Sejarah Tuhan Dan Allah


Gambar: wikipedia.org

Yang pertama diterjemahkan ke dalam bahasa Nusantara (Melayu) adalah kitab Matius.  Diterjemahkan tahun 1612 oleh seorang pedagang Belanda bernama Albert Conelisz Ruyl yang mendarat di Nusantara, Batavia tahun 1600. Kitab Matius terjemahan Ruyl itu lalu dicetak oleh Jan Jacobiz Palenstein pada tahun 1629. Yang kedua diterjemahkan adalah kitab Markus yang dicetak pada tahun 1638. Untuk keperluan penerjemahan Alkitablah Albert Conelisz Ruyl menambahkan huruf H pada kata TUAN sehingga menjadi TUHAN untuk digunakan secara khusus bagi Yesus. Ruyl juga menghilangkan lafal U (W) dan mengganti lafal O menjadi A dalam lafal AULLOH  (AWLLOH) yang digunakan oleh umat Islam sehingga menjadi ALLAH untuk menerjemahkan kata Yunani THEOS.

El Elyown Dan El Shadday

Kitab Kejadian mencatat, pada mulanya Sang Pencipta dan manusia tidak berhubungan sebagai TUAN dan HAMBA namun GURU dan MURID. Itu sebabnya di taman Eden, yang terjadi adalah mengajari bukan memerintah. Demikian juga yang terjadi dengan Kain dan kemudian Nuh.

Berfirmanlah Allah kepada Nuh: “Aku telah memutuskan untuk mengakhiri hidup segala makhluk, sebab bumi telah penuh dengan kekerasan oleh mereka, jadi Aku akan memusnahkan s  mereka bersama-sama dengan bumi. 6:13

Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa DATANG (bow) satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. Kejadian 6:19

Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang (BOW) satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya. Kejadian 6:20

Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: “Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar g  di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. Kejadian 7:1

Dari segala binatang yang tidak haram haruslah kauambil (laqach) tujuh pasang, jantan dan betinanya, tetapi dari binatang yang haram satu pasang, jantan dan betinanya; Kejadian 7:2

juga dari burung-burung di udara tujuh pasang, jantan dan betina, supaya terpelihara hidup keturunannya di seluruh bumi. Kejadian 7:3

Dari binatang yang tidak haram dan yang haram, dari burung-burung dan dari segala yang merayap di muka bumi, Kejadian 7:8

datanglah (bow) sepasang mendapatkan Nuh ke dalam bahtera itu, jantan dan betina, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh. Kejadian 7:9

Pada zaman Nuh sudah nampak gamblang sekali keberadaan dua OKNUM. Yang pertama nama-Nya Elohiym (Allah), firman-Nya kepada Nuh tercatat di Kejadian 6:9-22. Dalam Kejadian 6:19-20 Allah (Elohiym) memberitahu Nuh bahwa dia akan didatangi oleh SEPASANG binatang dari setiap jenis binatang. Firman-Nya di genapai dalam Kejadian 7:8-9.

Oknum yang kedua namanya YHWH  (TUHAN), firman-Nya kepada Nuh tercatat di dalam Kejadian Kejadian 7:2-3. Dia menyuruh Nuh MENGAMBIL binatang halal tujuh pasang dan yang HARAM satu pasang. Firman-Nya sama sekali tidak digenapi.

Elohiym Dan YHWH

Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi (El Elyown). Kejadian 14:18

Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa (El Shadday), tetapi dengan nama-Ku TUHAN (YHWH) Aku belum menyatakan diri. Keluaran 6:3

Bila kedua oknum dalam kisah Nuh kita kaitkan dengan Kejadian 14:18 dan Keluaran 6:3 maka kita pun tahu bahwa oknum pertama yaitu Elohiym (Allah) adalah El Elyown (Yang mahatinggi). Imam Agung-Nya adalah  Melkisedek. Oknum kedua yaitu YHWH (TUHAN) adalah El Shadday (Yang mahakuasa). Imam Agungnya adalah Harun dan keturunannya.

Tentang kedua oknum tersebut, kita juga tahu bahwa YHWH meskipun bergelar El Shadday (Yang Mahakuasa) sesungguhnya tidak mahakuasa sebab kehendak Elohiym yang bergelar El Elyown (yang mahatinggi) yang digenapi dalam kisah Nuh.

Maka engkau harus berkata kepada Firaun: Beginilah firman TUHAN: Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab itu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah  kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung.” Keluaran 4:22-23

Karena mereka itu hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir, janganlah mereka itu dijual, secara orang menjual budak. Imamat 25:42

Karena pada-Kulah orang Israel menjadi hamba; mereka itu adalah hamba-hamba-Ku yang Kubawa keluar dari tanah Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu.” Imamat 25:55

Tentang Elohiym dan YHWH, nampak gamblang sekali bahwa sejak awal El Shadday (Yang Mahakuasa) alias YHWH dipenuhi NAFSU untuk berkuasa alias menjadi TUAN atas manusia. Nafsu berkuasa itu mencapai puncaknya pada zaman Musa.

Pada mulanya El Shadday alias YHWH menyatakan kepada Musa untuk diteruskan kepada Firaun bahwa bangsa Israel (keturunan Yakub) adalah anak Sulung-Nya namun setelah keluar dari Mesir, Dia mengklaim bangsa Israel adalah HAMBA-Nya dan menuntut penyembahan dan persembahan sebagai TUAN segala TUAN.

Theos Dan Kurios

Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya (mathetes)  kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul (apostolos):  Lukas 6:13

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru (didaskalos), Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Markus 4:38

Dari Simon Petrus, hamba (doulos) dan rasul (apostolos) Yesus Kristus, kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. 2 Petrus 1:1

Dari Paulus, hamba (doulos) Allah dan rasul (apostolos) Yesus Kristus untuk memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita, Titus 1:1

Dari penatua (presbuteros) kepada Ibu yang terpilih  dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, 2 Yohanes 1:1

Pada mulanya Yesus memilih dan memanggil dua belas orang Yahudi menjadi murid-Nya (mathetes) untuk dididik lalu diutus sebagai rasul (apostolos). Mereka memanggil Yesus Guru (didaskalos). Hubungan Yesus dan ke 12 rasul-Nya adalah hubungan GURU dan MURID. Itulah yang ditetapkan oleh Yesus. Dan setelah bangkit dari kematian, hal demikian tidak diubah oleh Yesus.

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Yohanes 8:31-32

Meskipun amanat Yesus dalam Yohanes 8:31-32 sangat tegas dan gamblang, namun, aneh bin ajaib, setelah Yesus naik ke sorga, murid-murid-Nya mulai mengkhianati amanat-Nya dengan memanggil-Nya Tuan (Kurios) dan menyebut dirinya sendiri hamba (doulos). Tindakan demikian benar-benar mengenaskan. Ibarat anjing kembali ke muntahnya. Setelah dimerdekakan justru menghambakan diri kembali.

Sejarah Kata Tuhan

Pada saat Albert Conelisz Ruyl datang ke Nusantara tahun 1600 dan tinggal, saat itu, agama-agama yang dipeluk oleh penduduk Nusantara, selain agama lokal adalah agama Hindu, Buddha, Khonghucu, Dao (lafal: Tao) dan Islam.

Hubungan Sang Pencipta dan umat manusia di dalam ajaran agama lokal, Hindu, Buddha, Khonghucu dan Dao bukan hubungan TUAN dan HAMBA. Itu sebabnya Sang Pencipta tidak disebut TUAN karena umat manusia tidak MENGHAMBA kepada-Nya. Pada saat itu frasa Arab “laa-ilaha-illallah”, tidak diterjemahkan sebagai “Tiada Tuhan selain Allah” namun “TIDAK ada ILAH selain Allah”.

Pada zaman itu, bahasa pergaulan alias lingua franka di Nusantara adalah bahasa Melayu dan kebudayaan yang paling menyebar adalah Jawa. Saat itu orang asing atau orang yang tidak dikenal tidak dipanggil TUAN (gusti) namun disapa SAUDARA atau KISANAK yang berasal dari kata KI (yang terhormat) dan SANAK (saudara). Kata TUAN (gusti) hanya digunakan untuk menyebut para penguasa.

Sejarah tidak mencatatnya namun inilah kesimpulan hai hai setelah mempelajari sejarah Nusantara dan sejarah penerjemahan Alkitab.

Nampaknya Albert Conelisz Ruyl menghadapi kendala ketika hendak mengajarkan KURIOS (Yunani) alias HEER (Belanda) sebab masyarakat Nusantara buta dengan ajaran hubungan Sang Pencipta dan manusia adalah TUAN dan HAMBA. Sang Pencipta adalah TUAN-nya dan manusia adalah HAMBA-Nya. Itu sebabnya Ruyl pun mencari cara bagaimana mengajarkan Yesus adalah TUAN dan umat manusia adalah HAMBA-Nya. Namun, Yesus bukan TUAN alias bukan SESAMA manusia yang menjadi PENGUASA namun PENCIPTA. Nampaknya, itulah alasan Ruyl menambahkan huruf H pada kata TUAN sehingga menjadi TUHAN untuk digunakan secara khusus bagi Yesus dan menjelaskan KONSEP hubungan TUAN dan HAMBA dalam ajaran Kristen.

Saat ini Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan kata Tuhan sebagai sesuatu yang diyakini dan dipuja serta disembah sebagai yang mahakuasa dan mahaperkasa. Meskipun dipuja dan disembah sebagai yang mahakuasa dan mahaperkasa namun dewa-dewi tidak disebut TUHAN oleh Masyarakat. Kenapa demikian? Karena masyarakat MEMAKNAI kata TUHAN dalam arti PENCIPTA. Itu sebabnya dewa Kuan Kong dan Sun Go Kong yang dipuja oleh umat Dao tidak disebut Tuhan namun DEWA karena bukan Pencipta. Tian 天 (Hokkien: Thi) yang disembah oleh umat Khonghucu disebut TUHAN karena Pencipta. Allah (lafal: Aulloh) yang disembah oleh umat Islam disebut Tuhan karena Pencipta. Sidharta Gautama yang bergelar Buddha tidak disebut Tuhan karena bukan Pencipta.

Nah, handai taulanku sekalian, itulah sejarah kata TUHAN. Konsep menyembah Sang Pencipta sebagai TUAN dan diri sendiri sebagai HAMBA hanya ada di dalam agama Kristen dan Yudaisme. Orang Kristenlah yang membuat kata TUHAN dengan arti TUAN, pada mulanya digunakan khusus untuk menyebut Yesus.

Berdasarkan sejarah diciptakannya kata TUHAN oleh Albert Conelisz Ruyl maka kata TUHAN sama sekali tidak cocok digunakan untuk menyebut Sang Pencipta dalam agama lain. Sebab dalam agama lain, Sang Pencipta tidak disembah sebagai maha tuan alias TUHAN.

Sejarah Kata Allah

Nampaknya, Albert Conelisz Ruyl pun mengalami kesulitan ketika hendak mengajarkan THEOS (Yunani) kepada bangsa Nusantara. Kata apa yang harus digunakan untuk menerjemahkan kata Yunani THEOS alias GOD dalam bahasa Belanda?

Kata Dewa tidak cocok untuk Theos sebab Dewa bukan pencipta namun makluk ciptaan yang lebih tinggi kastanya dari manusia. Istilah Shang Hyang Widhi (Yang Mahaesa) juga tidak cocok untuk kata THEOS karena umat Kristen menyembah Tritunggal. Buddha juga tidak cocok karena Buddha bukan Pencipta. Istilah Tian (hokkien: Thi kong) hanya digunakan oleh orang-orang Tionghoa.

Pada saat itu agama Islam yang disebarkan oleh orang-orang Tionghoa yang dikenal dengan gelar WALI (sejak abad 14) sudah menyebar ke mana-mana di Nusantara.  Anda tahu arti kata WALI? Bila mempelajari kata WALI dalam KBBI dengan teliti dan hati-hati maka anda akan melihat ketidakkonsistenannya. Sejarah tidak mencatat makanya mustahil menemukan catatan asal usul kata tersebut. Itu sebabnya hai hai perlu waktu bertahun-tahun mempelajari sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia baru mampu memahami arti kata WALI.

Kata WALI berasal dari kata mandarin Wèi lǐ 為禮  (hokkien: hwale) artinya pemangku kesusilaan adalah sebuah jabatan dari kekaisaran Tiongkok di perantauan yang bertugas untuk mengurusi orang-orang Tionghoa di perantauan.

Anda tahu asal-usul kata Kiai? Menurut Bambang Noorsena, kata KIAI berasal dari kata KRIAN (Jawa kuno) yang kehilangan huruf R. Menurutnya kata-kata Jawa kuno kehilangan huruf R ketika menjadi kata Jawa modern. Krian artinya mulia.

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, KRIAN tanpa huruf R adalah KIAN bukan KIAI.  KRIAN adalah gelar yang diberikan oleh raja Majapahit bagi para pembesar. Hanya raja yang boleh memberi gelar KRIAN kepada seseorang. Itu sebabnya guru agama Islam mustahil gelarnya KRIAN.

Kerabatku sekalian, kata KIAI berasal dari kata mandarin Jiāoyīshī 教伊师 (lafal: ciauyīshī) artinya guru agama Islam. Salah satu tradisi Tionghoa sejak kuno adalah menyingkat kata itu sebabnya lafal Ciauyīshī pun disingkat menjadi Ciauyī yang kena pengaruh logat Jawa menjadi Kiai. Guru agama Islam.

Kata SANTRI berasal dari kata mandarin Báishān Yàntì 白山砚弟 (lafal: páishān yanthi) artinya murid Sufi. Karena tradisi menyingkat Tionghoa maka lafal Báishān Yàntì pun disingkat menjadi shāntì. Karena pengucapan thi hampir sama seperti tri maka shānthi pun dilafalkan SANTRI.

Pada zaman Albert Conelisz Ruyl, huruf latin belum digunakan untuk menulis. Pada saat itu bahasa Jawa ditulis dengan huruf Jawa (kawi) dan bahasa Melayu ditulis dengan huruf Palawa.  Albert Conelisz Ruyl adalah orang pertama yang menggunakan huruf latin untuk bahasa Melayu. Pada saat itu Sang Pencipta umat Islam dilafalkan AULLOH.

Albert Conelisz Ruyl memanfaatkan kepopuleran istilah AULLOH namun tidak menjiplaknya mentah-mentah untuk membedakan bahwa Yang disembah oleh orang Kristen berbeda dengan yang disembah oleh umat Islam. Itu sebabnya Ruyl lalu menerjemahkan kata Yunani THEOS menjadi ALLAH untuk membedakannya dari kata AULLOH yang digunakan oleh umat Islam. Albert Conelisz Ruyl menghapus huruf U dari lafal AULLOH.

Adalah FAKTA bahwa sampai hari ini umat Islam di Indonesia masih menyapa Sang Pencipta yang mereka sembah dengan nama AULLOH meskipun menuliskannya ALLAH. Itulah bukti bahwa kata ALLAH baik dalam LAFAL maupun TULISAN adalah buatan ornag Kristen, buatan Albert Conelisz Ruyl.

Berdasarkan fakta-fakta demikian, maka tindakan sebagian umat Islam Indonesia menuduh umat Kristen mencuri kata ALLAH dari umat Islam sama sekali tidak masuk akal, karena yang terjadi adalah umat Islam meminjam kata ALLAH untuk menuliskan lafal AULLOH. Itu sebabnya tindakan pemerintah Malaysia melarang umat Kristen menggunakan kata ALLAH benar-benar NGACO-BELO.

Tata bahasa Indonesia dan Melayu sama sekali tidak mengatur tentang kata ALLAH yang DILAFALKAN sebagai AULLOH. Dalam tata bahasa Indonesia dan Melayu, tulisan ALLAH harus dilafalkan sebagai ALLAH dan lafal AULLOH harus ditulis AULLOH. Menulis ALLAH namun dilafalkan AULLOH  namanya salah BACA. Melafalkan AULLOH  namun ditulis ALLAH namanya SALAH tulis.

Kesimpulan

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, kata ALLAH sudah digunakan oleh orang-orang Arab sebelum agama Islam lahir. Itu sebabnya mengklaim kata ALLAH adalah milik Islam yang hanya boleh digunakan oleh orang Islam adalah tindakan tolol. Melarang orang non Islam (Kafirun) memakai kata ALLAH untuk menjaga kesucian nama Allah adalah pemikiran bodoh. Kenapa demikian? Karena sebelum Islam lahir, kafirun sudah menggunakan kata ALLAH.

Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, tindakan orang-orang Kristen kaum NAMAIS alias para penyembah NAMA alias para penyembah YAHWE melarang umat Kristen menggunakan nama Allah dengan alasan Allah adalah nama Sang Pencipta Umat Islam itu sebabnya menyembah Sang Pencipta dalam nama Allah sama dengan menyembah ILAH lain benar-benar dungu. Kenapa demikian? Karena sejak semula manusia diberi kuasa untuk MEMBERI nama.

Untuk membaca blog-blog tentang YHWH yang lain, silahkan klik di SINI.

Advertisements

34 thoughts on “Sejarah Tuhan Dan Allah

  1. Bagi Kami islam, sudah dijelaskan dlm Surah Al-Maidah ayat 3 bahwa hari itu TUHAN telah merestui islam sebagai agama “penutup” di dunia, dan Muhammad adalah sejelas2nya penutup dari para Nabi,
    Dgn kata lain semua agama itu Benar adanya “pada zamannya”, dan dgn firman tuhan trsbut Islam telah diridhoi untuk menyempurnakan agama2 yg dbawa oleh orang2 suci / rasul / “anak2 kesayangan” Tuhan sebelumnya.
    Maka dari itu, hal yg dilematis adalah Kami orang Islam sangat mnghormati Yesus / Isa sebagai yg terkasih dari 5 Rasul ksayangan Allah. Nuh, ibrahim, Musa, Isa, Muhammad.
    Namun disisi lain, mengapa lebih bnyak nasrani yg inkar akan kdatangan Muhammad sbagai perisalah ajaran dari Allah.

    Anda bagaimana?

    • Kisanak, saya tidak pernah menjadikan ALKITAB sebagai sumber pustaka dan standar kebenaran ajaran Alquran. Saya juga tidak pernah menajdikan Alquran sebagai sumber pustaka dan standar kebenaran ajaran Alkitab. Itu sebabnya ketika bicara ajaran Alkitab saya gunakan alkitab dan ketika bahas ajaran Alquran saya gunakan Alquran.

  2. hm……kan dah jelas ko Bengcu kalo dulu penginjil meminjam kata Allah untuk menerjemahkan alkitab agar lebih mudah di mengerti oleh orang indo yang sudah sebagian besar menjadi muslim, tapi sudah saatnya mengembalikannya dan baca kitab suci terjemahan asli sehingga mengerti bahwa Allah bukanlah nama Tuhan yang di tulis melainkan YHWH yang kemudian krn namanya yang kudus sehingga gak berani di sebut secara sembarangan dan orang yahudi memanggil dengan sebutan ELOHIM dan ADONAI.

    • Kisanak, kalau anda mau MENGAJAR sebaiknya belajar dulu baik-baik. BARU tahu seujung KUKU, namun SOK MENGAJAR hanya akn menjadikan anda bahan EJEKAN dan HINAA. Saya tidak pernah ragu-ragu untuk MENGEJEK dan MENGHINA orang-orang yang ILMU seujung kuku lagak setinggi langit untuk SOK MENGAJAR dan menyalahkan ajaran lain.

  3. Bang nanya nih,
    Soal penjelasan ttg yoh 8:31-32,
    Klo Yesus tidak mengubah ttg hubungan-Nya dgn murid2-Nya sebagai GURU dan MURID bahkan sampai Dia terangkat ke sorga,
    Apakah murid2-Nya salah dengan memanggil-Nya kembali sebagai TUAN (KURIOS), Kan mereka juga sudah tahu kalau Dia sang Pencipta, sehingga mereka memanggil dan menyembah-Nya sebagi TUAN?
    Atau gimana bang, agak bingung dengan penjelasan di atas..

    • AMANAT Yesus sangat GAMBLANG: JADIKAN semua BANGSA murid-ku. SEmua BANGSA artinya 12 rasul juga. coba anda cari ayat-ayat alkitab yang mengajarkan untuk MENYEMBAH YEsus. Coba anda PELAJARI apa yang dilakukan oleh bangsa israel ketika MENYEMBAH YHWH.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s