Jokowi Menempuh Jalan Demokrasi


Gambar: luwuraya.net

Jokowi dan Ahok sama-sama berjanji memimpin DKI selama lima tahun. Jokowi sebagai gubernur dan Ahok sebagai wakil gubernur. Kalau pencapresan Jokowi menjadikannya mencla-mencle maka menjadi Gubernur DKI karena Jokowi menjadi presiden pasti menjadikan Ahok plintat plintut di mata Prabowo. Kalau pencapresan Jokowi menjadikannya pembohong maka menjadi Gubernur DKI karena Jokowi menjadi presiden pasti menjadikan Ahok pembual di mata Prabowo. Kalau pencapresan Jokowi karena PDI Perjuangan memenuhi keinginan orang banyak menjadikan Jokowi BONEKA maka tindakan Partai Gerindra mewakafkan Ahok tidak melibatkan diri dalam kegiatan politik Gerindra dan tidak menjadi juru kampanye partai pasti menjadikan Ahok WAYANG di tangan Prabowo.

Setelah menulis blog “Bengcu Menggugat Kesepakatan Batutulis Di Mata Seorang Tionghoa Kristen” saya menulis blog “Bengcu Menggugat Megawati Soekarnoputri Di Mata Seorang Tionghoa Kristen” kemudian blog “Bengcu Menggugat Prabowo Subianto Di Mata Seorang Tionghoa Kristen” maka saya pun menulis blog ini.

Jalan Demokrasi

Kerabatku sekalian, selama menjadi gubernur DKI Jokowi tidak pernah sekalipun menyatakan KEINGINANNYA menjadi calon presiden. Dia sekalu menyatakan keinginannya adalah menyelesaikan permasalahan DKI. Jokowi pun tidak merekayasa agar PDI Perjuangan mencalonkannya sebagai calon presiden. Namun, meskipun demikian, berbagai survei membuktikan elektabilitas Jokowi semakin hari semakin meningkat. Itu berarti semakin hari semakin banyak warga negara Indonesia yang menghendaki Jokowi menjadi Presiden RI tahun 2014.

Meskipun rakyat Indonesia tahu Jokowi sudah berjanji untuk menjadi Gubernur DKI selama lima tahun namun mereka kekeh jumekeh menghendakinya menjadi Presiden. Apa yang harus dilakukan oleh PDI P dan Megawati serta Jokowi menghadapi situasi demikian? Jalan DEMOKRASI.

PDI Perjuangan mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden. Selama proses pencapresannya Jokowi akan minta cuti sebagai gubernur. Dengan cara demikianlah Megawati, PDI Pejuangan dan Jokowi memenuhi keinginan rakyat yang menghendaki Jokowi menjadi presiden. Rakyat yang tidak mau Jokowi menjadi presiden RI tahun 2014 bebas menyatakan keinginannya di tempat pemungutan suara.

Apabila rakyat yang menghendaki Jokowi menjadi presiden lebih banyak maka Jokowi pun menang PEMILU.  Bila Rakyat yang menghendaki Jokowi tetap menjadi gubernur DKI lebih banyak maka Jokowi pasti KALAH.

Bila Jokowi menang, mereka yang menghendaki Jokowi tetap jadi Gubernur DKI harus berjiwa besar dan merelakan Jokowi jadi presiden. Jokowi pun mengundurkan diri dari Gubernur DKI dan menjadi Presiden RI. Bila Jokowi kalah, mereka yang menghendaki Jokowi jadi presiden harus berjiwa besar dan merelakan Jokowi tetap mejadi Gubernur DKI sampai akhir jabatannya. Jokowi pun mengakhiri masa cutinya dan kembali menjadi Gubernur DKI.

Apabila Jokowi menjadi Presiden apakah pembangunan DKI yang luar biasa selama Jokowi menjadi Gubernur akan berakhir? Mustahil! Kenapa demikian? Karena sistem yang telah dibangun oleh Jokowi akan berlanjut di samping itu, Wakil Gubernur DKI, Ahok tidak kalah hebatnya dengan Jokowi. Ahok akan melanjutkan pembangunan DKI sama hebatnya dengan Jokowi.

Banyak masalah DKI berkaitan erat dengan pemerintah pusat. Misalnya, pengelolaan 13 sungai besar yang mengalir melewati DKI ada di tangan pemerintah pusat. Pengelolaan 32 jalan negara yang ada di DKI juga di tangan pemerintah pusat.  Dengan menjadi presiden RI, Jokowi tetap menangani DKI bahu membahu dengan Ahok.

Kerabatku sekalian, elektabilitas Jokowi adalah FAKTA keinginan rakyat banyak. Apabila PDI Perjuangan tidak mencalonkan Jokowi menjadi calon presiden, Itu berarti MENOLAK keinginan rakyat banyak. Apabila Jokowi tidak mau dicalonkan menjadi calon presiden karena ingin menepati janjinya untuk memimpin DKI selama lima tahun, itu berarti menolak amanat rakyat demi REPUTASI sendiri. Itu namanya menjunjung kepentingan sendiri di atas pelayanan masyarakat. Jalan demikian bukan  jalan demokrasi.

Mengagul-Agulkan Diri Dengan Mengejek Orang Lain

Semua orang mengagul-agulkan diri dengan prestasi yang dicapainya. Ahok mengagul-agulkan Jokowi dengan prastasi yang dicapai Jokowi sebagai Walikota Solo dan Jokowi mengagul-agulkan Ahok dengan prestasi yang dicapai Ahok sebagai Bupati Belitung Timur.

Kerabatku sekalian, seseorang yang mengagul-agulkan dirinya  dengan mengejek dan menghina orang lain, pasti tidak punya prestasi yang membanggakan. Karena prestasinya benar-benar payah makanya dia takut mengungkapkannya karena bila diungkapkan alih-alih menuai pujian justru caci-maki.

Megagulkan dirinya SETIA dengan mengejek Jokowi mencla-mencle? Megagulkan dirinya JUJUR dengan mengejek Jokowi pembohong? Megagulkan dirinya KSATRIA dengan mengejek Jokowi pengkhianat? Megagulkan dirinya LURUS dengan mengejek Jokowi maling? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, setelah anda tahu bahwa menerima pencalonan dirinya menjadi calon presiden adalah cara Jokowi menempuh jalan demokrasi alias memberi kesempatan kepada rakyat untuk menyatakan kehendaknya, anda pun sekarang tahu KUALITAS orang itu mengenaskan, bukan?

Apabila memang SETIA, JUJUR, KSATRIA, LURUS mustahil dia memutarbalik FAKTA Jokowi yang menempuh jalan demokrasi alias memberi kesempatan rakyat untuk menyatakan kehendaknya menjadi Jokowi mencla-mencle, pembohong, pengkhianat dan maling, bukan?

Orang demikian mau menjadi presiden Negara Kesatuan Republik Indonesia? Tak U U ya!

Menghasut rakyat untuk membenci Jokwi dengan tuduhan-tuduhan palsu agar memilih dirinya menjadi presiden NKRI? Cara kampanye demikian benar-benar murahan.

30 thoughts on “Jokowi Menempuh Jalan Demokrasi

  1. ndak mikir ndak mikir, jokowi itu jd capres bkn krna keinginannya tp krna mandat si megaloman, warga jakarta berbondong2 ke tps demi beliau, relawan merapatkan barisan utk menangkal serangan kubu foke, skrg sudah jadi orang no 1 DKI mau loncat ke orang no 1 indonesia ??? dimana otak kalian sih?? apa jokowi pnya rekam jejak nasional bisa hadapi kemelut berbagai daerah di indonesia??? jgn bicara yg luas dulu lah klo hal kecil blm tuntas

    • Kisanak, jangan DUNGU! Jokowi nggak punya rekam jejak walikota namun bisa membenahi Solo. jokowi nggak punya rekam jejak gubernur namun sanggup membenahi DKI. makanya jangan takut. Tanpa rekam jejak presiden, Jokowi pasti sanggup membenahi NKRI. Jangan bicara dulu sebelum anda MIKIR.

  2. menjadikan jokowi sebagai presiden, maka secara tidak langsung menjadikan kabinet sebagian besar di isi oleh orang-orang dari partai PDIP. sedangkan kita tahu sendiri sepak terjang PDIP selama ini. Bukankah partai tersebut dapat dikatakan partai pembangkang ? Partai yang senangnya makar terhadap pemerintahan ? Bukankah itu yang pantas disebut partai “kudeta?”

    Menjadikan jokowi presiden, maka Jusuf Kalla otomatis akan menjadi wakilnya. Bukankah kita tahu bagaimana selama beliau pernah menjadi wakil presiden pada masa pemerintahan SBY ? Apakah ada yang istimewa ? Tidak. Selama beliau menjadi wakil presiden, bukankah beliau juga berambisius menjadi Presiden ? Sehingga secara tidak langsung beliau juga pantas disebut makar alias kudeta ? wow…..buka mata, buka hati, buka pikiran dan telinga. Jokowi bagus. Tetapi partai yang mengusungnya dan wakilnya……Adalah para pembangkang. Hahahahahahahahahhaah. Apakah yakin PDIP dan wakilnya nanti tidak akan mempengaruhi kebijakan jokowi apabila jokowo menjadi presiden nanti.

    • Jokowi: Dan yang kedua, pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang bersih bisa dilakukan apabila ada dua hal:

      Jokowi: Pembangunan sistem. Sistem yang seperti apa? Telah kita lakukan dan telah kita buktikan baik waktu kami jadi walikota maupun jadi gubernur. E budgeting. E procurement. E Purchasing. E Catalog. E Audit. Pajak online. IMB Online. Cara-cara seperti itulah yang saya kira kita perlukan. Dan bisa dinasionalkan. Semua daerah bisa. Nasional bisa melakukan ini. Apabila Jokowi dan JK diberi amanah oleh rakyat untuk memegang pemerintahan ini.

      Jokowi: Yang kedua setelah Pembangunan Sistem adalah Pola Rekrutmen Yang Benar. Dengan cara apa? Dengan seleksi dan promosi terbuka. Semua terseleksi dengan baik. Sehingga semua yang memegang pimpinan-pimpinan, baik di kementerian, baik dikedirjenan, baik di lembaga-lembaga, juga melalui sebuah pola rekrutmen promosi dan seleksi yang terbuka. Tidak karena kedekatan. Tidak karena senang dan tidak senang.

      Tersebut di atas dalah pernyataan Jokowi dalam debat Presiden. Cara demikian sudah dilakukan di Solo ketika dia jadi Walikota Solo dan di Jakarta saat jadi gubernur. cara demikian akan dilakukannya lagi sebagai presiden nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s