Izinkan Saya Membalas Surat Tasniem Fauzia


Gambar: aktual.co

Tasniem Fauzia yang terhormat, meskipun isi surat anda menyebalkan namun membangkitkan belas kasihan. Saya jadi benar-benar paham kenapa Jokowi mencanangkan gerakan Revolusi Mental untuk bangsa ini. Tolong jangan tulis surat lagi ke pak Jokowi.

Tasniem Fauzia: Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres? Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…
+++++

Tasniem Fauzia yang mulia, bangsa Indonesia terpuruk karena almarhum Soeharto menyangka selain dirinya tidak ada orang lain lagi yang mampu menjadi presiden Indonesia. Pak Soeharto salah! Kita tidak boleh meneladaninya.

Soeharto dan Gusdur bersumpah di atas Alquran untuk menjadi presiden selama 5 tahun. Aneh bin ajaib, sampai hari ini Amien Rais merasa bangga sekali ketika mengakui dirinyalah yang MEMAKSA Soeharto dan Gusdur melanggar sumpahnya di atas Alquran. Nona, anda sudah tulis surat kepada Amien Rais menyuruhnya merenung bahwa memaksa Soeharto dan Gusdur melanggar sumpahnya itu perbuatan tercela? Ha ha ha …

Sebagai Walikota Solo, ketika melihat wakilnya mampu untuk menjadi Walikota, pak Jokowi pun mengalah. Itu sebabnya, dia memberi kesempatan wakilnya menjadi Walikota solo dan melamar jadi Gubernur. Tadinya Jokowi mau melamar menjadi Gubernur Jateng. Namun karena melihat pak Ganjar Pranowo mampu menjadi Gubernur Jateng, maka Jokowi pun mengalah kemudian melamar jadi Gubernur DKI.

Sebagai Gubernur Jakarta, pak Jokowi melihat wakilnya, pak Ahok mampu menjadi Gubernur yang baik, itu sebabnya Jokowi pun mengalah dan melamar jadi Presiden RI. Jokowi benar-benar pemimpin yang berjiwa besar dan suka mengalah kepada wakilnya.

Sebagai walikota Solo, Jokowi hanya walikota wong Solo. Sebagai gubernur Jakarta, Jokowi hanya gubernur orang Jakarta. Namun sebagai presiden pak Jokowi adalah presidennya wong Solo, wong Jateng dan orang Jakarta. Syukur kepada Allah.

Nona, renungkanlah. Bulan April 2014 yang lalu Jokowi tulis surat ke Menpora Roy Surya minta Menpora membantu pengerjaan proyek MRT. Bayangkan, sampai beberapa  hari yang lalu suratnya belum dibalas. Ketika Ahok menghimbau, Roy Surya pun ngomel, “Ahok baru Plt Gubernur saja sudah berani desak Menteri?”

Kisanak, bila saat ini Jokowi adalah presiden RI maka kisah Roy Suryo nggak happy mustahil terjadi karena sebagai presiden Jokowi pasti melarang menteri-menterinya menghambat bahkan menyuruh mereka mendukung proyek MRT.

Sebagai Gubernur Jakarta, tawaran Jokowi untuk membuat kanal yang menghubungkan Ciliwung dan Cisadane untuk mengatasi banjir di Jakarta dan Banten ditolak mentah-mentah. Tetap bertahan sebagai Gubernur DKI sampai masa jabatannya habis tidak akan menyelesaikan masalah, itu sebabnya Jokowi pun melamar menjadi presiden RI. Sebagai presiden Jokowi berwenang untuk mengerahkan menteri-menteri, Gubernur Jabar, Banten dan Jakarta untuk bekerja sama menanggulangi banjir di Jakarta dan Banten. Presiden Jokowi bukan presiden orang lain namun presiden orang Jakarta. Jokowi memang nggak ke mana-mana.

Tasniem Fauzia: Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250 juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? Apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak?
++++

Tasniem Fauzia yang terhormat, tentu saja Jokowi tidak akan mampu memimpin 250 juta rakyat Indonesia. Jokowi mustahil memimpin 250 juta rakyat Indonesia. Mustahil ada orang yang mampu memimpin 250 juta rakyat Indonesia. Itu sebabnya yang mengaku mampu memimpin 250 juta rakyat Indonesia adalah pembual.

Oleh karena itu, nona, sebagai presiden nanti, Jokowi dibantu wakil presidennya tidak akan memimpin 250 juta rakyat Indonesia. Keduanya hanya akan memimpin para menteri dan para pejabat level tertentu saja.

Penduduk Jakarta saat ini sekitar 12 juta. Sebagai Gubernur, Jokowi nggak mimpin 12 juta rakyat Jakarta, tuh. Saya salah satu rakyat Jakarta, mustahil dipimpin Jokowi wong ketemu saja nggak pernah.

Nona, benarkah 250 juta rakyat Indonesia kebanyakan masih kelaparan? Surveynya pas sore-sore bulan puasa ya? Kalau kebanyakan rakyat Indonesia kelaparan, sebaiknya anda tulis surat ke Menko Perekonomian Hatta Rajasa, cawapresnya Prabowo. Ha ha ha ha …

Semua calon Gubernur DKI selalu berjanji akan menanggulangi banjir. Namun, setelah menjadi gubernur, hanya Jokowi satu-satunya yang mengeruk sungai-sungai dan membuat sumur resapan serta merekondisi waduk-waduk di DKI. Semua calon gubernur DKI berjanji untuk menanggulangi fakir miskin dan pedagang kali lima, hanya Jokowi yang mewujudkannya dengan menempatkan PKL di pasar dan menyediakn rusunawa dan membangun kampung deret. Itu sebabnya banyak rakyat DKI yang takut kehilangan Gubernur Jokowi. Seharusnya anda menulis surat kepada rakyat DKI yang takut kehilangan Gubernur DKI bahwa sebagai presiden, Jokowi adalah presiden orang Jakarta.

Ketika mencalonkan diri menjadi ketua umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia tahun 2004-2009 Prabowo mengusung program “petani Internet” dan mencetak 1 juta hektar sawah. Dia berjanji setiap petani anggota HKTI akan mendapat seperangkat komputer dan modem agar bisa main internet. Dia juga berjanji untuk membuka 1 juta hektar sawah baru.

Meskipun tidak menjabat ketua umum HKTI lagi namun Prabowo masih mengaku ketua HKTI periode 2009-2014. Bagaimana cara Prabowo memenuhi janjinya untuk mencetak sawah baru 1 juta hektar? Dengan berjanji akan mencetak 2 juta hektar sawah baru.

Tasniem Fauzia: Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?
+++

Gambar: republika.co.id

Kisanak, Jokowi ditugaskan oleh ibu Megawati menjadi Walikota Solo, namun rakyat Solo yang memberi mandat. Ibu Megawati dan Ketua umum Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto menugaskan Jokowi menjadi Gubernur DKI, namun rakyat Jakarta yang memberi mandat. Ibu Megawati dan ketua umum Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI menugaskan Jokowi menjadi Presiden, namun rakyat Indonesia yang akan memberi mandat.

Karena ikatan dengan dan pengaruh ibu Megawati sebagai ketua umum PDIP sangat baik bagi Jokowi sebagai Walikota Solo dan Gubernur DKI maka tidak ada alasan untuk memutuskan ikatan dan menjauhi pengaruh ibu Megawati, bukan?

Nona Tasniem Fauzia yang terhormat, tolong jangan ikut-ikutan berpikir picik seperti Amien Rais dong. Demi sumpahnya membangun Jakarta Jokowi pun melamar jadi presiden RI.

Tasniem Fauzia: Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak?
+++

Nona, waktu kampanye Gubernur DKI, banyak orang bertanya dari mana Jokowi dan Ahok akan mendapatkan dana untuk membiayai program kesehatan, pendidikan, pengerukan dan rekondisi sungai dan danau? Jawaban keduanya adalah, “Dari APBD Jakarta,” masak dari hongkong? Selama Jokowi dan Ahok memimpin Jakarta, pendapatan asli daerah naik Rp. 31 triliun lebih. Bagaimana caranya? Bukan menaikan pajak lho. Namun mengawal dana-dana yang ingin masuk ke rekening DKI tidak nyasar ke rekening pribadi.

Anggaran pembelian bus Transjakarta Rp. 1,5 triliun. Uang muka 20% (Rp. 300 milyar) sudah dibayar. Proses pembeliannya dilakukan oleh Kadin Perhubungan Jakarta. Karena menyalahi prosedur dan standar kualitas, Jokowi pun memutuskan kontrak pembelian bus Transjakarta karatan tersebut dan memecat Kadin Perbubungan DKI bahkan melaporkannya ke Kejaksaan.

Aneh bin ajaib! Jokowi dituduh korupsi. Kalau jokowi korupsi mustahil dia memecat Kadin Perbubungan dan menolak membayar bus karatan bserta melaporkan kasunya ke Kejaksaan, bukan?

Sehubungan dengan mata anggaran pembelian bus Transjakarta, daya serap anggaran DKI pun menjadi rendah sekali yaitu 20%  saja. Namun, itu adalah prestasi. Jokowi patut dipuji. Hanya orang-orang khilaf yang menuduh Jokowi nggak becus memimpin karena daya serap anggaran DKI rendah sekali.

Tasniem Fauzia: Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?
++++

Tasniem Fauzia yang mulia, PT. Kertas Nusantara milik Prabowo berhutang 14,3 triliun pada tahun 2011. Ketika digugat pailit Prabowo minta penjadwalan ulang dan discount sehingga hutangnya menjadi Rp. 7,6 triliun. Tahukah anda berapa kebocoran penerimaan negara dari kasus Prabowo negosiasi hutang? Tarif pajak penghasilan bunga adalah 15% sedangkan tarif pajak penghasilan Badan adalah 25%. Berapa jumlah kebocoran gara-gara Prabowo negosiasi hutang dari 14,3 triliun menjadi 7,6 triliun? 14,3 – 7,6 = 6,7 X tarif pajak 15% = Rp. 1, 005.  Rp 6,7 triliun X 25% = Rp. 1,675 triliun. Kebocorannya berkisar Rp. 1,005 – Rp. 1,675 triliun.

Nona, kalau anda menulis surat ke Prabowo tolong titip pesan agar Prabowo merenungkan pepatah, “sapu kotor tidak bisa membersihkan lantai.” Juga minta tolong Agar Prabowo belajar memimpin perusahaan dengan baik dulu sebelum mencalonkan diri untuk memimpin Indonesia. Ha ha ha …

Tasniem Fauzia: Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, “Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?” dan “Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?”
+++

Ketika bank dunia menawarkan pinjaman dengan syarat macam-macam, Jokowi bilang, “Tak U U ya!” Renegosiasi MRT dan Monorel serta Palyja adalah bukti keberanian Jokowi untuk negosiasi ulang agar fair. Ditambah dengan tindakannya menangani kasus bus Transjakarta karatan adalah bukti komitmen Jokowi menjaga kekayaan negeri.

Nona, jangan mau ditipu oleh Prabowo yang sok tahu. Indonesia tidak terlibat dalam sengketa Laut Tiongkok Selatan. Sipadan dan Ligitan sudah menjadi milik Malaysia. Mustahil renegosiasi. Indonesia harus menghormati hukum, itu sebabnya meskipun kecewa namun Indonesia menerimanya dengan jiwa besar dan ksatria.

Tasniem Fauzia: Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia?

Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: “Ingatlah… ingatlah… ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu”
++++

Amerika lupa pesan Founding Father kita? Bermurah hatilah nona, tulis surat ke Amerika untuk mengingatkan mereka. Ha ha ha ha …

Nona Tasniem Fauzia yang mulia, apakah anda berhutang budi kepada mereka yang memuji anda cantik? Tentu saja tidak. Anda juga tidak berhutang kepada mereka yang menuduh anda “menyebalkan!” Itu sebabnya pak Jokowi pun tidak berhutang kepada orang-orang Amerika yang menyanjungnya. Di samping itu, sanjungan-sanjungan itu benar kok. Prestasi Jokowi memang sehebat yang mereka puji.

Kalau boleh kasih nasehat, sebaiknya anda jangan pilih Prabowo yang membual kepada wartawan investigasi asal Amerika, Allan Nairn bahwa dirinya anak kesayangan Amerika padahal dicekal masuk Amerika. ho ho ho …

 

Gambar: Kompasiana

Tasniem Fauzia: Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput.

Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?
+++

Nona, pak Jokowi adalah Gubernur Jakarta, bukan pemain Sinetron. Ketika blusukan dia sedang bekerja, bukan shooting kejar tayang. Kehadiran para wartawan tidak mengganggu makanya dibiarkan saja. Kalau  orang-orang picik menuduh pak Jokowi main sinetron masuk got, biarkan saja. Aku ra popo.

Tasniem Fauzia: Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak: “Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?”

Tasniem Fauzia, jangan ikut-ikutan menipu bangsa Indonesia dong. Mustahil prabowo sudah berkali-kali mengorbankan jiwa dan raganya untuk tumpah darah Indonesia. Kalau Prabowo sudah mengorbankan jiwa dan raganya untuk tumpah darah Indonesia, mustahil ikut nyapres, bukan? Ha ha ha ha ha …

Tasniem Fauzia:  Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri “Apakah saya mampu?” Surat tulus dari anak bangsa Indonesia, Nijmegen, 26 Juni 2014 Tasniem Fauzia.

Mengaku dirinya anak kesayangan Amerika tidak menjadikan Prabowo anak kesayangan Amerika bahkan tidak mengubah fakta Prabowo dicekal masuk Amerika.

Mengaku dirinya pemimpin reformasi mahasiswa 98 tidak menjadikan Amien Rais pemimpin reformasi reformasi mahasiswa 98 sama sekali. Kalau memang pemimpin reformasi mahasiswa 98, mustahil Amien Rais kabur lintang pukang dilempari mahasiswa di halaman gedung MPR tanggal 18 Mei 1998, bukan?

Boleh saja mengancam mau memimpin demonstrasi sejuta mahasiswa di Monas tanggal 20 Mei 98 kemudian mengaku membatalkannya karena tidak mau mahasiswa jadi korban pasukan kostrad namun, semua orang juga tahu, Amien Rais yang lari tunggang-langgang dilempari mahasiswa tanggal 18 Mei 1998 mustahil memimpin sejuta mahasiswa demonstrasi ke monas tanggal 20 Mei 1998.

Nona, mengagul-agulkan diri tulus tidak menjadikan anda tulus. Orang tulus mustahil mengagul-agulkan dirinya tulus. Yang mengagul-agulkan dirinya tulus biasanya tahu dirinya tidak tulus sama sekali. Meskipun isi surat anda menyebalkan namun membangkitkan belas kasihan. Saya jadi benar-benar paham kenapa Jokowi mencanangkan gerakan Revolusi Mental untuk bangsa ini. Ha ha ha ha ha ..

Salam
Hai hai bengcu ang ci yang

Advertisements

11 thoughts on “Izinkan Saya Membalas Surat Tasniem Fauzia

  1. Sebagai Walikota Solo, ketika melihat wakilnya mampu untuk menjadi Walikota, pak Jokowi pun mengalah. Itu sebabnya, dia memberi kesempatan wakilnya menjadi Walikota solo dan melamar jadi Gubernur. Tadinya Jokowi mau melamar menjadi Gubernur Jateng. Namun karena melihat pak Ganjar Pranowo mampu menjadi Gubernur Jateng, maka Jokowi pun mengalah kemudian melamar jadi Gubernur DKI.

    Sebagai Gubernur Jakarta, pak Jokowi melihat wakilnya, pak Ahok mampu menjadi Gubernur yang baik, itu sebabnya Jokowi pun mengalah dan melamar jadi Presiden RI. Jokowi benar-benar pemimpin yang berjiwa besar dan suka mengalah kepada wakilnya.

    Sebagai walikota Solo, Jokowi hanya walikota wong Solo. Sebagai gubernur Jakarta, Jokowi hanya gubernur orang Jakarta. Namun sebagai presiden pak Jokowi adalah presidennya wong Solo, wong Jateng dan orang Jakarta. Syukur kepada Allah. => Ini fakta, pak jokowi ngeluarin statement langsung ato hanya opini penulis?

  2. to hai hai:

    Anda itu sangat pintar dan jenius dalam mengkritisi hal agama maupun politik. Sangat salut buat anda, dan anda dalam menulis pun tidak serampangan, satu jempol besar buat anda!

    Saya mau tanya surat balasan ini, benar sudah sampai kepada penulis belum? Kalau belum segera kirim bagaimana pun caranya, hahahaha. Biar orang yang sok pintar itu JADI malu karena KELAKUAN dia yang SUPER TOLOL! salut kepada hai hai.

    Gmana mau mengatasi kebocoran negara, sedangkan perusahaan dia bisa merugi, apalagi negri ini.

  3. Oh ya hampir lupa saya, ada satu pepatah yang cocok untuk Tasniem Fauzia.
    “Orang bijak menunjuk bulan yang dilihat orang bodoh hanya telunjuknya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s