Benarkah Dalang Kudeta Mei 98 Menyesal?


Gambar: baranews.co

18 Desember 2012 Prabowo bersabda, “Saya Letnan Jendral mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat yang hampir Kudeta. Menyesal juga saya nggak jadi Kudeta!” Benarkah Prabowo menyesal?

Kudeta Mei 98 Adalah Kisah Nyata

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), KUDETA artinya perebutan KEKUASAAN dengan paksa secara tidak sah. MENGUDETA artinya MEREBUT kekuasaan dengan paksa secara tidak sah.

Sejak tahun 1998 sekelompok orang Indonesia menggiring opini publik untuk meyakini kudeta HANYA berarti MEREBUT kekuasaan presiden. Itu sebabnya mereka yang menuduh Prabowo kudeta nggak becus membuktikannya sebab Prabowo memang tidak mengudeta presiden Soeharto maupun presiden Habibie.

Padahal, kudeta Mei 98 adalah kisah nyata. Yang kekuasaannya direbut dengan paksa secara tidak sah bukan presiden namun Panglima ABRI dan Panglima Tertinggi. Itu sebabnya pada tanggal 20 Mei 1998, jam 20.00 WIB, presiden Soeharto memberi Wiranto Inpres No 16 Tahun 1998 yang isinya mengangkat Panglima ABRI, Jendral Wiranto menjadi Panglima Komando Operasi Keamanan dan Keselamatan Nasional dan Kasad Jenderal Subagyo sebagai wakilnya.

Gerakan “Reformasi Damai” mahasiswa dilakukan tanpa kekerasan dan sesuai UUD 45, itu sebabnya mustahil mengancam keamanan dan keselamatan nasional. Juga tidak ada gerakan masyarakat yang bersifat anarkis pada Mei 1998. Makanya, Inpres No 16 Tahun 1998 mustahil diberikan kepada Wiranto untuk mengamankan dan menyelamatkan NKRI dari mahasiswa dan masyarakat.

Ancaman Amien Rais memimpin demonstrasi sejuta umat di Monas tanggal 20 Mei 1998 adalah pepesan kosong. Klaim Prabowo dan Kivlan Zen berhasil mencegah unjuk rasa sejuta umat di Monas adalah omong kosong. Tindakan pasukan Kostrad mengamankan Istana dan Monas dari unjuk rasa sejuta umat pimpinan Amien Rais adalah pertunjukan lenong tanpa penonton. Kenapa demikian? Karena Amien Rais bukan pemimpin reformasi. Meskipun berlagak pemimpin reformasi faktanya Amien Rais tidak punya masa untuk diajak demonstrasi ke Monas. Dia dibenci dan dihina mahiswa. Inilah buktinya:

Senin 18 Mei 1998, siang, Amien Rais keluar dari gedung MPR (Nusantara 3) dengan gagah perkasa. Sambil melambaikan tangan dia naik ke atap mobil yang lalu melaju mendekati mahasiswa. Apakah kumpulan sekitar 4.000 mahasiswa Forkot (Forum Kota) di halaman gedung MPR mengelu-elukannya sebagai pemimpin? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, mereka melemparinya dengan botol dan gelas air kemasan serta sisa nasi bungkus sambil mencaci-maki, mengejek dan menghinanya.

Malamnya Forkot keluar dari gedung MPR dan bergerak menuju istana merdeka. Tentu saja mereka di hadang oleh aparat. Saat itulah Amien Rais mengadakan jumpa pers dan membual akan memimpin demonstrasi sejuta umat ke Monas pada tanggal 20 Mei 1998. Meskipun cerdik namun tindakan Amin Rais mencegat di tikungan lalu berlagak pemimpin perjuangan reformasi benar-benar pepesan kosong.  Amin Rais yang diejek dan dihina serta dilempari mahasiswa mustahil memimpin demonstrasi sejuta mahasiwa ke Monas. Karena ancaman Amin Rais hanya pepesan kosong maka klaim Pangkostrad Prabowo dan Kastaf Kostrad Kivlan Zen berhasil mencegah demonstrasi sejuta orang di Monas benar-benar omong kosong. Gerakan pasukan Kostrad mengamankan Monas dan Istana dari unjuk raja sejuta umat hanya pertunjukkan lenong tanpa penonton.

Karena gagal ke istana, Forkot pun kembali ke gedung MPR. Saat itu mahasiswa saling meyakinkan bahwa presiden adalah mandataris MPR dan MPR adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat, itu sebabnya tindakan yang benar adalah memberi amanat kepada MPR untuk melengserkan Soeharto. Itu sebabnya mahasiswa pun bertekad tetap menguasai gedung MPR dan melupakan istana. Melakukan demontrasi di Monas dengan Amin Rais? Tak U U ya!

Sesungguhnya, siapa yang mengancam keamanan dan keselamatan nasional pada tanggal 20 Mei 1998? Tentu saja Danjen Kopassus dan Pangkostrad yang membangkang perintah Panglima ABRI Wiranto. Tindakan keduanya disebut MAKAR alias KUDETA. Kenapa demikian?

Karena tanggal 12 Mei 1998 di Jakarta hanya ada 3 kompi (kompi 180-200 prajurit) pasukan Kostrad. Meskipun tidak diizinkan Mabes ABRI (Pangab) namun Prabowo menggerakkan pasukan Kostrad atas biaya sendiri sehingga pada tanggal 16 Mei 1998, minimal ada 20 batalion (batalion 700-1.000 prajurit) Kostrad gentayangan di Jakarta. Danjen Kopassus juga menggerakkan ke 4 grup pasukan Kopassus ke Jakarta tanpa perintah Pangab.

Kenapa Wiranto tidak pernah mengakui dirinya dikudeta oleh Danjen Kopassus dan Pangkostrad pada Mei 1998? Saya tidak tahu! Karena menganggapnya AIB bagi ABRI dan dirinya sendiri itu sebabnya Wiranto menyebutnya “masalah konsolidasi”? Saya tidak tahu. Namun kita tahu, Pangkostrad dan Danjen Kopassus memang makar saat itu. Dan kita juga tahu ABRI menganut doktrin pertentangan di dalam ABRI tidak boleh diketahui umum.

Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)

Gambar: pertahananranger.blogspot.com

Pada tahun 1998, ABRI terdiri dari 4 angkatan tersebut di bawah ini.

1. Angkatan Darat (AD)
2. Angkatan Laut (AL)
3. Angkatan Udara (AU)
4. Polisi Republik Indonesia (Polri)

Mengamankan gedung MPR adalah tindakan OPERASIONAL. Latihan pencak silat namanya tindakan PEMBINAAN. Kuasa untuk menyuruh pasukannya berlatih pencak silat namanya komando PEMBINAAN. Wewenang menggerakan pasukannya menghadang mahasiswa masuk gedung MPR namanya komando OPERASIONAL.

KOMANDO operasional keempat angkatan dipegang oleh Pangab. Artinya hanya Pangab yang berwenang memberi perintah untuk melakukan operasi. Komando Pembinaan  AD (Angkatan Darat) di tangan Kasad (Kepala Staf Angkatan Darat). AL (Angkatan Laut) di tangan Kasal (Kepala Staf Angkatan Laut). AU (Angkatan Udara) di  tangan Kasau (Kepala Staf Angkatan Udara). Polisi Republik Indonesia (Polri) di tangan Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia).

Karena hanya punya komando Pembinaan maka Kasad, Kasal, Kasau dan Kapolri hanya berwenang menggerakkan pasukannya untuk berlatih (pencak silat) namun tidak berkuasa untuk menggerakkan pasukannya beroperasi (menghalau mahasiswa dari gedung MPR). Yang berkuasa mengoperasikan pasukan menghadang mahasiswa masuk gedung MPR hanya Pangab.

Apakah Pangab boleh mendelegasikan komando operasionalnya kepada Kasad, Kasal, Kasau dan Kapolri? Tidak boleh! Apakah Pangab boleh memerintah Kasad, Kasal, Kasau dan Kapolri untuk memimpin pasukan melakukan operasi? Tidak boleh! Kenapa demikian? Karena Kasad, Kasal, Kasau dan Kapolri bukan hanya tidak punya Komando operasional namun juga tidak boleh mengemban komando operasional. Kasad, Kasal, Kasau dan Kapolri baru boleh mengemban komando operasional bila negara dalam darurat atas perintah Panglima Tertinggi. Hanya presiden yang berhak menyatakan negara dalam darurat.

Tindakan Kasal dan atau Kasau dan atau Kapolri menggerakkan apalagi memimpin pasukannya melakukan operasi militer, misalnya, menghadang mahasiswa masuk gedung MPR, namanya MAKAR alias KUDETA alias MEREBUT kekuasaan Pangab dengan paksa secara tidak sah. Yang dikudeta bukan presiden namun Panglima ABRI.

Angkatan Darat (AD)

Organisasi Angkatan Darat terdiri dari:

1. Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad)
2. Komando Utama Tempur (Kotama)
3. Komando Daerah Militer (Kodam)
4. Komando Utama Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat)

Angkatan Darat memiliki 13 Kodam yaitu:

1.    Kodam Iskandar Muda – Banda Aceh
2.    Kodam I/Bukit Barisan – Medan
3.    Kodam II/Sriwijaya – Palembang
4.    Kodam Jaya – Jakarta
5.    Kodam III/Siliwangi – Bandung
6.    Kodam IV/Diponegoro – Semarang
7.    Kodam V/Brawijaya – Surabaya
8.    Kodam VI/Mulawarman – Balik Papan
9.    Kodam VII/Wirabuana – Makasar
10.    Kodam IX/Udayana – Bali
11.    Kodam XII/Tanjungpura – Pontianak
12.    Kodam XVI/Pattimura – Ambon
13.    Kodam XVII/Cendrawasih – Jayapura

Angkatan Darat memiliki dua Komando Utama Tempur (Kotama) yaitu:

1.    Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad)
2.    Komando Pasukan Khusus (Kopassus)

Panglima Daerah Militer (Pangdam)

Kodam dipimpin oleh Pangdam (Panglima Daerah Militer). Selain memiliki komando pembinaan Pangdam juga mengemban komando operasional. Artinya selain berwenang menggerakkan pasukannya berlatih, Pangdam juga berkuasa untuk menggerakkan bahkan memimpin pasukannya mengamankan teritorialnya.

Ketika menghadapi kerusuhan Mei 1998 Pangdam Jaya tidak perlu menunggu perintah Pangab untuk mengamankan Jakarta sebab dia sudah memiliki komando operasional pengamanan Jakarta (teritorialnya) bersama Kapolda Metro Jaya.

Pada tanggal 17 Mei 1998 Pangdam Jaya (Syafrie Syamsuddin) menerima komando operasional (surat perintah) dari Pangab untuk menjaga keamanan istana dan kediaman presiden. Sebelum menerima perintah tersebut dari Pangab, Pangdam tidak berwenang untuk menggerakkan pasukannya mengamankan istana dan rumah presiden. Apabila surat tersebut di cabut oleh Pangab maka Pangdam pun tidak berwenang lagi atas operasi pengamanan istana dan kediaman presiden.

Tindakan Pangdam menggerakkan pasukan di luar Protap (prosedur tetap) dan atau perintah Pangab namanya makar alias kudeta.

Pangkostrad Dan Danjen Kopassus

Gambar: kaskus.co.id

Panglima Tertinggi adalah Presiden Indonesia. Pangab artinya Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Kasad artinya Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat. Pangdam artinya Panglima Daerah Militer. Kostrad adalah Panglima Komando Strategis. Kopassus adalah Komando Pasukan Khusus.

Komando Operasional artinya hak untuk menggerakkan pasukan alias menggerakkan bala tentaranya untuk melakukan operasi militer (perang). Komando Pembinaan artinya hak untuk menggerakkan pasukan alias menggerakkan bala tentaranya untuk melakukan latihan militer.

Kerabatku sekalian, tolong, pahamilah istilah-istilah yang digunakan oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) tersebut di atas dengan baik agar anda bisa memahami tulisan ini dengan gamblang dan benar.

Kostrad dipimpin oleh Pangkostrad alias Panglima Kostrad sedangkan Kopassus dipimpin oleh Danjen alias Komandan Jenderal Kopassus.

Pangkostrad dan Danjen Kopassus punya Komando Pembinaan namun tidak memiliki Komando Operasional. Artinya, keduanya hanya berhak untuk menggerakkan pasukannya alias bala tentaranya untuk latihan namun tidak boleh menggerakkan pasukannya untuk melakukan operasi militer (perang).

Karena Pangkostrad dan Danjen Kopassus tidak punya komando operasional, itu sebabnya Panglima ABRI pun tidak berkuasa untuk menyuruh Pangkostrad dan Danjen Kopassus untuk menggerakkan pasukannya untuk melakukan operasi (perang).

Panglima ABRI juga tidak berhak menyuruh Pangkostrad dan Danjen Kopassus untuk memimpin operasi militer (misalnya: menghadang mahasiswa masuk gedung MPR).

Panglima ABRI hanya berhak untuk memberi perintah kepada Pangkostrad dan Danjen Kopassus untuk menyerahkan pasukannya kepada Pangdam untuk digunakan oleh Pangdam untuk melakukan operasi militer (perang).

Pangkostrad dan Danjen Kopassus baru boleh mengemban komando operasional dari Panglima Tertinggi (Presiden) bila negara dalam kondisi darurat dan Panglima ABRI, Kasad dan Pangdam berhalangan untuk melakukan tugasnya.

Hanya presiden (Panglima Tertinggi) yang berkuasa untuk menyatakan negara dalam kondisi darurat dan memberi perintah kepada Pangkostrad dan Danjen Kopassus untuk melakukan operasi operasional (perang).

Tindakan Pangkostrad dan Danjen Kopassus memimpin dan menggerakkan pasukannya untuk melakukan operasi militer disebut “makar” alias “kudeta” alias “pemberontakan” alias merebut kekuasaan pemerintahan Indonesia dengan paksa secara tidak sah

Bawah Kendali Operasi (BKO)

Pangkostrad dan Danjen Kopassus tidak punya komando operasional. Tidak berwenang untuk menggerakkan apalagi memimpin pasukannya melakukan operasi militer. Keduanya hanya memiliki  komando pembinaan untuk menggerakkan pasukannya berlatih agar siap beroperasi kapan saja dibutuhkan. Keduanya hanya berwenang memasok pasukan atas perintah Pangab ke Pangdam. Pasukan Kostrad yang diserahkan ke Pangdam disebut pasukan BKO (Bawah Kendali Operasi). Pasukan Kostrad BKO tetap menggunakan atribut Kostrad-nya namun tidak tunduk dan melapor lagi ke Pangkostrad. Pasukan Kostrad BKO taat kepada Pangdam. Hal yang sama juga berlaku bagi tim Kopassus BKO.

Pangdam tidak boleh minta pasukan ke Pangkostrad atau Danjen Kopassus. Bila membutuhan tambahan pasukan Pangdam memintanya ke Pangab (Mabes ABRI). Apabila Pangab menyetujuinya maka Mabes ABRI pun mengeluarkan surat perintah kepada Kostrad atau Danjen Kopassus untuk menyiapkan pasukannya lalu menyerahkannya ke Pangdam. Serah terima pasukan BKO dilakukan dengan upacara serah terima.

Sintong Membubarkan Kudeta Kopassus

Gambar: vavai.com

Di dalam buku “Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando” Letjen Sintong Panjaitan, penasihat militer Presiden Habibie bersaksi:

Saat itu Paspampres meminta agar personel Kopassus mundur dari area kediaman Presiden Habibie. Namun, personel korps baret merah itu menolak. Mereka hanya mau pindah jika mendapat perintah langsung dari komandannya yang saat itu adalah Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR. Saat itu mereka hanya menuruti perintah agar mengamankan presiden.

Paspampres yang kala itu di bawah komando Mayjen TNI Endriartono Sutarto pun gusar. Pasalnya, saat itu mereka hanya dibekali peluru hampa. Sementara, personel Kopassus saat itu dilengkapi peluru tajam. Mayjen Endriartono kemudian menghubungi Letjen Sintong Panjaitan meminta agar segera dikirimkan peluru tajam.

Letjen Sintong kemudian menghubungi bekas anak buahnya yang saat itu menjabat sebagai Wadanjen Kopassus, Brigjen Idris Gasing. Letjen Sintong meminta agar Brigjen Idris segera menarik pasukannya dari kediaman Presiden Habibie.

“Gasing coba perbaiki dulu posisi pasukanmu. Pasukan yang di sini tarik ke sana dan yang di sini tarik ke situ. Kalau perlu adakan koordinasi dengan Kodam Jaya agar semua dapat berjalan lancar,” kata Letjen Sintong Panjaitan.

Brigjen Gasing lantas bertanya situasi saat itu. “Komandanmu (Mayjen Muchdi PR) sedang sibuk menghadapi penggantian jabatan. Tarik pasukanmu malam ini juga. Kalau terjadi apa-apa, nanti kau yang disalahkan,” jawab Letjen Sintong.

Brigjen Gasing lantas melaksanakan perintah Letjen Sintong. Dia langsung berkoordinasi dengan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin. Akhirnya, sebagian personel Kopassus itu ditarik kembali ke Serang, Jawa Barat dan sebagian lagi ke Kartosuro, Jawa Tengah. Itu sebabnya ketika Danjen Kopasus Mayjen Muchdi PR turun ke jalanan dia pun gigit jari karena tidak menemukan pasukannya sebab semua anak buahnya sudah kembali ke barak.

Kivlan Zen Mencegah Demonstrasi Sejuta Umat

Gambar: kaskus.co.id

Di dalam buku “Konflik dan Integrasi TNI AD” Kepala Staf Kostrad Mayjen Kivlan Zen bersaksi:

“Karena Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Pangdam Jaya kekurangan pasukan dan meminta ke Kostrad, maka Kostrad menyiapkan pasukan tersebut. Karena tidak mendapatkan ijin dari Mabes ABRI, maka dengan menggunakan biaya pribadi Prabowo menyewa pesawat milik Mandala di Makasar dan pesawat milik Garuda di Surabaya. Hal ini dilakukan karena keadaan mendesak. Pasukan inilah yang dinilai Habibie sebagai ‘pasukan liar’ dan bisa membahayakan. Sejumlah kalangan bahkan menuding Prabowo hendak melakukan kudeta.

Kivlan mencatat setidaknya ada dua kekeliruan strategis militer Wiranto selama menjadi Jenderal. Pertama adalah meninggalkan tempat dalam keadaan gawat dan kedua, tidak menggunakan pasukan cadangan di saat genting.

Menilai tidak bertanggungjawabnya Wiranto, maka beberapa pihak memutuskan untuk bertemu dengan Prabowo di Markas Kostrad pada malam harinya (14 Mei 1998 – Red). Setiawan Djodi, Adnan Buyung Nasution, Bambang Widjoyanto, Willibrordus Surendra Broto Rendra yang kerap disapa WS Rendra, Fahmi Idris, Maher Algadri, Hashim Djojohadikusumo, Amran Nasution, Din Syamsuddin, Fadli Zon, Amidhan, Iqbal Assegraf, Hajriyanto Thohari, Kolonel Adityawarman dan Kivlan Zen sendiri. Kedatangan mereka adalah meminta Prabowo untuk mengambil alih keamanan, seperti yang dilakukan oleh mertuanya, Soeharto pada tahun 1965 yang saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad. Namun permintaan itu tidak langsung diiyakan oleh Prabowo. Sebabnya, dia menilai situasi tahun 1965 dan 1998 sangat berbeda. Masih ada Panglima ABRI Jenderal Wiranto, KSAD Jenderal Subagyo HS, Wakil KSAD Letjen Sugiono. Panglima Kostrad berada pada level keempat,”

Majalah Tempo Edisi. 33/XXXV/09 – 15 Oktober 2006 memuat:

Ketika ribuan mahasiswa menduduki gedung parlemen, ia (red: Kivlan Zen) mengaku menggalang sejumlah organisasi massa pro-Soeharto merebut kembali gedung parlemen dari tangan mahasiswa. Tapi massa ini urung beraksi karena Soeharto mundur lebih cepat.

Kivlan mengaku mati-matian mencegah demonstrasi yang digalang Amien Rais, Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, pada 20 Mei di kawasan Monas. Ia memerintahkan pasukannya membawa peluru tajam untuk menghadang massa. ”Saya sempat meminta Prabowo menemui Amien agar membatalkan niatnya. Jika tidak, dia bisa ditembak anak buah saya atau saya tangkap,” ujar Kivlan kepada Tempo. Dia juga mengatur agar tank dan panser ditempatkan di pusat kota. ”Lindas mereka yang memaksa masuk Monas dengan tank!,” ujar Kivlan kepada pasukannya saat itu.

Aksi sejuta orang di Monas kemudian batal.

Kesaksian Prabowo Tentang Perintah Wiranto

Gambar: republika.co.id

Kepada majalah Asiaweek Prabowo bersaksi: Saya (Prabowo-Red) memanggil pasukan, menyiagakan mereka. Pasukan ini selalu di bawah kendali operasional dari komandan garnisun. Itulah sistem kami. Saya pada dasarnya hanya berkapasitas sebagai pemberi saran. Saya tidak mempunyai wewenang.”

Atas wawancara Prabowo majalah Panji menulis: Menurutnya, semua panglima saat itu menerima perintah dari Mabes ABRI. Saat situasi genting, ada pembagian tugas, bahwa Kopassus dipasrahi mengawal presiden dan wakil presiden, sedangkan Kostrad diminta menjaga objek vital dan strategis. Kata Prabowo, untuk melaksanakan perintah Mabes ABRI itulah sejumlah pasukan berada di sekitar kawasan Istana dan Monas. “Pak Wiranto tahu persis bahwa perintah itu ada. Saksinya banyak, para panglima komando,” kata Bowo.

Atas kesaksian Prabowo Asiaweek menulis: Pada briefing komando 14 Mei, Pangab telah memerintahkan Kopassus menjaga kediaman Presiden dan Wakil Presiden. Perintah itu ditetapkan secara tertulis pada 17 Mei kepada perwira senior, termasuk Syafrie, Komandan Garnisun pada waktu itu, yang menunjukkan salinan perintah itu pada saya.

Dalang Kudeta Mei 98

Pada tanggal 12 Mei 1998, jumlah pasukan Kostrad di Jakarta hanya 3 kompi (1 kompi = 180-250 prajurit). Dalam tiga hari (13-15 Mey 1998) Prabowo menggerakan pasukannya sehingga pada tanggal 16 Mei 1998 ada 20 batalion pasukan Kostrad gentayangan di Jakarta.

Pada saat yang sama, Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR juga menggerakan seluruh ke 5 grup Kopassus-nya ke Jakarta.

Handai taulanku sekalian, pergerakan bala tentara Kostrad dan Kopassus itu dilakukan tanpa perintah Panglima Tertinggi Presiden Soeharto, Panglima ABRI Jendral Wiranto, Kasad Jendral Subagyo dan Wakasad.

Di dalam bukunya yang berjudul “Konflik dan Integrasi TNI AD,” Kepala Staf Kostrad Mayjen Kivlan Zen bersaksi,“Karena tidak mendapatkan ijin dari Mabes ABRI, maka dengan menggunakan biaya pribadi Prabowo menyewa pesawat milik Mandala di Makasar dan pesawat milik Garuda di Surabaya.”

Handai taulanku sekalian, nampak gamblang sekali bahwa tindakan Pangkostrad Prabowo dan Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR menggerakkan pasukan adalah makar alias kudeta alias pemberontakan alias merebut kekuasaan pemerintahan Indonesia dengan paksa secara tidak sah.

Pergerakan Pasukan Kostrad Mei 1998

Tanggal 13 Mei 1998, empat batalion (batalion = 700-1.000 prajurit) pasukan Kostrad memasuki Jakarta yaitu:

1.    Batalion Infanteri (Yonif) Arhanudri 1, Serpong
2.    Yonif 305/Tengkorak, Karawang
3.    Yonif Linud 328/Dirgahayu, Cilodong
4.    Batalyon Kavaleri 1/Badak Ceta Cakti, Cijantung

Tanggal 14 Mei 1998, lima batalion Kostrad dikirim dari Jawa Barat dan 3 batalion di kirim dari Jawa Tengah serta 2 bation dari Jawa Timur memasuki Jakarta yaitu:

1.    Yonif 321/Galuh Taruna, Majalengka
2.    Yonif 323/Raider, Ciamis
3.    303/Setia Sampai Mati, Cikajang Garut
4.    Yonif Linud 330/Tri Dharma, Cicalengka
5.    Yonzipur 9/Para, Ujung Berung

1.    Yonif 411/Pendawa, Salatiga
2.    Yonif 412/Raider, Purworejo
3.    Yonif 413/Bremoro, Sukoharjo

1.    Yonif Linud 501/Bajra Yudha, Madiun
2.    Yonif Linud 503/Mayangkara, Mojokerto

Tanggal 15 Mei 1998, Lima Batalion kostrad dari Jawa Timur dan 1 batalion dari Makasar memasuki Jakarta yaitu:

Lima batalion pasukan Kostrad tiba di Jakarta. Mereka didatangkan dari Jawa Timur dengan pesawat terbang (pasukan Brigade Infanteri Lintas Udara ke-18 dan

1.    Yonif Linud 502/Ujwala Yudha Jabung, Malang
2.    Yonif 509/Dharma Yudha Jember
3.    Yonif 514/Sabadda Yudha Bondowoso
4.    Yonif 515/Ugra Tapa Yudha Tanggul, Jember
5.    Yonif Arhanudri 2/Kostrad Malang

1.    Yonif 721/Makkasau Makassar

Tanggal 16 Mei 1998, ada 20 batalion pasukan Kostrad yang gentayangan di Jakarta atas perintah dan biaya dari Pangkostrad Prabowo yang tidak punya komando operasional. Tindakan Prabowo itu melanggar perintah Panglima ABRI lewas Mabes ABRI. Tindakan Prabowo demikian namanya KUDETA.

Mengungkap  Kudeta Mei 1998

 

Menurut Protap (Prosedur tetap), yang bertanggungjawab atas pengamanan presiden dan wakil presiden adalah Paspampres. Yang pada tanggal 17 Mei 1998 mendapat komando pengamanan Istana dan kediaman presiden adalah Pangdam.

Apabila Prabowo tidak membual tentang perintah Pangab kepada Danjen Kopassus untuk mengawal presiden dan wakil presiden dan kepada Pangkostrad untuk menjaga objek vital dan strategis, kenapa dia tidak menunjukkan Surat Perintahnya seperti Pangdam Jaya?  Bila Prabowo tidak membual dan perintah PAngab itu ada, seharusnya cara Danjen Kopassus dan Pangkostrad menjalankan perintah Pangab itu adalah menyerahkan pasukannya ke Pangdam bukan memimpin sendiri pasukannya melakukan operasi militer karena baik Pangkostrad maupun Danjen Kopassus tidak punya KOMANDO operasional. Tindakan Pangkostrad dan Danjen Kopassus memimpin anak buahnya melakukan operasi militer adalah KUDETA.

Pernyataan pasukan Kopassus kepada Komandan Paspampres Mayjen Endriartono, bahwa mereka hanya menaati perintah Danjen Kopassus adalah bukti mereka tidak dalam status BKO alias bergerak liar atas perintah Danjen Kopasus di luar komando Pangab.

Wadanjen Kopassus Brigjen Idris Gasing segera menggerakkan pasukannya kembali ke barak (Serang dan Kartasuro) malam itu juga karena takut disalahkan sebab menurut Letjen Sintong Panjaitan, saat itu Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR sedang sibuk menghadapi penggantian jabatan.

Bila keberadaan Kopassus di sekitar istana dan kediaman presiden atas komando Pangab, mustahil Idris Gasing takut disalahkan, bukan? Bila Kopassus memang bergerak atas komando sah, bukankah kembali ke barak berarti desersi? Bila benar mengemban komando pengamanan presiden dan wakil presiden bukankah kembali ke barak berarti mengkhianati sumpah Kopasus, “Lebih baik kembali nama dari pada gagal di medan tugas”?

Kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali, tindakan Wadanjen Kopassus menggerakkan pasukannya kembali ke barak adalah bukti bahwa saat itu Kopassus bergerak liar atas perintah Danjen Kopassus di luar komando Pangab.

Kesaksian Prabowo kepada Asiaweek bahwa dirinya hanya berwenang memanggil dan menyiagakan pasukan untuk dikendalikan oleh komandan garnisun (red: Pangdam) dan tidak punya kendali operasional adalah bukti bahwa dirinya mengerti benar tugas dan wewenang Pangkostrad dan jalur komando Kostrad.

Tindakan Kivlan Zen mengecam Wiranto “tidak menggunakan pasukan cadangan (Kostrad) di saat genting” adalah bukti Wiranto tidak memberi perintah kepada Pangkostrad untuk memimpin pasukannya mengamankan Jakarta. Itulah bukti pasukan Kostrad bergerak liar atas perintah Prabowo di luar komando Pangab. Itu berarti Prabowo melakukan pembohongan publik dengan mengaku menggerakkan pasukan Kostrad atas perintah Wiranto. Itulah bukti Prabowo merebut kekuasaan Pangab secara tidak sah alias makar.

Kesaksian Kivlan Zen mati-matian mencegah demonstrasi yang digalang Amien Rais di kawasan Monas dan memerintahkan pasukannya menggunakan peluru tajam untuk menghadang masa dan melindas siapa saja yang memaksa masuk ke Monas dengan tank, adalah bukti saat itu pasukannya bergerak liar atas perintahnya di luar komando Pangab.

Handai tualanku sekalian, nampak gamblang sekali, seperti menggantang pakaian di bawah terik matahari. Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR dan Pangkostrad Prabowo Subianto melakukan KUDETA alias MAKAR alias merebut kekuasaan Pangab secara tidak sah.

Blog ini adalah Sambungan dari “Dalang Pemerkosa Amoi 98
BERSAMBUNG ke “Kongkalikong Panglima Melanggar Konstitusi Demi Prabowo?
Bersambung ke Kapan Menyeret Prabowo Ke Pengadilan Untuk Dihukum?

Advertisements

32 thoughts on “Benarkah Dalang Kudeta Mei 98 Menyesal?

  1. Saya cukup senang membaca tulisan anda. Menurut saya memang cerdas sekali dalam menarik kesimpulan, walaupun belum tentu benar. Saya mau tanya beberapa hal (sama sekali bukan bermaksud mengejek, hanya ingin tahu), dari tulisan anda keliatannya anda berada di pihak jokowi untuk pilpres ini kan? Sementara itu anda juga membela GKI Yasmin, beberapa hari lalu ada berita tentang Hashim (adik prabowo) yang menyatakan akan memerintahkan polri untuk membuka segel GKI Yasmin. Saya rasa sumbernya terpercaya, tapi apakah itu benar2 kata prabowo memang meragukan. Bagaimana pendapat anda? http://www.tribunnews.com/pemilu-2014/2014/06/03/terpilih-presiden-prabowo-perintahkan-kapolri-buka-gki-yasmin. Hal lain yang ingin saya tanyakan adalah anda bilang hanya belajar dari alkitab, tapi kenapa kukuh membela GKI Yasmin? Bukannya masih banyak cara beribadah, gak harus di GKI Yasmin. (ini jawabannya pastinya gak ada di alkitab sih)

    • “Prabowo sudah mengatakan di depan puluhan pendeta. Ia akan perintahkan Kapolri untuk membuka GKI Yasmin,” kata Hashim.

      @Iskandar Tio, NKRI bukan warung kopi itu sebabnya punya konstitusi (segala ketentuan dan aturan tentang ketatanegaraan). Presiden yang baik adalah presiden yang MENGERTI konstitusi dan bertindak sesuai konstitusi. calon Presiden yang akan perintahkan Kapolri untuk membuka GKI Yasmin sudah pasti nggak paham KONSTITUSI. Bila paham dia tidak bertindak sesuai konstitusi.” Dari JANJINYA saja kita tahu bahwa Prabowo dan Hashin hanya ASAL NgEJEBLAK. Itu hanya pencitraan dengan cara pembohongan publik.

      Anda tahu cara Presiden membuka Gereja Yasmin secara konstitusi? caranya adalah memerintahkan Walikota Bogor untuk mencabut Surat pencabutan IMB Gereja Yasmin dan membuka gembok gereja Yasmin. Hal itu dilakukan untuk MENGGENAPI rekomendasi WAJIB Ombudsman RI. Setelah itu maka langkah selanjutnya dalah Walikota Bogor dan GKI Yasmin sama-sama MENGEKSEKUSI Keputusan MA yaitu Waliktoa mengembalikan Gereja Yasmin kepada GKI Yasmin.

      memerintahakn Kapolri membuka gereja Yasmin itu tindakan PREMAN bukan tindakan Presiden RI yang beradab.

      Bila anda mau tahu kenapa hai hai membela GKI Yasmin, silahkan klik di SINI untuk membaca blog-blog saya tentang GKI Yasmin.

  2. Bagus analisisnya ko Hai.. ini berarti Prabowo diberhentikan karena bertindak di luar jalur protap nya ABRI…

    • Biarkanlah prabowo menjadi presiden terlebih dahulu. Baru setelah itu jokowi. Seandainya saja prabowo tidak sempat merasakan kursi presiden, kita sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depan. Setidaknya setelah 5 tahun memimpin dan tidak terpilih lagi, setidaknya prabowo akan berkata seperti ini “Yang penting saya sudah pernah merasakan bagaimana menjadi Presiden” Tetapi seandainya saja Jokowi yang menjadi Presiden pada pemilihan mendatang……hmmmm…..di tubuh ABRI yang penuh dengan aturan saja, Prabowo berani melakukan kudeta, apalagi setelah tidak menjadi ABRI. Hihihihihihihihi…….

      • Kisanak, Prabowo bisa merajalela karena pada saat itu ada Soeharto. Anda lihat sendiri bukan, begitu Soeharto lengser, Prabowo pun dilengser. Prosedurnya memang belum benar. Silahkan klik di SINI untuk menyimak kisah selanjutnya.

        • Berikan saja kesempatan kepada dia (Prabowo). Maka rakyat sendiri yang akan menilainya. Apakah dia pantas atau tidak. Bagaimanapun juga, jaman orde baru (Suharto) masih lumayan enak dibandingkan jaman sekarang. Kesalahan dulu siapa tahu saja menjadi pembelajaran bagi di (Prabowo). Dan siapa tahu saja dia sudah berubah menjadi baik. Kalau anda tidak suka sama dia (Prabowo) setidaknya promosikan saja kesukaan anda (Jokowi) tanpa menjelekkan dia (Prabowo). Coba bayangkan saja seandainya semua tuduhan anda salah. Maka anda sudah melewatkan kesempatan memilih pemimpin yang menurut saya bisa diandalkan (Prabowo)

  3. Salam pak Hai-Hai
    Ada beberapa pertanyaan yang belum saya ketahui solusinya. mohon pencerahan
    1. berita menyebutkan pengamanan kerusuhan Jakarta dilakukan oleh pasukan kodam diponegoro, kodam brawijaya, dan marinir. mengapa wiranto tidak mengerahkan pasukan kodam jaya? atau memanggil pasukan kodam siliwangi?

    2. sekian banyak pasukan kostrad ada di jakarta, tapi koq ada kerusuhan yang meledak?

    3. bagaimana peran polri dan AU ?

    thanks

  4. FAKTA di Kota Medan……
    Sekira tanggal 30 April s/d 7 Mei 1998, KAMI Tionghoa Medan (CINA MEDAN) tidak pernah menemukan orang-orang yang mirip aparat tentara yang menjarah, memperkosa, menganiaya, membunuh dan membakar kami………

    KAMI BERTEMPUR dengan warga PRIBUMI BATAK dan KARO (mayoritas KRISTEN), JAWA, MANDILING, MELAYU dan suku-suku pribumi lainnya (mayoritas ISLAM) yang ada di Kota Medan……. mereka BERTERIAK GANYANG CINA…….

    Di Kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Medan Area……. aku mengenali BATAK-BATAK KRISTEN yang MENGGANYANG CINA itu banyak bergabung dalam PDI-P pro jokowi dan MEMFITNAH Prabowo menyebabkan CINA-CINA DIBANTAI pada Mei 1998…….. PADAHAL AKU KENAL MEREKALAH PARA PEMBANTAI ITU DI SINI……..

    Haihai Bengcu……. kisanak, JANGAN LUPA kalok pulang kampung (Kota Medan) khabari aku…… kita sama-sama mendatangi BATAK-BATAK KRISTEN YANG BANTAI CINA (Mei 1998) di Kec. Medan Denai dan Kec. Medan Area ini…… kita tanya kepada mereka apakah Prabowo Subianto yang menyuruh mereka……

    • Tjin Kwang. Kerusuhan Mei 98 di Medan dipicu oleh PP = Pemuda Panca Sila. Itulah temuan Tim Pencari Fakta. Anda kan anggota Pemuda Pancasila? Ha ha ha ha ha …. Izinkan saya bertanya, siapa yang MENGGERAKKAN Pemuda Panca Sila menyulut kerusuhan di Medan ya? Ha ha ha ha ……

      • TGPF mencari fakta tipu-tipu….. KAMI Ormas Pemuda Pancasila di sini malah menjadi BARISAN DEPAN bagi Tionghoa Medan (CINA MEDAN) menjaga Kecamatan Medan Denai dan Kecamatan Medan Area dari KERUSUHAN LOKAL dan masuknya PERUSUH-PERUSUH luar distrik kami…….

        Jangan lupa kontak gua kalok loe pulang kampung……. gua bawak loe GALI lebih DALAM Kerusuhan Mei 1998 yang diawali dari Kota Medan…….. para pelaku dan saksi sejarah di Kec. Medan Area dan Kec Medan Denai masih hidup……

        • Kisanak, TGPF = Tim Gabungan Pencari Fakta. Masak elu lupa pernah MEMUJi-mUJI mereka setinggi langit? Sekarang elu menyebut mereka mencari fakta tepu-tepu? Ha ha ha …. PErilaku anda PERSIS Prabowo yang mengagul-agulkan KPU setinggi langit karena PKS bilang REALCOUNT mereka menyatakan Prabowo MENANG. Namun apa yang terjadi kemudian? Ha ha ha ha … Prabowo MENCACI KPU curang. Ha ha ha ha ….. Tahun 1998 sudah 16 tahun berlalu. FAKTA-FAKTA yang diumumkan ooleh TGPF sudah dipublikasikan 15 tahun yang lalu. TGPF bilang, Pemuda Pancasila terlibat dalam PROVOKASI kerusuhan Medan. Kenapa baru sekarang anda menuduh TGPF mencari fakta tipu-tipu TANPA BUKTI? Ha ha ha ha … Oh ya, Laporan TGPF yang lebih detail memang menemukan FAKTA ada ormas-ormas yang ANGGOTANYA dibayar untuk melakukan pengamanan. Itukah yang akan anda tunjukkan kepada hai hai? Ha ha ha ha …

          Pada tanggal 13 Mei 1998 di Jakarta memang dikerahkan PREMAN-PREMAN untuk melakukan KERUSUHAN namun GAGAL. Itu sebabnya pada hari itu, di Jakarta meskipun ISYU kerusuhan terjadi di mana-mana namun TIDAK ada kerusuhan sama sekali. Yang ada hanya PREMAN-PREMAN berkumpul dan bakar sampah serta bakar ban di beberapa tempat serta preman memancing mahasiswa keluar kampus.

          Apa yang terjadi di Medan tanggl 4 Mei 1998? Preman-preman melakukan PEMALAKAN dan PENJARAHAN lalu diikuti oleh sebagian MASYARAKAT. Pertanyaannya adalah, “SIAPA yang MEMPROVOKASI preman-preman Medan melakukan KERUSUHAN?” TGPF menemukan FAKTA-FAKTA-nya.

          DALANGNYA. bukan pelakunya.

          Di Jakarta saya sudah bertemu banyak sekali PELAKU penjarahan. Kebanyakan dari mereka adalah orang baik-baik dalam kehidupan sehari-harinya. Pikiran mereka ketika ikut menjarah sangat sederhana. Dari pada DIAMBIL orang lain, mendingan saya AMBIL dan MANFAATKAN. Cara berpikir demikian ada pada sebagian besar orang indonesia. Buktinya adalah KETIKA ada RUMAH kebakar, banyak SEKALI orang yang LANGSUNG MENJARAH-nya. Dari pada MUSNAH terbakar MENDINGAN gua ambil untuk diri gua.

          TGPF encari fakta tipu-tipu? Ha ha ha ha … anda punya BUKTINYA 15 kendaraan lapis baja atau 10 truk ya? ha ha ha ha …..

          • 120 halaman Seri Dokumen Kunci TGPF mengenai Tragedi Mei 1998 TIDAK MENJELASKAN DETAIL hasil temuan Kerusuhan di Medan……. HANYA sengol-sengol dikit…… juga TIDAK MENYATAKAN Ormas Pemuda Pancasila yang menggerakkan aksi kerusuhan.

            TGPF sendiri TIDAK MEMPUNYAI TIM KHUSUS di Kota Medan……. HANYA KUNJUNGAN dari pusat kemudian KEBINGUNGAN tanya sana-sini……

            [QUOTE Haihai Bengcu]
            “Di Jakarta saya sudah bertemu banyak sekali PELAKU penjarahan. Kebanyakan dari mereka adalah orang baik-baik dalam kehidupan sehari-harinya. Pikiran mereka ketika ikut menjarah sangat sederhana. Dari pada DIAMBIL orang lain, mendingan saya AMBIL dan MANFAATKAN. Cara berpikir demikian ada pada sebagian besar orang indonesia. Buktinya adalah KETIKA ada RUMAH kebakar, banyak SEKALI orang yang LANGSUNG MENJARAH-nya. Dari pada MUSNAH terbakar MENDINGAN gua ambil untuk diri gua.”
            ========
            Hmmmm…… orang baik-baik PASTI TIDAK MELAKUKAN TINDAKAN “daripada” bukan?! Bukankah orang baik-baik punya KEYAKINAN AGAMA dan BERADAB?

            Haihai Bengcu….. kisanak, silahkan TUNJUKKAN BUKTI dengan DATA dan FAKTA untuk kerusuhan Mei 1998 di Kota Medan, yang kata loe melibatkan Ormas Pemuda Pancasila……. .

            • Kisanak, makanya belajar baik baik dulu baru pentang BACOT. Fadli Zon sendiri pernah MENGERITIK Esther Jusuf SALAH mengutik temuan TGPF karena tidak mencantumkan bahwa TGPF menyatakan menemukan FAKTA Pemuda Pancasila memprovokasi kerusuhan di Medan. Cari sendiri gih Youtubenya. Ha ha ha ha …

  5. beberapa dari KAMI TIONGHOA MEDAN (CINA MEDAN) juga dianiaya oleh mahasiswa-mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi menuntut reformasi…….. juga mengalami penganiayaan oleh buruh-buruh pabrik yang juga demonstrasi menuntut hak-hak buruh pada masa itu (Mei 1998)………

    May Day (tgl 1 Mei 1998) menjadi MOMENTUM mereka mengadakan aksi demo besar-besaran. Kota Medan MENJADI AWAL KERUSUHAN yang kronologinya TIDAK DIKETAHUI banyak orang……

  6. PRIBUMI-PRIBUMI (BATAK-BATAK KRISTEN khususnya di Kec. Medan Denai dan Kec. Medan Area) MEMFITNAH Prabowo sebagai dalang DENGAN TUJUAN MENUTUP DOSA MASA LALU MEREKA SENDIRI…….

    Haihai Bengcu MEMFITNAH Prabowo UNTUK TUJUAN KEPENTINGAN GKI Yasmin……. DASAR CINA KRISTEN KEPARAT…… PENGKHIANAT…… Cao-Kao (Anjing Pengkhianat)

    • Tjin Kwang, Tuduhan hai hai kepada Prabowo sangat tegas yaitu:

      1. Dalang penculikan Aktivis 97-98
      2. Dalang pemerkosa Amoi 98
      3. Dalang kudeta Pangab 98

      Tuduhan Tjin Kwang memangnya kurang TEGAS? Tentu saja TEGAS seperti tuduhan Prabowo kepada KPU dan BAWASLU juga sama tidak ada BUKTINYA. ha ha ha … Namun Tjin Kwang kan Babi hutan yang menyangka dirinya kuda bukan? Tjin Kwang adalah babi hutan yang menyangka dirinya macan, macan asia kali, bukan? ha ha ha

      • BATAK-BATAK KRISTEN KEPARAT PEMBANTAI, PEMERKOSA, PENJARAH CINA-CINA DI KOTA MEDAN……. itu faktanya…….. dan masih bisa ditemukan pelakunya sekarang……

        makanya gua pesan sama loe JANGAN LUPA kalok pulang kampung (Medan) kontak gua……. kita datangi bersama para pelaku…….

        • TJin Kwang: BATAK-BATAK KRISTEN KEPARAT PEMBANTAI, PEMERKOSA, PENJARAH CINA-CINA DI KOTA MEDAN

          Berapa orang Cina yang DIBANTAI?
          Berapa orang cina yang diperkosa?

          Ha ha ha ha ….. Tjin Kwang, tjin Kwang, perilaku anda PERSIS bos anda, Babi hutan yang BERLAGAK macan. Macan asia kali ya? ha ha ha ha …

          • sudah ku pesan kepada loe, bukan?! kalok pulang kampung (Medan) hubungi gua……. kita sama-sama melakukan KONFIRMASI INVESTIGASI kembali kejadian 16 tahun lalu KEPADA para pelaku dan korban yang MASIH HIDUP dan gua kenal (seputaran Kec. Medan Denai dan Kec. Medan Area)……..

            • SERU SERU SERU.. jangan berhenti.. lanjutkan.. hahaha.. @TJin Kwang mungkin itu menurut kamu,PARA PELAKU bs sj yg kamu sebutkan.. PELAKU bisa sj tetanggamu sendiri, keluarga jauhmu sendiri, teman masa kecilmu, teman sekolahmu, ato mungkin sj sahabatmu sendiri.. Tp kan jelas ADA DALANGnya..? ADA PROVOKASI.. Nah SIAPAKAH ITU..? apa krn preman” yg duluan..? knp bisa preman duluan..? apa smua kota jg bersamaan preman duluan..? wah organisasi Para Preman Se-Indonesia ada ya..? sampe bs gerakkan smua Preman bergerak bersamaan. Haizzzz.. yg jelas yg bs gerakkan sampe ke hampir seluruh Indonesia itu adalah ORGANISASI yg jelas “BUKAN ORGANISASI PREMAN”.
              DALANG dicari agak sulit krn si DALANG mmg org yg benar” cerdik. Tapi bs ditemukan berdasarkan analisa dan fakta” yg mendukung. Keganjilan mmg byk ditemukan pd Prabowo apalagi fakta jg bahwa Prabowo mmg memiliki anggota pasukan yg siap diperintah di hampir seluruh wilayah Indonesia.. Tp smua ANALISA perlu FAKTA pendukung utk PEMBUKTIAN.

              Jika Anda telah berpikir Negatif kpd seseorang sbelum ada fakta, biasanya suatu tindakan/kejadian akan dijadikan pendukung yg dianggap BUKTI walau blum kuat krn FAKTA msh blum pasti.

              Misal : “Bila keberadaan Kopassus di sekitar istana dan kediaman presiden atas komando Pangab, mustahil Idris Gasing takut disalahkan, bukan? Bila Kopassus memang bergerak atas komando sah, bukankah kembali ke barak berarti desersi? Bila benar mengemban komando pengamanan presiden dan wakil presiden bukankah kembali ke barak berarti mengkhianati sumpah Kopasus, “Lebih baik kembali nama dari pada gagal di medan tugas”?
              Kerabatku sekalian, nampak gamblang sekali, tindakan Wadanjen Kopassus menggerakkan pasukannya kembali ke barak adalah bukti bahwa saat itu Kopassus bergerak liar atas perintah Danjen Kopassus di luar komando Pangab.”

              krn menganggap Dalang adalah Prabowo, maka krn analisa hai” menganggap tindakan wadanjen kopassus dijadikan bukti utk mengganggap Prabowo melakukan KUDETA. Padahal bs sj si wadanjen yg melakukan desersi. Andai ada bukti lbh kuat lgi yg mendukung lbh bs diterima.

  7. Pingback: Benarkah Dalang Kudeta Mei 98 Menyesal? | Bengcu Menggugat | SERBA SERBI HIDUP DI JAKARTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s