Penipuan Forkami Tentang Rekomendasi BPN


Gambar: suara-islam.com

Saya tidak habis pikir kenapa Ketua Forkami Achmad Iman MEMFITNAH GKI Yasmin MENIPU umat Islam dan masyarakat? Kali ini kita dia tertangkap basah melakukan Penipuan tentang Rekomendasi BPN.

Transkrip Pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman menit ke 0:00-0:56:

Kami bukan menentang sebuah gereja atau dari agama mana pun. yang kami tentang adalah sebuah pelanggaran hukum di dalam mendirikan rumah ibadah. Yang kami berjuang untuk menengakkan supremasi hukum itu karena  jelas-jelas sudah terbukti IMB Gereja GKI Yasmin Jl. kyai Adbulah bin Nuh ini jelas-jelas tidak memenuhi persyaratan mendirikan rumah ibadah. Dan sampai kapanpun kami terus berjuang agar IMB yang jelas-jelas sudah tidak memenuhi persyaratan itu tidak ada lagi dan itu sudah dilakukan dan dicabut oleh Walikota. Satu.

Transkrip Pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman menit ke 2:13-2:30:

Tetapi mereka lupa bahwa terbuktinya kasus penipuan dan pemalsuan yang sudah divonis. tersangkanya sudah divonis. Dan data itu digunakan dalam pengajuan IMB mereka, itulah pelanggaran HAM yang murni. Penipuan dan Pemalsuan. Mereka lupa.

Transkrip Pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman menit ke 5:27-6:29:

Kalau kita ambil memang salah satu persyaratan adalah Tata Guna Tata Ruang. Itu yang mereka punya. tetapi dari BPN, Tata ruang dari BPN itu mereka dapatkan justru memberi penjelasan bahwa Perubahan Penggunaan Tata Ruang menggunakan izin masyarakat tanggal 8 dan 15 Januari 2006. Nah, itu mereka punya. Tapi sekarang mereka menggembar-gemborkan bahwa kami tidak gunakan itu. Padahal Tata Guna Tata Ruang ini adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan IMB. Jadi apa yang mereka gembar-gemborkan sekarang bahwa apa yang telah digunakan oleh Munir Karta yang telah divonis itu tidak digunakan dalam pengajuan IMb. Mereka katakan itu saat ini. Jelas-jelas bahwa itu mereka pakai di dalam Perubahan Penggunaan Tata Ruang tadi.

Transkrip Pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman menit ke 8:04 – 8:30:

Masyarakat menolak karena mereka sudah melakukan pelanggaran di awal. Kalau mereka berpikir bahwa mendirikan rumah ibadah itu kebaikan. beribadah itu suatu kebaikan, kenapa sich diawali dengan penipuan dan pemalsuan? Jadi aproache mereka itu sudah salah. Mendekati masyarakat sudah dengan penipuan dan pemalsuan. Itu yang awal. yang menjadi awal. kesalahan mereka. sangat fatal.

Salinan Sebagian Isi Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Bandung Nomor 171/PID/2011/PT. Bdg Perkara Terdakwa Munir Karta bin Sukarta:

Bahwa awalnya di Jalan Ring Road Nomor 31 Taman Yasmin Sektor III RT. 08 RW VIII kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor akan didirikan sebuah gereja oleh Majelis Gereja Kristen Indonesia.

Sebelum dibangun sebuah gereja, pada bulan yang suda tidak diingat lagi secara pasti pada tahun 2005 pihak Panitia Pembangunan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor mengajukan izin pembangunan gereja ke Pemerintah Kota Bogor di Bagian Tata Pemerintahan Kota berupa Rekomendasi Permohonan untuk pembangunan gedung gereja/serbaguna GKI serta kelengkapan rekomendasi tersebut yaitu:

  1. 1 (satu) lembar fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Sumantoro selaku Pemohon (Ketua Majelis Gereja Kristen Indonesia),
  2. 1 (satu) lembar Surat Permohonan, fotocopy tanda lunas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP),
  3. Surat Bukti Kepemilikan Tanah, Gambar Situasi,
  4. Surat Pernyataan yang ditandatangani penduduk sekitar tanah milik Gereja Kristen Indonesia yang menyatakan tidak keberatan atas pembangunan gereja tertanggal 10 Maret 2002 ditandatangani oleh 170 orang (seratus tujuh puluh) warga.
  5. 1 (satu) buah Surat Kuasa dari Ketua Majelis Gereja Kristen Indonesia sdr. Pendeta Sumantoro untuk pengurusan rekomendasi,
  6. Surat Asli Berita Acara Musyawarah antara Forum Pemuda Curug Mekar dengan Panitia Pembangunan gereja dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor tanggal 1 Maret 2003,
  7. Daftar Hadir Musyawarah dan Sosialisasi Pembangunan Gereja di Jalan RT. 1 RW. VIII tanggal 1 Maret 2003 yang ditandatangani oleh 97 (sembilan puluh tujuh) warga.

Selanjutnya setelah menerima Rekomendasi Permohonan untuk pembangunan gedung gereja/serbaguna GKI beserta kelengkapannya, dibentuk tim untuk mengkaji persyaratan yang diajukan yang terdiri dari:

1.    Bappeda,
2.    Asisten 1 Kota Bogor,
3.    Kepala Bagian Tata Kota Pemerintah Kota Bogor,
4.    Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Bogor,
5.    DLLAJ,
6.    Dinas Lingkungan Hidup,
7.    Camat Bogor Barat,
8.    Lurah Curug Mekar,
9.    Departemen Agama,
10.    BPN dan
11.    Kesbang.

Berdasarkan hasil rapat tim tersebut, maka pemohon dalam hal ini Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor harus menambah persyaratan lain untuk memperoleh izin membangun sebuah gereja yaitu berupa Surat Pernyataan tidak keberatan dari warga sekitar tentang rencana pembangunan Gereja Kristen Indonesia di wilayah Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor;

Bahwa dengan adanya penambahan syarat tersebut, maka pihak Panitia Pembangunan GKI Bogor yaitu saksi Drh THOMAS WADU DARA dan Ir. ANTON BIMORO mendatangi Kantor Kelurahan Curug Mekar. Setibanya di Kantor Kelurahan Curug Mekar, saksi Drh THOMAS WADU DARA dan Ir. ANTON BIMORO bertemu dengan Lurah Curug Mekar, yang saat itu dijabat oleh saksi AGUS ATENG M.S, SE dan saksi GALIH SLAMET SURONO selaku Ketua Lembaga Pemuda Masyarakat (LPM) Periode Tahun 2002-2003, serta saksi ACHMAD DASUKI selaku anggota Lembaga Pemuda Masyarakat (LPM) dan Ketua RW. VIII Kelurahan Curug Mekar.

Pada saat pertemuan tersebut saksi Drh THOMAS WADU DARA dan Ir. ANTON BIMORO membicarakan rencana sosialisasi terhadap warga masyarakat Kelurahan Curug Mekar mengenai pembangunan gedung Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor di Jalan Ring Road Nomor 31 Taman Yasmin Sektor III RT. 08 RW. VIII Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, yang akan diadakan pada tanggal 12 Januari 2006 dan tanggal 15 Januari 2006 di Kantor Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor;

Bahwa, selanjutnya pada tanggal 11 Januari 2006, saksi AGUS ATENG M.S, SE selaku Lurah Curug Mekar mengundang seluruh tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, Para Pemuda, Ketua DKM, RW. I, RW. II, RW. IV dan RW. VI, serta pihak Panitia Pembangunan GKI Bogor, untuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat Kelurahan Curug Mekar tentang rencana pembangunan gedung Gereja Kristen Indonesia yang berlokasi di jalan Ring Road Nomor 31 Taman Yasmin Sektor III RT. 08 RW. VIII Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, pada hari Kamis tanggal 12 Januari 2006, pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB di Aula Kantor Kelurahan Curug Mekar;

Bahwa selanjutnya pada tanggal 14 Januari 2006, saksi AGUS ATENG M.S, SE selaku Lurah Curug Mekar kembali mengundang seluruh tokoh masyarakat, pengurus dan warga masyarakat yang termasuk dalam RW. VIII untuk melakukan sosialisasi kepada warga masyarakat Curug Mekar tentang pembangunan gedung Gereja Kristen Indonesia yang berlokasi di Jalan Ring Road Nomor 31 Taman Yasmin Sektor III RT. 08 RW. VIII Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2006 sekitar pukul 13.00 WIB s/d 15.00 WIB di Kantor Kelurahan Curug Mekar;

saksi AGUS ATENG M.S, SE membuat Berita Acara tanda tangan warga masyarakat Kelurahan Curug Mekar pada Minggu tanggal 15 Januari 2006, yang menyatakan TIDAK KEBERATAN akan rencana pembangunan gedung gereja tersebut dan setelah itu diserahkan kepada saksi LIE SUN LOK alias SUNTAWIJAYA, yang merupakan salah satu tokoh masyarakat dari RW. VIII Kelurahan Curug Mekar dan juga bekerja sebagai staf Kelurahan Curug Mekar.

Selain itu saksi AGUS ATENG M.S, SE menyerahkan 5 (lima) buah amplop dimana masing-masing amplop berisi uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu) dan berpesan kepada saksi LIE SUN LOK alias SUNTAWIJAYA, agar dalam meminta tanda tangan warga masyarakat RW. VIII kelurahan Curug Mekar, warga harus ikhlas menandatangani Berita Acara tersebut, tidak boleh ada paksaan atau diiming-imingi dengan uang.

Bahwa setelah menerima Berita Acara Penandatanganan Warga Masyarakat yang tidak berkeberatan atas rencana pembangunan gereja dari saksi AGUS ATENG M.S, SE, saksi  LIE SUN LOK alias SUNTAWIJAYA langsung pergi menemui Terdakwa, yang saat itu menjabat sebagai Ketua RT. 07 RW. VIII Kelurahan Curug Mekar.

Akhirnya Terdakwa memperoleh ide bahwa Terdakwa akan meminta tanda tangan 6 (enam) orang warga lainnya yaitu saksi ATAB B.A. saksi JUMAT bin ENTONG, saksi MARDIAN S. Alias DIAN, saksi AHMAD SALEH IBRAHIM, saksi ACHMAD dan SODIMIN, dengan alasan bahwa tanda tangan mereka dibutuhkan untuk memberikan persetujuan pembangunan rumah sakit Hermina.

Bahwa, pertama kali Terdakwa datang menemui ACE SUKANDI di rumahnya, dan pada saat bertemu dengan ACE SUKANDI, Terdakwa tidak berkata apa-apa, hanya datang menyerahkan 1 (satu) amplop berisi uang sebesar Rp. 100.000,- (Seratus ribu rupiah) sebagai uang pengganti ongkos ACE SUKANDAI yang telah datang menghadiri pertemuan di Aula Kantor Kelurahan Curug Mekar pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2006 pada pukul 13.00 WIB, kemudian Terdakwa menyuruh ACE SUKANDI menuliskan nama dan menandatangani sehelai kertas yang berisi tabel dengan 5 (lima) buah kolom, pada nomor urut 11 (sebelas), sehingga membuat ACE SUKANDA beranggapan bahwa tanda tangannya sebagai tanda bukti telah menerima uang pengganti ongkows menghadiri pertemuan;

Bahwa, selanjutnya yang kedua Terdakwa datang menemui saksi AHMAD SALEH IBRAHIM, karena Terdakwa mengetahui bahwa saksi AHMAD SALEH IBRAHIM tidak hadir dalam pertemuan di Aula Kantor Kelurahan Curug Mekar pada hari Minggu tanggal 15 Januari 2006, maka Terdakwa hanya meminta menuliskan nama dan tanda tangan saksi AHMAD SALEH IBRAHIM pada nomor urut 12 (dua belas), dengan pura-pura berdalih bahwa tanda tangannya dibutuhkan untuk persetujuan pembangunan Rumah Sakit Hermina di Jalan Ring Road Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor.

Bengcu Menggugat:

Kerabatku sekalian, berdasarkan Surat Keputusan Pengadilan Tinggi Terdakwa Munir Karta bin Sukarta di atas kita melihat prosedur penerbitkan IMB GKI Yasmin adalah:

  1. GKI Yasmin mengajukan Surat Rekomendasi Permohonan Pembangunan Gereja ke Pemkot Bogor.
  2. Pemkot Bogor membentuk Tim Verifikasi Pemkot untuk mengkaji dimana BPN dan Lurah Curug Mekar serta Departemen Agama adalah anggotanya
  3. Tim membutuhkan tambahan syarat yaitu Surat Pernyataan tidak keberatan warga sekitar.
  4. Lurah Curug Mekar AGUS ATENG M.S, SE menyelenggarakan sosialisasi dan mengerahkan stafnya SUNTAWIJAYA mengumpulkan tanda tangan warga
  5. Staf Kelurahan  SUNTAWIJAYA meminta bantuan Ketua RT yaitu MUNIR KARTA bin SUKARTA untuk mengumpulkan tanda tangan.
  6. Ketua RT yaitu MUNIR KARTA bin SUKARTA membohongi 6 warganya untuk menandantangi Surat Pernyataan dengan alasan mendukung pendirian rumah sakit Hermina.

Kerabatku sekalian, Surat Pernyataan Tidak Keberatan Warga tertanggal 8 dan 15 Januari 2006 adalah tambahan syarat yang diupayakan oleh Tim Verifikasi Pemkot melalui anggota tim yaitu Lurah Curug Mekar. Kedua surat tersebut bukan karya GKI Yasmin namun karya Tim Verifikasi Pemkot yaitu Lurah Curug Mekar. BPN sebagai salah satu anggota Tim Verifikasi Pemkot tidak menerima kedua surat tersebut dari GKI Yasmin namun dari sesama anggota tim yaitu Lurah Curug Mekar.

Itu sebabnya Tim Advokasi GKI Yasmin menyangkal karena memang tidak memasukkan kedua surat tersebut untuk melengkapi Surat Rekomendasi Permohonan Pembangunan Gereja ke Pemkot Bogor tahun 2005. Juga menyangkal karena memang tidak pernah memberikan kedua surat tersebut ke BPN.

Handai taulanku sekalian, meskipun tindakan memberi uang Rp. 100.000,- (seratus ribu) diungkapkan di pengadilan namun MUNIR KARTA bin SUKARTA tidak pernah dituduh apalagi terbukti melakukan SUAP. Hal itu karena uang tersebut adalah uang pengganti ongkos warga yang menghadiri acara sosialisasi yang berasal dari Tim Verifikasi Pemkot yang disalurkan melalui anggota tim yaitu Lurah Curug Mekar.

Meskipun Achmad Iman NGOTOT menuduh GKI Yasmin yang memasukkan Surat Pernyataan Tidak Keberatan Warga tertanggal 8 dan 15 Januari 2006 ke BPN namun pengadilan menyangkalnya.

Meskipun Achmad Iman NGOTOT menuduh vonis pengadilan atas MUNIR KARTA bin SUKARTA adalah BUKTI bahwa GKI Yasmin melakukan pemalsuan dan penipuan dukungan warga namun pengadilan menyangkalnya.

Meskipun Achmad Iman NGOTOT menuduh IMB GKI Yasmin tidak sah karena terbukti tidak memenuhi persyaratan mendirikan rumah ibadah namun pengadilan menyangkalnya.

Handai taulanku sekalian, meskipun tampil saleh dengan baju koko dan kopiah namun sayang sekali Ketua Forkami Achmad Iman kembali terbukti MEMFITNAH GKI Yasmin.

Meskipun mengagul-agulkan diri sebagai pejuang penegakan hukum namun Ketua Forkami Achmad Iman kembali terbukti MENIPU umat Islam dan masyarakat.

Forkami yang adlah Forum komunikati Muslim Indonesia digunakan oleh Achmad Iman menjadi Forum KUTIPU Muslim Indonesia. Benar-benar terlalu. Mengenaskan.

Silahkan klik di SINI untuk membaca kisah penipuan publik Forkami yang lainnya.

Advertisements

22 thoughts on “Penipuan Forkami Tentang Rekomendasi BPN

  1. Apapun kata ente, dokumen tgl 8 dan 15 Januari 2011 itu ADA di Surat Bukti Penerimaan berbagai persyaratan dari BPN poin 8.
    dan Surat Bukti Penerimaan berbagai persyaratan dari BPN itu ditujukan kepada GKI Pengadilan, bukan GKI Yasmin. atas nama Sumantoro. Bahkan Bukan juga ke Kelurahan Curug Mekar.
    It is Well Confirmed.

    Jadi, mana tipuannya ?

  2. ini Surat BPN, atas penerimaan seluruh persyaratan, ingat, Surat BPN ini adalah Bukti Penerimaan Persyaratan, dan ditujukan ke Sumartono, GKI Pengadilan, bukan GKI Yasmin.

    Sesuai surat pemberitahuan dari saudara pdt. Sumantoro bertindak untuk dan atas nama Gereja Kristen Indonesia Jabar tanggal 27 Februari 2006 DITERIMA DENGAN LENGKAP tanggal 13 Maret 2006, yang pada pokoknya menyampaikan Laporan Perolehan dan Rencana Perubahan Penggunaan Tanah untuk keperluan pembangunan Gereja…….

    1..
    2..
    dst
    8. Bahwa terhadap rencana pembangunan Gereja PEMOHON TELAH MEMPEROLEH PERSETUJUAN sebagaimana tertuang dalam copy Surat Pernyataan Tidak Keberatan Masyarakat tanggal 8-1-2006 dan Warga Masyarakat Curugmekar dan copy Berita Acara tanggal 15-1-2006 dari warga masyarakat Perumahan Taman Yasmin Sektor III RW VIII Kelurahan Curugmekar yang diketahui oleh RW.VIII, Ketua LPM Kel Curugmekar dan Lurah Curugmekar Kec. Bogor Barat Kota Bogor.

    • Anda itu memang PENIPU. Gembar-gembor berLagak berjuang menegakkan HUKUM namun ketika berhadapan dengan KEPUTUSAN pengadilan yang berkekuatan hukum tetap anda malah DEBAT KUSIR? Ha ha ha ha … selama ini kan anda mengagul-agulkan Keputusan Pengadilan perkara Munir Karta bin Sukarta, kok anda MENAYNGKAL setelah berhadapan dengan isi KEPUTUSANNYA? Tapi ini bukan pertama kali anda BERLAGAK berjuang menegakkan HUKUM namun MENGHASUT umat Islam MENENTANG Keputusan Pengadilan dan Keputusan MA, bukan? Ini lho salah satu REKAMAN waktu anda menghasut umat Islam menentang Keputusan MA. Semoga anda masih punya MALU kang. ha ha ha ha ha …

      • Tahu nggak, kenapa Putusan MA tidak menjadi persoalan besar ? karena Putusan MA HANYA TERKAIT soal Proses Pembekuan IMB lho…
        Warga tidak tertarik mengurusi ini, yang penting, Putusan MA SUDAH DILAKSANAKAN Pemkot Bogor, Tanggal 8 Maret 2011, dan kalau ente mengatakan Putusan MA belum dilaksanakan, itu artinya yang bermasalah ente sendiri.

      • NIH, ada 2 hal,
        1. Bermasalahnya SK Dinas Tata Kota dan Pertamanan, karena Proses Pembekuannya TIDAK BENAR, maka dalam hal ini Keputusan Pengadilan Sudah Incrah bahwa SK Dinas Tata Kota Harus Dicabut.
        Ingat, Objek Gugatan adalah Spesifik SK Dinas Tata Kota tgl 14 Feb 208, tentang PEMBEKUAN IMB, BUKAN SOAL IMB.
        Dan INILAH satu-satunya Perintah PUTUSAN PTUN : Memerintahkan Kepada Tergugat Untuk mencabut SK Dinas Tata Kota dan Pertamanan, tgl 14 Februari 2008.

        Walikota sudah Melaksanakan Putusan MA ini ; tgl 8 Maret 2011, sejak itu, IMB telah Cair Kembali.

        2. Terhadap IMB, Walikota Mencabut IMB, tanggal 11 Maret 2011,adalah menyangkut Bebarapa Hal yg Spesifik di beberapa butir pencabutan IMB, sedangkan tambahannya adalah Alasan Keabsahan Dokumen yg telah CACAT sebagai persyaratannya yg DIKETAHUI di KEMUDIAN HARI, serta menimbulkan keresahan Masyarakat sekitar di LOKASI TERDEKAT.

        Terhadap Pencabutan IMB ini, Majelis Jemaat mempertanyakan dan meminta Fatwa MA,tgl 26 Maret 20011,
        Maka di Jawab Oleh MA tgl 1 Juni 2011, dg SPESIFIK, terkait Pencabutan IMB tgl 11 Maret 2011, di poin 5 Fatma MA:
        -intinya- silahkan menggugat apabila merasa dirugikan atas di CABUT IMB pada tgl 11 Maret 2011, ke Pengadilan.

        Pengadilan sudah berbicara, Tinggal Action saja, tapi Temen-temen ente (Jayadi dan Bona) itu bukannya menggugat, malah OVER ACTING kesana kemari tidak jelas. akhirnya yang meninggalkan gelanggang pengadilan siapa ?yang debat kusir siapa?

        • Achmad Iman, silahkan klik di SINI untuk melihat Penipuan Forkami Tentang Melaksanakan Putusan MA. Ha ha ha ha ha … Seperti yang sudah sering saya katakan, PERCUMA anda NGOTOT menipu umat Islam dan masyarakat sebab semua PENIPUAN anda sudah DIBONGKAR helai demi helai seperti menguliti bawang bombai sehingga kelihatan BUSUKnya. ha ha ha ha …. sing boga ERA atuh kang.

          • HAHAHA…
            Ingus…bolak-balik, artinya Dungu, PUTAR PUTER artinya Bebal.
            Bingung sendiri tak ada kenyataan, cuma Nulis Ngawur tanpa ada kenyataan…

            hahahaha

            • Kenyataannya adalah Achmad Iman Ketua forkami mengaku berjuang untuk penegakkan padahal yang dia lakukan adalah MENIPU umat islam dan masyarakat. ha ha ha … Sekarang semua TIPUANNYa dibongkar helai demi helai seperti menguliti bawang bombai sehingga kelihatan busuknya. Ha ha ha ha … Satu hal lagi yagn belum saya bongkar adalah PENIPUAN anda tentang Fatwa MA. ha ha ha ha … Anda MENIPU umat Islam dengan FITNAH bahwa GKI Yasmin menyembunyikan poin ke 5 Fatwa MA dari Ombudsman RI. Ha ha ha ha …. anda juga MENIPU umat Islam dan masyarakat bahwa GKI Yasmin tidak berani menggugat sesuai dengan Fatwa MA padahal FAKTANYA GKI Sudah menggugat Walikota Bogor ke Ombudsman RI dan hasilnya adalah VONIS ombudsman RI bahwa Walikota Maladministrasi yaitu MELAWAN hukum dan MENGABAIKAN kewajiban hukum. Ha ha ha ha ha …. Sing boga ERA atuh kang. Katanya berjuang untuk pengakkan hukum kok yang dilakukan MENIPU umat islam dengan MENELIKUNG hukum sich? ha ha ha ha …..

  3. dan Ingat, di Pengadilan, Pengacara Munir Karta adalah juga Pengacara GKI Yasmin.
    ini adalah keterkaitan paling mencolok yang diperlihatkan oleh Panitia Pembangunan GKI Yasmin.

    Munir Karta dan GKI Yasmin saling berkaitan, sejak awal, sebab Ketua Panitia Pembangunan, Thomas Wadudara, mengalami Penolakan dari Warga Terdekat di Lokasi, sehingga mengupayakan “CARA LAIN”.

    • Achmad Iman, sing boga ERA atuh kang. Selama ini kan anda mengagul-agulkan Keputusan Pengadilan atas perkara munir Karta bin Sukarta? kok sekarang MENENTANGNYA setelah dikutip isinya untuk membuktikan anda melakukan PENIPUAN tentang Rekomendasi BPN? ha ha ha ha … Sudahlah kang. jangan berlagak berjuang untuk penegakkan Hukum sebab faktanya anda cuman orang yang PICIK jiwanya dan sempit hatinya namun LICIK menghalalkan segala CARA untuk MERUSAK hukum di NKRI. nich salah satu KEBUSUKAN anda yang terekam VIDEO ketika menghasut umat islam menentang Keputusan MA. JANGAN KABUR lu ya. ha ha ha …

  4. Surat Pernyataan Tidak Keberatan Warga yg dimiliki oleh GKI Yasmin, Tahun 2002 dan 2003, dianggap TIDAK RESMI. Tidak ada Instansi Kelurahan sebagai pengesahannya, Serta Tidak Mencerminkan Keadaan yang sebenarnya.
    Karena itu, Pemkot Bogor meminta Panitia Membuat lagi yang Resmi, awal tahun 2006.
    Bahkan Pemkot Bogor melalui Kelurahan membantu membuat Pertemuan dll.
    Nah, ternyata, sudah difasilitasi pun, tetap saja terbukti DI PENGADILAN ada manipulasi dan pemalsuan tanda tangan warga, ditambah lagi, Warga Terdekat menyatakan KEBERATAN di tanggal yang sama, 15 Januari 2006.
    Yaitu adanya Surat dari Ketua RT 08/RW 08, no. 01/KM/01/06 tanggal 15 Januari 2006. Isinya adalah Penegasan Penolakan Terhadap Rencana Pembangunan GKI Yasmin, disertai lampiran Tanda Tangan Seluruh Warga RT 08/RW 08 (Bangunan Warga ini, menempel dg Tembok Rencana “GKI Yasmin”).

    Kalau Warga di LOKASI TERDEKAT MENOLAK, apakah akan terus dilanjutkan ?
    Kalau ada manipulasi dan kecurangan, apakah akan terus dilanjutkan ?
    Kalau tujuannya baik, yaitu membangun rumah ibadah dianggap baik, mengapa menggunakan cara yang tidak baik?

    • Forkami: Surat Pernyataan Tidak Keberatan Warga yg dimiliki oleh GKI Yasmin, Tahun 2002 dan 2003, dianggap TIDAK RESMI.

      Keputussan Pengadilan munir Karta bin sukarta: Berdasarkan hasil rapat tim tersebut, maka pemohon dalam hal ini Gereja Kristen Indonesia (GKI) Bogor harus menambah persyaratan lain untuk memperoleh izin membangun sebuah gereja yaitu berupa Surat Pernyataan tidak keberatan dari warga sekitar tentang rencana pembangunan Gereja Kristen Indonesia di wilayah Kelurahan Curug Mekar Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor;

      Ahcmad Iman, Kalau mau MENIPU umat Islam kira-kira dong? ha ha ha ha …. Surat Keputusan Pengadilan Munir karta bin Sukrta di atas GAMBLANG sekali lho? Anda itu kok NGOTOT nipu sich? sing boga era atuh kang. ha ha ha ha …

  5. Surat BPN kepada Sumantoro mempertegas bahwa Panitia Pembangunan GKI Yasmin Menggunakan Dokumen tgl 8 dan 15 Januari hasil kerjaan Munir Karta, jadi sama saja menggunakan Hasil Kejahatan, sebagai pelengkap persyaratan.

    Jadi Mana Fitnahnya ?

  6. Hehe… lihat komentar komentar
    “Pak Putra YANG TERHORMAT”
    bukannya bikin saya yg bodoh ini tambah pintar, malah bikin saya tambah bodoh hehehehe…
    pak, harusnya anda berbicara pada rumput yang bergoyang
    Aya aya wae, maneh gelo nya atawa kurang salawe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s