Wisely Senang Papanya Sesat


100_1172Semalam, makan ramen di mall. Setelah makan kami akan beli sepeda untuk hadiah ulang tahun. Hari ini, 7 September 2013, Wisely anak kami ulang tahun yang ke 12. Saat jalan ke Mall, Wisely cerita siapa saja yang dia undang ke rumah. Saya lalu bertanya, kenapa si anu tidak di undang dan kenapa si anu tidak diundang? Dia bilang, “karena dia nggak cool!”

hai hai: Ketika teman kamu ulang tahun dan kamu tidak diundang, kamu kecewa bukan?

Wisely: Bukan cuman kecewa, rasanya sakit sekali.

hai hai: Berteman itu aneh sekali. Ada kalanya kita menganggap dia biasa saja bahkan kita tidak suka dia namun dia justru suka setengah mati kepada kita dan menganggap kita sahabatnya yang paling baik. Ada kalanya kita suka sekali pada seseorang namun dia justru tidak suka kepada kita dan suka pada orang yang kita tidak sukai. Itu sebabnya ketika merasa CEMBURU karena orang yang kita SUKAI lebih MENYUKAI orang lain, ingatlah bahwa kita pun MELAKUKANNYA.

Iis: Besok kalau teman-temanmu datang, mama tidak mau naik-naik ke loteng ya?!

Wisely: Iya, iya.

hai hai: Kita harus BELAJAR menyukai orang yang tidak kita SUKAI. Kita juga harus belajar MELEPASKAN orang yang kita sukai untuk orang lain. Kita juga harus belajar menerima kenyataan tidak semua orang menyukai kita. Kita juga harus belajar menerima kenyataan tentang orang-orang lebih menyukai orang lain dibanding diri kita. Namun jangan BERHENTI membina diri agar menjadi orang yang MUDAH disukai siapa saja. Itu sebabnya bila ada yang tidak suka kita, jangan dimusuhi namun minta tolong dia untuk memberitahu kenapa dia tidak suka kita? Dengan cara itulah kita bisa membina diri.

Iis: Teman-temannya nggak suka karena dia kurang bergaul. Dia asyk sendiri. aku lihat, ketika ngumpul sama teman-temannya, dia malah asyk main game. Harusnya kan ngobrol.

Wisely menyangkal dan Iis kekeh jumekeh dengan pendapatnya. Wisely menangis dan berkata, “Mama terlalu cepat menarik kesimpulan. Mama tidak melihat masalahnya secara lengkap. Mama menuduh padahal cuman melihat sedikit. Sakit ma. hatiku sakit, mama begitu.”

Setelah cekcok selesai dan Wisely tenang, saya kembali berkata, “Merayakan ulang tahun berarti bersenang-senang. kita tidak boleh menggunakan acara senang-senang untuk menyakiti hati seseorang apalagi untuk balas dendam. Jadi, menurut aku, sangat bijaksana bila pada hari ulang tahunmu, meskipun tidak suka seseorang namun tidak membuat dia kecewa karena tidak diundang.

Ketika makan ramen, Iis (ini istri saya) kembali masalah ulang tahun. Tentang makanan yang akan dia masak dan kue yang akan dia buat. Kembali dia berkata,

Iis: Besok kalau teman-temanmu datang, mama tidak mau naik-naik ke loteng ya?!

Wisely: Iya, iya.

hai hai: Anakku, kalau mamamu tidak mau naik-naik ke loteng, jangan paksa dia naik ke loteng ya? Namun, kalau kamu dan teman-temanmu merasa asyik main-main di loteng, silahkan bersenang-senang, anakku.

Mendengar ucapanku itu Wisely anak kami ngakak sambil berkata, “ya ya, ya ya!” Iis memandang kami bergantian lalu bertanya, “kenapa?”

Wisely: Ma, aku senang papaku SESAT. Kebanyakan, kesesatannya asyik-asyik. Ha ha ha ha ….

Jakarta 7 September 2013

5 thoughts on “Wisely Senang Papanya Sesat

  1. Asalkan Jangan ikutan SESAT membiarkan rambutmu panjang seperti papa-mu ya, Nak……..😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s