bulan purnama menyebar ke seluruh Tiongkok. Tentu saja ajaran demikian ngaco belo sebab pesta lentera di Tiongkok sudah sudah marak jauh sebelum kaisar Han mingdi. Dan lagi, Waisak tidak dirayakan pada malam ke lima belas bulan satu kalender Tionghoa.

Cap Go Meh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

Pada bulan ini, dipilih hari baik untuk menyelenggarakan daheyue 大合樂 (pesta musik agung). Tianzi 天子 (raja) bersama san gong 三公 (tiga pangeran), Jiu qing 九卿 (sembilan menteri), zhuhou 諸侯 (rajamuda) dan dafu 大夫 (pembesar) menghadirinya. Liji IVA: III:14 – Yueling

Di dalam perayaan Di 禘  ada musik, di pesta makan Chang 嘗 tidak ada musik. Yin 陰 yang 陽  memang adil. Semua minuman membangkitkan yangqi 陽氣 (hawa positif) dan setiap makanan membangkitkan Yinqi 陰 氣 (hawa negatif). Makanya musim semi di 禘  dan musim gugur chang 嘗. Musim semi memberi kesukaan kepada anak yatim piatu, musim gugur menjamu para lanjut usia. Keadilan itu (yi 義) satu jua. Makanya di chang 嘗 tidak ada musik. Minuman membangkitkan yangqi 陽氣 (hawa positif), makanya ada musik. Makanan membangkitkan Yinqi 陰 氣 (hawa negatif), makanya tidak ada musik. Semua suara adalah yang 陽. Liji IX:I:4- Jiao tesheng

Pada hari sembahyang, Raja (wang 王) mengenakan topi kulit, mendengarkan petunjuk pemimpin upacara (jibao 祭報), menunjukan kepada rakyat betapa khusuknya atasan mereka. Yang sedang berkabung tidak menangis, tidak ada yang berani mengenakan pakaian berkabung. Jalan-jalan diperciki dengan air, disapu bersih dan tanahnya dibalik.  Di kampung-kampung, obor (zhu 燭) dinyalakan di pematang-pematang sawah. Tanpa perintah rakyat meneladani atasannya. Liji IX:II:5 – Jiao tesheng

Beratus lampu di halaman (tingliao庭燎) dimulai oleh Qi huan gong, dimainkannya musik (sixia 肆夏)   dalam pesta pembesar dimulai oleh Zhao wen zi. Liji IX:I:8 – Jiao tesheng

Cap go meh adalah hari raya DI 禘 alias daheyue alias hari pesta musik agung. Sebelum dinasti Han, dirayakan pada bulan ketiga musim semi. Sejak kaisar Han gauzhu dari dinsati Han, dirayakan pada hari keempat belas bulan pertama musim semi.

Pesta  lentera adalah tradisi Tiongkok kuno. Mula-mula dilakukan dengan obor untuk mendukung Tianzi yang sedang sembahyang Jiao. Sembahyang jiao dilakukan diperbatasan kota, pada jam pertama. Jam pertama Tiongkok kuno adalah jam 23.01-01.00 masehi. Rajamuda Qi huan gong (meninggal 643 SM) dari negeri Qi yang pertama memasang ratusan lampu di halaman rumahnnya ketika berpesta. Pesta lentera semakin hari semakin semarak seiring kemajuan teknologi lampu.

Bagi bangsa Tiongkok kuno, MUSIK (Yue 樂) adalah lagu dan tarian. Itu sebabnya di dalam pesta musik agung ada tariannya. Barongsai adalah salah satu bentuk tarian demikian juga tarian naga. Bila para tangki (orang yang mengaku dirasuki dewa-dewi) saling adu sakti, itulah yang hai hai sebut “NAMANYA juga USAHA!” Apakah unjuk KESAKTIAN para tangki itu memang AJAIB atau SULAP belaka? Kita harus MENGuJINNYA secara ilmiah dengan cara mudah.

17 thoughts on “Cap Go Meh Di Mata Seorang Tionghoa Kristen

  1. dalam agama buddha cap go meh bertepatan dengan hari maga puja ,/ yaitu pembabara dahmma yang pertama

  2. sebenarnya semua agama itu sama, pada dasarnya saya ini adalah seorang beragama buddha, saya dulu bersekolah di sekolah kristen ternama di jakarta selama 12 tahun, lalu saya sempat menganut agama kristiani. Setelah lama saya bersadhana (melatih diri) saya mencapai pemikiran di mana semua itu kosong, segala bentuk perbedaan adalah kekosongan, tiada arti. Jadi pesan saya di sini, berpeganglah pada hati nurani masing2, kita manusia mencari dan berusaha menuju kesempurnaan. Jangan terlalu beegangada pendapat orang lain. Tidak perlu membeda2 kan. Semua hanya ilusi belaka. Segala bentuk kuasa, daya magis ataupun kekuatan supranatural hanyalah sebuah pandangan belaka, anda boleh percaya ataupun tidak. Namo Buddhaya.

    • @ade, wah nampaknya anda KELAMAAN BENGONG ya makanya nggak BISA membedakan? KEBANYAKAN bengong bikin anda BLOON ya? Itu sebabnya yang BERBEDA kelihatan SAMA? ha ha ha ha …. KOSONG itu ISI. ISINYA kosong. ha ha ha ha …. anda harus MIKIR kalau mau ngerti kedua FRA tersebut bukannya BENGONG alias SEMEDI. ha ha ha …

      • koh hai hai. saya setuju keyakinan itu mesti bisa diuji secara logika ilmu pengetahuan modern dan sering ditayangkan di discovery..urun rembuk teori kosong itu berisi, berisi itu kosong, berdasarkan ilmu pengetahuan ilmiah modern alam semesta ini adalah kekosongan yg pengetahuan pun tak tahu dimana batas alam semesta, namun dalam kekosongan ini ada triliunan bintang dan planet. di dalam planet ada triliunan mahluk hidup.jadi ini menjelaskan teori kosong itu berisi…(1).
        namun mahlkuk hidup maupun benda mati itu semua tersusun atas materi, lebih kecil dari materi molekul, molekul tersusun atas atom,Namun sebenarnya atom masih dapat dibagi menjadi partikel subatom. Namun partikel subatom sudah tidak memiliki sifat dasar (karakteristik) dari suatu benda dan jika dibagi lagi hanya hampa belaka, wallahualam, puji tuhan,…ini membuktikan bahwa berisi itu ternyata kosong……..(2)
        INI BUKTI AGAMA BUDDHA TIDAK TAHYUL, SEJALAN DENGAN IPTEK, LALU APAKAH KEKRISTENAN ITU LOGIS???? BERIKUT PENJELASANNYA:

        NIKOLAUS COPERNIKUS MENYATAKAN MATAHARI PUSAT TATA SURYA MERUNTUHKAN teori alkitab,

        Sebagai contoh, kisah yang dicatat di Yosua 10:13, yang menceritakan tentang Matahari yang dibuat tidak bergerak, digunakan untuk menegaskan bahwa Matahari, bukan bumi, yang biasanya bergerak.
        Niklas Koppernigk (latin: Nicolaus Copernicus; bahasa Polandia Mikołaj Kopernik; lahir di Toruń, 19 Februari 1473 – meninggal di Frombork, 24 Mei 1543 pada umur 70 tahun) adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom berkebangsaan Polandia, yang mengembangkan teori heliosentrisme (berpusat di matahari) Tata Surya dalam bentuk yang terperinci, sehingga teori tersebut bermanfaat bagi sains. Ia juga seorang kanon gereja, gubernur dan administrator, hakim, astrolog, dan tabib. Teorinya tentang Matahari sebagai pusat Tata Surya, yang menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional (yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta) dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern (teori ini menimbulkan revolusi ilmiah). Teorinya memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia lainnya. Universitas Nicolaus Copernicus di Torun, didirikan tahun 1945, dinamai untuk menghormatinya.
        “ “Ada beberapa ‘pembual’ yang berupaya mengkritik karya saya, padahal mereka sama sekali tidak tahu matematika, dan dengan tanpa malu menyimpangkan makna beberapa ayat dari Tulisan-Tulisan Kudus agar cocok dengan tujuan mereka, mereka berani mengecam dan menyerang karya saya; saya tidak khawatir sedikit pun terhadap mereka, bahkan saya akan mencemooh kecaman mereka sebagai tindakan yang gegabah”. ”

        Nikolaus Kopernikus menulis kata-kata yang dikutip di atas kepada Paus Paulus III. Kopernikus mencantumkan kata-kata itu dalam karya terobosannya yang berjudul On the Revolutions of the Heavenly Spheres (mengenai perputaran bola-bola langit), yang diterbitkan pada tahun 1543. Mengenai pandangan yang dinyatakan dalam karyanya ini, Christoph Clavius, seorang imam Yesuit pada abad ke-16, mengatakan, “Teori Kopernikus memuat banyak pernyataan yang tidak masuk akal atau salah”. Teolog Jerman, Martin Luther, menyayangkan, “Si dungu itu akan mengacaukan seluruh ilmu astronomi”.

        GALILEO-GALILEI MERUNTUHKAN AJARAN ALKTAB BAHWA BUMI PUSAT ALAM SEMESTA (GEOSENTRIS);
        Bentrokan Galileo dengan Gereja
        HARI itu tanggal 22 Juni 1633. Seorang pria tua yang lemah sedang berlutut di hadapan pengadilan Inkwisisi Roma. Ia adalah salah seorang ilmuwan yang paling terkenal kala itu. Keyakinan ilmiahnya didasarkan pada penelitian dan riset selama bertahun-tahun. Namun, jika ia ingin menyelamatkan nyawanya, ia harus menyangkal apa yang ia ketahui sebagai kebenaran.

        Namanya adalah Galileo Galilei. Kasus Galileo, demikianlah banyak orang menyebutnya, telah menimbulkan keraguan, pertanyaan, dan kontroversi yang masih bergema hingga sekarang, sekitar 370 tahun kemudian. Kasus ini telah meninggalkan tanda yang tak terhapuskan pada sejarah agama dan sains. Mengapa ada begitu banyak keributan tentang hal ini? Mengapa kasus Galileo menjadi berita lagi di era modern ini? Apakah kasus itu benar-benar melambangkan ”keretakan antara sains dan agama”, sebagaimana diistilahkan oleh seorang penulis?

        Galileo dianggap banyak orang sebagai ”bapak sains modern”. Ia adalah seorang matematikawan, astronom, dan fisikawan. Sebagai salah seorang yang paling awal mempelajari langit melalui teleskop, Galileo menginterpretasikan apa yang ia lihat sebagai dukungan bagi gagasan yang masih diperdebatkan dengan sengit pada zamannya: Bumi mengelilingi matahari dan dengan demikian planet kita bukan pusat alam semesta. Tidak heran bahwa Galileo kadang-kadang dianggap sebagai penggagas metode eksperimen modern!

        Apa beberapa penemuan Galileo? Sebagai astronom, ia menemukan, antara lain, bahwa Yupiter memiliki bulan-bulan, bahwa Bima Sakti terdiri dari bintang-bintang, bahwa bulan memiliki gunung-gunung, dan bahwa Venus memiliki fase-fase seperti bulan. Sebagai fisikawan, ia mempelajari hukum-hukum yang mengatur baik pendulum maupun benda-benda yang jatuh. Ia menemukan berbagai alat seperti kompas geometris, semacam mistar hitung. Dengan menggunakan informasi yang ia terima dari Belanda, ia membuat teleskop yang membuka alam semesta di hadapannya.

        Akan tetapi, konfrontasi yang berkepanjangan dengan hierarki gereja mengubah karier ilmuwan yang termasyhur ini menjadi drama yang menegangkan—kasus Galileo. Bagaimana hal itu berawal, dan mengapa?

        Konflik dengan Roma

        Pada akhir abad ke-16, Galileo menganut teori Kopernikus, yang menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari dan bukan kebalikannya. Ini juga disebut sistem heliosentris (berpusat pada matahari). Setelah menggunakan teleskopnya pada tahun 1610 untuk menemukan benda-benda angkasa yang belum pernah diamati, Galileo menjadi yakin bahwa ia telah menemukan pembuktian sistem heliosentris.

        Menurut Grande Dizionario Enciclopedico UTET, Galileo ingin melakukan lebih dari sekadar membuat penemuan-penemuan demikian. Ia ingin meyakinkan ”para tokoh tingkat tinggi zaman itu (para pangeran dan kardinal)” bahwa teori Kopernikus benar. Ia berharap bahwa dengan bantuan teman-teman yang berpengaruh, ia dapat mengatasi keberatan gereja dan bahkan memperoleh dukungan darinya.

        Pada tahun 1611, Galileo pergi ke Roma, tempat ia bertemu dengan para pemimpin agama tingkat tinggi. Ia menggunakan teleskopnya untuk menunjukkan kepada mereka penemuan-penemuan astronomisnya. Tetapi, apa yang selanjutnya terjadi tidak seperti apa yang diharapkannya. Pada tahun 1616, Galileo diperiksa secara resmi.

        Para teolog Inkwisisi Roma mencap tesis heliosentris ”secara filosofis bodoh dan tidak masuk akal serta secara resmi adalah bidah, karena di banyak tempat [tesis] itu dengan jelas berlawanan dengan kalimat-kalimat Kitab Suci menurut makna harfiahnya, ulasan umum, dan pemahaman para Bapak Kudus serta para doktor teologi”.

        Galileo bertemu dengan kardinal Robert Bellarmine, yang dianggap sebagai teolog Katolik terbesar kala itu dan dijuluki ”penggodam para bidah”. Bellarmine secara resmi menegur Galileo untuk berhenti menyebarluaskan pendapatnya tentang sistem yang berpusat pada matahari.

        Menghadapi Pengadilan Inkwisisi

        Galileo berupaya untuk bertindak dengan bijaksana, tetapi ia tidak menyangkal dukungannya atas tesis Kopernikus. Tujuh belas tahun kemudian, pada tahun 1633, Galileo tampil di hadapan pengadilan Inkwisisi. Kardinal Bellarmine sudah meninggal, tetapi kini penentang utama Galileo adalah Paus Urbanus VIII, yang dahulu mendukungnya. Para penulis menyebut pengadilan ini salah satu pengadilan yang paling terkenal dan paling tidak adil pada zaman kuno, bahkan menyejajarkannya dengan pengadilan atas Sokrates dan Yesus.

        Apa yang memicu diadakannya pengadilan ini? Galileo menulis sebuah buku berjudul Dialogue Concerning the Two Chief World Systems. Pada dasarnya, buku ini mendukung heliosentrisme. Pada tahun 1632, sang penulis diperintahkan untuk hadir di pengadilan, tetapi Galileo menundanya, karena sedang sakit dan berusia hampir 70 tahun. Ia pergi ke Roma pada tahun berikutnya, setelah diancam akan dibelenggu dan dibawa secara paksa. Atas perintah sri paus, ia diinterogasi dan bahkan diancam akan disiksa.

        Apakah orang tua yang sakit ini benar-benar disiksa masih merupakan bahan perdebatan. Sebagaimana dicatat dalam keputusan dakwaannya, Galileo menjalani ”pemeriksaan yang saksama”. Menurut Italo Mereu, seorang sejarawan hukum Italia, frase tersebut merupakan istilah teknis kala itu yang digunakan untuk memaksudkan penyiksaan. Sejumlah cendekiawan setuju dengan interpretasi itu.

        Entah benar entah tidak, yang pasti Galileo divonis di sebuah balai yang bersuasana dingin di hadapan para anggota Inkwisisi pada tanggal 22 Juni 1633. Ia didapati bersalah karena ”menganut dan mempercayai doktrin palsu, yang bertentangan dengan Kitab Suci Ilahi, bahwa Matahari . . . tidak bergerak dari timur ke barat dan bahwa Bumi yang bergerak dan bukan pusat dunia”.

        Galileo tidak ingin menjadi martir, maka ia dipaksa menyangkal keyakinannya. Setelah hukumannya dibacakan, sang ilmuwan tua, sambil berlutut dan berpakaian tahanan, dengan khidmat mengucapkan, ”Saya menolak, mengutuk, dan membenci kekeliruan dan bidah yang disebutkan tadi [teori Kopernikus] dan secara umum semua kekeliruan, bidah, atau sekte lain yang bertentangan dengan Gereja Kudus.”

        Ada suatu cerita populer—yang tidak dapat dipastikan dengan bukti yang kuat—bahwa setelah mengucapkan penolakan itu, Galileo mengentakkan kakinya dan memprotes, ”Tapi, ini memang bergerak!” Para komentator menyatakan bahwa penghinaan berupa penyangkalan temuan-temuannya ini membuat sang ilmuwan dirundung derita hingga kematiannya. Ia tadinya diberi hukuman penjara, tetapi diubah menjadi tahanan rumah selama-lamanya. Seraya kebutaan menghinggapinya, ia hidup dalam keadaan nyaris terkucil.

        Koh hai hai harus berani terbuka menerima segala gagasan, seperti kasus nikolaus kopernikus dan galileo galilei yg bertentangan dengan gereja.

        • @henny ong Josua hanya mencatat apa yang dia alami dan lihat. Dia mengalami TERANG yang lamanya kira-kira satu hari. Itulah yang dia maksudkan dengan matahari TIGAK bergerak. Hanya PEMBUAL yang mengaku pernah melihat matahari bergerak. Hanya orang-orang BODOH yang menjadikan catatan Yosua untuk mengajarkan MATAHARI mengelilingi bumi.

          Apakah Alkitab mengajarkan bahwa BUMI adalah PUSAT dunia? Tidak! Kalender Yahudi adalah Kalender Bulan dan Matahari. Kalender demikian hanya BISA disusun oleh orang-orang yang memahami PERGERAKKAN 7 benda langit yaitu: Matahari, Bulan, Merkurius, Venus, Mars, Yupiter dan Saturnus. Bangsa yang menggunakan Kalender bulan dan Matahari pasti tahu bahwa seemua benda langit berbentuk bulan dan berputar pada porosnya dan berputar mengelilingi matahari.

          Bangsa Tionghoa dan bangsa Yahudilah yang menggunakan kalender bulan dan matahari. Bangsa Eropah tidak. Itu sebabnya ilmu pengetahuan bangsa Eropah sangat tertinggal dibandingkan dengan bangsa israel dan Tionghoa. Dalam kasus copernikus dan Galileo, bukan ajaran alkitab VS ilmu pengetahuan namun PASTOR VS ilmuwan.

          Kosong adalah ISI.

          Itu bukan ajaran Sidharta Gautama meskipun umat Buddha sering mengucapkannya dan mengajarkannya sebagai ajaran agama Buddha.

          Kosong adalah ISI.
          Isinya kosong.

          Ada 3 buah gelas. Yang satu berisi AIR. Yang satu berisi GULA. Yang satu kosong.

          Ketika saya bertanya, apa isi GELAS pertama? Anda menjawab, AIR. Kenapa anda menjawab ISINYA air? Karena anda melihat ISI gelas itu adalah AIR. Ketika saya bertanya isi gelas kedua? Anda menjawab, GULA sebab GULA di gelas tersebut. Ketika saya bertanya, ISI gelas ketiga, anda pun menjawab, ISINYA KOSONG! Kenapa demikian? Karena anda melihat KOSONG di dalam gelas ketiga itu.

          Itulah yang disebut KOSONG adalah ISI. ISINYA adalah KOSONG.

          Itulah HUMOR Tiongkok kuno. Bukan ajaran FILSAFAT sama sekali, hanya HUMOR Tiongkok kuno.

          • saya setuju dan tidak setuju deh kali ini. gw setuju bahwa alkitab tidak pernah mengatakan bumi adalah pusat dunia. gw juga setuju klo masalah bang galileo adalah masalah ilmuwan vs gereja yang waktu itu berisi orang orang yang mengejar keduniawian, bukan hamba Tuhan yang sebenarnya.
            bukan kah di Yosua 10:14 di tuliskan “belum pernah ada hari seperti itu, baik dahulu maupun kemudian…”
            jadi jelaskan, saudara – saudara? jadi teringat trik dasar yang sering saya gunakan, ambil 1 ayat alkitab, di perdebatkan ^^ ni hi hi hi hi.

            terus untuk membantah saudara hai hai tentang kosong adalah isi dan isi adalah kosong (kok yang saya dengar dari temen saya isinya beda ‘hidup adalah hampa, hampa adalah hidup’ gitu keknya, atau yang saya dengar cuma sebagian ya ^^ mohon penjelasan) itu gelas ketiga yang anda katakan kosong ternyata tidak, gelas ketiga tersebut berisi udara dan partikel partikel didalamnya, jadi secara sains, gelas ketiga tidak kosong tapi berisi udara dan partikelnya. tetapi dalam pandangan sehari hari (orang awam) gelas ketiga yang berisi udara ini kita katakan kosong.
            ni hi hi hi, mulai otak sok pinter saya bekerja.
            mohon kritik dan saran

  3. bengcu hai hai:
    Bila para tangki (orang yang mengaku dirasuki dewa-dewi) saling adu sakti, itulah yang hai hai sebut “NAMANYA juga USAHA!” Apakah unjuk KESAKTIAN para tangki itu memang AJAIB atau SULAP belaka? Kita harus MENGuJINNYA secara ilmiah dengan cara mudah.

    henny ong:
    cendekiawan buddhis dengan gamblang mengatakan ‘kesaktian’ itu adalah ilmiah.hal ini dibuktikan oleh foto kirlian yg orang rusia penemunya.ditemukan bahwa tubuh orang memiliki 7 pusat titik chakra yg secara ilmiah disebut pusat medan energy. dalam ajaran vajrayana tibet maupun kitab yoga ketika kundalini bangkit semacam pusat generator listrik tubuh maka seseorang memiliki kekuatan super ‘sakti’ padahal bisa dilatih secara ilmiah dengan meditasi, ketika gelombang otak mencapai level tertentu maka kekuatan ‘listrik’/kesaktian seseorang bangkit. emang ular listrik laut yg memiliki kejut ribuan volt tahyul??? tidak heran orang yg latihan transendental meditation bisa melayang. ketika energi kundalini mencapai chakra mahkota di kepala orang mencapai pencerahan, seperti gambar dewi, buddha, yesus di sekitar kepalanya ada cahaya….

    Menurut Bapak Sumarsono Wuryadi dari Graha Sanjiwani, aura tubuh adalah sebuah medan energi yang mengelilingi tubuh manusia. Aura tubuh itu sendiri terdiri dari 7 warna pelangi, yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Bila dulu diperlukan keahlian khusus untuk bisa melihat aura tubuh, maka saat ini cara melihat aura tubuh bisa dengan hanya menggunakan FOTO KIRLIAN atau yang biasa disebut dengan AURA VIDEO.

    Foto Kirlian sendiri sebenarnya telah ditemukan sejak tahun 1940 yang lalu. Sedangkan cara kerja dari Foto Kirlian ini adalah sebuah film standar yang diletakkan diantara generator yang memiliki tegangan tinggi dan obyek yang akan difoto. Obyek yang akan difoto ini merupakan bagian dari anggota tubuh kita. Bisa berupa tangan, dada, kaki, dll.

    Selain menggunakan teknologi Foto Kirlian, kita juga bisa melihat aura tubuh dengan cara meditasi. Namun cara melihat aura tubuh melalui meditasi ini tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Tetapi kita bisa menggunakan cara melihat aura tubuh ini dengan banyak melakukan latihan. Inti dari cara melihat aura tubuh ini adalah konsentrasi dan ketenangan batin.

    Apapun metode yang cara melihat aura tubuh yang digunakan. Semua itu bertujuan untuk melihat aura tubuh seseorang yang kemudian dijadikan dasar untuk melakukan pengobatan ataupun memperbaiki warna aura yang dianggap bukan semestinya. Karena seseorang yang dianggap sedang ‘sakit’ maka warna aura tubuh orang tersebut tidak akan secerah warna aura tubuh orang yang sehat. Apalagi Energi Utama atau yang biasa disebut Chakra tersebut merupakan pedoman untuk menilai kondisi tubuh seseorang dimana caranya adalah dengan memperhatikan energi tubuh pada titik – titik energi utama atau Chakra.

    Tidak heran pula jika yesus punya ‘mujizat’ yg sudah umum dikuasai para SIDDHA TIBET, maupun YOGI di himalaya karena di biara himis tibet ditemukan kanon buddhis yang menceritakan yesus pernah datang kesana pada tahun2 yg tidak diketahui kehidupan yesus dalam alkitab, yesus terpaut juga dalam kitab bhagavata purana, juga ditemukan di kashmir yg imigran israel, bahkan nama NABI ISA kok mirip dengan nama dewa ISA nama lain dewa ciwa yg sudah jauh disembah sebelum era kristen??? ISA (bahasa arab), dalam bahasa ibrani disebut JESUS jadi jika orang kristen mempelajari kesaktian jangan disalahkan karena yesus sendiri punya mujizat setelah belajar di tibet.bukti2 ilmiah itu pun ada dalam kitab di biara himis tibet yg diketemukan orang rusia. kenapa orang isalam dan kristen pake tasbih??? karena agama buddha pernah merambah hingga persia dan eropa, sehingga tidak heran ibadah orang islam sujud mirip buddha tionghoa karena ada ayat tuntutlah ilmu sampai ke negeri china, pake tasbih pun ditiru oleh orang kristen dan islam di timur tengah….

    Apakah unjuk KESAKTIAN para tangki itu memang AJAIB atau SULAP belaka?
    tentu saja bukan ajaib, bukankah energi matahari juga bisa dibilang ajaib, namun setelah ada penjelasan ilmiah maka energi matahari bukan keajaiban walaupun bisa diubah menjadi energi listrik. kesaktian juga bukan ajaib atau sulap karena foto kirlian sudah bisa menjelaskannya. karena ajaran buddha tentang chakra atau chi bisa difoto oleh foto kirlian atau bisa dilihat oleh orang yg meditasinya tarafnya tinggi, ilmiah lagi……..
    tidak heranlah para tatung kebal pula….

    • nice comment, cuma pingin confirm bro henny ong.
      “jadi jika orang kristen mempelajari kesaktian jangan disalahkan karena yesus sendiri punya mujizat setelah belajar di tibet.bukti2 ilmiah itu pun ada dalam kitab di biara himis tibet yg diketemukan orang rusia”
      bole tolong dikasi link, atau literatur yang menunjukkan bahwa Yesus punya mujizat setelah belajar di tibet? gw paling senang klo ada yang beginian, tapi musti bisa di cross check donk. ^^.
      terus menggenai tulisan bro hai hai tentang tangki, berarti jawabannya adalah dengan menggunakan kamera kirlian, trus kita foto para tatung yang lagi unjuk kesaktian, jadi bisa jelas terlihat apakah auranya sama atau beda. kira kira begitu ya cara menguji secara ilmiahnya bro henny?
      setuju bro hai hai? atau ada yang bisa kasi ide lain?

      • Yesus ke Nusantara untuk belajar dari hai hai. Bahkan Yesus itu orang Solo. Dia lahir di kandang Sapi. Yesus mati di Jogjakarta, namun orang Yahudi nggak bisa menyebutkannya dengan benar maka disebut Joljota yang lalu ditulis oleh orang Inggris, Golgota. Yesus pernah tinggal di kota Kudus makanya disebut Yesus orang Kudus.

        • cerita yang bagus, tapi seperti biasa bro hai hai. minta donk sumber atau literaturnya, klo tidak salah anda sendiri yang mengatakan saksi tidak boleh hanya satu, bener ga?
          jadi tolong donk sumber atau literaturnya atau link lainnya yang bisa menegaskan comment bro hai hai ini,
          kalau tidak bisa atau tidak ada, dengan berat hati saya harus memilih untuk mengatakan bahwa bro hai hai sedang membual
          ^^ ni hi hi hi hi

            • nei nei nei, saya tidak suka mengganggap diri saya benar, segala sesuatu harus di uji. anda suka menguji, demikian juga saya. kalau anda ingin mengaku salah, lakukan secara jantan dan ksatria donk. jangan melarikan diri bro hai hai.
              saya sudah repot membaca blog anda, comment anda, kemudian membuat comment, membalas comment. saya sudah repot, terlanjur basah, ya sudah mandi sekalian.
              terima kasih atas perhatiannya. ^^

  4. Tolong hargai sesama agama jgn saling menjatuh kan hanya orang tak sekolah aja yg kayak hai tu orang yg pindah agama orang yg tak berprinsip itu menurut surya tolong di ingat ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s