Perceraian Adalah Langkah Terakhir Menyelamatkan Perkawinan


Gambar: partnershipforchildren.org

Memberanikan diri bertanya, saya punya seorang teman yang saat ini sedang bingung karena nggak tahu apa yang harus dia lakukan. Suaminya yang adalah seorang pekerja gereja (jaga malam, atur parkir, dll) sedang selingkuh dengan wanita idaman lain yang sudah bersuami.

Sudah hampir 1 bulan ini suaminya nggak pulang ke rumah dan sekitar 2 minggu lalu wanita idamannya juga nggak pulang ke rumah (kata suami wanita idaman tsb). Teman-teman kerjanya sudah tahu dan kepala kantor gereja juga sudah tahu. Teman saya pernah dipanggil untuk membicarakan masalah tersebut.

Bahkan di depan teman-teman kerjanya, suaminya sudah berani bonceng wanita idaman tersebut. Teman saya sudah mendatangi wanita idaman tersebut untuk bertanya, tetapi dia nggak ngaku. Terhadap suaminyapun dia ngak ngaku. Suami teman saya sampai saat ini juga ngak mau ngaku kalo dia selingkuh padahal teman saya melihat sendiri suaminya membonceng wanita tersebut setiap wanita tersebut pulang kerja.

Teman saya sudah berulang-ulang menemui suaminya di gereja (tempat kerjanya) untuk bicara baik-baik dan mengajaknya pulang ke rumah, tetapi suaminya nggak mau dan selalu menantang kalau mau pisah, ya pisah aja. Benar-benar membuat teman saya sakit hati. Suaminya juga tidak memberi uang belanja dari gajinya lagi.

Bengcu Menggugat:

Setiap lelaki bebas berhubungan sex dengan setiap perempuan asal mau sama mau. Setiap perempuan bebas tinggal dengan setiap lelaki asal mau sama mau. Yang tidak mau lagi bebas untuk pergi atau mengusir yang lainnya. Apa jadinya masyarakat yang hidup dengan kesusilaan demikian? Anak-anak yang dilahirkan terlantar dan keributan di mana-mana karena cemburu. Itu sebabnya kesusilaan KELUARGA yang meliputi PERNIKAHAN dan PERCERAIAN diperlukan. Kesusilaan PERNIKAHAN dan PERCERAIAN dibuat untuk menghindari kekacauan dan menegakkan keadilan dan ketertiban serta keberlangsungan generasi selanjutnya.

Lembaga pernikahan ditegakkan agar manusia bahagia. Yang terjadi kemudian adalah manusia menjadi budaknya sehingga yang tidak menikah merasa tidak bahagia bahkan merasa bersalah. Yang kekeh jumekeh tidak menikah menuai ejekan sedangkan yang mengakhiri pernikahan dipersalahkan. Itu sebabnya banyak yang menderita gara-gara pernikahan.

Yesus Melarang Perceraian

Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” Matius 19:3

Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Matius 19:4
 
Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Matius 19:5
 
Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” Matius 19:6

Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” Matius 19:7

Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. Matius 19:8

Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” Matius 19:9

Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.  Matius 5:32

BERCERAI! Apa itu bercerai? Dalam generasi ini, bercerai adalah saling menyatakan bukan suami istri lagi secara hukum. Pada zaman Yesus dan Paulus tidak ada perceraian. Yang ada saat itu adalah suami yang menceraikan istrinya dan istri yang diceraikan suaminya. Nampaknya pada zaman itu perempuan tidak menceraikan dan tidak tidak mau diceraikan. Itu sebabnya Alkitab tidak membahas PERCERAIAN namun mengajarkan tentang MENCERAIKAN istri dan istri yang diceraikan suaminya.

Alasan Yesus tidak mengizinkan suami menceraikan istrinya adalah: Yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia. Kenapa Yesus mengizinkan suami menceraikan istrinya yang berzinah. Apakah itu berarti pernikahan di mana istrinya selingkuh tidak dipersatukan Allah? Mustahil! Bila demikian, kenapa Yesus mengizinkan suami menceraikan istrinya yang berzinah dan menikah lagi?

Bila seorang laki-laki berzinah dengan isteri orang lain, yakni berzinah dengan isteri sesamanya manusia, pastilah keduanya dihukum mati, baik laki-laki maupun perempuan yang berzinah itu. Imamat 20:10

Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel. Ulangan 22:22

Istri yang berzinah harus dihukum mati. Itu berarti meskipun tidak dihukum mati namun sang istri yang berzinah sudah mati di mata hukum Taurat. Karena istri sudah mati di mata hukum Taurat maka suami tidak terikat lagi kepadanya secara hukum Taurat. Nampaknya itulah alasan Yesus menyetujui perceraian karena selingkuh.

sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, Efesus 2:15

Sebelum Yesus mati, hukum Taurat hanya berlaku bagi bangsa Israel. Yang bukan keturunan Yakub bukan jemaat TUHAN. Yang bukan jemaat TUHAN tidak boleh menyembah TUHAN. Yang bukan jemaat TUHAN tidak berhak menjalankan hukum Taurat. Hukum Taurat hanya berlaku bagi bangsa Yahudi. Setelah Yesus mati, hukum Taurat tidak berlaku lagi bagi bangsa Israel karena sudah dibatalkan. Berdasarkan fakta demikian maka: Hukum Taurat tidak berlaku bagi orang Kristen.  Itu berarti ajaran Yesus tentang tidak boleh menceraikan istri tidak berlaku bagi orang Kristen. Itu berarti tindakan gereja mengharamkan perceraian adalah ajaran sesat karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tidak ada hukum yang menentang perceraian dan pernikahan kembali mereka yang bercerai.

Bukan Jangan Bercerai Namun Menyelesaikan Masalah Pernikahan

BERCERAI. Bercerai adalah berhenti sebagai suami istri secara hukum. Bercerai artinya tidak terikat sumpah pernikahan secara hukum lagi. Tidak saling mencintai secara hukum lagi. Tidak saling berhubungan sex secara hukum lagi. Tidak saling mengurusi secara hukum lagi. Tidak tinggal serumah secara hukum lagi. Tidak saling bergaul secara hukum lagi.

TIDAK bercerai namun tidak saling menaati sumpah pernikahan lagi, tidak saling mencintai lagi, tidak saling berhubungan sex lagi, tidak saling mengurusi lagi, tidak tinggal serumah lagi dan tidak saling bergaul lagi? Apa pandangan gereja atas kehidupan demikian? Emang gua pikirin?!

JANGAN BERCERAI! Apa yang dimaksudkan oleh para pengkotbah Kristen dengan JANGAN bercerai? Jangan berhenti sebagai suami istri secara hukum? Silahkan berhenti menjadi suami istri pada kenyataannya (de facto) namun tolong jangan berhenti menjadi suami istri de jure alias secara hukum?

PERCERAIAN adalah pernikahan GAGAL! Makanya Perceraian  Adalah Langkah Terakhir untuk Menyelamatkan Perkawinan! Langkah terakhir karena setelah bercerai tidak ada lagi CARA untuk menyelamatkan perkawinan sebab tidak ada lagi PERNIKAHAN untuk diselamatkan. Langkah terakhir! JANGAN dipakai bila tidak pasti berhasil. Jangan bercerai bila tidak mampu menyelamatkan perkawinan dengannya.

Perceraian adalah AKIBAT pernikahan gagal, bukan penyebab kegagalan perkawinan. Mengharamkan perceraian untuk menyelamatkan pernikahan ibarat DILARANG BANJIR untuk mencegah sungai meluap. Mustahil berhasil! Cara mencegah perceraian adalah dengan MENYELAMATKAN pernikahan.

Bertindak dengan tidak berbuat (wei wuwei 為無為). Berkarya dengan tidak bekerja (shi wushi 事無事). Membaui dengan tidak mencium (wei wuwei 味無味). Besar kecil. Banyak sedikit. Balas dendam bayar budi. Menyelesaikan yang sulit ketika masih mudah. Mengendalikan yang besar ketika masih kecil. Di kolong langit (tianxia 天下), yang sulit harus dikerjakan waktu masih mudah. Di kolong langit, urusan besar harus diselesaikan ketika masih kecil. Itu sebabnya nabi (shengren 聖人) berhasil dengan tidak melakukan pekerjaan besar untuk menyelesaikan masalah besar. Semua orang mengalaminya sendiri, mengubah banyak hal mendatangkan banyak kesulitan. Ketika nabi menghadapi masalah dia menyelesaikannya tanpa menimbulkan kesulitan. Daodejing 63

Handai taulanku sekalian, MASALAH perkawinan ibarat penyakit. Apabila tidak diobati dengan benar, penyakit pernikahan pun menjadi semakin parah setiap harinya. Sebelum kata cerai terlontar umumnya suami istri tidak menganggap pernikahannya SAKIT. Itu sebabnya sebelum kata cerai terucap suami istri tidak mencari pengobatan. Makanya ketika kata CERAI terucap kebanyakan pernikahan pun tidak tertolong lagi sebab penyakit perkawinan sudah mencapai STADIUM akhir sementara suami istri membuat syarat semuanya harus selesai dalam sekejap.

Penyakit perkawinan yang gagal diobati selama bertahun-tahun mustahil sembuh dalam semalam. Yang dirusak selama bertahun-tahun mustahil dibenahi dalam sekejap.

Sesungguhnya masalah pernikahan adalah akumulasi masalah perempuan dan lelaki sejak dilahirkan. Itu sebabnya cara menyelesaikan masalah pernikahan tanpa menimbulkan kesulitan adalah menyelesaikannya sebelum menjadi masalah. Kenapa demikian? Karena masalah pernikahan muncul sebab suami istri kurang membina diri sebelumnya.

Belajar adalah keharusan. Belajar sedikit-sedikit atau belajar sekaligus. Belajar pelan-pelan atau belajar sekalian. Belajar sekarang atau belajar nanti. Semua manusia harus belajar. Namun kebanyakan orang tidak belajar sekarang karena merasa belum perlu dan dia pun tidak belajar nanti karena yakin sudah tidak keburu.

Karena membina dirilah maka putri keraton yang paling JELEK sekali pun nampak AYU dan kenes. Putri keraton ayu dan kenes bukan karena dilahirkan demikian namun sejak kecil membina diri untuk berperilaku ayu dan kenes. Bagaimana dengan umat Kristen?

Bagaimana seharusnya sekolah minggu berlangsung? Seharusnya anak-anak sekolah minggu tidak hanya diajari menyanyi dan mendengar cerita serta bikin prakarya saja.

Karena sekolah mengajarkan PENGETAHUAN maka sekolah minggu harus mengajarkan PERILAKU.

Kenapa demikian? Karena kebanyakan orang tua tidak punya waktu untuk mendidik anak-anaknya. Karena kebanyakan orang tua tidak tahu apa yang harus diajarkan kepada anak-anaknya. Karena kebanyakan orang tua tidak tahu bagaimana cara mengajari anaknya.

Menyimpan sepatu di rak, membuang sampah di tong, menaruh pakaian kotor di keranjang, memegang sumpit dan sendok serta garpu dengan benar, mengunyah dengan mulut tertutup agar tidak bersuara cup cap cup, melipat baju dengan rapih, menyapu, ngepel, duduk anggun, bicara manis, berjalan cantik, mengunyah makanan santun dll, dll, dll, dll, ……..

Bagi orang DEWASA hal-hal di atas adalah MEMBINA diri. Bagi anak-anak itu adalah BERMAIN. Anak-anak sekolah minggu yang memainkan permainan-permainan tersebut di atas akan TUMBUH menjadi orang DEWASA dengan menganggap semua PEKERJAAN adalah permainan yang mengasykkan. Itu sebabnya berusaha main CANTIK untuk menunjukkan kehebatannya bukan karena takut disalahkan. Makanya tidak takut KALAH karena KALAH hanya berarti orang lain MAIN lebih cantik. Kalah hanya berarti orang lain lebih berbakat. KALAH mungkin karena kurang berlatih. Makanya kalau mau menang harus berlatih habis-habisan.

Perceraian Tidak Mengobati Cemburu

Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi (tashuwqah) kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.”  Kejadian 3:16

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda (tashuwqah) engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Kejadian 4:7

Kepunyaan kekasihku aku, kepadaku gairahnya (tashuwqah)  tertuju. Kidaung Agung 7:10

Kata Ibrani tashuwqah (lafal: tesokaw) hanya digunakan tiga kali di dalam Alkitab yaitu di ketiga ayat tersebut di atas. Yang pernah orgasme dan rindu serta tergoda berbuat salah seharusnya memahami arti kata tashuwqah dengan baik.

Apa yang terjadi ketika birahi mencapai puncaknya? Orgasme! Apa yang dirasakan beberapa saat sebelum birahi? Perasaan paling tidak enak yang paling enak di dunia. Perasaan itu begitu tidak enaknya sehingga menolaknya mati-matian. Namun perasaan tidak enak itu begitu nikmatnya sehingga mengecapnya habis-habisan. Benci tapi rindu! Itulah tashuwqah. Itulah KECANDUAN. Itulah cinta istri kepada suami. Suami tidak mencintai istri dengan cara demikian. Itulah cinta perempuan kepada lelaki. Lelaki tidak mencintai perempuan dengan cara demikian. Bersamamu aku menderita namun tanpamu aku merasa di neraka.

Taruhlah aku sebagai meterai di hatimu dan meterai di lenganmu karena cinta kuat seperti mati dan CEMBURU kejam seperti maut, menyambar nyambar laksana api membara. Kidung Agung 8:6

Air bah tidak bisa memadamkan cinta. sungai-sungai mustahil menghanyutkannya. Dia yang menukar segala harta dan rumahnya dengan cinta pasti dihina. Kidung Agung 8:7

Masalah yang dihadapi oleh istri yang suaminya selingkuh adalah CEMBURU! Cemburu karena suaminya mencintai orang lain. Ketika seorang istri dikuasai cemburu, perasaan CINTA-nya kepada suami sama sekali tidak hilang. Benar-benar mengerikan! Itu sebabnya kebanyakan istri menganggap dirinya bodoh dan hina sebab meskipun disakiti namun perasaan cintanya tidak berkurang apalagi hilang.

Perceraian mustahil mengobati cemburu. Bercerai justru membuat cemburu semakin menjadi-jadi. Itu sebabnya alih-alih menyelesaikan masalah, perceraian justru menambah masalah baru.

Bila demikian, kenapa banyak yang minta cerai ketika tahu suaminya selingkuh? Karena menganggap itulah cara untuk menegakkan harga dirinya. Sebab menyangka itulah cara untuk melampiaskan amarahnya. Hanya gertak sambal belaka. Apa yang terjadi ketika gayung bersambut? Kepalang basah! Ada pula yang berusaha mundur namun suaminya sudah kepalang basah sehingga kekeh jumekeh menyambut gayungnya.

Berhenti Selingkuh Tidak Menghilangkan Cemburu

Apa yang terjadi bila suami memutuskan selingkuhannya? Masalahnya dianggap berakhir namun tidak selesai sama sekali. Kenapa demikian? Karena perasaan cemburu istri sama sekali tidak berkurang apalagi hilang. Meskipun suami berhenti selingkuh namun perasaan cemburu tetap ada dan merembes keluar setiap kali ada kesempatan.

Misalnya, ketika nonton sinetron tentang suami selingkuh istri berkata, “Lelaki memang buaya.” Suami tahu sedang disindir namun diam saja. Karena menyangka suami berlagak pilon maka istri pun makin merongrong. Suaminya semakin diam dengan wajah semakin kelam. Istri merasa puas. Bila hal demikian terus berlangsung maka cepat atau lambat, dalam diamnya sang suami mulai berhitung, itu sebabnya istri kaget bukan kepalang ketika suatu hari tiba-tiba suaminya membuat perhitungan.

Suami mustahil selingkuh sendirian. Itu sebabnya ketika tertangkap basah dan suami memutuskan untuk berhenti selingkuh belum tentu pacarnya juga mau berhenti.

Ketika suami selingkuh dia tidak menganggap selingkuh sebagai MASALAH. Bila menganggap selingkuh adalah masalah mustahil dia selingkuh. Itu sebabnya ketika tertangkap basah dan istri marah, suami tetap menganggap selingkuh bukan masalah. Bila demikian masalahnya apa? Masalahnya adalah tertangkap basah dan istri marah. Itu sebabnya alih-alih berhenti selingkuh, suami justru mencari cara agar tidak tertangkap basah dan istri tidak tahu. Apabila tertangkap basah lagi maka suami pun membenarkan diri dengan menyatakan seribu satu alasan dirinya BOLEH untuk selingkuh.

Terima Apa Adanya Atau Hadapi Yang Lebih Parah

Kepada setiap istri yang suaminya selingkuh saya selalu mengatakan hal yang sama. Kali ini pun saya mengatakannya kembali. Ketika suami selingkuh sampai dia berhenti selingkuh atas kehendaknya sendiri, anda hanya punya DUA pilihan yaitu:

Terima apa adanya atau hadapi yang lebih parah!  

Bila mereka-reka cara untuk MEMAKSA suami berhenti selingkuh maka anda akan menghadapi yang lebih parah. Sakit hati anda akan bertambah. Cemburu anda akan bertambah-tambah. Anda pasti lebih menderita.

Tidak ada suami yang selingkuh karena dihina istrinya. Tidak ada suami yang selingkuh karena istrinya tidak memusakan birahinya. Orgasme adalah bukti birahi yang terpuaskan. Lelaki dan perempuan selingkuh karena TERPIKAT. Terpikat artinya KASMARAN dan SEX.

Perempuan baik-baik selingkuh karena dipicu oleh kasmaran alias perasaan wow ketika bersama seseorang. Ketika kasmaran dilampiaskan dengan berhubungan sex maka perempuan pun lupa daratan alias tashuwqah alias kecanduan.

Umumnya lelaki beristri hanya ingin melampiaskan birahinya belaka. Setelah orgasme lupakan dia. Namun karena sering bergumul maka budi pun bertumbuh kembang. Belas kasihan dan hutang budi serta naluri ksatria adalah tiga kesulitan utama suami yang selingkuh. Itu sebabnya semakin murah hati dan semakin berbudi serta semakin ksatria suami anda, semakin sulit dia meninggalkan selingkuhannya.

Anda tidak boleh sembarangan memaki atau menyalahkan selingkuhannya sebab suami akan membelanya bila menganggap selingkuhannya bukan orang seperti yang anda maki. Menurut suami, dia tidak membelanya namun menyatakan fakta. Tentu saja tindakan demikian  membuat hati istri hangus terbakar cemburu.

Bila suami anda selingkuh, beritahu dia bahwa anda tahu dan tidak suka setelah itu biarkan dia.  Anda mustahil memaksa dia berhenti selingkuh. Anda juga mustahil MEMBINA suami yang selingkuh. Itu sebabnya, alih-alih berusaha membina suami, anda harus MULAI membina diri.

Kalau suami mau pergi, biarkan dia minggat atas keinginannya sendiri. Jangan beri dia kesempatan untuk membenarkan diri minggat dengan alasan diteror istri.

Kalau suami minta cerai, terima saja. Percuma menolaknya sebab suami akan menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya. Menghina dan mempermalukan adalah dua jurus yang paling banyak digunakan untuk memaksa istri mau bercerai.

Bila suamimu selingkuh, MULAI-lah membina diri dan belajar hidup sendiri dan mandiri! Tujuan membina diri bukan untuk memikat suami agar kembali namun untuk melanjutkan hidup yang lebih baik dengan cara yang lebih mudah. Membina diri adalah belajar menjadi orang yang semakin hari semakin mudah untuk dicintai. Membina diri adalah belajar hidup lebih mandiri. Lebih mandiri artinya lebih mencintai diri sendiri sehingga tidak membutuhkan banyak cinta orang lain. Lebih mandiri artinya lebih pandai membahagiakan diri sendiri sehingga tidak perlu dibahagiakan orang banyak. Membina diri adalah belajar menjadi orang yang semakin hari semakin mudah mencintai orang lain. Makin mudah mencintai orang lain karena semakin sedikit syarat bagi orang lain untuk dicintai.

Menyimpan sepatu di rak, membuang sampah di tong, menaruh pakaian kotor di keranjang, memegang sumpit dan sendok serta garpu dengan benar, mengunyah dengan mulut tertutup agar tidak bersuara cup cap cup, melipat baju dengan rapih, menyapu, ngepel, duduk anggun, bicara manis, berjalan cantik, mengunyah makanan santun dll, dll, dll, dll, …….. Mulailah dari situ. Membina diri bagi istri yang suaminya selingkuh bukan BELAJAR melakukan namun belajar MENIKMATI yang dilakukan.

NB:
Ini adalah tulisan ke 3 dari 3 Tulisan. Untuk membaca tulisan yang lain, klik saja judul tulisannya.

  1. Bengcu Menggugat Karena Wanita Kristen Ibarat Cheongsam
  2. Bengcu Menggugat Karena hai hai Hanya Mau Memberi Banyak
  3. Bengcu Menggugat Karena Perceraian Adalah Langkah Terakhir Menyelamatkan Perkawinan
Advertisements

47 thoughts on “Perceraian Adalah Langkah Terakhir Menyelamatkan Perkawinan

  1. Saya seorang istri yg sdh 12 tahun ditinggal suami berkelana dg perempuan lain alias selingkuh dengan berbagai perempuan” pelacur ” dg durasi wkt dg A 4 th kemudian 2 th sekali berganti dg yg lain dan suami tdk menafkahi sy ,sy sdh tdk cinta samasekali dg suami krn yg ada hanyalah sakit hati belaka ,sy ingin bercerai sj krn tdk mungkin berhubungan dg suami lagi krn jijik & takut terkena penyakit kotor sementsra sy py 2 org anak sdh remaja saat ini ,salahkah sy jika sy minta cerai & bagaimana saya hrs bersikap krn sy org kristen yg taat

    • Elly, saya senang anda orang Kristen yang taat. Orang Kristen yang taat pasti tahu kalau rasul Paulus mengajarkan untuk MENGUJI segala sesuatu dan MEMEGANG yang baik. Orang Kristen yang TAAT hanya memegang yang TERUJI dan BAIK. Orang Kristen taat juga pasti tahu bahwa Yesus mengajarkan untuk WASPADALAH agar kamu tidak DISESATKAN.

      Hukum SABAT diadakah agar umat Israel punya HARI libur RESMI dan BERISTIRAHAT pada hari libur resmi alias SABAT. Ketika Yesus di dunia, dia mengajarkan bahwa SABAT diciptakan untuk MANUSIA dan MANUSIA adalah TUAN dari hari sabat. Yesus MENGUJI hukum SABAT orang Yahudi dan MENENTANG-nya. Itu sebabnya Yesus BEKERJA menyembuhkan orang pada hari Sabat dan murid-muridnya MEMETIK gandum pada hari SABAT karena lapar.

      Hukum Pernikahan diadakan agar manusia TIDAK berperilaku seperti BINATANG yang sembarangan melampiaskan NAFSU sexnya dan perempuan TIDAK menjadi BUDAK pelampiasan SEX lelaki. Hukum jangan BERZINAH adalah ALAT untuk menegakkan Hukum Pernihakan. itu sebabnya yang BERZINAH dihukum. Hukum Perceraian diadakan agar manusia TIDAK menjadi BUDAK hukum Pernikahan. Agar PEREMPUAN tidak menjadi BUDAK suaminya. Agar perempuan punya KEBEBASAN dari suaminya yang TIDAK membahagiakannya lagi dan tidak peduli lagi kepadanya. Istri yang diceraikan oleh suaminya KEMBALI kepada KELUARGANYA. Dengan cara demikianlah perempuan tidak menderita ketika DIABAIKAN oleh suaminya.

      PERCERAIAN adalah BERPISAH secara SAH dan tidak ada saling kait mengait lagi antara suami istri. Kondisi anda saat ini SUDAH BERCERAI alias BERPISAH dengan sUAMI hanya BELUM dilakukan secara RESMI. Kalau anda mau MERESMIKAN perceraian yang sudah anda JALANi selama ini, silahkan saja.

      Kalau anda mau CERAI, baiklah saya ingatkan bahwa SEPARUH dari HARTA suami anda adalah MILIK anda. Itu sebabnya, jangan bercerai dengan tangan kosong. BERCERAILAH dengan MEMBAWA hak milik anda dan anak-anak anda. Apabila anda tidak mau MILIK anda, maka LAkukanlah demi anak anda. Anda orang baik. anak-anak anda orang baik-baik namun suami anda orang JAHAT. Itu sebabnya, bila HARTA anda perjuangkan maka itu berarti MENCEGAH suami anda menggunakannya untuk KEJAHATAN. Di samping itu, bila tua dan terlunta-lunta nanti, anak-anak anda bisa gunakan HARTA itu untuk MERAWAT bapaknya yang jahat itu.

      BERCERAILAH dalam nama Yesus demi kemuliaan Allah untuk kebahagiaan anda dan anak-anak anda.

  2. thank you bro hai hai utk sharing yg details.. ada jga org spt bro yg sanggup berani utk tampil bsuara utk yg tdk ada daya myatakan pderitaan pernikahan. thank you bro. moga Tuhan trus pimpin bro and teman2 s Sabdaspace ini. God bless..

  3. Pada zaman Yesus dan Paulus tidak ada perceraian. Yang ada saat itu adalah suami yang menceraikan istrinya dan istri yang diceraikan suaminya. Nampaknya pada zaman itu perempuan tidak menceraikan dan tidak tidak mau diceraikan. Itu sebabnya Alkitab tidak membahas PERCERAIAN namun mengajarkan tentang MENCERAIKAN istri dan istri yang diceraikan suaminya.

    Suhu bgn dgn
    1 Korintus 7:10
    Kepada orang-orang yang telah kawin aku — tidak, bukan aku, tetapi Tuhan — perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya. (1 Korintus 7:10)

    • yesus memang mengajarkan tidak boleh bercerai. Masalahnya adalah apakah karena Yesus melarang CERAI maka TIDAK boleh bercerai? Lalau untuk apa perintah UJILAH segala sesuatu dan peganglah yang baik?

  4. Dear All..

    sedikit sering yaa, begitu kita imani dan percaya, semua tidak ada yang mustahil, ini terjadi pada kehidupan keluarga saya, dan jangan melihat dari masalah yang terjadi, tapi apakah kita pantas menerima masalah ini dengan iman kita kepada Yesus, dan jangan saling mencari kesalahan kesalahan yang lain.

    Tuhan Berkati kita semua.

  5. Ko, boleh minta email ko hai2 atau istri, ada hal yang mau saya tanyakan. Atau jika berkenan tolong inbox saya. Thanks..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s