Bengcu Menggugat Tanggapan Atas Saya Percaya Tuhan Tapi Bukan Tuhan Katolik


Banyak yang bertanya, apa pendapat hai hai tentang perilaku kebakaran jenggot sebagian umat Katolik atas tulisan di KOMPAS.com yang berjudul, Paus Fransiskus: Saya Percaya Tuhan, tetapi Bukan Tuhan Katolik? Di bawah ini adalah salah satu tulisan kebakaran jenggot demikian. Mari kita mengulitinya helai demi helai seperti menguliti bawang bombai sehingga kelihatan gamblang isinya.

Memberanikan diri bertanya, di  https://www.facebook.com/katolikmenjawab tertulis note berjudul Tanggapan atas kesalahpahaman yang timbul dari wawancara Paus Fransiskus dengan Eugenio Scalfari:

Tadi pagi, masih pagi yang buta, hati saya terketuk dgn ocehan seseorang di Twitter  yang kira2 berkata demikian: “Saya merasa berTuhan yang sama dgn Paus Fransiskus tanpa harus menjadi Katolik.”

Mengingat bahwa beliau ini cukup terkenal di kalangan Jaringan Islam Liberal, saya ingin menggali pesan yang ingin disampaikan beliau. Dengan sedikit interaksi saya mendapatkan alasan kenapa beliau ini mengeluarkan pernyataan demikian, yaitu dari berita yang diterjemahkan di link ini:

Saya jelas kaget seketika saat membaca judulnya dan dgn semangat yang sedikit apatis saya membacanya dgn hati2. INI BISA MENJADI TOPIK YANG HANGAT DAN DIMANFAATKAN UNTUK TUJUAN2 MENGEBIRI AJARAN GEREJA YANG TAK TERPUTUSKAN ITU. Segera, saya membuka situs yang dicantumkan sebagai sumber di sana, dan… Ahaaaaaa!!! Saya malah menjadi geli, semua kegusaran hilang, segala tanya sirna tergantikan rasa kasihan pada penterjemahnya yang, entah dgn motivasi apa, menimbulkan banyak kesalahpahaman krn terjemahannya yang dangkal dan tidak mengerti akan ajaran Gereja.

Tulisan ini saya buat dalam rangka menjelaskan kesalahan2 baik dlm terjemahan yang lepas konteks maupun dalam mengartikan yang tidak pas.

Pertama,….”Saya percaya akan Tuhan, tetapi bukan (kepada) Tuhan Katolik,” kata Paus kepada pendiri dan mantan editor harian La Repubblica, Eugenio Scalfari.

Scalfari yang sudah cukup terkejut mendapatkan kesempatan wawancara pribadi dengan Paus, semakin terkejut dengan pernyataan itu. Lalu, Scalfari meminta Paus untuk mengelaborasi pernyataannya itu.

“Tuhan bukan Katolik. Tuhan adalah universal, dan kita adalah umat Katolik karena cara kita memuja Dia,” ujar Paus.

Lebih jauh Paus Fransiskus menjelaskan bahwa sebagai pemimpin umat Katolik, dia memercayai Tuhan dan Yesus Kristus sebagai inkarnasi Tuhan.

“Yesus adalah guru dan pemimpin saya. Tetapi Tuhan, Bapa, adalah cahaya dan Sang Pencipta. Itulah yang saya yakini. Apakah menurut Anda keyakinan kita jauh berbeda?” tanya Paus kepada Scalfari.

Mari kita lihat dari wawancara versi bahasa Inggrisnya:

I believe in God, not in a Catholic God. There is no Catholic God, there is God and I believe in Jesus Christ, his incarnation,” the pope said in the interview with the Italian newspaper La Repubblica, as quoted by the Inquisitr. “Jesus is my teacher and my pastor, but God, the Father, Abba, is the light and the Creator. This is my Being. Do you think we are very far apart?”

“Saya percaya kepada Allah, bukan kepada Allah Katolik. Allah Katolik itu tidak ada. Allah itu ada dan saya percaya kepada Kristus inkarnasinya,” Kata Paus dalam interview oleh koran Italia La Republica seperti yang dikutip The Inquisitr. “Yesus adalah guru dan gembala saya namun Allah, Sang Bapa, Abba, adalah Terang dan Pencipta. Itulah “Being” saya. Anda pikir kita berbeda jauh sekali?” Terjemahan  hai hai

“‘God is not Catholic,’” Scalfari quoted the pope as saying, according to NBC News. Confused, he asked Pope Francis to elaborate, and the pontiff reportedly replied, “‘God is universal, and we are Catholic in the sense of the way we worship him.’”

“’Allah tidak Katolik,’” Scalfari mengutip ucapan Paus dalam NBC News. Karena heran, dia pun bertanya kepada Paus Francis untuk menjelaskannya, dan Paus seperti laporannya, menjawab, “’Allah itu universal dan kami disebut Katolik karena cara kami menyembah-Nya.” Terjemahan hai hai
=====

1. Ucapan dari Bapa Paus sama sekali tidak salah. Ajaran Gereja jelas tidak pernah mengatakan bahwa ada yang namanya Tuhan Katolik. Tuhan adalah Tuhan. Dia Tuhan bagi seluruh manusia tak perduli agamanya apa, terlepas dari mereka percaya atau tidak. Tuhan hanya pernah mendirikan GerejaNya, yaitu Gereja Katolik tapi bukan berarti DIA, secara eksklusif, hanya menjadi Tuhan bagi orang Katolik saja. Dengan pernyataan yang lebih spesifik, Paus MEWARTAKAN KEBENARAN BAHWA YESUS ADALAH INKARNASI DARI ALLAH. ALLAH BENAR DARI ALLAH BENAR. DAN INILAH IMAN GEREJA, IMAN KITA.

2. “Yesus adalah guru dan pemimpin saya. Tetapi Tuhan, Bapa, adalah cahaya dan Sang Pencipta. Itulah yang saya yakini. Apakah menurut Anda keyakinan kita jauh berbeda?” tanya Paus kepada Scalfari.

Apa yang dikatakan Paus Fransiskus di sini, jika membaca wawancaranya, adalah upaya untuk mencari kesamaan pandangan dengan Eugenio Scalfari, yang adalah seorang sekular (atau atheis?), bahwa bahkan Scalfari percaya ada kekuatan yang lebih besar di luar sana. Yang oleh Paus Fransiskus dinyatakan sebagai Allah, dan lebih sepesifik adalah peranan pribadi Allah Bapa sebagai pencipta. Pernyataan ini, kembali menegaskan ajaran Gereja yang mengakui kebenaran2 yang terpantulkan di luar Gereja. Dalam hal ini adalah bahwa Allah, Bapa, adalah pencipta. Hal yang sama yang dipercayai oleh agama Islam, Yahudi, bahkan Atheis bahwa Allah (atau oleh Scalfari disebut “Being” adalah pencipta. Tapi dalam pengertian Gereja, Allah, Pencipta, adalah peran dari pribadi Allah Bapa, bukan pribadi Allah Putra.  INILAH IMAN GEREJA, IMAN KITA

3. Lihat bagaimana si penterjemah memisah2 ungkapan yang seharusnya menjadi satu kesatuan, dan entah dengan tujuan apa, menambahkan “…Lebih jauh Paus Fransiskus menjelaskan bahwa sebagai pemimpin umat Katolik..” Seakan2 bahwa ungkapan ini hanya berlaku krn beliau adalah pemimpin umat Katolik, bahwa kebenaran ini parsial dan bukan absolut. Sekali lagi, Bapa Suci, sedang mengajarkan kebenaran yang sejati, absolut, IMAN GEREJA, IMAN KITA.

4. Tuhan memang bukan Katolik. Sejak kapan Tuhan butuh menjadi Katolik? Bahwa kita pada akhirnya menjadi Katolik, atau lebih tepatnya mengkategorikan diri sebagai Katolik, adalah lebih pada menunjukkan identitas. Kenapa? Mengingat bahwa banyaknya orang yang berseru2 kepadaNya namun tidak benar2 tunduk padaNya, maka kita perlu untuk menunjukkan apa yang benar SEBAGAI IDENTITAS KITA, memisahkan kita dari yang tidak benar. TUHAN TIDAK PERLU IDENTITAS INI.

Kedua, ….. Paus berusia 76 tahun ini menambahkan, dia tak selalu sepakat dengan apa yang selama ini menjadi standar Gereja Katolik.

“Pandangan Vatikan sentris telah mengabaikan dunia di sekitar kita. Saya tak sepakat dengan cara ini, dan saya akan lakukan apa pun untuk mengubahnya,” Paus menegaskan.

Sejak terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus terbukti menjadi seorang Paus beraliran liberal. Bahkan dia bersikap lebih lunak terhadap hal-hal yang selama ini ditentang keras Vatikan seperti homoseksualitas dan ateisme.

Mari kita lihat sumber beritanya:

The 76-year-old Argentinean pontiff added he does not agree with everything his religion stands for: “This Vatican-centric view neglects the world around us,” he said. “I do not share this view, and I’ll do everything I can to change it.”

Paus berusai 76 tahun dari Argentina menambahkan, dia tidak setuju dengan semua ajaran agamanya. “Pandangan Vatican centris mengabaikan dunia di sekitar kita,” katanya. “Saya tidak membagikan pendangan demikian dan saya akan melakukan apa saja yang mampu saya lakukan untuk mengubahnya. Terjemahan hai hai

Pope Francis plans to do so by being more involved with the community. He stated his plan: “The Church is or should go back to being a community of God’s people, and priests, pastors and bishops who have the care of souls, are at the service of the people of God.”

Paus Francis berencana melakukannya dengan lebih terlibat dengan masyarakat.  Dia menyatakan rencananya: “Gereja harus atau harus kembali menjadi komunitas umat Allah, di mana penginjil, pastor dan uskup yang memiliki kepedulian pada jiwa, yang melayani umat Allah.” Terjemahan hai hai
=====

1. Bapa Paus memang bisa saja menolak standar yang biasa diberlakukan dalam hal kehidupannya sebagai Paus, TAPI BUKAN STANDAR GEREJA DALAM HAL IMAN. Misalnya, beliau bisa menolak menggunakan kendaraan yang biasa dipakai oleh Paus sebelumnya dan memilih yang lebih sederhana seperti yang dilakukannya. Beliau bisa memilih untuk tinggal di tempat yang berbeda dari yang biasa digunakan oleh para pendahulunya. Beliau bisa saja menolak protokoler yang biasa digunakan oleh para pendahulunya dalam hal audiensi, misalnya. Lantas, apa ini berarti beliau menolak ajaran Gereja yang tidak terputus itu?? TIDAK!!

2. Kalau dibaca dengan jeli di dalam wawancaranya (link akan diberikan di akhir tulisan) apa yang dimaksud dengan Vatican-centric adalah pelayanan berlebihan yang diberikan kepada para pemimpin Gereja dapat menimbulkan efek “Vatican-centric” yang BISA SAJA memang membuat hal2 disekitar menjadi seperti terabaikan. Ini tidak ada hubungannya dengan Vatikan sebagai pusat Gereja atau Paus sebagai Pusat pengajaran Gereja, bersama2 dengan para Uskup di seluruh dunia.

3. Pernyataan bahwa Paus Fransiskus itu berpikiran liberal, memang sering dibuat bombastis oleh media2 sekular. Tapi mereka seringkali mengutip ucapan Paus keluar dari konteks pembicaraannya dan mengolahnya sedemikian rupa sehingga efek yang timbul pada para pembaca berbeda 180 derajat.

4. Paus Fransiskus tidak pernah bersikap lebih lunak terhadap PANDANGAN2 yang salah. Beliau ini memiliki cara yang khas dalam menanggapi ORANG2 yang jatuh dalam pandangan yang salah tersebut. Dengan kerendahan hatinya, Beliau bisa memberikan bahasa yang sangat2 kompleks demi membangun komunikasi dengan mereka ini. Agar mereka bisa sadar atas kesalahannya. Namun, beliau tetap tegas dalam hal menegakkan kebenaran. Buktinya sangat jelas dengan ekskomunikasi yang diberikan kepada imam di Australia yang mendukung pernikahan sejenis dan tahbisan perempuan. Jadi, Paus Fransiskus itu liberal?? Omong kosong!

Demikianlah tanggapan saya perbuat sebagai penjelasan dan bentuk pertanggungjawaban iman selaku umat Gereja, orang percaya. Kiranya dapat membukakan hati dan pikiran para pembaca akan kebenaran sejati.

Ecce crucem Domini.

Untuk detail wawancara beliau dengan Eugenio Scalfari, pendiri La Repubblica, silakan baca di Sini:

Bengcu Menggugat:

Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Dalam Perjanjian Baru bahasa Inggris, kata “God” diterjemahkan dari kata Yunani “theos” sedangkan kata “Lord” diterjemahkan dari kata Yunani “kurios”. Di dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata “Theos” diterjemahkan menjadi “Allah” dan kata “kurios” diterjemahkan menjadi “Tuhan.”

Di dalam Alkitab kata Tuhan dan Allah tidak pernah digunakan untuk saling menggantikan. Artinya, kata Allah (theos) tidak pernah digunakan dengan arti Tuhan (kurios) dan sebaliknya. Yesus tidak pernah disebut Allah (theos). Yesus hanya disebut Tuhan (kurios). Yesus juga tidak pernah disebut Tuhan Allah (kurios theos) atau Allah Bapa (theos pater). Tuhan Allah adalah Allah Bapa, Dia bukan Yesus Kritus namun Alfa dan Omega alias Allah yang bertakhta di sorga.

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, nampak gamblang sekali baik penulis berita di Kompas.com maupun penulis di grup Fb Katolik Menjawab, keduanya sama-sama tidak memahami ajaran Alkitab Perjanjian Baru dengan baik, itu sebabnya menerjemahkan kata Ingris “God” menjadi “Tuhan.”

Vatikan Sentris

Gereja Katolik menentang doktrin Sola Scriptura (hanya Alkitab) yang dianut oleh umat Kristen. Bagi gereja Katolik: Alkitab Perjanjian Baru adalah ajaran para rasul dalam bentuk tulisan. Tradisi Suci adalah ajaran para rasul dalam bentuk lisan. Megisterium Suci adalah kuasa gereja (vatikan) untuk mengajar. Ketiganya: Alkitab, Tradisi Suci dan Megisterium Suci adalah standar kebenaran ajaran Katolik.

Paus berusai 76 tahun dari Argentina menambahkan, dia tidak setuju dengan semua ajaran agamanya. “Pandangan Vatican centris mengabaikan dunia di sekitar kita,” katanya. “Saya tidak membagikan pendangan demikian dan saya akan melakukan apa saja yang mampu saya lakukan untuk mengubahnya. Terjemahan hai hai

Paus Francis berencana melakukannya dengan lebih terlibat dengan masyarakat.  Dia menyatakan rencananya: “Gereja harus atau harus kembali menjadi komunitas umat Allah, di mana penginjil, pastor dan uskup yang memiliki kepedulian pada jiwa, yang melayani umat Allah.” Terjemahan hai hai

Apa maksud Paus dengan Vatikan Sentris? Vatikan Sentris adalah pelayanan berlebihan kepada pemimpin gereja sehingga mengabaikan dunia di sekitar kita? Mustahil! Paus tidak bicara tentang umat Katolik yang mengabaikan dunia di sekitar kita karena sibuk melayani pemimpin gereja. Paus bicara tentang Vatikan Sentris mengabaikan dunia di sekitar kita.

Apa itu Vatikan Sentris? Vatikan Sentris adalah Megisterium Suci yaitu kuasa gereja (vatikan) untuk mengajar. Megisterium suci mengabaikan dunia sekitar kita sebab menjadikan penginjil, pastor dan uskup sebagai “Tuhan” yang harus dilayani oleh umat Allah. Itu sebabnya Paus berjanji untuk mengubah kondisi demikian semampunya sehingga gereja kembali menjadi komunitas umat Allah, di mana hanya penginjil, pastor dan uskup yang memiliki kepedulian pada jiwa, yang melayani umat Allah.

Allah Katolik

“Saya percaya kepada Allah, bukan kepada Allah Katolik. Allah Katolik itu tidak ada. Allah itu ada dan saya percaya kepada Kristus inkarnasinya,” Kata Paus dalam interview oleh koran Italia La Republica seperti yang dikutip The Inquisitr. “Yesus adalah guru dan gembala saya namun Allah, Sang Bapa, Abba, adalah Terang dan Pencipta. Itulah “Being” saya. Anda pikir kita berbeda jauh sekali?” Terjemahan  hai hai

“’Allah tidak Katolik,’” Scalfari mengutip ucapan Paus dalam NBC News. Karena heran, dia pun bertanya kepada Paus Francis untuk menjelaskannya, dan Paus seperti laporannya, menjawab, “’Allah itu universal dan kami disebut Katolik karena cara kami menyembah-Nya.” Terjemahan hai hai

Apakah Allah yang disembah oleh umat Yudaisme adalah Allah yang disembah oleh umat Katolik? Bukan! Apakah Allah yang disembah oleh umat Islam adalah Allah yang disembah oleh umat Katolik? Bukan! Apakah Allah yang disembah oleh umat Khonghucu adalah Allah yang disembah oleh umat Katolik? Mustahil! Kenapa demikian? Karena Allah yang disembah oleh umat Yudaisme, Islam dan Khonghucu adalah Allah Yang Mahaesa sedangkan yang disembah oleh umat Katolik adalah Tiga Allah Yang Mahaesa alias Allah Tritunggal alias Tiga Allah kembar siam alias Allah Tiga Pribadi Satu Hakekat.

Handai taulanku sekalian, ketika Paus menyatakan Allah Katolik tidak ada, yang dia maksudkan pasti Allah Tritunggal, bukan? Ketika menyatakan Allah itu Universal, yang dia maksudkan mustahil Allah Katolik (Allah tritungal) yang tidak ada, bukan?

Allah yang disembah oleh umat Yudaisme, Khonghucu dan Islam tidak pernah inkarnasi menjadi Kristus. Itu sebabnya Allah universal yang bukan Allah Katolik yang dimaksudkan oleh Paus mustahil yang disembah oleh umat Yudaisme, Khonghucu dan Islam.

Nah, kerabatku sekalian, apa yang sesungguhnya terjadi dengan Paus? Saya tidak tahu! Nampaknya Paus Francis harus membenahi ajarannya dulu baik-baik sebelum mulai mengajar agar tidak membuat umat Katolik kebakaran jenggot dan umat non Katolik salah paham.

Allah Katolik VS Allah Alkitab

Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat  yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya, Wahyu 1:4

dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya– Wahyu 1:5

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” Wahyu 1:8

1.    Dari Yohanes
2.    dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang
3.    dan dari ketujuh roh yang ada di hadapan takhta-Nya
4.    dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini

Umat Katolik menyembah Allah Tritunggal alias Allah Tiga Pribadi Satu Hakekat alias Tiga Allah Kembar Siam. Ketiga Allah itu adalah satu Allah Bapa, satu Allah Putera dan Satu Allah Roh Kudus. Lebih lanjut diajarkan bahwa Yesus Kristus adalah Anak Tunggal Allah, Dialah Alfa dan Omega alias Tuhan Allah alias yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang.

Meskipun umat Katolik menjadikan Alkitab sebagai salah satu dari tiga sumber pustaka dan standar kebenaran, namun pertanyaannya adalah Apakah Allah Tritunggal yang disembah oleh umat Katolik adalah Allah yang diajarkan oleh Alkitab, khususnya Alkitab Perjanjian Baru? Mustahil! Kenapa demikian?

Karena umat Katolik percaya bahwa Roh Kudus alias Roh Allah jumlahnya ada SATU sedangkan Wahyu 1:4 di atas mengajarkan tentang keberadaan TUJUH Roh Allah.

Karena umat Katolik percaya bahwa Yesus Kristus adalah Alfa dan Omega yaitu Tuhan Allah yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, sementara Wahyu 1:4-5, 8 tersebut di atas mengajarkan bahwa Yesus bukan Alfa dan Omega yaitu Tuhan Allah yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang.

21 thoughts on “Bengcu Menggugat Tanggapan Atas Saya Percaya Tuhan Tapi Bukan Tuhan Katolik

  1. Teologi Allah Tritunggal Mahakudus bukanlah teologi rendahan yang bisa dipikirkan oleh otak manusia yang hanya 1,5 kg kira-kira. Siapapun, yang karena ketidaktahuan dan kesombongan seakan-akan mengerti Katolisitas padahal tidak mengerti sama sekali, boleh mengatakan Katolik menyembah 3 Allah atau 3 Tuhan, dengan berbagai argumentasi, dari manapun sumbernya, bahkan Alkitab yang Kudus sekalipun, yang tafsirnya sangat bisa dibuat dalam perspektif yang diinginkan, dan oleh siapapun, bahkan oleh setan sekalipun, tetapi, kami sebagai Umat Katolik tidak meragukan sama sekali ajaran Allah Tritunggal Mahakudus, Tuhan Esa dalam Tiga Pribadi Mahasuci ! Untuk mengerti dengan sungguh-sungguh benar, bagaimana manusia hidup dalam kesehariannya, bukankah seekor monyet harus menjadi manusia terlebih dulu ??? Paus Fransiskus dengan sangat tepat dan indah mau mengingatkan kepada dunia, Tuhan Allah itu bukanlah Allah yang eksklusif, yang diklaim dimiliki hanya oleh orang-orang tertentu ! Tuhan Allah itu milik segala makhluk yang ada di bumi, yang menjadi alas kakiNya, dan di langit, yang menjadi tahtaNya, yang sekaligus adalah milik kepunyaanNya ! Hingga akhirnya segala makhluk, yang ada di bumi dan di langit, bertekuk lutut menyembah Dia, Yang Satu, Yang Mahaesa, Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Takkan Berkesudahan !!! Terpujilah Bapa Penuh Cinta, Putra Sang Penebus Yang Rela Mengorbankan DiriNya, lagi-lagi karena Cinta, dan Roh Kudus, Roh Cinta Bapa dan Putra, yang KepribadiaNya tak terselami, bahkan oleh akal secerdas apapun di muka bumi ini karena Dia Maha Besar dan kita harus menyadari, kita hanyalah debu yang bertebaran di bawah alas kakiNya !!! Sekali lagi, andaikan seekor monyet mau mengerti dengan sungguh-sungguh keseharian hidup seorang manusia, dia pasti harus menjadi manusia lebih dulu !

    • Leonardo: Teologi Allah Tritunggal Mahakudus bukanlah teologi rendahan yang bisa dipikirkan oleh otak manusia yang hanya 1,5 kg kira-kira.

      Kisanak, FAKTANYA Allah Tritunggal adalah BERHALA hasil pikiran manusia bernama TERTULIANUS. Percuma orang-orang Katolik membohongi diri dengan MELAFALKAN slogan-slogan KOSONG namun FAKTANYA Allah tritunggal adalah BERHALA hasil pikiran manusia bernama TERTULIANUS. SADARILAH dulu itu kisanak, setelah itu baru BELAJAR Allah Tritunggal dengan klik di SINI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s