Kenapa Anda Menggunakan Kata-Kata Kasar?


Gambar: wartabuana.com

Hanya orang miskin yang merasa hina diteriaki gembel. Orang cerdas tahu dirinya pintar meskipun dipoyoki dungu. Orang terhormat tidak merasa rendah waktu dihina. Orang benar mustahil menjadi salah karena dicela.  

Bahasa Indonesia tidak mengenal kasta. Itu sebabnya mengganggap sebuah kata lebih sopan dari kata lainnya adalah tindakan menyalahi tata krama bahasa Indonesia. Makanya menganggap kata KONTOL tidak sopan dan kata PENIS sopan adalah salah kaprah. Merasa diri sopan karena mengucapkan VAGINA dan mencela orang lain cabul karena mengucapkan MEMEK namanya membabi buta.

Hai kamu ular-ular (ophis), hai kamu keturunan ular beludak! (echidna) Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka? Matius 23:33

Hai orang-orang bodoh (aphron), bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Lukas 11:40

Hai kamu orang-orang tolol (moros) dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Matius 23:17 – terjemahan lebih baik

Hai kamu orang-orang buta (tuphlos), apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu?

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bebal (anoetos), betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Lukas 24:25 – terjemahan lebih baik

Hai manusia otak kosong (kenos), maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Yakobus 2:20 – terjemahan lebih baik

Orang BODOH adalah orang yang daya pikirnya lemah. Orang DUNGU adalah orang yang tidak punya pengetahuan alias otak kosong. Orang TOLOL adalah orang yang sengaja bertindak BODOH. Orang GOBLOK adalah orang yang sengaja bertindak sia-sia. Orang BEBAL adalah orang yang kekeh jumekeh BODOH atau kekeh jumekeh TOLOL atau kekeh jumekeh GOBLOK. Orang PICIK BUTA adalah orang yang menutup akal budinya dari kebenaran.

Memaki alias mengeluarkan kata-kata keji dan menghujat alias mengucapkan kata-kata fitnah adalah perbuatan jahat. Namun kata-kata, “ular, ular beludak, bodoh, tolol, bebal, otak kosong” yang tercatat di dalam ayat-ayat di atas bukan makian juga bukan hujatan namun TEGORAN. Bagaimana cara membedakan kata-kata makian dan hujatan dari tegoran? TEGORAN diucapkan untuk mengajar itu sebabnya setelah  tegoran diucapkan pasti dilanjutkan dengan pelajaran.

Rasa sayang muncul karena waktu rasa hormat muncul karena perilaku. Itu sebabnya bila mau dihormati, berperilakulah terhormat. Bila merasa diperlakukan tidak hormat, yang harus anda lakukan adalah memeriksa diri untuk mencari tahu kenapa tidak dihormati untuk kemudian membina diri bukannya memaksa orang lain menghormati diri anda demi sopan santun.

Itu sebabnya mereka yang memaksa hai hai untuk menghormatinya akan dihina dan diejek habis-habisan karena memaksa orang lain menghormati diri sendiri adalah perbuatan hina dina menjilat pantat sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s