Penipuan Forkami Tentang Melaksanakan Putusan MA


Gambar: komunitasbambu.com

Bukan hanya Ketua Forkami Achmad Iman saja yang menipu umat Islam dan masyarakat bahwa Walikota Bogor sudah melaksanakan Keputusan MA, Walikota Bogor Bima Arya juga melakukan penipuan yang sama.

Transkrip Pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman Menit ke 11:19-13:22:

Dan Akhirnya MA melihat ada satu kesalahan di dalam proses pembekuan dimana pembekuan itu izinnya dikeluarkan oleh selevel kepala dinas tapi dibekukan oleh selevel di bawahnya. Jadi tidak proseduril. Maka MA memutuskan agar Walikota mencairkan kembali. Keputusan MA itulah yang saat ini dipegang mereka dan dikatakan bahwa Walikota tidak mengikuti putusan MA. Bahkan mereka sampai ke Ombudsman mengatakan hal itu.

Tapi mereka menutupi kenyataan bahwa tanggal 8 Maret 2011 yang lalu Walikota sudah mencairkan dalam arti mencabut SK pembekuan tersebut yang artinya IMB itu ada. Dan ini pun sudah disampaikan di depan Komisi III DPR RI bahwa Walikota sudah mengikuti Keputusan MA sebagai warga negara yang baik.

Tetapi kasus pencabutan IMB yang dilakukan oleh Walikota tiga hari setelah pembekuan itu, itu adalah ranah hukum yang berbeda dikarenakan tiga alasan: Resistensi masyarakat yang merasa dibohongi dan ditipu itu. Yang kedua alasan stabilitas keamanan. Dan yang ketiga terbuktinya vonis, sudah divonisnya Munir Karta yang melakukan penipuan dan pemalsuan. Jadi, murni kriminal. Walikota sudah melakukan apa yang diputuskan oleh MA lalu mencabut IMB itu dengan dasar tiga hal tadi.

Dan ini ranah hukum yang berbeda namun mereka tidak mau menunjukkan bahwa ini sudah dicabut, semata-mata Walikota nggak ngikutin putusan MA bahkan ada Politikus mengatakan Walikota menelikung Keputusan MA. Saya tidak. Saya kaget mendengar hal itu. Walikota padahal dengan jelas, dengan tegas di depan Komisi III yang saat itu saya juga hadir, “bahwa saya sudah mengikuti putusan MA.”

Bengcu Menggugat:

Achmad iman: MA melihat ada satu kesalahan di dalam proses pembekuan dimana pembekuan itu izinnya dikeluarkan oleh selevel kepala dinas tapi dibekukan oleh selevel di bawahnya. MA memutuskan agar Walikota mencairkan kembali (red: Surat Pembekuan IMB gereja Yasmin).

Kerabatku sekalian, isi Keputusan MA adalah MENOLAK permohonan PK Walikota Bogor. Itu sebabnya pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman bahwa “MA memutuskan agar Walikota mencairkan kembali (red: Surat Pembekuan IMB gereja Yasmin)” adalah PENIPUAN publik.

MA menolak permohonan PK dengan ALASAN Walikota Bogor terlambat mengajukan permohonan. Itu sebabnya pernyataan Ketua Forkami Achmad Iman bahwa “MA melihat ada satu kesalahan di dalam proses pembekuan dimana pembekuan itu izinnya dikeluarkan oleh selevel kepala dinas tapi dibekukan oleh selevel di bawahnya. Jadi tidak proseduril.” Adalah PENIPUAN Publik.

Kenapa Achmad Iman NGOTOT melakukan penipuan publik di atas?  Dia NGOTOT melakukan penipuan publik demikian untuk mendukung PENIPUAN publik berikutnya bahwa Walikota Bogor sudah melaksanakan Keputusan MA dan mencabut IMB gereja Yasmin sesuai prosedur. Mari kita bongkar penipuannya.

Isi Keputusan PTUN yang berkekuatan hukum tetap oleh Keputusan MA:

  1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya.
  2. Menyatakan batal Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor Nomor: 503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Pebruari 2008;
  3. Memerintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor Nomor: 503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Pebruari 2008;
  4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sejumlah Rp. 59.000,- (Lima puluh sembilan ribu rupiah;

Kerabatku sekalian, kenapa Pengadilan memerintahkan untuk mencabut Surat Pembekuan IMB? Karena surat tersebut dibatalkan. Kenapa Surat Pembekuan IMB dibatalkan? Karena Pengadilan MENGABULKAN gugatan Para Penggugat untuk SELURUH-nya.

Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya berarti mengakui keabsahan IMB Gereja Yasmin karena berdasarkan bukti P-7 sampai dengan bukti P-19, terungkap fakta hukum Para Penggugat telah melakukan upaya untuk melengkapi persyaratan pengajuan permohonan IMB Gereja dan persyaratan tersebut telah dapat dipenuhi oleh Para Penggugat, dengan bukti diterbitkan IMB (Bukti P-2).

Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya berarti mengakui kedaulatan Pasal 21 Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006/Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadah bahwa PENGADILAN adalah satu-satunya yang berhak membatalkan IMB rumah ibadah.

Melaksanakan Keputusan MA berarti mengakui Keputusan PTUN berkekuatan hukum tetap. Melaksanakan Keputusan MA berarti mengakui keabsahan IMB gereja Yasmin berkekuatan hukum tetap. Melaksanakan Keputusan MA berarti mengakui satu-satunya yang berhak membatalkan IMB rumah Ibadah adalah Pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Kerabatku sekalian, kita tahu sekarang Achmad Iman dan Walikota Bogor NGOTOT berbohong bahwa isi Surat Keputusan MA adalah: MA melihat Surat Pembekuan IMB gereja Yasmin salah prosedur makanya memerintahkan untuk mencabutnya untuk mendukung PENIPUAN publik bahwa Walikota mencabut IMB gereja Yasmin sesuai prosedur.

Tindakan Walikota mencabut Surat Pembekuan IMB memang sesuai Keputusan MA namun tindakannya mencabut IMB gereja Yasmin menurut VONIS Ombudsman RI adalah bentuk MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM serta bertentangan dengan Keputusan MA.

Kerabatku sekalian, mau jadi apa Kota Bogor yang dipimpin oleh Walikota Bima Arya yang MENIPU warganya? Mau dibawa kemana Forkami yang dipimpin oleh Ketua Achmad Iman yang NGOTOT menipu umat Islam dan masyarakat sambil berlagak pejuang penegakkan hukum?

Handai taulanku sekalian, bersabarlah. Nanti kita akan membongkar PENIPUAN Walikota Bogor Bima Arya helai demi helai seperti menguliti bawang bombai di dalam blog berjudul: Penipuan Bima Arya Tentang GKI Yasmin.

Silahkan klik di SINI untuk membaca kisah penipuan publik Forkami yang lainnya.

21 thoughts on “Penipuan Forkami Tentang Melaksanakan Putusan MA

  1. Pertama ini dulu…
    PUTUSAN PTUN :
    1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya.
    2. Menyatakan batal Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor Nomor: 503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Pebruari 2008;
    3. Memerintahkan kepada Tergugat untuk mencabut Surat Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor Nomor: 503/208-DTKP Perihal Pembekuan Izin tertanggal 14 Pebruari 2008;
    4. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sejumlah Rp. 59.000,- (Lima puluh sembilan ribu rupiah;

    1. Bermasalahnya SK Dinas Tata Kota dan Pertamanan, karena Proses Pembekuannya TIDAK BENAR, maka dalam hal ini Keputusan Pengadilan Sudah Incrah bahwa SK Dinas Tata Kota Harus Dicabut.
    Ingat, Objek Gugatan adalah Spesifik SK Dinas Tata Kota tgl 14 Feb 208, tentang PEMBEKUAN IMB, BUKAN SOAL IMB.
    —————————————————————————-
    Dan INILAH satu-satunya Perintah PUTUSAN PTUN, LIHAT POIN 3 : Memerintahkan Kepada Tergugat Untuk mencabut SK Dinas Tata Kota dan Pertamanan, tgl 14 Februari 2008….
    —————————————————————————-

    CUMA ORANG BODOH YANG TIDAK BISA MEMBACA PERINTAH.
    CUMA ORANG BODOH YANG BISA MENGKLAIM SUATU PENGKABULAN SEBAGAI PERINTAH.

    Walikota sudah Melaksanakan Putusan MA ini ; tgl 8 Maret 2011, sejak itu, IMB telah Cair Kembali.

    2. Terhadap IMB, Walikota Mencabut IMB, tanggal 11 Maret 2011,adalah menyangkut Bebarapa Hal yg Spesifik di beberapa butir pencabutan IMB, sedangkan tambahannya adalah Alasan Keabsahan Dokumen yg telah CACAT sebagai persyaratannya yg DIKETAHUI di KEMUDIAN HARI, serta menimbulkan keresahan Masyarakat sekitar di LOKASI TERDEKAT.

    Terhadap Pencabutan IMB ini, Majelis Jemaat mempertanyakan dan meminta Fatwa MA,tgl 26 Maret 20011,
    Maka di Jawab Oleh MA tgl 1 Juni 2011, dg SPESIFIK, terkait Pencabutan IMB tgl 11 Maret 2011, di poin 5 Fatma MA:
    -intinya- silahkan menggugat apabila merasa dirugikan atas di CABUT IMB pada tgl 11 Maret 2011, ke Pengadilan.

    Pengadilan sudah berbicara, Tinggal Action saja, tapi Temen-temen ente (Jayadi dan Bona) itu bukannya menggugat, malah OVER ACTING kesana kemari tidak jelas. akhirnya yang meninggalkan gelanggang pengadilan siapa ?yang debat kusir siapa?

    • TEMPO.CO , Bogor:Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan pihaknya sudah menerima dan membaca surat yang dikirimkan oleh Dewan Gereja Dunia yang berkantor pusat di Jenewa tertanggal 16 Januari 2015. Surat itu ditandatangani Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit. Surat ini merespon ancaman pembongkaran rumah ibadah milik GKI di Perumahan Yasmin oleh Pemerintah Kota Bogor.

      “Kita akan menyampaikan surat balasan. Tidak ada rencana Pemkot menghancurkan bangunan rumah itu,” kata Bima Arya saat dihubungi Tempo, Rabu, 21 Januari 2015. (Baca:GKI Yasmin Terancam Dibongkar Paksa)

      Dia mengatakan ada persepsi yang tidak pas dalam persoalan dan polemik yang terjadi antara GKI Yasmin dengan Pemerintah Kota Bogor terkait bangunan yang akan dijadikan sebagai gereja. Pemkot Bogor menyegel bangunan ini . “Kita akan jelaskan kronologis polemik kasus hukumnya,” kata dia.

      Akan tetapi, ungkap Bima, sebagai Wali Kota Bogor akan selalu siap untuk berkomunikasi dengan semua pihak untuk memastikan warga Kota Bogor yang menjadi anggota GKI Pengadilan bisa memiliki tempat ibadah baru. ” Saya siap berkomunikasi dengan semua pihak untuk memastikan bahwa warga saya, jemaat GKI Pengadilan bisa memiliki tempat ibadah baru,” kata Bima. (Baca:Satpol PP Bogor Larang Ibadah Natal GKI Yasmin)

      Karena, tambah Bima, memang sudah sangat dibutuhkan lokasi tersebut, seiring dengan perkembangan jumlah jemaat yang bertambah. “Yang pasti, sesegera mungkin surat balasan untuk Dewan Gereja Dunia ini akan kami kirimkan,” kata dia.

      Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging dalam siaran perssnya mengatakan, jika Dewan Gereja Dunia melalui Sekretaris Jenderal Dewan Gereja Dunia, Pendeta Dr. Olav Fykse Tveit, mengirimkan surat pada Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto terkait adanya ancaman pembongkaran bangunan milik GKI di Perumahan Yasmin. “Surat ini juga karena berlarut-larutnya diskriminasi yang dialami GKI Yasmin,” kata Bona. (Baca:Bima Arya: Tidak Ada Jamaah GKI Yasmin)

      Bona mengatakan surat tersebut sudah diterima secara resmi oleh Wali Kota Bogor pada hari Senin 19 Januari 2015 lalu. Dalam isi suratnya, Dewan Gereja Dunia memiliki keanggotaan di seluruh dunia termasuk 27 gereja di Indonesia. GKI termasuk di dalamnya.

      Bahkan Dewan Gereja Dunia pun sudah sempat berkunjung ke Indonesia pada Juni 2012, dan ikut beribadah bersama jemaat GKI Yasmin . Baru-baru ini, saya mendapatkan informasi bahwa gereja mereka sekali lagi mendapatkan ancaman untuk dihancurkan.

      Dalam pemahaman Dewan Gereja Dunia terhadap situasi ini, jemaat GKI Yasmin berhak sepenuhnya untuk berkumpul dan beribadah sebagaimana disampaikan dalam laporan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa. (Baca: Bima Arya Segel Gereja, Ini Respons GKI Yasmin)

      Bahkan berdasarkan keputusan Mahkamah Agung Indonesia juga mengakui hak komunitas ini dan putusan Mahkamah Agung 2010 yang menyatakan tidak sahnya pembekuan IMB gereja pada 2008 adalah bersifat mengikat secara hukum bagi Pemerintah Kodya Bogor.

      Lebih lanjut, Ombudsman Republik Indonesia, yang di dalam sistem hukum Indonesia memiliki kewenangan untuk mengeluarkan rekomendasi yang sifatnya mengikat, juga membuat keputusan yang mendukung gereja terkait dengan pencabutan IMB gereja pada 2011. (Baca: Negara Dinilai Ikut Langgar Hak Kebebasan Beragama)

      “Dalam suratnya Dewan Gereja Dunia memohon kepada Wali Kota, untuk menghormati dan melaksanakan keputusan Mahkamah Agung dan Ombudsman Republik Indonesia,” kata Bona.

      M SIDIK PERMANA

  2. kedua ini dulu..

    //Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk seluruhnya berarti mengakui keabsahan IMB Gereja Yasmin karena berdasarkan bukti P-7 sampai dengan bukti P-19, terungkap fakta hukum Para Penggugat telah melakukan upaya untuk melengkapi persyaratan pengajuan permohonan IMB Gereja dan persyaratan tersebut telah dapat dipenuhi oleh Para Penggugat, dengan bukti diterbitkan IMB (Bukti P-2).//

    Sebulan setelah Putusan MA, ada vonis pengadilan, yang menyatakan Dokumen Persyaratan yg di katakan oleh bengcu SAH, ternyata adalah hasil Penipuan dan Manipulasi. Bahkan PTUN, dikemudian hari menguatkan pula, kemudian MA juga menguatkan pula.

    Artinya benar, menurut PTUN, Objek Gugatan, Yaitu SK Dinas Tata Kota yang membekukan IMB, bersifat ; Kongkret, Individual dan Final.

    So, mengaitkan Putusan MA 9 Des 2010 dengan label “IMB SAH” adalah suatu kesalahan besar.

    • Achmad Iman, sing boga ERA atuh. Yang terbukti bersalah melakukan pemalsudan adalah Munir Karta bin Sukarta kenapa anda NGOTOT menipu umat islam dan masyarakat dengan memfitnah GKI Yasmin yang bersalah? Keputusan PEngadilan tidak bilang Dokuken itu menjadi tidak SAH kenapa anda NGOTOT menipu umat Islam dengan FITNAH dokumen tersebut tidak SAH? ha ha ha ha ….

      Saudara-saudara kaalau mau membaca PENIPUAN Achmad Iman tentang Perkara Munir Karta, klik di SINI saja untuk membacanya.

      Kisanak, saya kasih tahu ya. BERKEKUATAN HUKUM tetap artinya TIDAK BISA dibatalkan lagi. Keputusan PTUN bahwa IMG GKI Yasmin SAH berkekuatan hukum TETAP artinya TIDAK bisa dibatalkan lagi. Katanya ngerti hukum kok nggak paham arti BERKEKUATAN HUKUM tetap ya? katanya PEJUANG penegakkan HUKUM kong MENGHASUT masyarakat melawan Keputusan MA ya? Sudahlah kang, jangan berlagak PEJUAng kalau FAKTANYA anda hanay PENIPU dan PENGHASUT. ha ha ha …

      • Tidak Menjelaskan Apapun,

        bengcu :
        //MA menolak permohonan PK dengan ALASAN Walikota Bogor terlambat mengajukan permohonan. Ketua Forkami Achmad Iman MENIPU umat Islam dan masyarakat bahwa MA membuat keputusan karena “melihat ada satu kesalahan di dalam proses pembekuan dimana pembekuan itu izinnya dikeluarkan oleh selevel kepala dinas tapi dibekukan oleh selevel di bawahnya. Jadi tidak proseduril.”//

        Kembali lagi, Putusan MA, menyatakan Menolak PK, Maka Menguatkan PT. dan PT Bandung, Menguatkan Pengadilan Negeri Bogor.
        Yuk kembali ke Pengadilan Negeri Bogor,
        tentang Objek Gugatan, dengan Posita perkara A poin b:
        Objek gugatan dikeluarkan oleh PEJABAT TATA USAHA Negera, yang dalam hal ini dikeluarkan oleh tergugat yang memiliki kewenangan dan jabatannya merupakan Pejabat Tata Usaha Negara; sedangkan objek gugatan berisi tindakan hukum Tata Usaha Negara yang dalam hal ini adalah tindakan membekukan IMB Gereja.
        Maka Penggugat, dalam hal ini Mempunyai Kepentingan menggugat,
        yuk kita baca : Posita perkara C poin 2:
        ……….padahal tergugat adalah Kepala Dinas Tata Kota dan Pertamanan Kota Bogor yang SEHARUSNYA SECARA KONSISTEN MEMPERTAHANKAN DAN MELAKSANAKAN SURAT KEPUTUSAN WALIKOTA BOGOR …..

        Nah, bengcu mengatakan //Ketua Forkami menipu karena membuat keputusan karena “melihat ada satu kesalahan di dalam proses pembekuan dimana pembekuan itu izinnya dikeluarkan oleh selevel kepala dinas tapi dibekukan oleh selevel di bawahnya. Jadi tidak proseduril.”//

        Jadi Terjawab, siapa yang memfitnah.

  3. Ketiga ini,

    bengcu: //Tindakan Walikota mencabut Surat Pembekuan IMB memang sesuai Keputusan MA namun tindakannya mencabut IMB gereja Yasmin menurut VONIS Ombudsman RI adalah bentuk MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM serta bertentangan dengan Keputusan MA.//

    1. Tindakan Walikota mencabut Surat Pembekuan IMB memang sesuai Keputusan MA.
    —-> Ini adalah pengakuan bengcu, bahwa PUTUSAN MA Sudah DILAKSANAKAN. Akhirnya….

    2. namun tindakannya mencabut IMB gereja Yasmin menurut VONIS Ombudsman RI adalah bentuk MALADMINISTRASI berupa PERBUATAN MELAWAN HUKUM dan PENGABAIAN KEWAJIBAN HUKUM serta bertentangan dengan Keputusan MA.
    —-> Ombudsman RI, Update terakhir, tgl 22 Januari 2015; menyatakan ; SELURUH URUSAN DISERAHKAN PADA WALIKOTA BOGOR. Solusi akhir adalah RELOKASI. Selesai.
    Dilanjutkan dengan Pertemuan Seskab RI utusan Jokowi, sudah Confirmed dengan Walikota, AKAN DISELESAIKAN tanpa campur tangan “Pihak Lain”, Melainkan dengan Pihak Yang Pertama Ingin Membangun Gereja Baru di Yasmin.
    Jadi Posisi Sekarang, Walikota Akan Membantu Pihak GKI Pengadilan, untuk membangun gereja baru yang jelas bukan di Lokasi Yasmin yang Lama (Jl KH Abdullah bin Nuh 31) .

    Jadi SOLUSI sudah ada. Yang NGOTOT siapa ??
    lagipula bengcu ini apa urusannya ? Jemaat GKI Yasmin bukan, Warga di Lokasi juga Bukan ..

    • Forkami: Yang NGOTOT siapa??

      Yang NGOTOT menipu umat Islam dan massyarakat namanya Achmad Iman. Silahkan klik di SINI untuk melihat SEMUA TIPUANNYA yang sudah dibobgkar helai demi helai seperti menguliti bawang bombai sehingga ketahuan BUSUKNYa. Bersabarlah SERIAL PEnIPUAN FORKAMI akan lengkap ketika saya mengunggah blog berjudul PENIPUAN FORKAMI Tentang FATWA MA. ha ha ha ha … Setelah itu kita akan BOngKAR penipuan BIMA ARYA Tentang GKI Yasmin. Ha ha ha ha ha …

      Ombudsman adalah LEMBAGA NEGARA bekerja menurut Undang-Undang. Ketika mendapat LAPORAN dari WNI Ombudsman pun melakukan Investigasi . Berdasarkan hasil INVESTIGASI itulah Ombudsman membuat REKOMENDASI.

      sehubungan dengan Surat Pencabutan IMB gereja Yasmin, Ombudsman sudah melakukan INVESTIGASI baik pihak GKI yasmin maupun Walikota sudah diundang untuk menyampaikan DATA dan FAKTA secara lisan dan tulisan. Berdasarkan hasil INVESTIGASI itulah ombudsman membuat REKOMENDASI.

      Itu sebabnya tuduhan Achmad Iman bahwa Ombudsman hanya mendengarkan GKI Yasmin namun tidak mendengarkan Walikota Bogor adalah PEnIPUAN publik alis FITNAH.

      SEkarang Achmad Iman kembali melancarakan FITNAH bahwa Ombudsman telah memanggilnya dan mendukung keputusan Walikota untuk RELOKASI gki Yasmin setelah mendengar penjelasannya? ha ha ha ha … Anak kecil juga tahu Ombudsman tidak mungkin menggunakan FORKAMI untuk MENYEBAR rekomendasinya secara lisan. ha ha ha ha … Jadi kang Achmad Iman, kalau mau MENIPU umat Islam sing CERDAS atuh kang.

      • Umat Islam TIDAK BISA DITIPU, itu sebabnya Sampai sekarang, belum pernah ada yang namanya GKI YASMIN, ini sesuai dengan Surat Edaran Majelis Jemaat GKI sendiri, tgl 15 Januari 2015.

        TIDAK ADA YANG NAMANYA GKI YASMIN.

        Lhoo…yang ngotot siapa ya ?

        • Achmad Iman, anda benar. Umat islam tidak bisa ditipu itu sebabnya semua TIPUAN anda DIBONGKAR tanpa tedeng aling-aling. Itu sebabnya, anda jangan NGOTOT menipu umat islam lagi ya? ha ha ha ha … PERCUMA. coba klik di SINI untuk membaca PENIPUAN Forkami Tentang Fatwa MA. Ha ha ha ha … sing boga ERA atuh kang. Masak udah dibongkar TIPUAN-nya bukannya BERTOBAT anda malah NGOTOT menipu? ha ha ha ha ha ha …

          Sama seperti di Bogor ada PENIPU yang namanya Achmad Iman yang siang MALAM MENIPU umat Islam namun berlagak pejuang penegakkan hukum, di GKI pun adalah PENJAHAT yang berusaha MenIPU masyarakat bahwa GKI Yasmin tidak ada. Jadi kalau mau tahu KEBEJATAN pada PENIPU di GKI itu ya silahkan klik di SINI dan di SINI.

          hai Achmad Iman anda mau BERKOMPLOT dengan para PENIPU GKI untuk MEnIPU umat Islam dan masyarakat ya? ha ha ha ha ….. PERCUMA dech. Ha ha ha ha ha … TIPUAN kalian sudah dibongkar sehingga kelihatan BUSUKNYa. ha ha ha ha …

  4. bengcu ini kaya ingus, bolak-balik.

    Cerdas itu artinya BERHASIL.

    Forkami BERHASIL MEMBUBARKAN GKI YASMIN, pada akhirnya, sesuai TARGET.
    bengcu TIDAK BERHASIL Mempertahankan GKI Yasmin dg Tulisan Ngaco nya.

    Di Dunia Nyata, tidak ada Kepalsuan Forkami, yang ada KEBERHASILAN Forkami.
    Di Dunia Nyata tidak ada Keberhasilan Bengcu, yang ada cuma Tulisan Kosong tanda TAK MAMPU berbuat apa-apa..

    WES EWES EWES….wkwkwk

    YANG PENTING HASIL DI DUNIA NYATA BRO..

    hahaha

  5. Anda yang pantas dikasihani Forkami, jika uang bisa memberi sedikit kekayaan pada jiwa dan moral yang miskin, pasti saya akan menggalang dana untuk membantu kepapaan anda. Mohon maaf tanpa bermaksud menghina, sulit saya temukan “kekayaan” anda Bang. Mengenaskan, dan wajib dikasihani.

    • Eko, Achmad Iman yang mengaku ketua Forkami memang PATUT dikasihani. Ha ha ha ha … Selama ini dia berlagak SALEH dan berlagak pahlawan, ternyata semua TIPUANNYA dibongkar helai demi helai seperti menguliti bawang bombai sehingga kelihatan busuknya. Ha ha ha ha ha … Umat Islam pasti bangga sekali melihat dia demikian. ha ha ha ha ha …. Achmad iman, K’CIAN dech lu!

      • Ketua Forkami, dalam waktu dekat akan ketemu Gubernur, Kemudian ketemu Presiden dan ketemu Panglima TNI, untuk urusan yang lebih besar daripada GKI Yasmin lebay ini.
        Ketua Forkami sudah jadi orang terpandang lhooo..

        nah,yang kasian tanda tak mampu siapa yaaa?

        Bengcu…kasiaaaaaaaan deh luuu wkwkwk

    • Itu menurut anda pak Eko, menurut Pengadilan tidak begitu, menurut Pengadilan, GKI Yasmin sudah selesai riwayatnya karena tidak mau menggugat di pengadilan. dan orang seperti bengcu ini, sok tau mau jadi pahlawan berkutu.

      • TEMPO.CO, Jakarta – Pelapor khusus PBB tentang kebebasan berkumpul dan berorganisasi, Maina Kiai, menyampaikan keprihatinannya atas situasi hak berkumpul masyarakat minoritas di Indonesia yang seringkali tidak dijamin oleh negara. Maina Kiai menyatakan keprihatinannya tersebut saat membacakan laporannya di hadapan peserta Sidang Dewan HAM PBB sesi ke-26, Senin, 10 Juni 2014.

        Ia kemudian menyinggung tentang diskriminasi yang dialami oleh kelompok minoritas agama di Indonesia dalam menyuarakan hak mereka untuk berkumpul. “Di Indonesia, sebagai contoh, kelompok minoritas agama, seperti Ahmadiyah, Bahai, Kristen dan Syiah, menghadapi serangan fisik dari kelompok militan Islam yang sedikit sekali mendapatkan perhatian pemerintah”, kata Maina.

        Pelapor khusus PBB ini juga mengungkap keprihatinannya tentang lemahnya penegakan hukum untuk melindungi hak setiap orang untuk berkumpul bagi kelompok agama minoritas. “Walaupun putusan Mahkamah Agung telah memberikan hak kepada GKI Taman Yasmin untuk membangun rumah ibadah di Bogor, Jawa Barat, pemerintah lokal menyegel bangunan tersebut pada tahun 2010. Sejak saat itu, para jemaat gereja dilarang untuk mendapatkan akses terhadap gereja mereka sendiri,” tulis Maina dalam laporannya.

        Komunitas Korban dan Pendamping Korban kepada wartawan, Selasa, 10 Juni 2014 menjelaskan laporan Maina berangkat dari sejumlah keprihatinan yang muncul dari proses di PBB sebelumnya dan belum mampu diselesaikan oleh negara secara komprehensif. “Untuk itu pula, korban dan pendamping korban mendesak pemerintah Indonesia agar lebih memperhatikan masalah tersebut dan memandang permasalahan ini sebagai suatu yang mendesak dalam membangun masyarakat Indonesia yang demokratis dan manusiawi,” ujar Komunitas itu dalam pernyataan persnya.

        Muhamad Subhi dari the Wahid Institute, anggota Komunitas Korban dan Pendamping Korban, menjelaskan Indonesia selalu mendapat rapor merah di PBB. Rapor ini, ujarnya, sebagai cerminan akurat akan situasi nasional. “Syukurnya korban-korban di Indonesia tidak diam. Sayangnya, saat ini juga di pihak para penyelenggara negara ada yang mencoba membuat persoalan ancaman intoleransi di Indonesia ini sebagai persoalan Indonesia saja tanpa pantauan dunia internasional,” ujar Subhi.

        Selain itu, kata Subhi, pejabat negara banyak yang mempertanyakan advokasi internasional karena dianggap sebagai tindakan yang mempermalukan Indonesia. Korban dan para pendampingnya diperlakukan sebagai ancaman yang dapat mempermalukan bangsa. “Padahal, pelaporan ke dunia internasional terjadi karena ada kebuntuan di nasional, keengganan di tingkat nasional untuk sungguh-sungguh menyelesaikan ancaman intoleransi.” (Baca:PGI Nilai Yudhoyono Melanggar Konstitusi)

        Juru bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging mengatakan pemerintah Indonesia tidak berniat menyelesaikan intoleransi. Yang ada hanya penyangkalan dengan cara mengecilkan persoalan. “SBY gagal total, tanpa kita tahu apakah SBY berniat menyelesaikan ini dalam sisa pemerintahannya,” kata Bona. Bila SBY tetap diam, ia melanjutkan, maka yang dilakukan adalah transfer persoalan ke presiden berikutnya.

        Adapun janji calon presiden Prabowo Subianto melalui adiknya, Hasyim Djojohadikusumo, di hadapan komunitas Kristen di Indonesia di Sekolah Tinggi Teologia Jakarta beberapa waktu lalu, menurut Bona, level putusan Mahkamah Agung dan Ombudsman lebih tinggi daripada janji jualan dalam kampanye pemilu presiden.

        “Putusan MA dan Ombudsman adalah perintah hukum bagi semua capres, bukan sesuatu yang dapat dikompetisikan bahwa bila capres A menang akan dibuka gereja GKI Yasmin, tapi kalau capres B menang maka GKI Yasmin tidak dibuka. Tidak seperti itu. Gereja GKI Yasmin harus dibuka sesuai hukum dan konstitusi siapa pun presiden masa depan Indonesia,” kata Bona. (Baca:Ahmadiyah Tolak Manifesto Gerindra)

        Direktur Eksekutif Human Rights Working Group Rafendi Djamin mengatakan dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Indonesia sudah empat kali dimasukkan dalam catatan buruk PBB terkait dengan perlindungan bagi kelompok minoritas. Pertama, saat Sidang Universal Periodic Review (UPR) pada tahun 2012. Kedua kalinya, dalam sidang review hak sipil politik 2012. Selanjutnya, sebulan lalu di Komite HAM PBB utk Hak Sosial dan Budaya. “Indonesia juga disoroti berapor merah dalam kaitan perlindungan minoritas.” (Baca:Komnas HAM: Aliansi Tak Berhak Larang Ajaran Syiah).

        Terakhir, di bulan Juni 2014, Indonesia diberi lagi rapor merah dari sudut penilaian hak atas kebebasan berkumpul secara damai dan berorganisasi, dimana dalam konteks ini pun Indonesia dianggap gagal oleh Dewan HAM PBB untuk melindungi kelompok minoritasnya. Terutama, sebagaimana disebutkan secara spesifik, kelompok Ahmadiyah, Syiah, Jemaat Gereja GKI Yasmin, dan Bahai. “Pemerintahan SBY gagal total di PBB dalam soal ini dan bahkan kini Indonesia dalam keadaan darurat nasional dalam kebebasan beragama yang mengancam demokrasi Indonesia,” kata Rafendi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s