Anggota Jemaat GKI Yasmin Bukan Selebritis


Gambar: Reformata.com

Gambar: Reformata.com

Konon, dahulu kala di Tiongkok kuno, tiga orang cendekiawan piknik ke tengah danau naik sampan. Setelah sampai di tengah danau, ternyata sampan mereka bocor.  Cendekiawan pertama bilang, mereka harus segera menambal sampan agar tidak tenggelam. Yang dikatakannya benar. Cendekiawan kedua berkata, mereka harus segera menguras air yang menggenang agar tidak tenggelam. Yang dikatakannya masuk akal. Cendekiawan ketiga menyatakan, mereka harus segera mendayung sampannya ke tepi agar tidak tenggelam. Pernyataannya betul. (di dalam hati saya bilang, pendeta GKI pasti sibuk berdoa syafaat agar tidak tenggelam). Ketiga cendekiawan itu pun terlibat dalam perdebatan seru untuk mepertahankan pendapatnya masing-masing. Ketiganya pun mati tenggelam.

Tanggal 4 Agustus 2013, siang. Lalu lintas Jakarta mulai lengang karena banyak penduduknya yang pulang mudik lebaran. Perjalanan ke depan istana lancar sekali. Itu sebabnya hampir tidak ada yang datang terlambat. Berbeda dengan Kebaktian Bagimu Negeri dua minggu lalu yang diguyur hujan lebat, hari ini matahari terik membakar.

Ketika Bona Sigalingging mengumumkan: “Yang memimpin kebaktian hari ini adalah pendeta Daniel Budiman dari GKI Depok.” Suasana hingar-bingar pun tiba-tiba menjadi lengang. Otomatis kepala-kepala menoleh ke kanan, ke belakang, mencari-cari untuk melihat seperti apakah pendeta itu?

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, saya termasuk salah satu orang yang terkejut karena yang akan melayani mimbar GKI Yasmin hari ini adalah  pendeta GKI. Setelah menemukannya, saya pun tergopoh-gopoh menghampirinya dan menyalaminya lalu memperkenalkan diri dan mengucapkan terima kasih. Senang sekali ketika Pdt. Daniel Budiman bilang sering membaca “email gembala” dari hai hai tentang GKI Yasmin.

Ketika jam kebaktian tiba, bapak Alexander Paulus, penatua GKI Yasmin memimpin doa. Setelah kata amin terucap, kami saling bersalaman dan Pdt. Daniel Budiman pun berjalan ke ke depan untuk memimpin kebaktian.

Sebagai orang yang mengikuti kebaktian bagimu negeri di depan istana sejak bulan April 2012 yang lalu, saya bersaksi, suasana kebaktian bagimu negeri di depan hari ini sangat istimewa dan hal itu dimulai dari pengumuman Bona Sigalingging bahwa yang melayani mimbar hari ini adalah pendeta Daniel Budiman dari GKI Depok. Yang dikatakan oleh Bona dalam acara SALING SAPA setelah kabaktian selesai, benar adanya, “Kehadiran pendeta GKI dalam kebaktian bagimu negeri di depan istana ibarat segelas air dingin yang menyejukkan di tengah terik matahari yang membakar.” Kebaktian hari ini penuh semangat seperti biasanya namun SEJUK rasanya.

Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Lukas 12:19

Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 12:20

Setelah membaca Lukas 12:13-21, pendeta Daniel memulai kotbahnya dengan berkata, kira-kira begini: Konon, dahulu kala di Tiongkok kuno, tiga orang cendekiawan piknik ke tengah danau naik sampan. Setelah sampai di tengah danau, ternyata sampan mereka bocor.  Cendekiawan pertama bilang, mereka harus segera menambal sampan agar tidak tenggelam. Yang dikatakannya benar. Cendekiawan kedua berkata, mereka harus segera menguras air yang menggenang agar tidak tenggelam. Yang dikatakannya masuk akal. Cendekiawan ketiga menyatakan, mereka harus segera mendayung sampannya ke tepi agar tidak tenggelam. Pernyataannya betul. (di dalam hati saya bilang, pendeta GKI pasti sibuk berdoa syafaat agar tidak tenggelam). Ketiga cendekiawan itu pun terlibat dalam perdebatan seru untuk merpertahankan pendapatnya masing-masing. Akhirnya mereka  mati tenggelam. Kenapa mereka mati? Karena meskipun TAHU hal yang benar namun mereka TIDAK melakukannya.

Orang pandai tahu yang benar. Orang bijaksana melakukan dengan benar!

Itulah kesimpulan saya atas kotbah Pdt. Daniel Budiman. Pendeta-pendeta GKI adalah orang-orang PANDAI, itu sebabnya tahu bahwa MELAYANI mimbar GKI Yasmin adalah HAL yang BENAR dan menaati HASUTAN Royandi Tanudjaya dan gerombolannya adalah TIDAK benar. Namun berapa banyak pendeta GKI yang BIJAKSANA seperti Pdt. Daniel Budiman dari GKI Depok yang MELAYANI mimbar GKI Yasmin dengan BENAR? Ada banyak pendeta GKI yang TAHU hal yang BENAR tentang GKI Yasmin dan tindakan Royandi Tanudjaya dan gerombolannya atas nama BPMS GKI yang TIDAK benar. Namun berapa banyak yang MENDUKUNG GKI Yasmin dan MENENTANG Royandi Tanudjaya dan gerombolannya dengan BENAR?

Selain kehadiran Pdt. Daniel Budiman dari GKI Depok, keistimewaan kebaktian bagimu negeri hari ini adalah: Belasan polisi penjaga keamanan yang beragama Kristen berjalan mendekat lalu menyalami dan memperkenalkan diri kepada anggota-anggota jemaat yang berdiri di sayap kanan. Polisi-polisi muda itu lalu mengikuti kebaktian dengan khusuk. Setelah kebaktian selesai, mereka menyalami anggota jemaat lalu berjalan kembali bergabung dengan pasukannya.

Seperti biasanya, setelah kebaktian berakhir, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Selanjutnya adalah acara SALING SAPA. Hari ini tidak ada teman-teman lintas agama yang ikut kebaktian bagimu negeri karena kesibukan mereka menghadapi lebaran dan mudik.
Setelah Pdt. Daniel Budiman menyapa dan menyalami serta titip salam dari anggota jemaat GKI Depok, istrinya pun mendapat giliran. Ibu pdt bersaksi, sejak lama berdoa mendukung GKI Yasmin dan berharap suatu hari punya kesempatan untuk bertemu dengan anggota-anggota GKI Yasmin. Hari ini harapannya terkabul dan dia benar-benar memahami dan merasakan perjuangan GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia di depan istana. Ibu Pdt bilang dia akan bersaksi tentang GKI Yasmin dan perjuangan di depan istana kepada handai taulan dan anggota-anggota jemaat GKI Depok. Menurut hai hai, hari ini, keluarga Pdt. Daniel Budiman bukan hanya bertemu dengan namun sudah menjadi salah satu dari para pejuang penegakkan HUKUM dan HAM serta Toleransi beragama di Indonesia karena mereka sudah ikut berjuang.

Dua minggu yang lalu, kedatangan Romo Matheus Widyolestasi MSC, Pastor Gereja Katolik Damai Kristus Tambora disambut guyuran hujan lebat tanpa tedeng aling-aling. Namun hal demikian tidak membuatnya gentar. Dua minggu yang lalu dia berkata kepada saya kira-kira begini, “Sudah lama saya ingin datang namun kebijakan gereja Katolik untuk pastor yang mengembalakan umat agak berbeda. Pdt. Palti (Pdt HKBP Filadelfia) sms saya dan bilang, dia merasa agak ditinggalkan oleh teman-teman Katolik. Saya datang untuk menyatakan bahwa umat Katolik tidak pernah meninggalkan gelanggang perjuangan. Kali ini saya datang sendirian dan berharap nantinya akan banyak umat Katolik yang ikut datang berjuang.”

Gereja Katolik Damai Kristus Tambora sudah beberapa kali disatroni oleh FPI dan gerombolan anti toleransi beragama lainnya. Bahkan, Romo Matheus Widyolestasi MSC sudah dilaporkan ke polisi dengan tuduhan pemalsuan tanda tangan warga dan dokumen. Namun sampai hari ini Polisi tidak memprosesnya karena Romo Widyo memang tidak bersalah dan tuduhan itu mengada-ada.

Dengan suaranya yang hangat lembut namun penuh tenaga Romo berbadan kecil itu mengutip ajaran almarhum suster Teresia, “Saya tidak tahu kapan perjuangan kita ini akan berhasil, bunda Teresia pernah berkata seperti ini: Apabila perbuatan baikmu menyebabkan orang lain menjahatimu, tetaplah berbuat baik.” Lebih lanjut romo berkata kira-kira begini, “Perbuatan baik pasti meningkatkan peri kemanusiaan. Yang merendahkan perikemanusian bukan perbuatan baik. Itu sebabnya jangan mau dipaksa berhenti berbuat baik.”

Saat menyapa anggota jemaat, Pdt. Palti dari HKPB Filadelfia, bersaksi, tanggal 24 Desember 2012 yang lalu, dirinya dan anggota-anggota jemaat HKBP Filadelfia yang sedang menuju gerejanya untuk merayakan Natal diserang oleh gerombolan anti toleransi beragama dengan lemparan telur busuk dan kotoran binatang serta air busuk. Pada saat itu, Polisi yang ada di tempat itu diam seribu bahasa. Anehnya, salah satu penyerang justru melaporkan Pdt. Palti ke Polisi dengan tuduhan penganiayaan.

Tidak semua polisi di negeri ini BOBROK mentalnya namun mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, izinkan hai hai bertanya, apakah Kapolres Kota Bekasi tidak tahu bahwa Pdt Palti adalah SALAH SATU KORBAN penyerangan gerombolan anti toleransi beragama dalam peristiwa tersebut? Mustahil Kapolres tidak tahu bahwa POLISI harus MELINDUNGI KORBAN penyerangan. Tidak mungkin Kapolres Kota Bekasi tidak tahu bahwa Polisi tidak boleh menjadikan KORBAN penyerangan sebagai TERSANGKA penganiayaan.

Mustahil Kapolres Kota Bekasi tidak tahu ALASAN jaksa berkali-kali mengembalikan BERKAS kasus Pdt. Palti. Berkali-kali mengembalikan berkas artinya berkali-kali JAKSA menolak untuk MENDAKWA. Menolak mendakwa karena BERKAS tidak memenuhi SYARAT untuk menggear perkara. Artinya Pdt. Palti MUSTAHIL bersalah.

Setelah gagal mengkriminalisasi Pdt. Palti Polisi Kota Bekasi akhirnya mendakwa Pdt. Palti dengan tuduhan TINDAK PIDANA RINGAN (TIPIRING). Pengadilan TIPIRING hanya diadili oleh SATU hakim, tidak ada JAKSA penuntut, tidak ada PEMBELA, para saksi tidak perlu disumpah dan terdakwa tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Atas pertimbangan hukum, kehadiran Pdt. Palti di sidang TIPIRING pada hari Jumat yang lalu diwakili oleh pengacaranya. Dalam persidangan, Hakim mengembalikan BERKAS dari PENYIDIK kepada Polisi. Tentu saja ALASANYA karena TIDAK memenuhi SYARAT untuk menggelar PERKARA.

Handai taulanku sekalian, dalam menghadapi kasusnya, bukankah seharusnya Pdt Palti meneladani BPMS GKI demi kepentingan yang lebih luas bahkan kepentingan bangsa dengan cara BEYOND LEGALITY yang tidak mempertahankan KETIDAKBERSALAHANNYA sebagai milik yang HARUS dipertahankan namun MENGOSONGKAN diri untuk MENGALAH meskipun BENAR? Ha ha ha ha ha ha ……. tak U U ya!

1.    Pdt. Palti VS orang yang menuduh dianiaya
2.    Pdt. Palti VS Kapolres Kota Bekasi
3.    Pdt. Palti VS gerombolan anti toleransi
4.    Jemaat HKBP VS gerombolan anti toleransi
5.    Jemaat HKBP VS Kapolres Kota Bekasi
6.    Kapolres Kota Bekasi VS Kejaksaan Kota Bekasi
7.    Kejaksaan Kota Bekasi VS gerombolan anti toleransi

Bukankah seharusnya Pdt. Palti membiarkan dirinya mandah dipenjara 3 bulan atas tuduhan tindak pidana ringan seperti GKI Yasmin menurut Albertus Patty dalam kotbahnya di GKI Taman Cibunut dan entah di gereja mana lagi, HARUS  membatalkan pembangunan gerejanya karena itulah CARA menghindari KONFLIK/POTENSI konflik? Dengan menolak dipenjara, bukankah Pdt. Palti menimbulkan 6 bahkan 7 konflik/potensi konflik sepeti di atas?  Elu aje! Ha ha ha ha …..

Kerabatku sekalian, sejak Keputusan Raker BPMS GKI untuk menggembosi GKI Yasmin dan menindak pendeta GKI yang membela GKI Yasmin bulan Maret 2013, di GKI berembus kabar bahwa anggota jemaat GKI Yasmin merasa dirinya SELEBRITIS karena banyaknya peliputan dan pemberitaan atas mereka. Itu sebabnya mereka menjadi SOMBONG AROGAN dan MEMAKSAKAN kehendaknya serta MEMBANGKANG keputusan Sinode GKI untuk membubarkan GKI Yasmin dan membatalkan gereja Yasmin serta menghentikan kebaktian bagimu negeri di depan istana. Benarkah kabar demikian? Yang belum diuji tidak layak dipuji.

Handai taulanku sekalian, datanglah ke depan istana guna MENGUJI benarkah anggota jemaat GKI Yasmin AROGAN dan bertingkah SELEBRITIS?

4 thoughts on “Anggota Jemaat GKI Yasmin Bukan Selebritis

  1. Setelah kembali dirumah, kami rindu tidal lagi beribadah Diana. Namun, kami tetap mengikuti dan mengiringi dalam doa dari jauh….Salam dan berkat,
    Rev Max B Surjadinata & Rev Elice E Higginbotham
    New York City, N.Y.

    • Terima kasih pendeta Max. Salam dari teman-teman yang ikut kebaktian bagimu negeri di depan istana. Saya bilang mereka, Pdt MAx dan Istri senantiasa mendoakan kita dan merindukan ikut kebaktian.

  2. Saya pribadi begitu simpati dan prihatin serta ikut berbela rasa terhadap GKI Yasmin, ingin rasanya hadir di sana saat-saat diadakan acara kebaktian Bagimu Negeri, namun apa daya terbentang jarak yang jauh diantara kita, yang saya bisa lakukan hanyalah berdoa mohon pada Allah agar Allah memberi Kekuatan dan membuka jalan agar perjuangan GKI Yasmin berhasil.

    • Terima kasih atas DUKUNGANNYA. Ada banyak cara untuk mendukung GKI Yasmin. yang paling mudah adalah dengan mendukung GKI Yasmin dalam DOA. Yang lebih sulit adalah dengan MENGGUGAH kesadaran HUKUM dan HAM serta TOLERANSI beragama masyarakat di manapun anda BERADA. Caranya adalah dengan mengajak handai tulan untuk ikut serta MENEGAKKAN hukum dan HAM serta toleransi beragama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s